Anda di halaman 1dari 4

1. Konformitas : Perilaku masyarakat senantiasa sesuai dengan harapan masyarakat.

Non konformitas : tindakan masyarakat juga tidak sesuai dengan tuntutan dan harapan
masyarakat.

2.
3. Q
4. Keluraga
Kelompok bermain
Geng
Lingkungan sekolah
Media massa
Lingkungan kerja

5.
• Play stage : pada tahap ini anak mengambil peran orang-orang di sekitarnya dan meniru peran yang
dilakukan orang tuanya. Lingkungan keluarga mengajarkan pada anak peran yang boleh dilakukan
dan tidak boleh dilakukan.
• Game Stage : Anak tidak hanya tahu peran yang dijalankan tetapi telah tahu peran yang dijalankan
orang lain dan dengan siapa ia berinteraksi. Pada tahap ini biasanya terjadi pada masa remaja yang
ditandai dengan masa puber dengan gejala

a. Temperammen keras, agresif,murung dan menyendiri


b. kepribadian labil dan mencari jati diri
c. Mudah tersinggung dan sukar mengendalikan emosi
d. rasa ingin tahu dan ingin mencoba hal baru
• Generalized other : Anak mulai mengambil peran-peran orang lain yang lebih luas tidak hanya peran
orang terdekat ( significant other ). Pada tahap ini telah mengetahui peran diri dan peran orang lain.

1. Warisan biologis,factor lingkungan fisik, kelompok, kebudayaan khusus, penagalam


yang unik
2. Q
3. Q

4. Keluarga. Keluarga merupakan media paling awal dalam sosialisasi dan berfungsi
meletakkan dasar dari perkembangan pribadi . Perkembangan pribadinya sangat
dipengaruhi oleh keluarga inti dan keluarga luasnya dimulai dari masa anak selalu
mendapatkan perlindungan dan tergantung pada keluarga .

Peran keluarga:

-Memberi pengawasan dan pengendalian yang wajar sehingga anak tidak merasa
tertekan jiwanya

-Mendorong anak dapat membedakan antara perilaku benar dan salah, baik dan buruk,
pantas dan tidak pantas

-Memberi contoh perilaku yang baik dan pantas bagi anak-anaknya

5.

6. Sosialisasi Primer
Sosialisasi Primer adalah sosialisasi yang dijalankan seseorang sejak masa
kanak-kanak berfungsi mengantar mereka memasuki kehidupan sebagai anggota
masyarakat. Sosialisasi ini terjadi dalam lingkungan keluarga, teman bermain dan
sekolah

• Kesiapan atau kematangan pribadi seseorang . Pendidikan yang diberikan pada


anak mensyaratkan bahwa sosialisasi memerlukan kesiapan dalam menjalani
proses tersebut yaitu potensi manusia untuk belajar dan kemampuan berbahasa.
• Lingkungan/sarana sosialisasi : potensi manusia tidak dapat berkembang secara
otomatis melainkan memerlukan lingkungan sosial yang tepat . Perkembangan
tersebut dipengaruhi oleh : interaksi dengan sesama, bahasa, dan cinta/kasih
sayang.

Sosialisasi sekunder yaitu sosialisasi lanjutan dimana seseorang menjalani sosialisasi


disektor-sektor kehidupan nyata di masyarakat seperti tempat kerja, akademi militer
dan sebagainya

1. Sumber penyimpangan :
• Sikap mental yang tidak sehat : suatu sikap tidak merasa bersalah/
menyesal atas perbuatannya yang menurut masyarakat dianngap menyimpang.
Contoh : profesi pelacur, maklar kasus, renternir dll.
• Ketidakharmonisan dalam rumah tangga : disharmonisasi dalam keluarga
seperti BH, salah satu anggota keluarga ada yang meninggal
• Pelampiasan rasa kecewa : kegagalan terhadap suatu yang diinginkan dapat
menyebabkan perilaku menyimpang sebagai bentuk pelarian masalah. Contoh :
narkoba, bunuh diri
• Dorongan kebutuhan ekonomi : kemiskinan dan ketidakpuasan terhadap apa
yang dimiliki mendorong orang untuk menyimpang seperti mencuri, merampok,
melacurkan diri ( wanita panggilan, gigolo )
• Pengaruh lingkungan dan media massa : teman sepermainan, pergaulan,
media cetak dan elektronik mempengaruhi perilaku dan tindakan individu
• Keinginan untuk dipuji : gaya hidup glamor, sok kaya, sok modern
menyebabkan orang cenderung menyimpang seperti korupsi, merampok,
menjual diri
• Proses belajar menyimpang : interaksi dengan orang lainyang menyimpang
akan mempengaruhi pikiran dan kepribadin untuk cenderung menyimpang
seperti penggunaan obat, genk motor, merokok .
• Ketidaksanggupan menyerap nilai dan norma : ketidaksanggupan
menyerap norma ke dalam kepribadian seseorang disebabkan menjalani proses
sosialisasi yang salah/ tidak sempurna sehingga tidak sanggup menjalankan
peran yang dikehendaki masyarakat.
• Adanya ikatan sosial yang berlainan : identifikasi diri dengan kelompok
mempengaruhi kepribadian. Jika kelompok yang digauli menyimpang
kecenderungan menyimpang lebih besar
• Proses sosialisasi sub kebudayaan menyimpang : suatu kebudayaan
khusus yang normanya bertentangan dengan norma budaya yang dominan.
Perilaku individu dipengaruhi oleh nilai sub kebudayaan masyarakat seperti
tempat tinggal dilingkungan kumuh, dekat dengan komplek pelacuran
• Kegagalan dalam proses sosialisasi : keluarga inti maupun keluarga luas
bertanggung jawab terhadap penanaman nilai dan norma pada anak. Kegagalan
proses pendidikan dala keluarga menyebabkan terjadinya penyimpangan.

1. Dikemukakan Robert K. Merton


• Perilaku menyimpang merupakan adaptasi terhadap situasi tertentu.
• Dasar pandangan Merton adalah struktur sosial yang menghasilkan
pelanggaran terhadap aturan sosial ( non konformitas ).
• Perilaku menyimpang dapat terjadi karena tidak ada kaitanantara tujuan
dengan cara yang telah ditetapkan dan dibenarkan dalam struktur social.
1.
• Bentuk perilaku menyimpang:
-Penyimpangan primer
-sifat sementara
-menguasai sebagian kecil kehidupan masyarakat
-gaya hidup tidak didominasi perilaku menyimpang
-masyarakat mentoleransi perilaku menyimpang
-ex : bolos
-Penyimpangan sekunder
-gaya hidup didominasi perilaku menyimpang
-masyarakat tidak bisa mentoleransi perilaku menyimpang.
-dilakukan secara khas
-ex : pembunuhan
• Sifat perilaku menyimpang:
1. Penyimpangan negatif :
bertindak ke arah nilai-nilai yang dipandang rendah.
mendapat cela
pelakunya tidak dapat ditoleris oleh masyarakat.
2. Penyimpangan posisif :
mengandung unsur inovatif, kreatif dan memperkaya alternatif
terarah pada nilai yang didambakan meskipun cara yang digunakan menyimpang.
ex : Ibu rumah tangga menjadi sopir, kontak jodoh

1. Penyebab terjadinya perilaku menyimpang:

• Ada kaidah nilai yang tidak memuaskan pihak tertentu


• Tidak mungkin menagtur kepentingan warga secara merata
• Kadang terjadi sistem pengendalian sosial tidak dapat digunakan seterusnya
• Terjadinya perbedaan kepentingan

1. Bentuk kejahatan:
• Crime without victim ( Kejahatan tanpa korban ) : kejahatan yang tidak
mengakibatkan penderitaan pada korban akibat tindak pidana orang lain.
ContoH : judi, penyalahgunaan obat bius, mabuk-mabukan hubungan seks yang
tidak sah.
• Organized crime ( Kejahatan terorganisasi ) : komplotan kejahatan yang secara
berkesinambungan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan uang atau
kekuasaan dengan jalan menghindari hukumContoh : Komplotan KKN, Germo,
renternir, kejahatan terorganisasi transnasional, women”n trafficking, jaringan
narkoba dll.
• White collar crime ( Kejahatan kerah putih ) : Kejahatan yang dilakukan oeh
orangyang memiliki status sosial yang tinggi dalam rangka pekerjaanya>
Contoh: Korupsi, penggelapan pajak dan uang perusahaan, maklar kasus dll
• Corporate crime ( Kejahatan korporat ) : Kejahan yang dilakukan atas nama
organisasi dengan tujuan menaikan keuntungan atau menekan kerugian .Contoh
: perusahaan yang membuang limbah beracun di sungai/dilaut yang
mengakibatkan penduduk sekitar terkena penyakit.
• Transnational organized crime : kejahatan yang melampui yang melampaui
batas negara dan dilakukan oleh organisasi dengan jaringan global. Contoh :
pemasaran narkoba

1. Penyimpangan seksual : aktivitas seksual yang ditempuh seseorang untuk mendapatkan kenikmatan
seksual tetapi tidak lazim untuk dilakukan karena dilakukan tidak sewajarnya.

• Perzinahan : seks di luar nikah.


• Homoseksual / gay: seks sesama lelaki.
• Lesbian : seks sesama perempuan.
• Transeksual : mengubah karakteristik seksnya
• Sedomasokisme / sadisme: seks yang dilakukan setelah menyakiti pasangannya
• Ekshibisme : memperlihatkan alat kelaminnya sesuai dengan kehendaknya untuk mendapat
kepuasan
• Voyeurisme : mengintip/melihat orang lain yang sedang telanjang ( mandi, hubungan seksual
)
• Fetishisme : masturbasi
• Kumpul kebo : hidup serumah layaknya suami istri tanpa ikatan yang sah
• Sodomi : Hubungan seksual melalui anus
• Phedopilia : kontak seksual dengan anak-anak

1. Sifat pengendalian sosial:

• Prefentif : sebelum terjadinya penyimpangan .


Ex : himbauan sekolah tentang bahaya merokok pesan orang tua kepada anak berangkat
sekolah
• Represif : memulihkan keadaan seperti sebelum pelanggaran terjadi
Ex : tawuran antar siswa guru berusaha mendamaikan siswa yang berselisih
• Pengendalian sosial gabungan : perpaduan antara pengendalian sosial prefentif dan
pengendalian sosial represif
• Pengendalian sosial persuasif / pengendalian lisan dan simbolik : melalui pendekatan dan
sosialisasi agar masyarakat mematuhi norma-norma yang ada ( tanpa kekerasan )
• Pengendalian sosial koersif / pengendalian se: bersifat memaksa agar anggota masyarakat
berperilaku sesuai dengan norma yang berlaku
Bentuk : cemoohan,, teguran, pendidikan, agama, gossip, intimidasi, hukum, ostrasisme, fraundulens.

1. Fungsi pengendalian sosial:


1. Mematuhi norma yang berlaku baik dengan kesadaran diri maupun paksaan.
2. Mewujudkan keserasian dan ketentraman dalam masyarakat.
3. Mengusahakan orang yang menyimpang kembali mematuhi norma yang berlaku.

2. Arti kata :

• Akulturasi:
• Asimilasi :
• Sosialisasi : proses belajar individu untuk mengenal dan menghayati norma
serta nilai sehingga yerjadi pembentukan sikap untuk berperilaku sesuai
dengan tuntutan atau perilaku masyarakat.
• Enkulturisasi : proses pembelajaran kebudayaan sediri dengan cara mempelajari
bahasa, seni, adat, agama, dan pendirian yang hidup dalam lingkungan
kebudayaan masyarakat.
• Internalisasi :
• Primordialisasi :