Anda di halaman 1dari 84

SOAL TRYOUT OSCE FK UKI

1. Seorang pria 60 tahun datang dengan keluhan timbul bintik hitam


menghalangi penglihatannya. Pasien memiliki riwayat DM.
- Lakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik oftalmologi
- Laporkan diagnosis kepada penguji
- Berikan tatalaksana (medikamentosa dan non medikamentosa)
- Tulislah resep
RETINOPATI DIABETIK
2. Seorang wanita 57 tahun datang dengan keluhan bengkak pada lutut
kanannya sejak 1 minggu yang lalu. Pasien juga mengeluh lututnya nyeri
sehingga sulit beraktifitas.
- Lakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik
- Lakukan pemeriksaan penunjang jika perlu
- Tulislah resep
OSTEOARTRITIS
3. Seorang wanita 23 tahun datang dengan keluhan tiba-tiba tidak bisa
buang air kecil. Pasien pernah mengalami keluhan seperti ini beberapa
hari sebelumnya dan hilang dengan perubahan posisi.
- Lakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik
- Lakukan pemeriksaan penunjang jika perlu
- Laporkan diagnosis kepada penguji
- Lakukan pemasangan catheter pada pasien
RETENSIO URIN EC SUSPEK VESIKOLITIASIS
4. Seorang pria 30 tahun datang dengan keluhan nyeri pada telinga
kanannya. Selain itu pasien mengeluh keluar cairan dari telinganya.
- Lakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik THT
- Laporkan diagnosis kepada penguji
- Tulislah resep
OTITIS MEDIA AKUT
5. Seorang wanita 44 tahun datang dengan keluhan lecet pada sela-sela jari
kakinya.
- Lakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik
- Lakukan pemeriksaan penunjang yang sesuai dan interpretasikan
-

hasilnya kepada penguji


Laporkan diagnosis kepada penguji
Tulislah resep

TINEA PEDIS

6. Seorang pria 47 tahun datang dibawa oleh istrinya karena sering


mengamuk di rumah. Menurut keluarga, pasien sering berbicara sendiri
dan melempar-lempar barang.
- Lakukan anamnesis psikiatrik
- Tulislah status psikiatrik lengkap beserta diagnosis
- Tulislah resep
SKIZOFRENIA
7. Seorang pasien 45 tahun datang untuk kontrol. Pasien memiliki riwayat
tekanan darah tinggi dan sudah tidak minum obat selama 1 bulan terakhir.
Saat ini pasien mengeluh sering sakit kepala dan lehernya terasa pegal.
- Lakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik
- Lakukan pemeriksaan penunjang jika perlu dan interpretasikan hasilnya
- Laporkan diagnosis kepada penguji
- Tulislah resep
HIPERTENSI GRADE II + KARDIOMEGALI
8. Seorang wanita 27 tahun datang dibawa keluarganya ke UGD. Pasien
dalam kondisi tidak sadar dan hanya memberikan respon minimal saat
diberikan rangsang nyeri. Sebelumnya pasien mendapatkan obat suntikan
dari bidan.
- Lakukan pemeriksaan fisik
- Laporkan diagnosis kepada penguji
- Berikan pertolongan pertama yang sesuai
SYOK ANAFILAKTIK
9. Seorang ibu datang membawa anaknya usia 6 tahun. Anak tersebut
tampak pucat. Menurut ibu pasien, berat badan anaknya turun selama 3
bulan terakhir.
- Lakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik
- Lakukan pemeriksaan penunjang jika perlu dan interpretasikan hasilnya
- Laporkan diagnosis kepada penguji
- Tulislah resep
ASKARIASIS
10.Seorang pria 30 tahun datang dengan keluhan sakit kepala hebat dan
demam.
- Lakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik neurologis
- Lakukan pemeriksaan penunjang jika perlu
- Laporkan diagnosis kepada penguji
- Tulislah resep
MENINGITIS

11.Seorang wanita 27 tahun datang dibawa keluargnya dengan keluhan


keluar darah terus menerus dari kemaluannya. Sebelumnya pasien sudah
dibantu bersalin di bidan, namun plasentanya belum keluar.
- Lakukan pemeriksaan fisik obstetric
- Laporkan diagnosis kepada penguji
- Berikan tatalaksana (medikamentosa dan nonmedikamentosa)
PERSALINAN KALA 3
12.Seorang wanita 35 tahun datang dengan keluhan bengkak pada kakinya.
- Lakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik
- Lakukan pemeriksaan penunjang jika perlu
- Laporkan diagnosis kepada penguji
- Tulislah resep
FILARIASIS

TO OSCE 1 Desember 2012 FK UNTAR

1. Jiwa :
Ibu2 dengan keluhan sering berdebar-debar dan mual. Ada stress dari keluarganya,
sulit tidur, sejak 6 bulan
a. Diagnosa
b. DD/
c. Edukasi pasien
d. Terapi
2. Penyakit Kulit : Varicella
a. Pemeriksaan penunjang
b. Terapi
c. Edukasi
3. Penyakit Kelamin : GO
a. Cara mengambil secret untuk pemeriksaan penunjnag
b. Terapi obat
c. Edukasi
4. Resusitasi Jantung Paru : Diagnosa, DD/ , penanganan
5. Luka terbuka : hecting, diagnosa, edukasi pasien.
6. Mata : Retinopati Diabetika proliferatif
a. Anamnesa
b. Pemeriksaan visus
c. Pemeriksaan segmen anterior dan posterior
d. Diagnosa
e. Edukasi

7. THT : Tonsilitis akut


a. Anamnesa
b. Pemeriksaan THT
c. Pemeriksaan penunjang
d. Diagnosa
e. Terapi obat
f. Edukasi
8. Paru : TB
a. Anamnesa
b. Pemeriksaan fisik
c. Pemeriksaan penunjang (darah, sputum,rontgen)
d. Diagnosa
e. Terapi obat
f. Edukasi
9. Interna : anemia def besi kronis e.c cacingan
Wanita muda dengan keluhan lemas
a. Anamnesa
b. Pemeriksaan fisik & penunjang
c. Dd/
d. Terapi obat
e. Edukasi
10. Anak : Malnutrisi e.c cacingan
a. Anamnesa ibunya
b. Pemeriksaan fisik
c. Penunjang diagnosa
d. Dd
e. Terapi obat
f. Edukasi
11. Saraf : Meningitis bakterialis
Pria muda dengan keluhan sakit kepala hebat 1 minggu
a. Anamnesa
b. PF
c. Pemeriksaan neurologis
d. Pemeriksaan penunjang
e. Diagnosa
f. DD/

TRY OUT OSCE FK UNJANI


Hari/Tanggal : Sabtu / 01 Desember 2012

Station 1 UGA
Skenario:

Seorang laki-laki berumur 42 tahun, datang dengan keluhan kencing bernanah. Keluhan
disertai BAK terasa perih. Pasien bekerja sebagai sopir truk yang sering bepergian ke luar
kota.
Soal:
1. Lakukan pemeriksaan fisik pada pasien tsb!
2. Usulkan pemeriksaan penunjang yang tepat untuk pasien dan tanyakan hasilnya
kepada penguji
3. Apa diagnosis pasien tsb?
4. Berikan terapi farmakologi yang sesuai untuk pasien tsb
5. Edukasikan kepada pasien mengenai penyakitnya
Station 2 Tonsilitis Kronik Eksaserbasi Akut
Skenario:
Seorang laki-laki berumur 24 tahun, datang dengan keluhan nyeri menelan. Keluhan disertai
panas badan.
Soal:
1.
2.
3.
4.
5.

Lakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik pada pasien


Lakukan pemeriksaan telinga, hidung, dan tenggorokan
Apa diagnosis pasien tsb, sampaikan pada penguji
Berikan terapi yang sesuai untuk pasien tsb
Edukasikan kepada pasien mengenai penyakitnya

Station 3 Varicella Zoster


Skenario:
Seorang laki-laki berumur 32 tahun, datang dengan keluhan timbul bruntus-bruntus
kemerahan yang berisi air pada wajah, badan, lengan, dan tungkai nya. Keluhan disertai
panas badan yang tidak terlalu tinggi, gatal (+). Pasien belum pernah mengalami keluhan
seperti ini sebelumnya. Anak pasien mengalami keluhan yang sama.
Soal:
1. Lakukan anamnesis dan pem. Fisik pada pasien
2. Lakukan pemeriksaan dermatologis dan deskripsikan lalu sampaikan hasilnya pada
penguji
3. Usulkan pem.penunjang yang sesuai pada pasien ini (tzank smear)
4. Apa hasil yang diharapkan dari pemeriksaan penunjang tsb? Ditemukan adanya
Multinucleated Giant Cell.
5. Berikan terapi farmakologi yang sesuai untuk pasien tsb
Station 4 Gangguan Cemas Menyeluruh

Skenario:
Seorang wanita, 35 tahun merasa was-was (khawatir) dan sering jantungnya berdebar-debar.
Pasien tidak tau penyebabnya. Pasien merasa sulit tidur, sulit berkonsentrasi. Pasien mengaku
hubungan dengan suami dan anaknya baik. Pasien memiliki utang dengan tetangga. Anak
pertama dirawat Di RSJ.
Soal:
1.
2.
3.
4.
5.

Anamnesis
Pemeriksaan status mental
Diagnosis dan diagnosis banding
Terapi non farmakoterapi / farmakoterapi
Edukasi dan anjuran

Station 5 RJP
Skenario:
Seorang laki-laki, 45 tahun datang dengan kondisi tidak sadar. Menurut penuturan anak
pasien, pasien jatuh dan langsung tidak sadarkan diri. Sejak 1 minggu yll, pasien sering
merasa nyeri hebat di dada sebelah kirinya yang menjalar ke lengan kiri dan tengkuk. Pada
pemeriksaan didapatkan nadi tidak teraba dan pasien tidak bernafas.
Soal:
1. Diagnosis banding
2. Pertolongan pertama
3. Diagnosis kerja

Station 6 TB Paru
Skenario:
Seorang laki-laki, 25 tahun mengeluh batuk sudah 1 bulan (berdahak, warna kuning, bercak
darah +), demam + meriang, berat badan menurun, nafsu makan menurun, sesak (+).
Soal:
1. Anamnesis
2. Pemeriksaan fisik ( Suara nafas vesikuler, rhonki basah kasar, suara nafas tambahan
3.
4.
5.
6.

amforik )
Pemeriksaan penunjang ( bta sps +/+/-)
Diagnosis dan diagnosis banding
Farmakoterapi
Edukasi

Station 7 meningitis bakterial

Skenario:
Seorang laki-laki, mengeluh nyeri kepala hebat sejak 1 minggu, demam+ sudah minum obat
tapi tidak berkurang, belakang leher terasa kaku.
Soal:
1.
2.
3.
4.

Anamnesis
Pemeriksaan tanda vital dan neurologis (kaku kuduk +, brudzinski I/II +)
Pemeriksaan penunjang
Diagnosis dan diagnosis banding

Station 8 anemia e.c ascariasis


Skenario:
Anak perempuan, 5 tahun dibawa dengan keluhan berat badan menurun sejak 2 bulan. Pernah
batuk 2 bulan yang lalu dan diberi obat dan sembuh dalam 2 minggu, pasien cepat capek,
nafsu makan baik, pernah keluar cacing saat BAB.
Soal:
1.
2.
3.
4.
5.

Anamnesis
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan penunjang ( Hb , tinja: telur ascaris +)
Diagnosis dan diagnosis banding
Farmakoterapi dan edukasi ke orang tua pasien

Station 9 Leukorhea
Skenario:
Seorang wanita, 45 tahun P4A0 datang dengan keluhan keputihan sejak 1 tahun berwatna
kuning, gatal dan berbau. Tidak perih dan tidak ada keluhan sakit saat BAK. Sudah berobat
ke dokter dan diberi obat ciprofloxacin 2x1 berkurang namun timbul lagi.
Soal:
1.
2.
3.
4.
5.

Anamnesis
Pemeriksaan gynekologi
Pemeriksaan pap-smear
Hasil pap-smear
Edukasi

Station 10 Vulnus Schisum


Skenario:
Pasien datang ke IGD dengan luka sayat di lengan atas kanan.
Soal:
1. Diagnosis

2. Penanganan luka dan penjahitan luka


3. Edukasi
Station 11 Retinopati Diabetika
Skenario:
Pasien laki-laki, 50 tahun datang dengan keluhan kedua mata kabur sejak 1 minggu, tidak
gatal, tidak sakit. Riwayat DM + sejak 5 tahun tapi tidak mengkonsumsi obat.
Soal:
1.
2.
3.
4.

Anamnesis
Pemeriksaan visus, segmen anterior, segmen posterior
Diagnosis
Edukasi

Station 12 Anemia Defisiensi Fe


Skenario:
Seorang wanita, 30 tahun datang dengan keluhan pusing dan lemah badan, cepat lelah.
Soal:
1.
2.
3.
4.
5.

Anamnesis
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan penunjang
Diagnosis dan diagnosis banding
Farmakoterapi dan nonfarmakoterapi

YG BERLAKU UTK SEMUA STATION:


1. Ketuk pintu dulu, terus kasih salam.
2. Ingat, waktu cm 10 menit. Arahin aj. Yg terlalu aneh ga usah dieksplor. PF
yg merujuk aj.
3. Cuci tangan setiap sebelum PF/tindakan! Peragain 6 langkah dgn cepat.
4. Informed consent kl periksa yg sensitif/tindakan.
5. Kalo PF di fantom, selalu tanyakan hasilny pada penguji.
6. Buang kapas alkohol/sarung tangan ke tempat sampah, jangan digeletakin
7. Kamu kudu nulis resep.
8. Kadang ad yg rese minta nulis lmbr permintaan lab ato rujukan. Jalanin aj,
agak asal dikit.
9. Kalo ud selesai, izin pergi.

10.SENYUM!!!

1. Wanita usia 42 tahun dgn gatal di sela kaki kiri sjk 1 mgg lalu.
Anamnesis:

Diperparah

keadaan

tertentu

(mis:

berkeringat/

lembab/kering)? Tambah hari tambah gatal tidak? Seberapa luas? Awalnya


memang segitu ato ga? Apakah seluruh area gatal ato tepi2ny aj? Ad
kemerahan? Lepuh? Luka? Lenting? Bengkak/panas? Kalo ad, ad nanah ga,
n pasien demam ga? Daerah gatal kering at basah? Ada kulit keletekan?
Sama pasien suka digaruk? Ada gatal di bagian tubuh lain? Sama pasien
ud ditaroh obat blm, kl ud berapa lama n baikan ga?
FAKTOR RISIKO: Ad riwayat taruh zat ap di tmpt gatel? Higiene (mandi,
keringatan, sepatu, ganti pakaian, dll.)? Kaki pernah kena ap? Pekerjaan
pasien (cari paparan)? Kebiasaan detail mandi gimana?
PF: Deskripsi efluoresensi kulit
Penunjang: pemeriksaan kerukan kulit (cara: informed consent, pake
sarung tangan, ambil skalpel n gelas objek, trus keruk lesi dengan sisi
tumpul skalpel. Hasil kerokan dikasih KOH 20% n ditutup, terus baca)
Dx: Candidiasis kutis dengan infeksi sekunder

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
++++++++++++++++++++++++++++++

2. Pria usia 30 tahun datang dengan istri. Keluhan dari istri: suka bicara send iri
sjk 1 minggu lalu.
Anamnesis (khas psikiatrik): Bicara sendiri ttg ap biasany (co: marah2?
ketawa2? nangis?)? Perilaku lain yang menyertai (mis: nyerang org, jalan2
sendiri, mengurung diri di kamar)? Ad halusinasi/ilusi/delusi? Kl ad,
bentukny

ap

digoyahkan!

(detail
Ad

ampe

perubahan

yg

dirasakan

sikap/mood?

persis)?
Kalo

ad,

Kl

delusi,

coba

barengan?

Kalo

barengan, yg mn duluan? Ad gangguan fungsi sehari-hari? Ad saat pasien


bae2 ga, ga ad masalah? Ad serangan serupa sebelumny? Kl ad, kpn?
Berkali-kali? Frekuensi? Tmbh parah at sama aj?
FAKTOR RISIKO n LAIN2: pekerjaan, pendidikan, stres sehari-hari, agama &
ketekunan,

temperamen

sehari2,

pergaulan,

kehidupan

sosial,

penggunaan obat apapun, riwayat trauma fisik n mental, riwayat


pernikahan n seks, masa kecil, skrng gmn?
Dx: MULTIAKSIAL
I: semua F kecuali 6 n 7 (schizophrenia paranoid akut DD/ bipolar dengan
gejala skizoid)
II: F6, F7 (-)
III: penyakit fisik yg ad, baik berhub at ga (-)
IV: faktor int n eks (pasien kerja stres, ga punya banyak temen kerja)
V: derajat fungsional (91-100)

3. Pria 50 tahun kepala pusing-pusing. Riwayat HT sjk 1 tahun lalu, males


berobat.
Anamnesis: HT awal brp TD? Obat wkt it? Kontrol rutin? Obat minum
rutin? Ada ganti obat?
FAKTOR RISIKO: DM? Tiroid? Olahraga? Makan? Kebiasaan lain? Keluarga?
KOMPLIKASI: sakit kepala hebat? Leher kaku? Pandangan kabur? Sering
mendapat sempoyongan abis bangun tidur/duduk? Pandangan tiba2 gelap
sejenak? Nyeri dada? Sesak nafas? Nyeri2 di kaki kl jalan? Kencing sedikit?
PF: diminta TTV + pemeriksaan jantung terutama batas jantung n
bunyi jantung (smw dbn)
Data: TD 150/90 mmHg, sisanya normal

Dx: HT grade I tdk terkontrol


Penunjang: EKG + roentgen dada
Interpretasi hasil: (roentgen dada)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
++++++++++++++++++++++++++++++

4. Pria usia 23 demam2 sjk 3 hari lalu. Pagi disuntik obat, langsung sesak n tdk
sadar.
Tx awal: DO NOT PANIC! Aktifkan EMR, trus kesadaran + ABC!
Kesadaran GCS or AVPU kl butuh cepet, AVPU
A triple airway, kl ad benda basah swap/miringkan/suction, kl ad
padat sapu pake jari/pake forseps/Heimlich
B look-listen-feel dlm 10 detik kl ga nafas, kasih 2x @ 3 detik
mulut ke mulut at bagging kl ad
C raba karotid cari nadi dlm 10 detik kl ga ad, CPR 30-2 5
siklus 2 menit
Pasien A baik B jelek C baik lanjut bagging + pasang akses IV
INGET NANYA RESPON KE PENGUJI!
Pasien ga nafas2 siap2 intubasi:
1. alat bagging, pipa intubasi, spuit 3 cc, mandrane, laringoskop,
xylocaine spray, sarung tangan, stetoskop
2. suruh asisten bagging terus
3. meanwhile, cek: 1. balon pipa intak? 2. laringoskop nyala?
4. pake sarung tangan
5. oksigenisasi pasien slm 3 menit hingga SaO2 100%
6. buka mulut pake cross-finger technique

7. masukin laringoskop, sapu lidah ke pinggir, taruh ujung tongue blade,


JANGAN NYANDAR DI GIGI !!! kalo perlu, spray xylocaine dulu.
8. Cari pita suara, atur laringoskop ampe keliatan
9. masukin intubasi perlahan2 ampe batas hitam ud melewati pita suara
10.kl ud msk, lngsng konek ke bag n auskultasi suara nafas di kedua paru
n lambung
11.kalo belum berhasil atau SaO2 jatuh di bwh 95% sblm intubasi masuk,
remove n reoksigenisasi 3 mnt, br ulang
12.

kl ud, fiksasi n lanjut bagging

Dx: henti nafas e.c. renjatan anafilaksis

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
++++++++++++++++++++++++++++++

5. Pria usia 28 tahun, dtng ke IGD dgn keluhan sakit kepala berat sjk 2 hari
lalu.
Anamnesis: VAS? Lokasi nyeri? Rasa nyeri? Tmbh hari tmbh parah ato
sama2 aj? Terus2an at episodik? Ad demam? Tinggi at tdk? Lumpuh/lemah
di badan? Kesemutan/baal di badan? Pandangan kabur/ganda? Susah
makan? Suara melemah/berubah/serak? Sulit nelen? Pusing?
FAKTOR

RISIKO:

Trauma?

Infeksi2

dlm

wkt

dekat?

Batuk2

lama

>

2mgg/batuk darah? BB turun? Kontak TB? IVDU? Promiskuitas? Transfusi


darah? Pekerjaan risiko?
PF: diminta utk neurologik kaku kuduk (+) (INGET PASTIIN GA KUDUK
KAKU!), Brudzinski I (+/+) (INGET LIHAT KAKI PAS KAKU KUDUK), Brudzinski
II (-/-), Laseque (+/+), Kernig (-/-). Motorik ga dilakukan krn pasien lemes.
Refleks fisiologik (normal) + Babinski (-/-). Pupil isokor, RCL(+/+), RCTL (+/
+), n. kranialis tdk ad kelainan

Dx: meningitis bakterialis

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
++++++++++++++++++++++++++++++

6. Ibu bawa anak usia 1 thn, BB ga naik ud 2 bln.


Anamnesis: Anakny aktif? Sakit2an? Makan (frekuensi, jenis, jumlah, nafsu,
dll.)? Demam? Diare? Batuk lama? Kontak TB? Ada sakit lama? BB lahir?
Rajin ke Posyandu? Imunisasi? Keluhan lain?
Rupanya anak ad berak cacing.
Anakny seneng nyeker di luar rumah? Main2 dmn? Cuci tangan sblm
makan? Sayur dicuci? Masak at makan mentah? Tinggal dkt kali? Sumber
air?
PF: antropometri (diminta diplot), PF cepet sesuai keluhan (konjungtiva
anaemik +/+)
Dx:
-

Gizi kurang e.c. anaemia dan ascariasis

Anaemia MH e.c. susp. defisiensi besi e.c. ascariasis

Ascariasis

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
++++++++++++++++++++++++++++++

7. Wanita hamil 32 minggu, sedang partus. Sudah kala 2, sekarang baru


masuk kala 3.
Ngapain dulu?
-

CUCI TANGAN!

Pake sarung tangan steril teknik yg bener!

Swab genitalia externa pake kasa bersih, LANGSUNG BUANG

Periksa luar, cari laserasi jalan lahir n lihat perdarahannya

Periksa dalam, cari ad bayi kedua ga MINTA IZIN IBUNYA

Kala 3?
-

Oksiton 10 IU IM di vastus lateralis (MINTA ASISTEN KRN SARUNG


TANGAN U STERIL!!!)

Masase fundus uteri, dorsokranial biar ga prolaps uteri

Penegangan tali pusat terkendali pindahin klem 1-2 cm dkt introitus


vagina, tegangkan tp jgn tarik kekerasan inget, sebelum pindahin,
urut dl

Begitu kelihatan ujung plasenta, putar terus smbil ditarik

Kl dlm 10 ga lahir, suntik oksitosin kedua. Kl msh ga, cari pertolongan.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
++++++++++++++++++++++++++++++

8. Wanita usia 65 tahun dgn keluhan nyeri di kedua lutut sjk 3 bln lalu.
Anamnesis: Sendi at otot? Nyeri menjalar? VAS? Tmbh lama tmbh parah?
Kpn nyeri? Terus2an at episodik? Terkait/diperparah aktivitas? Diredakan
istirahat? Bengkak/merah/hangat? Ad nyeri di tempat lain? Demam?
Meriang? Mengganggu aktivitas sehari2?
FAKTOR RISIKO: Trauma? Pekerjaan sehari2? Olahraga? Makan? BB turun?
Batuk lama? Kontak TB? DM?
PF: TB/BB (pasien obese) + pemeriksaan sendi lutut (inspeksi: atrofi (-/-),
bengkak (-/-) oedema (-/-), hiperemis (+/+). Palpasi: deformitas (-/-), hangat
(-/-), nyeri tekan (-/-), ballotement (-/-). Auskultasi: krepitasi (-/-). ROM tdk
terganggu, nyeri gerak (+/+), kaku sendi (+/+). Motorik 5-5-5-5-5-5-.... )
Dx: OA genu bilateral

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
++++++++++++++++++++++++++++++

9. Wanita usia 55 tahun dgn keluhan pandangan turun di kedua mata sjk 1 bln
lalu.
Anamnesis: Turun perlahan at mendadak? Berkabut/gelap? Pandangan
terowongan? Mata merah? Nyeri? Demam? Fotofobia? Fotopsia? Belek?
Berair? Kering? Pake kacamata ga?
FAKTOR RISIKO: DM? HT? Dr kapan? Obat n kontrol? HIV/AIDS? Trauma?
Rupanya pasien DM. HT ga pernah tau.
PF: fokus ke cek mata, visus, & funduskopi ga usah koreksi lensa. Kalo
ruangan ga nyampe 6 meter, harus diomongin.
Interpretasi hasil: funduskopi:
OD: perdarahan vitreus, bilik belakang sulit dinilai
OS: hard exudate, cotton-wool spot

Dx: retinopati diabetikum ODS dgn perdarahan vitreus OD

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
++++++++++++++++++++++++++

10. Pria 27 tahun datang dgn keluhan kaki kiri membesar sjk 3 bln lalu.
DD/: filariasis, limfoedema, limfadenitis, DVT

Anamnesis:

Langsung

membesar?

Pelir

membesar?

Nyeri?

Kaku?

Gangguan aktivitas? Trauma? Riwayat operasi? Riwayat bepergian ke luar


kota? Kebersihan kaki? TB?
Riwayat ke Sulawesi 1 thn banyak yg kyk gini di situ
PF: langsung ke kaki kyk di OA gt deh
Interpretasi hasil: foto kaki elefantiasis
Dx: filariasis Wuchereria bancrofti

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
++++++++++++++++++++++++++++++
11.Pria 46 tahun datang ke IGD Puskesmas karena tiba2 tidak bisa kencing sjk
kemarin. Suruh pasang kateter.
PENTING!!! Tanyakan kerjain sendiri ato pake asisten. Kalo pake
asisten, minta penilai membantu.
1. Informed consent ke pasien
2. Siapin alat: sarung tangan steril, duk steril, kateter ukuran sesuai, gel
xylocaine, spuit 20 mL, pinset/tang, kasa steril, povidon iodin, alkohol,
baki steril 2 biji, kong 2 biji, kantung urin, plester, akuades, tmpt
sampah steril non-steril dua2ny kebuka
3. Lakuin yg boleh ga steril dulu: tuang betadin dan alkohol ke kong,
masukin kasa ke betadin, buka spuit trus taruh di baki steril, buka
ujung kantung kateter, buka kemasan akuades, tutup kantung kencing,
buka kemasan gel trus buang ke baki.
4. Cuci tangan, pake sarung tangan steril
5. Buka kateter, taruh di baki, tes dulu bisa ngembang apa kagak pake
udara
6. Aspirasi air 15-20 mL
7. Suruh pasien buka celana

8. Teknik aseptik-antiseptik pake betadine dulu, dari ujung urethra


sentrifugal sampe ke umbilicus. JANGAN SWAB BALIK KALO AD YG GA
KENA. Langsung buang kl udahan, lanjut pake kasa baru. Kalo ud, baru
bilas alkohol.
9. Alasin pake duk steril.
10.Kasihtau pasien dulu. Ambil gel, lumasin dikit di ujung uretra, masukin
sisanya ampe abis. Waktu cabut, teken tepat di glans penis biar gel ga
luber. Tunggu 20-30 detik.
11.Ambil kateter, lilit di tangan biar ujungny ga gantung2, masukin
PERLAHAN ampe mentok di percabangan. Siap2 jepit ujung yang di
luar kl ud 2/3 jalan.
12.Ambil baki yang ga kepake, buka ujung kateter di atas baki (kl2 ad
urin).
13.Masukin air ke balon, terus tarik keluar ampe kesangkut.
14.Keluarin duknya, sambung ujung pipa ke urin bag.
15.Fiksasi, trus gantung bag.
16.Masih pake sarung tangan, buang yg ud kepake ke tong sampah, alat2
ke klor
17.Lepas sarung tangan di tempat sampah, cuci tangan

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
++++++++++++++++++++++++++++++

12. Pria 25 tahun, keluhan telinga kiri nyeri sjk 3 hari lalu.
Anamnesis: Demam? Keluar cairan? Gangguan pendengaran? Trauma?
Riwayat ISPA sebelum keluhan? Sering ISPA sebelum keluhan? Riwayat
berenang/terbang/ menyelam? Riwayat korek2 telinga? Serangan pertama
ato pernah sebelumnya?
PF: THT ingat informed consent
Interpretasi: foto otoskop liang tengah sempit, hiperemis (+), sekret
(+), serumen (+), prop serumen (-), gendang telinga tidak dapat dinilai

Dx: otitis eksterna OS DD/ otitis media akut OS

Ngulang yg dari soal sblmny:


YG BERLAKU UTK SEMUA STATION:
11.Ketuk pintu dulu, terus kasih salam. Biar mood penguji bae (sp tw
mendadak penguji nyadar kok u ganteng/cantik amet terus dikasih nilai
ekstra, sp tw wkwkw =P)
12.Ingat, waktu cm 13 menit. Arahin aj. Yg terlalu aneh ga usah dieksplor. PF
yg merujuk aj.
13.Cuci tangan setiap sebelum (& sesudah) PF/tindakan! Peragain 6 langkah
dgn cepat, ga usah dibacain.
14.Informed consent kl periksa yg sensitif/tindakan.
15.Selalu tanyakan hasil PF pada penguji.
16.Buang

kapas

alkohol/sarung

tangan

ke

tempat

sampah,

jangan

digeletakin. Kalo pake alat2 yg harus disteril (misalnya di bag OB/GYN),


lakuin.
17.Kamu kudu nulis resep di hampir semua stasiun kecuali dibilang.
18.Kadang ad yg rese minta nulis lmbr permintaan lab/Ro ato rujukan. Jalanin
aj, agak asal dikit gpp, yg penting ad identitas pasien, nama u, ttd u, ama
ap yg diminta.
19.Kalo ud selesai, izin pergi.
20.SENYUM!!!

Petunjuk baca:
Yang digarisbawahi it data2 yg didapat
yang dimiringin it jawaban yg sesuai (kcuali bwt anamnesis PF)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
++++++++++++++++++++++++++++++

1. Wanita usia 40 tahun dgn keluhan utama berdebar-debar dan merasa


terus gelisah sejak 6 bulan sebelum kunjungan.

Anamnesis (khas psikiatrik): Kapan gelisahnya? Setiap hari non-stop


selama 6 bulan? Ad periode bebas gelisah? Gelisah tentang ap? Ada faktor
pencetus? Mengganggu tidur? Ad gejala2 sesak nafas, nyeri dada, keringat
dingin, etc? Ada keluhan lain? Ada gangguan mood (sering merasa sedih,
perasaan2 & pikiran negatif, merasa diri sendiri tidak berguna, sering
mengurung diri, malas ngapa2in)? Ada ilusi/halusinasi/delusi? Ada keluhan
jasmani lain?
FAKTOR RISIKO n LAIN2: pekerjaan, pendidikan, stres sehari-hari, agama &
ketekunan,

temperamen

sehari2,

pergaulan,

kehidupan

sosial,

penggunaan obat apapun, riwayat trauma fisik n mental, riwayat


pernikahan n seks, masa kecil, skrng gmn?
INGAT ALLO + AUTO! JANGAN MAKSA, TAPI IKUTIN ALUR PASIEN, TIMPAL
BALIK KALO AD HINT! INGET, OBSERVASI BAHASA TUBUH, KALO PASIEN
DIEM BUKAN BERARTI GA BISA DIPERIKSA. JANGAN LUPA TANYA PENYAKIT
FISIK YG AD (F0) & NGOBAT (F1)!

Pasien terus2an gelisah selama 6 bulan, hampir setiap hari gelisah,


terutama kalo lg stres & bekerja, sedikit diredakan kl shalat dan pergi
pengajian. Gelisah terutama mengenai keadaan ekonomi yang sulit dan
mengenai kedua anak pasien. Gelisah belum sampai mengganggu tidur
dan pekerjaan. Debar-debar ad tp gejala sakit jantung smw disangkal.
Keluhan mood & isi pikiran & persepsi smw disangkal. Pasien juga
mengeluh sakit perut non-spesifik yang kambuh terutama bila pasien
mulai

gelisah,

tidak

dipengaruhi

makan/lapar.

Riwayat

penyakit

sebelumnya semua disangkal, konsumsi obat-obatan rutin disangkal,


psikotropika disangkal.
Pasien

membuka

warung

di

rumah,

suami

pasien

supir

angkot,

penghasilan sebulan tidak tentu & sering tidak cukup. Anak pertama suka
menangis sendiri dan mengurung diri dalam kamar, dicurigai sakit jiwa
namun tidak dibawa ke dokter karena masalah keuangan. Anak kedua

sedang kuliah dan butuh uang banyak. Pasien mencemaskan anak


pertama bertambah buruk dan anak kedua bisa putus kuliah.

Dx: MULTIAKSIAL
I: semua F kecuali 6 n 7 (gangguan cemas menyeluruh) (ingat, kalo ud
diagnosis di F berapa, u ga boleh DD naik tingkat (co: depresi ga boleh diDD schizo))
II: F6, F7 (-)
III: penyakit fisik yg ad, baik berhub at ga (-)
IV: faktor int n eks (pasien kesulitan ekonomi, ada anak dengan curiga
gangguan kejiwaan di rumah)
V: derajat fungsional (91-100)

2. Pria 65 tahun tiba-tiba jatuh dan hilang kesadaran saat di rumah.


Sebelumnya pasien mengeluhkan nyeri dada hebat. Selama beberapa
minggu sebelumnya, sering mengeluhkan nyeri dada, berdebar-debar, dan
keringat dingin. Saat diperiksa dan jalan nafas dibuka, pasien tidak
bernafas. Pada perabaan a. carotis, nadi tidak teraba.
(Setting gw jujur kagak inget, tapi kalo kata Winda, yg nanya langsung ke
dokternya, katany sih setting tempat umum)

Setting BLS:
1. Amankan diri sendiri dan lokasi DO NOT PANIC!
2. Kesadaran GCS or AVPU kl butuh cepet, AVPU
3. Pasien tidak sadar Aktifkan EMR
4. A triple airway, kl ad benda basah swap/miringkan/suction, kl ad
padat sapu pake jari

5. B look-listen-feel dlm 10 detik kl ga nafas, kasih 2x @ 3 detik


mulut ke mulut
6. C raba karotid cari nadi dlm 10 detik kl ga ad, CPR 30-2 5 siklus
2 menit
7. Nadi belum teraba, nafas belum spontan, bantuan belum datang
ulang 5 siklus
8. Nadi belum teraba, nafas belum spontan, bantuan belum datang
ulang 5 siklus
9. Nadi belum teraba, nafas belum spontan, bantuan belum datang
ulang 5 siklus
10.Nadi belum teraba, nafas belum spontan, bantuan belum datang
ulang 5 siklus
11. Nadi 60x/menit, nafas 12x/menit, belum sadar, bantuan belum datang
miringkan posisi recovery, ob kesadaran & tanda vital (TD-N-P)
hingga datang

Dx: henti jantung e.c. susp. CAD DD/ susp. gagal jantung
3. Pria 30 tahun datang dengan keluhan batuk lama sejak 1 bulan lalu.

Anamnesis: Batuk berdahak? Warna apa? Bercampur darah? Mudah


dikeluarkan? Terus2an selama 1 bulan at hilang timbul? Sesak nafas? Nyeri
dada? Kalo ad saat ngapain & diredakan ap? BB turun? Demam? Keringat
malam? Nafsu makan? Keluhan pertama kali atau bukan? Pernah diobati?
FAKTOR RISIKO: keluhan serupa di sekitar? Pekerjaan? Pola makan? Rokok?
IVDU? Promiskuitas? Rumah? Kebiasaan batuk? Ada anak ga di rumah?
Kalo sempet, tanya keadaan rumah.

Pasien batuk hilang timbul, dahak (+) kuning, ada bercak2 darah. Muntah
darah masif (-). Demam (+) hangat-hangat, hilang timbul tak menentu,
lebih sering malam. Keringat malam (+), BB turun 4 kg dlm 1 bln, nafsu
makan berkurang jd porsi sekali makan. Nyeri dada (+) kanan disertai
sesak nafas, hilang timbul tak tentu. Belum pernah ada keluhan ini
sebelumnya. Pasien belum berobat.

Riwayat TB keluarga (+) ayah pasien, meninggal 5 tahun lalu, tidak


pernah diobati. Di keluarga saat ini (istri & 2 anak, satu msh balita) tidak
ada yg mengalami gejala serupa. Rokok (+) 15 tahun, 1 bnkgs/hari, baru
belakangan ini berhenti. IVDU (-), promiskuitas (-).
Pekerjaan buruh, tidak pernah sampai tidak dapat bekerja. Makan
sebelumnya baik n bervariasi. HT (-), DM (-).

PF: TB/BB 165/54.


Mata: KA (+/+), SI (-/-).
KGB tdk membesar.
Paru: vesikuler menguat di kedua paru, amforik + ronki basah kasar di
kedua paru
Lainnya dbn

Penunjang: DPL, sputum BTA 3x S-P-S (jelaskan ke pasien!!!), foto toraks


DPL: LED meningkat, anaemia. Sputum BTA: 2x positif.

Interpretasi hasil: Jantung tdk ada kelainan. Paru: infiltrat di kedua


lapang paru, kalsifikasi (-), kavitas (-). Tulang & jaringan lunak tdk ada
kelainan.

Dx: TB pulmonal kasus baru

4. Pria 28 tahun datang dengan keluhan nyeri kepala sejak 1 minggu lalu.

Anamnesis: VAS? Lokasi nyeri? Rasa nyeri? Tmbh hari tmbh parah ato
sama2 aj? Terus2an at episodik? Ad demam? Tinggi at tdk? Lumpuh/lemah

di badan? Kesemutan/baal di badan? Pandangan kabur/ganda? Susah


makan? Suara melemah/berubah/serak? Sulit nelen? Pusing?
FAKTOR

RISIKO:

Trauma?

Infeksi2

dlm

wkt

dekat?

Batuk2

lama

>

2mgg/batuk darah? BB turun? Kontak TB? IVDU? Promiskuitas? Transfusi


darah? Pekerjaan risiko?

Pasien nyeri kepala sjk 1 minggu lalu, VAS 7, hingga sulit bekerja. Nyeri
hilang timbul tak tentu, semakin hari semakin parah. Lokasi di seluruh
kepala. Demam (+) sjk 3 hari lalu, terus2an tinggi (tdk diukur), minum
Panadol ga turun. Keluhan neurologik disangkal. Pekerjaan buruh, belum
menikah, rokok (+), IVDU (-), tato (-), tindik (-), promiskuitas (-). Trauma (-),
gejala2 TB (-).

PF: TTV stabil, stat.gen dbn


Kaku kuduk (+), Brudzinski I (-/-), Brudzinski II (-/-)Laseque (+/+), Kernig (+/
+)
Motorik ga dilakukan krn pasien lemes, kesan tidak paresis
Refleks fisiologik (normal); Babinski (-/-)
Pupil isokor, RCL(+/+), RCTL (+/+), n. kranialis tdk ad kelainan

DD/: meningitis DD/ bakterialis DD/ viral DD/ TB


5. Anak usia 5 tahun dibawa ibu dengan keluhan berat badan tidak naik
dalam 2 bulan terakhir.

Anamnesis: Anakny aktif? Sakit2an? Makan (frekuensi, jenis, jumlah, nafsu,


dll.)? Demam? Diare? Batuk lama? Kontak TB? Ada sakit lama? BB lahir?
Rajin ke Posyandu? Imunisasi? Keluhan lain?

Anakny seneng nyeker di luar rumah? Main2 dmn? Cuci tangan sblm
makan? Sayur dicuci? Masak at makan mentah? Tinggal dkt kali? Sumber
air?

Anak 2 bln berat tetap 15 kg. Biasanya aktif namun belakangan ini
gampang capek. Anak juga terlihat pucat. Batuk2 (-), demam gajel (-), TB di
keluarga (-), mencret berkepanjangan (-). Anak pernah mengeluh ad berak
cacing.
Tinggal di pinggir kali, anak sering main2 di pinggir kali ga pake sepatu. Ga
cuci tangan sblm makan. Makan 3x/hari lahap, bervariasi, ga suka sayur.
Sumber air sumur gali, buat minum juga (selalu dimasak). Makanan selalu
dimasak matang, ga makan lalap2an.

PF: antropometri (TB/BB 112/13,5), PF cepet sesuai keluhan (konjungtiva


anaemik +/+, nyeri abd + periumbilikal)

DD/: gizi kurang e.c. anaemia e.c. susp. defisiensi zat besi e.c. susp.
cacingan
Penunjang: DPL, indeks besi, analisis feses
DPL Hb 8,1, MCV-H-HC turun, eosinofilia. Indeks besi ga ad data. Feses
ada telur cacing Ascaria lumbricoides.

Dx:
-

Gizi kurang e.c. anaemia dan ascariasis

Anaemia MH e.c. susp. defisiensi besi e.c. ascariasis

Ascariasis

6. Wanita berusia 57 tahun datang dengan keluhan utama keputihan hilangtimbul dalam 6 bulan ini. Pasien cemas karena adik pasien 2 bulan ini
didiagnosis kanker rahim (seharusnya mulut rahim ga sih? Soalnya ga
sinkron kalo ga, hwhw. Tapi kalo mw jujur, stasiun ini aneh. Keluhan utama
di soal it pasien pengen ngecek pap-smear tp kok di dalam keluhanny
keputihan...)

Anamnesis: Keputihan dr kapan? Terus2an? Jumlah? Warna? Bau?


Konsistensi? Darah ga? Dipengaruhi berhubungan intim? Promiskuitas? BB
turun? Lemah-lesu? KB? Haid? Riwayat keganasan keluarga? Riwayat ISK?
Higiene?

Pasien keputihan hilang timbul, stlh berobat hilang namun kambuh lagi.
Keputihan warna putih, bau bangkai amis, encer namun bergumpalgumpal, diperparah berhubungan dengan suami, darah (-). Jumlah cukup
banyak hingga harus pake pembalut. Keluhan sistemik (-).
Pernikahan kedua, suami pernikahan ketiga. KB (+) pil sudah 10 tahun.
Haid tiap 28 hari, 3-5 hari, ganti pembalut 2x/hari, dismenorrhoea (-). ISK
disangkal. Higiene baik. Keganasan (+) adik pasien kanker mulut rahim.
HT (-), DM (-).

Pemeriksaan ginaekologik: urutan: inspeksi luar in speculo


bimanual. Kalo lg in speculo, sekalian aj pap-smear. INGAT minta pasien
buka celana n informed consent ttg periksa in speculo & periksa dalam,
terus inget nyalain lampu. INGET pake sarung tangan steril kl mw periksa
dalam.
Inspeksi luar tdk ada kelainan, duh tubuh (-). In speculo: erosi minimal
serviks, discharge (+) putih serous banyak, flour (-), fluksus (-). Bimanual:
uterus antefleksi telur ayam, nyeri tekan portio (-), nyeri goyang (-),
adneksa tidak ada kelainan.
INGAT abis periksa, semua alat buang ke larutan klorin 0,5%. Lepas sarung
tangan dlm cairan it jg.

(Sebenarnya seharusnys pemeriksaan mikro duh tubuh tp gw lupa minta


~ ~)

Pap-smear:
1. Pake spekulum.
2. Bersihkan cairan/getah serviks/apalah dgn kasa steril yg dibasahi NaCl
0,9%
3. Ambil stik pap-smear, tempel di portio (yg lebih panjang di ostium),
putar satu lingkaran
4. Oleskan hasil di bagian atas kaca objek
5. Ambil cytobrush, masukkan ke dalam kanalis serviks, putar
6. Oleskan hasil di bagian bawah kaca objek, berlawanan dengan arah
putaran di dalam
7. Masukkin kaca objek ke alkohol 95% slm setidaknya 5
8. Buang alat2 ke tempat sampah, yg bisa dipake lagi ke klor.

7. Pria 27 tahun datang dengan luka di lengan atas akibat tergores


pecahan kaca. Pasien CM, TTV stabil.

PF: Luka di humerus dekstra, panjang 3x4 cm, tepi rata, perdarahan aktif
(-).
Periksa nadi distal, gerakan sendi2 distal, & gangguan NVD

Dx: vulnus schizum regio humerus dekstra

8.Pria 58 tahun datang dengan keluhan pandangan kedua mata menurun


sejak 1 tahun lalu.

Anamnesis: Turun perlahan at mendadak? Berkabut/gelap? Pandangan


terowongan? Mata merah? Nyeri? Demam? Fotofobia? Fotopsia? Belek?
Berair? Kering? Pake kacamata ga?
FAKTOR RISIKO: DM? HT? Dr kapan? Obat n kontrol? HIV/AIDS? Trauma?

Turun perlahan sejal 1 tahun lalu, kabur aj, berkabut (-), glare (-), fotofobia
(-), pandangan terowongan (-), fotopsia (-). Nyeri2 di mata (-), belekan (-),
nyeri kepala (-). HT (-), DM (+) 5 tahun lalu GDS 300, obat ga inget n ga
diminum, ga pernah kontrol atau cek darah.

PF: fokus ke cek mata, visus, & funduskopi ga usah koreksi lensa. Kalo
ruangan ga nyampe 6 meter, harus diomongin.
Visus OD 6/60, OS 4/60. Bagian luar mata tdk ada kelainan, COA tidak ada
kelainan, lensa jernih
Funduskopi: ODS: refleks fundus (+/+), perdarahan vitreus, cotton wool
spot, hard exudate
Dx: retinopati diabetikum ODS dgn perdarahan vitreus ODS

9.Wanita 25 tahun datang dengan keluhan pusing dan lemas sejak 1 bulan
lalu.

Anamnesis: Dari kapan? Lemas krn sesak nafas ato krn gampang capek?
Ad rasa terus mengantuk ga? Ad dibilang orang lebih pucat ga?
Perdarahan?

Kotoran

hitam/berdarah?

Kuning?

Pertama

kayak

gini

sebelumnya? Mens?
FAKTOR RISIKO: Makan? Pekerjaan? Tinggal di mana? Pake alas kaki?
Penyakit2 lain? Obat-obatan rutin?

Pasien pusing lebih kayak oleng. Lemas n mudah lelas, kalo bekerja energi
cepat habis. Sesak nafas (-), sering mengantuk (-), nyeri dada (-).
Dikatakan lebih pucat dr biasanya. Kuning (-), kencing merah (-), kencing
kyk teh/kola (-), menstruasi tdk ada keluhan. BAB normal.
Makan tdk teratur, 2x/hari, jarang makan daging merah. Minum teh/kopi
(-). Obat-obatan rutin (-). Sakit2 sebelumnya (-). Kerja di perkebunan,
sering ga pake alas kaki. Tinggal ga deket kali, lantai keramik. Keluar
rumah sering ga pake alas kaki.

PF: KA (+/+), SI (-/-). Jantung tdk ad kelainan. Kuku: koilonychia (+).


Penunjang: DPL, apusan darah tepi, indeks besi, analisis feses
Hb 9,0; kesan mikrositik hipokrom. Lainnya ga ad data.

Dx: anaemia MH e.c. susp. defisiensi besi DD/ susp. cacingan DD/ susp.
ACD

10. Pria 45 tahun datang dengan keluhan keluar cairan seperti nanah dari
kemaluan sejak 3 hari lalu. Promi skuitas (+), pekerjaan supir truk antarkota,
riwayat hubungan intim dengan PSK 1 minggu lalu tanpa kondom. Keadaan istri
(?). TTV stabil, stat. gen. dbn.

PF genital: meatus urethra externa tdk eritema, discharge (+) jumlah


sedikit, warna putih kekuningan, kental, tdk ada lesi lain di daerah
genitalia
Pemeriksaan penunjang: pemeriksaan mikro bwt duh tubuh (Gram +
kultur) swab uretra informed consent ke pasien!!!
1. Sediakan kapas swab, kaca objek, kapas bersih yg dibasahi NaCl 0,9%
2. Informed consent suruh buka celana
3. Cuci tangan, pake sarung tangan non-steril

4. Bersihkan meatus dgn kapas NaCl


5. Kasih tau pasien mw disodok
6. Masukkan swab ke uretra perlahan-lahan hingga sampai ke fossa
navicularis, terus pelan2 putar swab
7. Keluarkan swab, langsung diusap ke kaca objek & ditutup
8. Kasitau pasien ud selesai, pake celana, kirim sampel.

Hasil:

sel

meningkat

dominan

PMN,

ada

diplokokus

Gram

negatif

intraekstrasel
Dx: gonorrhoea DD/ uretritis non-spesifik (Chlamydia)

11.Pria 25 tahun datang dengan keluhan nyeri menelan sejak 5 hari lalu. Demam
(+), batuk (-), keluhan THT lain (-). TTV stabil, stat. gen dbn.

Cek THT: standar aj


Telinga: pertama pake lightpen aj, terus otoskop. Ingat telinga
ditarik ke belakang spy meatus akustikus eksterna lurus
Hidung: pasang dulu headlamp, atur wkt dipake ke kepala. Inget
nyalain saklar! Cara megang spekulum hidung yg bener (sbnrny
bagusny liang hidung kiri pake tangan kanan, yg kanan pake kiri).
Jangan ditutup kl mw dikeluarin (ntar bulu hidung kecabut)!

Tenggorokan: pake headlamp, suruh buka mulut. Pake tongue spade


jangan

kesodok langit2 ato uvula ato ampe belakang lidah

Hasil: tonsil T3-T3 (kissing tonsiles), detritus (-), kriptus (-)


Dx : tonsilitis akit susp. viral DD/ bakterial

12.Pria 30 tahun datang dengan keluhan muncul bintil-bintil merah di


seluruh tubuh sejak 3 hari lalu.

Anamnesis: Dr kapan? Langsung seluruh tubuh at tidak? Bintil2 aj ato ad


yg lenting? Isi air atau nanah? Gatal? Digaruk? Pecah sendiri ato digaruk?
Demam? Keluhan lain? Pernah kayak gini sebelumnya? Ada yg kayak gini
di rumah?

Pasien bintil2 merah sjk 3 hari lalu, awalnya di batang tubuh, terus
menyebar ke seluruh tubuh. Ada lenting berair, tidak ada nanah, tidak
gatal, pecah sendiri. Demam sjk 5 hr lalu, meriang (-), keluhan lain (-).
Anak baru sembuh dari penyakit yg sama sekitar 2 mgg lalu.

PF: pada seluruh tubuh, ditemukan papul dan vesikel berjumlah multipel
diskret berukuran lentikuler distribusi generalisata, disertai ekskoriasi dan
krusta darah
Penunjang: DPL + pemeriksaan Tzanck
Interpretasi hasil: ditemukan sel-sel raksasa multinuklear
Dx: cacar air (chicken pox; varicella)

TO OSCE intern UNUD


Stasiun 8
Pasien laki-laki umur 45 tahun datang dengan keluhan sering kesemutan
pada kakinya.
Lakukanlah
1. Anamnesis
2. Pemeriksaan Fisik
3. Usulan Pemeriksaan Penunjang
4. Terapi Farmakologi dan Nonfarmakologi
5. KIE

Stasiun 1
Pasien laki-laki usia 18 tahun dengan keluhan utama penglihatan kabur.
Lakukanlah
1. Anamnesis (mendadak setelah maen badminton)
2. Pemeriksaan Fisik meliputi pemeriksaan visus, COA dan Funduskopi
(nanti penguji menjawab hasil yang ditemukan-hifema(+) COA
dangkal)
3. Sampaikan Diagnosis dan DD
4. KIE
Stasiun 9
Pasien Perempuan usia 35 tahun mengeluh ada benjolan pada payudara
kiri yang baru diketahui sejak 2 minggu yang lalu, tidak terasa sakit dan
terfiksir
Lakukanlah
1. Anamnesis
2. Edukasi untuk screening (agak kurang jelas, ndak ada instruksi
untuk pemeriksaan fisik langsung KIE, mungkin karena hasil PX
sudah di paparkan di soal)
Stasiun 12
Seorang ibu mengajak anak wanitanya yang berusia 25 tahun ke
puskesmas karena keluhan anaknya yang tidak bisa tidur sejak 2 minggu
yang lalu. Anaknya dikatakan terus bicara, suka membeli barang-barang
yang tidak diperlukan dan gembira berlebihan.
Lakukanlah
1. Autoanamnesis (pasien berakting manik, banyak nanya2, kadang2
ngelantur)
2. Sebutkan diagnosis dan DD (DD dengan gangguan psikosis kalii ya)
3. Sebutkan terapi farmakologi dan non farmakologi
Stasion 2 (tanpa pasien)
Bayi Cukup Bulan lahir secara SC, tampak sianosis
Lakukanlah

1. Pemeriksaan fisik (penguji menyampaikan N, RR, Warna, (yah


APGAR lah)
2. Diagnosis dan DD
3. Penatalaksaan yang dilakukan
Stasiun 3
Pasien Laki-laki umur 35 tahun datang dengan keluhan batuk sejak 1
bulan dan diare sejak 1 bulan
Lakukanlah
1. Anamnesis
2. Pemeriksaan Fisik yang relevan
3. Usulan Pemeriksaan Penunjang (hasil dibacakan Penguji)
4. Diagnosis dan DD (minimal 3)
5. Rencana penatalaksanaan
Stasiun 4
Pasien datang dengan keluhan anaknya kejang sejak 1 jam yang lalu
Lakukanlah
1. Anamnesis (kejang tanpa demam, sudah 3 kali, seluruh tubuh,
menghentak)
2. Pemeriksaan Fisik (DBN)
3. Usulan Pemeriksaan Penunjang (EEG-> gambaran epilepsi umum)
4. Diagnosis
5. Terapi Farmakologis
Stasiun 10 (tidak ada pasien)
Seorang laki-laki 35 tahun mengeluh keluar nanah dari penisnya dan nyeri
saat BAK. Demam (-), Pasien sudah berkeluarga dan merupakan seorang
supir dengan riwayat pernah indehoy dengan PSK tanpa alat pengaman.
Lakukanlah
1. Pemeriksaan Fisik Kelamin (manekin)
2. Usulan pemeriksaan Penunjang (hasil dbacakan pengujiGO)

3. Jelaskan Langkah-langkah pemeriksaan penunjang (pengecatan


Gram)
4. Diagnosis
5. Farmakoterapi
Stasiun 11
Pasien laki-laki mengeluh nyeri menelan sejak 3 hari yang lalu, panas
badan (-), pasien masih mampu melakukan aktifitas seperti biasa.
TD:110/80, N:82x/mnt, Tax : 37,6C
Lakukanlah
1. Pemeriksaan Fisik THT (faring hiperemis +/+, tonsil T2-T2, demam
sub febril)
2. Diagnosis
3. KIE
Stasiun 7
Pasien Laki-laki 22 tahun mengeluh nyeri punggung sejak 6 bulan yang
lalu, pasien juga mengeluh batuk lama.
Lakukanlah:
1. Anamnesis
2. Pemeriksaan Fisik Punggung
3. Usulan Pemeriksaan Penunjang (nanti penguji bilang XR
Lumbal:dextruksi L1, invertebrate space menyempi, sesuai
gambaran spondilitis TB)
4. Diagnosis dan DD
5. Tatalaksana Farmakologis
6. KIE
Stasiun 5
Pasien perempuan 60 tahun dengan keluha nyeri ulu hati
Lakukanlah
1. Anamnesis (nanti pasien menjelaskan sering beli obat rematik di
apotek tanpa resep, dari dulu sering kumat, tp hilang klo dikasi obat

maag memberat setelah makan. Mual munta (-), Hematemesis (-),


melena (-)
2. Pemeriksaan Fisik (Nyeri tekan epigastrik ke kiri)
3. Diagnosis dan DD
4. Terapi Farmakologis

lTRY OUT OSCE


STASION 1
Skenario
Pasien laki-laki datang ke IRD dengan tangan tersayat pecahan kaca jendela.Pasien
datang dengan tangan dibebat sarung tangan.TTV dalam batas normal.Luka dengan
ukuran panjang 3 cm dan kedalaman 0,5 cm.
Instruksi
1. Penatalaksanaan yang Anda lakukan?
2. Edukasi non farmakologis dan farmakologis Anda ke pasien?
3. Diagnosis pasien (Vulnus scisum)
Setting
Ada penguji. Ada pasien standar.Ada manekin tangan di atas meja, dan ada alat
hecting lengkap.
STASION 2
Skenario
Pasien laki-laki datang dengan keluhan penglihatan kabur. Umur 65. Ada riwayat DM,
tdk berobat dgn teratur.
Instruksi
1. Lakukan pemeriksaan visus, segmen anterior, dan posterior!
2. Jelaskan hasil pemeriksaan kepada pasien
3. Apa diagnosis Anda?
4. Penatalaksanaan yang Anda lakukan?
Setting
Ada penguji. Ada pasien standar.Ada Snellen Chart dan funduskopi.Ada kertas
resep.Ada kertas rekam medic. Ada kertas rujukan/konsul
Note: Pasien dengan riwayat DM tidak terkontrol. Jadi D/ Retinopati diabetic.Karena
D/retinopati diabetic, jadi konsul ke dokter ahli mata.
STASION 3
Skenario
Pasien perempuan datang dengan keluhan lemah seluruh tubuh
Instruksi
1. Lakukan anamnesis dan pemeriksaan fisis!
2. Lakukan pemeriksaan penunjang dan minta hasilnya ke penguji!
3. Apa DD? Etiologi

4. Apa penatalaksanaan farmakologi dan non farmakologiyang Anda lakukan?


5. Apa edukasi Anda?
Setting
Ada penguji. Ada pasien standar. Ada alat TNPS
Note:
Dianamnesis,
pasien
merasa
tubuhnya
lemas.
Tidak
ada
perdarahan.Pemeriksaan
penunjang
berupa
darah
rutin
didapatkan
anemia.Selanjutnya, bisa diminta pemeriksaan apusan darah tepi.Hasilnya, anemia
Mikrositik hipokrom.Jadi, pasiennya sudah anemia kronik. Curiga helminthiasis.
Periksa feses rutin.
STASION 4
Skenario
Pasien laki-laki datang dengan keluhan nyeri menelan
Instruksi
1. Lakukan anamnesis telinga, hidung, dan tenggorokan.
2. Lakukan pemeriksaan fisis
3. DD/
4. Penatalaksanaan? Tulis resep
5. Edukasi Anda ke pasien?
Setting
Ada penguji. Ada pasien standar.Ada alat periksa THT lengkap. Ada foto, tampak
tonsil membesar T4/T4
Note: Jangan lupa rujuk ke ahli THT untuk penanganan lebih lanjut. Lembar konsul
disediakan
STASION 5
Skenario
Pesien datang dengan keluhan bintil-bintil pada badan, wajah, lengan, dan tungkai
Instruksi
1. Lakukan anamnesis
2. Lakukan pemeriksaan fisis
3. Sebutkan DD Anda ke penguji
4. Sebutkan pemeriksaan penunjang sederhana yang bisa Anda lakukan
5. D/
6. Penatalaksanaan farmakologi
Setting
Ada penguji. Ada pasien standar dengan bercak-bercak merah di seluruh
tubuhnya.Diagnosis mungkin varicella.Pemeriksaan fisis, akan diperlihatkan foto
efloresensi lesinya. Pas sebutkan pemeriksaan penunjang (Pewarnaan Zanc), akan
dikasi liat foto. Jadi nanti disuruh interpretasikan dan tegakkan diagnosis dari situ.
STASION 6
Skenario
Pasien laki-laki datang dengan keluhan keluar cairan putih dari kemaluan.
Instruksi

1. Lakukan pemeriksaan fisis


2. Tentukan pemeriksaan penunjang sederhana
3. Lakukan pengambilan sampel
4. Tentukan diagnosis
5. Terapi farmakologis
Setting
Ada penguji. Ada manekin, kaca objek, dan mikroskop, dll. Setelah diperiksa, penguji
perliatkan foto tampak discharge warna putih dari OUE. Trus, lakukan pemeriksaan
apusan (disediakan kapas lidi dll). Apa nama pemeriksaannya. Nanti dikasi foto lagi
mengenai hasil pemeriksaanya.
STASION 7
Skenario
Pasien perempuan datang dengan keluhan gelisah
Instruksi
1. Lakukan anamnesis
2. Lakukan pemeriksaan status mental
3. Penatalaksanaan farmakologis dan non farmakologis. Tuliskan resepnya dan
berikan kepada penguji
Setting
Ada penguji. Ada pasien standar.Anamnesis pasien tersebut, nanti terarah ke
gangguan cemas.
STASION 8
Skenario
Pasien laki-laki dengan tidak sadarkan diri.Sebelum tidak sadar, pasien mengeluhkan
nyeri pada dada kiri.
Instruksi
1. Penatalaksanaan yang Anda lakukan?
2. DD?
Setting
Ada penguji. Ada manekin RJP di atas kasur.Lakukan RJP. Setelah nadi teraba lagi,
atur jadi posisi pemulihan.Scenario ini kurang jelas terjadi dimana.Tapi kata penguji
terjadi di rumah.Jadi pasien itu lagi berbaring di atas kasur. Jangan lupa sebelum RJP
pindahkan dulu ke alas yang keras. Sebelum RJP juga jangan lupa minta orang lain
panggil ambulans.setelah di RJP, tanyakan TTV di penguji, setelah ABC aman, jangan
lupa recovery position dan klo ambulans sdh datang, load and go pasien.
STASION 9
Skenario
Pasien perempuan datang untuk pemeriksaan Pap smear karena memiliki saudara
yang menderita kanker mulut rahim
Instruksi
1. Lakukan anamnesis
2. Lakukan pemeriksaan ginekologi

3. Lakukan pemeriksaan pap smear


Setting
Ada penguji. Ada pasien standar.Ada manekin ginekologi untuk pem fis. Dan alat
untuk pap smear lengkap. (Untuk keterampilan2 ginian, pengujinya selalu tekankan,
cuci tangan sebelum dan sesudah tindakan)
STASION 10
Skenario
Pasien laki-laki datang dengan keluhan batuk darah
Instruksi
1. Lakukan anamnesis
2. Lakukan pemeriksaan fisis
3. Lakukan pemeriksaan TTV
4. Tentukan penunjang dan minta hasilnya kepada penguji
5. Penatalaksanaan? Tulis resep!
6. Edukasi
Setting
Ada penguji. Ada pasien standar.Pemeriksaan penunjang, bisa diminta periksa sputum
3x dengan hasil +2.Lakukan pemeriksaan foto thorax. Sudah ada foto di light box,
baca!
STASION 11
Skenario
Pasien perempuan datang dengan keluhan nyeri kepala hebat
Instruksi
1. Lakukan anamnesis
2. Lakukan pemeriksaan TTV
3. Lakukan pemeriksaan neurologis lengkap
4. Tentukan diagnosis dan diagnosis banding
Setting
Ada penguji. Ada pasien standar.
Note: Dari anamnesis ada riwayat keluar cairan dari telinga. Pasien standarnya bisa
duduk dan tersenyum lepas tapi pas diperiksa ternyata ada kaku duduk dan lain-lain.
Jadi mengarah ke meningitis.<lol>
STASION 12
Skenario
Seorang ibu membawa anaknya yang berumur 2 tahun dengan keluhan berat anak
tidak bertambah
Instruksi
1. Lakukan anamnesis
2. Lakukan pemeriksaan fisis
3. Tentukan penunjang dan minta hasilnya kepada penguji
4. Tentukan diagnosis kerja dan diagnosis banding
5. Penatalaksanaan tulis resep

Setting
Ada penguji. Ada manekin anak dan ibu pasien.
Note: Dari pemeriksaan fisis, konjunctiva anemis. Pemeriksaan penunjang berupa
feses rutin.Nanti dikasi foto telur parasit.Jadi tegakkan diagnosis dari jenis parasitnya.
GAMBARAN TO OSCE VI TANGGAL 1 DESEMBER 2012
FK UNRAM
*mohon maaf ya sebelumnya kalo pencatatan kasus n pertanyaanx kurang
detail, tp paling ga temen2 yg ga ikut bisa tau gambarannya gimana..utk
diskusinya itu hasil diskusi kami krn ga ada pembahasan dari kampus jadi kurang
lebihnya dimaklumi*
Sekilas TO OSCE: ada 12 station yang diujikan, masing2 station waktunya 15
menit (udah termasuk baca soal depan pintu sebelum masuk ruangan) trus
tambahan 2 station lagi utk istirahat di station 7 n 12, jadi total ada 14
station..kalo waktu habis qt geser ke station berikutnya.. di dalem ruangan ada
ditaruh soal lagi, jadinya ga perlu kawatir kalo lupa pertanyaannya nanti pas
masuk ruangan temen2 harus liat seisi ruangan itu ada apa aja, soalnya itu bakal
bantu kita utk lakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
penunjang akan diberikan oleh penguji kalo kita udah melakukan pemeriksaan,
kalo kita ga lakuin data ga keluaringat CUCI TANGAN sebelum dan sesudah
pemeriksaan!!!
Kasus:
1. Psikiatri
Pasien wanita usia 38 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan gelisah dan
sulit tidur sejak 1 bulan terakhir. (settingan pasien tampak kebingungan dan
datang sendiri)
Pertanyaan:
1. Lakukan anamnesis
2. Lakukan pemeriksaan status mental
3. Tentukan permasalahan yang dialami pasien
4. Sebutkan diagnosis dan diagnosis banding
5. Lakukan penatalaksanaan nonfarmakoterapi (psikoterapi)
Diskusi:
1. Anamnesis: pasien gelisah, sulit tidur, nafsu makan menurun, pusing,
gemetar, dan keringat dingin.
2. Pem.status mental: dbn, halusinasi dan waham (-)
3. Permasalahan: masalah hutang dengan tetangga
4. DD: gg.cemas menyeluruh, depresi
5. Pasien dirujuk ke RSJ (di meja ada blangko rujukan), jelaskan pada pasien
untuk menceritakan masalah dengan keluarga
2. Kardiovaskular

Pasien laki-laki usia 45 tahun tiba-tiba terjatuh dari kursi saat pasien sedang
menonton TV di ruang tamu. Pasien tidak sadarkan diri, keluarga memanggil
Anda. Pasien mempunyai riwayat nyeri dada sebelah kiri dan menjalar ke lengan
kiri. Pada pemeriksaan: pasien tidak bernapas dan nadi tidak teraba. (setting
lokasi: rumah pasien)
Pertanyaan:
1. Tentukan 3 diagnosis banding dari keluhan pasien.
2. Tentukan tindakan yang akan dilakukan
3. Posisikan pasien setelah tindakan
Diskusi:
1. diagnosis banding: sudden cardiac arrest, CVD, CKB
2. tindakan yg dilakukan: memanggil orang, telepon ambulan, posisikan
pasien pada dasar yg keras, RJP 5 siklus (1siklus : 30 kompresi 1x napas
bantuan), evaluasi nadi karotis.
3. selanjutnya posisikan pasien dengan recovery position
3. Respirasi
Seorang laki-laki usia 35 tahun datang dengan keluhan batuk sejak 1 bulan.
Pertanyaan:
1. Lakukan anamnesis
2. Lakukan pemeriksaan fisik yang mendukung ke arah diagnosis
3. Usulan pemeriksaan penunjang (sebutkan dan penguji membacakan
hasilnya)
4. Sebutkan diagnosis dan diagnosis banding
5. Tulis resep dan serahkan pada pasien
Diskusi:
1. anamnesis didapatkan keluhan batuk, berdahak kadang disertai darah,
demam hilang timbul, keringat malam, nafsu makan menurun, badan
bertambah kurus. riwayat batuk lama pada ayah pasien dan saat ini telah
meninggal karena penyakitnya.
2. pemeriksaan: BB= TB= (lupa,tp pasien kurus), vital sign dbn,
pem.kepala dbn, thoraks: paru: amforik, rhonki pada paru kiri atas,
jantung dbn, pem.abdomen dan ekstremitas dbn
3. Pemeriksaan penunjang: sputum BTA: S= positif, P=positif, S=negatif
ro thoraks (disuru bacain ke penguji): kavitas dan perselubungan di paru
kiri, sudut costoprenic sinistra tumpul, jantung normal. Kesan : TB paru,
efusi pleura sinistra minimal
4. Diagnosis: TB paru BTA (+), DD: bronkiektasis (cari lagi ya, harus 3)
5. Resep: terapi TB kategori 1

1.
2.

4. Neurologi
Seorang laki-laki usia 32 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri kepala
hebat.
Pertanyaan:
Lakukan anamnesis
Lakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan neurologi yang mendukung.

3.
4.

1.
2.
3.
4.
5.

Usulan pemeriksaan penunjang (sebutkan dan penguji membacakan hasilnya)


Sebutkan diagnosis dan diagnosis banding
Diskusi:
1. anamnesis: nyeri kepala, nyeri tengkuk, demam sejak 3 hari. riwayat sakit
telinga (+).
2. pemeriksaan fisik: kesan: pasien tampak sangat kesakitan, VS: t ax 39C,
pemeriksaan neurologi: motorik, sensorik, refleks dbn. kaku kuduk (+)
3. pemeriksaan penunjang: DL= leukosit meningkat, LED meningkat. pungsi
lumbal: keruh, sel PMN, protein meningkat, glukosa turun.
4. diagnosis: meningitis bakteri
diagnosis banding: meningitis viral (cari lagi ya, harus 3)
5. Anak
Pasien perempuan usia 5 tahun datang dikeluhkan berat badan tidak naik sejak 2
bulan.
Pertanyaan:
Lakukan anamnesis
Lakukan pemeriksaan fisik yang mendukung diagnosis
Usulan pemeriksaan penunjang (sebutkan dan penguji membacakan hasilnya)
Sebutkan diagnosis
Tulis resep dan berikan pada penguji
Diskusi:
1. anamnesis: batuk (-), demam (-), nafsu makan biasa, berat badan
menurun, keluhan BAK (-), riwayat keluar cacing saat BAB. riwayat batuk
lama di keluarga (-).
2. pemeriksaan: BB= , TB= , VS dbn, kepala= konjungtiva anemis, leher
thoraks abdomen ekstremitas dbn, wasting muscle (-), edema? (lupa
periksa)
3. pemeriksaan penunjang: DL = Hb 9,0 leukotrombo dbn. Feses lengkap:
telur cacing ascariasis (dikasi foto sama penguji).
4. diagnosis: anemia defisiensi besi, gizi kurang/buruk?, ascariasis.
5. resep: ferrous sulfat, anthelmintik
6. Obsgyn
Pasien perempuan usia 40 tahun, P4A0 datang ke praktek anda untuk melakukan
pemeriksaan pap smear karena saudara perempuan pasien mengalami kanker
serviks.
Pertanyaan:
1. Lakukan anamnesis
2. Lakukan pemeriksaan ginekologi
3. Lakukan pemeriksaan pap smear
4. Beritahukan hasil kepada pasien, berikan KIE
Diskusi:
1. anamnesis: keluhan keputihan, berwarna putih kekuningan kental dan
berbau, gatal (+), keluar darah saat berhubungan (-), keluhan BAK (-).
riwayat keluarga: saudara perempuan pasien mengalami kanker serviks.

2. pemeriksaan ginekologi: inspekulo: erosi minimal pada mukosa serviks,


discharge serous dari oue
dilanjutkan dengan pengambilan sampel utk papsmear.
VT: dbn, pada handschoen didapatkan discharge serous, darah (-)

7. Muskuloskeletal
Pasien laki-laki usia 20 tahun tahun diantar temannya ke UGD setelah lengan
kanannya terkena pecahan kaca. Kesadaran compos mentis, VS dbn, kepala
thoraks abdomen dbn, pada ekstremitas terdapat luka.
Pertanyaan:
1. Lakukan pemeriksaan pada luka
2. Sebutkan diagnosis
3. Lakukan penatalaksanaan nonfarmakoterapi
4. Berikan KIE kepada pasien
Diskusi:
1. pemeriksaan: inspeksi: luka pada lengan atas kanan ukuran 3 cm x 1cm x
0,5 cm, perdarahan minimal, benda asing (-), tidak terdapat robekan otot
maupun ligamen.
palpasi: nyeri (+), krepitasi (-)
pergerakan: keterbatasan gerak (-)
2. vulnus appertum regio brachii dextra
3. penatalaksaan: hecting
4. KIE: perawatan dan pengangkatan jahitan
8. Indera (mata)
Pasien laki-laki usia 60 tahun datang dengan keluhan penglihatan menurun sejak
1 bulan.
Pertanyaan:
1. Lakukan anamnesis
2. Lakukan pemeriksaan visus, segmen anterior, dan segmen posterior
3. Sebutkan diagnosis
4. Berikan KIE kepada pasien
Diskusi:
1. anamnesis: penglihatan kedua mata menurun sejak 1 bulan, semakin
lama penglihatan semakin kabur. penggunaan kacamata baca (+), riwayat
DM sejak 10 tahun yang lalu dan pasien tidak rutin berobat.
2. pemeriksaan: visus OD >3/60, OS > 3/60, pinhole (alat tidak disediakan),
segmen anterior dbn, segmen posterior: gambaran retinophaty diabetic
(dalam bentuk foto)
3. diagnosis: retinophaty diabetic
4. KIE: penjelasan untuk rujukan ke spesialis mata dan pengaturan diet,
olahraga, dan pengobatan DM secara teratur.
9. Hemato-onkologi

Pasien perempuan usia 26 tahun datang dengan keluhan lemah sejak 2 minggu
yang lalu.
Pertanyaan:
1. Lakukan anamnesis
2. Lakukan pemeriksaan fisik
3. Usulan pemeriksaan penunjang (sebutkan dan penguji membacakan
hasilnya)
4. Sebutkan diagnosis dan diagnosis banding menurut etiologi
5. Sebutkan terapi dan KIE
Diskusi:
1. anamnesis: lemah sejak 2 minggu, mual muntah (-), nyeri ulu hati (-),
demam (-), nafsu makan biasa, berat badan menurun semakin lama
semakin kurus, keluhan BAK (-), keluhan BAB (-). pasien bekerja sebagai
petani.
2. pemeriksaan fisik: VS dbn, kepala: konjungtiva anemis, mulut mukosa bibir
pecah-pecah, leher thoraks abdomen ekstremitas dbn
3. pemeriksaan penunjang: DL: Hb 8,0 leukotrombo dbn, bloodsmear:
anemia hipokromik mikrositik, feses lengkap: telur cacing ascaris
4. diagnosis: anemia defisiensi besi e.c ascariasis, DD: infestasi cacing, ulkus
pepticum, hemoroid
5. terapi: anthelmintik, sulfat ferrous, KIE: jaga hygiene dan makan makanan
bergizi dan mengandung zat besi tinggi
10. Genitourinari
Pasien laki-laki usia 30 tahun datang dengan keluhan keluar cairan dari
kemaluannya dan nyeri saat buang air kecil. Pasien telah menikah. Pasien
bekerja sebagai sopir truk antarkota dan ia mengaku pernah melakukan
hubungan seksual dengan PSK 3 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan vital sign dalam batas normal.
Pertanyaan:
1. Lakukan pemeriksaan pada genitalia
2. Usulan pemeriksaan penunjang (sebutkan dan penguji membacakan
hasilnya)
3. Lakukan pengambilan sampel dan pemeriksaan penunjang, baca hasilnya
4. Sebutkan diagnosis
5. Tulis resep dan berikan pada penguji
Diskusi:
1. pemeriksaan genitalia: inspeksi: tampak discharge berwarna putih pada
mue, ulkus (-) (dalam bentuk foto), palpasi: nyeri (-), pembesaran KGB
inguinal (-)
2. pemeriksaan penunjang: pengecatan Gram (lakukan pengambilan sampel
dan lihat di mikroskop simulasi aja)
3. hasil: leukosit polimorfonuklear, diplococcus Gram negatif intra dan
ekstraselular
4. diagnosis: uretritis GO
5. resep: sesuai terapi GO

11. Indera (THT)


Pasien laki-laki usia 20 tahun datang dengan keluhan nyeri menelan sejak 2 hari
yang lalu. Dari pemeriksaan fisik didapatkan vital sign dbn.
Pertanyaan:
1. Lakukan pemeriksaan telinga, hidung, dan tenggorokan
2. Sebutkan diagnosis
3. Tulis resep dan berikan pada penguji
4. Berikan KIE
Diskusi:
1. pemeriksaan: telinga dbn, hidung dbn, tenggorokan: tonsil hyperemia,
ukuran T4-T4
2. diagnosis: tonsillitis akut
3. resep: analgetik-antiinflamasi aja (kalo diduga virus)
4. KIE: hindari makanan dan minuman yang merangsang radang, operasi
setelah radang hilang
12. Kulit
Pasien laki-laki usia 30 tahun datang dengan keluhan muncul bintil-bintil di
seluruh tubuhnya sejak 2 hari yang lalu.
Pertanyaan:
1. Lakukan anamnesis
2. Lakukan pemeriksaan pada kelainan kulit pasien
3. Usulan pemeriksaan penunjang, baca hasilnya
4. Sebutkan diagnosis dan diagnosis banding
5. Tulis resep dan berikan pada penguji
Diskusi:
1. anamnesis: muncul bintil-bintil di seluruh tubuh, dimulai dari badan,
kemudian ke muka dan tangan serta kaki, bintil berisi air, kadang terasa
gatal, demam (+).Riwayat anak pasien juga sakit serupa.
2. pemeriksaan: efloresensi sesuai infeksi varicella (dalam bentuk foto)
3. pemeriksaan penunjang: Tzank test, ditemukan gambaran multinucleated
giant cell (dalam bentuk foto)
4. diagnosis: Varicella, DD: herpes simpleks (cari lagi ya, DD harus 3)
5. resep: acyclovir
----------- SEMOGA BERMANFAAT ^____^ ----------PERKIRAAN JAWABAN TRY OUT OSCE 1 DESEMBER 2012

1. STATION 1 (Psikiatri)
Seorang wanita 40 tahun, datang dengan keluhan cemas yang muncul
tiba-tiba sejak 1 tahun yang lalu, dan 6 bulan terakhir semakin memberat
bahkan pasien mengaku sulit tidur (mudah terbangun saat malam hari).
Saat pasien sedang cemas, tidak konsentrasi pasien mengeluhkan perut
terasa tidak enak, tapi pasien bilang tidak ada riwayat maag sebelumnya.
a. Anamnesa Psikiatri :

Menyapa pasien dgn ramah (nyanyian komunikasi gitu lah)

soalnya yg jaga dr. Arif (IKM)


Memperkenalkan diri + Menjelaskan tujuan anamnesa + Minta izin
kalau ingin menanyakan sesuatu yang bersifat rahasia + jaminan

kalo kita jaga rahasia.


Tanya identitas lengkap: Nama, Usia, Pekerjaan, Agama, Status

Pernikahan, Alamat
Keluhan utama: (sudah di jelaskan di atas)
Keluhan penyerta termasuk sulit tidur, nafsu makan turun,
gangguan aktifitas (pasien sulit berkonsentrasi saat bekerja), kadang
menangis sendiri saat sendirian, Tanyakan konflik yang terjadi (Px
bilang kalau stress memikirkan perekonomian keluarga + anaknya
yang pertama menderita gangguan jiwa sejak 6 tahun belakangan

masih belum ada perbaikan)


Riwayat ke dokter + Riwayat pengobatan (diberi obat maag jika

perut terasa nyeri/mual/kembung)


Riwayat perkembangan mental (dr anak2 dewasa) : tidak terdapat

kelainan
Riwayat keluarga dengan keluhan serupa : (-)
Riwayat penyakit sebelumnya + penyakit sistemik (soalnya pasien

usia tua): (-)


Review of System: mual,muntah, pusing, gemetar, palpitasi,dkk
Konfirmasi informasi yang sudah disampaikan
Beri kesempatan pada pasien untuk mempertanyakan hasil

anamnesa + pemeriksaan fisik yang telah dilakukan


b. Pemeriksaan Status Mental:
Kesan Umum cara jalan, cara berpakaian, dkk
Kontak : verbal/non verbal
Afek/Emosi: datar cenderung depresi
Psikomotor: normal
Orientasi: normal
Kesadaran: normal
Persepsi : Halusinasi,dkk (-)
Proses Berpikir: Bentuk, arus, isi pikiran diperhatikan selama
anamnesa (karena pada pasien ini merupakan gangguan jiwa yang
berjenis neurosa normal2 aja, soalnya dia sadar klo lagi sakit)
Intelejensi
Kepribadian
c. Menjelaskan permasalahan pada penguji Kelainannya adalah
afek/emosi: datar- cenderung depresi Kemungkinan Episode Depresi
atau Gangguan Kecemasan(?)

d. Kemungkinan diagnose : Neurosa ec Episode Depresi + Gangguan


Kecemasan (Entahlah aku bingung anamnesaku + pem.status mental e
gitu)
e. KIE ke pasien:
Jelaskan depresi + gangguan kecemasan itu apa + penyebabnya +

solusinya apa.
Jelaskan bahwa kita akan kasi obat (Alprazolam/Amitriptilin +
Ranitidine) hanya akan membantu untuk memperbaiki kualitas hidup
(terutama untuk tidur) selebihnya suruh pasien menyelesaikan

masalah pribadi. Oh ya, dont forget buat deketin diri ke Tuhan


Jelaskan bahwa pasien harus kontrol dalam 1 minggu ke depan

untuk evaluasi adanya perbaikan secara psikiatrik.


Jelaskan jika tidak terjadi perbaikan secara klinis siapkan rujukan
ke Sp.KJ (bilang dulu sama pasiennya bahwa kalo ke psikater bukan

f.

berarti orang gila, jadi biar pasien mau di suruh berobat lebih lanjut)
Penatalaksanaan secara medikamentosa :
R/ Alprazolam 0,5 mg tab No.X
S 0-0-0,5mg
Atau
R/ Amitriptilin 12,5 mg tab No. X
S 0-0-12,5mg
R/ Ranitidine 150 mg tab No. XV
S 2 dd tab I

2. STATION 2 (Emergency Medicine)


Seorang laki2 (70 thn an kayaknya) tiba-tiba tidak sadar saat menonton
televisi. Sebelumnya pasien di dapatkan keluhan nyeri dada sebelah kiri,
menjalar ke lengan sebelah kiri, rasa terbakar pada dada. Pasien diperiksa
dan didapatkan palpasi nadi: (-) (entahlah nadi yang mana yang diperiksa)
a. Kemungkinan diagnosa?
ACS STEMI , NSTEMI, Unstable Angina Pectoris (UAP)
b. Penatalaksanaan awal? Primary Survey:
Kalo berdasarkan ACLS:
General Precaution
Perhatikan setting dimana pasiennya (dirumah/di rumah sakit kalo

pas ujian ini tak anggep lagi di UGD soalnya di soal gak dijelasin)
Cek Circulation (C) Perabaan nadi karotis gak ada langsung RJP
dgn landmark di pertengahan sternum kompresi 30x evaluasi
perabaan nadi, jika < 60x/menit hajar RJP lagi, pas ujian

pengujinya bilang nadi > 60x/menit observasi ketat


Cek Airway (A) Posisikan headtilt chinlift (untuk pasien non-

trauma), pastikan patensi jalan nafas


Cek Breathing (B) Lihat RR pasien (tampak regular/megap2/apneu)

+ evaluasi dengan stetoskop (suara nafas + suara nafas tambahan)


c. Diagnosa + Diagnosa Banding?

ACS STEMI dd NSTEMI + UAP


3. STATION 3 (Paru)
Seorang pria datang dengan keluhan batuk berdahak sejak 1 bulan yang
lalu.
a. Lakukan anamnesa
Menyapa pasien
Memperkenalkan diri (kyk biasanya)
Minta konfirmasi kalo nanti dianamnesa mungkin akan bertanya hal2
yang bersifat rahasia jamin kalo kita gak ember. Nanti juga akan

melakukan pemeriksaan fisik untuk membantu diagnose


Menanyakan identitas pasien dgn lengkap
Menanyakan keluhan utama pasien batuk berdahak sejak 1 bulan

yang lalu, berwarna putih + penjelasan yg detail ttg batuknya


Menanyakan keluhan penyerta Tanya yg mengarahkan diagnose
aja:
Badan sumer2 (+)
Penurunan berat badan (+) : dari 54 50 kg
Penurunan nafsu makan (+)
Riwayat kontak (+) bapaknya menderita sakit batuk lama dan

meninggal satu tahun yang lalu.


Keringat dingin saat malam hari (+)
Riwayat pengobatan ke balai pengobatan di desa dan

mendapatkan OBH + Amoxicillin tidak ada perbaikan


Riwayat MRS (-)
Riwayat Kebiasaan : merokok (+), tanyakan: rumah ada
ventilasi/tidak?? M.Tb biasanya multiplikasi cepet di tempat

lembab
RPD : (-), sakit dgn keluhan serupa (-), alergi (-)
Riwayat keluarga: bapaknya dgn keluhan yg sama meninggal 1 thn

yg lalu
Review of system Pusing, mual, muntah, dll tanyain smua (asal

check list terisi)


Review singkat anamnesa + tanyakan ada pertanyaan ato hal2 yg

salah disebutkan?? (Kasi kesempatan utk bertanya)


b. Lakukan Pemeriksaan Fisik yg terkait
Dont forget to wash your hand (ada station yg dikasi handy clean

ada yg Cuma gambar wastafel, jd liat2 sekeliling aja ya :p)


Periksa Keadaan Umum: Tampak sakit ringan, tampak sesak
Periksa TTV : kalo gak salah T: 110/60, N: 84x/mnt, RR: 25x/menit,

Tax: 37,5
Karena TB,

jadi

periksa

KGB

dileher

yaa,

sapa

tau

ada

Scrofuloderma : Jadi dokter berdiri dibelakang pemeriksa berurutan


diperiksa Lnn. Submental Submandibula Jugularis Superior

Jugularis Medius Jugularis Inferior Supraclavicular Pre

auricular retroauriculer Occipital externa


Trus periksa thorax: ini paru terutama!!
Inspeksi : Tampak sesak, retraksi (+) minimal, scar (-), pectus
excavates (-)
Palpasi : Gerak rongga thorax D/S evaluasi gerakan nafas
simetris (+), stem fremitus (penguji bilang normal)
Perkusi : normal (penguji)
Auskultasi : Suara nafas vesicular, mengeras, amphoric, ronchiae di

paru kiri atas


Periksa jantung (asal jalan aja)
Lain2: dbn
c. Pemeriksaan penunjang yang diusulkan untuk kasus ini
Sputum BTA : SPS 2x (+)
Foto Thorax PA: terdapat perselubungan homogen di apex bagian
postero superior sinistra, dengan cavitas (+) di paru kiri bla..bla..blaa
(lupa)
DL : Dbn, Diff Count: Monosit >>
d. Diagnosa pasien ini TB Paru Primer Apex Postero Superior Sinistra.
DD: Pneumonia Bakteri, Bronchiectasis
e. KIE pada pasien
Menjelaskan pada pasien bahwa penyakitnya adalah Tuberculosis
karena infeksi kuman M.Tb dan BERSIFAT SANGAT MENULAR +

PENGOBATAN MINIMAL 6 BULAN


Bersifat menular pasien harus menjaga diri dgn memakai masker
+ jika berdahak harus dibuang di tempat sampah dan tdk boleh

sembarangan
Pengobatan harus 6 bulan tanpa terputus!! Harus di tekankan,
tidak boleh absen buat minum obat walaupun kondisi pasien sudah
membaik. (Ini buat boongan sm pasien soalnya dari teorinya sih

boleh2 aja bolong 1-2 hari, tetep dilanjutkan terapi sampai 6 bulan)
Butuh dukungan keluarga untuk sembuh
Pengobatan yang diberikan akan memberikan efek samping
Kencing merah: informasikan kalau itu efek samping obat dan tidak
berbahaya, dan merah itu bukan darah, tapi metabolit obatnya. INH:
bikin parestesi bilang pasien supaya konsumsi Piridoxin 1x100 mg.
Jika mengeluh mual/muntah: sarankan pasien untuk mengganti jam
minum obat sebelum tidur (tapi ini beresiko looo, kebanyakan missed

soalnya lupa)
f. Menulis resep untuk pasien ini:
R/ FDC
no. XXX
S 1 dd tab I

R/ Piridoxin 100 mg tab no. XXX


S 1 dd tab 1
4. STATION 4 (Neurologi)
Seorang laki-laki datang dgn keluhan sakit kepala yang seminggu terakhir
ini semakin berat.
a. Lakukan anamnesa (Pasien dlm posisi tertidur di ranjang)
Menyapa pasien dgn ramah
Memperkenalkan diri
Menjelaskan kalau mau anamnesa bilang kalau semua yg
ditanyakan baik umum maupun bersifat sangat pribadi akan

dirahasiakan
Menanyakan identitas pasien (seperlunya aja, soalnya pasien gak

seberapa kooperatif, kalo aku cukup: nama, umur, pekerjaan aja)


Menanyakan chief complaint sakit kepala sudah dirasakan 2
minggu di seluruh bagian kepala, dan dirasakan semakin memberat
dalam seminggu terakhir, sakit kepala sebelah (-), sakit kepala spt

terikat (-), nyeri berdenyut (+)


Keluhan penyerta:
Demam tinggi (+), sejak 1 minggu yg lalu
Kejang (-), penurunan kesadaran (-)
Fotofobia (+)
Riwayat batuk lama (-), infeksi sebelumnya (-)
Riwayat pengobatan diberi paracetamol tidak menurunkan panas

+ tidak memperbaiki manifestasi klinis pasien


RPD: keluhan serupa sebelumnya (-)
Riwayat keluarga + keturunan (-)
Riwayat MRS (-)
Review of System : ya mual, muntah, dkk ditanyakan semua (pokoke

dilakukan lah)
Mereview anamnesa + beri kesempatan pada pasien untuk bertanya

b.

ttg anamnesa kita


Lakukan pemeriksaan fisik + neurologi yang terkait
Cuci Tangan
Kesan Umum: tampak sakit sedang, lemas
TTV : Tensi : 110/50, N: 98x/menit, RR: 24x/menit, Tax: 39C
Kaku kuduk (+)
GCS : 456
RC +/+, RK PBI 3mm/3mm
Brudzinski 1 (fleksi leher dan lihat adakah elevasi hip joint) : hasil (+)
Kernigs sign (fleksi hip + fleksi knee, normal bisa > 135 derjat) : hasil

(+) sudut yg dibentuk < 135


Brudzinski 2 (fleksi hip lalu evaluasi ada elevasi tungkai kontralateral)

: hasil (+)
Brudzinski 3 (penekanan pada infraorbita) : fleksi extremitas atas

c.

Brudzinski 4 (penekanan di SIAS D/S dan evaluasi ada fleksi hip): hasil
(+)
Refleks Fisiologis: normal
Refleks Patologis (-)
Pemeriksaan Penunjang
DL : Leuko 20.000, lain2: dbn
LP (jgn lupa evaluasi tidak ada tanda2 peningkatan TIK) hasilnya?

Lupa!!
d. Diagnosa + Diagnosa Banding Meningitis Bakterial dd Viral
5. STATION 5 (Pediatri)
Ibu pasien membawa anaknya ke praktek dokter dengan keluhan berat
badan anaknya (5thn) tidak naik selama 2 bulan terakhir.
a. Anamnesa Orang Tua Pasien
Intinya sama dgn anamensa pada orang dewasa pada kasus ini dr
chief complain cuman mengeluhkan BB anaknya tidak naik dlm 2 bln
terakhir. Dan selebihnya anamnesa: tidak didapatkan kelainan
apapun yg mengarah.
Kunicnya adalah review of system harus ditanyakan dari atas sd

bawah. Dan ketika sampe gangguan BAB, ibu pasien langsung bilang
Itu dia dok, anak saya pernah berak keluar kayak cacingnya gitu
--____-- (Kenapa gk bilang dr awal bukkkZzzz)
Oh iya kalo pediatric jgn lupa tanyakan riwayat kelahiran anak,

b.
c.

d.
e.

imunisasi, penyakit sebelumnya, status tumbuh kembang anak


Pemeriksaan Fisik semua dbn
Pemeriksaan Penunjang + hasil lab minta dipenguji
DL normal (pikirku kalo cacing ada eusinofilia)
Feses Lengkap ..(sama pengujie gak dijawab)
Kemungkinan diagnosis Ascriasis
Penatalaksanaan : Pirantel Pamoat dosis 75 mg/kg/BB max.dose 750

mg SINGLE DOSE
f. KIE
Menjelaskan pada ibu pasien mengenai Ascariasis merupakan infeksi
cacing di saluran pencernaan, yg dapat masuk melalui rute oral

(makanan)
Infeksi dapat dicegah dengan menjaga kebersihan makanan +

tempat makan + lingkungan sekitar pasien.


Aktivitas anak di luar rumah dibatasi dulu, jika keluar harus pake

sandal
Diberikan obat yang diminum satu kali, kemudian jika tidak terjadi
perbaikan klinis pemberian obat diulang lagi minggu depan dengan
dosis yang sama.

6. STATION 6 (Obgyn)

Station ini paling ambigu, ini yang disoal:


Seorang wanita 40 thn memeriksakan diri ke dokter karena ingin
screening + pap smear, karena saudara perempuan pasien mengalami
kanker ginekologi. Celakanya penguji sirkuit B dr.Tatit, Sp.OG(K) (u know
why lah yaa) + Ternyata anamnesanya tentang keputihann --_____--
a. Anamnesa
Menyapa pasien dgn ramah
Memperkenalkan diri
Menjelaskan ttg anamnesa yang akan dilakukan, dan minta izin
bertanya hal-hal yang bersifat rahasia dokter akan jamin

kerahasiaan
Tanyakan identitas pasien: nama, umur, alamat, pekerjaan, menikah

brp kali? Riwayat persalinan? Keguguran?


Keluhan utama + penyerta pasien mengeluhkan keputihan sejak 1
minggu terakhir, terasa gatal dan panas, warna secret kuningkehijauan, bau amis (-), demam (-), nyeri saat kencing (-),

perdarahan dari jalan lahir (-).


Pernikahan : 2x, yg pertama selama 5 thn, yg kedua 10 thn.
Persalinan: dari pernikahan pertama 1 anak, lahir normal, cukup

bulan, ditolong bidan, langsung menangis, diberi ASI eksklusif


Riwayat keguguran (-), kehamilan di luar rahim (-)
Menstruasi: normal, 7 hari, tidak ada pemanjangan waktu +

perdarahan berlebih
Riwayat kanker ginekologi/ organ lain (-)
Riwayat keluarga dgn kanker ginekologi (-)
Kontrasepsi: pil (-), IUD (-)
Penyakit sistemik : DM (-), HT (-)
Resume anamensa + beri kesempatan pada pasien untuk bertanya.
b. Pemeriksaan Ginekologi
Pemeriksaan VT + Inspekulo
Jelaskan tindakan yang akan kita lakukan pada pasien
Cuci tangan
Pakai handschoen
Disinfeksi vulva dari arah dalam ke luar
Inspeksi vulva + introitus: terdapat keputihan (+), edema (+),
hyperemia (+), perdarahan (-), pembesaran kelenjar bartolini (-)
VT Posio : normal, Corpus Uteri: arah ante fleksi, pembesaran
(-), tumor (-), Adnexa/Parametrium D/S: normal, Cavum Dauglasi:
tumor (-), bulging (-)
Inspekulo : Disinfeksi speculum disinfeksi vulva masukkan
speculum dgn arah vertical, kemudian diputar 180 derajat dan
kunci speculum dgn evaluasi introitus vagina, portio.
Lepas speculum vagina dan rendam dalam Larutan Chlorin 0,5%
Disinfeksi vagina
Lepas handschoen dan rendam dalam Larutan Chlorin 0,5%

Cuci tangan
c. Pemeriksaan Pap Smear di soal diperintah Pap Smear padahal ini
buat menentukan sitologi (deteksi dini Ca Cervix), kalo aku pas di
station ini tak lakukan VVP (Vulvo Vaginal Preparation) yang terdiri dari
2 sediaan yaitu basah (untuk mengevaluasi kuman yang mobile), dan
kering (untuk kuman yang non-mobile). Caranya:
Sebelumnya sediakan object glass + fikasasinya
Ambil cotton bud steril dgn korentang
Usapkan pada mukosa vagina
Letakkan di object glass (keduanya), untuk object glass yang basah
difiksasi dengan NS 0,9% kirim ke laboratorium.
d. Informasikan Diagnosa + KIE pada pasien
Kemungkinan diagnosis Fluor Albus ec. Bacterial Vaginosis dd

Trihomoniasis
Jelaskan kemungkinan keputihan karena infeksi bakteri atau infeksi

pada parasit
Menjelaskan untuk pemeriksaan laboratorium dari secret vagina
untuk memastikan penyebabnya apa + menentukan terapi yang

akan diberikan.
Jelaskan pantangan untuk pasien tidak boleh melakukan
hubungan seksual terlebih dahulu, karena infeksinya dapat

menyebar ke orang lain.


Jelaskan pentingnya kontrol berkala setelah mengambil hasil lab +
menerima pengobatan pertama, dll

7. STATION 7 (Mata)
Seorang laki2 70 tahun datang dengan keluhan pandangan kabur pada
kedua mata sejak 1 tahun belakangan, dan dirasakan memberat pada 6
bulan belakangan. Riwayat DM (+)
a. Anamnesa
Menyapa pasien
Memperkenalkan diri
Meminta izin jika akan melakukan anamenesa (mungkin akan
bertanya-tanya ttg hal yang bersifat pribadi) menjamin kita gak

ember + Kita akan lakukan pemeriksaan fisik.


Menanyakan identitas pasien dgn lengkap sebut aja Tn. Fendi, 70

thn, Pensiunan TNI, dkk


Menggali chief complain Pasien mengeluhkan pandangan kabur
sejak 1 tahun belakangan pada ODS, namun 6 bulan belakangan
semakin memberat. Diplopia (-), Tunnel vision (-), Epifora (-), Fotofobia
(-), Mata merah (-), Belekan (-)

Keluhan penyerta kalo menurut aku gak terlalu penting banget. Ya

kalo aku sih tak tanyain pusing? Mual? Muntah?


RPD + Pengobatan ini point terpenting!! Pasien punya DM sejak 5
tahun yg lalu dan minum obat dari dokter (minum Cuma pagi aja,
mungkin Glibenclamide)tapi sering putus berobat. Cek gula darah

terakhir 300an (3 bulan yang lalu). Hipertensi (-), Kolesterol (-)


Riwayat MRS (-)
Riwayat keluarga (+): bapaknya dulu merupakan penderita kencing

manis
Riwayat kebiasaan : makan 3x sehari, dgn komposisi utama Nasi
(dasar org Indo kalo gak nasi gak kenyang --____--) memicu

ketidakstabilan gula darah


Review of system: masih didapatkan trias DM!!
Mengulangi lagi anamnesa kita + member kesempatan pasien untuk
menanyakan

hal

yang

belum

dimengerti/

mengkoreksi

apabila

anamnesa kita ada yg salah


b. Pemeriksaan Fisik + Mata yang terkait
Pastinya cuci tangan
Ambil pen light
Periksa mata :
Palpebra + Konjungtiva + Kornea + Pupil + Lensa D/S tidak
didapatkan kelainan
Hirchberg : Orthoporia
GBM : Normal
Iris Shadow Test : COA D/S dalam
Perhatikan peralatan yg ada : Snellen Chart, Oftalmoskopi, Obat Tetes
Midriatikum (ini yg gak ada tapi pas ujian aku blgnya tak tetesin

midriatikum)
Pemeriksaan Visus Naturalis : KIE pasien bt periksa visus, suruh nutup
mata sebelah saat periksa dll lah periksa aja. Hasilnya: Visus OD:

6/20, OS: 3/60


Pemeriksaan Oftalmoskopi : lagi2 KIE kalo dr pemeriksaan mata
bagian depan normal, jadi harus diteropong buat lihat yg bagian
belakang, jadi pupilnya dilebarkan pake Obat Tetes (Midriatikum)
jelaskan kalo efek sampingnya silau,dll Lakukan pemeriksaan
oftalmoskopi dari mata kanan lalu kiri. Kemudian evaluasi
Fundus Reflex (Oftalmoskop dari jarak 10 cm thd mata pasien)
Media refraksi: jernih
Papil N.II : Bentuk bulat, batas tegas, edema (-), CD ratio: 02-03
AV ratio 2:3, mikroaneurisma (-), black dot (+), crossing (-)
Retina : Exudate (-), Hemorrhage (-)
Refleks Fovea : (+)

(Jadi setelah kita melakukan pemeriksaan oftalmoskopi dikasi


gambar sama dr. Nadia, Sp.M(K) trus tak baca sesuai nyanyian
funduscopy)
c. Minta hasil pemeriksaan di penguji + interpretasikan temuan positif:
black dot (bercak2 perdarahan di pembuluh darah retina khas banget
sama DM Retinopati
d. Diagnosis Non Proliferative Diabetic Retinopathy/ NPDR
e. Rencana terapi + KIE pasien
Jelaskan diagnose bahwa pasien terkena DM Retinopati akibat

penyakit kencing manis yg tidak terkontrol.


Jelaskan prognosa akan membaik jika gula darah dikontrol dengan

baik
Menjelaskan bahwa kita akan melakukan pengukuran kadar gula

darah
Menjelaskan pasien untuk dikonsulkan ke dokter Sp.PD untuk

penatalaksanaan DM
Menjelaskan pasien

untuk

dikonsulkan

ke

dokter

Sp.M

untuk

penatalaksanaan DM Retinopati kata dr.Nadia ini paling penting,

soalnya bukan kompetensi dokter umum.


KIE tentang life style modification suruh pasien mengurangi
konsumsi nasi (karbohidrat) secara perlahan, mengganti gula dengan
yg rendah kalori, meningkatkan waktu berolahraga + aktivitas fisik,
konsumsi serat.

8. STATION 8 (IPD- Hematologi)


Seorang wanita 25 tahun datang ke praktek dokter dengan keluhan badan
lemas dan pusing sejak 1 minggu terakhir.
a. Anamnesa
Menyapa pasien
Memperkenalkan diri
Menjelaskan bahwa kita akan anamnesa + jaga kerahasiaan

pembicaraan
Tanyakan identitas Nama, alamat, usia, PEKERJAAN (justru ini yg
paling penting) pasien bekerja sebagai petani sayur!! (let see di

anamnesa selanjutnya)
Menanyakan chief complain Pasien mengeluhkan badan terasa

lemas selama 1 minggu terakhir dengan disertai kepala pusing.


Keluhan penyerta badan lemas disertai keringat dingin, demam (-),
nyeri sendi (-), kehilangan kesadaran (-), pusing berputar (-),

pandangan kabur (+)


RPD + Riwayat MRS tidak ada
Riwayat keluarga (-)

Riwayat keseharian (INI PENTING) pasien tak Tanya: bu, apakah


kalo kerja di sawah pake sandal? dia bilang enggak ini key point
buat

diagnosisnya.(kemungkinan

infeksi

Hookworm

Necator

americanus/ Ancylostoma duodenale)


Riwayat pengobatan (-)
Review of system pusing, gemetar, palpitasi (-)
Mereview anamnesa + berikan kesempatan pada pasien untuk

b.

bertanya.
Pemeriksaan Fisik
Cuci tangan
Minta izin pada pasien kalau mau diperiksa
Periksa TTV: tensi 110/70, N: 100x/menit, Tax: 37,5, RR: 24x/menit
Periksa kepala + leher : Konjungtiva anemis +/+, Bibir: Cek ada keilitis

angularis (+)
Thorax (Paru + Jantung) : dbn
Abdomen : dbn
Ekstremitas Atas : Tampak anemis +/+, CRT <2, Spoon Nail (+)
c. Usulan Pemeriksaan Laboratorium + Tanyakan hasil lab ke penguji
DL : Hb 9 gr/dL, lain2 dbn
Hapusan Darah Anemia Hipokrom Mikrositer, Retikulosit Count 1%
SI + TIBC : tidak ada data
d. Diagnosis Anemia Hipokrom Mikrositer ec Hookworm Infection DD
Defisiensi Fe
e. KIE pada pasien
Jelaskan bahwa pasien menderita anemia (kurang darah) yang
disebabkan infeksi cacing yang didapatkan saat pasien di sawah tidak
menggunakan sandal (jelaskan bahwa cacing masuk lewat permukaan

f.

kulit)
Menjelaskan pasien untuk banyak istirahat
Konsumsi makanan sehat ,terutama mengandung zat besi seperti

sayur bayam, daging ayam, dll


Untuk pencegahan selanjutnya

jika

pasien

ke

sawah

harus

menggunakan alas kaki


Tuliskan Resep dan serahkan pada penguji
R/ SF
no. XX
S 1 dd tab I
R/ Mebendazole 500 mg tab no. XX
S 3 dd tab I

9. STATION 9 (Kulit-PMS)
Seorang laki2 datang ke poliklinik dengan keluhan keluar cairan bernanah
dari kemaluan sejak 3 hari yang lalu. Pasien sudah menikah, dan sudah
punya anak. Pekerjaan pasien adalah supir truk yang sering keluar kota.
Pasien mengaku sering berhubungan seksual dengan PSK, dan sering
berhubungan seksual tanpa kondom. Terakhir pasien berhubungan seksual

6 hari yang lalu dengan PSK, juga tanpa kondom. Didapatkan status
generalis dbn, kecuali: Tax: 37,8
a. Pemeriksaan Fisik (Status Lokalis)
Memperkenalkan diri + Menjelaskan tindakan yang akan kita lakukan

untuk pemeriksaan genetalia


Minta izin untuk melepas celana pasien
Mencuci tangan
Pakai handscoen
Inspeksi dr preputium glans penis pars spongiosa + pars
compacta radix penis skrotum. Dr pasien: Normal. Sekret (+),

hyperemia pada Meatus uretra eksterna (+)


Palpasi palpasi pd penis: nyeri tekan (-), perabaan KGB di inguinal:

pembesaran (-), edema (-), tanda radang (-)


Transiluminasi pada skrotum (-)/(-)
Phren Sign (-) elevasikan penis dan evaluasi adakah nyeri yang

terus menerus atau tidak, pada pasien tidak didapatkan hasil (-)
Mengurut penis dari proksimal distal : didapatkan secret berwarna

kekuningan
b. Pemeriksaan Penunjang sederhana yang dapat dilakukan Pewarnaan
Gram (dari secret kemaluan untuk melihat adanya diplococcus gram (-).
c. Tunjukkan pada penguji cara melakukan pemeriksaan tersebut
Perhatikan alat2 yang ada Object glass, cover glass, cutton bud
(non-steril), dan tidak ada bahan2 utk pengecatan gram!! (Jadi pas

melakukan sebutkan aja, buat amannya aja)


Persiapkan object glass + cover glass
Ambil cutton bud kemudian swab untuk mengambil secret dari

kemaluan
Swab pada objek glass dan jangan lupa bilang kalo di warnai dgn

Gram!!
Kemudian evaluasi di bawah mikroskop
Tanyakan hasilnyaa ada diplococcic ato gak? (Tapi pengujiku diem

ae --_____--)
d. Diagnosis pasien Uretritis GO dd Non-GO
e. Tuliskan resep dan serahkan pada penguji
R/ Cefixime 400 mg no. I
S 1 dd tab I (single dose)
R/ Doxycylin 100 mg tab no. XIV
S 2 dd tab I (diberikan selama 7 hari) alasan kenapa diberikan
doxycyclin soalnya 70% infeksi GO terdapat superinfeksi dengan NonGO yang disebabkan Chlamydia trachomatis.
10.
STATION 10 (THT)
Seorang laki-laku 20 tahun mengeluhkan sakit saat menelan sejak 3 hari
yang lalu. Pasien mengeluhkan demam, nafsu makan menurun.

Didapatkan data pemeriksaan fisik: Tensi/Nadi/RR dbn, Tax: 38 C. Lain2:


dbn
a. Lakukan pemeriksaan THT
Memperkenalkan diri pada pasien
Menjelaskan bahwa kita akan melakukan pemeriksaan di THT yang

kurang nyaman pada pasien


Mencuci tangan
Cek alat yg ada Otoskop (+), Spekulum Hidung (+), Tongue spatel
(+), Kasa (+) attention : gak ada garpu tala, cermin buat LI/RP,

korek api. Lakukan yg mungkin aja.


Dont forget: Pasang Head lamp : difiksasi dgn kepala nyalakan
lampu fiksasi pada jarak 30 cm, dgn diameter sinar minimal 1 cm.
Pertama periksa rongga mulut + faring penderita dgn tongue spatel:
Ambil tongue spatel
Tekan pangkal lidah di titik optimum
Evaluasi rongga mulut dbn
Tonsil : T3/T4 hiperemia (+) secret (+), nyeri goyang tonsil (+)
Dinding faring: hyperemia, granula, secret, post nasal drip (gak
isa dievaluasi)
(Hasil pemeriksaan diberi oleh penguji Nah kebetulan T3/T4
jadi gak isa evaluasi faring. Jadi aku cuman evaluasi rongga mulut
+ tonsil aja.)
Rinoskopi Anterior
Ambil speculum hidung
Pegangnya yang bener ya: jari telunjuk fiksasi di hidung, jari 3,4,5
pegang speculum bagian bawah, jari 2 di speculum bagian atas
Masukkan speculum dan evaluasi : konka, cavum, septum,

fenomena palatum molle


Keluarkan speculum hidung.
Pemeriksaan telinga D/S jangan lupa posisi duduk kaki kanan
pasien bertemu dengan kaki kanan penderita.
Inspeksi Auricula evaluasi tanda radang/ulkus/cicatrix/anomali
bentuk (kasus: normal)
Palpasi nyeri sentuh (-/-), nyeri tarik tragus (-/-), nyeri tekan

tragus (-/-)

Meletakkan peralatan yang sudah dipakai ditempat kotor untuk di

cuci
Mencuci tangan
b. Minta hasil pemeriksaan ke penguji interpretasikan T3/T4
hiperemia (+), secret (+), abses (-)
c. Diagnosis Tonsilitis Akut D/S
d. Penatalaksanaan medikamentosa + non medikamentosa

11.
STATION 11 (Bedah)

Seorang pria datang ke UGD dengan keluhan perdarahan di lengan


sebelah kanan akibat terkena pecahan kaca. Di dapatkan tanda-tanda vital
: T 120/70, N: 90x/menit, RR: 20x/menit.
a. Lakukan Pemeriksaan Fisik
Menyapa pasien
Memperkenalkan diri pada pasien + tujuan tindakan pemeriksaan

yang akan dilakukan pada pasien.


Inspeksi Amati luka: dasar luka kotor/bersih, dalamnya robekan
(kalo kasus ini dari kulit sampai kedalaman subkutan-adiposa), lihat

tanda perdarahan (+)


Palpasi evaluasi AVN; Arteri/Vena: lihat vaskularisasi di daerah
distal? Pada kasus ini sufisien dgn memeriksa pulsasi (biasanya
jika terganggu akan didapatkan sianosis, tanda-tanda nekrosis);
Nervous: apakah terdapat parese? pada kasus tidak didapatkan

parese.
b. Lakukan penatalaksanaan pada pasien ini
Buka bebat atau pakaian yang menutupi luka pada pasien
Mencuci tangan
Memakai handschoen semi steril
Pastikan perdarahan berhenti dengan bebat tekan
Cek dasar luka apabila kotor dapat dibersihkan dengan larutan
H2O2 3% untuk mengangkat kotoran/luka/debris2 yang berasal dari

dasar luka.
Pastikan sampai luka bersih angkat jaringan2 nekrotik/jaringan
mati di dalam luka yang dapat mengganggu proses reepitelisasi

pada luka
Karena pada pasien merupakan vulnus apertum hingga lapisan
subkutan-adiposa dihecting dengan teknik satu-satu.
Hecting:
Persiapkan hecting set 1. Benang non-absorbable (steril), 2.

Jarum kulit (ujungnya lancip), 3. Klem, 4. Doek Steril


Disinfeksi luka dengan betadine (dipegang dgn korentang)
Pasang doek steril (dipegang dgn korentang)
Pasang handschoen steril
Evaluasi kembali kedalaman luka pasien untuk menentukan teknik

hecting
Siapkan anestesi local Lidocaine 2% masukkan spuit
injeksikan di tepi luka dengan teknik infiltrasi
Sebelum tindakan hecting dimulai cek dulu apakan anestesi local
sudah bekerja
Hecting dimulai dgn pengang jarum dgn klemp sambungkan
dengan benang dan mulai menjahit dari tengah luka (kebetulan

lukanya bentuk elips) dilanjutkan dengan teknik satu-satu hingga


ke tepi luka.
Setelah hecting evaluasi : perlekatan jaringan, perdarahan, nanah,
kotoran yang masih tersisa di jahitan semua OK baru
bersihkan luka bagian atas jahitan tutup dengan kasa steril +
diplester.
Meletakkan peralatan yang sudah dipakai ditempat non-steril
Lepas handschoen
Cuci tangan
c. Tentukan diagnosis pada pasien ini Vulnus appertum region
antebrachii dextra
d. KIE pada pasien
Sudah dilakukan penjahitan luka diminta pasien untuk merawat
lukanya

secara

teratur

setiap

hari

mengganti

kasa

membersihkan kotoran/debris di sekitar jahitan menutup lagi

dengan kassa + plester.


Ingatkan pasien supaya untuk sementara waktu luka tidak boleh
terkena air, ex.waktu mandi usahakan luka ditutup dengan plastic

biar tidak kena air, dll


Jelaskan pada pasien

untuk

proses

penyembuhan

luka

ini

membutuhkan setidaknya 2 minggu kontrol berkala setiap 1


minggu untuk evaluasi luka + komplikasi hingga minggu ke dua
evaluasi apakah kontinuitas jaringan (+), tidak ada tanda infeksi,

tidak ada nanah dilakukan angkat jahitan.


Jelaskan bahwa pasien akan diberikan obat simptomatis, Antibiotik:
Amoxicillin 3x500 mg, Asam Mefenamat 3x500 mg, jika ada gastritis

Ranitidine 2x150 mg
Kontrol sewaktu2 bila keluhan nyeri, perdarahan berulang terjadi.

12.
STATION 12 (Kulit)
Seorang laki-laki 30 tahun mengeluhkan keluar bintik2 di seluruh badan +
wajahnya.
a. Lakukan Anamnesa pada pasien
Menyapa pasien
Memperkenalkan diri + menjelaskan bahwa kita akan melakukan
anamnesa (bertanya hal2 yang bersifat pribadi) + nanti akan

melakukan pemeriksaan fisik mohon kerjasamanya.


Menanyakan identitas pasien : nama, umur, pekerjaan, alamat,dll
Menanyakan keluhan utama pasien + gejala penyerta keluar
bintik2 di badan + wajah sejak 3 hari yang lalu, tidak gatal, tidak
digaruk, awalnya muncul dari badan kemudian menyebar2 hingga

tangan + wajah, alergi makanan/dingin/debu rumah (-), demam (+)

sejak 3 hari yang lalu, tidak naik turun.


Riwayat MRS + Riwayat sakit serupa (-)
Riwayat keluarga (-)
Riwayat kontak : anak pasien yang berusia 3 tahun menderita cacar
air, dan belum sembuh. Pasien mengatakan tinggal serumah dengan

anaknya dan sering kontak secara fisik.


Riwayat pengobatan pasien hanya minum paracetamol (tidak

teratur)
Review of system demam (+), tidak ada kelainan lainnya
Mengulangi lagi anamnesa tadi (utamakan yang positive finding for

diagnosis) + berikan kesempatan untuk pasien bertanya.


Lanjutkan ke pemeriksaan fisik
b. Lakukan Pemeriksaan Fisik terkait kasus pasien
Cuci tangan
Periksa TTV pasien normal semua, Tax: antara 37-38
Diskripsikan lesi kulit (diberikan foto oleh penguji)
Lokasi : Regio Thorax, Abdomen, Punggung, Ekstremitas Atas D/S,
Wajah
Distribusi : Menyebar
Ruam : Vesikel polimorfik (bentuk bermacam2 karena sudah ada
yang pecah/ada yang utuh) dengan dasar eritema, papula (+),
ekskoriasi (-)
c. Usulan pemeriksaan penunjang + bgmn cara melakukannya +
interpretasikan!!
Tzank Test melakukan kerokan pada vesikel fiksasikan di object
glass evaluasi yang ditemukan : Multineucleated Giant Cell
d. Diagnosis pada pasien Infeksi Varisella dd Herpes Zooster
e. Penatalaksanaan medikamentosa pada pasien + tuliskan resep dan
serahkan pada penguji
R/ Acyclovir 800 mg tab No. XXXV
S 5 dd tab I (selama 7 hari)
R/ Paracetamol 500 mg tab No. X
S 3 dd tab I (jika demam)
R/ Acyclovir salep tube no. I
S ue
berhubung dulu kulit di TA, pasti kasih salep
acyclovir. (di buku sih gak disarankan memberikan Acyclovir salep,
soalnya efektifitasnya sama kalaupun tidak diberikan)
f. KIE pada pasien
Menjelaskan bahwa penyakitnya ini merupakan infeksi Varisella
dengan kemungkinan lainnya adalah Herpes Zooster yang bersifat

menular.
Menjelaskan bahwa pasien tertular dari anaknya yang menderita
cacar yang tinggal serumah dengan pasien.

Meminta pasien untuk minum obat secara teratur + memakai salep


dengan teratur kontrol 1 minggu lagi untuk monitoring perbaikan
klinis. Suruh pasien datang kontrol ke dokter apabila terdapat
keluhan panas mendadak, lesi kulit semakin banyak tidak ada

perbaikan klinis.
Minta pasien istirahat dirumah + makan yang sehat untuk

memperbaiki sistem kekebalan tubuh pasien.


Minta pasien untuk mengurangi kontak dengan anak pasien untuk
sementara / mengedukasi pasien untuk membawa anaknya ke

dokter untuk diperiksa kembali


Obat pasien untuk antivirus diminum 5x sehari harus jelaskan
bahwa untuk membunuh virus yang ada di dalam tubuh biasanya

pasien akan bertanya banyak sekali minum obatnya? --_____--


Jelaskan lama pengobatan adalah 7 hari, namun bila masih
ditemukan klinis infeksi setelah 7 hari dapat dilanjutkan hingga 14
hari pengobatan.

TRY OUT OSCE - 1 DESEMBER 2012


Station 1
Seorang wanita, 35 tahun merasa was-was (khawatir) dan sering
jantungnya berdebar-debar. Pasien tidak tau penyebabnya. Pasien merasa
sulit tidur, sulit berkonsentrasi. Pasien mengaku hubungan dengan suami
dan anaknya baik. Pasien memiliki utang dengan tetangga. Anak pertama
dirawat Di RSJ.
Intruksi:
6. Anamnesis
7. Pemeriksaan status mental
8. Diagnosis dan diagnosis banding
9. Terapi non farmakoterapi / farmakoterapi
10.
Edukasi dan anjuran
Station 2
Seorang laki-laki, 45 tahun merasa nyeri hebat di dada sebelah kirinya,
lalu pasien jatuh tidak sadarkan diri, nadi tidak teraba, tidak bernafas.
4. Diagnosis
5. Pertolongan pertama
6. Diagnosis banding

Station 3
Seorang laki-laki, 25 tahun mengeluh batuk sudah 1 bulan (berdahak,
warna kuning, bercak darah +), demam + meriang, berat badan menurun,
nafsu makan menurun, sesak (+)
7. Anamnesis
8. Pemeriksaan fisik ( Suara nafas vesikuler, rhonki basah kasar, suara
nafas tambahan amforik )
9. Pemeriksaan penunjang ( bta sps +/+/-)
10.
Diagnosis dan diagnosis banding
11.
Farmakoterapi
12.
Edukasi

Station 4
Seorang laki-laki, mengeluh nyeri kepala hebat sejak 1 minggu, demam+
sudah minum obat tapi tidak berkurang, belakang leher terasa kaku
5. Anamnesis
6. Pemeriksaan tanda vital dan neurologis (kaku kuduk +, brudzinski
I/II +)
7. Pemeriksaan penunjang
8. Diagnosis dan diagnosis banding
Station 5
Anak perempuan, 5 tahun dibawa dengan keluhan berat badan menurun
sejak 2 bulan. Pernah batuk 2 bulan yang lalu dan diberi obat dan sembuh
dalam 2 minggu, pasien cepat capek, nafsu makan baik, pernah keluar
cacing saat BAB.
6. Anamnesis
7. Pemeriksaan fisik
8. Pemeriksaan penunjang ( Hb , tinja: telur ascaris +)
9. Diagnosis dan diagnosis banding
10.
Farmakoterapi dan edukasi ke orang tua pasien
Station 6
Seorang wanita, 45 tahun P4A0 datang dengan keluhan keputihan sejak 1
tahun berwatna kuning, gatal dan berbau. Tidak perih dan tidak ada

keluhan sakit saat BAK. Sudah berobat ke dokter dan diberi obat
ciprofloxacin 2x1 berkurang namun timbul lagi
6. Anamnesis
7. Pemeriksaan gynekologi
8. Pemeriksaan pap-smear
9. Hasil pap-smear
10.
Edukasi
Station 7
ISTIRAHAT
Station 8
Pasien datang ke IGD dengan luka sayat di lengan atas kanan
4. Diagnosis
5. Penanganan luka
6. Edukasi
Station 9
Pasien laki-laki, 50 tahun datang dengan keluhan kedua mata kabur sejak
1 minggu, tidak gatal, tidak sakit. Riwayat DM + sejak 5 tahun tapi tidak
mengkonsumsi obat.
5.
6.
7.
8.

Anamnesis
Pemeriksaan visus, segmen anterior, segmen posterior
Diagnosis
Edukasi

Station 10
Seorang wanita, 30 tahun datang dengan keluhan pusing dan lemah
badan, cepat lelah.
6. Anamnesis
7. Pemeriksaan fisik
8. Pemeriksaan penunjang
9. Diagnosis dan diagnosis banding
10.
Farmakoterapi dan nonfarmakoterapi
Station 11
Laki-laki, 35 tahun seorang supir truk, datang dengan keluhan keluar
cairan dari ujung alat kelamin berwarna putih keruh. Pasien mengaku
pernah melakukan hubungan seksual dengan PSK. Sakit saat BAK.

1.
2.
3.
4.

Pemeriksaan fisik alat kelamin


Pemeriksaan penunjang
Diagnosis
Farmakoterapi

Station 12
Laki-laki, 20 tahun datang dengan keluhan nyeri menelan sejak 2 minggu,
demam + suhu 37,8. Batuk - , pilek
1. Anamnesis
2. Pemeriksaan telinga, hidung, dan tenggorok
3. Farmakoterapi n edukasi

Station 13
Laki-laki, 30 tahun datang dengan keluhan bintik-bintik merah diseluruh
badan sejak 3 hari, berawal dari badan lalu kemuka dan tangan-kaki.
Gatal +, demam +, anak menderita hal serupa.
1. Anamnesis
2. Pemeriksaan fisik (pake luv) dan deskripsi status dermatologis dari
foto
3. Pemeriksaan penunjang (tzank tes) dan deskripsikan
4. Diagnosis
5. Farmakoterapi
Station 14
ISTIRAHAT
1. STATION 1
Seorang ibu-ibu usia 45 tahun datang dengan sakit perut bagian bawah. Pasien tersebut
mengatakan ingin melakukan cek pap smear.
Pertanyaan :
- Lakukan pemeriksaan ginekologis
- Intrepretasikan hasilnya
- Lakukan pemeriksaan pap smear
- Ada petunjuk dari penguji (terdapat tanda erosi pada portio arah jam 11)
- Diagnosis
2. STATION 2
Pasien datang post KLL dengan lengan kanan atas robek

Pertanyaan :
- Diagnosis pasien
- Lakukan hecting pasien
- Terapi
- Edukasi
3. STATION 3
Pasien dengan penurunan tajam penglihatan (visus), terdapat gejala lain berat badan
turun, nafsu makan banyak, minum banyak, BAK sering
Pertanyaan ;
- Diagnosa
- Terapi
- Penatalaksanaan
4. STATION 4
Pasien seorang pemuda dengan keluhan pucat, dan memiliki riwayat kerja di sawah ga
pake sandal.
Hasil lab : Hb turun
Pertanyaan :
- Diagnosa banding
- Pemeriksaan penunjang (usulan)
- Terapi
- Edukasi
5. STATION 5
Pasien seorang laki-laki dengan keluhan keluar cairan berwarna putih dari kemaluan,
terdapat riwayat hubungan seksual dengan PSK
Pertanyaan :
- Diagnosis
- Pemeriksaan penunjang
- Edukasi
- Terapi
6. STATION 6
Pasien datang dengan keluhan nyeri telan sejak 5 hari yll/ dari pemeriksaan hidung,
telingan dbn.
Pemeriksaan tonil : kissing tonsil
Pertanyaan :
- Diagnosis
- Terapi
- Lakukam pemeriksaan THT secara urut
- Edukasi
7. STATION 7
Pasien datang dgn keluhan muncul bintik kemerahan di seluruh badan, leher, tangan,
punggung (gejala ke arah varicella).
Pasien memiliki riwayat keluarga anaknya juga sakit serupa
Pertanyaan :
- Lakukan anamnesis
- Pemeriksaan UKK
- Pemeriksaan penunjang
- Tzanck test hasil ditemukan apa

- Terapi
- Edukasi
8. STATION 8
Pasien datang dengan keluhan sulit tidur sejak seminggu terakhir. Pasien adalah seorang
pedagang. Pasien juga mengeluh kepala sering terasa pusing dan jantung berdebar-debar.
Pertanyaan :
- Lakukan anamnesis
- Catat status mental
- Pemeriksaan fisk & lab dBn
- Terapi
- Edukasi
9. STATION 9
Pasien usia 50 tahun datang dengan tidak sadarkan diri. Sebelumnya pasien mengeluh
nyeri dada sebelah kiri, tidak respon ketika di panggil, tidak membuka mata, tidak
bernafas.
Pertanyaan :
- Tentukan diagnosis dan disampaikan ke penguji
- Lakukan pertolongan pertama
- Sampaikan DD ke penguji
10. STATION 10
Pasien usia 20 tahun datang dengan keluhan batuk lama >2 minggu. Keluhan lain : makan
banyak namun BB tidak bertambah (gejala ke arah TB Paru).
Pertanyaan :
- Lakukan anamnesis secara lengkap
- Lakukan pmx fisik
- Usul pemeriksaan penunjang (hasil : tanya ke penguji)
- Tulis resep
- Edukasi pada pasien
11. STATION 11
Pasien usia 20 tahun datang dengan kejang seluruh badan sejak 3 hari yll. Sebelumnya
pasien pernah mengeluh sakit telinga.
Pertanyaan :
- Lakukan pemeriksaan neurologis
- Usulkan pemeriksaan penunjang ke penguji (tanyakan hasilnya)
- Lakukam pemeriksaan fisik
- DD
Materi Try Out OSCE 1 Desember 2012 FK UMY

1. Kulit kelamin gonorea, pembuatan preparat mikrobiologi, diplokokus, interpretasi

hasil, terapi
2. Def besi ec cacing, kasus Cuma keluhan pusing kepala dan terasa lemas, px

penunjang ditemukan telur cacing, dx, terapi


3. Cotton wool spot iskemik dm, anamnesis px luar, dalam, dx, terapi non farmako, mata
4. Heacting, langsung jahit menjahit

5. Papsmear, langsung px pembuatan preparat, hasil, konseling


6. Anemia def besi ec cacing anak, anamnesis px penunjang, dx terapi edukasi
7. Meningitis, px fisik px lanjutan, dx
8. Tb, anamnesis, px fisik, penunjang, terapi
9. Rjp kasus di luar rs, waktu nntn tipi tiba2 jatuh pingsan
10. Gangguan anxietas, anamnesis, dx rencana terapi farmako dan non farmako
11. Varisella serangan pertama, dx, terapi, px penunjang zanck test, hasil px sel datia
12. Tht tonsillitis akut dd abses, yng ditanya dx, px fisik dan terapi
Stas
e
I

Bagian

Soal

Pertanyaan

THT

Pasien datang dengan


keluhan nyeri menelan
dan demam
(Tonsilofaringitis kronik
eksaserbasi akut)

II

Anak

Pasien
5
tahun
mengalami berat badan
tidak naik sejak 1 tahun
yang lalu
(Gangguan
tumbuh
kembang)

III

IKJ

Pasien wanita 35 tahun


datang dengan keluhan
gelisah,
jantung
berdebar-debarkhawatir
(Anxietas)

IV

Aneste
si

Paru

Pasien 65 tahun tidak


sadar
dirumah,
sebelumnya
pasien
sering
mengeluhkan
nyeri dada menjalar
seperti terbakar. Pasien
tidak sadar secara tiba2
saat tidur, nadi dan
nafas
tidak
terasa
(Resusitasi
Jantung
Paru)
Seorang pasien laki-laki
usia 55 tahun datang ke
puskesmas
dengan
keluhan batuk berdahak
sejak 1 tahun yang lalu
(Tuberkulosis Paru)

1. Lakukan anamnesis pada pasien


2. Lakukan pemeriksaan fisik THT
3. Sebutkan diagnosis dan diagnosis
banding
4. Sebutkan terapi farmakologi (resep)
5. edukasi
1. Lakukan anamnesis
2. Lakukan pemeriksaan fisik pada
manekin, tanyakan berat badan
dan tinggi badan pada penguji
3. Sebutkan pemeriksaan penunjang
dan minta hasil pada penguji
4. Sebutkan terapi farmakologi dan
edukasi
1. Lakukan auto dan alloanamnesis
2. Lakukan pemeriksaan status
mental
3. Sebutkan diagnosis dan diagnosis
banding
4. Sebutkan terapi non farmakologis
5. Tuliskan resep
1. Sebutkan diagnosis dan diagnosis
banding
2. Lakukan terapi non-farmakologi
(simulasi)

1. Lakukan anamnesis
2. Lakukan pemeriksaan fisik
3. Sebutkan pemeriksaan penunjang
dan terangkan hasilnya pada
penguji
4. Sebutkan diagnosis dan diagnosis
banding

VI

VII

Kulkel

Saraf

VIII

Obgyn

IX

Mata

Bedah

XI

Intern
e

XII

Kulkel

5.
Pasien datang dengan 1.
keluhan
bintik
pada 2.
seluruh tangan, kaki, 3.
4.
badan, dan punggung
5.
(Varicela)
6.
usia 28 1.
dengan 2.
kepala
minggu 3.

Pasien laki-laki
tahun datang
keluhan nyeri
hebat sejak 1
yang lalu
(Susp Meningitis)

Seorang pasien wanita


berusia 45 tahun ingin
memeriksakan
rahimnya karena pasien
sebelumnya menderita
kanker rahim
(Pap smear)
Seorang pasien datang
dengan
keluhan
penglihatan berkurang
sejak 6 bulan yang lalu
(Retinopati diabetikum
funduskopi)
Seorang pemuda lakilaki berusia 20 tahun
datang ke IGD setelah
terkena pecahan kaca,
keadaan umum pasien
dalam batas normal
(Hecting)
Pasien datang dengan
keluhan letih, lelah, lesu
(Anemia
ec
ancylostoma duodenal)

Seorang pasien laki-laki


berusia
35
tahun,
mengeluhkan
kencing
bernanah sejak 3 hari
yang lalu disertai nyeri

4.
1.
2.
3.
4.

Sebutkan terapi farmakologi


Lakukan anamnesis
Lakukan pemeriksaan fisik
Interpretasi gambar
Pemeriksaan penunjang & hasilnya
Sebutkan diagnosis dan diagnosis
banding
Sebutkan terapi
Lakukan Anamnesis
Lakukan pemeriksaan fisik (tanda
vital dan neurologis)
Sebutkan pemeriksaan penunjang
dan minta hasilnya pada penguji
Sebutkan diagnosis dan diagnosis
banding
Lakukan anamnesis
Lakukan pemeriksaan ginekologi
Lakukan pemeriksaan pap smear
Edukasi pasien

1. Lakukan anamnesis
2. Lakukan pemeriksaan fisik
(ketajaman penglihatan, sengment
anterior dan posterior)
3. Sebutkan diagnosis
4. Edukasi
1. Lakukan pemeriksaan fisik pada
luka
2. Tentukan diagnosis
3. Lakukan terapi non-farmakologi
4. Edukasi

1. Lakukan anamnesis
2. Lakukan pemeriksaan fisik
3. Sebutkan pemeriksaan penunjang
dan terangkan hasilnnya pada
penguji
4. Sebutkan diagnosis dan diagnosis
banding
5. Sebutkan terapi farmakologi
6. edukasi
1. Lakukan anamnesis
2. Lakukan pemeriksaan fisik
3. Lakukan pemeriksaan penunjang
dan tanyakan hasil
4. Cara pengambilan sample
5. Sebutkan diagnosis dan diagnosis

saat
BAK.
Pasien
banding
6.
Sebutkan terapi (resep)
seorang supir sering
berhubungan
badan
dengan PSK, terakhir 6
hari yang lalu, tanpa
pakai kondom, genito
genital,
istri
tidak
diketahui
(Uretritis gonorhea)

TO OSCE UNDIP
1. Anak2 5th BB turun, anamnesis, PF, penunjang (kl pas ini nanya foto Ro ga ada
data,nanya aja feses rutin, pdhl anam mengarah ke TB), tulis resep+edukasi
*Yg anak anak BB turun anam jg ke arah cacingan soalnya wkt peserta lain
anamnesis katanya waktui bab anaknya kluar cacing
Trus ada gambar telur ascaris jg...

2. Pasien 50 thn jatuh dari kursi dan tidak sadar,pada anamnesa didapatkan pasien ad
riwayat DM dan HT.
1. Apa yang anda lakukan
2. Apa diagnosa bandingnya
3. -terlupakan3. Pasien nonton tv tiba terjatuh dan tidak sadar.
Saat PF ga ada nafas, ga ada nadi,, apa dx dan dd?
Lakukan penanganan!
Setelah penganganan, HR 60x/mnt, RR 12x/mnt, diapakan? apa dx dan dd?
3. Pasien laki2 usia 50an,penurunan visus,lakukan anamnesis (riw DM +)
PF:
px visus (kalau ga salah od/os: 6/60;3/60)
Px segmen anterior (normal)
Px segmen posterior (funduskopi: retinopati dm)
terapi non farmakologis?
4.Pasien laki2 sukar sakit menelan. Baru pertama kali sakit seperti ini. Lakukan
anamnesis, pf, diagnosis, terapi, edukasi
5.Kasus jiwa pasien sering sakit perut klo ga salah sudah 6 bln banyak utang lakukan
anamnesis psikiatri, diagnosis dan psikoterapi

6. Pasien lengan tergores kaca lakukan penanganan dan edukasi. (Lakukan


penanganan non farmakologis, maksudnya di hecting)

7. Pasien keputihan berulang P4A0, mau papsmear krn ada riwayat keluarga ca cervix
(soalnya gini tp probandus ngomongnya P1A0 dgn rwyt menikah 2x,kerja: sopir &
nelayan).
Lakukan px gin, papsmear, jelaskan knp butuh papsmear, kapan papsmear hasilnya
selesai dibaca, edukasi ke pasien
8.Pasien laki2 keluar cairan putih dari kelamin, lakukan pf, pengambilan sekret,
penunjang, diagnosis, terapi, tulis resep
,
9.Seorang wanita datang dengan keluhan sering lemas,lakukan anam,pf dan
pemeriksaan penunjang,dd, jawabnya cacingan.
Harus nany hasil lab darah rutin,gambaran darah tepi n fesesnya.
Soalny gambarnya ndak keluar kalau ga nany hasil px pnunjang.
Ada anamnesis pasien perempuan ini anemia karena dia makan sayur doang, status
sebagai anak petani dan bantu kerja ayahnya.
10. Pasien nyeri kepala,laki2 30 th, lakukan anamnesis & pf+px neuro (kaku kuduk
+),px penunjang (lcs),diagnosa,dd
Pasien neurologi: meningitis, sumber infeksinya dr telinga. Jangan lupa anamnesisnya
tanya riwayat TB. Buat dd meningitis TB
11. Pasien datang dgn bintil2, lakukan anamnesis, lakukan PF, usulkan pemriksaan
penunjang, minta hasil ke penguji, tulis resep (Ini jwbnnya varicella)
12. Pasien 20an,laki2,batuk lama (soal tb),anam,pf,px penunjang yg dibutuhkan
(sputum,Ro),tx,edukasi
1. Anak perempuan usia 5 tahun datang dengan keluhan BB susah naik
a. Lakukan anamnesis
b. Lakukan PF (ukur TB dan BB)
c. Sampaikan usulan pemeriksaan penunjang yang Anda inginkan (hasil
PP tanyakan pada penguji)
d. Sampaikan diagosis Anda pada penguji
e. Berikan terapi farmakologi dan Edukasi
2. Ibu usia 30 tahun datang dengan keluhan keputihan pada alat kelamin
perempuannya
a. Lakukan anamnesis
b. Lakukan pemeriksaan gynekologi
c. Lakukan pap smear
d. Sampaikan hasil pemeriksaan kepada pasien
e. Lakukan edukasi

3. Seorang laki-laki terkena pecahan kaca pada lengan atas kanannya


a. Lakukan pemeriksaan fisik
b. Sebutkan diagnosis Anda pada penguji
c. Lakukan penanganan pertama
d. Lakukan edukasi
4. Seorang laki-laki usia 45 tahun datang dengan keluhan pandangan mata
kabur
a. Lakukan anamnesis
b. Lakukan pemeriksaan visus
c. Lakukan pemeriksaan segmen anterior dan posterior
d. Sebutkan diagnosis Anda pada penguji
e. Lakukan edukasi
5. Seorang wanita usia 25 tahun datang dengan keluhan badan lemas dan
nyeri kepala
a. Lakukan anamnesis
b. Lakukan pemeriksaan fisik
c. Sampaikan usulan pemeriksaan penunjang yang Anda inginkan (hasil
PP tanyakan pada penguji)
d. Sampaikan diagnosis dan diagnosis banding Anda pada penguji
e. Berikan terapi farmakologi dan edukasi
6. Laki-laki 34 tahun datang dengan keluhan nyeri menelan
a. Lakukan PF telinga
b. Lakukan PF hidung
c. Lakukan PF tenggorok
d. Sampaikan diagnosis kerja Anda pada penguji
e. Berikan terapi farmakologi dan edukasi
7. Laki-laki 45 tahun datang dengan keluhan keluar cairan kuning dari alat
kelaminnya
a. Lakukan anamnesis
b. Lakukan PF status lokalis
c. Sampaikan usulan pemeriksaan penunjang yang Anda inginkan dan
Lakukan
d. Sampaikan interpretasi hasil pemeriksaan penunjang yang telah Anda
lakukan pada penguji
e. Sampaikan diagnosis Anda pada penguji
f. Berikan terapi farmakologi dan terapi
8. Ibu usia 35 tahun datang dengan keluahan cemas
a. Lakukan anamnesis psikiatri
b. Lakukan pemeriksaan status mentalis
c. Lakukan pemeriksaan fisik
d. Sampaikan Diagnosis Kerja dan Diagnosis Banding Anda pada penguji
e. Berikan terapi farmakologi dan edukasi
9. Laki-laki 35 tahun dibawa oleh keluarganya dengan kondisi tidak sadarkan
diri, berdasarkan keterangan dari keluarganya pasien mengeluh nyeri
dada sebelum tidak sadarkan diri
a. Sebutkan Diagnosis sementara Anda pada penguji
b. Lakukan Pertolongan Pertama

c. Sebutkan Diagnosis Kerja Anda pada penguji


10.Laki-laki 30 tahun datang dengan keluhan batuk
a. Lakukan anamnesis
b. Lakukan PF
c. Sampaikan PP Anda
d. Interpretasi hasil PP Anda (minta data PP pada penguji)
e. Sampaikan DD berdasarkan hasil PP
f. Sampaikan diagnosis kerja Anda pada penguji
g. Berikan terapi farmakologi dan edukasi
11.Laki-laki 25 tahun datang dengan keluhan pusing
a. Lakukan anamnesis
b. Lakukan Pemeriksaan Neurologis
c. Sampaikan usulan PP (minta hasil PP pada penguji)
d. Sampaikan DD dan diagnosis kerja Anda pada penguji
e. Berikan terapi farmakologi dan edukasi
12.Laki-laki 25 tahun datang dengan keluhan bintil berair pada seluruh badan
a. Lakukan anamnesis
b. Lakukan pemeriksaan fisik
c. Sampaikan usulan PP Anda
d. Sampaikan DD dan diagnosis kerja Anda
e. Berikan terapi farmakologi dan edukasi
Try Out Osce UKDI UNISSULA 1 Desember 2012,smoga bermanfaat....
13.Anak perempuan usia 5 tahun datang dengan keluhan BB susah naik
f. Lakukan anamnesis
g. Lakukan PF (ukur TB dan BB)
h. Sampaikan usulan pemeriksaan penunjang yang Anda inginkan (hasil
PP tanyakan pada penguji)
i. Sampaikan diagosis Anda pada penguji
j. Berikan terapi farmakologi dan Edukasi
14.Ibu usia 30 tahun datang dengan keluhan keputihan pada alat kelamin
perempuannya
f. Lakukan anamnesis
g. Lakukan pemeriksaan gynekologi
h. Lakukan pap smear
i. Sampaikan hasil pemeriksaan kepada pasien
j. Lakukan edukasi
15.Seorang laki-laki terkena pecahan kaca pada lengan atas kanannya
e. Lakukan pemeriksaan fisik
f. Sebutkan diagnosis Anda pada penguji
g. Lakukan penanganan pertama
h. Lakukan edukasi
16.Seorang laki-laki usia 45 tahun datang dengan keluhan pandangan mata
kabur
f. Lakukan anamnesis
g. Lakukan pemeriksaan visus
h. Lakukan pemeriksaan segmen anterior dan posterior
i. Sebutkan diagnosis Anda pada penguji

j.

Lakukan edukasi

17.Seorang wanita usia 25 tahun datang dengan keluhan badan lemas dan
nyeri kepala
f. Lakukan anamnesis
g. Lakukan pemeriksaan fisik
h. Sampaikan usulan pemeriksaan penunjang yang Anda inginkan (hasil
PP tanyakan pada penguji)
i. Sampaikan diagnosis dan diagnosis banding Anda pada penguji
j. Berikan terapi farmakologi dan edukasi
18.Laki-laki 34 tahun datang dengan keluhan nyeri menelan
f. Lakukan PF telinga
g. Lakukan PF hidung
h. Lakukan PF tenggorok
i. Sampaikan diagnosis kerja Anda pada penguji
j. Berikan terapi farmakologi dan edukasi
19.Laki-laki 45 tahun datang dengan keluhan keluar cairan kuning dari alat
kelaminnya
g. Lakukan anamnesis
h. Lakukan PF status lokalis
i. Sampaikan usulan pemeriksaan penunjang yang Anda inginkan dan
Lakukan
j. Sampaikan interpretasi hasil pemeriksaan penunjang yang telah Anda
lakukan pada penguji
k. Sampaikan diagnosis Anda pada penguji
l. Berikan terapi farmakologi dan terapi
20.Ibu usia 35 tahun datang dengan keluahan cemas
f. Lakukan anamnesis psikiatri
g. Lakukan pemeriksaan status mentalis
h. Lakukan pemeriksaan fisik
i. Sampaikan Diagnosis Kerja dan Diagnosis Banding Anda pada penguji
j. Berikan terapi farmakologi dan edukasi
21.Laki-laki 35 tahun dibawa oleh keluarganya dengan kondisi tidak sadarkan
diri, berdasarkan keterangan dari keluarganya pasien mengeluh nyeri
dada sebelum tidak sadarkan diri
d. Sebutkan Diagnosis sementara Anda pada penguji
e. Lakukan Pertolongan Pertama
f. Sebutkan Diagnosis Kerja Anda pada penguji
22.Laki-laki 30 tahun datang dengan keluhan batuk
h. Lakukan anamnesis
i. Lakukan PF
j. Sampaikan PP Anda
k. Interpretasi hasil PP Anda (minta data PP pada penguji)
l. Sampaikan DD berdasarkan hasil PP
m. Sampaikan diagnosis kerja Anda pada penguji
n. Berikan terapi farmakologi dan edukasi
23.Laki-laki 25 tahun datang dengan keluhan pusing

f.
g.
h.
i.
j.

Lakukan anamnesis
Lakukan Pemeriksaan Neurologis
Sampaikan usulan PP (minta hasil PP pada penguji)
Sampaikan DD dan diagnosis kerja Anda pada penguji
Berikan terapi farmakologi dan edukasi

24.Laki-laki 25 tahun datang dengan keluhan bintil berair pada seluruh badan
f. Lakukan anamnesis
g. Lakukan pemeriksaan fisik
h. Sampaikan usulan PP Anda
i. Sampaikan DD dan diagnosis kerja Anda
j. Berikan terapi farmakologi dan edukasi
Try Out Osce UKDI UNISSULA 1 Desember 2012,smoga bermanfaat....

OSCEEE try outnya aja bikin mabok hedeh kita akan memasuki 12 ruangan
ditambah 2 pos istirahat. Satu ruangan waktunya 15 menit, kita dapat waktu 1
menit untuk pindah ruangan kita dan 1 menit untuk baca soal. Jadi 13 menit,
bersihnya 10 menit kita di ruangan itu. 3 menit terakhir ada bel peringatan.
Inilah soal2nya kemarin
1. Jiwa
Seorang wanita berusia 42 tahun datang ke praktek dokter dengan
keluhan cemas, pusing, berdebar, keringat dingin. Hal tsb dirasakan sejak
1 bulan terakhir.
a. Lakukan penilaian status mental pada pasien
b. Lakukan anamnesis psikiatri pada pasien
c. Buatlah diagnosis banding dan diagnosis pasien
d. Buatlah terapi farmakologi yang sesuai berdasarkan diagnosis pasien
dan berikan resep kepada penguji.
Penilaian Status Mental: pasiennya sadar, bicara koheren, afek sesuai,
ekspresi cemas. Anamnesis : pasien ada masalah ekonomi, dan anaknya
yang pertama masuk rumah sakit jiwa karena NAPZA dan suka
mengamuk. Pemeriksaan fisik semua DBN.
Diagnosis Banding : Depresi, Gangguan Cemas
Terapi : Amytriptilin, Alprazolam.
Pengujinya setelah OSCE ngasih tau diagnosisnya, kata beliau sebenarnya
diagnosis pasien ini gangguan cemas menyeluruh.
2. Anesthesi
Seorang pria berusia 60 tahun terjatuh tiba-tiba dari kursinya dan tidak
sadarkan diri saat sedang menonton televisi. Sebelumnya pasien
menyatakan bahwa dirinya merasa nyeri dada kiri. Anda merupakan
tetangga pria tsb dan diminta keluarganya untuk melakukan pertolongan
pertama.

a. Sebutkan diagnosis banding anda kepada pengujikatanya sie trauma


kepala, cardiac arrest dan stroke hemorrhagic.
b. Lakukan penilaian awal pada pasiencek respon pasien tidak sadar,
minta keluarganya panggil ambulance, cek airway tidak ada suara
tambahan, cek nadi tidak ada nadi.
c. Lakukan diagnosis pada pasiencardiac Arrest
d. Lakukan pertolongan pertama pada pasienBLS.
Settingannya ada Manekin untuk BLS, terus ada orang yg bertindak sbg
keluarganya. Intinya lakukan penilaian respon, panggil bantuan
ambulance, Initial Assessment, RJP, sampe posisi recovery. Yang dipakai
AHA 2010 (ACB) ini menurut penguji setelah OSCE selesai.

3. Paru
Pria 20 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan.
a. Lakukan anamnesis lengkap pada pasien.
b. Lakukan pemeriksaan fisik pada pasien
c. Usulkan pemeriksaan penujang
d. Lakukan terapi farmakologi pada pasien dan berikan resep kepada
penguji.
Anamnesis: batuk berdahak kuning sejak 1 bulan, batuk darah (+) 1x, BB
turun sejak 1 bulan terakhir, demam dirasakan sumer-sumer. Ayah pasien
menderita keluhan yang sama dan telah berobat 6 bulan. Pasien memiliki
riwayat merokok.
Pemeriksaan Fisik : TTV normal, T 370, Kepala-Leher tdk ada pembesaran
Kelenjar, thoraks ins: simetris, Pal: dbn, per dbn, aus: rhonki di apex paru.
Pemeriksaan penunjang: waktu itu yang saya usulkan adalah: Sputum 3x :
hasilnya (++), Radiologi Thorax PA: infiltrate di daerah apex paru, Darah:
Hb normal, leukosit 15.000, LED dan HCT meningkat.
Diagnosis Banding: 1. Tuberculosis Paru, 2. PPOK (karena ada riwayat
merokok)
Diagnosis : TB Paru BTA positif kasus baru
Terapi: 2HRZE/4HR
4. Syaraf
Seorang pria berusia 27 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri kepala
hebat.
a. Lakukan anamnesis pada pria tsb
b. Lakukan pemeriksaan fisik dan neurologis pada pria tsb.
c. Tentukan Pemeriksaan penunjang dan tanyakan hasilnya kepada
penguji
d. Tentukan diagnosis banding dan diagnosis pasien dan beri tahukan
kepada penguji.
e. Tentukan terapi farmakologi dan berikan kepada penguji

Settingannya IGD, pasien berbaring, kepala sangat nyeri sehingga tidak


dapat duduk. Anamnesis: nyeri dirasakan berdenyut, lokasi di seluruh
kepala, leher dan tengkuk. Sebelumnya pasien demam. Pasien ada riwayat
keluar cairan dari kedua telinga.
Pemeriksaan Fisik: T 39o C, kepala-leher dbn, thorax dbn, abdomen dbn,
ekstremitas dbn, pemeriksaan sensoris dbn, pemeriksaan motorik dbn,
kaku kuduk (+), refleks fisiologis dbn, refleks patologis (-).
Pemeriksaan penunjang:
Laboratorium darah : Leukositosis
Lumbal Pungsi : Leukosit 20.000 per lapangan pandang, keruh, glukosa
meningkat, dll saya lupa yang jelas mengarah ke Meningitis Bakteri.
Diagnosis banding : Meningitis
Diagnosis: meningitis bakteri
Katanya sih stase ini Cuma 2 orang yg lulus kemaren

5. Anak
Seorang ibu membawa anaknya berusia 5 tahun ke puskesmas karena
berat badannya tidak bisa naik. Berat badan dan tinggi badan tanyakan
kepada penguji.
a. Lakukan anamnesis pada orang tua pasien.
b. Lakukan pemeriksaan fisik pada pasien
c. Tentukan diagnosis banding
d. Lakukan terapi farmakologi dan edukasi pada pasien
Settingannya ada ibu2 yang dianamnesis dan ada manekin sebagai
pasien. Kesulitannya adalah kita tidak menanyakan kurva Z score untuk
menentukan anak tsb gizi buruk atau tidak karena anak tsb yang dari
anamnesis pernah muntah cacing, dari pf anemis dan perut sedikit
distended dan ada udem, ternyata diagnosisnya Gizi Buruk + ADB e.c.
ascariasis.

6. Obgyn
Seorang wanita P4A0 datang ke praktek anda dengan keluhan keputihan.
Pasien telah menikah 2 kali, kakak pasien meninggal karena kanker leher
rahim.
a. Lakukan anamnesis terhadap pasien
b. Lakukan pemeriksaan ginekologi
c. lakukan pemeriksaan dengan speculum vagina
d. lakukan pengambilan sediaan swab cairan vagina dan papsmear
e. berikan edukasi kepada pasien

settingannya ada ibu2 yang dianamnesis, kemudian ada manekin yg


lengkap dengan handscoen, speculum vagina, spatel ayra, brush, alkohol
98% di dalam botol semprot, klorin. Yang penting tau step2 nya semua
hasil pemeriksaan yang memberitahukan penguji. Jadi kita lakukan
lengkap dari anamnesis, terus inspeksi, desinfeksi, palpasi, VT, ganti
handscoen pasang speculum, ambil sediaan swab vagina dan papsmear,
semprot, buka lagi speculum vaginanya, masukkan di larutan klorin, buka
handscoen, berikan sediaan kpd pasien untuk diantar ke laboratorium.
Jangan lupa minta izin dulu walaupun pasien manekin.
7. Kulit Kelamin
Seorang pria berusia 30 tahun datang ke praktek saudara dengan keluhan
keluar cairan seperti nanah dari alat kelaminnya. Pria tsb 3 hari yang lalu
berhubungan dengan PSK.
a. Lakukan pemeriksaan fisik
b. Lakukan pemeriksaan laboratorium sederhana
c. Lakukan pengambilan sediaan untuk pemeriksaan di laboratorium
d. Tentukan diagnosis pada pasien
e. Tuliskan terapi farmakologi dan berikan resepnya kepada penguji
Ini ada gambarnya, yang jelas diagnosisnya Gonorrhea karena ada
diplococcus gram negatifnya. Jangan lupa periksa di bagian Kukel WAJIB
pakai LUP.
8. Bedah
Seorang pria 20 tahun datang ke puskesmas setelah lengan kanannya
tergores pecahan kaca hinggga robek.
a. Lakukan pemeriksaan fisik pada pasienlook, feel, move
b. Tentukan diagnosis pada pasienvulnus laseratum
c. Lakukan tindakan non farmakologi pada pasiendebridemant, hecting,
pasang verban
d. Berikan edukasi kepada pasien
9. Mata
Seorang pria berusia 47 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan
penurunan penglihatan secara tiba-tiba.
a. Lakukan anamnesis terhadap pasienpasien ada riwayat DM tidak
terkontrol dan pakai kacamata addisi
b. Lakukan pemeriksaan visuspakai snellen, 6/60-6/60
c. Lakukan pemeriksaan bilik anterior dan posterior kalau kita periksa
funduskopinya benar ada gambarnya ini dikasih sama pengujinya,
gambar retinopati diabetik
d. Tentukan diagnosis pasien retinopati diabetic dan presbiopi
e. Tentukan terapi non farmakologi pasien rujuk ke dr SpPD untuk DM,
rujuk ke dr SpM untuk retinopatinya
10.THT
Seorang pria berusia 24 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan nyeri
tenggorokan sejak 2 hari. Tanda-tanda vital dalam batas normal.
a. Lakukan anamnesis pada pasien nyeri tenggorokkan sejak 2 hari.

b. Lakukan pemeriksaan telinga, hidung dan tenggorok pada pasien


harus urut dari mulai pasang lampu kepala, cara duduk, periksa telinga
hingga otoskopi, hidung dengan speculum hidung, tenggorok dengan
tongue spatel.
c. Tentukan diagnosis pasien tonsilitis (dari gambar yang dikasih
penguji, ada yang bilang kripta melebar, ada yang bilang kripta ga
melebar, jd masih bingung antara tonsillitis akut atau kronis, tapi dari
usia sih kronis)
d. Tentukan terapi farmakologi dan edukasi kepada pasien, berikan resep
kepada penguji.

11.Kulit Kelamin
Seorang pria 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan bintil-bintil
kemerahan di seluruh tubuh yang muncul sejak 2 hari yang lalu.
a. Lakukan anamnesis pada pasienbintil2 dirasakan sejak 2 hari, tidak
gatal maupun nyeri, awalnya timbul di tangan kemudian menyebar ke
seluruh tubuh. Anak pasien menderita keluhan serupa 2 hari yang lalu.
b. Lakukan pemeriksaan fisik pada pasienkalau pakai Lup kita dikasih
gambar kulit yang terdiri dari vesikel2, ada yang sdh jadi krusta dan
nekrosis alias sudah pecah.
c. Tentukan pemeriksaan penunjang dan mintalah hasilnya kepada
pengujimintakan zank test, nanti penguji akan memberikan kita
gambar yang isinya sel datia.
d. Tentukan diagnosis pasien varicella
e. Tentukan terapi farmakologi dan berikan resep kepada penguji.
12.Penyakit Dalam
Seorang wanita 20 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan lemah
badan.
a. Lakukan anamnesis pada pasien dari anamnesis didapatkan
pekerjaan wanita tsb di perkebunan sawi, tidak memakai alas kaki,
merasa badan lemah sejak 2 minggu terakhir dan sariawan.
b. Lakukan pemeriksaan fisik pada pasien dari pf yang didapat Cuma
konjunctiva anemis sama stomatitis.
c. Tentukan usulan pemeriksaan penunjang dan minta hasilnya kepada
penguji kalo sdh begitu saya minta feses lengkap, dan ternyata benar
ada telur ascarisnya.
d. Tentukan diagnosis pasien ini saya diagnosis ADB dan stomatitis e.c.
ascariasis
e. Berikan terapi farmakologi pada pasien ini dan berikan resepnya
kepada penguji.

Sekian dulu dari UNMUL ini ulasan soal2 yang pernah keluar sebelumnya dari
senior2, ya walaupun ga tepat sama, tapi siapa tau aja keluar lagi
1. Paru asma, PPOK, TB

2. SyarafEpilepsi, Stroke
3. Anakkejang demam, imunisasi, diare
4. Penyakit dalamkemaren ga ada yang bahas
5. Anestesipasang infuse, pasang ETT
6. Kulit Kelamin Tinea, Scabies
7. Mata periksa visus
8. THT OE difusa
9. Obgyn Retensio plasenta, papsmear
10.Bedah pasang kateter, sadari
11.Jiwa bipolar
TRY OUT UKDI OSCE

1 DESEMBER 2012
Kategori Station :
1. Cardiovaskular system (Cardiology, Interna, Anestesy)
2. Respiratory system (Pulmonologi)
3. Neurobehavior (Neurology)
4. Gastrointestinal system (Pediatric)
5. Reproductive system (Obstetri & Gynecology)
6. Musculoscletal system (Bedah)
7. Endocrine & Metabolic (Interna, Ophtalmology)
8. Hematology & Oncology (Interna)
9. Genitourinary tract system (Urology)
10. Head & Neck ( EENT/ THT )
11. Special sensory ( Ophtalmology, Dermatology, THT)
12. Psychiatry
Kompetensi :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Anamnesis
Pemeriksaan Fisik
Tes prosedur klinik / interpretasi data untuk menunjang DD atau Diagnosis
Penegakkan Dx atau DD
Tatalaksana nonfarmakologi dan farmakologi
Komunikasi dan edukasi pasien
Perilaku profesional

Mekanisme OSCE :
-

Terdiri dari 2 round round 1 (pagi) , round 2 (siang).


Round pagi pukul 07.00 12.30 WIB dan Round siang pukul 11.00 17.00 WIB.
Setiap round terdiri dari 14 kandidat.
Kandidat round 1 sudah harus masuk karantina pukul 07.00 WIB.
Terdiri dari 14 station 2 station istirahat dan 12 station kasus.
Waktu 15 menit 1 menit perpindahan station, 1 menit baca soal, 1 menit masuk
station, 12-13 menit mengerjakan kasus.

Setelah station ke-6 ada istirahat penguji ada musik.


Begitu station selesai kandidat round 1 meninggalkan ruang OSCE dan kembali ke
ruang karantina.
Lanjut round 2 pukul 11.00 WIB sudah harus masuk karantina.

SOAL SOAL :
Station 1. Psychiatric
Kasus :wanita 25 tahun, merasa gelisah , was-was dan dada berdebar-debar tanpa diketahui
penyebabnya.
Tugas :
-

Lakukan anamnesis pada pasien !!!


Lakukan pemeriksaan fisik umum !!!
Lakukan pemeriksaan status mental kepada pasien !!!
Tentukan diagnosis dan DD sampaikan kepada penguji !!!
Tatalaksana nonfarmakologi (psikoterapi) dan farmakologi kepada pasien !!!
Tuliskan resep sampaikan kepada pasien dan penguji !!!

________________________________________________________________________
Station 2. Cardiovaskular
Kasus : pasien laki-laki, 65 tahun. Terjatuh saat sedang nonton tv. Riwayat nyeri dada
sebelah kiri menjalar ke lengan dan belakang punggung. Pada pemeriksaan napas tidak terasa
dan nadi tidak teraba
Tugas :
-

Diagnosis dan DDsampaikan kepada penguji !!!


Lakukan tindakan pertolongan pertama !!!
Diagnosis dan DD lanjutan !!!

_________________________________________________________________________
Station 3. Respiratory System
Kasus : pasien laki-laki 35 tahun, batuk berdahak 1 bulan, berat badan turun, demam 2
minggu. Sesak napas (+), keringat malam (+). Riwayat kontak (-).
Tugas :
-

Lakukan anamnesis pada pasien !!!


Lakukan pemeriksaan fisik pada pasien !!!
Melakukan pemeriksaan anjuran lalu sampaikan ke penguji dan pasien !!!
Diagnosis dan DD sampaikan kepada penguji !!!
Terapi nonfarmakologi dan farmakologi !!!
Tulis resep dan berikan kepada pasien dan penguji !!!

Station 4. Neurobehavior (Neurology)


Kasus : pasien laki-laki 30 tahun, keluhan utama sakit kepala berat dan demam.
Tugas :
-

Lakukan anamnesis pada pasien !!!


Lakukan pemeriksaan fisik umum dan neurology lalu sampaikan kepada penguji !!!
Melakukan pemeriksaan penunjang lalu sampaikan kepada penguji dan pasien !!!
Diagnosis dan DD sampaikan kepada penguji !!!

________________________________________________________________________
Station 5. Gastrointestinal system
Kasus : pasien anak perempuan usia 5 tahun, dibawa ibunya karena berat badan si anak yang
tidak naik-naik, nafsu makan baik, demam (+).
Tugas :
-

Lakukan pemeriksaan fisik pada pasien !!!


Tentukan diagnosis dan DD sampaikan kepada penguji !!!
Melakukan pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan !!!
Terapi nonfarmakologi dan farmakologi !!!
Tulis resep sampaikan kepada pasien dan penguji !!!

________________________________________________________________________
Station 6. Reproductive system ( Obs&Gyn )
Kasus : pasien perempuan P4A0 usia 45 tahun, keputihan sejak 1 tahun lalu. Riwayat
Ca.Servix pada keluarga.
Tugas :
-

Lakukan anamnesis pada pasien !!!


Lakukan pemeriksaan ginekologi !!!
Lakukan pap smear pada pasien !!!
Lakukan edukasi kepada pasien !!!

________________________________________________________________________
Station 7. I S T I R A H A T
________________________________________________________________________
Station 8. Musculosceletal system (Bedah)

Kasus : laki-laki usia 30 tahun, terluka di lengan kanan atas terkena kaca saat ingin menutup
kaca. Serpihan kaca masih ada di luka. Teman pasien membantu menutup luka dengan kain.
Tugas :
-

Lakukan pemeriksaan pada luka !!!


Diagnosis sampaikan kepada penguji !!!
Tatalaksana nonfarmakologi !!!
Lakukan edukasi kepada pasien !!!

________________________________________________________________________
Station 9. Endocrine & Metabolic
Kasus : laki-laki usia 58 tahun datang dengan keluhan penurunan penglihatan sejak 1 tahun
lalu.
Tugas :
-

Lakukan anamnesis pada pasien !!!


Lakukan pemeriksaan fisik ( visus, segmen anterior, segmen posterior ) pada
pasien !!!
Tatalaksana nonfarmakologis dan edukasi kepada pasien !!!

________________________________________________________________________
Station 10. Hematology & Oncology
Kasus : wanita 25 tahun, keluhan badan lemas dan pusing sejak 1 bulan lalu.
Tugas :
-

Lakukan anamnesis pada pasien !!!


Lakukan pemeriksaan fisik kepada pasien !!!
Lakukan pemeriksaan penunjang pada pasien !!!
Tentukan diagnosis dan DD sampaikan kepada pasien dan penguji !!!
Tatalaksanan nonfarmakologi dan farmakologi kepada pasien !!!
Tulis resep sampaikan kepada pasien dan penguji !!!

________________________________________________________________________
Station 11. Gastrourinary tract system (Urology)
Kasus : laki-laki 35 tahun, keluhan keluar cairan kental dan banyak dari kelamin, nyeri BAK
(+), pekerjaan seorang supir truk, riwayat berhubungan seks dengan PSK tanpa kondom.
Tugas :
-

Lakukan pemeriksaan fisik pada pasien !!!


Lakukan pemeriksaan penunjang dan sampel pada pasien !!!
Tatalaksana farmakologi pada pasien !!!

Station 12. Head & Neck (EENT/THT)


Kasus : laki-laki 30 tahun, mengeluh nyeri menelan dan demam sejak 3 hari lalu.
Tugas :
-

Lakukan pemeriksaan fisik THT (telinga, hidung, tenggorok) !!!


Tentukan diagnosis sampaikan kepada pasien dan penguji !!!
Tatalaksana farmakologi kepada pasien !!!
Berikan edukasi kepada pasien !!!

_________________________________________________________________________
Station 13. Dermatology
Kasus : laki-laki 30 tahun, keluhan terdapat bintil-bintil di seluruh badan.
Tugas :
-

Lakukan anamnesis kepada pasien !!!


Lakukan pemeriksaan fisik dan deskripsikan lesi kulit kepada penguji !!!
Lakukan pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan !!!
Tentukan diagnosis dan DD kepada penguji dan pasien !!!
Tatalaksana farmakologi kepada pasien !!!
Tulis resep sampaikan kepada pasien dan penguji !!!

________________________________________________________________________
Station 14. I S T I R A H A T
_________________________________________________________________________

Catatan :
setiap tugas dari masing-masing kasus diperhatikan kata-kata yang di Bold karena
itu bagian dari penilaian kompetensi yang ga boleh lupa utk dilakuin.
Setiap kasus dilakukan pemeriksaan fisik yang nanti pengujinya akan memberitahu
temuan yang ada saat PF. Kadang ada yang diam aja kalo ga ditanya, tapi ada jg
yang koperatif begitu liat kita periksa apa dy langsung nyebut temuannya. Ada jg
yang baru mulai dy pesen kalo butuh informasi dari pemeriksaan kamu tanyakan ke
saya ya!!,,,,masing-masing gaya penguji yang pasti kita yg hrs aktif menggali
informasi dari mrk.
Di dalam station kita juga hrs tulis status pasien,,,nah, di paling bawah ada
keterangan apa pasien dipulangkan, dirawat, ato diteruskan ke bagian mana,,,itu di
lingkari jg.
Terapi pastinya jangan sampai salah tulis resep.

Semoga peserta UKDI Feb 2013 UPN VJ sukses OSCE dan CBT yaaa,,,,Amin...^_^

Soal TO osce UWKS 2012


1. Wanita,48th dtg dgn keluhan cemas dan berdebar2. Ax? Pmx fx? Status Psikiatri? Dx?
Tx? KIE?
2. Laki2,58th tiba2 pingsan, sebelumnya mengeluh nyeri dada. Pertolongan pertama??
3. Laki2 30th. Kel : batuk 1bln. Ax? Pmx fx? Pmrx penunjang yg dbutuhkan? KIE?
4. Anak2 usia 2bln dtg ke puskesmas dgn penurunan berat badan. Ax, Pmrx fx, Pmrx
penunjang yg dbutuhkan,? Dx?tx?KIE?
5. Wanita 50th kel keputihan riwayat keluarga kanker rahim. Ax? Pmrx ginekologi?
Prosedur pmrx papsmear dan VVP? Dx? Tx? KIE hasil papsmear?
6. Laki2 20th dtg dgn KLL, Pmrx luka? Jahit luka?
7. Laki2 58th mengeluh pandangan kabur. Ax? Pmrx visus? Segmen Anterior n
posterior ? pmrx penunjang yg dbutuhkan? Dx? tx? KIE Rujukan dan prosedur
terapi?
8. Laki2 30th mengeluh nyeri saat kencing dan keluar nanah. Ax? Pmrx fx? Pmrx
pnunjang yang dbutuhkan? Dx? Tx? KIE?
9. Laki2 30th mengeluh nyeri telan sejak 3hr. Ax? Pmrx fx? Pmrx penunjang yang
dbutuhkan? Dx? Tx? KIE?
10. Laki2 27th mengeluh muncul bintil2 sejak 2hr. Ax? Pmrx fx? Pmrx penunjang yg
dbutuhkan? Dx? Tx? KIE?
11. Wanita 25th mengeluh lemas dan mudah lelah. Ax? Pmrx fx? Pmrx penunjang? Dx?
Tx? KIE?
12. Laki2 42th mengeluh demam dan nyeri kepala. Ax? Pmrx fx? Pmrx neuro? Pmrx
penunjang yg dbutuhkan? Dx? Tx? KIE?