Anda di halaman 1dari 8

makalah tentang kubikel 20 kv

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Dalam perkembangannya, kebutuhan energi listrik semakin meningkat, sedangkan


masyarakat sebagai konsumen energi listrik juga bertambah jumlahnya dan menuntut mutu
serta kualitas pelayanan energi listrik yang lebih baik secara kontinyu. Pada konsumen
besar sering ditemukan suatu perangkat instalasi listrik yang sering disebut kubikel/
perangkat hubung bagi. Fungsinya adalah sebagai pembagi beban serta pengukuran
Kubikel didalamnya mempunyai berbagai alat seperti PMT, PT, CT, Relay, dll. Untuk itu
perlu dilakukan pemeliharaan khusus agar tetap sesuai dengan standart kinerjanya.
B. Permasalahan

Dalam laporan kerja praktek ini membahas tentang kubikel pada jaringan tegangan
20 kV, yang meliputi tentang pengertian fungsi dan peralatan yang berada di dalam
kubikel 20 kV.

C. Maksud dan Tujuan

a.

Mengetahui dan memahami peralatan listrik, terutama pada kubikel 20 kV.

b.

Meningkatkan pengetahuan dan mempelajari sistem kerja kubikel.

BAB II
ISI
1. Pengertian Kubikel 20 kV
Kubikel 20 kV adalah seperangkat peralatan listrik yang dipasang pada
gardu distribusi yang mempunyai fungsi sebagai pembagi, pemutus,
penghubung, pengontrol, dan proteksi sistem penyaluran tenaga listrik
tegangan 20 kV. Kubikel biasa terpasang pada gardu distribusi atau gardu
hubung.
2. Fungsi Kubikel 20 kv
a.
b.

Mengendalikan sirkuit yang dilakukan oleh saklar utama


Melindungi sirkuit yang dilakukan oleh fase/pelebur

c.

Membagi sirkuit dilakuan oleh pembagian jurusan/kelompok (busbar)

3. Jenis Kubikel
Berdasarkan fungsi/penempatannya, kubikel 20 kV di Gardu Induk antara lain :
Kubikel Incoming : berfungsi sebagai penghubung dari sisi sekunder trafo daya ke busbar 20 kV
Kubikel Outgoing : sebagai penghubung / penyalur dari busbar ke beban
Kubikel Pemakaian sendiri (Trafo PS) : sebagai penghubung dari busbar ke beban pemakaian
sendiri GI
d. Kubikel Kopel (bus kopling) : sebagai penghubung antara rel 1 dan rel 2
e. Kubikel PT / LA : sebagai sarana pengukuran dan proteksi pengaman terhadap surja.
f. Kubikel Bus Riser / Bus Tie (Interface) : sebagai penghubung antar sel.
a.
b.
c.

4. Bagian Bagian dari Konstruksi Kubikel


a. Kompartemen
b. Rel / Busbar
c.

Kotak Pemutus

d. Pemisah Hubung Tanah


e.

Terminal Penghubung

f.

Fuse Holder

g. Mekanik Kubikel
h. Lampu Indikator
i.

Pemanas (Heater)

j.

Handle Kubikel (Tuas Operasi)

Penjelasan :

a. Kompartemen
Merupakan rumah dari terminal penghubung, LBS, PMT, PMS, Fuse, Trafo ukur, (CT, PT)
peralatan mekanis dan instalasi tegangan rendah, sehingga tidak membahayakan operator
terhadap adanya sentuhan langsung ke bagian - bagian yang bertegangan Berupa lemari /
kotak terbuat pelat baja, terbagi menjadi 2 (dua) bagian, bagian atas untuk busbar dan
bagian bawah untuk penyambungan dengan terminasi kabel Komponen bagian bawah,
pada bagian depan berupa pintu yang dapat dibuka tetapi bisa dilakukan apabila tegangan
sudah dibebaskan dan terminasi kabel sudah ditanahkan
1. Kompartemen busbar
2. Kompartemen tegangan rendah
3. Pemutus beban dan saklar pentanahan
4. Kompartemen mekanik operasi
5. Kompartemen kabel
b. Rel / Busbar 20 kV Isolator Tonggak
Sebagai rel penghubung antara kubikel yang satu dengan lainnya, posisi rel umumnya
terletak pada bagian atas kubikel, pada kubikel type RMU (Ring Main Unit) rel 20
kVterdapat dalam tabung SF 6 vacum bentuk rel ada yang bulat ada yang pipih. Busbar
harus dari bahan tembaga atau aluminium. Busbar aluinium harus dilapisi timah pada titik
sambungan busbar. Busbar dapat dilapis karet silikon atau bahan EPDM (heat shrink
insulation material) untuk memenuhi ketahanan tingkat isolasinya. Bahan pelapis tersebut
yang dipakai tidak bisa terbakar dan bila dari bahan yang dapat terbakar tetapi api dapat
cepat mati dengan sendirinya (selfextinguishing). Isolator tonggak dapat dibuat dari bahan
porselin atau isolasi lain yang tidak mudah terbakar. Isolator porselin berdasarkan
rekomendasi IEC 168.
Jarak rambat tidak boleh kurang dari 320 mm. Isolator sintetis harus bebas dari cacat
permukaan seperti rongga-rongga (fold blow holes) dan sebagainya, yang dapat
mengganggu operasi isolator selanjutnya ( sesuai rekomendasi IEC 660 ).
c.

Kontak Pemutus
Sebagai pemutus / penghubung aliran listrik kontak pemutus terdiri dari dua bagian yaitu
kontak gerak (moving contact) dan kontak tetap (fixed contact) sebagai peredam busur api
pada kubikel jenis LBS atau PMT digunakan media minyak, gas SF6, vacum atau dengan
hembusan udara, selain itu memperkecil terjadinya busur api dilakukan dengan pembukaan
dan penutupan kontak pemutus secara cepat secara mekanis.

d. Sirkuit Pembumian
Semua bagian logam PHB yang bukan merupakan bagian sirkuit utama atau sirkuit bantu
dan yang dapat bermuatan sehingga membahayakan harus dihubungkan ke penghantar
pembumian .
Penghantar tersebut terbuat dari tembaga dan mampu mengalirkan arus sebesar 12,5 kA
selama 1 detik tanpa menjadi rusak. Kepadatan arus di sirkuit pembumian tidak boleh
melampaui 200 A/mm2 dengan luas penampang penghantar tidak kurang dari 30 mm2
Pada setiap ujung penghantar disambung dengan instalasi sistem pembumian pembumian
melalui baut berukuran M12. Penghantar pembumian ditempatkan sedemikian sehingga
tidak merintangi tangan untuk mencapai terminal kabel. Selungkup kompartemen
sekurang-kurangnya harus terselubung di satu titik dengan penghantar bumi. Kontinuitas
pembumian antara badan kompartemen dan sekat atau tutup diyakinkan melalui
pemasangan baut dan mur atau cara lain yang dapat diandalkan. Kontinuitas pembumian
antara bagian bergerak yang berengsel dengan luas penampang tidak kurang dari 30 mm2
suatu penguat ditambahkan pada pita tersebut untuk melindungi anyaman pita terhadap
tegangan mekanis yang tidak semestinya. Bagian sakelar pembumian harus terhubung ke
penghantar utama pembumian melalui penghantar tembaga yang kaku dan fleksibel dengan
luas penampangnya tidak kurang dari 30 mm2 . Setiap kubikel yang dilengkapi sakelar
pembumian harus dipasang terminal tembaga untuk pembumian yang dihubungkan ke
penghantar pembumian dengan penjepit pembumian sementara.
e.

Pemisah Hubung Tanah (Pemisah Tanah)


Untuk mengamankan kubikel pada saat tidak bertegangan dengan menghubungkan
terminal kabel ketanah (grounding), sehingga bila ada personil yang bekerja pada kubikel
tersebut terhindar terhadap adanya kesalahan operasi yang menyebabkan kabel terisi
tegangan. PMS tanah ini biasanya mempunyai sistem interlock dengan pintu kubikel dan
mekanik LBS pintu tidak bisa dibuka jika PMS tanah belum masuk, LBS tidak bisa masuk
sebelum PMS tanah dibuka.
Posisi buka atau tutup ke tiga pisau sakelar pembumian harus dapat diperiksa melalui
lubang pengamatan terdapat pada PHB. Sebagai alternatif pisau-pisau sakelar pembumian
dapat dipasang indikator untuk menentukan posisi buka atau tutup.I ndikator tersebut harus
sesuai dengan posisi sebenarnya dari pisau-pisau sakelar pembumian tersebut. Sakelar
pembumian dan penghubung singkat harus mempunyai kapasitas penyambungan 31,5 kA
(puncak), nilai ini dapat dikurangi sehingga 2,5 kA jika rangkaian diamankan dengan
pengaman beban jenis HRC. Sakelar pembumian umumnya memeiliki kapasitas
penyambungan 5,8 kA. Sakelar pembumian harus dioperasikan manual secara terpisah.

f.

a.
b.
c.
d.

Terminal Penghubung
Untuk menghubungkan bagian-bagian kubikel yang bertegangan satu dengan yang lainnya,
ada beberapa terminal antara lain :
Terminal busbar, tempat dudukan busbarT
Terminal kabel, tempat menghubungkan kabel incoming dan out going
Terminal PT, tempat menyambung transformator tegangan untuk pengukuran
Terminal CT, tempat menyambungkan transformator arus untuk pengukuran

g. Fuse Holder
Untuk menempatkan fuse pengaman trafo pada kubikel PB atau kubikel PT
h. Mekanik Kubikel
Berfungsi untuk menggerakkan dan merubah posisi membuka / menutup kontak LBS PMT
dan PMS maupun pemisah hubung tanah dibuat sedemikian rupa, sehingga pada waktu
membuka dan menutup kontak pemutus berlangsung dengan cepat
i.

Lampu Indikator
Untuk menandai adanya tegangan (20 kV) pada sisi kabel, baik berasal dari sisi lain kabel
tersebut atau berasal dari busbar sebagai akibat alat hubung dimasukkan, lampu indikator
menyala dikarenakan adanya arus kapasitip yang dihasilkan oleh kapasitor pembagi
tegangan. Kubikel jenis PMT lampu indikator digunakan nuntuk menandai posisi alathubungnya dengan 2 ( dua ) warna yang berbeda untuk posisi masuk atau keluar. Sumber
listrik untuk lampu indikator berasal daris sumber arus searah ( DC ) yang dihubungkan
dengan kontak bantu yang bekerja serempak dengan kerja poros penggerak alat-hubung
utama.

j.
a.

Indikator Hubung Singkat Dan Indikator Gangguan Ke Bumi (jika diperlukan)


Perlengkapan ini harus dipasang pada setiap penyulang keluar dan terdiri dari :
Transformator arus jenis resin yang dipasang melingkari kabel.
Satu kotak untuk rele, batere yang dapat dimuati kembali (rechargeable) dan alat pemberi
muatan (changer) yang dipasang pada dinding di dalam gardu.
Catu daya sebesar 200 V 50 Hz.

b. Satu indikator luminious yang tahan cuaca yang dapat ditempatkan di bagian luar
bangunan pada dinding
c.

Spesifikasi indikator hubung singkat dan indikator gangguan ke bumi.


Current sensing 3 core type CT or 3 single core
Fault current threshold : 40, 80, 160 A
Resetting automatic with LV supply restoration
Accuracy : 10 %

k. Pemanas (Heater)
Untuk memanaskan ruang terminal kabel agar kelembabannya terjaga. keadaan ini
diharapkan dapat mengurangi efek corona pada terminal kubikel tersebut, besarnya
tegangan heater 220 V sumber tegangan berasal dari trafo distribusi

i.

Handle Kubikel
Untuk menggerakkan mekanik kubikel, yaitu membuka atau menutup posisi kontak
hubung : PMT, PMS, LBS, pemisah tanah (grounding) atau pengisian pegas untuk energi
membuka / menutup kontak hubung, pada satu kubikel, jumlah handle yang tersedia bisa
satu macam atau lebih

j.

Sistem Interlock (Interlock) Dan Pengunci


Sistem interlock harus dilengkapi untuk mencegah kemungkinan kesalahan atau kelainan
operasi dari peralatan dan untuk menjamin keamanan operasi. Gawai interlock harus dari
jenis mekanis dengan standar pembuatan yang paling tinggi, tak dapat diganggu gugat dan
mempunyai kekuatan mekanis lebih tinggi dari kontrol mekanisnya. Pada kubikel jenis
PMT yang dilengkapi dengan motor listrik sebagai penggerak alat hubung dan dikontrol
dengan sistem kontrol listrik arus searah, maka sistem interlockpun juga diberlakukan pada
sistem kontrol listriknya. Yaitu bila posisi komponen kubikel belum pada posisi siap
dioperasikan, maka sistem kontrol tidak dapat dioperasikan .
Macam- macam sistem interlock pada Kubikel :

Interlock pintu
Pintu Kubikel harus tidak dapat dibuka jika :
Sakelar utama (sakelar tegangan menengah) dalam keadaan tertutup
Sakelar pembumian dalam keadaan terbuka.

Pintu Kubikel harus tidak dapat ditutup jika sakelar pembumian dalam keadaan terbuka.
Interlock sakelar utama

Sakelar utama (sakelar tegangan menengah) harus tidak dapat dioperasikan jik:
Pintu Kubikel dalam keadaan terbuka.
Sakelar pembumian dalam keadaan tertutup.

Interlock sakelar pembumian


Sakelar pembumian harus tidak dapat ditutup jika sakelar utama dalam keadaan tertutup


Penguncian
Perlengkapan penguncian harus disediakan untuk :
Sakelar pembumian pada posisi terbuka atau tertutup
Sakelar utama atau pemutusan tenaga pada posisi terbuka
Pintu Kubikel
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil kerja praktek di PT PLN (Persero)APD Jateng DIY , dapat disimpulkan sebagai
berikut:
1.

Kubikel ialah suatu perlengkapan atau peralatan listrik yang berfungsi sebagai pengendali,
penghubung dan pelindung serta membagi tenaga listrik dari sumber tenaga listrik.

2.

Dalam kubikel terdapat berbagai macam peralatan listrik yang perlu dilakukan adanya
pemeliharaan agar fungsinya tetap pada keadaan standart-nya.

3.

Pemeliharaan adalah upaya untuk mempertahankan kondisi atau menjaga agar peralatan menjadi
tahan lama dan dapat berfungsi sebagaimana mestinya sehingga dapat dicegah terjadinya
gangguan yang dapat menyebabkan kerusakan.

B. SARAN
1.

Sebaiknya kerja praktek dilakukan dengan sungguh-sungguh agar semua materi yang
terdapat di lapangan dapat diserap dengan baik.

2.

Sebaiknya saat kerja praktek, mahasiswa menanyakan segala sesuatu yang tidak dimengerti
langsung kepada teknisi atau pegawai yang telah berkompeten agar mendapat jawaban yang
tepat.

DAFTAR PUSTAKA
http://cvaristonkupang.com/2013/03/19/kubikel-20-kv/
www.elektro.undip.ac.id/el.../L2F606005_MKP.pd
http://electricdot.wordpress.com/2012/07/01/kubikel-20-kv/
PENGENALAN_KUBIKEL_20_KV_DAN_KOMPONEN-KOMPONENNYA
Bonggas L. Tobing, Peralatan Tegangan Tinggi, Jakarta : Penerbit PT Gramedia Pustaka
Utama, 2003.
Groupe Schneider Electric, Training Manual 20 kV System, Jakarta : Groupe Schneider
Electric, 1999.
Groupe Schneider Electric, Design, Operation and Maintenace Electrical Substation,
Jakarta : Groupe Schneider Electric, 1999.