Anda di halaman 1dari 5

Resume Kegunaan dan Kelemahan Konfigurasi Pada Metode

Geolistrik
Konfigurasi wenner

Dalam metode elektrode arus dan elektrode potensial mempunyai jarak


yang sama yaitu C1,P1= P1,P2 = P2,C2 = a. Pada metode Wenner jarak spasi
elektroda tidak berubah-ubah karena dalam setiap pengamatan memiliki besaran
yang tetap (resistivitas mapping), sedangkan pada resistivitas sounding, jarak
spasi elektroda diperkuat secara tahap demi tahap untuk mendapatkan hasil yang
sesuai dari nilai kecil hingga besar.
Metode ini dikembangkan di Amerika. Jarak elektroda MN selalu 1/3 dari
jarak elektroda AB. Jika jarak elektroda AB diperlebar maka, jarak elektroda MN
juga harus diubah, sehingga jarak elektroda MN tetap 1/3 jarak AB.
Adapun Kelebihan dan kekurangannya yaitu :
1) Mampu mendeteksi adanya non homogenitas lapisan batuan pada
permukaan.
2) Pembacaan tegangan pada elektroda MN, lebih kecil, terutama ketika jarak
AB jauh.
Konfigurasi Schlumberger

Menurut Milsom (2003) pada konfigurasi Schlumberger secara prinsip


adalah mengubah jarak elektroda arusnya. Namun semakin jauh elektroda arus
dari elektroda potensialnya maka potensial yang akan diterima oleh elektroda arus
akan mengecil.
Pada konfigurasi Schlumberger idealnya jarak elektroda MN dibuat
sekecil-kecilnya, sehingga jarak elektroda MN secara teoritis tidak berubah. Tetapi
karena keterbatasan sensitifitas alat ukur, maka ketika jarak elektroda AB sudah
relatif besar maka jarak elektroda MN hendaknya dirubah. Perubahan jarak
elektroda MN hendaknya tidak lebih besar dari 1/5 jarak elektroda AB.
Kelebihan dan Kelemahan dalam konfigurasi Schlumberger ialah :
1. Diperlukan peralatan pengirim arus yang mempunyai tegangan listrik DC
yang sangat tinggi.
2. Dapat mendeteksi adanya non-homogenitas lapisan batuan pada
permukaan,

Parameter yang diukur :


1. Jarak antara stasiun dengan elektroda-elektroda (AB/2 dan MN/2)
2. Arus (I)
3. Beda Potensial ( V)
Parameter yang dihitung :
1. Tahanan jenis (R)
2. Faktor geometrik (K)
3. Tahanan jenis semu ( )

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pada konfigurasi Dipole-dipole, dua elektroda arus dan dua elektroda


potensial ditempatkan terpisah dengan jarak r, sedangkan spasi masing-masing
elektrode a. Pengukuran dilakukan dengan memindahkan elektrode potensial pada
suatu penampang dengan elektrode arus tetap, kemudian pemindahan elektrode
arus pada spasi r berikutnya diikuti oleh pemindahan elektrode potensial
sepanjang lintasan seterusnya hingga pengukuran elektrode arus pada titik terakhir
di lintasan itu.
Kelebihan dan Kekurangan metode Dipole-dipole ialah sebagai berikut :
1. Dapat mendeteksi batuan yang lebih dalam tanpa memperpanjang kabel.
Dalam hal ini diperlukan alat pengukur tegangan yang high impedance
dan high accuracy.
2. Kekurangan dalam konfigurasi Dipole tidak ada fasilitas untuk membuat
batuan tidak homogen menjadi seakan-akan homogen.

Faktor Geometri Dipole-Dipole

Konfigurasi Pole-Dipole

Pada konfigurasi Pole-dipole digunakan satu elektrode arus dan dua


elektrode potensial. Untuk elektrode arus C2 ditempatkan pada sekitar lokasi
penelitian dengan jarak minimum 5 kali spasi terpanjang C1-P1. Sehingga untuk
penelitian skala laboratorium yang mungkin digunakan adalah konfigurasi Dipoledipole.

Konfigurasi Mise Ala Masse

Prinsip Metode Mise a la masse Prinsip metode Misse A-La Masse yaitu
salah satu elektroda arus C1 dipasang langsung menyentuh batuan yang bersifat
konduktor atau tubuh mineral yang bersifat konduktor (pada singkapan batuan
yang mengundang mineral atau melalui lubang bor), sedangkan elektroda arus
lainnya C2 terletak diluar daerah penyelidikan atau daerah yang sudah tidak
terpengaruh adanya efek potensial yang ditimbulkan oleh konduktor. Metode Mise
Ala Mase digunakan untuk untuk memetakan urat-urat mineral logam.
Pada metode Mise Ala Mase, konfigurasi elektroda posisi C1 dan P1 mengumpul
menjadi satu yang biasanya ditempatkan pada singkapan target yang akan dipetakan. Sedang
elektroda arus C2 terletak di jauh takberhingga. Dan elektroda potensial P2 berpindah-pindah
diwilayah survei. Dengan mengamati dan mencatat besar arus listrik I yang diinjeksikan, dan
mencatat beda potensial V pada posisi elektrode potensial P2, maka dapat dipetakan didalam

peta koordinat P2. Yang akhirnya dapat dibuat peta kontur eki-potensial di wilayah survei.
Dalam hal ini dimaksudkan untuk dapat memahami konsep dari pengolahan data
pada metode mise ala mase hingga mendapatkan peta resistivitas semu. Sedangkan
tujuannya untuk mengetahui kondisi bawah permukaan dengan menggunakan peta
resistivitas semu. Metode mise ala mase merupakan salah satu metoda geolistrik yang
dapat dipergunakan untuk memetakan variasi tahanan jenis secara lateral. Metoda ini biasanya
dipakai untuk mencari endapan gravel (kerakal), endapan pasir, endapan bijih,
tubuh endapan mineral sulfida (ore body) dan penerapan lain di bidang geoteknik
arkeologi.