100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan8 halaman

Cara Setting Equalizer

Teks tersebut memberikan penjelasan tentang berbagai aspek penggunaan equalizer, mulai dari jenis equalizer, parameter yang dapat diatur, cara penggunaannya, serta hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan equalizer untuk menyetel suara speaker agar sesuai dengan keinginan.

Diunggah oleh

ihendrajaya
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan8 halaman

Cara Setting Equalizer

Teks tersebut memberikan penjelasan tentang berbagai aspek penggunaan equalizer, mulai dari jenis equalizer, parameter yang dapat diatur, cara penggunaannya, serta hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan equalizer untuk menyetel suara speaker agar sesuai dengan keinginan.

Diunggah oleh

ihendrajaya
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Cara Setting Equalizer

Equalizer adalah alat yang dapat digunakan untuk menyamakan suara speaker
mendekati sumber aslinya atau mengembalikan suara speaker seperti suara aslinya.
Banyak orang salah mengartikan fungsi equalizer, mereka menggunakannya untuk
mengangkat frekuensi-frekuensi tertentu yang sebenarnya tidak perlu diangkat, atau
bahkan mengurangi frekuensi-frekuensi tertentu yang tidak perlu dikurangi.
Mengapa demikian? Sebenarnya equalisasi sangat tergantung dari rasa seni
seseorang dan respon telinga orang yang mengoperasikan peralatan sound system.
Supaya kita dapat men-eq system dengan baik, maka sebelum kita
menggunakannya kita perlu memahami kerja eq terlebih dahulu. Parameter apa saja
yang dapat kita ubah pada equalizer? Tombol apa saja yang terdapat pada
equalizer? Dan bagaimana cara menggunakannya? Inilah pertanyaan yang akan
dilemparakan orang ketika akan menggunakan equalizer, tombol-tombol tersebut
adalah :

Gain / level, adalah tombol yang digunakan untuk menambah atau mengurangi
frekuensi yang kita inginkan.
Low pass / High pass, adalah tombol yang digunakan menghilangkan frekunsifrekuensi di bawah atau di atas frekuensi yang kita set.
Q / Bandwidth, adalah tombol yang digunakan untuk memperlebar atau
mempersempit kurva equalizer.
Frequency, mengubah frekuensi sehingga mencapai frekuensi yang kita
inginkan.
Volume gain / make up gain, adalah tombol yang digunakan untuk menambah
atau mengurangi level suara yang keluar dari equalizer.

Ada bermacam-macam jenis equalizer sesuai dengan jenis dan penggunaannya.


Berdasarkan jenisnya dapat dibagi menjadi :
1.1. Parametrik equalizer
Kurva equalizer ini dapat kita geser dan ubah bentuk kurvanya, dengan kata lain
semua parameter (ukuran) yang ada dapat kita ubah. Parameter yang dapat kita
ubah adalah:

Gain, untuk mengurangi atau menambah kurva parametrik yang kita inginkan,
besarnya diukur dalam dB.
Q, adalah besaran yang digunakan untuk memperlebar atau mempersempit
kurva parametrik sesuai dengan yang kita inginkan, besarannya pada umumnya
menggunakan skala 0,1 hingga 10.
Frekuensi, frekuensi pada equalizer parametrik dapat kita geser hingga
mencapai frekuensi yang kita inginkan.

Bentuk kurva pada parametrik equalizer ada 2 :


Shelving
Bentuk kurva ini memiliki puncak pada bagian akhir frekuensi rendah maupun
frekuensi tinggi dari spektrum frekuensi yang kemudian mendatar hingga akhir
frekuensi. Seperti hi-shelving, akan mengangkat puncak frekuensi 12 kHz, dan lowshelving akan mengangkat frekuensi 80 Hz pada umumnya. Beberapa eq
menyediakan fasilitas untuk kita dapat mengubah frekuensi pada puncak kurva.

Bell shape
Bentuk kurva pada equalisasi ini adalah seperti lonceng, pada umumnya parametrik
murni akan menggunakan bentuk equalisasi ini.
1.1.

Grafik Equalizer
Equalizer yang hanya dapat kita tambah dan kurangi pada frekuensi yang
sudah ditetapkan oleh pabrik, biasanya berdasarkan besarnya oktav. Yang umum
beredar di pasaran adalah 1/3 oktav (31 titik frekuensi) dan 2/3 oktav (15 titik
frekuensi). Grafik equalizer dapat kita bagi dalam beberapa jenis.
Constant Q, bentuk kurva (Q) grafik eq ini tetap walaupun gain hanya di ubah sedikit
ataupun banyak

Variable Q, bentuk kurva grafik eq ini tidak tetap, tergantung dari berapa bayak kita
mengangkat gain.

Bandpass filter parameter, bentuk kurva tetap dan gain tetap hanya frekuensi yang
dapat kita geser.

Perfect Q, adalah grafik eq analog tapi diproses secara digital, mirip dengan
constant Q hanya lebih akurat.

1.1. Filter
Pada umumnya orang tidak memasukkan filter sebagai jenis equalizer oleh karena
cara kerjanya yang mirip dengan crossover. Tetapi menurut saya filter dapat pula
membantu kita mengurangi frekuensi yang tidak kita inginkan, sehingga dapat pula
kita masukkan sebagai salah satu jenis equalizer.
Contoh dari eq ini adalah switcable highpass dan switcable lowpass, Highpass filter
sangat berguna untuk mengurangi suara pop pada microphone. Sedangkan lowpass
dapat membantu kerja driver suara tinggi agar tidak bekerja berlebihan sebagai
akibat frekuensi tinggi yang sebenarnya tidak terdengar, tetapi merusak.
1.2. Kegunaan dari Equalizer
Sekali lagi jangan kita salah langkah dalam menggunakan equalizer, karena itu
harus kita memahami apa saja kegunaan dari equalizer. Berikut ini adalah beberapa
manfaat dari kegunaan equalizer :
Mengurangi feedback.
Menambah frekuensi yang kita inginkan pada saat sistem bersuara kecil, dan
mengurangi frekuensi yang tidak kita inginkan pada saat kita mengangkat
volume / gain lebih keras.
Membantu respon ruangan terhadap suara, setiap ruang tidak memiliki respon
yang sama terhadap suara. Walaupun kita memasang speaker dan peralatan
yang sama dengan tempaat lain.
Side chain / dynamic equalizer.
Memperbaiki kerja speaker.
1.3. Berpikir Dua kali sebelum meng-eq system
Orang cenderung menggunakan equalizer sebagai dewa penyelamat, mereka
sangat berharap equalizer dapat menyelesaikan masalah mereka. Tidak jarang
sound engineer membeli equalizer yang harganya puluhan juta! Hanya karena
sugesti bahwa alat tersebut dapat membantu mereka menyelesaikan masalah yang
terjadi dengan sistem mereka. Saya adalah orang yang paling anti menggunakan
equalizer, sebelum masalah-masalah di bawah ini selesai terlebih dahulu :
2.1. Ruangan
Ruangan akan menjadi pembatas kita dalam meng-eq system, setiap ruang memiliki
karakteristik sendiri-sendiri. Jangan sekali-kali kita menyama ratakan setiap
ruangan, dan mengidolakan suatu bentuk setting eq. Jangan mimpi suara rendah
dapat keluar dari speaker pada ruangan yang penjangnya 4m, karena panjang
gelombang suara rendah tidak dapat beresonansi dengan baik. Atau sebaliknya kita
berharap suara rendah sub dapat terdengar dari jarak puluhan meter dengan jelas,
karena daya rambat suara rendah yang terbatas.
Permasalahan utama di dalam ruangan adalah geometri ruangan itu sendiri
(ukuran), baik jumlah jendela, luas dinding, dan di mana letak benda-benda tersebut.
Meng-eq di dalam ruangan perlu berhati-hati oleh karena pantulan dapat
mengaburkan frekuensi mana yang seharusnya kita ubah.
2.2. Letak speaker
Jangan bermimpi mendengar suara sub yang solid jika kita menaruhnya di kiri dan
kanan panggung. Suara rendah mutlak harus berasal dari satu sumber. Peletakkan
yang berpencar akan mengakibatkan efek yang disebut power alley (lorong tenaga).
Equalizer dapat menolong? Tentu saja tidak, bahkan menambah besar jarak antar

lorong tenaga tersebut


2.3. Tidak seragamnya waktu tempuh antar komponen speaker
Ini adalah ilmu yang dikembangkan sejak pertengahan tahun 1980an, hanya saja
peralatan pendukungnya pada saat itu masih sangat mahal. Saat ini dengan
kemajuan komputer dan harga komputer dan software-nya semakin murah,
membuat peralatan digital pendukung penyetelan speaker semakin murah pula,
sehingga kenyamanan orang mendengar speaker bersuara rapih semakin
bertambah.
Mengapa waktu tempuh antar komponen berbeda, ini cerita yang cukup panjang
yang akan kita bahas dilain waktu. Hanya saja jika kita meng-eq sistem yang tidak di
seragamkan waktu tempuh antar komponen speaker maupun antar speaker, ini
merupakan usaha yang sia-sia, karena sistem anda tetap berisik dan suaranya tetap
berbalap-balapan.
2.4. Kabel (jenis dan panjang kabel)
Orang bule saja tidak percaya kalau kabel dengan merek, jenis, dan panjang yang
berbeda akan menghasilkan suara yang berbeda. Saya belajar perkabelan sejak
hampir 10 tahun lalu, dan saya temukan beragam respon kabel dan beragam pula
hasilnya. Kita tidak perlu meng-eq sistem kita terlalu banyak apabila manajemen
kabel kita baik, gunakan hanya kabel yang memang sesuai untuk kebutuhannya.
2.5. Karakter alat
Setiap alat memiliki karakter suara yang berbeda-beda, jangan berharap ala-alat
murah dapat di equalizer menjadi baik. Mohon diingat bahwa semua alat sound
memiliki karakter suara yang berbeda-beda dan tidak semua produk memiliki suara
yang baik.
2.6. Banyaknya microphone yang terbuka (NOM = number of
open microphone)
Harap diingat pada saat meng-eq feedback bahwa setiap bertambahnya 1 buah
microphone akan menambah 3 dB pada gain system. Semakin banyak microphone
yang berbunyi akan semakin besar pula kemungkinan feedback!!!!!
2.7. Penyimpangan fasa (phase shifting)
Penyimpangan fasa justru terjadi sebagai akibat terlalu kita terlelu banyak meng-eq,
atau bahkan menggunakan kabel unbalance yang sangat panjang.
2.8. Jarak posisi anda mendengar dari speaker
Jarak kita mendengarkan speaker akan mempengaruhi penilaian telinga kita
terhadap apa yang akan kita eq. Ingat bahwa di udara juga terjadi hambatan.
2.9. Umur speaker
Saya pernah bersam-sama Sony dan Thomas mendemokan speaker di BATS di
hotel Shangrila di Jakarta 3 tahun yang lalu. Produk tersebut sudah terkenal dengan
suaranya yang cukup kencang tapi masih enak untuk didengar. Ternyata waktu kami
pasang suaranya agak kasar dan Sony pun heran . biasanya suara suaranya
tidak begini nih!. Kejadian yang sama terulang ketika saya memasang speaker
dengan merek yang sama untuk OB Van radio Dahlia, ketika kami coba suara yang
sama kembali terdengar, kami mencoba meng-eq-nya dengan susah payah. Saya
baru teringat bahwa speaker tersebut baru saja kita keluarkan dari dalam dusnya,

he, he, he, speaker ada indreyen-nya juga ya. Tidak mungkin keluar dari dus
kita harapkan suaranya jadi bagus. Masalah ini kita bahas lain waktu.
2.10. Suhu dan kelembaban
Jangan berharap kita dapat meng-eq di ruangan yang tidak konstan suhu dan
kelembabannya. Mengapa? Pada suhu rendah suara tinggi dan rendah akan
terdengar lebih kuat dibandingkan dengan pada suhu tinggi, ini disebabkan pada
suhu tinggi kelembaban akan bertambah. Bertambahnya kelembaban akan
menambah pula hambatan bagi suara di udara.
Jangan sekali-kali meng-eq dalam kondisi suhu ruangan yang panas atau ac belum
dinyalakan. Karena pada saat ac dinyalakan suhu udara akan turun dan suara tinggi
akan kembali terdengar dengan jelas.
2.11. Respon telinga operator sendiri
Banyak operator memiliki selera sendiri, bahkan tidak sedikit operator bahkan
pemain musik digereja menyetel eq 1/3 oktaf mereka seperti disco smile. Kedua
ujung frekuensi eq diangkat dan semakin menurun pada bagian tengahnya. Jika
operator sound memilih menyetel dengan seleranya sendiri, sebaiknya operator
tersebut belajar mendengar suara standard yang baik.
Interaksi antara ruangan dan suara dari speaker adalah kasus yang sukar
diselesaikan. Jalan keluarnya adalah hanya dengan memposisikan kembali speaker
ketempat yang seharusnya.
4. Kesimpulan
Agar dalam meng-eq system, dapat memperoleh hasil yang baik dan maksimal,
maka kita harus mampu menemukan masalah dalam sistem kita yang belum
seimbang / harus di-eq. Memang eq dapat membantu mengurangi beberapa titik
feedback dan sedikit membantu respon speaker terhadap ruangan.
Setting EQ voice instruments music

Kick Drum : 60-80 Hz Bottom depth; 2.5kHz Slap attack


Snare Drum : 240 Hz Fatness; 2-3kHz Crispness
Hi-Hat Cymbal : 200 Hz Clank; 2-4kHz Stick hit metal ; 6-8kHz Harshness;
above 8 kHz Shimmer

Rack Toms : 240 Hz Fullness; 2-4kHz Attack; 8kHz Overtones


Floor Tom : 120 Hz Fullness; 2-4kHz Attack; 8kHz Overtones
Bass Guitar : 60-80 Hz Bottom; 700-1kHz Attack or Pluck; 2.5 kHz String Noise
or Pop
Acoustic Guitar : 80-120 Hz Bottom; 240Hz Body; 2.5-5kHz Clarity;
Electric Guitar : 100-250Hz Body; 2.5-3KHz Clarity; 6-8kHz Presence.
Electric Organ : 80-120 Hz Bottom; 240Hz Body; 2.5kHz Clarity
Piano : Bottom at 80-120Hz; Clarity at 2.5-5kHz; "Honky Tonk" sound with high
"Q" at 2.5kHz
Horns : Fullness at 120-240Hz; Shrill at 5-8kHz
Strings : Fullness at 240Hz; Scratchiness at 7-10kHz
Conga/Bongo : Resonance at 200-260Hz; Presence/Slap at 2-4kHz
Vocal : Fullness at 120Hz; Boominess at 200-280Hz; Presence at 5kHz;
Sibilance at 6-7kHz

Common questions

Didukung oleh AI

Penggunaan equalizer memerlukan pemahaman yang baik tentang lingkungan akustik dan peralatan lain karena interaksi antara ruangan, respon speaker, dan karakteristik alat sangat mempengaruhi hasil suara. Misalnya, setiap ruangan memiliki karakteristik akustik yang unik yang bisa menyebabkan pantulan serta absorbsi suara yang berbeda, sehingga mempengaruhi frekuensi mana yang perlu diubah . Selain itu, penempatan speaker yang tidak tepat bisa menyebabkan fenomena power alley yang tidak dapat dikoreksi hanya dengan equalizer . Pemahaman terhadap kabel, kondisi suhu, dan kelembaban juga penting, karena semua ini mempengaruhi transmisi dan kualitas suara . Oleh karena itu, equalizer sebaiknya digunakan setelah masalah-masalah dasar ini teratasi untuk menghindari usaha yang sia-sia .

Equalizer tidak dapat menyelesaikan masalah penempatan speaker karena equalizer hanya mempengaruhi frekuensi suara yang diproduksi, sedangkan masalah penempatan terkait dengan distribusi dan interaksi suara dalam ruang fisik. Misalnya, fenomena power alley yang disebabkan penempatan speaker sub secara berpencar akan menyebabkan pola distribusi suara yang tidak rata dan tidak dapat diatasi hanya dengan mengubah level frekuensi dengan equalizer . Penempatan yang salah juga bisa menyebabkan interferensi destruktif yang tidak dapat secara efektif ditangani dengan ekualisasi karena ini terkait dengan fisika suara dalam ruang . Untuk mengatasi masalah penempatan, perlu dilakukan pengaturan ulang posisi speaker sehingga dapat meminimalkan dampak negatif dari pengaruh ruang .

Kehati-hatian diperlukan dalam melakukan equalization di ruangan yang berbeda karena setiap ruangan memiliki karakteristik akustik yang unik, seperti bentuk, ukuran, dan bahan penyusun ruangan, yang memengaruhi pantulan dan absorpsi suara. Ruangan dengan dimensi fisik yang berbeda dapat menyebabkan frekuensi tertentu lebih menonjol atau teredam . Untuk mengantisipasi hal ini, perlu dilakukan evaluasi akustik ruangan sebelum equalization, menggunakan alat seperti analyzer untuk mendapatkan gambaran frekuensi ruangan. Equalizer dapat digunakan untuk menyesuaikan frekuensi agar sesuai dengan karakteristik akustik ruangan, tetapi solusi jangka panjang biasanya melibatkan penataan ulang speaker dan penanganan akustik ruangan yang lebih baik .

Penambahan jumlah microphone pada sistem suara meningkatkan kemungkinan terjadinya feedback karena setiap tambahan satu microphone dalam sistem menyebabkan kenaikan 3 dB pada gain. Ini berarti bahwa semakin banyak microphone yang terbuka dan aktif, sirkuit audio lebih mungkin untuk menangkap dan memperkuat sinyal dari suara yang sudah ada, mengakibatkan umpan balik atau feedback . Oleh karena itu, pengaturan jumlah dan posisi microphone yang baik adalah penting untuk mengelola gain dan mengurangi risiko umpan balik yang tidak diinginkan .

Bandwidth (Q) dalam pengaturan parametrik equalizer menentukan lebar frekuensi yang terpengaruh saat melakukan adjustment. Q yang lebih tinggi berarti bandwidth yang lebih sempit, artinya hanya sejumlah kecil frekuensi di sekitar frekuensi target yang akan terpengaruh, memungkinkan penyesuaian yang lebih spesifik dan tepat . Sebaliknya, Q yang lebih rendah menghasilkan bandwidth yang lebih lebar, mempengaruhi lebih banyak frekuensi dan menciptakan penyesuaian yang lebih umum. Ini dapat digunakan untuk membuat perubahan lebih halus atau menyeluruh pada suara yang dihasilkan . Dengan mengatur Q, pengguna dapat mengontrol seberapa tajam atau lembut perubahan suara yang diinginkan dalam proses equalization .

Perubahan suhu dan kelembaban mempengaruhi hasil penyesuaian equalizer karena kondisi ini mengubah hambatan udara terhadap suara. Pada suhu rendah, suara tinggi dan rendah cenderung lebih jelas dibandingkan saat suhu tinggi, dimana kelembaban juga bertambah, meningkatkan hambatan udara yang dapat meredam suara . Hal ini menyebabkan equalizer yang diatur pada kondisi suhu dan kelembaban tertentu mungkin tidak bekerja dengan baik jika kondisi tersebut berubah, sehingga menyulitkan untuk mendapatkan hasil suara yang konsisten .

Tidak seragamnya waktu tempuh antar komponen speaker dapat membuat pengaturan equalizer menjadi tidak efektif karena sistem tetap akan menghasilkan suara yang "berisik" dan "berbalap-balapan". Ini terjadi karena setiap komponen bisa mengeluarkan suara pada waktu yang sedikit berbeda, mengakibatkan ketidakseragaman suara yang dihasilkan . Meski equalizer dapat membantu menyamakan beberapa aspek frekuensi, masalah utama terletak pada timing yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan pengaturan frekuensi . Oleh karena itu, sebelum menggunakan equalizer, penting memastikan waktu tempuh antar komponen telah seragam, seringkali dengan alat digital yang sekarang lebih terjangkau .

Perbedaan utama antara parametrik dan grafik equalizer terletak pada fleksibilitas dan kontrol. Parametrik equalizer memungkinkan pengguna untuk mengubah frekuensi, gain, dan bandwidth (Q) secara lebih bebas, memungkinkan pengaturan suara yang lebih presisi . Pada parametrik equalizer, pengguna dapat memilih frekuensi spesifik dan mengubah bentuk kurva sesuai kebutuhan, seperti menggunakan bentuk shelving atau bell shape . Sebaliknya, grafik equalizer memiliki frekuensi yang telah ditetapkan dan pengguna hanya dapat menambah atau mengurangi gain pada frekuensi tersebut. Grafik equalizer biasanya berdasarkan oktav, seperti 1/3 oktav yang memiliki 31 titik frekuensi .

Equalizer sering dianggap sebagai "dewa penyelamat" dalam sistem audio karena banyak pengguna meyakini bahwa perangkat ini dapat memperbaiki berbagai masalah suara hanya dengan menyesuaikan frekuensi. Namun, ini adalah pemahaman yang keliru, karena equalizer tidak dapat mengatasi isu-isu mendasar seperti akustik ruangan, penempatan speaker, dan kualitas komponen audio . Equalizer dapat membantu menyeimbangkan suara dan mengurangi titik feedback, tetapi tidak dapat menggantikan penyelesaian masalah teknis lain yang lebih fundamental di dalam sistem audio, seperti mengatasi geometri ruangan yang buruk atau kesalahan dalam penempatan speaker . Untuk hasil optimal, equalizer harus digunakan setelah masalah dasar tersebut diselesaikan .

Highpass dan lowpass filter berfungsi untuk membatasi rentang frekuensi yang masuk atau keluar dari sistem audio. Highpass filter menghilangkan frekuensi rendah, menjaga frekuensi tinggi agar tetap terdengar, dan biasanya digunakan untuk mengurangi suara pop yang tidak diinginkan pada mikrofon . Sebaliknya, lowpass filter menghilangkan frekuensi tinggi, melindungi driver suara tinggi dari kerusakan akibat frekuensi tinggi yang sebenarnya tidak terdengar . Kedua filter ini sering dianggap mirip dengan crossover namun mereka bekerja dengan mengurangi frekuensi tertentu agar sesuai dengan kebutuhan suara yang diinginkan .

Anda mungkin juga menyukai