Cara Setting Equalizer
Cara Setting Equalizer
Penggunaan equalizer memerlukan pemahaman yang baik tentang lingkungan akustik dan peralatan lain karena interaksi antara ruangan, respon speaker, dan karakteristik alat sangat mempengaruhi hasil suara. Misalnya, setiap ruangan memiliki karakteristik akustik yang unik yang bisa menyebabkan pantulan serta absorbsi suara yang berbeda, sehingga mempengaruhi frekuensi mana yang perlu diubah . Selain itu, penempatan speaker yang tidak tepat bisa menyebabkan fenomena power alley yang tidak dapat dikoreksi hanya dengan equalizer . Pemahaman terhadap kabel, kondisi suhu, dan kelembaban juga penting, karena semua ini mempengaruhi transmisi dan kualitas suara . Oleh karena itu, equalizer sebaiknya digunakan setelah masalah-masalah dasar ini teratasi untuk menghindari usaha yang sia-sia .
Equalizer tidak dapat menyelesaikan masalah penempatan speaker karena equalizer hanya mempengaruhi frekuensi suara yang diproduksi, sedangkan masalah penempatan terkait dengan distribusi dan interaksi suara dalam ruang fisik. Misalnya, fenomena power alley yang disebabkan penempatan speaker sub secara berpencar akan menyebabkan pola distribusi suara yang tidak rata dan tidak dapat diatasi hanya dengan mengubah level frekuensi dengan equalizer . Penempatan yang salah juga bisa menyebabkan interferensi destruktif yang tidak dapat secara efektif ditangani dengan ekualisasi karena ini terkait dengan fisika suara dalam ruang . Untuk mengatasi masalah penempatan, perlu dilakukan pengaturan ulang posisi speaker sehingga dapat meminimalkan dampak negatif dari pengaruh ruang .
Kehati-hatian diperlukan dalam melakukan equalization di ruangan yang berbeda karena setiap ruangan memiliki karakteristik akustik yang unik, seperti bentuk, ukuran, dan bahan penyusun ruangan, yang memengaruhi pantulan dan absorpsi suara. Ruangan dengan dimensi fisik yang berbeda dapat menyebabkan frekuensi tertentu lebih menonjol atau teredam . Untuk mengantisipasi hal ini, perlu dilakukan evaluasi akustik ruangan sebelum equalization, menggunakan alat seperti analyzer untuk mendapatkan gambaran frekuensi ruangan. Equalizer dapat digunakan untuk menyesuaikan frekuensi agar sesuai dengan karakteristik akustik ruangan, tetapi solusi jangka panjang biasanya melibatkan penataan ulang speaker dan penanganan akustik ruangan yang lebih baik .
Penambahan jumlah microphone pada sistem suara meningkatkan kemungkinan terjadinya feedback karena setiap tambahan satu microphone dalam sistem menyebabkan kenaikan 3 dB pada gain. Ini berarti bahwa semakin banyak microphone yang terbuka dan aktif, sirkuit audio lebih mungkin untuk menangkap dan memperkuat sinyal dari suara yang sudah ada, mengakibatkan umpan balik atau feedback . Oleh karena itu, pengaturan jumlah dan posisi microphone yang baik adalah penting untuk mengelola gain dan mengurangi risiko umpan balik yang tidak diinginkan .
Bandwidth (Q) dalam pengaturan parametrik equalizer menentukan lebar frekuensi yang terpengaruh saat melakukan adjustment. Q yang lebih tinggi berarti bandwidth yang lebih sempit, artinya hanya sejumlah kecil frekuensi di sekitar frekuensi target yang akan terpengaruh, memungkinkan penyesuaian yang lebih spesifik dan tepat . Sebaliknya, Q yang lebih rendah menghasilkan bandwidth yang lebih lebar, mempengaruhi lebih banyak frekuensi dan menciptakan penyesuaian yang lebih umum. Ini dapat digunakan untuk membuat perubahan lebih halus atau menyeluruh pada suara yang dihasilkan . Dengan mengatur Q, pengguna dapat mengontrol seberapa tajam atau lembut perubahan suara yang diinginkan dalam proses equalization .
Perubahan suhu dan kelembaban mempengaruhi hasil penyesuaian equalizer karena kondisi ini mengubah hambatan udara terhadap suara. Pada suhu rendah, suara tinggi dan rendah cenderung lebih jelas dibandingkan saat suhu tinggi, dimana kelembaban juga bertambah, meningkatkan hambatan udara yang dapat meredam suara . Hal ini menyebabkan equalizer yang diatur pada kondisi suhu dan kelembaban tertentu mungkin tidak bekerja dengan baik jika kondisi tersebut berubah, sehingga menyulitkan untuk mendapatkan hasil suara yang konsisten .
Tidak seragamnya waktu tempuh antar komponen speaker dapat membuat pengaturan equalizer menjadi tidak efektif karena sistem tetap akan menghasilkan suara yang "berisik" dan "berbalap-balapan". Ini terjadi karena setiap komponen bisa mengeluarkan suara pada waktu yang sedikit berbeda, mengakibatkan ketidakseragaman suara yang dihasilkan . Meski equalizer dapat membantu menyamakan beberapa aspek frekuensi, masalah utama terletak pada timing yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan pengaturan frekuensi . Oleh karena itu, sebelum menggunakan equalizer, penting memastikan waktu tempuh antar komponen telah seragam, seringkali dengan alat digital yang sekarang lebih terjangkau .
Perbedaan utama antara parametrik dan grafik equalizer terletak pada fleksibilitas dan kontrol. Parametrik equalizer memungkinkan pengguna untuk mengubah frekuensi, gain, dan bandwidth (Q) secara lebih bebas, memungkinkan pengaturan suara yang lebih presisi . Pada parametrik equalizer, pengguna dapat memilih frekuensi spesifik dan mengubah bentuk kurva sesuai kebutuhan, seperti menggunakan bentuk shelving atau bell shape . Sebaliknya, grafik equalizer memiliki frekuensi yang telah ditetapkan dan pengguna hanya dapat menambah atau mengurangi gain pada frekuensi tersebut. Grafik equalizer biasanya berdasarkan oktav, seperti 1/3 oktav yang memiliki 31 titik frekuensi .
Equalizer sering dianggap sebagai "dewa penyelamat" dalam sistem audio karena banyak pengguna meyakini bahwa perangkat ini dapat memperbaiki berbagai masalah suara hanya dengan menyesuaikan frekuensi. Namun, ini adalah pemahaman yang keliru, karena equalizer tidak dapat mengatasi isu-isu mendasar seperti akustik ruangan, penempatan speaker, dan kualitas komponen audio . Equalizer dapat membantu menyeimbangkan suara dan mengurangi titik feedback, tetapi tidak dapat menggantikan penyelesaian masalah teknis lain yang lebih fundamental di dalam sistem audio, seperti mengatasi geometri ruangan yang buruk atau kesalahan dalam penempatan speaker . Untuk hasil optimal, equalizer harus digunakan setelah masalah dasar tersebut diselesaikan .
Highpass dan lowpass filter berfungsi untuk membatasi rentang frekuensi yang masuk atau keluar dari sistem audio. Highpass filter menghilangkan frekuensi rendah, menjaga frekuensi tinggi agar tetap terdengar, dan biasanya digunakan untuk mengurangi suara pop yang tidak diinginkan pada mikrofon . Sebaliknya, lowpass filter menghilangkan frekuensi tinggi, melindungi driver suara tinggi dari kerusakan akibat frekuensi tinggi yang sebenarnya tidak terdengar . Kedua filter ini sering dianggap mirip dengan crossover namun mereka bekerja dengan mengurangi frekuensi tertentu agar sesuai dengan kebutuhan suara yang diinginkan .