Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pertanian dalam arti modern tidak hanya berkutat pada kegiatan usahatani saja
tetapi juga dalam kegiatan pengelolaan penyediaan atau pengadaan sarana produksi,
penanganan pasca panen, pengolahan, serta pemasaran. Dalam melakukan kegiatankegiatan tersebut suatu perusahaan harus memiliki manajer yang dapat me-manage
pembiayaan pertanian dan membuat keputusan secara bijak terutama dalam membuat
keputusan keuangan agar dapat mencapai tujuan perusahaan.
Manajemen keuangan meliputi semua aktivitas perusahaan yang bersangkutan
dengan usaha untuk mendapatkan dana yang dibutuhkan oleh perusahaan beserta usaha
untuk menggunakan dana dengan cara yang paling efisien. Manajemen keuangan dalam
hal ini sama dengan manajemen perusahaan karena dalam proses pengelolaan suatu
perusahaan di bagian apapun, selalu ada penerimaan dan pengeluaran uang sehingga ahli
keuangan selalu terlibat di dalamnya (Nelson, 1957).
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Manajemen Keuangan Agribisnis ?
2. Aapa saja aktivitas Manajemen Keuangan Agribisnis ?
3. Apa fungsi Manajemen Keuangan Agribisnis ?
4. Apa saja tujuan Manajemen Keuangan Agribisnis ?
5. Apa saja prinsip Manajemen Keuangan Agribisnis ?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian Manajemen Keuangan Agribisnis
2. Untuk mengetahui aktivitas Manajemen Keuangan Agribisnis
3. Untuk mengetahui fungsi Manajemen Keuangan Agribisnis
4. Untuk mengetahui tujuan Manajemen Keuangan Agribinsis
5. Untuk mengetahui prinsip Manajemen Keuangan Agribisnis

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Manajemen Keuangan Agribisnis
1

Pengertian manajemen keuangan agribisnis dapat dilihat secara makro dan mikro. Jika
dilihat secara makro, manajemen keuangan pertanian adalah suatu kegiatan mengelola
penyediaan, pemakaian, dan pengontrolan keuangan di sektor pertanian. Sedangkan dilihat
secara mikro, manajemen keuangan pertanian adalah cara-cara untuk mengatur atau
mengelola, penyediaan modal, pemakaian modal, dan pengontrolan modal tersebut di dalam
suatu perusahaan agribisnis.
Nilai perusahaan dimaksudkan sebagai harga yang bersedia dibayar oleh investor saat ini
jika seandainya perusahaan dijual. Disamping itu juga memperhatikan tanggung jawab sosial
kepada

masyarakat,

memberikan

sumbangan

berarti

kepada

lingkungan

sosial,

memperhatikan hukum, dan perundang-undangan serta aspek sosial lain antisipatif terhadap
lingkungan. Dengan demikian manajemen keuangan adalah untuk mengelola perusahaan
agar dapat memenuhi harapan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan (stake
holder).
2.2 Aktivitas Manajemen Keuangan Agribisnis
Manajemen keuangan merupakan kegiatan mengelola dana untuk di manfaatkan sesuai
kebutuhan seara efektif dan efisien meliputi hal-hal sebagai berikut:
a. Sumber dana
Manajemen keuangan harus dapat memilih sumber dana yang akan di gunakan dalam
perusahaan, yang berasal dari laba, tambahan modal, tambahan hutang,
b. Penggunaan dana
Dana dalam perusahaan dapat digunakan untuk penanaman modal jangka pendek dan
penanaman modal jangka panjang.
c. Pengawasan pengguanan dana
Dana yang digunakan harus di awasi penggunaannya agar sesuai dengan rencana dan
tujuan yang telFFah di tetapkan.
2.3 Fungsi Manajemen Keuangan Agribisnis
Manajemen keuangan merupakan manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan. Manajemen
keuangan berkepentingan dengan penentuan jumlah aktiva dan memilih sumber dana untuk
membelanjai aktiva tersebut. Fungsi manajemen keuangan meliputi :
1. Perencanaan dan Pengendalian
Perencanaan keuangan adalah suatu rancangan yang akan dilaksanakan untuk mengatur
kondisi keuangan, seperti besar penghasilan, besar pengeluaran, investasi, tabungan,
pembayaran asuransi dan pajak.
Pembuatan perencanaan keuangan perlu memperhatikan hal-hal berikut ini.
a. Sesuai kemampuan (realistis)
2

Perencanaan harus didasarkan pada kemampuan dan pengalaman yang dimiliki.


Dengan demikian,sasaran yang ditetapkan tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlalu
rendah.
b. Dirumuskan dengan jelas
Sasaran perlu dirumuskan dengan jelas sehingga pelaksanaan dan pengendaliannya
akan menjadi lebih mudah.
c. Dapat diukur hasilnya
Sasaran yang ditetapkan

akan

menjadi

acuan

tindakan

pelaksanaan

dan

pengendaliannya dari waktu ke waktu . oleh karna itu, ukurannya dibuat secara
kuantitatif.
2. Keputusan Investasi dan Pembiayaannya
Keputusan investasi dan pembiayaannya meliputi :
a. Penganggaran keuangan, yaitu tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan
membuat penerimaan dan pengeluaran secara detail.
b. Pencarian sumber dana , yaitu mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada
untuk kegiatan operasional perusahaan , baik kualitas maupun kuantitas sesuai dengan
perencanaan.
c. Penyimpanan keuangan , yaitu mengumpulkan dana perusahaan serta penyimpanan
dan pengamanan dana tersebut.

3. Pengelolaan Perusahaan yang Efektif dan Efisien


a. Pengelolaan Perusahaan yang efektif dan efisien meliputi hal-hal sebagai berikut:
Pengelolaan keuangan , yaitu menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan
dana yang ada dengan berbagai cara.
b. Pemeriksaan keuangan, yaitu meliputi audit internal atas keuangan perusahaan yang
ada agar tidak terjadi penyimpangan.
c. Pelaporan keuangan yaitu menyediakan informasi tentang kondisi keuangan
perusahaan sekaligus sebagai bahan evaluasi.
2.4 Tujuan Manajemen Keuangan Agribisnis
Ada dua tujuan utama manajemen keuangan perusahaan yaitu sebagai berikut :
1. Memaksimukan kekayaan pemilik perusahaan
,Salah satu tujuan manajemen keuangan perusahaan adalah memaksimumkan kekayaan
pemilik perusahaan atau pemegang sahamnya ( wealth of the shareholder). Sebab, Prinsip
ekonomi menyatakan bahwa penggunaan dana hanya dapat dibenarkan jika memberikan
manfaat yang lebih besar dari pengorbanannya.
3

Berikut penjelasan lebih lanjutnya.


a. Tujuan memaksimumkan kemakmuran pemegang saham dapat ditempuh dengan
memaksimalkan laba perusahaan
b. Manajemen harus mempertimbangkan kepentingan pemilik, kreditur , dan pihak lain
yang berkaitan dengan perusahaan
c. Memaksimalkan kemakmuran pemegang saham lebih menekankan pada aliran kas
dan pada laba bersih dalam pengertian akuntansi
d. Tidak mengabaikan kewajiban social, seperti lingkungan eksternal , keselamatan
kerja , dan keamanan produk.
2. Memaksimumkan Nilai Perusahaan
Memaksimalkan nilai perusahaan (Market value of firm) memperhatikan dua unsur yang
penting yaitu, nilai waktu uang dan resiko yang ditanggung oleh pemilik perusahaan.
Nilai waktu uang berarti kita mengakui bahwa nilai rupiah saat ini selalu lebih berharga
daripada nanti, semakin tinggi resiko yang ditanggung, semakin besar tingkat keuntungan
yang diisyaratkan. Memaksimalkan nilai perusahaan identik dengan memaksimalkan laba
dalam pengertian ekonomi . Setiap penggunaan dana harus dapat menghasilkan tingkat
keuntungan yang lebih besar dari biaya. Pertimbangan teknis memaksimumkan nilai
perusahaan adalah sebagai berikut :
a. Memaksimumkan nilai bermakna lebih luas dari pada memaksimumkan laba, karna
memaksimumkan nilai berarti mempertimbangkan pengaruh waktu terhadap nilai
uang .
b. Memaksimumkan nilai berarti mempertimbangkan bebrbagai resiko terhadap arus
pendapatan perusahaan.
c. Mutu dari arus dana yang diharapkan diterima di masa yang akan datang mungkin
beragam.
2.5 Prinsip Manajemen Keuangan Agribisnis
Prinsip manajemen keuangan meliputi sebagai berikut:
a. Konsistensi
Sistem dan kebijakan keuangan dari organisasi harus konsisten dari waktu ke waktu .
ini tidak berarti bahwa sistem keuangan tidak boleh disesuaikan apabila terjadi
perubahan di organisasi.
b. Akuntabilitas
Kewajiban moral atau hukum yang melekat pada individu, kelompok atau organisasi
untuk menjelaskan bagaimana dana peralatan atau wewenangan yang di berikan pihak
ketiga telah di gunakan.
c. Transparansi
4

Oganisasi harus terbuka dengan pekerjaannya menyediakn informasi berkaitan


dengan rencana dan aktivitasnya kepada para pemangku kepentingan.
d. Kelangsungan hidup
Agar keuangan terjaga, pengeluaran organisasi baik di tingkat strategis maupun
operasional harus sejalan atau disesuaikan dengan dana yang di terima.
e. Integritas
Dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya individu yang terlibat harus mmpunyai
integritas yang baik.
f. Pengelolaan (stewardship)
Organisasi harus dapat mengelola dana baik dana yang teah di peroleh dan menjamin
bahwa dana tersebt di gunakan untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan.
g. Stadar akuntansi (accounting standards)
Sistem akuntansi dan keuangan yang digunakan organisasi harus sesuai dengan
prinsip dan standar akuntansi yang berlaku secara umum.
CONTOH KASUS
Kelapasawitsebagaitanamanpenghasilminyakkelapasawit(CPOcrudepalmoil)dan
intikelapasawit(CPO)merupakansalahsatuprimadonatanamanperkebunanyangmenjadi
sumber penghasil devisa nonmigas bagi Indonesia. Seiring dengan bertambahnya luas
perkebunankelapasawit,totalproduksiminyakkelapasawitIndonesiameningkattajam,yaitu
dari1,71jutatonpadatahun1988menjadi5,38jutatonpadatahun1997. Padatahun1998,
sehubungandenganterjadinyakrisisekonomidiIndonesia,produksiminyaksawitturunmenjadi
5jutaton.Namundemikian,padatahun1999produksinyakembalimeningkatmenjadi5,66juta
ton.Nilaieksporminyaksawittertinggidicapaipadatahun1997,yaitusebesarUS$1,4milyar,
kemudianturunmenjadiUS$745jutapadatahun1998.Penurunannilaieksporiniterutama
disebabkanolehkebijakanlaranganeksporCPOdan/ataupengenaanpajakeksporCPOyang
sangattinggiuntukmemenuhikebutuhanpermintaanminyakkelapasawitdidalamnegeri.
BerkembangnyasubsektorperkebunankelapasawitdiIndonesiatidaklepasdariadanya
kebijakan pemerintah yang memberikan berbagai insentif. Terutama kemudahan dalam hal
perijinandanbantuansubsidiinvestasiuntukpembangunanperkebunanrakyatdenganpolaPIR
Bundandalamperijinanpembukaanwilayahbaruuntukarealperkebunanbesarswasta.Dengan
5

pertambahanluasarealperkebunankelapasawitini,padaawalnya(sebelumkrisisekonomi)
diharapkanproduksiminyakkelapasawitIndonesiameningkatmenjadi7,2jutatonpadatahun
2000dan10,6jutatonpadatahun2005(Casson,2000).

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Manajemen keuangan adalah tindakan yang diambil dalam rangka menjaga kondisi
keuangan suatu organisasi ataupun perusahaan, pencarian dan penyimpanan dana yang
dimiliki oleh organisasi maupun perusahaan untuk memeperoleh sumber modal yang
semurah-murahnya dan menggunakannya dengan seefektif mungkin untuk menghasilkan
laba.
3.2 Saran
Untuk itu dalam membangun sistem manajemen keuangan yang baik kita perlu untuk
mengindentifikasi prinsip-prinsip manajemen keuangan, pengambilan keputusan dan strategi
yang tepat guna mencapai tujuan perusahaan maupun organisasi.

DAFTAR PUSTAKA
6

http://www.detikinfo.com/2016/08/tujuan-fungsi-dan-peran-manajemen.html
http://manajemenagb.blogspot.co.id/2012/12/manajemen-keuangan-dalam-agribisnis.html
http://myalayers.blogspot.co.id/2015/08/tujuanperanan-dan-fungsi-keuangan-dalam.html