0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
61 tayangan7 halaman

Bab Iii

Imam Al-Ghazali merupakan tokoh penting dalam sejarah pemikiran Islam. Ia lahir pada tahun 450 H di Thus, Khurasan. Karya terbesarnya adalah Ihya Ulumuddin yang membahas ibadah, adat, hal yang membinasakan dan menyelamatkan. Kitab ini sangat berpengaruh di dunia Islam. Imam Al-Ghazali juga menghasilkan banyak karya lainnya di bidang filsafat, agama, akhlak tasawuf, dan kenegara

Diunggah oleh

Nostalgia Coffee
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
61 tayangan7 halaman

Bab Iii

Imam Al-Ghazali merupakan tokoh penting dalam sejarah pemikiran Islam. Ia lahir pada tahun 450 H di Thus, Khurasan. Karya terbesarnya adalah Ihya Ulumuddin yang membahas ibadah, adat, hal yang membinasakan dan menyelamatkan. Kitab ini sangat berpengaruh di dunia Islam. Imam Al-Ghazali juga menghasilkan banyak karya lainnya di bidang filsafat, agama, akhlak tasawuf, dan kenegara

Diunggah oleh

Nostalgia Coffee
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB III

IMAM AL-GHAZALI

A. Biografi Imam Al-Ghazali


Imam Al-Ghazali adalah Zainuddin, Hujjatul Islam Abu
Hamid, Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali Ath-Thusi AnNaysaburi, Al-Faqih Ash-Shufi, Asy-SyafiI, Al-Asyari. Imam AlGhazali lahir di kota Thus yang merupakan kota kedua di
Khurasan setelah Naysabur pada tahun 450 Hijriyah. Ibnu
Akaasir mengatakan, Imam Al-Ghazali lahir di Thus pada
tahun 450 H. masa kecilnya dimulai dengan belajar fiqih.
Kemudian

ia

pergi

ke

Naysabur

dan

selalu

mengikuti

pelajaran-pelajaran Imam Al-Haramain. Ia berusaha dengan


sungguh-sungguh sehingga dapat menamatkannya dalam
waktu singkat. Ia menjadi orang terpandang pada zamannya.
Ia duduk untuk membacakan dan membimbing murid-murid
mewakili gurunya, dan menulis buku.55
Karya Imam Al-Ghozali yang paling terkenal adalah Kitab Ihya
Ulumuddin termasuk salah satu karya monumental Hujjatul Islam,
Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad al-Ghazali. Kitab ini
mencakup beberapa bahasan dalam bidang tauhid, fiqh, hadits, tashawuf,
sosial kemasyarakatan, ilmu jiwa, pendidikan, prinsip-prinsip dalam ilmu
55 Al-Ghazali, Mutiara Ihya Ulumuddin, (Bandung: Mizan, 2008), hlm. 9.

23

ushul dan hakekat diturunkannya syariat, hikmah serta rahasianya. Secara


garis besar, Abu Hamid al-Ghazali mebagi pembahasan buku ini kepada

24

24

empat bagian, yaitu: ibadah, adat kebiasaan, hal-hal yang dapat


membinasakan dan hal-hal yang dapat menyelamatkan di mana pada setiap
bagian terdiri atas sepuluh sub bab.56
Ihya Ulumuddin merupakan salah satu karya terbesar Imam AlGhazali. Hampir di seluruh Negara yang mayoritas penduduknya muslim,
kitab ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa tersebut. Zaman dulu, saat
Imam Al-Ghazali hidup, karya tulisan dihargai atau ditimbang berdasarkan
berat karya tersebut, dan disepadankan dengan harga seberat emas.57
Ihya Ulumuddin disusun pada saat ia menjalai
kehidupan sufi. Penulisannya dimulai semenjak ia memutuskan
untuk mengasingkan diri ke Damaskus. Bahkan hingga ia
kembali mengajar ke Baghdad, kitab Ihya Ulumuddin masih
ditulis. Ihya Ulumuddin artinya menghidupkan kembali ilmuilmu agama. Ia terdiri atas empat jilid besar atau empat rubu
yakni: rubu ibadah, rubu adat kebiasaan, rubu Al-Muhlikat
(perbuatan

yang

membinasakan),

rubu

Al-Munjiyat

(perbuatan yang menyelamatkan), dan masing-masing rubu


terdiri atas sepuluh kitab. Sehingga jumlah keseluruhan kitab
Ihya Ulumuddin adalah empat puluh.58
56 Ahmad Abdurraziq al-Bakri, Ringkasan Ihya Ulumuddin Imam AlGhazali, (Jakarta: Sahara Publishers, 2015), hlm. 9.
57 Himawijaya, Menganal Al-Ghazali for Teens, (Bandung: Mizan,
2004), hlm. 25.
58 Ibid, hlm. 26.

25

Adapun karya-karyanya yang lain adalah sebagai


berikut:
B. Karya Imam Al-Ghazali
1.

Di Bidang Filsafat
a. Maqashid al-Falasifat (The tendencies of the
Philosophers: Tujuan Ilmu Filsafat). Berisi mengenai
ringkasan ilmu-ilmu filsafat, dijelaskan juga ilmu-ilmu
mantiq, fisika dan ilmu alam.
b. Tahafut al-falasifat (The distruction of the Philosophers:
Kerancuan pemikiran para filosof). Berisi pertentangan
(kontradiksi) yang ada dalam ajaran filsafat , serta
dijelaskannya juga ketidaksesuaiannya dengan akal.
c. Al-Mariful Aqliyah (Ilmu Pengetahuan yang Rasional).
Kitab ini mengungkap asal muasal ilmu-ilmu yang rasional
dan kemudianhakikat apa yang dihasilkan serta ke arah
mana tujuan pastinya.

2.

Di bidang Agama
a.

Ihya Ulumuddin (Revival of the Relegios Sceinces:

Menghidup-hidupkan Ilmu Agama).


b.

Al-munqiz min al-Dhalal ( Terlepas dari kesesatan).

c.

Minhaj ulAbidin (the Path of the Devout: Jalan

Mengabdi Tuhan).
3.

Di bidang akhlak tasawuf

26

a.

Miezan ul Amal (neraca amal).

b.

Kitab pendamping Ihya yang juga berisi akhlak dan

tasawuf.
c.

Kimiya us Daadah (kimianya kebahagiaan). Berisi

masalah etika yang dibicarakan dari sudut pandang


kepraktisannya dan hukum.
d.

Kitabul Arbaien (empat puluh prinsip agama). Berisi

tentang soal-soal yang berhubungan dengan akhlak


tasawuf.

e.

At-Tibrul Masbuk fi nashiehat el muluk(emas yang

sudah ditatah untuk menasehati para penguasa). Berisi


tata karma yang berhubungan dengan pemerintahan.
f.

Al-Mustashfa fil ushul (keterangan yang sudaah

dipilih mengenai soal pokok-pokok ilmu hukum).


g.

Mishkat ul Anwar (lampu yang bersinar

banyak). Berisi tentang kaitan akhlak dengan ilmu aqidah


dan teologi.
h.

Ayyuhal Walad (wahai anakku !). Berisi nasehat

kepada penguasa yang berhubungan dengan amal


perbuatan dan tingkah polah mereka dalam kehidupan
sehari-hari.

27

i.

Al-adab fi Dien(adab sopan keagamaan). Berisi

perilaku manusia di dalam hubungannya dengan etika


hidup manusia.
j.

Ar-Risalah al-Laduniyah (risalah tentang soal-soal

batin). Berisi hubungan akhlak dengan masalah-masalah


kerohanian termasuk didalamnya soal wahyu, kata hati
dan sebagainya.
4.

Di bidang kenegaraan
a.

Mustazh hiri.

b.

Sir ul Alamain (rahasia dua dunia yang berbeda).

c.

Suluk us Sulthanah (cara menjalankan

pemerintahan). Buku ini memberi tahu pimpinan


bagaimana seorang kepala Negara harus menjalankan
pemerintahannya demi kesejahteraan rakyatnya.
d.

Nashihat et Muluk (nasehat untuk kepala-kepala

negara).59

5.

Di bidang Fiqh dan Ushul Fiqh


a.

Asrar al-Hajj, dalam Fiqh al-SyafiI, terbit di Mesir.

b.

Al-Mustasfa fi Ilmi al-Ushul, terbit berulang kali di

Kairo.

59 Thawil Akhyar Dasoeki, Sebuah Kompilasi Filsafat Islam, (Semarang: CV


Toha Putra, 1993), hlm. 63.

28

c.

Al-Wajiz fi al-Furu.60

60 M. Bahri Ghazali, Konsep Ilmu Menurut Al-Ghazali: Suatu TinjauanPsikologik


Pedagogik, (Yogyakarta: Pedoman Ilmu Jaya,1991), hlm. 31

Anda mungkin juga menyukai