Anda di halaman 1dari 14

KRISTALOGRAFI

Hk STENO
Pernyataan bahwa sudut antara dua wajah yang sesuai pada kristal dari spesies kimia atau
mineral padat adalah konstan, dan merupakan ciri khas dari spesies;
sudut ini diukur antara garis yang ditarik tegak lurus dengan wajah masing-masing.
hukum ini, juga disebut hukum keteguhan sudut antarmuka, berlaku untuk setiap dua kristal,
terlepas dari ukuran, lokalitas kejadian, atau apakah mereka ...

KEDUDUKAN BIDANG KRISTAL DALAM SISTEM SUMBU (SALIB SUMBU)

KOEFFISIEN WEISS (KW)


Bidang kristal dinyatakan dalam satuan panjang segmen/sisi pada sistem sumbu (sumbu a-b-c-d)

INDEKS MILLER (IM)


Satuang panjang segmen/sisi pada sistem sumbu (sumbu a-b-c-d) dinyatakan sebagai pembagi (satu
per panjang segmen)

INDEKS RASIONAL
Perbandingan setiap unit perpotongan bidang kristal dgn salib sumbu harus merupakan angka-angka
rasional, yaitu bilangan bulat sederhana

STRUKTUR DALAM KRISTAL


Kristal Sistem & kristal kisi

Berdasarkan geometri. Ada 7 sistem kristal (cubic, hexagonal,rhomboidal, orthorhombic,


monoclinic, triclinic).
Kisi kristal dianggap sebagai titik imajiner yang bertindak sebagai bingkai yang menghasilkan
kristal.
Setiap titik mungkin memiliki lingkungan mirip dengan poin lain yang mengacu pada partikel.
Sistem kristal dapat dibagi lebih lanjut into14 kisi kristal (Bravias Lattices).

DEFINISI
CRYSTAL: Sebagian homogen dari bahan kristal terdiri dari pola yang teratur dari struktur unit (ion,
atom atau molekul) terikat oleh permukaan pesawat membuat sudut yang pasti dengan eache
lainnya, memberikan bentuk geometris biasa.
CRYSTAL kisi: Pola teratur poin yang menggambarkan susunan 3D partikel (ion, atom atau molekul)
dalam struktur kristal.
UNIT CELL : Parallelopiped terdiri dari titik kisi terhubung yang menghasilkan kristal ketika diulang
dalam 3D.

COORDINATION NUMBER : Jumlah atom terdekat atau ion malah dibebankan mengelilingi ion
pusat atau atom.
SATUAN SEL (UNIT CELL)
Bravais (1848) membaginya dalam 14 satuan => Satuan Sel Bravais

KRISTAL atau HABLUR adalah suatu benda padat homogen berbentuk polihedral teratur, dibatasi
oleh bidang permukaan yang licin, rata yang merupakan ekspresi bangun atau struktur dalamnya.
UNSUR SIMETRI KRISTALOGRAFI

ZONA :
satu set bidang-bidang hablur yang terletak sedemikian rupa sehingga garis-garis potongnya
saling sejajar satu sama lain.
SUMBU ZONA
suatu garis yang letaknya sejajar dengan garis potong dari bidang-bidangyang terletak dalam
satu zona

Suatu hablur dikatakan memiliki PUSAT SIMETRI (i) jika garis yang ditarik dari setiap titik di
permukaan hablur selalu melewati pusat hablur dan menghasilkan titik-titik yang
berlawanan arah dengan jarak yang sama dari pusat hablur

BIDANG SIMETRI atau CERMIN bidang imajiner atau khayal yang memisahkan dua bidang
yang mempunyai bentuk muka yang sama dalam ukuran dan bentuknya pada arah yang
berlawanan serta terletak tepat di antara kedua bidang tersebut.

SUMBU SIMETRI / SUMBU LIPAT (n) adalah garis imajiner, dimana hablur dapat berotasi
serta menunjukan berapa banyak kenampakan bidang hablur yang sama dan sebangun serta
benar-benar berimpit. Besar sudut sumbu lipat (n) = 360/n, dengan nilai n: 1, 2, 3, 4, dan 6

ISOSTRUCTURAL
ISOMORFISME
Senyawa dengan
struktur sama / identik
dimensi unit sel berbeda
properti / sifat-sifat berbeda
ISOSTRUCTURAL
UO2 (Uraninite)
4 U4+ di sekeliling Oksigen
8 O2- di sekeliling Uranium
CaF2 (Fluorite)
4 Ca2+ di sekeliling Fluor
8 F- di sekeliling Kalsium
ISOMORFISME
SENYAWA DENGAN STRUKTUR SAMA/IDENTIK
pusat atom penyusunnya menempati posisi geometri yang identik meskipun ukuran atom,
atau dimensi struktur keseluruhan berbeda.
ISO-STRUCTURAL GROUP
Sekelompok mineral terkait satu sama lain oleh struktur analog; umumnya memiliki anion umum
dan sering menampilkan substitusi ionik yang luas:
kelompok barit dari Sulfat,Kelompok kalsit dari Carbonate,Kelompok aragonit dari Carbonate
ISOMORFISME
Bentuk/struktur sama, komposisi berbeda

POLIMORFISME
Kemampuan suatu individu kristal / mineral untuk mengkristal dalam lebih dari satu bentuk /struktur
yang berbeda (sbg respons thd perubahan P, T).
bisa terbentuk karena peningkatan
tekanan ; dan menyebabkan:
peningkatan densitas (D) atau specific
gravity (G)
pengurangan volume molar
Komposisi kimia yg sama bisa mempunyai struktur berbeda, karena mempunyai Energi
Struktur Dalam/Internal (E) yg lbh besar drp yang lain. E mrp fungsi suhu dan/atau tekanan.Bila suhu
meningkat ; maka E meningkat . sebagai fungsi peningkatan frekuensi vibrasi/getaran/aktivitas atom.

MEKANISME PEMBENTUKANNYA :

RECONSTRUCTIVE POLYMORPHISM => Terjadi pemutusan ikatan atom yang ada, dan
mereorganisasi dalam kondisi yang baru, bersifat non-reversible. Umumnya berkaitan
dengan penambahan tekanan.
DISPLACIVE POLYMORPHISM => Terjadi dengan energi kecil, tanpa atau minim adanya
pemutusan ikatan atom, perubahan hanya berupa perpindahan/pergeseran posisi ion,
sedikit modifikasi pada sudut ikatan. Perubahan bersifat spontan dan reversible, umumnya
berkaitan dengan penurunan tekanan. Perpindahan/pergeseran posisi ion, dan modifikasi
pada sudut ikatan membuat sistem kristal pada P>> lebih simetri drp sistem kristal pada P<<
Pergeseran tersebut memberikan bentukan KEMBARAN/TWINNING.

ORDER-DISORDER POLYMORPHISM => Kondisi sistem kristal teratur terjadi pada


temperatur 00K (-273,150C). Penambahan temperatur, terutama medekati titik lebur akan
membuat pergeseran posisi ion menjadi tidak teratur, umum terjadi pd metal alloy.

POLYTYPISM
Suatu polimorfisme yg terbentuk karena penumpukan dua atau lebih polimorf membentuk lapisan
atau lembaran 2D/3D.
Contohnya:
SiC, ZnS, mika, silikat berlembar
dlm sfalerit (ZnS), atom S dlm
konfigurasi cubic closest packing,
sedangkan dlm polimorf wurtzite (ZnS),
atom S dlm hexagonal closest packed.
(a)Penumpukan kristal bisa ke 6 arah di sepanjang sumbu-c.
(b) Tumpukan normal, politypistm monoklin
(c) Tumpukan Polytypist ortorombik
(d) Tumpukan Polytypist trigonal

Bentuk/struktur mineral yang tetap teramati meskipun komposisi berbeda / tergantikan :

Substitusi => Perubahan berangsur thd material asal oleh material lain, yg berkaitan dgn
simultaneous replacement tanpa melibatkan reaksi kimia antara keduanya.
Contohnya:
substitusi silika thd serat kayu menjadi
petrifed wood
substitusi SiO2 terhadap Fluorite (CaF2)
Encrusting (Pengerakan) => Pengendapan kerak suatu mineral terhadap (melingkupi) kerak
mineral lain
Contohnya:
kuarsa melingkupi kristal kubus fluorite.
Pada akhirnya komposisi fluorite akan
habis terbawa oleh larutan, tetapi jejak
keraknya akan teramati pada cebakan
kuarsanya.
Alterasi => Perombakan sebagian saja komposisi awal suatu kristal/mineral: dpt berupa
penggantian sebagian komposisi awal atau penambahan sebagian oleh komposisi baru.
Contohnya:
CaSO4 (anhidrit) menjadi CaSO4.2H2O
(gibsum)
PbS (galena) menjadi PbSO4 (anglesit)

METAMICT
Mineral yang asalnya terbentuk sebagai solid crystal, kemudian terganggu/terusakkan oleh suatu
proses (radioaktif)
MINERALOID
Non-crystalline minerals
Terbentuk pada P dan T rendah, umumnya berkaitan dengan pelapukan dengan meng-absorp
berbagai ion sehingga seringkali komposisi kimianya menjadi sangat beragam :
Limonite FeO.OH.nH2O
Allophane (hydrous aluminium silicate)

PERTUMBUHAN KRISTAL
PARALEL
KONSENTRIS HOPPER CRYSTAL
KEMBARAN (Twin Crystals)
= Kembar Primer : di awal pengkristalan
= Kembar Sekunder : akibat deformasi / tekanan pada magma yang dalam tahap mengkristal
PERTUMBUHAN KRISTAL
= Kembar Kontak
= Kembar Rotasi
= Kembar Paralel/Refleksi
= Kembar Kompleks
= Kembar Interpenetrasi
PERTUMBUHAN PARALEL

PERTUMBUHAN EPITAKSIS overgrowth/pertumbuhan dua kristal yang memiliki substansi


kristalografi berbeda.

KEMBAR PADA KRISTAL