Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Dengan masuknya seorang sekutu kerja yang baru atau keluarnya sekutu kerja atau
meninggalnya seorang sekutu maka akan membubarkan persetujuan bersama persekutuan.
Suatu persekutuan dikatakan bubar apabila persetujuan awal para sekutu untuk menjalankan
usaha bersama-sama dilanggar dan tidak berlaku lagi. Misalnya, persekutuan secara otomatis
bubar jika salah seorang sekutu meninggal dunia. Dengan bubarnya persekutuan firma, maka
wewenang para sekutu untuk menjalankan perusahaannya juga berakhir. Untuk
memperdalam masalah pembubaran persekutuan tersebut, penulis akan menulis makalah
yang berjudul Pembubaran Persekutuan Usaha Atas Dasar Perubahan Kepemilikan.
Semoga makalah ini berguna bagi para pembaca dan terutama bagi penulis.

BAB II
PEMBAHASAN
PEMBUBARAN PERSEKUTUAN
Suatu persekuuan dinyatakan dibubarkan apabila perjanjian bersama yang semula
diadakan untuk menjalankan usaha bersama-sama telah berakhir.

KEADAAN-KEADAAN YANG
PEMBUBARAN PERSEKUTUAN

MENYEBABKAN

TERJADINYA

1. Pembubaran atas dasar perjanjian persekutuan (act of the parties),karena:


a) Berakhirnya jangka waktu yang ditentukan dalam perjanjian atau tercapainya tujuan.
b) Persetujuan bersama.
c) Pengunduran diri seorang anggota persekutuan.
2. Pembubaran atas dasar bekerjanya undang-undang,karena:
a) Kematian seorang atau beberapa anggota persekutuan.
b) Bangkrutnya seorang atau lebih anggota atau persekutuan.
3. Kejadian-kejadian tertentu yang mengakibatkan tidak dapat bertindaknya perusahaan
yang disebabkan oleh perbuatan individu anggota yang membawa nama
persekutuan.
4. Ada perang di dalam suatu negara dari salah seorang anggota (persekutuan).
5. Pembubaran atas dasar keputusan pengadilan, antara lain dalanr keadaan sebagai berikut :
a) Ketidakmampuan seorang anggota untuk memenuhi kewajibannya terhadap
perjanjian persekutuan.
b) Tindakan seorang anggota yang mengakibatkan tidak ada keserasian dalam usaha
yang sedang berjalan.
c) Perselisihan intern di antara anggota.
6. Tidak mungkin lagi untuk mendapatkan keuntungan secara kontinyu dari usaha
perusahaan.
7. Alasan lainnya yang mengakibatkan pembubaran misalnya kecurangan atau penyajian
yang keliru di dalam pembentukan formasi persekutuan.

PERSOALAN AKUNTANSI DALAM PEMBUBARAN PERSEKUTUAN


1.
2.
3.
4.

Masalah masuknya seorang atau lebih anggota baru.


Pengunduran diri seorang anggota.
Kematian seorang anggota atau lebih.
Penyatuan dan atau perubahan bentuk badan usaha.

MASALAH MASUKNYA SEORANG ATAU LEBIH ANGGOTA BARU


Seseorang yang akan masuk ke dalam persekutuan dapat memasukkan modal dengan cara :
1. Membeli sebagian atau seluruhnya dari bagian modal (penyertaan) seorang atau lebih
anggota lama (tidak ada kekayaan baru yang diterima oleh persekutuan);
2. Menanamkan kekayaan pada persekutuan, sehingga kekayaan persekutuan bertambah.
Contoh soal : Pembelian sebagian hak penyertaan dari anggota persekutuan
Persekutuan YE
Neraca 1 Desember 2012
5,000,
Kas

000

12,000,
Hutang dagang

000

Modal Y

00

Modal E

00

7,000,
Piutang dagang

000

Aktiva tetap

000

Total

000

4,000,0

10,000,

6,000,0

22,000,

22,000,0
00

Tn. S masuk dengan membeli hak Tn. Y bagian dan membeli hak Tn. E bagian,maka
pencatatan pemindahan hak penyertaan atau modal sebagai berikut :
Modal Tn. Y

2.000.000

Modal Tn. E

1.500.000

Modal Tn. S

3.500.000

Oleh karena itu persekutuan berubah dari YE menjadi persekutuan YES dengan neraca
sbb:

Kas
Piutang dagang
Aktiva tetap

Persekutuan YES
Neraca 1 Desember 2012
5,000,
000
Hutang dagang
7,000,
000
Modal Y
10,000,
000
Modal E
Modal S

12,0
00,000
2,0
00,000
4,5
00,000
3,5
00,000
3

22,000,
Total aktiva

000

Total Hutang & Modal

22,0
00,000

Contoh soal : Pembelian seluruh hak penyertaan dari anggota sekutu lama
Jika Tn. I masuk dengan membeli seluruh hak Tn.Y dengan harga 3.000.000 maka pencatatan
yang dilakukan persekutuan sbb:
Modal Y
Modal I

2.000.000
2.000.000

(kelebihan pembayaran dianggap keuntungan pribadi untuk Tn. Y sehingga tidak perlu
dilakukan pencatatan oleh persekutuan)

Suatu penyertaan (investasi) dengan memberikan bonus dan atau goodwill


kepada anggota pemllik yang lama
Apabila sebuah persekutuan telah berjalan dengan sukses, maka biasanya kepada anggota
baru yang akan masuk dibebani kewajiban-kewajiban terhadap antara lain :
-Bagian penyertaan daripada anggota baru harus dikurangi dengan lumlah tertentu sebagai
bonus kepada anggota pemilik lama
-Goodwill persekutuan harus diadakan dan dikredit sebagai penambahan
modal anggota-anggota pemilik yang lama.

Pemberian bonus kepada anggota pemilik lama


Berikut ini adalah modal dan pembagian laba pada persekutuan NOA
Saldo Modal

Pembagian laba(rugi)

Modal N

4.000.000

25 %

Modal O

5.000.000

35 %

Modal A
Jumlah

6.000.000
15.000.000

40 %
100 %

Kemudian Tn. H masuk dengan menyetorkan modal sebesar 3.000.000 dan diakui haknya
sebesar 15 % dari jumlah modal persekutuan yang baru.
Modal Tn.H
Setoran Tn.H
Bonus kepada anggota lama

15% x 18.000.000 = 2.700.000


3.000.000
300.000

Kelebihan setoran Tn.H dianggap sebagai bonus untuk sekutu lama yang dibagikan sesuai
dengan ketentuan laba (rugi) yang telah disepakati.Sehingga modal sekutu lama akan
bertambah masing-masing sbb:
Tn.N 25% x 300.000 = 75.000
Tn.O 35% x 300.000 = 105.000
Tn.A 40% x 300.000 = 120.000
Maka Jurnal untuk mencatat masuknya Tn.N adalah sbb.
Kas
3.000.000
Modal N
75.000
Modal O
105.000
Modal A
120.000
Modal H
2.700.000

Pembentukan Goodwill untuk anggota pemilik lama :


Dari contoh setoran modal Tn.H diatas,maka goodwill yang akan dibentuk untuk sekutu lama
adalah sbb.
100 x 3.000.000
=20.000.000(pembulatan)
15
Total modal yang sesungguhnya
=18.000.000
Goodwill yang harus dibentuk
= 2.000.000
Berikut ini pembagian goodwill sesuai perhitungan kesepakatan laba(rugi)
Modal Tn.N 25% x 2.000.000 = 500.000
Modal Tn.O 35% x 2.000.000 = 700.000
Modal Tn.A 40% x 2.000.000 = 800.000
Jurnal yang harus dicatat oleh persekutuan adalah:
Goodwill
Modal Tn.N
Modal Tn.O
Modal Tn.A

2.000.000

Kas

3.000.000
Modal Tn.H

500.000
700.000
800.000
3.000.000

Suatu penyertaan (investasi) dengan memberikan bonus atau goodwill


kepada anggota yang baru
Bonus atau goodwill yang diberikan kepada anggota yang baru timbul karena persekutuan
yang ada mungkin mengharapkan adanya keuntungan yang lebih besar apabila calon anggota
tertentu masuk ke dalam persekutuannya.
Dalam hal ini akan terjadi kemungkinan-kemungkinan sebagai
berikut :
5

Bagian modal anggota pemilik lama dikurangi dan diberikan sebagai bonus kepada
anggota yang baru, atau
Goodwill harus dibentuk dan dikredit pada rekening modal anggota yang baru.

Pemberian bonus kepada anggota baru


Persekutan Tn.N,Tn.O,Tn.A setuju untuk memasukkan Tn.H kedalam persekutuan dengan
menyetorkan modal sebesar 3.000.000 diakui haknya sebesar 20% daro total modal
persekutuan yang baru,maka pencatatannya adalah sbb.
Modal Tn.H
20% x 18.000.000= 3.600.000
Setoran Tn.H
3.000.000
Bonus kepada anggota baru
600.000
Perhitungan pengurangan masing-masing modal pada sekutu lama
Tn.N
25% x 600.000 = 150.000
Tn.O
35% x 600.000 = 210.000
Tn.A
40% x 600.000 = 240.000
Jurnal untuk mencatat masuknya Tn.H
Kas
3.000.000
Modal Tn.N
150.000
Modal Tn.O
210.000
Modal Tn.A
240.000
Modal Tn.H

3.600.000

Pembentukan Goodwill untuk anggota baru


Apabila kelebihan 600.000 dari setoran modal Tn.H dianggap sebagai goodwill,maka
masing-masing modal anggota lama tidak berubah dan berikut pencatatannya.
Kas
3.000.000
Goodwill
600.000
Modal Tn.H

3.600.000

Penyelesaian pengunduran diri seorang anggota


1. Bagian penyertaan anggota yang mengundurkan diri dijual kepada anggota yang lain atau
anggota yang baru.
2. Bagian penyertaannya dikembalikan dalarn bentuk uang tunai atau harta kekayaan
lainnya sesuai dengan perhitungan bagian penyertaannya.

Pembayaran kepada anggota yang mengundurkan diri dengan Jumlah


yang melampaui saldo modalnya
6

Pemberian Bonus
Tn.O,N dan E adalah anggota-anggota persekutuan yang mempunyai saldo modal masingmasing 400.000. Perjanjian pembagian keuntungan di antara mereka adalah berbanding
sebagai berikut : 55%,25%,20%. Tn.E menyatakan mengundurkan diri dan diterima baik oleh
semua anggota. Para anggota setuju untuk membayar kepada Tn.E sebesar 450.000.
Kelebihan pembayaran kepada Tn.E dianggap sbg bonus.
Jurnal untuk mencatat pengunduran diri Tn.E adalah sbb.
Modal E
400.000
Modal O
30.000
Modal N
20.000
Hutang Tn.E atau Kas 450.000

Pembentukan Goodwill
Goodwill hanya untuk anggota yang keluar
Jurnal pembentukan Goodwill dan pengunduran diri Tn.E
Modal E
400.000
Goodwill
50.000
Hutang Tn.E atau Kas 450.000
Goodwill untuk keseluruhan anggota
Jurnal yang dicacat oleh persekutuan untuk pembentukan goodwill adalah sbb.
Goodwill
Modal E
Modal O
Modal N

250.000
50.000
137.500
62.500

Modal E
450.000
Hutang Tn.E atau Kas 450.000

Pembayaran kepada anggota yang mengundurkan diri dengan jumlah


lebih rendah dari saldo modalnya
Pemberian bonus
Selisih 50.000 dianggap sebagai bonus untuk anggota-anggota yang melanjutkan
usaha,berikut jurnal yang harus dicatat oleh persekutuan.
Modal E
400.000
Hutang Tn.E atau Kas 350.000
Modal O
30.000
Modal N
20.000
Pembentukan Goodwill
7

Jurnal yang diperlukan untuk mencatat pengunduran diri Tn.E


Modal E
400.000
Goodwill
50.000
Hutang Tn.E atau Kas
350.000
Ada kemungkinan pula untuk mengakui pengurangan goodwill persekutuan bersama-sarna
dengan penyelesaian keluarnya Tuan U. Selama pengurangan sejumlah 50.000 itu merupakan
20%. Maka jumlah pengurangan goodwill seluruhnya akan berjumlah :
100 x 50.000 = 250.000
20
Sehingga jurnal untuk mencatat pengunduran diri tuan E adalah :
Modal O
137.500
Modal N
62.500
Modal E
400.000
Goodwill
250.000
Hutang Tn.E atau Kas 350.000

Penyelesaian dengan adanya kematian seorang anggota


Para anggota persekutuan dapat rnengadakan penyelesaian (yang disetujui) atas bagian
penyertaan (modal) anggota yang mati sebagai berikut :
1. Dengan pembayaran dari harta persekutuan.
2. Dengan pembayaran oleh salah seorang anggota yang ada yang bersedia membeli bagian
penyertaan (modal) anggota yang mati.
3. Dengan pembayaran dari hasil asuransi. persekutuan dengan pembelian bagian
penyertaan anggota yang mati oleh anggota-anggota yang masih ada. Apabila perusahaan
diteruskan oleh anggota-anggota yang ada, kematian seorang anggota berakibat
pembubaran persekutuan semula dan suatu persekutuan yang baru harus dibentuk.

Penyatuan atau peleburan suatu persekutuan ke dalam bentuk perseroan


(corporation)
Proses akuntansi selanjutnya bagi perseroan yang baru; tergantung apakah perseroan akan
rnelanjutkan buku persekutuan ataukah akan membuka buku-buku yang baru sama sekali.
Apabila buku-buku Persekutuan tetap dipertahankan, maka pencatatan hendaknya
menunjukkan adanya :
a) Perubahan nilai aktiva, hutang dan bagian penyertaan masing-masing anggota
sebelumnya kepada bentuk perseroan.
b) perubahan di dalam bentuk pemilikan.
Apabila membuka buku-buku baru maka pencatatan yang pertama harus dilakukan adalah
penyesuaian aktiva dan bagian penyertaan
para anggota, kemudian diikuti dengan pencatatan-pencatatan ;
a) Pemindahan aktiva dan hutang ke dalam perseroan.
b) Penerimaan saham-saham sebagai pembayaran terhadap kekayaan bersih yang
dipindahkan.
c) Pembagian saham kepada para anggota pemilik.

Contoh soal :
Tn.M dan Tn.E adalah anggota-anggota sebuah persekutuan yang pembagian laba(rugi)
dibagi sama rata,keduanya sepakat melebur persekutuannya menjadi suatu perseroan dengan
modal statutair 25 lembar saham biasa nominal @ 1.000.000. Berikut posisi keuangan
persekutuan sebelum diadakannya peleburan.
"Persekutuan M&E"
Neraca per 31 november 2012

Kas
Piutang dagang
Cadangan
kerugian
Piutang dagang

5,000,000

Hutang
Dagang

17,500,000

Modal M
Modal E

8,000,000
10,000,000

7,000,000

( 500,000 )

Persediaan barang dagangan


Perlengkapan
kantor
Peralatan Kantor
15,000,000
Akumulasi penyusutan
Peralatan Kantor
(2,000,000)

6,500,000
10,000,000
1,000,000

13,000,000
35,500,000

35,500,000

Sebelum melakukan peleburan keduanya setuju untuk melakukan peninjauan kembali terhadap
beberapa jenis aktiva,antara lain :
Piutang Dagang
5.500.000
Peralatan kantor
14.000.000
Perlengkapan kantor
3.000.000

Jurnal jurnal yang diperlukan apabila perseroan melanjutkan buku


buku persekutuan
1) Penyesuaian rekening dan penilaian kembali aktiva
Akumulasi penyusutan peralatan kantor
1.000.000
Perlengkapan kantor
2.000.000
Cadangan kerugian piutang
Rekening penyesuaian modal
2) Pembagian keuntungan (kerugian karena penilaian kembali)
Rekening penyesuaian modal
2.000.000
Modal M
Modal N
3) Pengeluaran saham saham untuk Tn.M dam Tn.E

1.000.000
2.000.000
1.000.000
1.000.000

Modal M
Modal N

9.000.000
11.000.000
Modal Saham

20.000.000

Dengan demikian Neraca Perseroan yang baru akan menjadi,sbb:


"PT. ME"
Neraca permbukaan,01 Desember 2012
Kas
Piutang dagang
Cadangan
kerugian
Piutang dagang

5,000,000

17,500,000

Modal Saham

20,000,000

Jumlah Harta&Modal

37,500,000

( 1,500,000 )

Persediaan barang dagangan


Perlengkapan
kantor
Peralatan Kantor
15,000,000
Akumulasi penyusutan
Peralatan Kantor
( 1,000,000 )
Jumlah Aktiva

Hutang Dagang

7,000,000

5,500,000
10,000,000
3,000,000

14,000,000
37,500,000

Apabila perseroan membuka buku-buku baru tersendiri, maka jurnal-jurnal


yang diperlukan adalah :
1) Pencatatan (jurnal) pada waktu persekutuan Tn.M dan N ditutup,sesudah penilaian
kembali (dalam buku lama) :
Piutang perseroan
20.000.000
Hutang Dagang
17.500.000
Cadangan kerugian piutang
1.500.000
Akumulasi penyusutan peralatan kantor
1.000.000
Kas
5.000.000
Piutang Dagang
7.000.000
Persediaan Barang Dagangan
10.000.000
Perlengkapan kantor
3.000.000
Peralatan kantor
15.000.000
2) Pada waktu Tn.M dan Tn.E menerima saham saham dari Perseroan (dalam buku
lama)
Modal M
9.000.000
Modal E
11.000.000
Piutang Perseroan
20.000.000
3) Pencatatan pada waktu pemindahan aktiva dan hutang persekutuan Tn.M dan E
(dalam buku baru) :
Kas
5.000.000
Piutang Dagang
7.000.000
10

Persediaan barang dagangan


10.000.000
Perlengkapan kantor
3.000.000
Peralatan kantor
15.000.000
Hutang dagang
Hutang Tn.M dan Tn.E
Cadangan kerugian piutang
Akumulasi penyusutan peralatan kantor

17.500.000
20.000.000
1.500.000
1.000.000

4) Pencatatan pada waktu perseroan mengeluarkan saham saham untuk Tn.M dan Tn.E
Hutang Tn.M dan Tn.E
20.000.000
Modal saham
20.000.000

11

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Dengan masuknya seorang sekutu kerja yang baru atau keluarnya sekutu kerja atau
meninggalnya seorang sekutu maka akan membubarkan persetujuan bersama persekutuan.
Suatu persekutuan dikatakan bubar apabila persetujuan awal para sekutu untuk menjalankan
usaha bersama-sama dilanggar dan tidak berlaku lagi.
Dengan bubarnya persekutuan firma, maka wewenang para sekutu untuk menjalankan
perusahaannya juga berakhir. Walaupun pembubaran ini mengakhiri asosiasi peroranganperorangan untuk tujuan awal mereka, namun hal ini tidak berarti pembubaran perusahaan
atau bahkan hambatan dalam kelangsungan hidupnya.
Masuknya sekutu baru dan keluarnya sekutu lama pada persekutuan akan
mengakibatkan pembubaran. Kondisi-kondisi yang menimbulkan pembubaran persekutuan
yaitu : Pembubaran oleh tindakan sekutu, pembubaran karena ketentuan Undang-undang, dan
pembubaran oleh Keputusan Pengadilan.

12

DAFTAR PUSTAKA
1. http://yana-anggraini.blogspot.co.id/2012/10/pembubaran-persekutuan.html
2. http://ketikadaide.blogspot.co.id/2011/10/pembubaran-persekutuan.html
3. https://resum.wordpress.com/2010/12/28/pembubaran-persekutuan/

13