Anda di halaman 1dari 27

KELEMBAGAAN TIM NASIONAL

PEMBAKUAN NAMA RUPABUMI

Oleh:

Ir. ENDAH KASTANYA, M.Si


Kasubdit Toponimi, Data dan Kodefikasi Wilayah I
DIREKTORAT TOPONIMI DAN BATAS DAERAH
DIREKTORAT JENDERAL BINA ADMINISTRASI KEWILAYAHAN

KEMENTERIAN DALAM NEGERI

*BIO DATA
Nama
Jabatan
Golongan/Ruang
NIP
Kantor
Alamat

Telp.
Rumah
Alamat
No.HP
Pendidikan terakhir
Riwayat Pekerjaan

:
:
:
:

Ir. Endah Kastanya,M.Si.


Kepala Sub Direktorat Toponimi, Data dan Kodefikasi Wilayah I
IV/b
19660131 199203 2 001

: Direktorat Toponimi Dan Batas Daerah


Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan
Kementrian Dalam Negeri
Gedung H lantai 5
Jl. Medan Merdeka Utara Jakarta Pusat
: 021-3450038 ext.18090
:
:
:
:

Jl. Tarunajaya No.1 Rt01/Rw05 Cibubur Ciracas Jakarta Timur 13740


081319206099
S2 Adm. Publik
1992
PNS
1996-1999 Kasie Pinjaman Daerah Dit. KEUDA Ditjen PUOD DEPDAGRI
1999-2000 Analis Kebijakan pada KEMENEG OTDA
2000-2002 Kasubbag pd Biro Perencanaan Depdagri & Otda
2002-2004 Kasubbag Monev Pusat KLN Depdagri
2004-2010 Kabag Pusat Penerangan KEMDAGRI
2010-8/14 Kasubdit Fasilitasi Pelayanan Umum Ditjen PUM KEMDAGRI
2014-8/15 Kasubdit Topinimi & Data Wilayah II Ditjen PUM
08/15-skrg Kasubdit Toponimi, Data dan Kodefikasi Wilayah I Ditjen BAK KEMDAGRI

OUTLINE
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Latar Belakang: Permasalahan Rupa Bumi;


Urgensi Pembakuan Nama Rupabumi
Landasan Hukum
Pengertian Pembakuan dan Rupabumi Serta Gasetir
Tujuan, Prosedur dan Prinsip Pembakuan Nama
Rupabumi
Inventarisasi dan Definisi Pembakuan Nama
Rupabumi
Struktur Organisasi dan Tugas Timnas Pembakuan
Nama Rupabumi
Panitia Provinsi dan Panitia Kabupaten Kota
Pola Hubungan Tata Kerja Timnas dan Prosedur
verifikasi

LATAR BELAKANG: PERMASALAHAN


1. Sebagian unsur rupabumi yang merupakan
bagian fisik alami maupun unsur rupabumi
buatan, yang tersebar di seluruh Wilayah
Indonesia masih banyak yang belum diberi
nama.
2. Demikian pula dengan unsur rupabumi
yang sudah bernama, belum dibakukan
baik dalam ejaan, tulisan, maupun ucapan.
3. Berpindahnya pengadministrasian
unsur rupabumi di daerah akibat
pergantian pemerintahan daerah
karena pembentukan provinsi dan
kabupaten/kota baru.

URGENSI PEMBAKUAN NAMA RUPABUMI


tertib administrasi pemerintahan
URGENSI daerah, khususnya administrasi
DAERAH wilayah kab/kota dan provinsi
tertib administrasi pemerintahan,
URGENSI khususnya administrasi wilayah
NASIONAL dalam kerangka Negara Kesatuan
Republik Indonesia

mandat PBB kepada setiap negara


URGENSI
untuk membakukan nama
INTERNASIONAL rupabumi di setiap negara

LANDASAN HUKUM
1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah
2) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi
Geospasial
3) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera,
Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan
4) Peraturan Presiden No. 112 tahun 2006 tentang Tim
Nasional Pembakuan Nama Rupabumi
5) Permendagri No. 39 tahun 2008 tentang Pedoman Umum
Pembakuan Nama Rupabumi
6) Permendagri No. 35 tahun 2009 tentang Panitia Pembakuan
Nama Rupabumi

PENGERTIAN
Pembakuan adalah proses
penetapan nama rupabumi
yang baku oleh lembaga yg
berwenang baik secara
nasional maupun
internasional.
Rupabumi adalah bagian dari
permukaan bumi yang dapat
dikenal identitasnya

Gasetir
Rupabumi dimaksud perlu diberi nama dan
dibakukan serta dimasukkan dalam Gasetir
Nasional
Gasetir adalah daftar nama rupabumi yang
dilengkapi dengan informasi tentang jenis, unsur,
posisi, lokasi dalam wilayah administrasi
DIREKTORAT JENDERAL BINA ADMINISTRASI KEWILAYAHAN - KEMENTERIAN DALAM NEGERI

KEBIJAKAN NASIONAL
Mendorong dan memfasilitasi
terwujudnya tertib administrasi
pemerintahan utamanya dalam
pembakuan nama unsur rupabumi
berdasarkan wilayah administrasi
pemerintahan

TUJUAN PEMBAKUAN
NAMA RUPABUMI
1. Mewujudkan tertib administrasi di bidang
pembakuan nama rupabumi di Indonesia;
2. Menjamin tertib administrasi wilayah dalam
kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia;
3. Mewujudkan adanya gazetir nasional sehingga ada
kesamaan pengertian mengenai nama rupabumi di
Indonesia;
4. Mewujudkan data dan informasi akurat mengenai
nama rupabumi di seluruh wilayah negara
kesatuan republik Indonesia, baik untuk
kepentingan pembangunan nasional maupun
internasional.

PRINSIP PEMBAKUAN NAMA RUPABUMI


Pasal 6 PERMENDAGRI No.39/2008

Penggunaan Abjad Romawi


Satu Unsur Rupabumi Satu Nama
Penggunaan Nama Lokal
Berdasarkan Peraturan Perundang-undangan
Menghormati Keberadaan Suku, Agama, Ras, & Golongan
Menghindari Penggunaan Nama Diri atau Nama Orang yg
Masih Hidup
Menggunakan Bahasa Indonesia dan/atau Bahasa Daerah
Paling Banyak Tiga Kata

TUGAS TIMNAS PPNR


1. Menetapkan prinsip-prinsip, pedoman dan
prosedur pembakuan nama-nama rupabumi;
2. Membakukan secara nasional nama, ejaan dan ucapan unsur
rupabumi di Indonesia dalam bentuk gazetir nasional;
3. Mengusulkan gazetir nasional untuk dijadikan sebagai bahan
penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah mengenai
Pembakuan Nama Rupabumi di Indonesia;
4. Memberikan pembinaan kepada pemerintah daerah dalam
kegiatan inventarisasi, penamaan, perubahan dan pembakuan
nama rupabumi;
5. Mewakili Indonesia dan melaporkan kegiatannya dalam sidangsidang PBB dan pertemuan internasional yang berkaitan dengan
penamaan dan pembakuan nama rupabumi

PELAKSANAAN PEMBAKUAN
NAMA RUPABUMI DI DAERAH
1. Tim yang bertugas dalam pembakuan nama
Rupabumi di daerah:
Panitia Pembakuan Nama Rupabumi
Tingkat Provinsi
Panitia Pembakuan Nama Rupabumi
Tingkat Kabupaten/Kota
2. Penetapannya oleh Gubernur dan
Bupati/Walikota
3. Tupoksinya melekat pada Biro/Bagian
Pemerintahan.

Struktur Organisasi Panitia Provinsi


Permendagri 35/2009

KETUA:
Kepala Biro Pemerintahan/
Sebutan lain yang tupoksinya
membidangi pemerintahan

SEKRETARIS:
Kepala Bagian Pemerintahan /
sebutan lain

BPN

DINAS
PENDIDIKAN

DINAS
KP

Bappeda

Dinas PU

PUSAT
BAHASA

TOPDAM

BPS

Lantamal/
Lanal

UNSUR
LAIN

PT. Bidang
Budaya, Sastra,
Sejarah, lainnya.

Tugas Panitia Provinsi:


1. Menyampaikan data awal nama rupabumi dari Timnas PNR
kepada
Panitia
Kabupaten/Kota
sebagai
bahan
inventarisasi, serta memastikan telah sampai-nya data
awal tersebut kepada Panitia Kabupaten/Kota;
2. mengoordinasi kegiatan inventarisasi nama rupabumi
yang dilakukan oleh Panitia Kab./Kota di wilayahnya;
3. menghimpun dan menelaah nama rupabumi hasil
inventarisasi
yang
dilakukan
oleh
Panitia
Kabupaten/Kota;
4. mengusulkan/menyampaikan nama rupabumi yang telah
dilengkapi dan ditelaah kepada Timnas PNR;
5. Melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya kepada Timnas
PNR minimal 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun; dan
6. melaksanakan tugas lain dari Timnas PNR

Struktur Organisasi Panitia Kab./Kota


Permendagri 35/2009
KETUA:

Kepala Bagian Pemerintahan/


sebutan lain yang tupoksinya
membidangi pemerintahan

SEKRETARIS:
Kasubbag Pemerintahan/Sebutan
lain

BPN

Bappeda

Dinas
KP

Dinas PU

Dinas
Pendidikan

Kantor
Statistik

Unsur
lain

Tugas Panitia Kabupaten/Kota:


1. Menerima data awal nama rupabumi dr Timnas PNR
melalui Panitia Provinsi, untuk diolah dan disampaikan
kepada Tim Teknis untuk dilengkapi;
2. melakukan kegiatan inventarisasi nama rupabumi di
wilayahnya dengan mengikutsertakan para camat/kepala
distrik, kades/lurah/sebutan lain, dan/atau tokoh
masyarakat yg kompeten;
3. menelaah data dan informasi hasil inventarisasi nama
rupabumi di wilayahnya masing-masing;
4. menyampaikan data nama rupabumi hasil inventarisasi
dan penelaahan kepada Timnas PNR melalui Panitia
Provinsi; dan
5. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
Timnas PNR dan Panitia Provinsi.

Kedudukan dalam
Kepanitiaan

Panitia Prov

Panitia Kab/Kota

Penanggungjawab

Gubernur /Sekda
Prov

Bupati/Walikota/ Sekda
Kab/Kota

Pengarah

Asisten
Pemerintahan
Prov

Asisten Pemerintahan
Kab/Kota

Ketua

Karo Pem Prov

Kabag Pem Kab/Kota

Sekretaris

Kabag Pem Prov

Kasubbag Pem Kab/Kota

Anggota

Instansi terkait

Instansi terkait

18

Tim Teknis
TIM

TUGAS

UNSUR

pengecekan ulang atas data awal dari Panitia Kabupaten/Kota;


memimpin perjalanan dan menentukan titik-titik koordinat unsur buatan
Koord
Lapangan

yang akan diambil sesuai dengan rute yang telah direncanakan.


Anggota Panitia Kab./Kota merekam koordinat titik unsur buatan ke dalam GPS dan memindahkan
data dari GPS ke komputer (download) atau menulis ulang titik koordinat
yang tercatat dalam GPS;
melaporkan hasil survei lapangan kepada Ketua Panitia Kab./Kota.

Pengambil

Anggota Panitia Kab./Kota,

Gambar

Pemerintah Kecamatan

Pe-

Anggota Panitia Kab./Kota,

wawancara Pem. Kecamatan

Memotret objek dan sketsa kondisi lapangan (mencatat nomor foto dan
nama objek yang dipotret, tanggal dan juga jam pemotretan, sehingga
antara perekaman objek pada GPS dan foto dapat dihubungkan).

Wawancara dengan narasumber atau tokoh sekitar objek menggunakan alat


perekam suara, melakukan pencatatan dan pengisian formulir survei.

Nara-

Perangkat Desa, tokoh

Menjawab semua pertanyaan pewawancara tentang objek yang disurvei.

sumber

masyarakat

Apabila tidak dapat menjawab, maka perlu mencari pilihan (orang) lain
yang dapat menjawab pertanyaan pewawancara untuk melengkapi formulir.

POLA HUBUNGAN TATA KERJA TIMNAS, PPNR


PROV, KAB/KOTA
PERMENDAGRI No.39/2008
Menetapkan gasetir nama-nama
rupabumi dalam bentuk
Peraturan Pemerintah

PRESIDEN
Mengajukan nama-nama
rupabumi dalam bentuk
gasetir kepada Presiden
Menugaskan Panitia
Provinsi untuk
menginventarisasi namanama unsur rupabumi

Menugaskan Panitia
Kab/Kota untuk
menginventarisasi
nama-nama unsur
rupabumi

MENTERI DALAM NEGERI


SELAKU KETUA TIM NASIONAL
PEMBAKUAN NAMA RUPA BUMI

TIM NASIONAL
PEMBAKUAN NAMA
RUPABUMI

GUBERNUR
PANITIA PROVINSI

Melakukan inventarisasi
nama-nama unsur
rupabumi

Melakukan inventarisasi &


penelaahan usulan pembakuan
nama-nama unsur rupabumi yg
diusulkan oleh Panitia Kab/Kota

BUPATI/WALIKOTA
PANITIA KAB./KOTA

Mengumpulkan hasil
inventarisasi namanama unsur rupabumi

Melakukan verifikasi atas


usulan pembakuan namanama rupabumi yg diusulkan
Panitia Provinsi

CAMAT

DESA/LURAH

Melakukan inventarisasi &


penelaahan usulan pembakuan
nama-nama unsur rupabumi yg
diusulkan oleh Camat atau
sebutan lain

TIMNAS PNR

PANITIA PROV

PANITIA KAB/KOTA

Penyusunan Pedotek

Pembentukan Panitia

Pembentukan Panitia

Penyiapan Renja dan


anggaran

Penyiapan Renja dan


anggaran

Penerimaan data awal

Penerimaan data awal

Penyiapan data awal

RAKOR TIMNAS-PEMDA:
-Penyampaian Pedotek ke
Panitia Provinsi
-Penyampaian data awal ke
Panitia Provinsi
-Penyusunan jadwal verif

Penyampaian data
awal ke Panitia
Kab/Kota

Persiapan (Bentuk Tim


Teknis, peralatan, dll)

TIM TEKNIS

Penyampaian data
awal ke Tim Teknis
Inventarisasi lap

Kompilasi dan finalisasi


seluruh Prov
Pembakuan oleh
Timnas PNR

MENDAGRI

PRESIDEN (PP)

Kompilasi data hasil


inventarisasi
seluruh kab./kota
Penelaahan dan pelaporan
(dituangan dalam BA)

Verifikasi Panitia Provinsi


dgn Timnas

Penelaahan hasil Invent


oleh Panitia Kab./Kota
(dituangkan dlm BA)
Pelaporan ke Panitia
Prov

Pengolahan dan
pelaporan hasil
Ke Panitia Kab/Kota

PROSEDUR VERIFIKASI HASIL SURVEI


TOPONIM RUPABUMI
Tim Nasional
dan
Pemangku
Kepentingan
Daerah
Tim Teknis dan
Tim Pakar
Daerah

Tim Surveyor
dan
Tim Teknis

Tim
Nasional

PPNR
Provinsi
PPNR Kota/
Kabupaten

Validasi &
Gasetir

Verifikasi Awal
(bahasa dan
sejarah)

Inventarisasi
(Survei
Lapangan, Data
Sekunder ) &
pengolahan data
awal

STRUKTUR ORGANISASI TIM NASIONAL PPNR


(Pasal 4 Ayat 2 PERPRES 112/2006)

Ketua
Anggota

: MENDAGRI
: MENHAN, MENLU,
MEN-KP, MENDIKNAS
Sekretaris I : KA BAKOSURTANAL
Sekretaris II : DIRJEN PUM KEMENDAGRI
TIM PELAKSANA
POKAR

POKJA

GUBERNUR

PPNR PROV.
BUPATI/WALIKOTA
PPNR KAB./KOTA
CAMAT

PROGRAM DAN ANGGARAN


Dasar penganggaran Permendagri No. 52 Tahun 2015 tentang
Pedoman Penyususnan APBD TA 2016.
Lampiran Permendagri: Bidang PembangunanWIlayah dan Tata
Ruang.
Informasi Geospasial meliputi al:
1. Kebijakan Data dan Informasi Geospasial untuk Tata Ruang
Wilayah (RTRW) dimana kedudukan bidang data dan informasi
geospasial memiliki nilai strategis pada proses perencanaan
berbasis kewilayahan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan
perencanaan penyusunan RTRW yang meliputi peta dasar dan
peta tematik.
2. Kebijakan kerjasama pengadaan tenaga surveyor dan tenaga
ahli geospasial, dimana dengan kebijakan ini diharapkan dapat
tersedia tenaga surveyor dan tenaga ahli data dan informasi
spasial sesuai dengan kebutuhan.
Dasar program dan kegiatan Tugas pokok PPNR Provinsi dan
Kab/Kota (Permendagri No. 35 Tahun 2009)

PEMBINAAN & PEMBAKUAN NAMA RUPABUMI


DITJEN PUM (SEKRETARIAT II TIMNAS PPNR)

UNSUR
ALAMI
(PHYSICAL
FEATURES),

PULAU

WILAYAH
ADM

al: Sungai,
Danau,
Gunung,
Bukit
Tanjung,
Rawa, Teluk,
dll

UNSUR
BUATAN
(MANMADE
FEATURES) ,
al:Perumahan
, Real Estate,
Bandara,
Pelabuhan,
Bendungan,
Pusat
Konservasi,
Dll

WARISAN
BUDAYA
al: situs
sejarah ,
situs
prasejarah,
taman
nasional,
cagar
budaya

KUNCI KEBERHASILAN
KELEMBAGAAN: Sinergitas Pusat - ProvinsiKab/Kota. Terbentuknya Panitia Pembakuan Nama
Rupabumi di Provinsi, Kab/Kota sangat
diperlukan.
SDM : PNS, pakar, akademisi dengan kuantitas dan
kualitas yang memadai dalam mendukung
pelaksanaan pembakuan nama unsur rupabumi.
TATA KERJA: peraturan, pedoman, prosedur, prinsipprinsip dan mekanisme koordinasi dan pelaporan.
PROGRAM DAN ANGGARAN: rencana kegiatan
tahunan yang konkrit didukung dengan anggaran
yang memadai.

Subdit Toponimi, Data dan Kodefikasi Wilayah I


(021) 3450038 ext. 18103
subdit.topdatwil1@gmail.com