Anda di halaman 1dari 14

PEMERINTAH KABUPATEN TANGERANG

PUSKESMAS KUTABUMI
JL Canna Pondok Indah Kutabumi Pasar Kemis
Kabupaten Tangerang Telp (021) 5928094

KEPUTUSAN
KEPALA PUSKESMAS KUTABUMI
NOMOR: 112 /PKM-KTB/2016
TENTANG
PELAYANAN FARMASI
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,
KEPALA PUSKESMAS KUTABUMI,
Menimbang

: a.

Bahwa untuk menunjang layanan klinis di Puskesmas, maka perlu


didukung oleh pelayanan obat yang baik.

b.

Bahwa untuk menunjang pelayanan obat yang baik di UPTD


Puskesmas

Kutabumi

diperlukan

adanya

kebijakan

tentang

pemberian pelayanan farmasi selama tujuh hari dalam seminggu


dan 24 jam pada UPTD Puskesmas Kutabumi.
c.

Bahwa berdasarkan pertimbangan pada huruf a dan b, perlu


menetapkan Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Kutabumi tentang
pelayanan farmasi.

Mengingat

: 1
2

UU Nomor 36 Tahun 2009, tentang Kesehatan;


Peraturan Pemerintah No.51 tahun 2009 tentang Pekerjaan
Kefarmasian;

Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 128/Men.Kes/SK/II/ 2004


tentang Kebijakan Dasar Puskesmas;

Keputusan Menteri Kesehatan RI No.922 tahun 2008 tentang Obat


dan Perbekalan Kesehatan;

Peraturan Menteri Kesehatan No.1691/MENKES/PER/VIII/2011


Tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit;

MEMUTUSKAN
Menetapkan

KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS KUTABUMI


TENTANG PELAYANAN FARMASI.

Kesatu

Menentukan pelayanan farmasi sebagaimana terlampir dalam


keputusan ini.

Kedua

Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila


dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapannya, maka
akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Kutabumi
Pada tanggal 23 Mei 2016
KEPALA PUSKESMAS KUTABUMI,

CH. Handar Mujati

LAMPIRAN KEPUTUSAN PUSKESMAS KUTABUMI

NOMOR :112/PKM-KTB/2016
TENTANG: PELAYANAN FARMASI

PELAYANAN FARMASI

A PENGERTIAN

Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab


kepada pasien yang berkaitan dengan Sediaan Farmasi dengan maksud mencapai hasil
yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien.
Obat merupakan komponen yang esensial dari suatu pelayanan kesehatan. Oleh karena
itu, diperlukan pengelolaan yang baik dan benar serta efektif dan efisien secara
berkesinambungan. Pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan meliputi kegiatan
perencanaan dan permintaan, penerimaan, penyimpanan dan distribusi, pencatatan dan
pelaporan serta supervisi dan evaluasi pengelolaan obat.
B TUJUAN

Tujuan dilaksanakannya pelayanan farmasi di Puskesmas Kutabumi adalah agar:


1 Kebutuhan masyarakat dalam hal ini pasien dapat terlayani secara optimal.
2 Terdapat mekanisme pelayanan yang jelas dan teratur dalam melaksanakan pelayanan
farmasi.

C SISTEM PELAYANAN

Dalam pelaksanaannya petugas harus:


1
2
3
4
5
6

Menulis obat yang dikeluarkan dari kamar obat pada resep pasien.
Memberi etiket pada obat yang diresepkan.
Menuliskan perintah pemakaian obat pada etiket atau plastik resep.
Memberikan obat kepada pasien dengan disertai penjelasan cara penggunaan dan
efek samping obat.
Memastikan pasien mengerti penjelasan yang telah diberikan.
Ikut menjaga dan memastikan keamanan obat di kamar obat

D MENILAI, MENGENDALIKAN PENYEDIAAN DAN PENGGUNAAN OBAT YANG

MENJAMIN KETERSEDIAAN OBAT

Penyediaan obat yang menjamin ketersediaan obat diwujudkan dalam kegiatan


pengendalian obat. Tujuan kegiatan pengendalian obat agar tidak terjadi kelebihan dan
kekosongan obat di unit pelayanan kesehatan dasar, yang terdiri dari:

1. Memperkirakan/menghitung pemakaian rata-rata periode tertentu di Puskesmas dan

seluruh unit pelayanan.


2. Menentukan:
- Stok optimum
- Stok pengaman/penyangga (buffer stock)
3. Menentukan waktu tunggu.

Pengendalian obat terdiri dari:


1

Pengendalian Persediaan
Untuk melakukan pengendalian persediaan diperlukan pengamatan terhadap stok
kerja, stok pengaman, waktu tunggu dan sisa stok. Sedangkan untuk mencukupi
kebutuhan perlu diperhitungkan keadaan stok yang seharusnya ada pada waktu
kedatangan obat atau jika dimungkinkan memesan, maka dapat dihitung jumlah obat
yang dapat dipesan dengan rumus :
Q = SK + SP (WT x D) SS
Keterangan:
Q
= jumlah obat yang dipesan
SK
= stok kerja
SP
= stok pengaman
WT = waktu tunggu
SS
= sisa stok
D
= pemakaian rata rata per minggu/ per bulan
Agar tidak terjadi kekosongan obat dalam persediaan, maka hal hal yang perlu
diperhatikan adalah:
a Mencantumkan jumlah stok optimum pada kartu stok.

b
c

Melaporkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang apabila terdapat


pemakaian yang melebihi rencana.
Membuat laporan secara sederhana dan berkala kepada Kepala Puskesmas tentang
pemakaian obat tertentu yang banyak dan obat lainnya masih mempunyai
persediaan banyak.

Pemeriksaan Besar (pencacahan) dimaksudkan untuk mengetahui kecocokan antara


kartu stok obat dengan fisik obat, yaitu jumlah setiap jenis obat. Pemeriksaan ini
dilakukan setiap bulan.

Pengendalian Penggunaan
Tujuan dilaksanakannya pengendalian penggunaan adalah untuk menjaga kualitas
pelayanan obat dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan dana obat.
Pengendalian penggunaan meliputi:
a Prosentase penggunaan antibiotik.
b Prosentase penggunaan injeksi.
c Prosentase rata rata jumlah R/.
d Prosentase Obat penggunaan obat generik.
e Kesesuaian dengan Pedoman.

JAM BUKA PELAYANAN FARMASI (Apotik)


Pelayanan farmasi di Puskesmas Kutabumi buka 6 hari dalam seminggu (SeninSabtu)
Jam buka pelayanan farmasi di Puskesmas Kutabumi :
Senin-Kamis = 08.00 13.00 WIB.
Jumat-Sabtu = 08.00 11.00 WIB

PETUGAS YANG BERHAK MEMBERIKAN RESEP OBAT,


Psikotropika Dan Narkotika
1

Obat-Obatan

Semua kegiatan pengobatan dan penulisan resep di Puskesmas Kutabumi


dilaksanakan oleh dokter/dokter gigi sesuai kompetensinya dengan persyaratan
sebagai berikut:
a Memiliki Surat Tanda Registrasi.
b Memiliki Surat Ijin Praktik Dokter/Dokter gigi di Puskesmas Kutabumi.

Penyerahan psikotropika oleh dokter dilaksanakan dalam hal :


a. menjalankan praktik terapi dan diberikan melalui suntikan;
b. menolong orang sakit dalam keadaan darurat;
c. menjalankan tugas di daerah terpencil yang tidak ada apotek.
2

Apabila dokter/dokter gigi tidak dapat menjalankan tugasnya di bidang


pengobatan karena sesuatu hal (misal: menghadiri rapat), maka tugas pengobatan
dan pemberian resep didelegasikan kepada petugas pelayanan kesehatan yang
memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang farmasi, yaitu perawat/perawat
gigi/bidan yang bertugas pada hari itu.
Petugas yang berhak memberikan resep di kamar obat adalah petugas yang
memiliki kompetensi di bidang farmasi, yaitu:
a. Apoteker
b. Asisten Apoteker, apabila tenaga Apoteker tidak ada.

G PETUGAS YANG BERHAK MENYEDIAKAN OBAT

Penyediaan obat dan Pengelolaan Obat di Puskesmas Kutabumi dilaksanakan oleh:


1 Apoteker sesuai kompetensinya.
2 Asisten Apoteker sesuai kompetensinya, apabila tenaga Apoteker tidak ada.
3 Petugas kesehatan lain yang sesuai kompetensinya memiliki pengetahuan dan
pengalaman di bidang farmasi, yaitu: Perawat/Perawat gigi/Bidan.
4 Apabila persyaratan petugas yang diberi kewenangan melaksanakan penyedian obat
tidak dapat dipenuhi, maka petugas tersebut harus mengikuti pelatihan khusus yang
diberikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang untuk melaksanakan tugas
manajemen kefarmasian
H PELATIHAN PETUGAS PENYEDIA OBAT YANG TIDAK SESUAI SYARAT

Apabila persyaratan petugas yang diberi kewenangan melaksanakan penyedian


obat tidak dapat dipenuhi, maka petugas tersebut harus mengikuti pelatihan khusus
yang diberikan oleh penanggung jawab pengelola obat Puskesmas untuk
melaksanakan tugas penyediaan obat.
Pelatihan yang diberikan meliputi:
1 Jenis obat dan penggolongannya
2 Cara membaca resep
3 Cara pemakaian dan aturan pakai obat
4 Efek samping obat
5 Penyampaian informasi cara pemakaian dan aturan pakai obat kepada pasien
6 Cara merekap resep harian

PERESEPAN, PEMESANAN DAN PENGELOLAAN OBAT

1. PERESEPAN
a. Penulisan Resep

Peresepan adalah proses pesanan atau permintaan obat tertulis dari dokter,
dokter gigi, dan praktisi lainnya yang berijin kepada pengelola obat di

Puskesmas

Kutabumi untuk menyediakan atau membuatkan obat dan menyerahkannya kepada


pasien. Resep merupakan sarana komunikasi profesional antara dokter, penyedia obat
dan pasien (pengguna obat). Isi resep merupakan refleksi dari proses pengobatan.
Untuk itu, agar obat berhasil, resep harus rasional.
Kriteria resep yang tepat, aman dan rasional yaitu:
1) Tepat obat sesuai dengan diagnosis penyakitnya.
2) Tepat indikasi penyakit.
3) Tepat pemilihan obat.
4) Tepat dosis.
5) Tepat cara pemberian obat.
6) Tepat pasien.

Bahasa dalam penulisan resep menggunakan bahasa latin yang sudah


digunakan sebagai bahasa ilmu kesehatan karena bahasa latin tidak mengalami
perubahan (statis), sehingga resep obat yang ditulis dalam bahasa latin tidak akan
terjadi salah tafsir.
Penulisan resep yang baik harus lengkap dan jelas. Dalam resep untuk pasien
rawat jalan dan rawat inap di Puskesmas Kutabumi harus tercantum:
1) Tanggal penulisan resep.
2) Nama pasien.
3) Umur pasien.
4) Alamat pasien.
5) Diagnosis penyakit.
6) Tanda R/ pada bagian kiri setiap penulisan obat.
7) Nama obat, jumlah dan dosis obat yang diberikan per oral.

8) Nama obat, jumlah dan dosis obat yang diberikan parenteral pada kolom

suntikan.
9) Tanda tangan dan nama terang petugas penulis resep.
10) Tanda seru dan paraf penulis resep untuk resep yang mengandung obat
yang jumlahnya melebihi dosis maksimum.
11) Kode pasien Umum, Askes dan Askes PNS.
b. Penyiapan Obat

Petugas farmasi yang bertugas menyediakan obat yang diresepkan oleh dokter
atau praktisi lain yang berizin harus memahami isi resep dan memperhatikan:
1) Nama obat
2) Jenis dan bentuk sediaan obat
3) Nama dan umur pasien
4) Dosis
5) Cara pemakaian dan aturan pemberian
6) Menanyakan kepada penulis resep apabila tulisan tidak jelas
7) Konsultasi alternatif obat kepada penulis resep apabila obat yang
dimaksud tidak tersedia
8) Penggunaan sendok atau spatula pada saat mengambil obat dari tempatnya
9) Pemasangan etiket / label obat pada kemasan obat

c. Penyerahan Obat

Petugas farmasi yang bertugas menyediakan obat yang diresepkan oleh dokter
atau praktisi lain yang berizin harus memperhatikan:
1) Pengecekan akhir pada identitas pasien dan isi resep
2) Pemberian obat melalui loket
3) Penerima obat adalah pasien atau keluarga pasien
4) Pemberian informasi tentang cara pemakaian, aturan pakai dan efek
samping obat kepada pasien atau keluarga pasien.

2. PEMESANAN OBAT

Sumber penyediaan obat di Puskesmas Kutabumi berasal dari Dinas Kesehatan


Kabupaten Tangerang. Obat yang diperkenankan untuk disediakan di Puskesmas
Kutabumi adalah obat obat yang tercantum dalam DOEN yang telah ditetapkan oleh
Menteri Kesehatan.

Permintaan obat untuk mendukung pelayanan obat di Puskesmas Kutabumi


diajukan oleh Kepala
Puskesmas Kutabumi kepada Kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten Tangerang dengan menggunakan format LPLPO, sedangkan permintaan
dari sub unit ke Kepala Puskesmas dilakukan secara periodik menggunakan LPLPO
sub unit.
Tujuan dari permintaan obat adalah untuk memenuhi kebutuhan obat di
Puskesmas Kutabumi sesuai dengan pola penyakit yang ada di wilayah Kecamatan
Pasar Kemis.
Kegiatan kegiatan yang dilaksanakan dalam permintaan obat antara lain:
a Menentukan jenis permintaan obat
1) Permintaan Rutin
Dilakukan sesuai dengan jadwal yang disusun oleh Dinas Kesehatan
Kabupaten Tangerang untuk Puskesmas Kutabumi.
2) Permintaan Khusus
Dilakukan di luar jadwal distribusi rutin apabila:
kebutuhan meningkat
terjadi kekosongan
ada KLB atau Bencana
b Menentukan jumlah permintaan obat
Data yang diperlukan antara lain:
1) Data pemakaian obat periode sebelumnya.
2) Jumlah kunjungan resep.
3) Jadwal distribusi obat dari Gudang Farmasi Kabupaten Tangerang.
4) Sisa Stok.
c. Menghitung kebutuhan obat dengan cara:
Jumlah untuk periode yang akan datang diperkirakan sama dengan pemakaian
pada periode sebelumnya.
SO = SK + SWK + SWT + SP

Sedangkan untuk menghitung permintaan obat dapat dilakukan dengan


menggunakan rumus:
Permintaan = SO - SS

Keterangan:
SO

= Stok Optimum

SK

= Stok Kerja (stok pada periode berjalan)

SWK

= Jumlah yang dibutuhkan pada waktu kekosongan obat

SWT

= Jumlah yang dibutuhkan pada waktu tunggu (Lead

SP

= Stok Penyangga

SS

= Sisa Stok

Time)

Stok Kerja
Pemakaian rata rata periode distribusi.
Waktu Kekosongan Lamanya kekosongan obat dihitung dalam hari.
Waktu Tunggu
Dihitung mulai dari permintaan obat oleh Puskesmas Kutabumi sampai
Stok Penyangga

dengan penerimaan obat di Puskesmas Kutabumi.


Persediaan obat untuk mengantisipasi terjadinya

peningkatan

kunjungan, keterlambatan kedatangan obat. Besarnya ditentukan


berdasarkan kesepakatan antara Puskesmas dan

Gudang Farmasi

Sisa Stok

Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.


Sisa obat yang masih tersedia di Puskesmas Kutabumi pada akhir

Stok Optimum

periode distribusi.
Stok ideal yang harus tersedia dalam waktu periode tertentu agar tidak
terjadi kekosongan.

3. PENGELOLAAN OBAT

Obat dan perbekalan kesehatan hendaknya dikelola secara optimal untuk


menjamin tercapainya tepat jumlah, tepat jenis, tepat penyimpanan, tepat waktu
pendistribusian, tepat penggunaan dan tepat mutunya di tiap unit pelayanan kesehatan.
Pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan meliputi kegiatan:
a
b
c
d
e
J

perencanaan dan permintaan,


penerimaan,
penyimpanan dan distribusi,
pencatatan dan pelaporan serta
supervisi dan evaluasi pengelolaan obat.

PENANGANAN OBAT KEDALUWARSA / RUSAK


Tujuan dilaksanakannya penanganan obat rusak adalah untuk melindungi pasien dari
efek samping penggunaan obat rusak/kadaluwarsa.
Dalam menangani obat rusak/kadaluwarsa, maka langkah langkah yang harus
dilakukan adalah:

1. Petugas pengelola obat mengumpulkan obat rusak dalam gudang obat.


2. Obat yang rusak/kadaluwarsa dikurangkan dari catatan sisa stok pada Kartu Stok oleh

petugas pengelola obat.


3. Petugas pengelola obat melaporkan obat rusak/kadaluwarsa kepada Kepala
Puskesmas.
4. Kepala Puskesmas melaporkan dan mengirimkan kembali obat rusak/kadaluwarsa
kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.
K Penyimpanan Obat
Penyimpanan Obat merupakan suatu kegiatan pengaturan terhadap Obat yang diterima
agar aman (tidak hilang), terhindar dari kerusakan fisik maupun kimia dan mutunya tetap
terjamin, sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.
Tujuannya adalah agar mutu obat yang tersedia di puskesmas dapat dipertahankan sesuai
dengan persyaratan yang ditetapkan.
Penyimpanan Obat dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
a. bentuk dan jenis sediaan;
b. stabilitas (suhu, cahaya, kelembaban);
c. mudah atau tidaknya meledak/terbakar; dan
d. narkotika dan psikotropika disimpan dalam lemari khusus.

Penanganan Obat Rusak dan Kadaluwarsa


Tujuan dilaksanakannya penanganan obat rusak adalah untuk melindungi pasien dari efek
samping penggunaan obat rusak/kadaluwarsa.
Dalam menangani obat rusak/kadaluwarsa, maka langkah langkah yang harus
dilakukan adalah:
1. Petugas pengelola obat mengumpulkan obat rusak dalam gudang obat.
2. Obat yang rusak/kadaluwarsa dikurangkan dari catatan sisa stok pada Kartu Stok oleh
petugas pengelola obat.
3. Petugas pengelola obat melaporkan obat rusak/kadaluwarsa kepada Kepala
Puskesmas.
4. Kepala Puskesmas melaporkan dan mengirimkan kembali obat rusak/kadaluwarsa
kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.

M Pencatatan, Pemantauan dan Pelaporan Efek Samping Obat (ESO)

Merupakan kegiatan pencatatan, pemantauan setiap respon terhadap Obat yang


merugikan atau tidak diharapkan yang terjadi pada dosis normal yang digunakan pada

manusia untuk tujuan profilaksis, diagnosis dan terapi atau memodifikasi fungsi
fisiologis.
Tujuan:
a. Menemukan efek samping Obat sedini mungkin terutama yang berat,

tidak

dikenal dan frekuensinya jarang.


b. Menentukan frekuensi dan insidensi efek samping Obat yang sudah sangat dikenal
atau yang baru saja ditemukan.
Kegiatan:
a. Mencatat laporan adanya efek samping obat.
b. Menganalisis laporan efek samping Obat.
c. Mengidentifikasi Obat dan pasien yang mempunyai resiko tinggi mengalami efek

samping Obat.
d. Mengisi formulir Monitoring Efek Samping Obat (MESO).
e. Melaporkan ke Pusat Monitoring Efek Samping Obat Nasional.

Faktor yang perlu diperhatikan:


a. Kerja sama dengan tim kesehatan lain.
b. Ketersediaan formulir Monitoring Efek Samping Obat.

KEPALA PUSKESMAS KUTABUMI,

CH. HandarMujati

SURAT KEPUTUSAN
KEPALA PUSKESMAS KUTABUMI
PELAYANAN FARMASI

Nomor
:
Revisi Ke :
Berlaku Tgl:

112/SK/PKM-KTB/2016
00
25 Juli 2016

PEMERINTAH KABUPATEN TANGERANG

PUSKESMAS KUTABUMI
JL.Canna Pondok Indah Kutabumi Pasar Kemis
Kabupaten Tangerang Telp (021) 5928094