Anda di halaman 1dari 7

SOAL PHARMACEUTICAL CARE DI APOTEK

(KHAFIDZ NASRUDIN, S.FARM., APT.)


SIFAT: TERTUTUP
WAKTU: 20 MENIT
Pilihlah yang paling benar dengan memberikan tanda silang (X) pada lembar
jawaban:
1. Perbedaan konsep pelayanan Tradisional Pharmacy dan Pharmaceutical care dari
segi fokus primernya adalah:
a. Tradisional Pharmacy fokus pada dokter/profesi kesehatan lain sedangkan
Pharmaceutical care fokus pada pasien
b. Tradisional Pharmacy fokus pada permintaan resep atau obat sedangkan
Pharmaceutical care fokus pada pasien
c. Tradisional Pharmacy fokus pada permintaan resep atau obat sedangkan
Pharmaceutical care fokus pada produk obat
d. Tradisional Pharmacy fokus proses terapi sedangkan Pharmaceutical care
fokus pada pasien
e. Tradisional Pharmacy fokus proses terapi sedangkan Pharmaceutical care
fokus pada produk obat
2. Berikut ini adalah urutan perbedaan konsep pelayanan Tradisional Pharmacy,
Clinical Pharmacy, dan Pharmaceutical care dari segi orientasinya:
a. Outcomes, Process, Drug product
b. Drug product, Outcomes, Process
c. Outcomes, Drug product, Process
d. Drug product, Process, Outcomes
e. Obey, Find Fault or prevention, Anticipate or improve quality of life
3. Azaz System Jaminan Sosial Nasional (SJSN) sesuai UU No. 40 tahun 2004
tentang SJSN adalah sebagai berikut:
a. Kegotongroyongan, keterbukaan, Kehati-hatian
b. Akuntabilitas, Portabilitas, Nirlaba
c. Kemanusiaan, Manfaat, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
d. Akuntabilitas, Portabilitas, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
e. Keterbukaan, Manfaat, Akuntabilitas

SOAL PHARMACEUTICAL CARE DI APOTEK


(KHAFIDZ NASRUDIN, S.FARM., APT.)
SIFAT: TERTUTUP
WAKTU: 20 MENIT
4. Berikut ini adalah Prinsip pelaksanaan System Jaminan Sosial Nasional (SJSN)
sesuai UU No. 40 tahun 2004 tentang SJSN, kecuali:
a. Manfaat
b. Kegotongroyongan
c. Keterbukaan
d. Kehati-hatian
e. Akuntabilitas
5. Pelayanan kesehatan yang tidak dijamani oleh BPJS Kesehatan sesuai Perpres
No. 12 tahun 2013 adalah sebagai berikut, kecuali:
a. Pelayanan kesehatan untuk tujuan estetik
b. Pelayanan untuk mengatasi infertilitas
c. Pelayanan meratakan gigi (ortodonsi)
d. Pelayanan kesehatan tidak sesuai prosedur
e. Pelayanan kesehatan kasus gawat darurat
6. Hal-hal yang menuntut profesi Apoteker untuk terus berkomitmen meningkatkan
kompetensinya sebagai profesi kesehatan antara lain:
a. Perubahan orientasi pelayanan kefarmasian
b. Tingkat pengetahuan masyarakat yang semakin tinggi
c. Perubahan kebijakan dan peraturan perundang-undangan
d. Jumlah dan macam obat yang semakin banyak
e. Pernyataan a, b, c, dan d benar
7. Berikut ini adalah hal-hal yang dapat menjadi kendala penerapan PC di Apotek,
kecuali:
a. Boundary or turf concern
b. Communication break down
c. Power issue

SOAL PHARMACEUTICAL CARE DI APOTEK


(KHAFIDZ NASRUDIN, S.FARM., APT.)
SIFAT: TERTUTUP
WAKTU: 20 MENIT
d. Lack of trust in anothers competence
e. Receptivenes to collaburation
8. Syarat terbentuknya collaborative working relationship antar tenaga kesehatan
adalah sebagai berikut, kecuali:
a. Time to interact (Adanya waktu untuk saling berinteraksi)
b. Appropriate clinical knowledge (Pengetahuan menginterpretasi kondisi klinik
pasien)
c. Power issue

(adanya

anggapan

masyarakat

bahwa

dominasi

profesi

kesehatan pada profesi kesehatan tertentu)


d. Receptivenes to collaburation (Penerimaan atas terjadinya kolaburasi)
e. Close proximity (Kedekatan antar Nakes)
9. Tahapan pertama dalam mewujudkan PC di Apotek adalah:
a. Proffesional relationship expansion
b. Proffesional recognize
c. Exploration and trial
d. Proffesional awarenes
e. Commitment to colaburative working relationship
10.Tujuan ditetapkannya Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek sesuai Peraturan
Menteri Kesehatan No. 35 Tahun 2014
adalah sebagai berikut:
a. Menjamin kepastian hukum bagi tenaga kefarmasian dan tenaga kesehatan
lainnya
b. Meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian
c. Menjamin kepastian hukum bagi tenaga kefarmasian
d. melindungi pasien dan masyarakat dari penggunaan obat yang tidak rasional
dalam rangka keselamatan pasien (patient safety)
e. Jawaban b, c, dan d benar
11.Pelayanan farmasi klinik sesuai Peraturan Menteri Kesehatan No. 35 Tahun 2014
adalah sebagai berikut, kecuali:
a.
b.
c.
d.
e.

Pengkajian Resep
Pelayanan Informasi Obat (PIO)
Penegakkan diagnosa penyakit
Pelayanan Kefarmasian di rumah (home
Pemantauan Terapi Obat (PTO)

pharmacy care)

SOAL PHARMACEUTICAL CARE DI APOTEK


(KHAFIDZ NASRUDIN, S.FARM., APT.)
SIFAT: TERTUTUP
WAKTU: 20 MENIT
12.Berikut ini adalah hal yang menjadi pertimbangan farmasetis dalam pengkajian
resep sesuai Peraturan Menteri Kesehatan No. 35 Tahun 2014:
a. bentuk dan kekuatan sediaan, stabilitas, kompatibilitas (ketercampuran
Obat).
b. ketepatan indikasi dan dosis Obat
c. aturan, cara dan lama penggunaan Obat
d. duplikasi dan/atau polifarmasi
e. reaksi Obat yang tidak diinginkan
13.Ha-hal yang menjadi pertimbangan klinis dalam pengkajian resep sesuai
Peraturan Menteri Kesehatan No. 35 Tahun 2014, kecuali:
a. ketepatan indikasi dan dosis Obat
b. aturan, cara dan lama penggunaan Obat
c. Stabilitas dan kompatibilitas obat
d. duplikasi dan/atau polifarmasi
e. reaksi Obat yang tidak diinginkan
14.Jenis pelayanan kefarmasian di rumah (Home Pharmacy Care) yang dapat
dilakukan Apoteker sesuai Peraturan Menteri Kesehatan No. 35 Tahun 2014,
kecuali:
a. Penilaian/pencarian (assessment) masalah yang berhubungan dengan
pengobatan
b. Identifikasi kepatuhan pasien
c. Pendampingan pengelolaan Obat dan/atau alat kesehatan di rumah

SOAL PHARMACEUTICAL CARE DI APOTEK


(KHAFIDZ NASRUDIN, S.FARM., APT.)
SIFAT: TERTUTUP
WAKTU: 20 MENIT
d. Konsultasi masalah Obat atau kesehatan secara umum
e. Perawatan luka pasien penyakit kronis
15.Berikut ini adalah evaluasi mutu pelayanan kefarmasian sesuai Peraturan
Menteri Kesehatan No. 35 Tahun 2014:
a.

Pelayanan farmasi klinik diusahakan zero deffect dari medication error

b.

Standar Prosedur Operasional (SPO): untuk menjamin mutu pelayanan

sesuai dengan standar yang telah ditetapkan


c.

Lama waktu pelayanan Resep antara 15-30 menit

d.

Keluaran Pelayanan Kefarmasian secara klinik berupa kesembuhan

penyakit pasien, pengurangan atau hilangnya gejala penyakit, pencegahan


terhadap penyakit atau gejala, memperlambat perkembangan penyakit
e.
Jawaban a, b, c, dan d benar semua
16.Jenis-jenis Drug Related Problem adalah sebagai berikut, kecuali:
a. drug reaction
b. Untreated indication
c. Improper drug selection
d. Sub therapeutic dosage
e. Failure to receive drug
17.Langkah-langkah dalam memecahkan kasus DRP adalah:
a.
b.
c.
d.
e.

Identification of real or potential DRP


Determination of the desired therapeutic outcome
Determination of therapeutic alternatives
Design of an optimal individualized drug therapy plan
a, b, c, dan d benar

SOAL PHARMACEUTICAL CARE DI APOTEK


(KHAFIDZ NASRUDIN, S.FARM., APT.)
SIFAT: TERTUTUP
WAKTU: 20 MENIT
Soal nomor 18 hingga 20 berhubungan dengan contoh kasus berikut ini:
Seorang Ibu datang ke Apotek Z dan berkonsultasi kepada Apoteker yang sedang
berpraktek. Ibu tersebut tengah mencarikan obat untuk anaknya (Zafran) yang
berusia 15 tahun dan sedang mengalami diare lebih dari tiga hari dengan disertai
demam,

feses

berlendir,

serta

frekeunsi

yang

sering.

Hasil

Laboratorium

menunjukkan adanya bakteri E. Coli. Ibu tersebut telah memeriksakan anaknya ke


dokter dan telah diberikan obat Loperamide HCL dengan aturan pakai pertama
minum 2 tablet, selanjutnya jika masih diare 1 tablet maksimal 3 kali sehari. Namun
demikian, kondisi anaknya belum membaik hingga Ibu tersebut datang dan
berkonsultasi kepada Apoteker di Apotek Z.
18.Kasus tersebut menunjukkan bahwa Zafran tengah menderita penyakit:
a.
b.
c.
d.
e.

Diare spesifik
Diare non spesifik
Diare karena makanan yang merangsang saluran cerna
Diare idiopatik
Semua jawaban salah

19.Jenis Drug Related Problem apakah yang mungkin dialami zafran berdasarkan
kasus tersebut?
a.
b.
c.
d.
e.

Adverse drug reaction


Sub therapeutic dosage
Drug interaction
Improper drug selection
Failure to receive drug

20.Planning therapy yang dapat disarankan kepada pasien tersebut, kecuali:


a. Menjaga higienitas dan sanitasi, perbaiki pola makan
b. Hindari makanan yang merangsang saluran cerna selama diare
c. Berikan antibiotika yang sesuai untuk jenis bakterinya, obat demam bila perlu
dan Obat Loperamide HCL diteruskan untuk menghentikan diarenya
d. Cegah jangan sampai terjadi dehidrasi dengan memberikan pengganti cairan
tubuh atau oralit

SOAL PHARMACEUTICAL CARE DI APOTEK


(KHAFIDZ NASRUDIN, S.FARM., APT.)
SIFAT: TERTUTUP
WAKTU: 20 MENIT
e. Berikan antibotika yang sesuai untuk jenis bakterinya, obat demam bila perlu
dan Obat Loperamide HCL dihentikan pemakaiannya