Anda di halaman 1dari 10

Definisi Akuntansi Dari Sudut Pemakai, Proses Kegiatan dan Para Ahli - Akuntansi

sering disebut sebagai Bahasa Bisnis atau Bahasa Pengambilan Keputusan, karena
semakin kita dapat memahami dan menguasai ilmu akuntansi, maka akan semakin baik
pula dalam menangani dunia usaha terutama aspek keuangan perusahaan

Definisi akuntansi dapat dirumuskan dari dua sudut pandang, yaitu sudut pemakai dan
proses kegiatannya.

1. Definisi Akuntansi dari Sudut Pemakai

Akuntansi dapat didefinisikan sebagai suatu disiplin yang menyediakan informasi yang
diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efisien dan mengevaluasi kegiatan-
kegiatan suatu organisasi. Adapun manfaat informasi akuntansi antara lain untuk:

a. membuat perencanaan yang efektif, pengawasan, dan pengambilan keputusan oleh


manajemen, dan
b. pertanggungjawaban organisasi kepada para investor, kreditur, pemerintah, dan
sebagainya.

2. Definisi Akuntansi dari Sudut Proses Kegiatan

Ditinjau dari sudut kegiatannya, akuntansi dapat didefinisikan sebagai suatu proses
pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan, dan penganalisaan data keuangan
suatu organisasi. Pada dasarnya akuntansi meliputi kegiatan berikut ini.

a. Mengidentifikasi data yang berkaitan dengan pengambilan keputusan, baik data yang
berasal dari intern perusahaan maupun data yang berasal dari ekstern perusahaan.
b. Memproses atau menganalisis data yang relevan.
c. Mengubah data menjadi informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan
keputusan, misalnya untuk pengembangan usaha atau perluasan usaha, penambahan
investasi, dan sebagainya.

Selain dari dua sudut pandang diatas, adapun definisi akuntansi penurut para ahli
adalah sebagai berikut;

Definisi pertama mengenai akuntansi adalah definisi yang dikemukakan oleh ABP
Statement No. 4 dalam Smith Skousen (1995 : 3), akuntansi adalah suatu aktivitas jasa.
Fungsinya adalah menyediakan informasi kuantitatif, terutama yang bersifat dalam
pengambilan keputusan ekonomis dalam menetapkan pilihan-pilihan yang logis
diantara berbagai tindakan alternatif.

Menurut American Insitute of Certified Public Accounting (AICPA) dalam Harahap


(2003) mendefinisikan akuntansi sebagai seni pencatatan, penggolongan, dan
pengikhtisaran dengan cara tertentu dalam ukuran moneter, transaksi, dan kejadian-
kejadian yang umumnya bersifat keuangan termasuk menafsirkan hasil-hasilnya.
Peranan akuntansi sangat diperlukan sebagai alat bantu para pengusaha dalam
mengambil keputusan ekonomi, dan melancarkan tugas manajemen perusahaan,
khususnya bidang perencanaan dan pengawasan. Oleh karena itu, ilmu
akuntansi banyak dipelajari oleh para usahawan dan diajarkan mulai dari sekolah
menengah sampai dengan perguruan tinggi.
Sedangkan pengertian akuntansi menurut Rudianto mendefenisikan bahwa akuntansi
adalah sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang
berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi suatu badan usaha.

Dan pengertian menurut Charles T. Horngren, dan Walter T.Harrison (Horngren


Harrison,2007:4) menyatakan bahwa: Akuntansi adalah sistem informasi yang
mengukur aktivitas bisnis, memproses data menjadi laporan, dan mengkomunikasikan
hasilnya kepada para pengambil keputusan.

informasi akuntansi berguna bagi pemakainya. Siapa sajakah yang mendapatkan manfaat dari
informasi akuntansi? Materi berikut ini akan memberi penjelasan.

Akuntansi dapat didefinisikan dari dua sudut pandang, yaitu definisi dari sudut pemakai jasa
akuntansi dan dari sudut proses kegiatannya. Dari sudut pandang pemakai, akuntansi dapat
didefinisikan sebagai suatu disiplin ilmu yang menyediakan informasi berupa pelaporan
keuangan yang diperlukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan mengenai kegiatan ekonomi
dan kondisi perusahaan. Dalam pengertian ini, akuntansi adalah suatu aktivitas jasa yang
berfungsi untuk menyediakan informasi kuantitatif entitas ekonomi (usaha) terutama yang
bersifat keuangan dan dimaksudkan untuk berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi, dan
dalam menentukan pilihan di antara serangkaian tindakan-tindakan alternatif yang ada.
Bila ditinjau dari sudut pemakai, informasi akuntansi akan sangat berguna sebagai dasar untuk
pengambilan keputusan. Dalam hal ini terdapat dua golongan utama para pemakai informasi
akuntansi, yaitu pihak internal organisasi perusahaan dan pihak eksternal organisasi perusahaan.
Manajemen sebagai pihak internal perusahaan lebih memusatkan perhatian pada relevansi
informasi untuk pengendalian manajerial dan keputusan manajemen. Sedangkan pihak eksternal
pada umumnya lebih menitik beratkan pada pengukuran pendapatan untuk suatu periode khusus
baik bulanan maupun tahunan untuk membuat keputusan ekonomi terhadap perusahaan tersebut.
Informasi tersebut dapat diperoleh dalam laporan keuangan yang menggambarkan kondisi
perusahaan pada akhir periode.

Pihak pihak yang berkepentingan dengan informasi akuntansi dapat dikelompokan menjadi 2,
yaitu:

1. PIHAK INTERNAL
Pemakai pihak internal adalah manajer atau pemimpin, yaitu orang bertanggung jawab terhadap
kegiatan perusahaan. Pihak internal yang terdapat pada perusahaan dikelompokkan menjadi
beberapa bagian sebagai berikut:
a. Pemimpin Perusahaan
Pemimpin perusahaan memerlukan informasi akuntansi sebagai dasar untuk membuat
perencanaan, menentukan kebijakan untuk masa yang akan datang, mengadakan pengawasan
terhadap kegiatan kegiatan perusahaan yang dikelolanya dan untuk mengetahui tingkat
keberhasilan yang dicapainya.
b. Direktur dan Manajer Keuangan.
Untuk menentukan mampu tidaknya perusahaan dalam melunasi utangnya secara tepat waktu
kepada kreditur (bankir, supplier), maka mereka membutuhkan informasi akuntansi mengenai
besarnya uang kas yang tersedia di perusahaan pada saat menjelang jatuh temponya
pinjaman/utang.
c. Direktur Operasional dan Manajer Pemasaran.
Untuk menentukan efektif tidaknya distribusi produk maupun aktivitas pemasaran yang telah
dilakukan perusahaan, maka mereka membutuhkan informasi akuntansi mengenai besarnya
penjualan (trend penjualan).
d. Manajer dan Supervisor Produksi.
Mereka membutuhkan informasi akuntansi biaya untuk menentukan besarnya harga pokok
produksi, yang pada akhirnya juga sebagai dasar untuk menetapkan harga jual produk per unit.

2. PIHAK EKSTERNAL
IAI (1994:3) mengelompokkan pemakai dari manfaat informasi akuntansi ke dalam beberapa
kelompok sebagai berikut:
a. Investor
Mereka membutuhkan informasi untuk membantu menentukan apakah membeli, manahan atau
menjual investasi tersebut. Pemegang saham juga tertarik pada informasi yang memungkinkan
mereka untuk menilai kemampuan perusahaan untuk membayar dividen. Informasi akuntansi
diperlukan baik oleh calon investor atau investor. Calon investor perlu melakukan analisis risiko
dan hasil pengembalian yang diharapkan dapat diterima dari rencana penanaman modal yang
akan dilakukan. Setelah menjadi investor mereka memonitoring kinerja perusahaan. Investor
melakukan kegiatan baik perencanaan dan monitoring investasinya melalui analisis laporan
keuangan perusahaan.
b. Karyawan
Karyawan berkepentingan untuk mengetahui profitabilitas dan stabilitas perusahaan dimana
mereka bekerja karena kelangsungan hidupnya sangat tergantung kondisi perusahaan tersebut
termasuk pula jaminan hidup setelah mereka pensiun. Akuntansi dapat memberikan informasi
yang diperlukan oleh karyawan tersebut.
c. Kreditor
Mereka tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah
jumlah yang terutang akan dibayar pada saat jatuh tempo. Kreditor membutuhkan informasi
untuk menilai kemampuan debitur atau calon debitur untuk memenuhi kewajiban pembayaran
pokok pinjaman dan bunganya. Kemampuan untuk mengembalikan pinjaman ini sangat
tergantung pada besarnya keuntungan (laba) dan arus kas yang dihasilkan dari kegiatan operasi
perusahaan debitur. Melalui analisis laporan keuangan perusahaan debitur, kreditor dapat
mengetahui kondisi di atas.
d. Pelanggan
Pelanggan mempunyai kepentingan dengan kelangsungan hidup perusahaan terutama mereka
yang sangat membutuhkan produk produk perusahaan dalam jangka panjang dan sulit untuk
digantikan oleh produk perusahaan lainnya.
e. Pemerintah
Mereka membutuhkan informasi untuk mengatur aktifitas perusahaan, menetapkan kebijakan
pajak dan sebagai dasar penyusunan statistik. Salah satu sumber pendapatan pemerintah adalah
dari sektor pajak. Perusahaan merupakan salah satu wajib pajak. Pemerintah berkepentingan
untuk memperoleh informasi yang dapat digunakan untuk menetapkan jenis pajak dan besarnya
kewajiban pajak yang harus ditanggung dan dibayar oleh perusahaan tersebut.
f. Masyarakat
Laporan keuangan dapat menyediakan informasi kecenderungan (trend) dan perkembangan
terakhir kemakmuran perusahaan serta rangkaian aktivitasnya. Informasi ini berguna untuk
menilai kontribusi perusahaan terhadap ekonomi nasional misalnya jumlah orang yang
dipekerjakan, jumlah modal yang ditanamkan dalam perusahaan.

Akuntansi Keuangan

Disebut juga akuntansi umum (general accounting). Informasi yang disajikan dari akuntansi
keuangan berupa laporan keuangan, yang penggunanya adalah pengambil keputusan dari pihak
luar perusahaan. Informasi yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan bersifat umum untuk
berbagai pengguna. Kelompok pengguna yang biasanya memerlukan informasi akuntansi
keuangan adalah:
a. Pemilik perusahaan, menggunakan informasi keuangan ini untuk pengambilan keputusan
apakah mereka akan tetap bertahan pada pemilikan perusahaan tersebut atau harus melepaskan
kepemilikan dalam perusahaan.
b. Kreditor perusahaan, menggunakan informasi keuangan ini untuk pengambilan keputusan
apakah pihaknya akan memperpanjang pemberian kredit perusahaan tersebut atau menolaknya
c. Pemerintah menggunakan informasi ini sebagai dasar penetapan besarnya pajak, dsb
d. Karyawan memerlukan informasi keuangan ini untuk melakukan negosiasi dengan perusahaan
dalam hal kontrak atau berbagai keputusan yang berkaitan dengan ketenagakerjaan
e. Pelanggan perusahaan menggunakan informasi keuangan ini untuk pengambilan keputusan
yang berkaitan dengan kerjasama dengan perusahaan

Akuntansi keuangan biasanya meliputi 3 (tiga) fungsi, yaitu :


(1) pemilihan dan pencatatan data,
(2) analisis data, dan
(3) menyiapkan laporan bagi pengguna

Akuntansi Biaya (Cost Accounting)


penganggaran masuk dalam kelompok akuntansi manajemen. Manajemen perusahaan harus
menyediakan berbagai informasi untuk pencapaian sasaran. Kategori utama dari informasi yang
diperlukan adalah untuk perencanaan dan pengendalian perusahaan yang bersifat harian.
Manajemen harus mengetahui apa yang terjadi di perusahaan dan lingkungannya pada saat
sekarang dan apakah operasi perusahaan bisa berjalan dengan lancar sebagaimana yang
diinginkan untuk mencapai tujuannya.
Kategori lain atas informasi yang dibutuhkan manajemen adalah untuk perencanaan jangka
panjang, misalnya untuk menentukan kebijakan menyeluruh bagi perusahaan atau untuk
membuat kebijakan khusus karena adanya kejadian di masa lampau yang tidak diinginkan akan
terulang lagi di masa mendatang.

Akuntansi Manajemen
Akuntansi manajemen meliputi 3 (tiga) fungsi, yaitu:
(1) pemilihan dan pencatatan data,
(2) analisis data, dan
(3) menyiapkan laporan bagi manajemen.

Akuntansi Pemeriksaan (Auditing).


Akuntansi pemeriksaan adalah bidang akuntansi yang berhubungan dengan kegiatan
pemeriksaan terhadap catatan hasil kegiatan Akuntansi Keuangan yang bersifat pengujian atas
kelayakan Laporan Keuangan secara bebas (independen/ tidak berpihak) dan obyektif.

Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting)


Bidang Akuntansi Perpajakan berhubungan dengan penentuan obyek pajak yang menjadi
tanggungan perusahaan serta perhitungannya. Kegiatan akuntansi Perpajakan adalah membantu
manajemen dalam menentukan pilihan-pilihan transaksi yang akan dilakukan sehubungan
dengan pertimbangan perpajakan.

Akuntansi Anggaran (Budgetary Accounting)


Bidang kegiatan akuntansi anggaran berhubungan dengan pengumpulan dan pengolahan data
operasi keuangan yang sudah terjadi serta taksiran kemungkinan yang akan terjadi, untuk
kepentingan penetapan rencana operasi keuangan perusahaan (anggaran) dalam suatu periode
tertentu.

Akuntansi Pemeriksaan (Governmental Accounting)


Akuntansi pemerintahan adalah bidang akuntansi yang kegiatannya berhubungan dengan
masalah pemeriksaan keuangan Negara lazim disebut Administrasi Keuangan Negara.

Bidang Garapan/Profesi Akuntansi


Jabatan-jabatan dalam lapangan akuntansi dapat dikelompokkan dalam berbagai
bidang. Berdasarkan lingkup kegiatan dan bidang garapannya, profesi akuntansi
adalah sebagai berikut.

1. Akuntan Publik
Akuntan publik adalah akuntan yang kegiatannya memberikan jasa untuk
kepentingan perusahaan dengan sejumlah pembayaran tertentu, atau disebut juga
akuntan ekstern.

2. Akuntan Pemerintah
Akuntan pemerintah adalah akuntan yang bekerja sebagai pemeriksa atau auditor
untuk pemerintah atau negara.

3. Akuntan Pendidik
Akuntan pendidik adalah akuntan yang bekerja sebagai pengajar atau dosen di
perguruan tinggi.

4. Akuntan Intern atau Akuntan Perusahaan


Akuntan intern adalah akuntan yang bekerja dalam perusahaan dan bertugas
khusus di bidang akuntansi intern untuk membantu pengelola perusahaan.

Pengertian Siklus Akuntansi


Siklus akuntansi ialah suatu proses penyusunan suatu laporan keuangan yang bisa
dipertanggung jawabkan dan serta diterima secara umum pada prinsip-prinsip dan
kaidah akuntansi, prosedur-prosedur, metode-metode, serta dalm teknik-teknik dari
segala sesuatu yang dicakup dalam ruang lingkup akuntansi dalam suatu periode
tertentu.

Pengertian Siklus Akuntansi Menurut Para Ahli


1. Indra Bastian (2007:76)

menurut Indra Bastian menyatakan bahwa siklus akuntansi ialah suatu sistematika
pencatatan transaksi keuangan, peringkasannya dan pelaporan keuangan.
2. Abdul Halim (2007:43)

Menurut Abdul Halim menyatakan bahwa Siklus akuntansi ialah suatu tahapan yang
ada dalam suatu sistem akuntansi.

3. Soemarso SR

Menurut Soemarso SR menyatakan bahwa Siklus akuntansi ialah suatu tahap-tahap


kegiatan dalam suatu proses pencatatan dan pelaporan akuntansi mulai dari
terjadinya suatu transaksi sampai dengan dibuatnya laporan keuangan.

4. Winwin Yadiati, Ilham Wahyudi

Menurut Winwin Yadiati, Ilham Wahyudi menyatakan bahwa Siklus akuntansi ialah
suatu tahapan-tahapan dalam mencatat sebuah transaksi bisnis hingga
menghasilkan sebuah laporan keuangan bagi suatu organisasi dalam periode
tertentu.

5. Achmad Tjahyono

Siklus akuntansi menurut Achmad Tjahyono, Sulastiningsih menyatakan bahwa


Siklus Akuntansi ialah suatu langkah-langkah dalam akuntansi formal dimulai dari
sebuah analisis terhadap transaksi bisnis, mencatat dalam buku jurnal, dan diakhiri
dengan suatu penyusunan daftar saldo setelah penutupan.

Macam-Macam Siklus Akuntansi


1. Siklus Pendapatan

Siklus pendapatan mencakup sebuah transaksi penjualan dan transaksi penerimaan


tunai. Dalam sebuah transaksi penjualan, pesanan barang atau jasa daripelanggan
menghasilkan faktur penjualan, yang kemudian pesanan dikirim kepada pelanggan.
Dalam sebuah transaksi penerimaan tunai, uang atau cek diterima dari pelanggan.
Jika penjualan dilakukan dengan secara kredit, nilai dalam penjualan dimasukkan
ke dalam pos piutang, sampai dengan pembayaran diterima.

2. Siklus Pengeluaran

Siklus pengeluaran merupakan mencakup sebuah transaksi pembelian dan


transaksi pngeluaran tunai. Siklus dalam pembelian meliputi dari pemerolehan
suatu sumber daya atau jasa, yang seperti barang dagangan, komponen suku
cadang, bahan pembantu, dan rekening telepon. Dalam sebuah transaksi
pengeluaran tunai cek disiapkan dan dikirimkan kepada sebuah pemasok. Jika
pembelian dilakukan dengan secara kredit, nilai pembelian dimasukkan ke dalam
sebuah rekening hutang, sampai dengan pembayaran dilakukan.

3. Siklus Pelaporan Buku Besar dan Keuangan

Siklus Pelaporan Buku Besar dan Keuangan tidak hanya mempunyai untuk
memproses suatu transaksi-transaksi secara individual, tetapi menerima arus dari
berbagai sebuah sistem pemrosesan transaksi dan kemudian akan menghasilkan
keluaran secara berkala. Namun, untuk menghasilkan suatu keluaran yang
seharusnya atau yang benar menurut dalam kaidah akuntansi, maka pada setiap
akhir periode perlu dilakukan suatu penyesuaian atas beberapa transaksi.

4. Siklus Manajemen Sumberdaya

Siklus Manajemen Sumberdaya ini meliputi suatu peristiwa-peristiwa yang


berkaitan dengan pemanfaatan sumberdaya fisik oleh sebuah perusahaan, yaitu :

pemerolehan, investasi, dan pengeluaran dana.

pemerolehan, pemeliharaan, dan penjualan fasilitas atau aktiva tetap.

pemerolehan, penyimpanan, dan penjualan barang dagangan.

Dalam pemerolehan, pemeliharaan, dan pembayaran tenaga kerja (manajer,


karyawan, dan jasa dari luar).

5. Siklus Penggajian
Siklus penggajian dan personalia meliputi penggunaan tenaga kerja dan
pembayaran kesemua pegawai, tanpa memperhatikan sebuah klasifikasi atau
metode penentuan kompensasi. Pegawai bisa berupa dari eksekutif dengan gaji
tetap ditambah dengan bonus, pekerja kantor berdasarkan dari gaji bulanan
dengan atau tanpa lembur, wiraniaga berdasarkan dari komisi, buruh pabrik dan
pegawai serikat pekerja dibayar berdasarkan dari jam.Siklus penggajian dan pada
penggajian personalia meliputi semua bentuk kompensasi yang diberikan kepada
seluruh kegiatan tenaga kerja yang dipekerjakan oleh perusahaan. Rekening-
rekening yang terbentuk dalam siklus ini antara lain, yaitu :

Dari Kompensasi pokok (yang meliputi gaji, upah, insentip, dan macam-
macam tunjangan karyawan )

Dari suatu Pajak atas gaji/upah karyawan

Dari suatu Biaya tenaga kerja langsung (biaya overhead pabrik)

Dari suatu Biaya tenaga kerja langsung


Dari suatu Utang atas gaji/upah karyawan

Dari suatu Gaji dibayar dimuka (uang muka gaji

6. Siklus Produksi
Siklus Produksi ialah suatu rangkaian aktivitas bisnis dan sebuah operasi
pemrosesan data terkait yang terus terjadi yang berkaitan dengan suatu
pembuatan produk.

Aktivitas-Aktivitas Siklus Produksi

Dalam Informasi akuntansi biaya yang akurat dan tepat waktu ialah input yang
paling penting dalam suatu keputusan mengenai hal-hal berikut ini :

Dalam Bauran produk

Dalam penetapan harga produk

Dalam alokasi dan perencanaan sumber daya (contoh apakah membuat atau
membeli)

Dalam Manajemen Biaya

Tahap-Tahap Siklus Akuntansi


1. Tahap Pencatatan Bukti Transaksi Keuangan

Suatu proses dalam mengumpulkan dan mencatat bukti atas sebuah transaksi yang
telah disetujui oleh sebuah perusahaan dan disusun ke dalam sebuah buku harian
atau Jurnal Umum, yang memindah bukukan atau posting dari jurnal umum yang
berdasarkan kelompok akun atau Chart of Account atau jenisnya ke dalam suatu
akun Buku Besar dan Buku Pembantu (Sub Ledger).

2. Tahap Membuat Ikhtisar Laporan Keuangan

Dalam tahapan ini Penyusunan neraca saldonya (Trial Balance) berdasarkan dari
sebuah data dari akun akun buku besar. Pembuatan pada ayat jurnal penyesuaian
(Adjustment Entries). Penyusunan pada lembar kertas kerja (Work Sheets) atau
dalam sebuah neraca lajur. Dan dalam pembuatan ayat Jurnal penutup (Closing
Entries).

3. Tahap Membuat Laporan Keuangan atau Financial Statements


Laporan Keuangan perusahaan terdiri dari:
Laporan Neraca (Balance Sheets), ialah suatu ihtisar laporan keuangan
yang menunjukkan sebuah posisi Aktiva atau Assets, Hutang atau Liabilities,
dan Modal atau Equity

Laporan Rugi Laba (Income Statements), yaitu suatu laporan keuangan


dari suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode tertentu yang
terdiri dari semua pendapatan dan beban yang sehingga menghasilkan nilai
laba atau rugi.

Laporan Perubahan Modal (Equity Statements), ialah suatu ihtisar dari


laporan keuangan yang mencatat suatu informasi yang mengenai perubahan
modal, yang terdiri dari jumlah Modal disetor awal (Capital Stock), tambahan
modal disetor (Paid-in Capital), Saldo Laba Periode Berjalan (Current
Earning), dan Saldo Laba Ditahan (Reatained Earning)

Laporan Arus Kas (Cash Flow Statements), ialah suatu bagian dari
laporan keuangan pada perusahaan yang dihasilkan dari suatu periode
akuntansi yang terdiri dari suatu aliran dana kas masuk dan keluar, yang
biasanya dikelompokkan berdasarkan dari Arus Kas dari Aktivitas Operasi,
Aktivitas Investasi, dan Aktivitas Pendanaan.

Catatan atas Laporan Keuangan. ialah suatu laporan tambahan catatan


sebuah informasi yang lebih terperinci yang mengenai akun tertentu serta
memberikan suatu penilaian yang lebih komprehensif dari kondisi laporan
keuangan pada perusahaan.

Didalam sebuah perusahaan pasti akan membutuhkan yang namanya laporan


keuangan. agar terjaga kestabilan keuangan perusahaan.