Anda di halaman 1dari 15

DAFTAR ISI

Kata Pengantar....................................................................................................................... 1
Daftar Isi ................................................................................................................................ 2

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.......................................................................................................... 3
1.2 Permasalahan.............................................................................................................. 4
1.3 Tujuan......................................................................................................................... 5

BAB II PEMBAHASAN/ISI
2.1 Hakikat Penghijauan Lingkungan............................................................................. 6
2.2 Peran dan Fungsi Penghijauan................................................................................. 8
2.3 Teknik Penghijauan.................................................................................................... 11
2.4 Manfaat Penghijauan Terhadap Lingkungan Dan Mahluk Hidup........................... 12
2.5 Proses Dalam Penghijauan......................................................................................... 14
2.6 Perawatan.................................................................................................................... 14

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan.................................................................................................................. 15
3.2 Saran............................................................................................................................ 15

Daftar Pustaka........................................................................................................................ 16

1
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Adanya berbagai perubahan kondisi dan kualitas lingkungan tentunya akan bisa

berpengaruh buruk terhadap manusia. Apalagi beragam bentuk kerusakan

lingkungan, seperti pencemaran udara, pencemaran air, dan menurunnya kualitas

lingkungan akibat bencana alam, banjir, longsor, kebakaran hutan, krisis air bersih,

sekolah menjadi gersang. Hal ini lama kelamaan akan dapat berdampak buruk

pada lingkungan, khususnya bagi kesehatan masyarakat dan sekolah yang ada di

lingkungan itu sendiri.

Manusia terkadang tenggelam dalam rangkaian kegiatan yang terlalu berlebihan

dan tidak memperhatikan kepentingan lainnya. Kurangnya kesadaran masyarakat

dalam menata dan memelihara kelestarian lingkungan, telah mengakibatkan

menurunnya kualitas lingkungan yang begitu parah. Hal ini haruslah menjadi

perhatian khusus bagi penanggung dan komunitasnya dalam menata kembali

lingkungan sekolah dari segala bentuk berbagai kerusakan lingkungan, disamping

itu nantinya akan membangun budaya pelaku pendidikan dalam berwawasan

lingkungan.

Dalam hal ini, tidaklah berlebihan jika gerakan ramah lingkungan pun bisa kembali

digalakkan melalui program penghijauan lingkungan secara menyeluruh.. Mengingat

bekurangnya jumlah hutan yang ada khusunya di Prpinsi Jambi hal ini disebabkan

karena banyaknya penebangan hutan secara liar, oleh pihak-pihak yang tidak

bertanggung jawab menjadi salah satu penyebab rusaknya ekosistem hutan. Hal ini

2
berdampak terhadap tingginya resiko bencana alam yang akan terjadi seperti

banjir, tanah longsor dan polusi udara, karena tidak adanya penahan air tanah di

bumi.

Padahal telah kita ketahui secara bersama hutan memiliki peranan yang sangat

besar guna kelangsungan hidup manusia kedepan. Oleh karena itu, telah menjadi

kewajiban kita untuk menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan hidup,

selain itu sangatlah perlu adanya kerja sama yang baik antara pemerintah,

masyarakat dengan sekolah itu sendiri.

Salah satu cara mengatasi permaslahan tersebut adalah pembangunan diberbagai

sekolah hendaklah bisa memperhatikan ekosistem di sekitarnya. Janganlah,

eksistensi lingkungan dikesampingkan oleh dalih penataan lingkungan tanpa

menghiraukan kelestarian dan kenyamanan lingkungannya.

Menyikapi hal ini, sebagai pelaku pendidikan dan anggota masyarakat yang cinta

lingkungan, paling tidak kita secara etika bisa ikut berpartisipasi pada setiap

program yang berkait dengan pelestarian lingkungan hidup yang direncanakan oleh

pemerintah melalui lingkungan dengan melakukan penghijauan .

Berdasarkan alasan tersebut penulis tertarik untuk mengkaji menjadi sebuah karya

ilmiah dengan mengangkat judul Penghijauan Lingkungan Di Kota Jambi

1.2 Permasalahan

Berdasarkan latar belakang tersebut di atas dalam karya ilmiah ini dapat difokuskan

kepada permasalahan yaitu sebagai berikut :

1. Bagaimana langkah melakukan penghijauan lingkungan di Kota Jambi?

2. Apakah penghijauan itu telah diterapkan oleh seluruh warga di Kota Jambi?

3
1.3 Tujuan

Adapun tujuan dalam penulisan karya ilmiah ini yaitu mendeskripsikan bagaimana

langkah melakukan penghijauan di lingkungan Kota Jambi.

4
BAB II

PEMBAHASAN DAN ISI

2.1 Hakikat Penghijauan Lingkungan

Penghijauan adalah salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan

secara konseptual dalam menangani krisis lingkungan. Begitu pentingnya sehingga

penghijauan sudah merupakan program nasional yang dilaksanakan di seluruh

Indonesia.

Banyak fakta yang menunjukkan bahwa tidak jarang pembangunan dibangun

di lahan pertanian maupun ruang terbuka hijau. Padahal tumbuhan dalam ekosistem

berperan sebagai produsen pertama yang mengubah energi surya menjadi energi

potensial untuk makhluk lainnya dan mengubah CO2 menjadi O2 dalam proses

fotosintesis. Sehingga dengan meningkatkan penghijauan diperkotaan berarti dapat

mengurangi CO2 atau polutan lainnya yang berperan terjadinya efek rumah kaca

atau gangguan iklim. Di samping vegetasi berperan dalam kehidupan dan kesehatan

lingkungan secara fisik, juga berperan estetika serta kesehatan jiwa. Mengingat

pentingnya peranan vegetasi ini terutama diperkotaan untuk menangani krisis

lingkungan maka diperlukan perencanaan dan penanaman vegetasi untuk penghijauan

secara konseptual.

Dari berbagai pengamatan dan penelitian ada kecenderungan bahwa

pelaksanaan penghijauan belum konseptual, malah terkesan asal jadi. Memilih jenis

tanaman dengan alasan mudah diperoleh, murah harganya dan cepat tumbuh.

5
2.1.1 Penghijauan Perkotaan

Penghijauan dalam arti luas adalah segala daya untuk memulihkan, memelihara dan

meningkatkan kondisi lahan agar dapat berproduksi dan berfungsi secara optimal, baik

sebagai pengatur tata air atau pelindung lingkungan. Ada pula yang mengatakan bahwa

penghijauan kota adalah suatu usaha untuk menghijaukan kota dengan melaksanakan

pengelolaan taman-taman kota, taman-taman lingkungan, jalur hijau dan sebagainya.

Dalam hal ini, penghijauan perkotaan merupakan kegiatan pengisian ruang terbuka di

perkotaan.

Pada proses fotosintesis, tumbuhan hijau mengambil CO2 dan mengeluarkan C6H12O6

serta peranan O2 yang sangat dibutuhkan makhluk hidup. Oleh karena itu, peranan

tumbuhan hijau sangat diperlukan untuk menjaring CO2 dan melepas O2 kembali ke

udara. Di samping itu, berbagai proses metabolisme tumbuhan hijau dapat memberikan

berbagai fungsi untuk kebutuhan makhluk hidup yang dapat meningkatkan kualitas

lingkungan.

Setiap tahun tumbuh-tumbuhan di bumi ini mempersenyawakan sekitar 150.000 juta ton

CO2 dan 25.000 juta ton hidrogen dengan membebaskan 400.000 juta ton oksigen ke

atmosfer, serta menghasilkan 450.000 juta ton zat-zat organik. Setiap jam, 1 ha daun-

daun hijau menyerap 8 kg CO2 yang ekuivalen dengan CO2 yang diembuskan oleh napas

manusia sekitar 200 orang dalam waktu yang sama. Setiap pohon yang ditanam

mempunyai kapasitas mendinginkan udara sama dengan rata-rata 5 pendingin udara

(AC), yang dioperasikan 20 jam terus menerus setiap harinya.

Setiap 93 m2 pepohonan mampu menyerap kebisingan suara sebesar 8 desibel, dan setiap

1 ha pepohonan mampu menetralkan CO2 yang dikeluarkan 20 kendaraan (Zoeraini

Djamal Irwan,1996).

6
Begitu pentingnya peranan tumbuhan di bumi ini dalam menangani krisis lingkungan

terutama di perkotaan, sangat tepat jika keberadaan tumbuhan mendapat perhatian serius

dalam pelaksanaan penghijauan perkotaan sebagai unsur hutan kota.

2.2 Peran dan Fungsi Penghijauan

Penghijauan berperan dan berfungsi :

(1) Sebagai paru-paru kota. Tanaman sebagai elemen hijau, pada pertumbuhannya

menghasilkan zat asam (O2) yang sangat diperlukan bagi makhluk hidup untuk

pernapasan.

(2) Sebagai pengatur lingkungan (mikro), vegetasi akan menimbulkan hawa lingkungan

setempat menjadi sejuk, nyaman dan segar.

(3) Pencipta lingkungan hidup (ekologis).

(4) Penyeimbangan alam (adaphis) merupakan pembentukan tempat-tempat hidup alam

bagi satwa yang hidup di sekitarnya.

(5) Perlindungan (protektif), terbadap kondisi fisik alami sekitarnya (angin kencang,

terik matahari, gas atau debu-debu).

(6) Keindahan (estetika).

(7) Kesehatan (hygiene).

(8) Rekreasi dan pendidikan (edukatif)

(9) Sosial politik ekonomi.

Seperti yang dikemukan (Eckbo 1956) bahwa pemilihan jenis tanaman untuk

penghijauan agar tumbuh dengan baik hendaknya dipertimbangkan syarat-syarat

hortikultura (ekologikal) dan syarat-syarat fisik. Syarat hortikultural yaitu respons dan

toleransi terhadap temperatur, kebutuhan air, kebutuhan dan toleransi terhadap cahaya

7
matahari, kebutuhan tanah, hama dan penyakit, serta syarat-syarat fisik lainnya yaitu

tujuan penghijauan, persyaratan budi daya, bentuk tajuk, warna, aroma.

2.2.1 Fungsi dan manfaat hutan

Fungsi dan manfaat hutan antara lain :

1. Untuk memberikan hasil,

2. Pencagaran flora dan fauna,

3. Pengendalian air tanah dan erosi,

4. Ameliorasi iklim,

5. Sebagai suplyer oksigen yang merupakan bahan baku utama untuk pernafasan

manusia,

6. Sebagai pencegah banjir,

7. Sebagai penyejuk alat,

8. Sebagai paru-paru dunia.

Jika hutan tersebut berada di dalam kota fungsi dan manfaat hutan antara lain:

1. menciptakan ikIim mikro,

2. engineering

3. arsitektural

4. estetika

5. modifikasi suhu

6. peresapan air hujan

7. perlindungan angin dan udara

8. pengendalian polusi udara

9. pengelolaan limbah dan memperkecil pantulan sinar matahari,

8
10. pengendalian erosi tanah,

11. mengurangi aliran permukaan,

12. mengikat tanah.

Konstruksi vegetasi dapat mengatur keseimbangan air dengan cara intersepsi,

infiltrasi, evaporasi dan transpirasi. Dengan demikian penghijauan perkotaan sebagai

unsur hutan kota perlu ditingkatkan secara konseptual meliputi perencanaan, pelaksanaan

dan pemeliharaan dengan mempertimbangkan aspek estetika, pelestarian lingkungan dan

fungsional. Pelaksanaan harus sesuai dengan perencanaan begitu pula pemeliharaan harus

dilakukan secara terus-menerus.

Menelaah fungsi penghijauan perkotaan dan fungsi hutan dapat dikatakan bahwa

penghijauan perkotaan merupakan unsur dari hutan kota. Sedangkan hutan kota adalah

bagian dari ruang terbuka hijau kota. Menurut (Grey dan Denehe1978) mengatakan

Hutan kota (urban forestry), meliputi semua vegetasi berkayu di dalam lingkungan

pemukiman, mulai dari kampung yang kecil sampai kota besar. Ada yang mengatakan

tentang hutan kota, yaitu ruang terbuka yang ditumbuhi vegetasi berkayu di wilayah

perkotaan yang memberikan manfaat lingkungan sebesar-besarnya kepada penduduk kota

dalam kegunaan proteksi, estetika serta rekreasi khusus lainnya (Fukuara dkk 1988).

Sebagai konsekuensi tumbuhan sebagai produsen pertama dalam ekosistem, dan

mengingat fungsi hutan kota dan fungsi penghijauan perkotaan sangat bergantung kepada

vegetasi yang digunakan maka tidak perlu lagi dipersoalkan luas lahan sebagai syarat

hutan kota. Yang penting adalah jumlah dan keanekaragaman vegetasi yang ditaman di

perkotaan sebanyak mungkin. Dengan demikian penghijauan perkotaan sebagai unsur

hutan kota perlu ditingkatkan secara konseptual meliputi perencanaan, pelaksanaan dan

pemeliharaan dengan mempertimbangkan aspek estetika, pelestarian lingkungan dan

9
fungsional. Pelaksanaan harus sesuai dengan perencanaan begitu pula pemeliharaan harus

dilakukan secara terus-menerus.

2.3 Teknik Penghijauan

1. Teknik penanaman

Faktor-faktor utama yang perlu diperhatikan yaitu dalam teknik penanaman pohon

adalah:

1) Pemilihan bibit tanaman.

Bibit generatif adalah berasal dari biji, merupakan bibit yang lebih tepat karena

mempunyai akar tunggang dan dapat hidup lebih lama. Bibit vegetatif, adalah bibit

yang berasal dari bagian-bagian vegetatif tanaman, seperti batang, daun dan akar.

Bibit vegetatif umumnya kurang kokoh dan perakarannya dangkal sehingga cepat

merusak trotoar, jalan atau saluran drainase.

Bibit yang baik sekurang-kurangnya telah tumbuh di wadahnya selama 6 bulan

dengan batang tinggi minimal 1.50 m dan diameter 0.05 m, untuk mengujinya

cukup dengan mencabut bibit tersebut. Apabila bibit mudah lepas dari wadahnya

berarti baru dipindahkan dan belum cukup baik ditanam di lapangan, sebaliknya jika

sulit dilepaskan berarti perakarannya sudah terbentuk dengan baik dan dapat ditanam

di lapangan;

2) Penanaman.

Lubang tanam perlu dipersiapkan sedikitnya satu minggu sebelum penanaman

dilakukan. Ukuran lubang tanam sangat bergantung pada besarnya tanaman. Ukuran

standar lubang tanam adalah 0.75 m (tinggi) x 0.90 m (lebar) x 0.90 m (panjang).

3) Perawatan pasca tanam.

10
Mempertahankan posisi tumbuh agar tetap tegak dan stabil. Menyiram tanaman 2-

3 hari sekali terutama di musim kemarau sambil membuang ranting-ranting yang

kerimg. Memupuk tanaman 3 bulan sekali dengan pupuk NPK 25 gram per lubang.

2.4 Manfaat Penghijauan terhadap Lingkungan dan Mahluk Hidup

Manfaat yang dapat diperoleh dalam melakukan penghijauan terhadap lingkungan dan

Mahluk hidup ialah :

a) Manfaat Estetis (Keindahan)

Pohon memiliki berbagai macam bentuk tajuk yang khas, sehingga menciptakan

keindahan tersendiri. Oleh karena itu bila disusun secara berkelompok dengan jenis

yang sama pada masing-masing kelompok akan menciptakan keindahan atau suasana

yang nyaman. Struktur bangunan tanpa diimbangi dengan pohon-pohon akan terasa

gersang, sebaliknya bila sekitarnya ditanam pohon serta ditata dengan baik akan

nampak hijau dan asri.

b) Manfaat Orologis

Akar pohon dengan tanah merupakan satu kesatuan yang kuat sehingga mampu

mencegah erosi.

c) Manfaat Hidrologis

Tanaman-tanaman pada dasarnya akan menyerap air hujan. Dengan demikian

banyaknya kelompok pohon-pohon akan menjadikan daerah sebagai daerah

persediaan air tanah yang dapat memenuhi kehidupan bagi manusia dan makhluk

lainnya.

d) Manfaat Klimatologis

11
Dengan banyaknya pohon akan menurunkan suhu setempat, sehingga udara di

sekitarnya menjadi sejuk dan nyaman. Jadi secara klimatologis kehadiran kelompok

pohon-pohon pelindung sangat besar artinya.

e) Manfaat Edaphis

Ini adalah manfaat dalam kaitan dengan tempat hidup binatang. Di lingkungan yang

penuh dengan pohon-pohon, secara alami satwa dapat hidup dengan tenang karena

lingkungan demikian memang sangat mendukung.

f) Manfaat Ekologis

Lingkungan yang baik adalah yang seimbang antara struktur buatan manusia dan

struktur alam. Kelompok pohon atau tanaman, air, dan binatang adalah bagian dari

alam yang dapat memberikan keseimbangan lingkungan.

g) Manfaat Protektif

Manfaat protektif adalah karena pohon dapat memberikan perlindungan, misalnya

terhadap teriknya sinar matahari, angin kencang, penahan debu, serta peredam suara.

Disamping juga melindungi mata dari cahaya silau.

h) Manfaat Hygienis

Adalah sudah menjadi sifat pohon pada siang hari menghasilkan O2 (Oksigen) yang

sangat diperlukan manusia, dan sebaliknya dapat menyerap CO2 (Karbondioksida)

yaitu udara kotor hasil gas buangan sisa pembakaran. Jadi secara hygienis, pohon

sangat berguna untuk kehidupan manusia.

i) Manfaat Edukatif

Berbagai macam jenis pohon yang ditanam di kota merupakan laboratorium alam,

karena dapat dimanfaatkan sebagai tempat belajar mengenal tanaman dari berbagai

aspeknya.

12
2.5 Proses dalam Penghijauan

Hal yang perlu dilakukan dalam penghijauan adalah:

Pengelolaan limbah/ sampah dan air

Landscaping dan penghijauan

Perawatan fisik bangunan dan lingkungan

Sekolah menjadi pusat penghijauan (green school) yang bermanfaat bagi lingkungan

2.6 Perawatan

Cara agar lingkungan tetap terjaga adalah:

Jangan memetik, memangkas, dan merusak tanaman yang ada.


Dilarang menginjak, bermain di taman rumput dan taman hias yang mengakibatkan

rumput-rumput itu mati.


Dilarang membuang sampah pada tanaman.
Dilakukan kerja bakti untuk membersihkan sampah sehingga taman terlihat indah.
Di taman sekolah diupayakan agar terawat dengan cara menyapu, menyiram,

meberi pupuk sehingga bertambah subur.


Berilah obat pembasmi hama sehingga tanaman tidak terganggu pertumbuhannya.

BAB III

PENUTUP

13
3.1 Kesimpulan

Dari hasil pembahasan dalam bab sebelumnya, dapatlah penulis rumuskan

beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1. Penghijauan merupakan kegiatan untuk mencegah terjadinya global warming.


2. Dalam melakukan kegiatan pembentukan penghijauan dilingkungan sekolah

perlu diadakan kerja sama yang erat antara warga sekolah.


3. Banyak sekali manfaat yang diperoleh dilakukannya kegiatan penghijauan

lingkungan disekolah, yaitu manfaat keindahan, mencegah erosi, menyerapkan

air hujan, manfaat edukatif, untuk kehidupan manusia.


4. Hal-hal yang perlu dilakukan dalam penghijauan adalah pengelolaan limbah

atau sampah dan air, landscaping dan penghijauan, perawatan fisik bangunan

dan lingkungan, sekolah menjadi pusat penghijauan (green school) yang

bermanfaat bagi lingkungan.

3.2 Saran

Kegiatan pembentukan penghijauan dilingkungan sekolah sangat penting

bagi kita karena dengan adanya kegiatan ini berarti setidak-tidaknya kita dapat

mengurangi pemanasan global yang terjadi pada saat ini. Kegiatan ini pun harus

ada kerjasama yang erat antara warga.

DAFTAR PUSTAKA

Http://claudiuskelvin.blogspot.com/.

14
Http://reboisasihijau.blogspot.com/2011/12/artikel-penghijauan.html.
Http://greenlumut.wordpress.com/tag/penghijauan/. Manfaat Hutan.

15