Kreasi Pakaian Melay
u Riau
Asriezza Geuthena Rahman
12 IPA 1
http://www.free-powerpoint-templates-design.com
Kreasi Pakaian Melayu Riau
A. Penghargaan
1
“Kreasi pakaian melayu Riau” sebagai wujud menghargai budaya Melayu Riau.
Maksud dari kalimat itu kiranya dapat dianalogikan semacam perilaku bangsa Eropa
terhadap jas atau seperti orang Jepang memperlakukan Kimono. Maka tujuan
2
pembelajaran ini mengarah pada perilaku Kamu terhadap pakaian Melayu.
Saat ini,kreasi terhadap pakaian tradisional dilakukan setiap suku bangsa. Setakat
ini baru dalam proses perkembangan dan ada pula yang telah mencapai tahap
kemajuan. Apakah anda mengetahui aspek apa saja yang mendukung agar industri
kreatif itu tetap hidup.lya, satu di antaranya dengan menciptakan kreasi dan bangga
memakainya dalam keseharian.
4
Kreasi Pakaian Melayu Riau
B. Kreasi Pakaian Melayu
01 02
Pakaian Melayu harus memiliki kualitas kecantikan yang diistilahkan
seri gunung dan seri pantai. Hal itu berarti,pakaian harus indah dilihat dari
jauh dan cantik pula dipandang dari dekat. Lebih dari itu, ungkapan
tersebut menyiratkan pula bahwa pakaian haruslah indah dipandang oleh
mata (lahiriah) elok ditilik oleh mata hati (batin).
Kita ketahui bersama, Riau memiliki berbagai macam ragam hias yang
03 04
khas. Sekarang ini, telah dikembangkan beberapa rumah tenun dan
kelompok-kelompok perajin di Riau. Tenun Riau memang sudah lama
dikenal dunia. Kain tenun Riau seperti tenun Siak,Inderagiri, dan lain
sebagainya dikenal sebagai kain tenun yang berkualitas tinggi dan
keindahn motifnya.
Kreasi Pakaian Melayu Riau
B. Kreasi Pakaian Melayu
Perkembangan motif Melayu Riau tentu
didasari oleh kreasi perajin dan juga selera
peminatnya. Design (model dan motif) yang baik
adalah design yang di dalamnya mengandung nilai-
nilai yang baik pula. Corak dan Ragi Renunan
Melayu yang dihimpun dan dikumpulkan dari
bentuk corak atau ragi yang selaras dengan makna
filosofinya.
Corak pada
Songket
Kreasi Pakaian Melayu Riau
B. Kreasi Pakaian Melayu
1
Setiap bentuk motif, memiliki makna dan
nilai-nilai tertentu yang merupakan
filosofi kehidupan Melayu. Motif
2
bergambar hewan misalnya, hewan yang
Motif Semut
dipilih adalah yang memiliki sifat yang Beriring
baik atau berhubungan dengan
kepercayaan tertentu, seperti motif
semut beriring, walau tidak melukiskan
semut dalam bentuk sesungguhnya,
semut beriring disimbolkan karewa
4
serangga tersebut memiliki sifat rukun
dan saling tolong-menolong.
Kreasi Pakaian Melayu Riau
A. Penghargaan
1
Motif disebut juga dengan Ragi, atau corak sebuah ragam
2
hias. Motif dasar Melayu pada umumnya merupakan
gambaran dari simbolisasi alam yang terdiri dari flora, fauna,
dan benda-benda alam lainnya. Inspiratif dari alam tersebut
kemudian direka-reka dengan bentuk tertentu, baik menurut
bentuk asalnya maupun dalam bentuk yang sudah di
abstrakan atau dimodifikasi(kreasi) sehingga tak lagi Motif Bunga
menampakkan wujud aslinya. Cengkih
4
Kreasi Pakaian Melayu Riau
A. Penghargaan 2.Hewan (Fauna)
a.Jenis Unggas (itik pulang petang, ayam jantan, burung
bangau, burung merak, siku keluang, dan lainnya)
1
Motif Melayu Riau terdiri dari (Malik dkk, 2003:36):
b.Jenis Hewan Melata (ular melingkar, ular-ularan, naga
bersabung, naga-nagaan, naga berjuang, dan lainnya)
1.Tumbuh-tumbuhan (Flora) c.Jenis Hewan Buas (singa-singaan dan harimau jantan)
A.Bunga (bunga melur, bunga tanjung, bunga d.Jenis Serangga (semut beriring, lebah bergantung,
kupu-kupu, belalang rusa, sepatung berkawan, dan
lainnya) 2
kembang, bunga bakung, bunga melati, dan
lainnya)
e.Jenis Hewan Air (ikan-ikan dengan variasi ikan bergelut,
B.Kuntum (kuntum tak jadi, kuntum kembar, ikan sekawan, ketam-ketam, dan lainnya)
kuntum merekah, kuntum serangkai, kuntum 3.Benda Angkasa Benda-benda angkasa terdapat dalam
berjurai, dan lainnya) ragam hias Melayu Riau, seperti bulan penuh, bulan sabit,
C.Daun (daun bersusun, daun sirih, daun keladi, bulan temaram, bintang-bintang, bintang bertabur, dan
daun bersanggit bunga, dan berseluk, dan lainnya.
4.Bentuk Tertentu Motif dari bentuk tertentu antara lain,
lainnya) segi penjuru empat, segi penjuru enam, segi lima, segi
D.Buah (tampuk manggis, buah hutan, buah delapan, segi tiga, segi panjang, dan lainnya.
lainnya)
4
setangkai, pisang-pisang, pinang-pinang, dan 5.KaligrafiUmumnya mengacu kepada kaligrafi yang ada,
yaitu diambil dari ayat-ayat suci Al Quran.
E.Akar-akaran (akar bergelut, akar melilit, akar
berjuntai, akar berpilin, belah rotan, dan lainnya)
Kreasi Pakaian Melayu Riau
Motif dan Corak
1.Pucuk Rebung
1
Motif pucuk rebung dikaitkan dengan kesuburan dan kesabaran. Motif
ini merupakan pucuk dari tunas bambu yang baru tumbuh yang
berbentuk runcing. Bagian pangkalnya besar dan semakin keatas
2
semakin kecil. Permukaan yang dikelilingi oleh daun-daun muda
berbentuk segitiga dan bagian ujungnya meruncing seperti pedang.
2.Siku Keluang
Motif ini memiliki arti kepribadian yang memiliki sikap dan tanggung
jawab menjadi idaman setiap orang Melayu Riau, serta memiliki
bentuk seperti sudut-sudut sayap kelelawar yang melambangkan nilai
tanggung jawab yang harus selalu dilaksanakan dalam kehidupan
sehari-hari
3.Semut Beriring
Motif semut beriring dikaitkan dengan sifat kerukunan dan gotong
4
royong. Motif ini muncul melihat semut merupakan salah satu hewan
terkecil yang selalu bekerja sama, mampu mengangkat barang-barang
yang jauh lebih besar dari badannya, dan bila bertemu selalu
berangkulan
Kreasi Pakaian Melayu Riau
Motif dan Corak
4.Tampuk Manggis
1
Motif ini memiliki makna sopan santun,
manis, berbudi pekerti.
2
5.Bunga Cengkih
Pada motif bunga dan kuntum menjadi
“mahkota” dalam hiasannya dan memiliki
makna kasih sayang, lembah lembut dan
bersih, termasuk dalam motif bunga cengkih
ini.
6.Itik Pulang Petang
Motif itik ini dikaitkan dengan kerukunan dan persatuan. Motif ini
muncul melihat itik yang selalu berjalan beriringan dengan rukun,
4
serasi, bersahabat, kompak dan bersama-sama sehingga dapat
menjadi contoh bagi manusia akan arti kehidupan.
Kreasi Pakaian Melayu Riau
1. Tenun Riau dikenal didaerah lain sebagai kain batik, Riau lebih awal
menciptakannya dan dikenal disiak, inderagiri, daik (pulau lingga), dan
dabo (pulau sigkep) dengan sebutan cindai. Kain cindai yang merupakan
busana melayu biasanya digunakan pada hari besar keagamaan,
perkawinan, khitanan, upacara adat dan menyambut tamu penting.
Perkembangan kerajinan tenun
di Riau berjalan seiring dengan
kejayaan kerajaan malaka.
kemudian berkembang pada masa
kerajaan pelalawan(1530-1879),
kerajaan inderagiri(1658-1838) dan kerajaan siak sri indrapura(1723-
1858). Di Siak sri indrapura, tradisi tenun dikenal sejak abad ke-17. hasil
tenun yang terkenal adalah kain bercual dua benang emas yang ditenun
dari benang sutra alam dan emas. Saat itu, aktivitas bertenun
dilakukanoeh para anak dara sebagai pekerja sampingan.
Kreasi Pakaian Melayu Riau
A. Proses Menenu
n
Mula-mula dilakukan memerau (menggulung benang yang
sudah diwarnai dengan alat pelenting yang berputar). Lalu
menyering atau menegangkan benang yang hendak ditenun.
Dan seanjutnya mengani atau menyusun benang menurut tata
warna.
Benang-benang yang sudah disusun,
melewati proses berikutnya yaitu
menyosopdan mengangkut ke kik (alat tenun).
Barulah dilakukan penenunan.
Kain yang dihasilkan biasanya berbentuk kain sarung, kain
untuk baju teluk belanga, selendang, sarung lejo dan untuk peci
atau tengkuluk atau tekuluk.
Kreasi Pakaian Melayu Riau
B. Anyaman
Bahan bahan yang sering digunakan dalam k
erajinan anyaman adalah pandan, rotan, nipa h, rumbia,
daun kelapa, bambu, lidi.
Orang petalangan di Pelalawan atau dahulu dikenal
daerah batang kampar, menjadikan seni menganyam sebagai
mata pencahariann sehari-hari. Jenis motif anyaman juga sama
dengan motif tenun yang diadopsi dari berbagai tumbuhan,
hewan, gambaran kehidupan, dan bentuk-bentuk geometris.
Kreasi Pakaian Melayu Riau
C. Ukiran
Kesenian ukiran adalah
kegiatan mengolah permukaan
suatu objek yang berukuran
dengan membuat perbedaan
ketinggian dari pemukaan
tersebut sehingga didapati imaji tertentu. Mengukir
menggunakan pisau, pahat, alat pencongkel, dll. Hasil dari
proses mengukir disebut ukiran. Motif flora paling
dominan dalam karya seni ukir Riau yang menunjukkan
cerminan jiwa masyarakat melayu daerah sini. Ukiran
paling banyak dijumpai di Riau adalah jenis Salembayung
yang ditempatkan pada puncak atap rumah.
Kreasi Pakaian Melayu Riau
A. Penghargaan
1
Seni ukir melayu umumnya terbagi menjadi lima macam
yakni:
• Haut relief (relief tinggi). Dijumpai diistana-istana,
2
perahu, mesjid, pilar runiah/batu-batu nisan.
• Demi relief (relief setengah tinggi). Memberikan
citra berhala patung.
• Bos relief (relief rendah). Jenis ukiran ini sebenarnya
dipenuhi kreasi khayal dan tema-tema simbolis.
• Relief encreuse(relief tenggelam). Ukiran ini
dipahatkan pada benda-benda keras.
4
• A jour (ukiran kerawang). ukiran ini dianggap
sebagai karya puncak seni ukiran.
Thank you