Anda di halaman 1dari 5

BAB V

PERBAIKAN FAKTOR DAYA

5. 1. Tinjauan Umum
Beban-beban listrik secara umum diklasifikasikan menjadi dua yaitu beban resistif
( seperti lampu pijar, pemanas, magic jar) dan beban induktif (seperti motor listrik, air
conditioner). Arus yang mengalir melalui beban resistif disebut arus efektif, karena
energi listrik diubah menjadi panas dan cahaya. Sedangkan yang mengalir lewat beban
induktif disebut arus nyata, yang terdiri dari arus efektif dan reaktif.
Arus efektif pada beban induktif adalah arus yang bermafaat bagi pengguna,
sedangkan arus reaktif hanya berfungsi sebagai pembangkit kemagnitan. Arus reaktif
nilainya relatif kecil, karena akan merugikan jika nilainya besar. Jadi untuk mencatu
beban induktif diperlukan kapasitas arus yang besar daripada arus efektifnya. Rasio arus
efektif terhadap arus nyata yang mengalir pada beban induktif disebut faktor daya atau
cos Phi.
Pada sisi lain terdapat suatu beban listrik yang tidak dapat dimanfaatkan secara nyata
disebut dengan beban kapasitif dan contohnya adalah kapasitor. Vektor arus kapasitif
arahnya berlawanan dengan vektor arus induktif. Oleh karena itu jika sebuah kapasitior
dipasang paralel dengan beban induktif maka arus rekatif kapasitor akan
meniadakan atau memperkecil arus reaktif beban induktif. Dengan demikian,
konsekuensinya nilai arus nyata diperkecil dan mendekati arus efektifnya. Fenomena ini
dikenal dengan istilah perbaikan faktor daya.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram vektor atau
vektor segitiga daya pada gambar
berikut:

Gambar 5.1. Diagram Segitiga-Daya


Keterangan :
OA : Arus efektif/daya efektif (kW)
OB : Arus reakrif/daya reaktif (kVAr)
OC : Arus nyata/daya nyata (KVA)
OE : Arus/daya nyata setelah dikoreksi
BD = CE : Arus kapasitor (A), kapasitas kapasitor (kVAr)
OD = AE : Arus/ daya reaktif setelah dikoreksi
1 : Sudut fasa awal dalam (dalam o)
2 : Sudut fasa setelah dikoreksi (dalam o)
OA/OC S : Faktor daya (cos ) awal
OA/OE : Faktor daya (cos ) setelah dikoreksi.
5.2. Manfaat Perbaikan Faktor Daya
Manfaat perbaikan faktor daya dintaranya sebagai berikut :
1. Penggunaan fasilitas catu daya yang lebih efektif
Pemakaian kapasitor utnuk koreksi faktor daya pada fasilitas daya terpasang
akan memberikan batas yang baik terhadap kapasitas generator dan lain-lain
2. Mengurangi rugi tegangan
Dengan perbaikan faktor daya akan memperkecil rugi tegangan pada jala-jala
(kabel penyulang)
3. Mengurangi rugi daya pada jaringan distribusi
Dengan perbaikan faktor daya, arus nyata pada beban dapat dikurangi. Hal ini
akan memperkecil rugi daya pada kabel-kabel penyulang atau distribusi atau
transmisi
4. Menekan biaya operasional
Dengan kapasitas catu daya yang relatif lebih kecil maka daya operasional
juga dapat ditekan. Terutama pada konsumen industri, pemakaian beban KVArH
menjadi lebih sedikit sehingga biaya KVArh dapat ditekan.
5.3. Perhitungan dan Pemilihan Kapasitor
Kapasitas kapasitor untuk perbaiakan faktor daya harus dihitung sedemikian rupa
agar pemilihan tidak terlalu besar karena (over correction) akan berpengaruh jelek
terhadap peralatan listrik yang terpasang. Perhitungan ini dapat dipermudah dengan
melihat tabel berikut :
Tabel 17. Perhitungan Faktor Daya
Tabel tersebut menunjukkan faktor pengali terhadap daya kW untuk menentukan
kapasitas kapsitor dalam kVAr. Contoh perhitungannya adalah sebagai berikut:
Untuk mengkoreksi faktor daya dari 60% pada daya beban 5,5 kW menjadi 90 %,
penyelesaiannya adalah:

lihat angka 60 pada sumbu vertikal yang menunjukkan faktor daya cos ,
lihat angka 90 pada sumbu horisontal yang menunjukkan faktor daya cos yang
diinginkan,
tarik garis vertikal dan horisontal pada angka-angka tersebut bersilangan, pada titik
persimpangan kedua garis tersebut terdapat angka 0,849, angka ini merupakan faktor
pengali
kapasitas kapasitor yang diperlukan adalah : 0,849 x 5,5 = 4,67 kVAr
dipilih kapasitor yang nilainya mendekati yaitu 5 kVAr
pemilihan ini harus benar-benar diperhatikan, jangan sampai terlalu besar, karena
jika terlalu besar akan terjadi over correction
jika daya beban dinyatakan dalam kVA atau yang lain maka d=ubahlah ke dalam kW
dan hitung seperti contoh
jika pemilihan kapasitor yang dikeluarkan pabrik tidak dalam satuan kVAr, ubahlah
nilai yang diperoleh dalam bentuk mikro farad (F) dengan formula: kVAr = 2fcv 2
x 10-9
5.4. Pemasangan Kapasitor untuk Perbaikan Faktor Daya pada Rangkaian Motor
Pemasangan kapasitor daya yang digunakan untuk perbaikan
factor daya pada motor induksi secara individu, diagramnya
ditunjukkan pada gambar 5.2. berikut :
Gambar 5.2. Diagram pemasangan kapasitor sebagai perbaikan
factor daya pada rangkaian motor secara individu

Keterangan gambar:

OL : rele beban lebih

PC : kapasitor daya

F : fuse (pengaman lebur)

K : pengasut motor (motor starter)

Penjelasan:

Pemasangan Tipe A

Kapasitor daya dipasang di antara sisi penyulang dengan


pengasut motor dan rele beban lebih, maka:

a. Ukuran kapasitor tidak bergantung pada arus kemagnitan motor


b. Arus kepengasur motor tetap, yaitu Ief
c. Setelan rele beban lebih tetap, yaitu Ief

Pemasangan Tipe B
Kapasitor daya dipasang di antara sisi pengasut motor dengan
rele beban lebih, maka:

a. Ukuran kapasitor bergantung pada arus kemagnitan motor


b. Arus kepengasut motor berkurang (<Ief)
c. Setelan rele beban lebih tetap, yaituIef

Pemasangan Tipe C

Kapasitor daya dipasang di antara sisi pengasut motor dan rele


beban lebih dengan motor, maka:

a. Ukuran kapasitor tidak bergantung pada arus kemagnitan motor


b. Arus kepengasut motor berkurang (<Ief)
c. Setelan rele beban lebih dikurangi menjadi berikut:
pf 1
OLTS2 = OLTS1 pf 2

Dimana:
OLTS1 : setelan pemutus rele beban lebih (Over Load Trip Setting)
tanpa kapasitor
OLTS2 : setelan pemutus rele beban lebih (Over Load Trip Setting)
dengan kapasitor
pf1 : factor daya tanpa kapasitor
pf2 : factor daya dengan kapasitor