Anda di halaman 1dari 3

Multi Purpose Kadaster

1. Sistem Kadaster

Kadaster bisa diartikan sebagai sistem informasi pertanahan yang berisi


gambaran geometri atas bidang tanah yang dihubungkan dengan catatan-
catatan ang menggambarkan keadaan tanah tersebut, atas hal tersebut
maka ada 2 hal yang penting dan harus ada dalam suatu kegiatan kadaster
yaitu (Dale & Mc Laughin, 1988) :

1. Kegiatan pengukuran dan pemetaan yang menghasilkan peta


2. Kegiatan pendaftaran/pencatatan, yang menghasilkan daftar/register.

Berdasarkan fungsinya kadaster dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu


legal cadastre, fiscal cadastre dan multipurpose cadastre.

a. legal cadastre/ juridical cadastre (kadaster hukum/legal) merupakan


bentuk kadaster yang memiliki fungsi utama untuk kepastian hukum
atas bidang tanah/lahan. Kadaster ini memuat segala sesuatu yang
berhubungan dengan aspek hukum, seperti hak-hak yang terdapat
dalam suatu lahan, kewajiban pemilik/ pemakai lahan dan lain-lain
b. fiscal cadastre (kadaster fiskal/pajak), merupakan bentuk kadaster
yang memiliki fungsi utama sebagai informasi keuangan/finansial.
Kadaster fisikal diambil dari istilah fisikal yang berarti keuangan, dan
memuat nilai atas lahan, pajak atas lahan, maupun land use dari lahan
tersebut.
c. Multipurpose cadastre (kadaster multiguna) merupakan konsep
kadaster yang digunakan untuk berbagai tujuan. Multipurpose cadastre
merupakan jawaban ideal pada saat ini, terutama sebagai masukan
(input) sekaligus tools didalam perwujudan sistem administrasi
pertanahan yang baik dan modern. Multipurpose cadastre merupakan
gabungan dari legal cadastre dan fisikal cadastre. Dimana di dalamnya
termuat seluruh aspek mengenai kadaster, yang meliputi aspek hukum
(hak-hak atas tanah), aspek keuangan (nilai atas tanah dan pajak atas
tanah) dan aspek lainnya seperti perijinan, land use, maupun konsep
pergabungan lanjut.
Menurut Dale and Mclaughin (1988) pengertian kadaster multiguna adalah
suatu sistem informasi pertanahan yang dikembangkan dengan skala dan
jangkauan yang lebih luas serta diorientasikan kepada pelayanan
data/informasi tanah untuk berbagai pengguna (comunity oriented) baik
sektor publik (pemerintah), sektor swasta maupun individu. Sebagai
bagian dari Sistem Informasi Pertanahan yang berbasis bidang tanah/persil
(parcel based), kadaster multiguna memiliki beberapa komponen yaitu :
adanya kerangka peta yang terdiri atas titik-titik kontrol peta yang
digunakan untuk pembuatan peta dasar yang diatasnya akan diletakan
bidang-bidang tanah dengan identitas yang unik serta beberapa informasi
lain yang terkait dengan bidang tersebut (Gambar 1). Berdasarkan atas
pengertian tersebut, berarti bahwa dalam penyusunan kadaster multiguna
akan melibatkan banyak data/informasi yang berasal dri berbagai sumber
(institusi) penghasil data berbasis bidang tanah, dan hasilnya dapat
dimanfaatkan pula oleh institusi-institusi tersebut untuk berbagai
keperluan.

Gambar 1. Komponen kadaster Multiguna (dengan garis tebal) sebagai bagian dari
Sistem Informasi Pertanahan

Data pertanahan yang berasal dari berbagai sumber perlu dikelola dan
disimpan secara sistematis dan terstruktur pendekatan sistem pengolahan
basis data merupakan salah satu alternatif untuk mengelola data dalam
jumlah yang banyak. Waljiyanto (1994) menulis tentang penyusunan basis
data untuk sistem informasi kaaster yang meliputi desain model hubungan
antar entity, dan penggambaran dalam struktur basis data relasional, serta
cara memperolehinformasinya melalui bahasa SQL. Model konseptual
basisdata yang dibuat terbatas untuk keperluan kadaster (bukan kadaster
multiguna), sehingga tidak banyak melibatkan entitas (entity). Pembuatan
model kadaster multiguna berasal dari beberapa institusi yang dibedakan
atas data spasial (tabel 1) dan atribut (tabel 2), serta dari hasil survei
lapangan.

Gambar 2. Data dalam kadaster multiguna

Anda mungkin juga menyukai