Anda di halaman 1dari 7

PROPOSAL

PENGADAAN COLD CHAIN


DAN VAKSIN CARRIER

PEMERINTAH KABUPATEN DHARMASRAYA


DINAS KESEHATAN
TAHUN 2017
PROPOSAL
PENGADAAN CHOLD CHAIN DAN VAKSIN CARRIER
DINAS KESEHATAN KABUPATEN DHARMASRAYA
TAHUN 2018

I. PENDAHULUAN
1. Dasar Pemikiran
Menurut Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Imunisasi
merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya penyakit menular yang
merupakan salah satu kegiatan prioritas Kementerian Kesehatan sebagai salah satu
bentuk nyata komitmen pemerintah untuk mencapai Sustainable Development Goals
(SDGs) khususnya untuk menurunkan angka kematian pada anak.
Cakupan Imunisasi harus dipertahankan tinggi dan merata di seluruh wilayah. Hal
ini bertujuan untuk menghindarkan terjadinya daerah kantong yang akan mempermudah
terjadinya kejadian luar biasa (KLB). Untuk mendeteksi dini terjadinya peningkatan
kasus penyakit yang berpotensi menimbulkan KLB, Imunisasi perlu didukung oleh upaya
surveilans epidemiologi.
Indonesia berkomitmen terhadap mutu pelayanan Imunisasi dengan menetapkan
standar pemberian suntikan yang aman (safe injection practices) bagi penerima suntikan,
petugas dan lingkungan terkait dengan pengelolaan limbah medis tajam yang aman
(waste disposal management).
Pemantauan suhu vaksin sangat penting dalam menetapkan secara cepat apakah
vaksin masih layak digunakan atau tidak. Adana berbagai alat dengan indikator yang
sangat peka seperti Vaccine Vial Monitor (VVM), VCCM (Vaccine Cold Chain Monitor),
Friedge Tag, Freeze Tag, Log Tag dan lain-lain sangat membantu petugas dalam
memantau suhu penyimpanan dan pengiriman vaksin ini. Dengan menggunakan alat
pantau ini, dalam berbagai studi diketahui bahwa telah terjadi berbagai kasus paparan
terhadap suhu beku pada vaksin yang peka terhadap pembekuan seperti Hepatitis B, DPT
dan TT. Dengan adanya temuan ini maka telah dilakukan penyesuaian pengelolaan
vaksin untuk mencegah pembekuan vaksin.
Cold Chain/rantai dingin vaksin adalah seluruh alat dan prosedur yang digunakan
untuk menjaga vaksin tetap poten diberikan ke sasaran. Kulkas vaksin atau referigerator
merupakan bagian dari cold chain yang merupakan tempat penyimpanan vaksin dengan
suhu 2-8 derajat celcius. Sedangkan Vaksin Carrier/Cool Box merupakan alat untuk
membawa vaksin dari satu unit ke unit lain. Seluruh unit pelayanan kesehatan yang
melaksanakan imunisasi sudah wajib mempunyai tempat penyimpanan vaksin sesuai
standart WHO untuk menjamin mutu dan kualitas vaksin agar tetap poten diberikan
kepada sasaran. Vaksin merupakan unsur biologis yang memiliki karakteristik tertentu dn
memerlukan penanganan rantai dingin vaksin secara khusus sejak diproduksi dipabrik
hingga dipakai di unit layanan. Jika referigator tidak sesuai dengan ketentuan yang ada
dapat mengakibatkan kerusakan vaksin sehingga menurunkan atau bahkan
menghilangkan potensi vaksin dan dapat menimbulkan kejadian ikutan pasca imunisasi
(KIPI)bila diberikan kepada sasaran. Kerusakan vaksin akan mengakibatkan kerugian
sumber daya yang cukup besar, baik dalam bentuk biaya vaksin maupun biaya lain yang
terpaksa dikeluarkan guna menanggulangi masalah KIPI atau kejadian luar biasa.
Kabupaten Dharmasraya merupakan salah satu Kabupaten yang mempunyai
komitmen besar untuk meningkatkan cakupan imunisasi, sehingga seluruh masyarakat
terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Kabupaten
Dharmasraya terdiri dari 11 Kecamatan dan 14 Puskesmas yang melaksanakan pelayanan
imunisasi di puskesmas maupun di pustu/posyandu. Unit layanan kesehatan tersebut
belum seluruhnya mempunyai kulkas vaksin dan vaksin carrier sesuai standart WHO
untuk program imunisasi.
Oleh sebab itu diperlukan pengadaan kulkas vaksin atau referigator dan Vaksin
Carrier/Cool Box sesuai standart WHO untuk menjaga vaksin tetap poten diberikan
kepada sasaran di masing-masing unit layanan kesehatan.

2. Tujuan
Tujuan diadakannya pengadaan Kulkas Vaksin/Referigator dan Vaksin
Carrier/Cool Box adalah :
a. Mencukupi kebutuhan unit layanan puskesmas dalam menyimpan dan
mendistribusikan vaksin
b. Mencegah terjadinya kerusakan vaksin akibat pembekuan dan paparan panas
dengan unit yang sesuai standart WHO
c. Menjaga potensi/kualitas vaksin tetap terjaga saat diberikan ke sasaran
d. Menunjang pembentukan kekebalan/antibodi secara maksimal kepada sasaran dan
masyarakat terhadap kasus PD3I
II. KEADAAN
Kabupaten Dharmasraya terdiri dari 11 Kecamatan, 52 Nagari dan 262 Jorong.
Puskesmas di Kabupaten Dharmasraya terdiri dari 14 unit yang seluruhnya belum
mempunyai kulkas vaksin maupun vaksin carrier standart WHO, bahkan satu puskesmas
belum mempunyai kulkas vaksin dan vaksin carrier. Berikut adalah inventarisasi kulkas
vaksin dan vaksin carrier Kabupaten Dharmasraya :

Tabel 1. Daftar Inventarisasi dan Kebutuhan Kulkas Vaksin dan Vaksin Carrier
Kabupaten Dharmasraya Tahun 2018
Cool Room/Kulkas Vaksin Puskesmas/RS Vaccine Carrier
Puskesmas Jenis Cold Tahun
Sumber Kondisi Usulan Tersedia Usulan
Chain Pengadaan
Sungai Rumbai Sansio 2008 APBD baik 1 10 10
Koto Besar Vest frost 2010 APBD baik 1 11 20
Sei Limau RCW 50 EK 2008 APBD baik 7 8
RCW 50 EG 2016 Pusat baik
Koto Baru RCW 42 EK 1998 APBD rusak 14 10
TCW 2000 AC 2016 Pusat baik
Tiumang Vest frost 2008 Pusat RR 1 6 10
Padang Laweh RCW 50 EK 2005 APBD rusak 1 10 2
Sitiung I RCW 50 AC 2012 APBD baik 10 2
Gn Medan Vest frost 2006 APBD rusak 9 5
RCW 42 EK 1992 APBD rusak
RCW 50 AC 2017 Pusat baik
Timpeh RCW 50 EK 2012 APBD rusak 14 5
TCW 2000 AC 2016 Pusat baik
Beringin Sakti 0 0 0 0 1 0 10
Sitiung II Vest frost 2004 APBD baik 1 10 8
Silago Hair 2015 Pusat rusak 1 13 7
Sei Dareh Vest frost 2010 APBD baik 1 11 10
Sialang Vest frost 2010 APBD rusak 11 2
TCW 2000 AC 2016 Pusat baik
FREEZER/
Dinkes Sansio 2004 Pusat 0
Rusak Sedang
2004 Pusat Rusak
2004 Pusat Rusak
Hair 2014 Pusat Rusak
TCW 3000 AC 2017 Pusat baik
Cool Room 2016 DAK baik
RSUD Sungai
0 0 0 0 1 0 1
Dareh
JUMLAH 9 136 105

III. KEBUTUHAN DAN PELAKSANAAN


1. Alat
Alat yang dibutuhkan dalam pengadaan Cold Chain dan Vaksin Carrier terdiri
dari 9 Kulkas Vaksin/Referigator dan 105 Vaksien Carrier.
2. Pelaksanaan.
Pengadaan Cold Chain dan Vaksin Carrier diharapkan pelaksanaannya dapat
terselenggara pada tahun 2018.
3. Kondisi Kebutuhan
Hasil inventarisasi kebutuhan Cold Chain dan Vaksin Carrier Kabupaten
Dharmasraya adalah sebagai berikut :
a. Terjadi kerusakan pada beberpa unit sehingga diperlukan pengadaan unit baru
karena terjadu kesenjangan.
b. Unit sudah lama/tua sehingga perlu peremajaan untuk mengurangi dampak
berbahaya yang lebih luas.
Apabila melihat keadaan inventarisasi kebutuhan maka pengadaan Cold Chain
dan Vaksin Carrier sangat diperlukan melihat adanya unit yang mengalami kerusakan dan
memerlukan peremajaan untuk menghindari arus pendek akibat komponen unit sudah
mengalami penurunan fungsi maksimal. Sehingga di kuatirkan akan terjadi kerusakan
dan dampak yang lebih luas.
Berikut adalah rincian usulan pengadaan Cold Chain dan Vaksin Carrier beserta
perkiraan harga unit :

Grafik 2. Daftar Perkiraan Harga Cold Chain dan Vaksin Carrier

No Kegiatan Jumlah Unit Cost (Rp) Total Dana (Rp)


Pengadaan Cold Chain dan
1
Vaksin Carrier
Kulkas Vaksin/Referigator 9 93.431.646 840.884.814
Vaksin Carrier 105 2.191.015 230.056.575
JUMLAH 1.070.941.389

4. Sumber Pendanaan
Sumber pendanaan dalam rangka pengadaan Cold Chain dan Vaksin Carrier
diusulkan melalui alokasi dana DAK melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan
Daerah Kabupaten Dharmasraya.

IV. HARAPAN DAMPAK DARI ADANYA PENGADAAN COLD CHAIN DAN


VAKSIN CARRIER

Dampak yang diharapkan dari pengadaan Cold Chain dan Vaksin Carrier sesuai
dengan tujuan pengadaan ini, yaitu :
a. Dampak pada kebutuhan
Dengan pengadaan Cold Chain dan Vaksin Carrier ini diharapkan seluruh unit
layanan kesehatan di Kabupaten Dharmasraya yang melaksanakan imunisasi
sudah bisa menyimpan vaksin sesuai dengan kebutuhan dan dapat
mendistribusikan vaksin dengan aman.
b. Dampak Keamanan Vaksin
Dengan pengadaan Cold Chain dan Vaksin Carrier ini diharapkan vaksin tetap
terjaga dalam kondisi baik dan tidak terjadi kerusakan vaksin akibat pembekuan
vaksin ataupun paparan suhu panas karena unit sudah sesuai dengan standart
WHO, sehingga kasus KIPI dapat ditekan.
c. Dampak Jangkauan Pelayanan
Dengan pengadaan Cold Chain dan Vaksin Carrier ini diharapkan seluruh sasaran
dapat dijangkau oleh petugas kesehatan dalam pelayanan imunisasi di
daerah/posyandu karena tidak khawatir dengan keamanan vaksin yang disimpan
dalam vaksin carrier sesuai dengan standart WHO dan bisa digunakan untuk
kegiatan Sweeping maupun DOFU, jika sasaran tidak datang ke posyandu.
d. Dampak Efektifitas Vaksin
Dengan pengadaan Cold Chain dan Vaksin Carrier ini diharapkan seluruh sasaran
yang mendapatkan imunisasi dapat menimbulkan kekebalan secara maksimal
pada dirinya dan masyarakat sekitar sehingga terhindar dari penyakit yang dpat
dicegah dengan imunisasi (PD3I).

V. PENUTUP
Demikian proposal ini kami buat, berdasarkan kebutuhan yang sesuai dengan
kondisi lapangan, serta mudah-mudahan upaya pengadaan Cold Chain dan Vaksin Carrier
ini dapat perhatian pemerintah guna mendukung program imunisasi yang bertujuan untuk
menurunkan angka kesakitan dan kematian serta meningkatkan derajat kesehatan pada
generasi penerus bangsa khususnya Kabupaten Dharmasraya. Atas segala perhatiannya
kami sampaikan ucapan terima kasih.

Pulau Punjung, 30 Mei 2017


Wakil Supervisor Imunisasi

Kabupaten Dharmasraya,

LULUK SETIAWAN, Amd. Kep.


NIP. 19840508 200604 1 005