Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.LATAR BELAKANG

Kromatografi merupakan cara pemisahan campuran yang didasarkan atas perbedaan


distribusi dari komponen campuran tersebut diantaranya dua fasa, yaitu fasa diam dan fasa
gerak. Fasa diam dapat berupa zat padat atau zat cair, sedangkan fasa gerak dapat berupa zat
cair atau gas. Dalam kromatografi fasa gerak dapat berupa gas atau zat cair dan fasa diam
dapat berupa zat padat atau zat cair.

Banyaknya macam-macam kromatografi yang salah satunya adalah kromatografi gas, yang
merupakan metode kromatografi pertama yang dikembangkan pada zaman instrumen dan
elektronika. Kromatografi gas dapat dipakai untuk setiap campuran dimana semua
komponennya mempunyai tekanan uap yang berarti, suhu tekanan uap yang dipakai untuk
proses pemisahan. Tekanan uap memungkinkan komponen menguap dan bergerak bersama-
sama dengan fase gerak yang berupa gas.

Kromatografi gas metode yang tepat untuk memisahkan campuran yang sangat rumit. Waktu
yang dibutuhkan beragam, mulai dari beberapa detik untuk campuran yang sederhana sampai
berjam-jam untuk campuran yang mengandung 500-1000 komponen.

Metode ini sangat baik untuk analisis senyawa organik yang mudah menguap seperti
hidrokarbon dan eter. Analisis minyak mentah dan tekanan uap dalam buah telah dengan
sukses dilakukan dengan teknik ini.

Efisien pemisahan ditentukan dengan besarnya interaksi antara sampel dan cairan, dengan
menggunakan fasa cair standar yang diketahui efektif untuk berbagai senyawa.

Kromatografi gas terdiri dari 2, yaitu kromatografi gas cair dengan mekanisme pemisahan
partisi, teknik kolom dan nama alat GLC dan kromatografi gas padat dengan mekanisme
pemisahan absorbsi, teknik kolom dan nama alat GSC. Namun GSC jarang digunakan
sehingga pada umumnya yang disebut dengan GC saat ini adalah GLC.
Pada prinsipnya pemisahan dalam GC adalah disebabkan oleh perbedaan dalam kemampuan
distribusi analit diantara fasa gerak dan fasa diam di dalam kolom pada kecepatan dan waktu
yang berbeda.

1.2.RUMUSAN MASALAH

1. Apa yang dimaksud dengan kromatografi gas ?

2. Apa prinsip dari kromatografi gas ?

3. Bagaimana cara kerja kromatografi gas ?

4. Apa kelebihan dan kelemahan kromatografi gas ?

1.3.TUJUAN

Tujuan penyusunan makalah kromatografi gas cair yaitu untuk memisahkan dan
menentukan suatu campuran komponennya yang baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 DEFINISI DAN TEORI KROMATOGRAFI GAS

kromatografi gas adalah proses pemisahan campuran menjadi komponen-komponennya


dengan menggunakan gas sebagai fasa gerak yang melewati suatu lapisan serapan yang diam.

Kromatografi gas cair terdapat fasa gerak dan fasa diam adalah :

Fasa gerak adalah gas dan zat terlarut terpisah sebagai uap. Pemisahan tercapai
dengan partisi sampel antara fasa gas bergerak

Fasa diam berupa cairan dengan titik didih tinggi yang terikat pada zat padat
penunjangnya

Kromatografi gas cair termasuk dalam salah satu alat analisa (analisa kualitatif dan analisa
kuantitatif), kromatografi gas cair yaitu sebagai cara analisa yang dapat digunakan untuk
menganalisa senyawa-senyawa organik. Dalam fasa gerak adalah gas (hingga keduanya
disebut kromatografi gas), tetapi fasa diamnya berbeda. Meskipun cara tersebut mempunyai
persamaan dan perbedaannya adalah cara kerja.

Pada kromatografi gas padat (KGP) terdapat adsorbsi dan pada kromatografi gas cair (KGC)
terdapat partisi (larutan). Kromatografi gas padat (KGP) digunakan sebelum tahun 1800
untuk memurnikan gas. Metode ini awalnya kurang berkembang. Penemuan jenis-jenis
padatan baru sebagi hasil riset memperluas penggunaan metode ini. Kelemahan metode ini
mirip dengan kromatografi cair padat. Sedangkan kromatografi gas cair sering disebut oleh
para pakar kimia organic sebagai kromatografi fasa uap. Pertama kali dikenalkan oleh James
dan Martin pada tahun 1952. metode ini paling banyak digunakan karena efisien, serba guna,
cepat dan peka. Cuplikan dengan ukuran beberapa microgram sampel dengan ukuran 10 gram
masih dapat dideteksi. Komponen cuplikan harus mempunyai tekanan beberapa torr pada
suhu kolom.

2.2.PRINSIP KERJA

Kromatografi gas mempunyai prinsip yang sama dengan kromatografi lainnya, tapi memiliki
beberapa perbedaan misalnya proses pemisahan campuran dilakukan antara stasionary fasa
cair dan gas fasa gerak dan pada oven temperur gas dapat dikontrol sedangkan pada
kromatografi kolom hanya pada tahap fasa cair dan temperatur tidak dimiliki.

Secara rinci prinsip kromatografi adalah udara dilewatkan melalui nyala hydrogen (hydrogen
flame) selanjutnya uap organik tersebut akan terionisasi dan menginduksi terjadinya aliran
listrik pada detektor, kuantitas aliran listrik sebanding dengan ion.

2.3. RANCANGAN KROMATOGRAFI GAS

Kromatografi gas terdiri dari beberapa alat diantaranya :

1.Fasa Mobil.
Fasa mobil dipasok dari tanki melalui pengaturan pengurangan tekanan. Kemudian membawa
cuplikan langsung ke dalam kolom. Jika hal ini terjadi, cuplikan tidak menyebar sebelum
proses pemisahan. Cara ini cocok untuk cuplikan yang mudah menyerap.
Gas pembawa ini harus bersifat inert dan harus sangat murni. Seringkali gas pembawa ini
harus disaring untuk menahan debu uap air dan oksigen. Gas sering digunakan adalah N2, H2
He dan Ar.

2.Sistem Injeksi Sampel


Sampel dimasukkan ke dalam aliran gas, jika sampel berupa cairan harus diencerkan terlebih
dahulu dalam bentuk larutan. Injeksi sampel dapat diambil dengan karet silicon ke dalam
oven, banyak sampel 0,1-10 ml.
3.Kolom
Fungsi kolom merupakan jantung kromatografi gas dimana terjadi pemisahan komponen-
komponen cuplikan kolom terbuat dari baja tahan karat, nikel, kaca.

Faktor yang berkaitan dengan keterpisahan puncak Chromatography adalah keefisienan


kolom dan keefisienan pelarut.

Ada dua type kolom :

Kolom Partisi, berisi bahan padat inert menyangga lapisan tipis cairan, disebut
Kromatografi Gas Cair (GLC)

Kolom Adsorbsi, berisi partikel penyerap yang umumnya digunakan untuk analisa
gas permanen dan hidrokarbon rendah disebut Kromatografi Gas Padat (GSC)

4.Detektor
Fungsi detektor untuk memonitor gas pembawa yang keluar dari kolom dan merespon
perubahan komposisi yang terelusi. Suhu detektor harus panas agar cuplikan tak
mengembun.
Pelebaran puncak dan menghilangnya puncak komponen merupakan ciri khas terjadinya
pengembunan.

Seluruh detektor ditutup dalam oven yang lebih panas dibanding dengan temperatur kolom.
Hal itu menghentikan kondensasi dalam detektor.

5.Pencatat
Fungsi recorder sebagai alat untuk mencetak hasil percobaan pada sebuah kertas yang
hasilnya disebut kromatogram atau disebut juga kumpulan puncak grafik.
2.4.CARA KERJA KROMATOGRAFI GAS

1. Mencuci jarum suntik dengan aseton dengan mengisi jarum suntik mendepak
sepenuhnya dan aseton limbah ke kertas handuk. Cuci 2-3 kali.

2. Tarik beberapa sampel Anda ke dalam jarum suntik. Anda mungkin perlu untuk
menghilangkan gelembung udara di dalam tabung suntik oleh plunyer bergerak cepat
ke atas dan ke bawah sementara jarum dalam sampel. Biasanya 1-2 mL sampel
disuntikkan ke dalam GC. Boleh saja memiliki gelembung udara kecil dalam jarum
suntik. Namun, Anda tidak ingin menyuntikkan sebagian besar udara atau puncak
Anda akan terlalu kecil pada tabel perekam.

3. Pastikan tabel perekam dan diatur ke kecepatan grafik yang sesuai (Arrow A).
Mengatur baseline menggunakan nol pada tabel perekam (Arrow B). Dengan pena di
tempat, menyalakan bagan (Arrow D), pastikan pena ke bawah (yang menandai
kertas) dan kertas bergerak.

4. Menyuntikkan sampel Anda baik ke kolom A atau kolom B sesuai instruksi. Pegang
tingkat jarum suntik dan mendorong jarum sepenuhnya ke injector. Setelah Anda tidak
dapat lagi melihat jarum, dengan cepat mendorong pendorong dan kemudian tarik
jarum suntik injeksi keluar dari pelabuhan.

Injeksi Catatan:

Injektor sangat panas, jadi berhati-hatilah untuk tidak menyentuh perak disk.
Jarum akan melewati septum karet, sehingga Anda akan merasa beberapa perlawanan.
Untuk beberapa GC kita itu, kolom tidak menyelaraskan benar dalam injector,
sehingga jarum hits bagian depan kolom logam. Jika Anda merasa bahwa Anda
mendorong terhadap logam, menarik jarum keluar dari injector dan coba lagi,
mungkin di sudut yang sedikit berbeda. Jarum harus benar-benar menghilang ke
dalam injeksi untuk injeksi yang tepat sampel ke kolom GC.Suntikkan dengan cepat
untuk hasil terbaik. Jangan ragu untuk menyuntikkan jarum setelah benar diposisikan
di pelabuhan injeksi.Lepaskan jarum suntik segera setelah injeksi. (Pelaksanaan
catatan C dan D membantu untuk memastikan bahwa semua sampel memasuki GC
kolom di sekitar waktu yang sama.)

5. Menandai waktu injeksi Anda pada tabel perekam. Ini dapat dilakukan dengan
menyesuaikan nol tepat setelah sampel disuntikkan. Hal ini sering nyaman bagi satu
orang untuk menyuntikkan sampel sementara pasangan laboratorium menandai waktu
injeksi di bagan perekam.

6. Bersihkan jarum suntik Anda segera setelah injeksi. Jarum suntik sering tersumbat
dengan cepat dan harus diganti jika mereka tidak dibersihkan setelah setiap
penggunaan.

7. Catatan pengaturan perekam grafik Anda selama berjalan. Anda perlu mengetahui
kecepatan grafik dan pengaturan skala penuh.

8. Catatan pengaturan GC selama Anda berlari. Sebuah tombol di bagian tengah bawah
GC dapat diubah untuk membaca kolom (atau oven) suhu, suhu detektor dan suhu
injektor pelabuhan dalam C. Jembatan saat ini ditampilkan dalam mA. Perhatikan
bahwa ada dua skala pada layar. Berhati-hati untuk membaca skala yang tepat!

2.5.KELEBIHAN DAN KEKURANGAN KROMATOGRAFI GAS

Kelebihan
1.Waktu analisis yang singkat dan ketajaman pemisahan yang tinggal.
2.Dapat menggunakan kolom lebih panjang untuk menghasilkan efisiensi pemisahan yang
tinggi.
3.Gas mempunyai vikositas yang rendah.
4.Kesetimbangan partisi antara gas dan cairan berlangsung cepat sehingga analisis relatif
cepat dan sensitifitasnya tinggi.
5.Pemakaian fase cair memungkinkan kita memilih dari sejumlah fase diam yang sangat
beragam yang akan memisahkan hampir segala macam campuran.

Kekurangan
1.Teknik Kromatografi gas terbatas untuk zat yang mudah menguap
2.Kromatografi gas tidak mudah dipakai untuk memisahkan campuran dalam jumlah besar.
Pemisahan pada tingkat mg mudah dilakukan, pemisahan pada tingkat gram mungkin
dilakukan, tetapi pemisahan dalam tingkat pon atau ton sukar dilakukan kecuali jika ada
metode lain.
3.Fase gas dibandingkan sebagian besar fase cair tidak bersifat reaktif terhadap fase diam dan
zat terlarut.

2.6. SAMPEL YANG DAPAT DIANALISIS DENGAN GC

1.Produk Gas Alam


2.Kemurnian Pelarut
3.Asam Lemak
4.Residu Pestisida
5.Polusi Udara
6.Alkohol
7.Steroid
8.Minyak Atsiri
9.Flavor
10.Ganja

2.7.APLIKASI KROMATOGRAFI GAS

Kromatografi gas telah digunakan pada sejumlah besar senyawa-senyawa dalam berbagai
bidang. Dalam senyawa organic dan anorganik, senyawa logam, karena persyaratan yang
digunakan adalah tekanan uap yang cocok pada suhu saat analisa dilakukan. Berikut beberapa
kegunaan kromatografi gas pada bidang-bidangmya adalah :

1.Polusi udara
Kromatografi gas merupakan alat yang penting karena daya pemisahan yang digabungkan
dengan daya sensitivitas dan pemilihan detector GLC menjadi alat yang ideal untuk
menentukan banyak senyawa yang terdapat dalam udara yang kotor, KGCdipakai untuk
menetukan Alkil-Alkil Timbal, Hidrokarbon, aldehid, keton SO2 , H2S, dan beberapa oksida
dari nitrogen dll.

2.Klinik
Klinik dalam kromatografi gas yaitu menjadi alat untuk menangani senyawa-senyawa dalam
klinik seperti : asam-asam amino, karbohidrat, CO , dan O dalam darah, asam-asam lemak
dan turunannya, trigliserida-trigliserida, plasma steroid, barbiturate, dan vitamin

3.Bahan-bahan pelapis
Digunakan untuk menganalisa polimer-polimer setelah dipirolisa, karet dan resin-resin
sintesis.

4.Minyak atsiri
Digunakan untuk pengujian kulaitas terhadap minyak permen, jeruk sitrat, dll.

5.Bahan makanan
Digunakan dengan TLC dan kolom-kolom, untuk mempelajari pemalsuanatau pencampuran,
kontaminasi dan pembungkusan dengan plastic pada bahan makanan, juga dapat dipakai
unutk menguji jus, aspirin, kopi dll.

6.Sisa-sisa peptisida
KGC dengan detector yang sensitive dapat menentukan atau pengontrolan sisa-sisa peptisida
yang diantaranya senyawa yang mengandung halogen, belerang, nitrogen, dan fosfor.

7.Perminyakan
Kromatografi gas dapat digunakan unutk memisahkan dan mengidentifikasi hasil-hasildari
gas-gas hidrokarbon yang ringan.

8.Bidang farmasi dan obat-obatan


Kromatografi gas digunakan dalam pengontrolan kualitas, analisa hasil-hasilbaru dalam
pengamatan metabolisme dalam zat-zatalir biologi
9.Bidang kimia/ penelitian
Digunakan untuk menentukan lama reaksi pada pengujian kemurnian hasil.

BAB III
PENUTUP

3.1. KESIMPULAN

Kromatografi adalah suatu istilah umum yang digunakan untuk bermacam-macam teknik
pemisahan yang didasarkan atas partisi sampel diantara suatu fasa gerak yang bisa berupa gas
( kromatografi gas ) ataupun cair ( kromatografi cair ) dan fasa diam yang juga bisa berupa
cairan ataupun suatu padatan. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan polaritas dari fasa diam
dan gerak.

Ada dua jenis kromatografi gas, yatiu kromatografi gas padat (KGP), dan kromatografi gas
cair (KGC).

Kromatografi gas terdiri dari beberapa alat diantaranya :


Fase Mobil (Gas Pembawa)
Sistem Injeksi Sampel
Kolom
Detektor
Pencatat (Recorder)

3.2. SARAN
Demikian makalah ini di susun, tentunya banyak kekurangan baik dalam segi isi atau
penyampaiannya. Oleh karena itu, saya mengharap kritik dan saran demi kesempurnaan
makalah kami. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca.

Penulis juga berharap kromatografi gas yang telah disajikan dalam bab pembahasan dapat
dijadikan referensi ataupun tambahan wawasan bagi pembaca sehingga dapat
membedakannya dan dapat menerapkannya secara tepat.

DAFTAR PUSTAKA

Adnan, Mochamad. 1997. Teknik Kromatografi untuk Analisis Bahan Makanan.


Yogyakarta: Andi Offset
Anonim.2010.KromatografiGas.http://bondiebluesy.wordpress.com/2010/03/08/kromat
ografi-gas/.Di Akses 10 November 2013
Sastrohamodjojo Harddjono Dr. Kromatografi. IPB Press. Bogor 1985
Soebagio, Drs Dkk, Kimia Analitik II, Jica Common Textbook, Malang 2002
Underwood, Analisis Kimia Kuantitatif, Erlangga Jakarta. 2004