Anda di halaman 1dari 31

1

Pertanyaan sidang 7. Kepala seksi masuk dmn, siapa yg byr, 6. Hafalin sifat fisis, kimia, spesifikasi,
Team penguji jumlah pegawai? dari bahan baku, produk, katalis.
1. Pak nisyamuri 8. brp ROI, definisi? (laju pengembalian Reaksi-reaksi yang terjadi di reactor.
2. Pak Dani s Beberapa Pertanyaan waktu sidangnya Ani modal dibanding FCI)
3. Pak Didi 9. FCI? (capital=modal, modal yg dperlukan BAB 2
4. Bu Kristine 1. Pak Nyoman dan Pak Marno utk pendirian pbrk)
10. working capital? inventory utk brp 1. Definisi, rumus, perbedaan antara
Question : - level indicator, temperature control waktu? konversi, selektivitas, yield.
dan flow control 11. POT? (waktu yg dperlukan utk 2. Cara menentukan harga k? Pengaruh
1. Mr Nisyamuri - Data kelarutan di crystalizzer berapa pengembalian modal) terhadap suhu, tekanan, dsb.
- Intisari about reactor apakah di intisari udah - Kenapa reaktornya batch kok gak 12. SDP? (udh ga bs byr Fixed cost, lstrk, 3. Kenapa pake katalis itu? Reaksi yang
menceritakan / tercantum tentang reactor , kontinyu pjk) terjadi pada katalis. Baca TRK ya..
soalnya bapak nya pgn tau inti dari pabrik kimia - Tangki cara menjaga kondisi operasi 13. kalo pabrik beroperasi antara SDP dg Biasanya pertanyaan dari bu diah.
itu apa tangki BEP bs ga? 4. Orde reaksi, penurunan rumusnya.
- belajar mengenai dasar2 termodinamika : - Evaporator pake berapa effect alasan Alat : Pertanyaan dari bu Kristin, pa indro.
a. Exotermis / endotermis memakai jumlah effect seperti itu ? 14. Tee, elbow? 5. Teori film. Biasanya pertanyaan dari pa
b. isothermal / no isothermal - Mekanisme reaksi ,,,, Misal K = 5 itu 15. bd gate valve (utk mengontrol, bkn pur.
c. isobaric reaksi nya irreversible apa reversible mengukur) dg check valve? 6. Definisi absorbsi, desorbsi, difusi.
d. rumus2 gas ideal dan non ideal - Type alat pengangkutnya kenapa pakai 16. tipe HE? tahap2 perancangan HE? 7. Langkah proses, flowsheet, harus
- pembuktian kenapa kondisi operasi di pilih belt conveyor / screw conveyor 17. kondensor, parsial/total, taunya? hapal, jelas dan paham.
seperti itu alasannya apa 18. kondensor kl cairan tidak jenuh dy tdk 8. Neraca massa, panas di bab 2 harus
akan menguap (pns laten) satu angka di belakang koma. Kecuali
2. Mr Dani Pak Darmadji --- ekonomi -- Faktor yang di lampiran 3 angka di belakang
- Pemilihan alat, kenapa memilih alat tersebut ketelitian koma juga gpp.
dan alasannya apa Ajik, ini aku tulisin pertanyaan-pertanyaan yang 9. Keterangan gambar di flowsheet harus
- Kondisi operasi suatu alat ( suhu , tekanan ) Kenapa memilih bahan baku tersebut masih aku inget ya.. bener. Simbol tekanan, suhu, arus,
kenapa memilih suhu tekanan segitu alasannya Flowsheetnya berapa lantai / lay out jangan sampe salah ya..
apa? nya BAB 1 10. Perhitungan neraca massa pake DOF.
- Fungsi alat yang di gunakan Kenapa pipa pengeluaran tangki pada Pahami hitung-hitungannya, hapalin
- Flowsheet dilihat simbol2nya ( apa peralatan gambar selalu di samping sedangkan 1. Data export import harus ada. hasilnya. Pengalaman mb dian pas
yang di gambar udah sesuai apa gak ) untuk beberapa alat lain seperti mixer 2. Data kapasitas produksi pabrik-pabrik sidang yang pengujinya pa pram, dia
- pembuktian kenapa kondisi operasi segitu dll pipa pengeluarannya di bawah yang udah berdiri harus ada. disuruh ngitung lagi.
Perbandingan mol 3. Kapasitas rancangan harus jelas 11. Hapalin rumus yang ada di neraca
3. Mr Didi Kondisi operasi reaksi kalo suhu lebih datanya dari mana, alasannya, hitung- panas, fungsi alat, tujuan, yang di
- Kalau dalam menggunakan katalis pertanyaan tinggi gimana apa terbentuk reaksi hitungannya, jangan langsung dapet hitung apa aja, suhu-suhunya.
pertama yang di tanyakan meliputi spec katalis samping apa ga angkanya aja. Misalnya ga ada Perhitungan integral CpdT di lampirin
(bentuk , bulk density) Diameter, Komposisi, luas Terus kalo suhu lebih rendah juga phitungannya tapi sbnrnya qta bisa semua. Pokoknya perhitungan di
permukaan ) dan jenis katalis yang di gunakan gimana jelasin di papan tulis, dia ga mau tau, lampiran harus jelas banget.
apa Untuk evaporator konsentrasi qta tetep dianggap salah karena qta ga 12. Maksudnya T bubble, T dew, panas
- Reaktor kenapa memilih reactor tersebut keluarnya berapa tulis di laporannya. sensible, panas laten, P absolute, P
alasaan nya apa 4. Berapa kebutuhan bahan baku pabrik parsial, adiabatis, isothermal,
Fungsinya baffle di kristallizer
- Jenis2 reaktor yang memakai katalis itu apa aja qta yang mau didirikan? Klo misal eksotermis, endotermis.
Diagram miers jelasin gimana
- Tangki ( kenapa memilih tangki tersebut bahan baku dapet dari pabrik lain, qta 13. Gambar lay out pabrik, ukurannya
alsaanya kenapa ) harus tau pabrik itu mau jual ke pabrik harus proporsional. Klo pa jos,
- Mekanisme katalis ( zeolit ) qta apa ga? Alasan kenapa dia mo jual biasanya di permasalahin.
Pak Pur, Pak Istadi, Pak Lukman :
ke qta? Kapasitas produksi dia berapa?
1. pabriknya ddrkan dmn, alsnnya apa?
4.Bu Kristin Klo ternyata kapasitas produksi dia ga BAB 3
2. suhu & tekanan operasi, kenapa, reaktor
- Control biasanya diperiksa ( apakah suatu alat mencukupi untuk bahan baku pabrik
apa?
tsb dengan kondisi operasi segitu perlu qta gimana? Cara ngambil bahan baku 1. Hapalin fungsi, langkah perancangan,
3. kegunaan produk?
menggunakan control apa gak ) dari produksi pabrik itu gimana? kondisi operasi, cara kerja, apa aja
4. alasan proses tsb, keuntungan, katalis?
- Gambar peralatan dalam flowsheet apa sudah Kondisi operasi produk dari pabrik itu yang dihitung dari tiap alat. Pahami
5. knp proses didinginkan/dipanaskan,
sesuai atau belum gimana? rumus-rumusnya. Kenapa tipe itu yang
menggunakan pendingin/pemanas?
- Pemilihan alat ( kenapa memillih alat tersebut 5. Alasan kenapa akan mendirikan pabrik di pake, konstruksinya gimana.
6. fluida keluar reaktor digunakan untuk
alasanya apa ) qta? Kenapa pake proses itu? Pengalaman mb dian pas sidang yang
apa?
Produknya mau dijual kemana? pengujinya pa pram, dia disuruh
Ekonomi :
Kegunaan produk? gambar alat-alatnya.
2
2. Pelajarin pompa ya.. Peristiwa Kata-katanya juga ribet, kya pa heri gtu. Kata Waktu minimum yang dibutuhkan
kavitasi, menentukan Z1, Z2, Z, pengantar aja bisa jadi masalah klo lebih dari 2 Faktor stoikiometri secara teoritis untuk mengembalikan modal
halaman. Biasanya pa pram nyuruh buka laporan Stoikiometri mol reaktan yg diperlukan tetap yang di tanamkan atas dasar keuntungan
bilangan Reynold, dsb. Baca OTK
karena halaman di laporan qta udah di tandain, utk menghasilkn 1 mol produk setiap tahun setelah di tambah penyusutan
tentang pompa, system pemipaan.
mana yang mau dijadikan pertanyaan. Tapi klo Syarat POT (Sebelum pajak )
Semua dosen biasanya tanya seputar
tim pa marimin harus hapal semuanya, ga boleh Yield reaktor berhub dg selektivitas rx, o Untuk pabrik resiko tinggi = maksimum
pompa.
buka laporan, catetan. selektivitas rx tinggi mk yield reaktor juga 2 tahun
3. Alat-alat penukar panas. Baca Kern.
Ya udah dech, aku cuma bisa bantu ini. Klo ada tinggi atau bila rx samping meningkat mk o Untuk pabrik resiko rendah =
4. Neraca massa & panas yang terjadi di
yang kurang, maaf ya ajik. selektivitas rx menurun & yield reaktor maksimum 5 tahun
sepanjang reactor, penurunan rumus,
Yang semangat belajarnya, sukses untuk ajik n akan menurun pula.
profil reactor, waktu tinggal, umpan
salam untuk temen-temen yah. Fixed Capital Invesment
masuk dari mana, bereaksi di mana,
Yp= yield pabrik POT =
hasil reaksinya keluar lewat mana,
Keuntungan Depresiasi
pendingin ada di shell atau tube,
bilangan schmidth, kgA. Yp = mol produk yg dihasilkan x faktor
Beberapa referensi untuk bab 2 stoikiometri x 100%
BAB 4
Proses isothermal Menunjukkan Performa Seluruh Unit proses 3. Break Even Point (BEP)
Proses adiabatic
1. Sumber air pabrik qta dari mana?
Exotermis Absorbsi ? o Suatu titik impas yang menunjukan
Jangan dari laut karena biaya
Endotermis Desobrbsi ? pada tingkat berapa biaya yang di
pemurnian pake membrane mahal
Konversi Adsorpsi ? keluarkan dan penghasilan jumlahnya
banget. Pakenya dari sumur.
2. Generator yang di pake punya berapa Uk T bubble ? sama
fasa? Kenapa? uran dr fraksi reaktan yg brx dg nilai T dew ? o Bisa di nyatakan dalam kapasitas baik
3. Laboratoriumnya apa aja? Pake alat max 100% atau = 1 Tekanan total ? prosentasi maupun kuantitasnya
apa? Bil Tekanan parsial ? o Tujuan menentukan tingkat harga jual
a reaktan lbh dr 1, konversi didasrkn Tekanan absolute ? dan jumlah unit yang harus di jual
BAB 5 pd reaktan utama /reaktan pembatas. Tekanan barometric ? secara minimum dan berapa harga
Panas latent ? serta unit penjualan yang harus di
1. Sebagai sarjana teknik kimia fresh X= mol reaktan yg bereaksi x 100% Panas sensible ? capai agar mendapatkan keuntungan
graduated, klo melamar & diterima di mol reaktan yg masuk
pabrik qta, masuknya di bagian apa? Nilai BEP untuk pabrik kimia biasanya berkisar
2. Bagaimana pendapatmu, pegawai X = ( mol feed mol produk) x 100% 40 % - 60 %
diberi pesangon atau pensiun? Kenapa? mol feed BEP =
3. Bagaimana pendapatmu tentang Fa 0,3 Ra
pegawai tetap & kontrak? Lebih baik Menunjukkan Performa Reaktor Salah satu alasan pabrik bisa digolongkan resiko 100%
yang mana bagi pabrik qta? Kenapa? tinggi karena bahan bakunya yang di import dan Sa - Va - 0,7 Ra
4. Beda paramedic & medis? Klo ada adanya ketidakpastian dalam penjualan produk Dimana:
dokternya, umum atau spesialis? Fa = Fixed
Berapa gajinya? Masuk akal ga? Sebagai Selektivitas : 1. Return on investment ( ROI ) manufacturing cost
pegawai apa? Rasio dari mol produk tertentu ( biasanya Ra = Regulated cost
produk yang di inginkan ) yang di hasilkan Estimasi profit/keuntungan yang dapat Va = Variabel cost
BAB 6 terhadap mol produk lainya ( biasanya diperoleh setiap tahun berdasarkan pada Sa = Penjualan produk
yang tidak di inginkan atau produk kecepatan pengembalian modal tetap ( FIXED
5. Pahami tentang ROI, POT, BEP, SDP, sampingan ) yang di hasilkan dalam satu CAPITAL COST) yang di investasikan Ex grafik BEP
DCF. kumpulan reaksi Syarat ROI :
6. Modal tetap (FCI) & modal kerja (WCI), o untuk pabrik resiko tinggi =
lebih besar mana? Persentasenya = (Produk akhir)/(Reaktan tg bereaksi) x minimum 44 %
berapa? Kenapa? Faktor Soikiometri o untuk pabrik resiko rendah = > 11%
7. Angka-angka pada harga harus di
bulatkan karena ga ada harga pake Keuntungan
Menunjukkan Performa Unit Pemisah
koma. % ROI = 100%
8. Apa aja yang termasuk FCI, WCI? Fixed Capital
Yield :
Klo pengujinya pa pram, ajik harus siap semua ukuran kinerja suatu reaktor/pabrik
bab. Apa yang ditulis, ajik harus bener-bener YR = mol produk x faktor stoikiometri x 100% 2. Pay Out Time ( POT )
paham, karena pa pram tanyanya seputar itu. mol reaktan yg brx
3
Biasanya lebih besar biaya untuk FCI karena o Pada proses kimia harga/nilai dari in
meliputi banyak hal jelasnya lihat komponen2 Biaya tenaga kerja untuk pemasangan process inventory tergantung dari
yang ada di FCI dan WCI (pendirian) alat hanya dapat di tentukan panjang siklus secara total.
4. Shut Down Point ( SDP ) berdasarkan pengalaman .biaya ini di perkirakan o Harga dari inprocess inventory
sebesar 25 % dari harga pembelian alat. diperkirakan 0.5 dari biaya produksi
Suatu titik atau saat penentuan suatu aktivitas Plant supllies Total biaya instalasi untuk berbagai macam alat total yang terjadi selama periode yang
produksi harus dihentikan 15 % dari biaya perawatan tahunan sebagai prosentase terhadap harga pembelian setara dengan total hold-up time yang
Penyebabnya : alat adalah sbb : di perlukan untuk process.
o variable cost terlalu tinggi Royalties and pattens
o keputusan manajemen akibat tidak 1 5 % dari harga penjualan produk TOTAL BIAYA INSTALASI Product inventory
ekonomisnya suatu aktivitas produksi (sebagai prosentase terhadap harga pembelian o Jumlah product inventory yang harus di
( tidak menghasilkan keuntungan) Utilitas alat) sediakan /di pertahankan sangat
Biaya utilitas untuk pabrik kimia Jenis Alat Biaya Instalasi % tergantung pada hasil produksi dengan
0,3 Ra berkisar 10 20 % dari total harga jual produk kontinyu dan di jual musiman.
SDP = 100% Evaporator 10 30 o beberapa produk mungkin tidak tahan
Sa - Va - 0,7 Ra Payroll overhead HE 5 20 disimpan pada waktu yang lama atau
Semua biaya perusahaan untuk Mixer 5 15 tidak stabil atau memerlukan fasilitas2
5. Discounted Cash Flow DCF pembayaran cuti, asuransi, pegawai yang Metal Tanks 20 40 penyimpanan husus.
cacat,keamanan dan beban pengangguran o bila tidak ada data product inventory
Estimasi keuntungan yang di peroleh setiap (unemployment taxes) Shipping dapat di anggap sama dengan harga 1
tahun didasarkan pada jumlah investasi yang Secara keseluruhan besarnya 15 20 % dari labor Banyak produk kimia di jual pada free bulan produksi pada biaya produksi
tidak kembali pada setiap ahir tahun selama cost on board. So.. biaya shipping tdk di perhitungkan
umur ekonomis pabrik Extended credit
Batasan DCF minimum sebesar 1,5 x bunga Plant overhead Contingency o Biaya yang di sediakan untuk
deposito Biaya2 yang di butuhkan secara tidak Dimaksudkan untuk mengganti pembayaran pengiriman barang ke
Suku bunga deposito dan pinjaman rupiah untuk langsung oleh unit produksi meliputi penyediaan kerugian yang di sebabkan oleh biaya2 pelanggan
12 bulan rata2 berkisar 16 18 % fasilitas kesehatan, rekreasi pergudangan, pengeluaran yang tidak bisa di ramalkan ,sedikit o Biaya ini diperkirakan sebesar 1 bulan
purchasing dan engineering perubahan proses ,perubahan harga dan
produksi pada harga jual atau dua kali
besarnya berkisar 50 100 perkiraan 2 kesalahan besar contingency dengan
lipat pada harga pembuatan
II. Capital Investment % terhadap DPC adalah sbb :
Adalah pengeluaran keuangan yang Packing
Available cash
diperlukan untuk fasilitas fasilitas produktif dan tergantung dari sifat2 fisis / kimia dan Contingency level contingency cost %
o Biaya yang di butuhkan untuk
pengoperasianya meliputi : harga dari produk ----------------------
pembayaran upah / gaji dan untuk
- Fixed capital ( 85 90 % dari modal ------------------------
jasa2 serta bahan bahan
total) Piping Low 10
o di perkirakan sebesar biaya produksi
Investasi yang di gunakan untuk Umumnya cukup besar namun Average 15
demikian biaya itu tergantung pada biaya proses High 25 untuk 1 bulan
mendirikan fasilitas produksi dan
pembantunya yang terjadi/ berlaku pada suatu pabrik,
misalnya padat , padat fluid atau fluid .untuk High contingency : pengembangan proses baru Perkiraan umum untuk mengukur proposal
Bagian utama dari modal tetap adalah
pabrik dengan proses fluid biaya pemipaan lebih dimana belum ada pabrik yang serupa dan pendirian/ pembangunan pabrik itu menarik atau
biaya fisik dari pabrik yang merupakan
besar daripada proses padat fluid dan lebih besar informasi terbatas tidak secara ekonomi adalah bahwa satu $ dari
jumlah semua peralatan ,material dan
dari proses padat Low Contingency : instalasi sederhana dan mirip investasi modal akan menghasil satu $ dari harga
pengeluaran2 untuk buruh yang terjadi
Biaya pemipaan di prosentasekan terhadap harga dengan kontsruksi yang sudah ada. penjualan tahunan (harga jual biasanya 2 kali
pada pembangunan fasilitas2 pabrik
/biaya pembelian alat adalah sbb : harga modal)
- Working Capital
Dana yang diperlukan untuk Raw material inventory
Proses Material % Labor % Total % o Persediaan bahan baku di tentukan Tunover Ratio :
menjalankan usaha secara
---------- ------------ ---------- --------- Rasio atau perbandingan antara harga /
normal,untuk kebanyakan pabrik kimia oleh:
Padat 8 6 14 nilai penjualan pertahun dengan investasi
working capital berkisar antara 10 20 o Kecepatan penggunaan
Padat-fluid 21 15 36 modal .
% dari modal tetap.untuk pabrik 2 yang o Harga
Fluid 49 37 86 Ex turn over ratio untuk macam macam bahan
memproduksi kebutuhan musiman o Ketersediaan kimia sbb :
prosentase itu bisa naik sampai 50 % o Sumber
Instalasi Tabel 10 Aries & Newton
atau lebih karena besarnya inventory o Persyaratan penyimpanan
yang harus di pertahankan untuk Biaya pemasangan alat alat proses di Untuk perkiraan di gunakan harga pembelian
bagi menjadi 3 komponen utama yaitu : Bahan Kimia TurnOver Ratio
periode waktu tertentu untuk 1 bulan
Pondasi,platform dan penyangga,serta pendirian ----------------------- ---------------------
( pemasangan alat ) Butadiene dari butane 0.21
In process inventory Soda abu 0.35
4
Semen 1.00 dst Strategi untuk menggunakan pegawai
kontrak di dunia Sistem Informasi telah menjadi
faktanya begitu tapi karena supervisor maupun
sesama rekan kerja mengharapkan kinerja
Mempunyai sifat penguapan relatif,
tinggi
Mempunyai perbedaan titik didih / perbed
1. Turn Over ratio > 1 biasanya berlaku untuk salah satu strategi organisasi dalam mengatasi pegawai kontrak lebih rendah. Terlepas dari hal
tek uap
jenis pabrik kimia berikut : tuntutan yang begitu tinggi terhadap aplikasi- tersebut, hasi penelitian memang menunjukkan
murni yg
Operasi 2 yang menghasil kan reaksi samping. aplikasi perangkat lunak baru di dunia ekonomi bahwa kinerja pegawai kontrak memang lebih
ckp
b.. Transformasi secara fisik, Internet. Biasanya langkah ini diambil organisasi rendah daripada pegawai permanen. Sementara
Tdk membentuk camp azeotrop
c. operasi dimana bahan baku meruupakan porsi sebagai respon terhadap perubahan teknologi studi kasus pada penelitian kedua menunjukkan
utama dari biaya produksi, dan ekonomi yang dinamis dengan mengurangi bahwa hasil penelitian pertama banyak terkait
Azeotrop
d.persyaratan 2 pekerja yang tinggi, biaya tetap dari pegawai permanen. Selain itu kepada bagaimana organisasi memberikan
Azeotrop maksimum
e.pabrik2 dengan risiko tinggi biasanya langkah ini diambil karena adanya pekerjaan kepada kedua jenis pegawai.
Camp yg mempunyai titik didih diatas titik didih
2.Turn over ratio< 1 berlaku untuk volume yang kebutuhan mendesak untuk adanya tenaga kerja Perancangan karakteristik pekerjaan
masing-masing komponen murninya.
lebih besar ,bahan- bahan yang di buat dari dengan keahlian khusus, atau keinginan menjadi mediator hubungan antara status kerja,
Azeotrop minimum
bahan baku dasar. organisasi menguji kemampuan pegawai tingkah laku, dan kinerja pegawai di tim
Camp yg mempunyai titik didih dibawah titik
temporer sebelum memutuskan untuk membuat pengembang perangkat lunak. Pada ketiga
didih masing-masing komponen murninya.
Supervision /Pengawasan mereka menjadi pegawai permanen. organisasi yang menjadi objek penelitian,
Biaya Supervision adalah gaji untuk semua Sejumlah penelitian telah dilakukan pekerjaan yang dirancang untuk pegawai kontrak
Kesetimbangan
personil yang bertanggung jawab terhadap untuk mengamati pegawai kontrak, namun sangat sempit, memiliki ruang lingkup dan
Keadaan statis, dimana pd T & P tertentu, 2 fase
pengawasan langsung pada proses produksi . belum ada yang membahas tingkah laku para signifikansi yang kecil, tidak menantang, serta
yg saling kontak tdk mengalami perubahan dr
Tingkat gaji pengawas berbeda beda pegawai tersebut di dalam organisasi, maupun memiliki tingkat otonomi yang rendah. Hal ini
wkt ke wkt.
sesuai dengan tingkat tanggung jawabnya.Untuk hasil dari penggunaan pegawai kontrak. Sehingga ikut berkontribusi terhadap rendahnya kinerja
pabrik dengan proses besarnya kira2 10 % dari pertanyaan yang muncul adalah bagaimana dan tingkah laku pegawai kontraktor.
Sistem benar-benar dlm keadaaan setimbang
biaya tenaga kerja dan 25 % untuk proses yang sebaiknya cara mengelola pegawai permanen dan Kesimpulannya, hasil pekerjaan para pegawai
jika:
rumit kontrak? Apakah pegawai kontrak dan permanen Sistem Informasi tidak terpengaruh langsung oleh
memiliki kinerja dan tingkah laku yang sama? status kerja, tapi pada karakteristik pekerjaan Disetiap fase, baik fsae uap maupun fase cair,
Maintenance / perawatan yang diberikan kepada mereka. Oleh karena itu, tdpt distribusi T, P & konsentrasi yg serba
Meliputi semua bahan dan tenaga kerja Tujuan nampaknya organisasi perlu merancang ulang sama.
yang di perlukan dalam perawatan rutin dan penugasan kerja untuk pegawai kontrak di tim Kedua fase berada dlm keadaan jenuh
perbaikan perbaikan pabrik,termasuk revisi Penelitian ini dilakukan untuk pengembang perangkat lunak. Yang kini perlu Tdk ada beda potensial antara fase uap &
peralatan dan bangunan. Dalam kondisi operasi membandingkan dan mengerti perbedaan dari diperhatikan adalah jangan sampai organisasi fase cairannya. Artinya T & P uap sama dg T
rata rata , biaya perawatan terdiri atas tenaga para pegawai permanen dan kontrak yang memberikan tugas terlalu sedikit kepada & P cairan.
kerja 50 % dan bahan 50 bekerja sama dalam tim pengembang perangkat pegawai kontrak, dan terlalu banyak kepada Terdpt beda komposisi antara fase cair dg
lunak dari segi tingkah laku, etos kerja, dan pegawai permanen; kemudian perlunya fase uap.
Pajak/ taxes kinerja mereka. pemberian kompensasi kepada pegawai
Besarnya sangat tergantung pada tempat permanen yang terlibat tanggung jawab untuk Sistem refluks
dimana pabrik berada.Pabrik yang berlokasi di memonitor, melatih, dan mensosialisasikan Memberi kesempatan cairan refluks/uap refluks
kota dengan kepadatan penduduk yang tinggi di Kesimpulan pegawai kontrak. kembali mengadakan kontak ulang dg fase uap
kenakan pajak lebih tinggi daripada pabrik yang maupun fase cairannya dlm kolom, shg :
Data kuantitatif pada metodologi *** Secara total, wkt kontak antar fase semakin
Jenis pendingin (R/R min) penelitian pertama memberikan data pada lama
Low level refrigeration 1,05 - 1,2 perbedaan tingkah laku dan kinerja dari kedua Chemical Engineering tools: Perpindahan massa & perpindahan panas akan
High level refrigeration 1,10 - 1,2 jenis pegawai. Ssementara data kualitatif pada Neraca bhn terjadi kembali
Water or air 1,20 - 1,3 metodologi penelitian kedua mengembangkan Neraca panas Distribusi T, P & konsentrasi disetiap fase
berlokasi di daerah terpencil. data yang didapatkan dari penelitian pertama, Hubungan keseimbangn semakin uniform
Pajak tahunan untuk pabrik yang berlokasi memberikan bukti tambahan untuk mengerti Kecepatan proses Terwujudnya keseimbangn semakin didekati
di daerah dengan kepadatan penduduk yang mengapa perbedaan pada kedua jenis pegawai Neraca ekonomi
tinggi berkisar 2- 4 % dari investasi modal tetap muncul. Hubungan masyarakat
dan untuk pabrik di daerah terpencil 1 2 % dari Hasil dari penelitian pertama Peningkatan efisiensi pemisahan
investasi modal tetap. menunjukkan bahwa tingkah laku dari pegawai Distilasi Terhadap kolom yg akan dibangun
kontrak lebih disukai daripada pegawai Metode operasi pemisahan suatu campuran (cair- Utk mencapai kemurnian yg sama, jumlah
permanen, mereka mendapatkan dukungan cair saling melarutkn), berdasarkan perbedaan stage ideal yg dibutuhkan semakin sedikit
organisasi cukup tinggi serta tidak merasa titik didih atau tekanan uap murni (masing- Terhadap kolom yg sdh ada
alienated atau diperlakukan secara tidak adil di masing komponen yg trdpt dlm camp) dg muse Pd penggunaan jumlah stage ideal yg sama,
lingkungan kerja. Meskipun begitu, mereka sejumlah pns sbg tenaga pemisah ENERGY kemurnian produk hsl pemisahan semakin
Masalah dinilai memiliki kinerja dan tingkah laku in-role SEPARATING AGENT tinggi
dan extra-role lebih rendah, belum tentu karena
Distilasi dilakukan untk camp yg : TRAY / PLATE
5
Jenis pemanas T, oC Tray adlh alat yg lain. Counterflow tray termasuk tipe Pasangan T & P (Tn & Pn) yg membentuk triangular pitch 1 in
Steam 10-60 alat tray yg mrh, namun informasi rancangan-nya kesetimbangn pd tray ke- n atau tray dasar, baik panjang 16 ft
Process fluid 10-20 kontak kurang. menggunakan reboiler parsial maupun total. diameter shell :1 ft utk luas permukaan
Hot oil 20-60 antar fase 100 ft2
yg brfungsi Sbg alat pemisah, tray dipilih jika : Jenis pemanas & beda suhu yg diijinkan 2 ft utk luas permukan 400
sbg : O Diameter kolom > 3 ft. ft2
T4 berlangsungnya proses perpindahan Pembuatan tray dg ukurn kecil relatif sulit & 3 ft utk luas permukan
T4 terbentuknya kesetimbangan sbg konsekuensinya harga tray mjd lbh mhl. 1100 ft2
Alat pemisahan 2 fase seimbang O Cmpurn yg akan dipisahkan : tdk mdh Tube: utk bhn korosif, mdh kotor, mnimbulkn
membentuk buih, tdk korosif, mengdung Jenis pendingin dan beda suhu yg kerak, fluida P tinggi
4 tipe tray : suspensi pdtn. Shell: fluida yg kental & dpt terkondensasi
Bubble cap tray O Proses pemisahan disertai dg reaksi diijinkan Pressure drop utk gas & 3-9 psi utk yg lainnya
Cap adlh mangkok terbalik yg terletak di atas kimia, shg koil pendingin dpt dipasang diantara Jenis pendingin T, oC
2 tray berurutan (reaksi eksotermis) & Temperatur air masuk 90 oF, T keluar max
RISER dimana uap dpt msk dr bagian bwh Refrigerant 3-10
pemasangan koil pemanas dpt dilakukan jk 120 oC
tray & terdispersi pd permukaan bwh cairan Cooling water 6-20
melewati celah-celah / slot. reaksinya bsifat endotermis. Process fluid 10-20 T minimum yg dpt dicapai 20 oF dg pendingin
Keutungan: O Pembersihan hrs dilakukan secara Boiling water 20-40 biasa
Bnyknya data teknis & pnglmn tntang periodik Air 20-50
bubble cap tray akan mndorong prncangn Tray tower memungkinkan utk dilengkapai dg DISTILASI
memilih alat tsb, ketika resiko yg ada ckp MAN HOLE shg org dpt msk ke dlmnya utk Komponen kunci Distilasi merupakan metode yg ekonomis utk
tinggi. melakukan pembersihan & perawatan. Komponen yg terdistribusi baik pd hsl puncak memisahkn cairan
Memungkinkan prltn broprasi pd kondisi yg O Bnyk produk pd berbagai komposisi hrs maupun pd hsl dasar Tek operasi tower ditentukn oleh T media
brgm dg efisiensi relatif tetap dihasilkan dr kolom yg sama. Komponen kunci ringan kondensasi yg tersedia yaitu 100-200 oF utk
Komponen kunci yg mpy titik didih rendah atau air pendingin & max T reboiler yg diijinkan
Sieve tray / perforated tray mpy tek uap murni tinggi, yg tdpt dlm hasil dasar adlh 366 oF dg muse steam bertekanan 150
Tray yg terbuat dr lapisan logam datar dg Sbg alat pemisah, tray dipilih jika : W psig
sejumlah lobang. Kolom dg diameter < 3 ft harganya lbh Komponen kunci ringan Rasio refluk optimum adlh 1,2 dr rasio refluks
Diameter lobang 0,125-0,5 in (yg sering murah. Komponen kunci yg mpy titik didih tinggi atau minimum
digunakan 3/16 in). Dpt digunakan utk proses pemisahn camp yg mpy tek uap murni rendah, yg tdpt dlm hasil Jmlh tray optimum adlh 2x jumlah tray
Stiap tray dilengkapi dg 1 atau lbh DOWN bersifat korosif & cenderung mdh membentuk puncak D minimum
COMER utk membawa cairan trn dr tray yg 1 buih Utk mnghitung jmlh tray, hendaknya dilakukn
ke tray yg lain yg ada di bwhnya. Pressure drop rendah Penentuan diameter Tray tower dg mnmbhkn faktor keamanan sbsr 10%
Kelebihan : Diameter tray tower ditentukan brdsrkn kec
Kekurangan : sulit dibersihkan, lbh berat dr Pompa refluk dibuat minimum 25% lbh bsr dr
Lebih ringan, murah & mdh linear uap v dibawah kec linear uap max Vf
tray tower, tdk memungkinkan dipasang koil laju alir refluk
pembuatannya dimana banjir atau flooding tepat terjadi.
pemanas/pendingin & mengmbil produk Tray spasing = 20 24 in
Kapasitas uap & cairannya lbh besar samping.
LIQUID ENTRAINMENT Pressure drop yg diijinkan utk tiap tray 3 in
Pressure drop rendah, efisiensi tinggi air atau 0,1 psi
Aliran gas yg mmbawa percikan air msk ke dlm
Biaya prwtn mrh, krn mdh dibrsihkn KondiSi operasi kolom
tray yg ada di atasnya. Diameter holes utk sieve tray adlh 0,25 0,5
& knstruksinya sdrhna Jika dimungkinkan, operasikan pd 1 atm Jika entrainment tjd berlebihn mk akan tjd in ,sedangkn luas hole mrpkn 10 % luas bagian
Lobang-lobang yg tdp pd sieve tray T & P puncak/dsr kolom hrs dibwh T & P kritis FLOODING. yg digunakn sbg t4 kontak
dpt dipasang cap-cap seperti pd masing-masing komponen yg tdpt pd hasil Utk tower dg diameter 3 ft, digunakn
bubble cap tray puncak/dasar kolom FLOODING disengagement uap pd bagian atas menara
T & P puncak kolom < P & T dsr kolom Peristiwa tergenangnya tray oleh cairan. sepanjng 4 ft & pd bagian bwh tower
Ballast / valve tray Kondisi operasi kolom ditentukn dg Flooding hrs dihindari krn akan menurunkn ditmbhkn 6 ft utk level cairan
Serupa dg sieve tray , hanya di setiap lobang mempertimbangkn utilitas yg ada atau yg hrs efisiensi pemisahn Tinggi tower dibatasi 175 ft dikarenakn
dipasang cap-cap yg dpt diangkat atau berupa diadakn serta beda suhu yg diijinkan. pertimbangn pondasi & kec angina. L/D
valve yg dpt naik-turun tergntng variaasi kec Flooding disebabkan oleh maksimal yg diijinkan 30.
aliran uap. Gerak vertical dr cap yg diijinkn KOndisi operASi puncak kolom ditentukan oleh Naiknya kec uap, sementara kec cairannya tetap
antar 0,25-0,5 in. Krn itulah valve lebh Jmlh minimum tray dpt dihitung dg pers
Pasangan T & P (T1 & P1) yg membentuk Naiknya kec cairan, sementara kec uapnya tetap
fleksibel dibndingkn sieve tray. Fenske-Underwood
kesetimbangn pd tray no 1 atau tray puncak, ATURAN-ATURAN UMUM
baik menggunakan kondensor parsial maupun ALAT PENUKAR PANAS
Counterflow tray total. Gunakan aliran lawan arah dlm shell &
Aliran uap & alirn cairan bersaing pd lobang tube sbg basis
yg sama. Tray menempati semua penampang Kondisi operasi dasar kolom ditentukan oleh Tube standar yg digunakan :
kolom, tdk punya WEIR, BAFFLE maupun alat-
OD=3/4 in
6
N min = Suatu katalis yg mningktkn lj suatu rx dpt saja Isomer struktur
tdk bpengaruh thd rx yg lain. Senyawa dg rms molekul sama tetapi berbeda Menurut konsep Bronsted Lowry
x x rms strukturnya. Asam
log btm
1 x ovd 1 x Autokatalisis
Sutu proses yg slh satu produk rxnya brtindak
Stereoisomer
Senyawa dg rms molekul & gugus atom sama
zat yg dpt memberikn ion hidrogen yg
bermuatan positif / proton (H+)
log sbg katalis bg rx tsb. tetapi berbeda tampilan 3-D nya. Asam kuat
Asam yg mengalami ionisasi sempurna dlm
Katalis homogen air.
Katalis yg memiliki wujud fisik yg sama dg Hidrokarbon Ex : HCl, HNO3, H2SO4 , H3PO4 (agak kuat)
Entalpi (H) reaktan Senyawa organik yg terdiri dr hanya atom karbon Asam lemah
Jmlh energi yg dikandung oleh suatu zat. & hidrogen. Asam yg ter ionisasi sebagian dlm air
Entalpi tdk mungkin diukur sec langsung, tetapi Inhibitor Ex :HCO3, HF, HCOOH, CH3COOH, (HCN, H2O
perubahannya selama rx dpt diukur. Suatu zat yg memperlambat rx. Hidrolisa : sangat lemah)
Bbrp inhibitor mengurangi kemampuan suatu Rx kimia suatu senyawa dg air membtk senyawa Basa
Perubahan entalpi /panas reaksi (H) katalis. lain. Zat yg dpt menerima H+. Ex : OH-. NH3
Jmlh energi yg dikeluarkn atau diserap selama rx
kimia. Reaksi kesetimbangan Asam karboksilat (CnH2n+1COOH) Tetapan keasaman
Kl reaksinya adlh utk perubahn wujud pns Suatu rx kimia yg produknya saling brx Seny yg mngndng gugus karboksil (sebuah
laten membentuk reaktan asal. Reaktan ini brx gugus fungsi COOH) & membentk suatu deret Tetapan kesetimbangan
kembali & akan membntuk produk & begitu homolog. Seberapa jauh reaksi berlangsung sampai
Reaksi Endotermis seterusnya. Pd tingktn trtentu suatu rx Namanya diakhiri dengan oat & diawali dg berkesudahan.
Reaski kimia yg selama berlangsung menyerap kesetimbngn akan mncapai kesetimbngn kimia. kata asam.
energi dari lingk. Asm karboksilat adlh asam lemah tak berwrn, Tetapan keasaman
Kesetimbangan kimia Seberapa jauh reaksi berlangsung sampai
bau tajam & brx dg alkohol menghasilkn
Hukum Hess Suatu tingkatan yg dicapai suatau rx berkesudahan utk ionisasi suatu asam dlm air.
ester.
Perubhn entalpi rx yg tjd pd setiap thp rx kimia kesetimbangan pd suatu system tertutup, ketika
rx maju & rx balik berkecepatan sama. Ex. Asam formiat = asm metanoat, asm asetat
selalu sama, tdk bergntung pd jln yg ditempuh = asm etanoat Tetapan kebasaan
dlm mengubah reaktan menjadi produk. Pengaruh kedua rx tsb saliang meniadakan satu
sm lain & konsentrasi reaktan & produk tdk IKATAN
berubah gd bertambahnya wkt rx. Ester (RCOOR)
Laju rx Seny yg mngndng gugus fungsi COO pd setiap
Ukuran kec dr suatu rx. Reaksi maju Teori Lewis & kosseel
Rx yg produknya tbntk dr reaktan asal pd suatu molekulnya.
Laju rx dihitung dg cara mengukur seberapa cpt Zat ini tdk reaktif, cairannya tak berwarna. Aturan oktet
reaktan diuse atau seberapa cpt produk terbntk. rx kesetimbangn. Atom memidhkn / membuat psngn elektron
Rx ini berjalan dr kiri ke kanan pd persamaan rx. Ditemukn dlm minyak & lemak hewan.
Zat ini memberikn bau & rasa pd buah & utk mencpai konfigurasi elektron mulia.
Perubahan laju rx bunga. Konfigurasi ini biasanya adlh 8 elektron dlm
Laju rx akan meningkat jika : Reaksi balik kulit terluar sesuai dg konfigurasi elektron dr
Rx yg reaktan asal tbntk kembali dr produknya Zat ini digunakn dlm parfum & pemberi rasa.
T > energi pns memberikn lbh bnyk prtikel neon & argon.
pd suatu rx kesetimbngn. Rx ini berjaln dr kanan
yg mempunyai energi Alkohol (CnH2n+1OH)
ke kiri pd persamaan rx. Ikatan ion
lbh bsr dr energi aktivasi Seny organik yg mngndng 1 / lbh gugus
P> Peningktn P gas akan Iktn yg dihasilkan dr perpindhn elektron dr 1
Sistem tertutup hidroksil (gugus fungsi OH) pd setiap
meningkatkn T & mengurangi volum atom ke atom yg lain
Suatu sistem dimana tdk ada zat kimia yg dpt molekulnya.
Konsentrasi salah satu / lebih reaktan keluar atau msk. Jika suatu produk rx Adanya gugus hidroksil (OH) mcause alkohol Ikatan kovalen
ditingkatkan kesetimbangan dpt membebaskn diri, misalnya bsft polar & mpy iktn hidrogen.
Pemakaian elektron bersama antara atom
Luas perm reaktan pdtn bertambah ke atmosfer, rx baliknya tdk dpt berlangsung Alkohol primer : di dlm molekul shg masing-masing atom
lama. atom C yg mngikt gugus OH mpy 2 atom H yg mencapai keadaan kulit terluar yg stabil.
Energi aktivasi (Ea) terikat pdnya
Energi minimum yg hrs dimiliki oleh partikel Sistem terbuka Pd umumnya seny kovalen mpy iktn antar
Alkohol sekunder : molekul yg tdk terlalu kuat, shg biasanya
reaktan utk bereaksi ketika partikel Suatu sistem yg zat kimianya dpt membebaskn atom C yg mngikt gugus OH mpy 1 atom H yg
bertumbukan. diri. seny kovalen berwujud cair / gas pd T kmr
terikat pdnya krn gy yg ada di antara molekulnya mrp
Alkohol tersier : gy2 van der waals.
Katalis Isomer atom C yg mngikt gugus OH tdk mpy atom H Seny kovalen tdk menghntarkn listrik kr
Suatu zat yg mningktkn lj rx kimia, tetapi zat ini Dua atau lebh senayawa dg rms molekul sama yg terikat pdnya tdk memiliki ion.
sendiri tdk brubh sec kimia pd akhir rx. tetapi susunan atom dlm molekulnya berbeda.
Katalis berfungsi utk mnurunkn energi aktivasi dr Akibtanya senyawa mempunyai sifat berbeda. Ikatan tunggal
suatu rx. ASAM & BASA
7
Ikatan rangkap Bhn isian yg diuse sbg alat kontak antar fase Lbh bnyk tersusun teratur
dlm kolom pemisah, baik tersusun scr acak Spiral memberikn luas biodang kontak yg Redistributor
Ikatan ganda tiga (random packing) maupun scr teratur (regular bsr & olakan gas-cairan lbh baik dibnding Diuse setiap ketinggian 3 kali diameter
packing) rashing ring kolom /max 10-15 ft utk rashing ring
Ikatan kovalen polar Pressure drop tinggi Diuse setiap ketinggian 5-10 kali diameter
Iktan antara atom dg keelektronegatifan yg Kelebihan regular packing kolom /max 12-20ft utk berl/ intalox
sama. Pressure drop yg rendah Tellerette saddle
Dlm molekul organik, ikatan karbon-karbon & Efisiensi tinggi Pressure drop & nilai HTU rendah Pd tumpukan packing setinggi 10 ft mak
ikatan karbon-hidrogen adlh jns ikatan kapasitas besar Bts flooding lbh tinggi dr rashing ring & be 20-30% cairan mengalir ke bwh melalui
nonpolar
rl saddle dinding
Ikatan kovalen polar Dpt dibuat dr plastik
Volume tiap satuan berat sangat rendah Packing support
Iktn antara atom dg keelektronegatifan yg Kriteria packing
Packed tower dipilih jika : Perforated plate dpt diuse sbg penahan
berbeda. Yg 1 > dr lain. Tiap satuan volume, packing hrs
Diameter < 3 ft packing, tetapi tipe bar-grid lbh mdh & kuat.
memberikan luas permukaan bidang
Diameter packed tower ditentukan oleh Beberapa regular packing, packingny aditahan
Molekul polar kontak yg besar
kec linear uap dibawah kec linear uap oleh dsr kolom sendiri.
Molekul yg mpy perbedaan muatan listrik Tumpukan packing dlm kolom hrs
pd ujungnya, disebabkan oleh distribusi yg memberikan rongga yg ckp dimana flooding tepat terjadi.
Camp yg dipisahkn sensitif thd suhu, shg Packing restrainer
tdk merata pd iktn polar & seringkali oleh Permukaan packing mdh dibasahi
kolom hrs di operasikn pd P vakum utk Dibutuhkn jika laju alir gas tinggi.
adanya pasangan elektron sunyi. Thn thd bhn yg bersifat korosif
mnghindari tjadinya dekomposisi / Diuse utk menahan pengangkatan packing
Cairan bermolekul polar dpt mrp pelarut Thn thd perubahan suhu mendadak
polimerisasi. ketika ada kenaikan laju alir gas yg mendadak
polar & dpt melarutkan seny ion. Bulk density rendah
Ringan, kuat dan tdk mdh pecah Camp yg akan dipisahkn bsifat korosif
Molekul non polar tdk mpy perbed muatan Rentang batas laju alir acairan thd uap Entrainment eliminator
Murah & mudah diperoleh
pd ujungnya. ckp tinggi shg regular packin scr khusus Menangkap tetesan cairan (yg terbawa oleh
dpt duse gas yg meninggalkn perm tumpukn packing)
Rashing ring
Pasangan elektron sunyi Camp yg akan dipisahkn tdk mengndung pd permukaan alat entrainment shg tetesan
Harganya murah
Pasangan elektron pd kulit terluar dr sebuah suspensi padtn jatuh menetes kembali.
Kekuatan mekaniknya mjd turun pd
atom yg bkn bagian dr iktn kovalen. Camp yg akan dipisahkn cenderung mdh
didnding rashing yg semakin tipis. Tetapi
membentuk buih Tinggi kolom packing dihitung dg 2 cara :
dinding rashing ring yg tebal akan mcause
GAYA ANTAR MOLEKUL A. HETP (height equivalent to a teoritical
pressure drop yg besar.
Iktn hidrogen plate)
Gaya tarik antara molekul polar yg
Tumpukan packing dlm kolom tdk Jenis & ukuran packing yg dipilih Tinggi kolom packing yg setara dg 1 buah
memberikan rongga yg ckp & menurunkan
mengndng hidrogen dg pasangan elektron luas perm bidang kontak hrs sesuai table berikut plate teoritis/ideal.
sunyi dr molekul lain. Jenis operasi (P/z),in H Arinya, dr kolom setinggi HETP akan
Pd iktn polar setiap atom hidrogen Distilsi P sedang sampai tinggi 0,4-0,75 dihasilkan arus cairan L & arus uap V yg
Berl saddle
bermuatan agak positif shd dpt menarik Distilasi vacuum 0,1-0,2 berada dlm kesetimbangn.
Dpt dibuat lbh acak daripada bntk ring & dpt
elektron. Z= N. HETP
memberikan luas perm bidang kontak yg Absorbsi % desorbsi 0,2-0,6
N: jmlh plate teoritis yg dibthkn utk
Iktn hidrogen mcause titik didih & titik besar tiap satuan vol wkt
mncapai derajat pemisahan yg diinginkan.
leleh air tinggi bila dibndngkn dg molekul Pressure drop tiap satuan tinggi kolom
HETP diuse utk proses pemisahn camp
lain yg kecil tetapi molekulnya nonpolar. Intalox saddle packing (P/z) dihitung dg pers LEVA.
multi komponen.
Iktn hidrogen & gaya Van Der Waals hrs Efisiensi tinggi tetapi harga mahal
B. Konsep transfer unit
dihilangkn agar molekul terpisah 1 sm Kemungkinan terjadinya penyumbatan Konstruksi packed tower
Diuse utk proses pemisahn camp biner
lain. sangat kecil shg pressure drop lebh rendah Dinding kolom
Perhitungn tinggi kolom packing dilakukn
dr rashing rin maupun barl saddle. Dpt dibuat dr kayu,metal, chemical dg mndsrkn pd perpindhn massa yg
Gaya Van Der Waals lebh mdh pecah disbanding rashing ring. stoneware, gelas atau plastik tgntng melewati fase gas, lap bts antar fase (lap
Gaya tarik-menarik yg lemah, antar molekul Nilai HTU lebh rndh utk kebnykn sistem korosifitas camp yg akan dipisahkn. film gas/lap film cair) maupun prpindhn
(gaya intermolekul) yg dicause o/ distribusi Umumny adibuat dg penampang bntk massa yg melewati fase cair.
elektron yg tdk merata & pergerakan elektron Pall ring bulat, meskipun ada yg bntkny persegi
di dlm atom suatu molekul. Dpt memberikn pressure drop lbh rendah DISTILASI
dibawah separuh dr rashing ring. Distributor
Nilai HTU lebh rndh dr berl saddle Distribusi cairan yg jelek akan menurunkn Distilasi operasi difusi pemishn tjd
PACKING & PACKED TOWER Batas flooding lbh tinggi efektifitas dr perm packing yg terbasahkn. krn adanya ppindhn massa scr lwn arah dr
Distribusi cairan baik & kapasitas besr Umumnya dibuth 5 titik utk tiap ft2 fasa uap ke fasa cair / sebaliknya sbg
Packing adalah penampang kolom dg diameter > atau = 4 akibat adanya bd potensial diantara 2 fasa
Spiral ring ft.
8
yg saling kontak shg pd T & P tertentu Non newtonia fluid
sistem berada dlm keseimbangan. jumlah stage ideal yg dibut dpt diperhit Zat cair yg mengalir memberikn hubungan
muse bantuan 2 pers : yg tdk linear (curve lengkung) antara teg
Langkah proses pemisahan scr distilasi pers hub ner bhn pers grs operasi geser yg tjd dg kec deformasinya.
1. Pncmpurn sejumlah pns pers hub keseimbngan diagram entalphi
2. Pmbntukn fasa uap B - komposisi Jenis aliran
Pmbntukn keseimbangn log Pi o A Terbuka/ berhub dg udara luar
3. Pmishn kedua fasa seimbang C T Distilasi 1 tahap Sungai, saluran irigasi, saluran pembuangn
Pd distilasi, fasa uap akan segera tbntk Penguapan sebagian lar, & uap yg tbntk Tertutup (dilakukan dlm pipa)
stlh camp dipnskn. Uap & sisa cairannya dibiarkn saling kontak dg sisa cairannya.
dibiarkn saling kontak shg pd suatu saat, XA ; YA : fraksi mol komponen A dlm Pd akhir proses Aliran zat cair dlm pipa, bdsrkn
semua komponen yg tdpt dlm camp akan kestabilan kapasitasnya
tdistribusi dlm kedua fasa membntk Distilasi multi stage Aliran dlm keadaan mantap (steady state)
keseimbangn. Setelah keseimbngn fasa cair ; uap Proses pemisahan dg melakukan kontak Debit selama wkt yg ditinjau tetap.
dicapai, uap segera dipisahkn dr PAo ; PBo : P uap murni komponen A ; ulang antar fasa dlm bbrp thp utk
cairannya, kmdn dikondensasikn mbntk B memperoleh produk hsl pemisahn sesuai Aliran tak mantap (unsteady state)
distilat. Pt : P total sistem dg spesifikasi yg diinginkan. Debit (laju alir volume) berubah dg wtk
A, B, C : konst Antoine, bsrnya
Dlm keadaan seimbang , komposisi distilat tgntng pd jenis komponen Perhitungan jumlah stage ideal Tipe aliran bdsrkn arah lintasan partikel
tdk sama dg komposisi residunya. T : suhu Distilasi Camp biner : fluida yg mengalir
Komponen dg Po (titik didih rndh) > lbh Pio : P uap murni komponen i Ponchon Savarit Aliran laminer
bnyk tdp pd distilat Muse diagram entaphi-komposisi Partikel-partilek fluida brgrk pd lapisan-
Komponen dg Po (titik didih tinggi) < lbh Jika (PAo / PBo) = A-B Mc. Cabe Thiele lapisan yg pararel disepanjang
Distilasi camp multikomponen : aliran/lintasannya sejajar, yg berarti tdk
Distilasi Evapor Pengeringan x Short cut & plate to plate calculation ada arus olakan.
yA
asi 1 ( 1) x
Umpan Lar Lar Pdtn yg Aliran turbulen
homogen homog sedikit Diagram Fasa FLUIDA Partikel-partikel fluida brgrk dg kec &
cair-cair en, mngndng Dibuat dg 2 / 3 variabel operasi. arah yg berubah-ubah thd wkt shg sulit
pdtn cairan Misalnya T, P & konsentrasi dg salah 1 var Fluida/zat alir termasuk dlm zat dlm fase diamati, berarti tjd arus olakan.
lrt dlm diantaranya tetap. cair & fase gas.
cairan Diagram T-komposisi Zat cair akan mengaalir dd sendirinya Arah fluida dlm suatu pipa
Pemisa Penguapan pd titik Penguapan Daerah cair dingin : daerah di bwh dr tempat yg lbh tinggi ketempat yg Lapisan laminar tjd dkt dinding
han didih lar dibwh TD kurva cair jenuh lbh rendah / dr P tinggi ke P rendh. pipa
Daerah uap lwt pns : daerah di atas Gas akan mengalir dg sendirinya dr P lapisan turbulen tjd di
Produk Uap Lar Pdtn kurva uap jenuh tinggi ke P rndh. pusat/tengah pipa
komp TD pekat kering/caira Daerah 2 fasa : daerah di antara lapisan tranisi/buffer lap antara
rndh (siap n/uap kering kurva uap jnh & Fluida berdasarkan perubahan tekanan laminar & turbulen
Residu mengk & uap dr kurva cair jenuh Fluida tak mampat (incompressible)
komp TD ristal) sedikit Perub P tdk mcause perub sifat fisis Daerah aliran fluida pd pipa kosong
tinggi & uap cairan yg terutama kerapatan massa atau sifat Tipe aliran bdsrkn kec aliarn (laju alir) scr
dr tdpt dlm ANALISA & PERHITUNGAN STAGE IDEAL fisisnya relatif tetap. total ataupu keseluruahn dlm pipa.
pelarut pdtn Ex:fluida yg non volatil (air, minyak & air Laminer, v 0,5
bnyk tdp pd residu Stage Ideal / stage seimbang / stage raksa) v max
teoritis : Fluida mampat (compressible) Laminer, v 0,5
Alat kontak antar fasa yg memungkinkan 2 Perub P mcause perub fisis terutama kec v max
Proses pemisahan hrs dirancang dg fasa yg saling bsnthn berada dlm massanya v : laju alir dkt dinding pipa
mempertimbangkan keseimbngn. Ex. Fluida yg volatil, gas, steam v max : laju alir pd pusat pipa
Spesifikasi yg diinginka konsumen Stage ideal perlu diketahui utk Fluida berdasrkn kekentalannya
Investasi & biaya operasi menghit komposisi dlm kedua fasa Newtonia fluid
seimbang Zat cair yg dlm keadaan mengalir
Distribusi komposisi dlm ke 2 fasa menghit jmlh stage ideal yg di bthkn Tipe aliran berdasarkan kecepatannya
seimbang pd berbagai T & P total memberikn hub linear grs lurus antara teg
utk mencapai drjt pmisahn yg geser yg tjd dg kec deformasi (gradient REYNOLD NUMBER
tertentu. diinginkn
o o kec) dr alirannya.
Campo biner
PA P P menghit efisiensi stage
yA (X A) A X A B
o
Pt P P
t B
9
Besaran yg dpt menggambarkan scr Di opt : diameter opt scr mekaniknya shg utk cairan yg makin
kuantitatif tingkat turbulensi suatu aliran ekonomi (ft) Kran/valve kental dibut energi yg makin bsr.
yg mempengaruhi tipe aliran. qf : debit aliran(ft3/s) Membuka/menutup aliran Ditinjau dr viskositas cairannya, lar
Re = . D. v : densitas (lb/ft3) Mengatur debit aliran yg mngdng bhn pdt tersuspensi &
c : viskositas fluida (cp) Mengendalikan/mengontrol aliran beroperasi pd T & P yg ekstrim
D : diameter dlm pipa dirancang bbrp tipe pompa yg
: kerapatan massa fluida b. Non ferrous metallic pipe Jenis-jenis kran sesuai dg penggunaannya.
V : laju alir fluida Pipa logam yg ada di pasaran : Gate valve Bila zat pdt abrasif diuse pompa
: Viskositas fluida tembaga, nikel, alumunium, perunggu Dipakai utk menghentikan/menutup sentrifugal yg dilapisi dg bhn karet,
c. Non metal pipe aliran (stopping valve), jarang plastik / logam yg keras.
Re 2000 laminer Asbestos cement pipe dipakai utk mengontrol aliran Pemilihan bahan utk pembuatan
Re 2000 3000 transisi Diuse utk bhn korosif & P ckp Globe valve pompa, dipertimbnagkan dr sifat
Re 2000 turbulen tinggi Mpy pressure drop yg bsr korosifitas cairan yg akan dipompa.
Carbon/graphite pipe Dipakai utk pengaturan aliran Bila cairannya mdh menguap pd
Bhn yg bsifat relative asam/basa Tdk baik utk lar yg berupa suspensi suhu operasinya mk hrs dipasang
Transportasi Fluida Cement, glass, plastic (PVC), keramik Angle globe valve ruang utk menampung uap/gas pd
Kran yg juga bfungsi sbg elbow 90 o daerah pemasukan(suction).
Pemilihan pipa dipengaruhi oleh Fitting krn pengeluarannya membelok 90o
Diameter pipa/ukuran pipa yg Fungsi : Diaphragma valve Tipe pompa
optimal/ekonomis Menyambung 2 buah pipa dg criteria : Kran yg cocok utk zat cair berupa P tinggi dg laju alir rndh
Internal/external P yg berlaku yg akan Tanpa merubah arah & diameter pipa suspensi yg dpt dipasang utk reciprocating pump
menentukan SCH (schedule number) coupling berbagi posisi, biasanya tbuat dr P rndh dg kapasitas tinggi axial
Suhu operasi Merubah arah pipa karet flow pump
pertimbnagn bhn pipa yg dipakai atau elbow Check valve Pompa sentrifugal dirancang dg
perlu tdknya isolasi Merubah diameter pipa Utk mengendalikan/mengontrol berbagai tipe, mpy laju alir yg
Fluida yg mengalir reducing aliran konstan shg pd kondisi yg stabil
Ditinjau dr sifat korosivitasnya shg Membatasi aliran dlm pipa tanpa diperlukan lagi alat
memperngaruhi pemilihan bhn pipa & plug POMPA pengontrol aliran
perlu tdnya diberi pelapis Membuat aliran bercabang
tees, crosses Pemilihan pompa (sumber : OTK I) Ukuran pompa
Pipa berdasarkan jenis bahan Kapasitas Ukuran pompa ditentukan oleh P &
a. Ferrous metallic pipe Klasifikasi fitting Laju alir dlm aliran yg sdh steady state kapasitas yg diinginkan. Biasanya tipe
Wrought iron pipe Low pressure fitting : 25 psi maupun yg unsteady state adlh & ukuran pompa sdh disebutkn dlm
Besi tuang yg tdk bisa ditempa Standard fitting : 125 psi menentukan besarnya kap pompa. catalog pembuatnya / dlm tabel /
Mpy ketahanan thd korosi yg ckp, y Extra heavy fitting : 300 psi Besanya harga faktor keamanan yg grafik scr umum.
Diuse utk instalasi bwh tnh Hydrolic fitting : 1000 psi dinyatkn dr hsl prncngn tdk dinyatakan
Wrought steel pipe scr pasti. Factor keamanan yg terlalu Aturan umum
Bnyk diuse dlm transportasi fluida Cara penyambungan pipa bsr akan mempengaruhi pemilihan KOMPRESSOR
Welded wrought iron pipe Threaded connection pompa yg terlalu bsr shg harga & Fan menaikkan P sampai dg 12
Diuse dlm system pendinginan Sambungan yg muse draat, biasanya energi yg dibut terlalu bsr in air.
Electric resistance welded steel pipe diuse pd pipa-pipa yg diameternya < 2 Blower menaikkan P sampai dg <
Instalasi yg thn pd suhu tinggi in Head/tekanan 40 psig
Stainless steel pipe Welded connection P suatu pompa tgntng pd kecermatan Kompresor menaikkan P mjd lbh
Transportasi fluida yg korosif, Pengelasan, shg mrp sambungan menganalisa sistem pemipaan yg diuse tinggi dibandingkn muse
industri bhn makanan permanen yg sulit utk dipisahkan dg memperhitkan kehilangan akibat blower / fan
kembali, friksi, perub kec/tek maupun static
Diuse utk pipa-pipa yg diameternya < head-nya. Dari neraca tenaga bisa dihit POMPA VAKUM
Cara memperkirakan diameter 2in kerja pompa (-Wf) dg tetliti. Fluktuasi pompa vakum piston reciprocating
optimum : P msk & keluar juga diuse sbg menurunkn P sampai dg 1 torr.
Aliran fluida tak kental tipe aliran Flanged connection pertimb, apabila terlalu bsr mk kerja Rotary piston menurunkan sampai
turbulen Ujung pipa yg dipersiapkan dg skrup pompa bsr shg biaya operasinya mahal. 0,001 torr
Di 1 in Di opt = 3,9 qf0,450,13 Utk pipa dg diameter > 2 in Two lobe rotary menurunkan samapi
Di 1 in Di opt = 4,7 qf0,490,14 Belt & spingot joint (Pembalutan di Sifat cairan 0,0001 torr
Aliran fluida kental daerah sambungan) Semua tipe pompa dipertimbangkn Steam jet ejector 1 stage menurunkan
Di 1 in Di opt = 3,0 qf0,36 c0,13 Utk pipa dg diameternya bsr & P operasi dr energi gesekan dr gerakan sampai 100 torr
Di 1 in Di opt = 3,6 qf0,40 c0,14 rndh
10
Steam jet ejector 3 stage menurunkan Utk konversi di bwh 95% dr kesetimbangn, Juga dpt diuse utk operasi skala bsr. Korosi diperbolehkan 0,35 in utk kondisi
sampai 1 torr unjuk kerja CSTR bersusun 5 stage mendekati korosif yg diket, 0,15 in utk arus non korosif
Steam jet ejector 5 stage menurunkan plug flow & 0,006 in utk tangki uap & penampung
sampai 0,05 torr UTILITAS udara.
Jenis reaktor Working stress yg diperbolehkn adlh 0,25
POMPA Batch VESSEL (DRUM) kekuatan max bhn
Tenaga utk memompa cairan : Jns reaktor dimana hanya tdpt masukan 1. Drum adlh vessel yg relatif kcl utk memenuhi Working stress max sngt tgntng pd T
Hp = (gpm) (beda P, psi) umpan & tdk tdpt keluaran produk selama kapasitas/pemisahan dr fasa yg terikut VESSEL (tangki penyimpanan)
(1714) (efisiensi fraksional) berlangsungnya rx. 2. Drum cairan biasanya horisontal Utk vol < 1000 galon, diuse tangki vertical yg
Normal pump suction head (NPSH) dr Diuse pd operasi2 skala kecil, proses baru yg 3. Pemisah gas /cairan biasanya vertikal dilengkapi dg penyangga
pompa seharusnya lbh dr bilangan blm bnyk diuse, indust2 dg produk yg mahal 4. Pnjg / diameter opt = 3, tetapi biasanya 1000 10.000 galon tangki horizontal pd
tertentu, tgntng jns pompa & kondisinya, serta utk proses yg sulit dioperasikan scr berkisar 2,5 5 penyangga beton
utk menghindari bahaya. kontinyu. 5. Wkt hold up biasanya 5 mnt setengah penuh 10.000 galon, diuse tangki vertikal dg
NPSH = (P pd mata impeler P uap) , utk tangki refluks 5 10 mnt utk produk yg pondasi beton
berkisar 4 - 20 ft Semi batch akan diumpankan ke menara lain. Cairan yg cenderung mengakibatkn sesak
(density) Dpt mncpai knversi yg tinggi dg wkt tinggal 6. Pada tangki umpan furnace, 30 mnt setengah napas disimpan dlm tangki dg atap
Kec spesifik Ns = (rpm) (gpm)0,5 reaktn yg lbh lm penuh diperbolehkan mengmbang / ekspansi utk pengamanan
REAKTOR Biaya operasional yg bsr & tdk dpt diuse pd 7. Knockout drum sblm kompresor sebaiknya Ruang kosong 15% utk vol < 500 galon & 10%
operasi skl bsr. menampung tdk kurang dr 10 x vol cairan yg utk vol > 500 galon
Aturan umum (Sumber seader, process lwt tiap mnt Kapasitas penyimpanan 30 hari sering diuse
design priciple) 8. Pemisahan cairan/cairan dirancang utk wkt utk bhn baku & produk tetapi tgntng sarana
Kec reaksi dlm berbagai keadaan hrs CSTR tinggal 2 3 in/mnt transportasi
ditentukan di laboratorium, wkt Diuse apabila terjadinya pengadukan & dpt 9. Kec gas dlm pemisah gas/cairan, V=k (I/v Kapasitas penyimpanan paling sedikit 1,5 x
tinggal/kec space & distribusi produk diuse scr tunggal maupun rangkaian seri. 1) ft/s dg k=0,35 dg mesh deentrainer k=0,1 ukuran alat transportasi. Truk 7500 galon ;
hrs ditentukan dlm pilot plant Bgs dlm menjaga temperature operasi. tanpa mesh deentrainer mobil tangki 34.500 galon ; kapal / tanker
Dimensi partikel katalis 0,1 mm dlm unggun 10.Penghilang entrainment sebesar 99% dicapai kap tdk tbts.
knvrsi plg kcl, shg terkadang dibut ukuran
terfluidasi, 1 mm dlm unggun slury & 2-5 mm dg mesh pads dg tebal 4 -12 in , ketebalan 6
reaktor yg ckp bsr/beberapa reaktor uk
dlm unggun tetap in lbh umum Desinfektasi
tertentu utk meningkatkan konversi.
Ukuran optimum reaktor tangki bpengaduk 11.Utk pads vertikal, nilai koesfisien pd no 9 Mbunuh bakteri2 yg ada dlm air.
adlh sm antara tinggi cairan & diameter direduksi dg 2/3
Plug flow Sbg desinfektan dipakai klor.
tangki, tetapi pd P tinggi, ukuran yg lbh 12.unjuk kerja yg baik dpt dicapai pd kec 30
Menghasilkan konversi paling tinggi per Cl2+H2O HCl + HClO
langsing lbh ekonomis -100 % dr hsl yg dihit dg harga k tsbt ;
volume-nya dr semua jns reaktor alir. HClO H+ + ClO-
Power input tangki bpngaduk rx homogen biasanya 75%
Kesulitan dlm melakukan control T & dpt +
pH air tinggi (H berkurang) rx bgsr ke kanan,
adlh 0,5-1,5 hp/1000 gal, tetapi 3 x dr nilai 13.ruang pemisah (disengaging space) 6-8 in,
terjadi hot spot bila sifat rxnya eksotermis. berarti bnyk tbntk ClO-
tsb bila tjd transfer pns didepan pad & 12 in diatas pad sangat sesuai
Reaktor tubular dpt dijumpai dlm bntk efektif pd pH 7 /sedikit diatasnya.
Pndktn CSTR ideal diuse bila wkt tinggal 14.pemisah siklon dpt dirancang utk
sebuah tabung pnjng/bbrp tabung pendek yg
rata2 5-10 x lama wkt yg dibut utk mencapai pengumpulan 95% dr partikel 5 m, tetapi klor utk dsinfktsi air sungai : 0.5-1.5
disusun dlm sebuah tabung bsr.
homogenitas yg diperkirakan 500-2000 biasanya hanya droplet lbh bsr dr 50 m yg ppm.
Reaktor tubular mrp pilihan terbaik utk rx
perputaran dr pengaduk yg dirancang dg baik perlu dihilangkan
dlm fasa gas
Reaksi batch dilakukan dlm tangki Penanganan air umpan boiler
bpengaduk utk kec produksi harian yg rndh / VESSEL TEKANAN a. Zat2 yg mcause korosi
Fixed bed
bila wkt reaksi lama / bila bbrp kondisi T rancangan antara -20 0C & 650 0F diatas T air yg mngndng lar2 asam & gas2 tlrt.
Slh 1 jns reaktor tubular yg diisi dg katalis
seperti kec feed / T hrs diprogram dlm bbrp operasi bts aman yg lbh tinggi diuse di luar pH air terlalu asm
padat utk rx fasa gas pd sistem heterogen.
cara kisaran T tsbt Utk menaikkan pH dipakai NaOH
Reaktor ini mpy ksulitn yg hampir sm dg
Rx cair relatif lmbt & slurry dilakukan dlm P rancangan sebesar 10% atau 10-25 psi lbh pH dijaga pd 10.5 s.d 11.5.
reaktor tabung dlm pngontroln T & juga utk
tangki bpengaduk kontinyu. Susunan dr 4/5 tinggi dr P max. P operasi max diambil 25 psi Gas2 cause korosi : CO2 dan O2.
peletakan kembali katalis stlh regenerasi.
sec seri paling ekonomis di atas operasi normal Oksigen dlm air dihilangkan dg :
Memiliki konversi yg tinggi per brt katalis yg
Reaktor alir tubular cocok utk kec produksi P rancangan vessel yg beroperasi pa 0 -10 penambahan oksigen scavenger.
diuse pd reaktor katalitik.
tinggi dg wkt tinggal pendek (detik/menit) psig & 600 1000 oF adlh 40 psig Dearasi : mnstripping air yg dismprtkn dg
bila transfer pns yg ckp diperlukan, Utk operasi vakum, P rncngn adalh 15 psig & sdikit steam dlm susunan tray.
Fluidized bed
konstruksi shell & tube biasa digunakan. vakum penuh
Mrp bntk yg paling bnyk dijumpai dr jns
Dlm reaktor packing katalis granular, b. Zat yg mcause kerak ( scale forming )
reaktor katalitik & diuse utk sistem Ketebalan dinding minimum utk keamanan
distribusi wkt tinggal jarang lbh baik disebabkan adanya ksdhan & T tinggi.
heterogen. adlh 0,25 in utk diamter 42 in & di bwh 0,32
daripada susunan CSTR 5 stage Utk mencegah kerak akibat kesadahan yg
Distribusi T seragam shg kcl lemungkinan in utk diamter 42-60 in & 0,38 in utk
terjadinya hot spot (pemusatan pns pd slh 1 diameter lbh dr 60 in. masih tersisa, ditambahkan phospat.
titik). Rx :
11
2Ca2+ + 2PO43- Ca3(PO4)2 Pilih solven yg membentuk ikatan hidrogen Kelebihan RD Tanah , pelarut, minyak bumi, sayuran
Endpn Ca3(PO4)2 bersifat ringan, tdk mnmpl dg komponen kunci yg kan diremove pd Akibat dr produk yg di remove mk konversi Seny inorgaik lbh korosif seny organik
pd tube boiler, shg endapannya yg tbntk dlm produk bottom, memutuskan ikatan hidrogen meningkat Ind kimia cnderung meningkatkan yield dg
disperse suspensi dlm air dpt mdh diklurkn dg komponen kunci yg kan diremove pd Penyederhanaan proses rx & proses menaikkan T & P. hal ini memicu tjdnya
lewat blow down dr boiler. produk distilat. pemisahan, penggunaan jumlah katalis lbh korosi.
polimer (lignin, tanin, atau polielektrolit) Pilih solven yg menunjukkan kepolaran lbh sdikit pd konversi yg sama
mngontrol pngndpn dg mnghmbt tinggi dr komponen kunci atau kepolaran Kerugian akibat korosi
Jk rx eksotermis, mk pns diuse utk
prtumbuhn kristal agar tetap bukuran kecil, rendah dr komponen kunci lainnya. Penampakan yg buruk
penguapan produk mengurangi beban
mncgh penggumpalan. Pilih solven yg mpy TD minimal 30-40 oC Biaya perbaikan & operasi
reboiler (mengurangi beban kondensor utk rx
diatas komponen kunci agar solven non Usaha pencegahan korosi dpt mengurangi
endotermis)
c. Zat yg mcause foaming volatil & dlm fasa cair. biaya perbaikan
Foam adlh gelembung2 pd perm air boiler Pilih solven yg dpt menaikkan Akibat dr produk diremove shg laju produk Plant shut down
akibat : Mudah direcovery dg distilasi konvensional samping dikurangi Proses dihentikan krn adanya kerusakan
kontaminasi minyak pd air boiler Tdk korosif, tdk beracun, tdk mahal, tersedia alat akibat korosi
dlm jmlh bnyk Kekurangan RD Kontaminasi pd produk
Akumulasi pdtn yg blebihn krn jmlh blow
Volatilitas produk & reaktan hrs tepat agar Produk yg makin murni harganya mahal
down bkurang,
Distilasi azeotrop (AD) konsentrasi reaktan lebh besar disbanding
alkalinitas terlalu tinggi Karat dpt mcause dekomposisi katalitik pd
Proses pemishn camp azeotrop dg pnmbhn produk pd zona rx
ind H2O2/hidrazin
komponen ketiga (entrainer/azeotrop Jika wkt tinggal rx lama berarti butuh kolom
Pencegahan : Tkadang diperlukan bhn konstruksi yg lbh
former) pd kolom bagian feed stage agar dpt panjang & besar
membuang sjumlh air (blow down) mhl meskipun tdk awet hanya utk mncgh
bhn anti foam (polyamida/ poliglikol) membtk camp azeotrop dg 1 atu lbh Kondisi P, T optimum reactor blm tentu kontaminasi thd produk
komponen umpan yg diremove pd distilat. optimum utk kondisi separasinya (distilasi) & Kehilangan produk yg bernilai
AZEOTROP & PEMISAHAN-NYA Jika suatu komponen sangat tdk stabil (mdh sebaliknya. Produk cacat produksi
Pengertian terdekomposisi) & TD berdekatan maka Keslamatan
Kondisi dimana campuran uap tdk dpt sangat dianjurkan proses pemisahan sistem Pngangkutan bhn bbahaya mneed bhn
dipisahkan lbh lanjut dg distilasi fraksinasi AD. Contoh ED
konstruksi khusus
konvensional krn memiliki komposisi uap Peralatan produksi bhn makanan hrs bebas
sama dg komposisi cairannya. Mekanisme perubahan korosi
Jika solven ditambahkan ke dlm sistem akan Penggunaan logam utk keperluan medis
Relative volatility () muncul ketidaklarutan antara solven dg
= Ki = yi = Rasio kesetimbangan gabungan antara komponen kunci. Jika Klasifikasi korosi
xi ketidaklarutan tjd mk ke2 fasa cair akan Korosi pd T rendah & T tinggi
tbntk, slh 1 fasa kaya akan solven & Korosi kombinasi langsung oksidasi &
Distilasi ekstraktif (DE) komponen kunci ringan sdngkn fasa lain adlh elektrokimia
Proses separasi distilasi dg mnmbhkn solven komponen kunci berat (solven sbg stripping Korosi basah ada cairan (lar/elektrolit)
yg lbh non volatil dibanding komponen camp agent). korosi baja oleh air
dlm sistem, solven tsb akan mengubah keset Korosi kering pemicu adlh uap/gas & T
uap cair (mengubah komponen kunci), Perbedaan DE & AD tinggi
terlarut sempurna & tdk membentuk sistem Recovery solven ED : terjadi di korosi baja oleh gas pembakaran
azeotrop baru serta solvennya dpt bottom
direcovery. AD : overhead UNIFORM (general attack)
DE dpt dikenakan pd : min & boiling Bntk korosi paling murni
azeotrop, non azeotrop Letak solven masuk ED : diatas stage Dipengaruhi oleh rx kimia/elektrokimia yg
DE dilakukan jika sistem memiliki umpan KOROSI
tjd seragam pd seluruh perm logam
mendekati 1 (azeotrop) & TD komponen AD : dibawah Logam akan menipis & lama-kelamaan bisa
berdekatan. Difinisi : kerusakan bhn krn rx dg lingkungan
patah
Produk ED : overhead Memberikan kerusakan tbsr ditinjau dr berat
Persamaan DE & AD AD : bottom Pengaruh lingkungan
Semua lingk memicu terjadinya korosi sampai logamnya
Proses separasi selain muse separating agent Ex. Korosi pd perm selembar atap dr besi
berupa pns juga ditmbahkan separating agent Reaktif Distilasi (RD) derajat tertentu.
akan menunjukkan derajat korosi yg sama pd
berupa solven/entrainer. Proses kombinasi antara rx kimia & separasi seluruh perm.
(distilasi) yg tjd scr simultan dlm kolom Udara & uap air
Atmosfer Pencegahan : penggunaan inhibitor,
Pemilihan solven ED distilasi tunggal serta produk yg tebentuk
perlindungan katodik, pemilihn jns bhn yg
Pilih solven dr seri homolog ber TD tinggi dr akan segera diremove dr daerah rx melalui Gas :Cl2, NH3, H2S, SO2
Asam mineral : HCl, H2SO4, HNO3 tepat tmsk isolasinya.
komponen kunci ringan & berat distilasi.

Asam organik :CH3COOH, CHOOH


Galvanis
12
Bila ada 2 lgm yg slg berhub & tercelup Menyerang peralatan 2 dr logam yg Manambah inhibitor
dlm lar elektrolit, akan tjd perb berhub dg fluida mengalir. Suatu bhn yg ditambahkan dlm
potensial diantara keduanya yg Pitting Pencegahan : desain yg lbh baik, jumlah kcl ke suatu lingk. Inhibitor
mcause tjdnya aliran elektron. Jns krt yg tjd pd lubang kecil di per menghindari bntk2 rumit. menurunkan laju korosi.
Logam yg kurang thn korosi anodik lgm, shg benar2 terlokalisir. Perlindungan katodik.
Logam yg thn korosi Tmsk slh 1 jns karat yg paling Design
katodik bbahaya & dpt mematahkan lgm krn Stress corrosion Desain dinding suatu alat tkadang
Dibndingkn bila msg2 lgm tdk saling blubang & scr tiba2. Perpecahan pd perm logam yg dicause sm pentingnya dg pemilihn bhn. Hrs
kontak, lgm yg lbh thn korosi akan Sulit dideteksi krn umumnya kcl & oleh adanya P & berada pd media dprtmbngkn pula segi mekanika &
mengalami penurunanan korosi, smntra kadang tertutup serbuk karatnya korosif. kekuatan bhn.
yg tdk thn, korosi akan meningkat. Lubang yg tjd akan mbsr seiring dg Pencegahan Tbl dinding bisanya diperhitungkan
Bd potensial antara logam dg ionnya tumbuhnya karat, umumnya searah dg mengurangi P, mengeliminir pengaruh 2x tebal dinding desain.
diberikn dlm deret electromotive force gaya gravitasi. lingk kritis, mengubah camp logam,
(EMF) yg disusun dlm btk deret dg menambah inhibitor, perlindunagn pelapisan
referensi thd elektroda hidrogen Intergranular korosi katodik & pelapisan. b7an utk memberikan pembatas
(H2/H+) dg nilai nol (0). Deret ini hny Korosi yg tjd pd/dkt dg batas butir antara perm logam dg lingk.
utk lgm murni & bkn alloy. Batas butir tbntk swkt tjd Kecepatan korosi electrodeposition
Korosi galvanis bnyk tjd pd sambungan pendinginan dlm pembentukan alloy. pncelupn suatu bagian yg akan
logam. Atom-atom akan menempatkan diri dilapisi dlm lar logam, srta mngalirkn
Makin dkt dg ltk smbungan, korosi mjd susunan kristal. mpy= 534 . w arus listrik searah antara bagian tsb
makin cpt tjd. Bila butir2 yg berbeda bntk saling dg elektroda lain.
bertemu, akan tjd ketidakcocokan yg D. A. T Bhn pelapisan: single metal, alloy,
Pencegahan membentuk bts butir. lapisan bbrp logam.
Memilih paduan lgm yg sedkt mungkin dlm Penyebab mpy : mils per year
deret galvanis, mengisolasi paduan lgm, Adanya impuritas pd bts butir yg W : kehilangan berat, mg Macam-macam inhibitor
melakukan pelapisan, menambh lgm dicause oleh D : densitas, g/cm3 Inhibitor tipe adsorpsi
ketiga yg bsifat anodik bg kedua lgm tsb. peningkatan/pengurangan jumlah A : luas area bahan, in2 Seny organik yg teradsopsi di perm
elemen alloy pd bts butir. T : waktu, jam logam & meminimalkn pelarut
Karat celah T 950-1450oF dpt meningktkn logam shg menurunkan rx korosi. Pd
Krt yg tjd pd celah/rtakan, bagian yg sensitivitas lgm thd karat ini. Pencegahan korosi bbrp kasus, sifat inhibitor ini
tlindungi pd perm lgm Pemilihan logam berlaku baik pd anodik maupun
Karat dicause adanya bd konsent Logam & alloy katodik.
oksigen & didukung oleh sejumlah kcl Cara pengendalian Stainless steel nama umum utk lbh Ex : ammonium organik
lar yg diam pd lubang kcl. Menmbhkn stabilizer dr 30 paduan logam yg mjd 11,5-30% Cr
Hidrogen evolution poisons (khusus
melakukn quenching (pendinginan & 0-22% Ni serta logam lain.
mencegah)
Pencegahan mendadak)
Sgt reaktif pd lar asm, tetapi tdk
Muse sambunagn las & menghindari Pengubahan lingkungan
reaktif bila rx katodik dikndalikn
sambungan dg logam Selective leaching menurunkan T penurunan T
oleh proses reduksi lain (seperti
Menutup celah akibat sambungan Penghilangan slh 1 unsur dlm suatu alloy umumnya menurunkan laju rx
reduksi O2).
tumpuk dg pengelasan. krn proses korosi. korosi meskipun tdk selalu
Ex : ion As & Sb
ex.penghilangan seng di dlm paduan demikian.
kuningan (dezincification) Mengurangi kec Umumnya kec Sea venger
Celah sempit terisi yg bsr mcause seranagn korosi yg Suatu zat yg mampu menghilangkn
elektrolit (air Ph Erosion corrosion kuat, kecuali logam yg bsifat pasif. bhn korosif dr larnya.
Peningkatan kec kerusakan logm krn Mengubah konsentrasi Ex : Na2SO3, hidrazin
rendah) tbntk sel (N2H4)mnghilangkn O2 dr larnya.
adanya gerakan relatif antara fluida H2SO4 & HNO3 bsifat inert pd konst
karat dg per luar lgm yg Oksidator
korosif dg perm logam. >>, shg cara mengurangi korosi
bsr Gerakan fluida yg cpt akan justru dg menaikkan konst. Umumnya diuse utk inhibitor pd
Bagian dlm celah : memberikan efek abrasi thd perm Menghilangkan O2, oksidator logam & alloy yg blaku transisi
logam shg logam dpt menipis krn mjd Dilakukan dg deaerasi, mis muse aktif pasif. Ex : kromat, nitrat,
O2 << = anodik grm2 Fe
ion2 tlarut/lapisan yg tersapu dr per peralatan vakum O2 scavenger, inert
Bagian luar celah : logam. gas & sparging. Tetapi hal tsb tdk Inhibitor fasa uap
Penampakannya ditandai dg adanya sesuai utk logam/alloy yg bsifat Serupa inhibitor fasa adsopsi
gelombang2, lubang2, cekungan2 dg pola aktif-pasif krn oksidator justru organik & blaku utk uap P sgt
c tinggi.
e
tertentu. diperlukan utk mprthnkn film
l pelindung.
a
h
13
Kerja, energi, kalor J 1 J = 1Nm = 1 Tekanan psia 1 psia = sjumlh massa material/suatu unit prltn yg
kg.m2/det2 6,89476.103 N/m2 ditinjau. Sistem diktkn ttutup (nonflow)
bila tdk ada perpind massa keluar/msk
Kerja foot pound 1 ft.lbf = 1,35582
Daya Watt 1 W = 1 J/det ke/dr sekeliling. Sebaliknya disebut flow
gaya J
sistem/open sistem.
Kalor british thermal 1 Btu/lb.oF = 1 Heat (Q)/energi panas
Tekanan Pascal 1 Pa = 1 N/m2 unit kal/goC Bagian dr total energi yg bisa ditransfer
(mengalir) keluar/msk sistem ke/dr
Percep ft/det2 1 g = 32,174 sekelilingnya.
Percep gravitasi m/det 1 g = 9,80665 m/det2 gravitasi ft/det2
2

konversi Work (w)/kerja/usaha


(g)
Energi yg ditransfer antara sistem dg
sekelilingnya dlm bntk energi mekanis.
CGS (centimeter-gram-second)
Energi kinetik (Ek)
Energi yg dikandung sistem bila sistem

Konversi nama
Bil. Tak berdimensi
definisi
mpy kec relatif dibanding sekelilingnya.
Energi yg tjd krn ada gesekan.
Ek = m v2/gc
Besaran Satua Definisi
n Bil. fourier NFo = kt/.Cp.L2
Sistem international (SI) Energi potensial (Ep)
massa gram 1 g = 1 x 10-3 kg Energi yg dikandung suatu sistem (yg
Besaran Satuan Definisi Bil. Froude NFr = v2/L.g tletak di ketinggian ttentu dr suatu
datum level) akibat adanya medn grvitasi
Massa Kg Massa sebuah silinder Panjang cm 1 cm = 1 x 10-2 m Bil. Nusselt Nnu = h.D/k bumi.
platina yg di simpan di Ep = m. z. g/gc
Sevres, perancis Bil. Peclet NPe = D.v..Cp/k
Gaya dyn 1 dyn = 1 g.cm/det2
Internal energi (U)
= 10-5 N
Panjang Meter 1.650.763,73 pnjng gel Bil. Prandtl NPr = Cp./k Energi molekular dlm suatu zat.
dr suatu grs spektrum Kerja, energi erg 1 erg = 1 dyn.cm = Internal energi tdk mncakup energi yg
trtntu yg dipncrkn oleh 10-7 J Bil. Reynold NRe = .D.v/ dimiliki akibat posisi/gesekan.
86
Kr. Energi yg semula berbentuk usaha (W)
Waktu Detik 9.192.631,77 siklus panas kal 1 kal = 4,1840 J Bil. Schmidt NSc = /.d disimpan didlm fluida dlm bntk energi
frekuensi dr suatu transisi lain, yaitu internal energi.
kuantum ttntu dlm atom
133
Ce. Percep gravitasi g 1 g = 980,665 U = U2 U1 = m Cv.dT = m Cv (T2-T1)
Suhu Kelvin Memberikn nilai 273,16 pd cm/det2
T tripel air murni, yakni T Besaran primer Entalphi (H)
pasti air berada dlm keset Massa [m], waktu [t], temperatur [T] , Kandungan pns suatu sistem.
cair, es & uap. panjang [L] H & U tdk bisa diukur langsung & hanya
bisa dihitung selisih kndungn akhir proses
Jmlh Kg.mo Bnyknya zat yg tdiri dr FPS (foot-pound-second) dg kndungn pd awal prosesnya H & U
partikel l sejumlh satuan2 Besaran Satuan Definisi Besaran sekunder
elementer yg jmlhnya sm Kecepatan, percepatan Q = H = m. Cp.dT
massa Pound massa 1 lbm =
dg jmlh atom dlm 12 kg (lbm) 0,45359237 kg
isotop 12C. Kalor sensibel
Panjang Foot 1 ft = 0,3048 m Panas/kalor yg menyertai perub suhu
(ft) sistem. Q = m. Cp.dT
Ex. HE exchanger, furnace
suhu Faranheit T oF = 1,8 oC +32
Besaran satuan turunan SI (oF)
Gas nyata Kalor laten
Besaran Satuan Definisi Gaya Pound gaya 1 lbf = 4,4482 N Gas sebenanya, seperti H2, O2 atau udara Panas/kalor yg menyertai perub fasa
Gaya N 1 N = 1 kg.m/det2 (lbf) yg tdk mematuhi persamaan P. V = n. R. T sistem
dg tepat kecuali pd bts tekanan nol. Ex. vaporizer, kondensor
daya Horse power 1 hp = 550
ft.lbf/det
sistem
14
Charles Daerah gas : kondisi gas-nya Reaktan ekses (berlebih)
Kapasitas panas Vol sejumlh gas pd P konstan adlh superheated (kelewat pns) % ekses sll didasarkn pd kebut stoikiometri rx.
Jumlah pns yg diperlukan utk menaikkan berbanding langsung dg T mutlak (Kelvin) Daerah cair-gas : camp 2 fasa
suhu sejumlah massa zat tersebut sebesar V = b. T b= konstanta % ekses =mol masuk -molstoikiomet x100%
1 derajat. T = t + 273,15 mol stoikiometri
Pns jenis = pns yg diperlukn utk Kompressor (Utk menaikkan P gas)
menaikkan suhu 1 gr zat tsb Hipotesis Avogadro /gas ideal Gas akan menerima tambahan energi saat Slh 1 reaktan (biasanya yg murah) dibuat ekses
Proses yg dijalankan pd P tetap Cp Vol yg sama dr gas bbeda yg diprbndingkn dikompresi, sebagian energi mekanis utk :
Proses yg dijalankan pd V tetap Cv pd T & P sama mpy jmlh molekul yg sama kompresor akan diterima gas shg Memastikan reaktan yg lain hbs bereaksi
Jmlh molekul sama dr gas yg bbeda yg kandungan energinya meningkat. Menekan/mencegah reaksi samping
1 kalori dipebndingkn pd T & P sama mpy vol Meningktkn konversi kesetimbangan
banyaknya energi pns yg dibut utk sama. Kebutuhan kerja kompressor : W = P.
mningktkn suhu 1 gr air dr 14,5oC mjd P . V = n . R .T dV Konversi
15,5oC. Energi yg diterima gas : Q = H Ukuran dr fraksi reaktan yg brx dg nilai max
n1 n2 = H2- H1 = Cp. dT 100% atau = 1
energi kimia = panas reaksi Pd T sama pd Bila reaktan lbh dr 1, konversi didasrkn pd
energi yg menyertai suatu rx kimia & v1 v2 Kompresor ideal reaktan utama /reaktan pembatas.
brbntk energi pns. (tdk ada energi yg hilang tbuang
Pns rx bisa bsifat eksotermis v2 n2 ADIABATIK REVERSIBEL) X= mol reaktan yg bereaksi x 100%
(mngeluarkn pns) & endotermis P sama W = Q = H = H2- H1 = Cp. dT mol reaktan yg masuk
(membutuhkn pns).
v1 n1
Pns rx dihitung pd kondisi standar yaitu Gay Lussac Efisiensi kerja kompresor () X = ( mol feed mol produk) x 100%
T 25oC atau 77oF atau 298oK. Suatu gas yg diukur pd T & P mpy perband Power yg diperlukan utk kompresor, mol feed
vol sbg bil yg mdh & bulat. Perb vol dlm berharga sekitar 80%.
Hukum ke nol (0) termodinamika hukum ini diambil sesuai dg koefisien rx. Power kompresor = Ws = Wkompr = (H)gas / Selektifitas reaksi
Jika A dlm keseimbangan termal dg B & B Ukuran utk menentukan bagian reaktan yg brx
dlm keseimbangan termal dg C mk C juga Pompa (menaikkan P cairan) membentuk produk dlm rx utama & bagian
dlm keseimbangan termal dg A. Diagram fasa Perhitunagn energi balance utk reaktan yg brx membentuk produk lain dlm rx
F : derajat kebebasan suatu sistem pemompaan diuse hokum I samping.
Hukum ke 1 termodinamika C : jmlh komponen dlm sistem termodinamika utk proses alir :
Energi tdk bisa dimusnahkan , tetapi P : jmlh fasa
U 2 g Ex:
hanya bisa berubah saja, dr satu bntk H Z Q Ws konversi reaktan A total 90% dlm 2 mcm rx
energi ke bntk energi yg lainnya F = C + 2 P 2 gc gc utama & reaksi samping. Selektivitas A utk rx
U = q + w utama = 80%. Artinya : 90% reaksi A brx,
(energi sistem) + (energi sekeliling) = 0 Di industri kimia umumnya hrg perub e kinetic sisanya 10% keluar reaktor tanpa berupa A. dr
90% A yg brx 80%-nya menurut rx utama &
p-H diagram & potensial sgt kcl dibndingkn dg perub H, Q &
Hukum ke 2 termodinamika sisanya 20% brx menurut rx samping.
Ws shg sering ditemui pengunaan pers yg
q diringkas mjd :
S yield
t H Q Ws ukuran kinerja suatu reaktor/pabrik
S = entropi Ws : power yg diperlukan oleh pompa
Q = J/mol Q : energi kalor yg dikluarkn/dimasukkn YR = mol produk x faktor stoikiometri x
T = oK ke cairan yg dipompa 100%
q mol reaktan yg brx
S = rx spontan Energi gibbs (G)
t G = H T. S Faktor stoikiometri
q Energi pembentukan Stoikiometri mol reaktan yg diperlukan utk
S = rx tdk berlangsung menghasilkn 1 mol produk
t Reaksi-reaksi dlm industri
Hukum-hukum gas Yield reaktor berhub dg selektivitas rx,
Kurva A-C : kurva cair jenuh (saturated liquid) selektivitas rx tinggi mk yield reaktor juga
Boyle
Kurva B-C : kurva uap jenuh (saturated tinggi atau bila rx samping meningkat mk
Pd T tetap, vol sjumlh trtntu gas
vapor) selektivitas rx menurun & yield reaktor akan
brbanding terbalik dg P-nya.
Daerah cair : kondisi cairannya subcooled menurun pula.
P2 .V2 =P1 . V1
(lwt dingin)
Yp= yield pabrik
15
boiler dipanasi lg dlm superheater pd P yg sama STOIKIOMETRI dg 1/12 massa 1 atom karbon 12. Massa
Yp = mol produk yg dihasilkan x faktor (tetap) & diuse pemanas tsendiri dg T yg lbh molekul relatif (Mr) suatu senyawa mrp
stoikiometri x 100% tinggi. pnjumlahan dr massa atom unsur-unsur
cabang ilmu kimia yg mempelajari hub
kuantitatif dr komposisi zat-zat kimia & penyusunnya.
mol plant input reaktan asap asap Jika Ar untuk X = 10 dan Y = 50
rx2nya. berapakah Mr senyawa X2Y4 ?
Mr X2Y4 = 2 x Ar . X + 4 x Ar . Y
Recycle =(2 x 10) + (4 x 50) = 220
1 HKM KEKEKALAN MASSA = HKM LAVOISIER
Mengurangi loss material dg cr mengmbalikan Superheater .Super
"Massa zat-zat sebelum & sesudah rx adlh
(sebagian) material kembali ke awal proses boiler heated
Saturated pemanas 2 tetap".
steam KONSEP MOL
(bisa reaktor/alat proses lainnya). pemanas
Pompa steam . hidrogen + oksigen hidrogen oksida
Dilakukan bila konversi per-pas reaktor ataupun Multi stage (4g) (32g) (36g)
pemanas
efisiensi per pas alat proses lainnya dinilai rndh 1 mol adlh satuan bilangan kimia yg jmlh atom-
shg utk mningktkn efisiensi/yield proses HKM PRBNDINGN TETAP (HKM PROUST) atomnya/molekul-molekulnya sebesar bilangan
dilakukan recycling. "Perbandingan massa unsur-unsur dlm tiap2 Avogadro & massanya = Mr senyawa itu.
Aliran keluar suatu reaktor/alat proses lain senyawa adlh tetap. Jika bilangan Avogadro = L maka :
setelah dipisahkan hsl proses dr sisa 2 yg blm a. Pada senyawa NH3 : massa N : massa H
terproses dikembalikan ke awal proses utk = 1 Ar . N : 3 Ar . H
diproses kembali. = 1 (14) : 3 (1) = 14 : 3 L = 6.023 x 1023
Teknik kimia b. Pada senyawa SO3 : massa S : massa 0 1 mol atom = L buah atom, massanya = A r atom
Purging blow down = 1 Ar . S : 3 Ar . O
Membuang sebagian aliran material yg di Ilmu yg memperlajari cara2 mengubah suatu tsbt.
bhn melalui proses kimia & atau fisika mjd bhn = 1 (32) : 3 (16) = 32 : 48 = 2 : 3 1 mol molekul = L buah molekul massanya = Mr
recycle utk mencegah terakumulasinya
komponen tertentu (biasanya impuritas-inert) lain scr efisien shg memiliki sifat & komposisi molekul tsbt.
atau struktur molekul yg berbeda dr bhn semula Keuntungan dari hukum Proust: Massa 1 mol zat disebut sbg massa molar zat.
dlm sirkulasi proses recycle krn adanya bila diket massa suatu senyawa/massa slh satu
akumulasi ini akan menurunkan efisiensi & bermanfaat serta mpy nilai ekonomis yg lbh
tinggi. unsur yg mbntk seny tsb mk massa unsur Brp molekul yg tdpt dlm 20 gr NaOH?
(konversi/komposisi produk) proses scr lainnya dpt diket.
keseluruhan. Mr NaOH = 23 + 16 + 1 = 40
Bentuk energi Brp kdr C dlm 50 gr CaCO3 ?(Ar: C = 12; 0 = 16; mol NaOH = massa / Mr = 20 / 40 = 0.5 mol
Jmlh yg di purging/blowdown = jmlh Ca=40)
massa komponen yg tdk diinginkan yg msk Energi panas Banyaknya molekul NaOH = 0.5 L = 0.5 x 6.023 x
Bhn bkr utk kebutuhan rumah tangga : minyak Massa C = (Ar C / Mr CaCO3) x massa CaCO3 1023 = 3.01 x 1023 molekul.
dlm system. = 12/100 x 50 gram = 6 gram
tnh, gas LPG, briket batubara, arang kayu, kayu
bkr. massa C Rms Empiris & Rms Molekul
Bhn bkr transportasi : bensin, solar, avtur, gas
purging Kadar C = massa C / massa CaCO3 x 100% Rumus empiris
recycl
LPG = 6/50 x 100 % = 12% menyatakan pbndingan jmlh atom 2 yg tdpt
e
Reakto Separat Bhn bkr di pabrik2: minyk bkr, solar, minyk tnh, dlm molekul.
r or IDO, btubra 3 HKM PRBNDNGN BGANDA (HKM DALTON Rumus molekul
Feed : N2, amoni NH3 NH3
. "Bila 2 buah unsur dpt mbntuk 2/lbh seny utk bila rumus empirisnya sudah diket& Mr juga
H2, argon a massa slh 1 unsur yg sm bnyknya mk pbndingn
Energi panas diket mk rumus molekulnya dpt ditentukan.
Penerangan : rumah tangga, kantor, massa unsur ke 2 akan bbnding sbg bilangan
lingkungan, industri bulat & sederhana". ex:
Steam pemanas Suatu seny C & H mngndng 6 gr C &
Penggerak motor2 listrik : dirumah tangga Bila unsur Nitrogen den oksigen disenyawakan
Steam jenuh (saturated steam) 1 gr H.
maupun industri dpt tbntk,
Dihasilkn langsung dr pendidihan air shg Tntuknlh rms empiris & rms molekul
NO dimana massa N : 0 = 14 : 16 = 7 : 8
dikatakan dlm kond keset antara uap air. seny tsb bila diket Mr nya = 28 !
Sumber energi NO2 dimana massa N : 0 = 14 : 32 = 7 : 16
Utk massa Nitrogen yg sm banyaknya mk Jwb: mol C : mol H = 6/12 : 1/1 = 1/2 : 1
Steam basah (wet steam) Renewable resources (dpt diperbarui) = 1 : 2
Energi matahari pbndingn massa Oksigen pd senyawa NO : NO 2
Steam yg dihasilakn dr boiler mash membawa Jadi rumus empirisnya: (CH2)n
Energi potensial air = 8 :16 = 1 : 2
sejumlah kcl cairan (moisture). Biasanya Bila Mr senyawa tersebut = 28 maka:
moisture ini akan tpisah dlm steam drum, Energi angin 12n + 2n = 28 14n = 28 n = 2
Energi pasang surut & gelombang air laut Massa Atom & Massa Rumus
steam header & steam trap shg steam saat Jadi rumus molekulnya : (CH 2)2 =
diuse kondisinya saturated/jenuh. OTEC, eneri thermal air laut C2H4
Energi geothermal 1. Massa Atom Relatif (Ar)
Steam lewat panas (superheated steam) Energi biomassa pbndingn antara masa 1 atom dg 1/12
masa 1 atom karbon 12 Entalpi
Boiler hrs dilengkapi dg alat yg disebut Nonrenewable resources (tdk dpt diperbarui)
superheater dg pemanas yg tpisah dr 2. Massa Molekul Relatif (Mr)
Entalpi = H = Kalor reaksi pd P tetap = Qp.
boilernya. Jd steam saturated dikeluarkan dr Pbndingn antara massa 1 molekul seny
16
Perubahan entalpi adlh perubahan energi yg N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g) ; H = - 112 C - H = 414,5 kJ/Mol data dimana konsentrasi thd Br2 tdk
menyertai peristiwa perubahan kimia pd P kJ C = C = 612,4 kJ/mol berubah, yaitu data (1) & (4).
tetap. 2NH3(g) N2(g) + 3H2(g) ; H = + 112 C - C = 346,9 kJ/mol Dari data ini terlihat konsentrasi NO
a. Pemutusan ikatan membutuhkan kJ H - H = 436,8 kJ/mol naik 2 kali sdngkn kec rxnya naik 4
energi (= endoterm) PENENTUAN PERUBAHAN ENTALPI Ditanya: kali maka :
Contoh: H2 2H - a kJ ; DH= H reaksi = C2H4(g) + H2(g) C2H6(g) 2x = 4 x = 2 (reaksi orde 2 thd NO)
+akJ Utk menentukan perub entalpi pd suatu rx Utk menentukan nilai y mk kita ambil
b. Pembentukan ikatan memberikan kimia biasanya diuse alat seperti kalorimeter, data dimana konsent thd NO tdk
energi (= eksoterm) thermometer. berubah yaitu data (1) & (2). Dr data
Contoh: 2H H2 + a kJ ; DH = -a Perhitungan : H reaksi = Hfo produk - Hfo ini terlihat konsent Br2 naik 2 kali,
kJ reaktan sdngkn kec rxnya naik 2 kali, maka :
2y = 2 y = 1 (reaksi orde 1 terhadap
HUKUM HESS Br2)
H = Jmlh energi pemutusan ikatan -
Jd rumus kec rxnya : V = k(NO) 2(Br2)
rx Jmlh energi pmbntukn ikatan
"Jmlh pns yg dibut/dilepaskan pd suatu rx (reaksi orde 3)
1. Entalpi Pembentukan Standar ( Hf ) = (4(C-H) + (C=C) + (H-H)) - (6(C-H)
kimia tdk tgntng pd jalannya rx tetapi b. Utk menentukan nilai k cukup kita
H utk mbntk 1 mol psenyawaan + (C-C))
ditentukan oleh keadaan awal &akhir." = ((C=C) + (H-H)) - (2(C-H) + (C-C)) ambil slh 1 data percobaan saja
lngsng dr unsur2nya yg diukur pd 298 K
ex: = (612.4 + 436.8) - (2 x 414.5 + misalnya data (1), maka:
& P 1 atm.
C(s) + O2(g) CO2(g) ; H = x kJ 346.9) V = k(NO)2(Br2)
Contoh: H2(g) + 1/2 O2(g) H20 (l) ; 2
= - 126,7 kJ 12 = k(0.1) (0.1)
Hf = -285.85 kJ C(s) + 1/2 02(g) CO(g) ; H = y kJ
k = 12 x 103 mol-212det-1
2. Entalpi Penguraian CO(g) + 1/2 O2(g) CO2(g) ; H = z kJ
H dr pguraian 1 mol persenyawaan Orde reaksi
------------------------------------------------------------ + Kecepatan reaksi
lngsng mjd unsur2nya (= Kebalikan C(s) + O2(g) CO2(g) ; H = y + z kJ
dari H pembentukan). Orde rx adlh bnyknya faktor konsent zat
Menurut Hukum Hess : x = y + z reaktan yg mempengaruhi kec rx. Kecepatan reaksi adlh bnyknya mol/liter suatu
Contoh: H2O (l) H2(g) + 1/2 O2(g) ; zat yg dpt berubah mjd zat lain dlm setiap
Penentuan orde rx tdk dpt diturunkan dr
H = +285.85 kJ Ikatan satuan wkt.
persamaan rx tetapi hanya dpt ditentukan
3. Entalpi Pembakaran Standar (Hc ) bdsrkn percobaan. Utk reaksi: aA + bB mM + nN
H utk mbkr 1 mol psenyawaan dg Rx kimia mrp proses pemutusan & pbentukan Suatu rx yg diturunkan scr eksperimen mk kec rxnya adlh:
O2 dr udara yg diukur pd 298 K , 1 ikatan. Proses ini selalu disertai perubahan dinytakan dg rms kec rx : 1 1 1
atm. energi. v = k (A) (B) 2 (dA) d(B) d(M) 1 d(N)
ex: CH4(g) + 2O2(g) CO2(g) + Energi yg dibut utk memutuskan ikatan kimia, pers tsb mngndng pengertian x orde 1 terhadap V ----- ----- -----
2H2O(l) ; Hc = -802 kJ shg mbentuk radikal2 bebas disebut energi zat A & mrp rx orde 2 thd zat B. Scr = -- = -- = --- = ----------
4. Entalpi Reaksi ikatan. keselurahan rx tsb adlh rx orde 3. - - + +
H dr suatu psamaan rx di mana zat2 Utk molekul kompleks, energi yg dibut utk Contoh soal: a dt b dt m dt n dt
yg tdpt dlm persamaan rx dinyatakan memecah molekul itu shg membentuk atom 2 Dari reaksi 2NO(g) + Br2(g) 2NOBr(g) dimana:
dlm satuan mol & koefisien2 psamaan bebas disebut energi atomisasi.
rx bulat sederhana. Harga energi atomisasi ini mrp jmlh energi dibuat percobaan & diperoleh data - 1/a . = = kec rx zat A = pngurngn
d(A) /dt rA konsent zat A per sat wkt.
ex: 2Al + 3H2SO4 Al2(SO4)3 + 3H2 ; ikatan atom2 dlm molekul tsb. Utk molekul sbg berikut: - 1/b . = = kec rx zat B = pngurangn
H = -1468 k kovalen yg terdiri dr 2 atom seperti H2, 02, Kec Rx
N2/HI yg mpy 1 ikatan mk energi atomisasi sm (NO) (Br2) d(B) /dt rB konsent zat B per sat wkt.
No. mol / 1 /
dg energi ikatan. Energi atomisasi suatu mol/l mol/l - 1/m . = = kec rx zat M = pnmbhn
5. Entalpi Netralisasi detik
senyawa dpt ditentukan dg cara pertolongan d(M) /dt rM konsent zat M per sat wkt.
H yg dihasilkn (selalu eksoterm) pd 1. 0.1 0.1 12
entalpi pembentukan senyawa tsb. Scr - 1/n . = = kec rx zat N = pnmbhn
rx penetralan asam/basa. 2. 0.1 0.2 24
matematis hal tsb dpt dijabarkan dg persamaan d(N) /dt rN konsent zat N per sat wkt.
NaOH(aq) + HCl(aq) NaCl(aq) + 3. 0.1 0.3 36
:
H2O(l), H = -890.4 kJ/mol 4. 0.2 0.1 48 Pd umumnya kec rx akan bsr bila konsent
6. Hukum Lavoisier-Laplace - energi 5. 0.3 0.1 108 pereaksi ckp bsr. Dg bkurangnya konsent perx
"Jmlh kalor yg dilepaskan pd pbntukn H = energi
pbentukn Pertanyaan: sbg akibat rx, mk akan berkurang pula
1 mol zat dr unsur2nya = jmlh kalor yg rx pemutusan iktn
ikatan a. Tentukan orde reaksinya ! kecepatannya.
diperlukan utk menguraikan zat tsb Scr umum kec rx dpt dirumuskan sbg berikut:
= energi iktn di - energi ikatan b. Tentukan harga k (tetapan laju reaksi) !
mnjd unsur2 pembentuknya."
kiri di kanan Jawab:
Artinya : Apabila rx dibalik mk tanda V = k(A) x
(B) y
a. Pertama-tama kita misalkan rumus
kalor yg tbntk juga dibalik dr positif
Diket : kec rxnya adlh V = k(NO) x(Br2)y :
mjd negatif/sebaliknya V = kec rx
energi ikatan jd kita hrs mncari nilai x & y.
ex k = tetapan laju rx
Utk menentukan nilai x mk kita ambil
17
x = orde rx thd zat A - Rx antara senyawa ion berlangsung Teori tumbukan
y = orde rx thd zat B cpt
(x + y) adlh orde rx keseluruhan Hal ini dicause oleh adanya gy tarik Teori tumbukan didasarkan atas teori kinetik 2 MACAM SISTEM KESETIMBANGAN
(A) & (B) adlh konsent' zat pereaksi. menarik antara ion2 yg muatannya gas yg mengamati ttg bagaimana suatu rx kimia 1. Kesetimbangan dalam sistem
blawanan. dpt tjd. Menurut teori tsb kec rx antara 2 jns homogen
Tahap menuju kecepatan rx ex: Ca2+(aq) + CO32+(aq) CaCO3(s) molekul A & B sm dg jmlh tumbukn yg tjd per a. Keset dlm sistem gas-gas,
sat wkt antara ke2 jns molekul tsb. Jmlh ex: 2SO2(g) + O2(g) 2SO3(g)
Dlm suatu rx kimia blangsungnya suatu rx dr - Rx antara senyawa kovalen tumbukan yg tjd per sat wkt sbnding dg konsent b. Keset dlm sistem lar-lar,
keadaan semula (awal) sampai keadaan akhir berlangsung lambat. A & konsent B. Jd makin bsr konsent A &
ex: NH4OH(aq) NH4+(aq) + OH-
diperkirakan mll bbrp thp rx. Hal ini dicuse krn utk blangsungnya rx konsent B akan smakin bsr pula jmlh tumbukn
(aq)
Contoh: 4 HBr(g) + O2(g) 2 H2O(g) + 2 Br2(g) tesb dibutuhkn e utk memutuskan yg tjd.
Dr pers rx di atas tlihat bhw tiap 1 molekul O 2 2. Kesetimbangan dalam sistem
ikatan2 kovalen yg tdp dlm molekul zat
brx dg 4 molekul HBr. Suatu rx br dpt KELEMAHAN TEORI TUMBUKAN heterogen
yg brx.
blangsung apabila ada tmbukn yg bhasil - tdk semua tumbukn mnghasilkn rx a. Keset dlm sistem pdt-gas,
Ex: CH4(g) + Cl2(g) CH3Cl(g) + HCl(g)
antara molekul2 yg brx. Tmbukn sekaligus Rx ini bjln lambat, rxnya dpt sebab ada e tertentu yg hrs dilewati ex: CaCO3(s) CaO(s) + CO2(g)
antara 4 molekul HBr dg 1 molekul O 2 kecil dipercepat apabila diberi energi (disebut e aktivasi = e pengaktifan) utk b. Keset sistem pdt-lar,
sekali kemungkinannya utk berhasil. Tmbukn yg misalnya cahaya matahari. dpt mnghasilkn rx. Rx hanya akan tjd ex: BaSO4(s) Ba2+(aq) + SO42-
mungkin berhasil adlh tumbukan antara 2 bila energi tumbukannya lbh bsr/sm dg (aq)
molekul yaitu 1 molekul HBr dg 1 molekul O 2. C. SUHU e pngaktifan (Ea). c. Keset dlm sistem lar-pdt-gas,
Hal ini berarti rx di atas hrs blangsung dlm Pd umumnya rx akan blangsung lbh cpt bila - molekul yg lbh rumit struktur ruangnya ex: Ca(HCO3)2(aq) CaCO3(s)
bbrp thp & diprkirkn thp-2nya adlh : suhu dinaikkan. Dg menaikkan T mk energi mnghsilkn tumbukan yg tdk sm jmlhnya + H2O(l) + CO2(g)
Thp 1 HBr + O2 HOOBr
2
(lambat) kinetik molekul zat yg brx akan bertambah shg dibndingkn dg molekul yg sdrhna
akan lbh bnyk molekul yg memiliki energi struktur ruangnya. Hukum kesetimbangan
Thp 2 HBr + 2HOBr (cepat)
HOOBr sama/lbh bsr dr Ea. Dg demikian lbh bnyk
molekul yg dpt mencapai keadaan transisi/dg Teori tumbukan di atas diperbaiki oleh teori
Thp 3 (HBr + HOBr H2O + Br2) x (cepat) kata lain kec rx mjd lbh bsr. Scr matematis hub keadaan transisi/teori laju reaksi absolut. Dlm
Hukum Guldberg & Wange
2 Dlm keadaan keset pd T tetap, mk hsl kali
antara nilai tetapan laju reaksi (k) thd T teori ini diandaikan bahwa ada suatu keadaan
----------------------------------- dinyatakan oleh formulasi ARRHENIUS: yg hrs dilewati oleh molekul 2 yg brx dlm konsent zat2 hsl rx dibagi dg hsl kali
------ + tujuannya menuju ke keadaan akhir (produk). konsent pereaksi yg sisa dimana masing 2
4 HBr + O2 --> 2H2O + 2 k = A . e- Keadaan tsb dinamkn keadaan transisi. konsent itu dipangkatkan dg koefisien
Br2
E/RT
Mekanisme rx keadaan transisi dpt ditulis sbg rxnya adlh tetap.
berikut: Pernyataan tersebut juga dikenal sbg hkm
dimana: keset.
Dr contoh di atas tnyata scr eksperimen kec A + B T* --> C + D
blangsungnya rx tsb ditentukan oleh kec rx
k : tetapan laju reaksi
- A & B :molekul2 pereaksi Unk rx keset: a A + b B c C+ d D
pmbntukn HOOBr yaitu rx yg blangsungnya - T* :molekul dlm keadaan transisi
paling lambat.
A : tetapan Arrhenius yg harganya khas utk
- C & D : molekul2 hsl rx mk:
setiap rx
Rangkaian thp2 rx dlm suatu rx disebut
E : energi pengaktifan Kc = (C)c x (D)d /
"mekanisme reaksi" & kec blangsungnya rx KEADAAN TRANSISI
R : tetapan gas universal = 0.0821.atm/mol oK , (A)a x (B)b
keselurahan ditentukan oleh rex yg paling
8.314 j/moloK
lambat dlm mekanisme rx. Oleh krn itu, thp ini
T : suhu reaksi (oK)
disebut tahap penentu kecepatan reaksi.
Kc :konstanta keset yg harganya tetap selama T
D. KATALISATOR tetap.
Faktor2 yg mempengaruhi kecepatan rx
Katalisator adlh zat yg ditambahkn ke dlm
suatu rx dg maksud memperbsr kec rx. Katalis BEBERAPA HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN
A. KONSENTRASI
tkadang ikut tlibat dlm rx tetapi tdk - Jika zat2 tdp dlm keset bbntk pdt &
Makin bsr konsent zat2 yg brx makin cpt rxnya
mengalami perub kimiawi yg permanen, dg kata gas, yg dimasukkan dlm pers keset
blangsung. Makin bsr konsent makin bnyk zat2 Dari diagram terlibat bahwa e pengaktifan (Ea)
lain pd akhir rx katalis akan dijumpai kembali hanya zat2 yg bbntk gas saja. sebab
yg brx shg makin bsr kemungkinan tjdinya mrp e keadaan awal sampai dg e keadaan
dlm bntk & jmlh yg sm sperti sblm rx. konsent zat pdt adlh tetap &nilainya
tumbukn dg demikian makin bsr pula transisi. Hal tsb berarti bahwa molekul 2
kemungkinan tjdnya rx. pereaksi hrs memiliki e paling sedikit sbsr e tlh terhitung dlm harga Kc itu.
Fungsi katalis ex: C(s) + CO2(g) 2CO(g)
pengaktifan (Ea) agar dpt mncapai keadaan
Mprbsr kec rxnya (mprcpt rx) dg jln mprkcl e Kc = (CO)2 / (CO2)
B. SIFAT ZAT YANG BEREAKSI transisi (T*) & kmdn mjd hsl rx (C + D).
pngktifn suatu rx & dibentuknya thp2 rx yg
Sifat mudah sukarnya suatu zat brx akan Catatan: - Jk keset antara zat pdt & lar, yg
baru. Dg menurunnya e pengaktifan mk pd T yg
mnentukn kec blangsungnya rx. energi pengaktifan (= energi aktivasi) adlh jmlh dimasukkan dlm perhitungan Kc hanya
sm rxdpt blangsung lbh cpt.
energi minimum yg dibut oleh molekul 2 konsent zat2 yg larut saja.
Secara umum dinyatakan bahwa: pereaksi agar dpt mlangsungkan rx. ex: Zn(s) + Cu2+(aq) Zn2+(aq) + Cu(s)
18
Kc = (Zn2+) / (CO2+) mbntk A & B. banyaknya mol N2O4 & NO2 pd keadaan
- Utk keset antara zat2 dlm lar jk shg jmlh mol C & D brkurang, sdngkn A & B PENGARUH KATALISATOR TERHADAP setimbang adlh sm.
pelarutnya tgolong slh 1 reaktan/ hsl btmbh. KESETIMBANGAN Pd keadaan ini brpkah harga derajat
rxnya mk konsent dr pelarut itu tdk Fungsi katalisator dlm rx keset adlh disosiasinya ?
dimasukkan dlm perhitungan Kc. FAKTOR-FAKTOR YG DPT MENGGESER LTK mpercepat tcapainya keset & tdk merubah Jwb :
ex: CH3COO-(aq) + H2O(l) KESETIMBANGAN ltk keset (harga tetapan keset K c tetap), hal Misalkan mol N2O4 mula-mula = a mol
CH3COOH(aq) + OH-(aq) a. perub konsent slh satu zat ini dicause katalisator mpercepat rx ke kanan mol N2O4 yg terurai = a a mol mol N2O4 sisa =
Kc = (CH3COOH) x (OH-) / (CH3COO-) Apabila dlm sistem keset homogen, konsent & ke kiri sm bsr. a (1 - a) mol
Contoh soal: slh 1 zat diperbesar, mk keset akan bergeser mol NO2 yg tbentuk = 2 x mol N 2O4 yg terurai =
a. 1 mol AB direaksikan dg 1 mol CD menurut pers ke arah yg blwnan dr zat tsb. Sebaliknya, jk HUBUNGAN ANTARA HARGA Kc DENGAN Kp 2 a a mol
rx: konsent slh 1 zat diperkecil, mk Utk rc umum: a A(g) + b B(g) c C(g) + d Pada keadaan setimbang:
kesetimbangan akan bergeser ke pihak zat tsb. D(g) mol N2O4 sisa = mol NO2 yg tbentuk
AB(g) + CD(g) AD(g) + BC(g)
Setelah keset tcapai trnyta 3/4 mol seny CD Ex : 2SO2(g) + O2(g) 2SO3(g) Harga tetapan keset: a(1 - a) = 2a a 1 - a = 2 a a = 1/3
berubah mjd AD & BC. - Bila pd sistem keset ini ditmbhkn gas SO 2, mk Kc = [(C)c . (D)d] / [(A)a . (B)b]
Kalau vol ruangan 1 liter, tentkn tetapan keset keset akan bgeser ke kanan. Kp = (PCc x PDd) / (PAa x PBb)
utk rx ini ! - Bila pd sistem keset ini dikurangi gas O2, mk dimana: PA, PB, PC dan PD mrp P parsial masing2 LARUTAN
Jawab: kesetakan bergeser ke kiri. gas A, B. C & D.
Perhatikan rx keset di atas jika ternyata CD cmpurn homogen 2 zat/ lbh yg saling mlrutkn &
berubah (bereaksi) sbnyk 3/4 mol maka AB yag b. perub vol atau tekanan Scr matematis, hubu antara Kc & Kp dpt masing2 zat penyusunnya tdk dpt dibedakan lagi
brx juga 3/4 mol (krn koefsiennya sm). Dlm Jk dlm suatu sistem keset dilakukan aksi yg diturunkan sbg: scr fisik.
keadaan keset: mcause perub vlm (bersamaan dg perub P), Kp = Kc (RT) n Lar terdiri atas : zat terlarut & pelarut.
(AD) = (BC) = 3/4 mol/l mk dlm sistem akan mngdkn berupa prgeseran n : selisih (jmlh koefisien gas kanan) & (jmlh Bdsrkn dy hantar listriknya (daya ionisasinya),
(AB) sisa = (CD) sisa = 1 - 3/4 = 1/4 n mol/l keset. koefisien gas kiri). lar dibdkn dlm 2 mcm, yaitu lar elektrolit & lar
Kc = [(AD) x (BC)]/[(AB) x (CD)] = [(3/4) x Ex: non elektrolit.
(3/4)]/[(1/4) x (1/4)] = 9 Jk P dipbesar = vol dipkecil, keset bergeser Jk diket rx keset:
ke arah jmlh Koefisien rx Kecil CO2(g) + C(s) 2CO(g) Larutan elektrolit
b. Jika tetapan kesetimbangan utk rx: Jk P dipkecil = vol dipbesar, keset bergeser Pd T 300o C, harga Kp= 16. lar yg dpt mnghntrkn arus listrik.
ke arah jmlh Koefisien rx besar Hitunglah P parsial CO2, jk P total dlm ruang 5
A(g) + 2B(g) 4C(g)
Pd sistem keset dimana jmlh koefisien rx sblh atm! 1. ELEKTROLIT KUAT
sm dg 0.25, mk brpkah bsrnya tetapan keset bg
kiri = jmlh koefisien sblh kanan, mk perub Jawab: Lar elektrolit kuat adlh lar yg mpy dy hntr
rx:
P/vol tidak menggeser lek keset. Misalkan P parsial gas CO = x atm, mk P parsial listrik yg kuat, krn zat terlarutnya didlm
2C(g) 1/2A(g) + B(g)
Jawab: gas CO2 = (5 - x) atm. pelarut (umumnya air), seluruhnya berubah
ex Kp = (PCO)2 / PCO2 = x2 / (5 - x) = 16 x = 4 mjd ion-ion (alpha = 1).
-Utk rx pertama: K1 = (C)4/[(A) x (B)2] = 0.25
-Utk rx kedua : K2 = [(A)1/2 x (B)]/(C)2 N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g) Jd P parsial gas CO2 = (5 - 4) = 1 atm Yg tgolong elektrolit kuat adlh:
-Hub antara K1 & K2 dpt dinyatakan sbg: K 1 = a Asam2 kuat, seperti : HCl, HCl0 3, H2SO4,
1 / (K2)2 K2 = 2
Koefisien rx di kanan = 2 Disosiasi . HNO3
Koefisien rxdi kiri = 4 b Basa2 kuat, yaitu basa2 gol alkali & alkali
Azas Le Chatelier, menyatakan - Bila pd sistem keset P dipbsr (= vol di Disosiasi : penguraian suatu zat mjd bbrp zat . tnh, NaOH, KOH, Ca(OH)2, Ba(OH)2
Bila pd sistem keset diadakan aksi, mk sistem pkcl), mk keset bgeser ke kanan. lain yg lbh sderhna. c Garam2 yg mdh lrt, seperti: NaCl, KI,
akan mngdkan rx sedemikian rupa shg pengaruh - Bila pd sistem keset P dipkecil (= vol di Derajat disosiasi : prbndingn antara jmlh mol yg . Al2(SO4)3
aksi itu mjd sekecil-kecilnya. pbsr), mk keset bgsr ke kiri. terurai dg jmlh mol mula2 ex:
Perub dr keadaan keset semula ke keadaan 2NH3(g) N2(g) + 3H2(g) 2. ELEKTROLIT LEMAH
keset yg br akibat adanya aksi/ pengaruh dr C. perubahan suhu besarnya nilai derajat disosiasi (a): Lar elektrolit lemah adlh lar yg dy hntr
luar itu dikenal dg pergeseran keset. Menurut Van't Hoff: a = mol NH3 yg terurai / mol NH 3 mula-mula listriknya lemah dg harga derajat ionisasi
- Bl pa sistem keset T dinaikkan, mk sebesar: O < alpha < 1.
Bagi rx: keset rx akan bgeser ke arah yg Yg tgolong elektrolit lemah:
Harga derajat disosiasi terletak antara 0 dan 1,
A + B mbutuhkan kalor (ke arah rx endoterm). a. Asam2 lemah, CH3COOH, HCN, H2CO3, H2S
jk:
C + D - Bl pd sistem kes T diturunkan, mk keset b. Basa2 lemah, NH4OH, Ni(OH)2
a = 0 berarti tdk tjd pnguraian
rx akan bgeser ke arah yg mbebaskan c. Garam2 yg sukar larut, AgCl, CaCrO4, PbI2
a = 1 berarti tjd pnguraian smpurna
KEMUNGKINAN TERJADINYA PERGESERAN kalor (ke arah rx eksoterm). 0 < a < 1 berarti disosiasi pd rx setimbang
1. Dari kiri ke kanan, berarti A brx dg B ex: (disosiasi sebagian).
2NO(g) + O2(g) 2NO2(g) ; DH = -216 kJ Larutan non elektrolit
mbntk C &D, ex:
- Jk T dinaikkan, mk keset akan bgsr ke lar yg tdk dpt mnghntrkn arus listrik, karena zat
shg jmlh mol A & B berkurang, sdngkn C d& Dlm rx disosiasi N2O4 bdsrkn pers
kiri. terlarutnya di dlm pelarut tdk dpt mnghasilkn
D btmbh. N2O4(g) 2NO2(g)
- Jk T diturunkan, mk keset akan bgsr ke ion2 (tdk mengion).
2. Dari kanan ke kiri, berarti C & D brx
kanan. Tergolong ke dalam jenis ini misalnya:
19
- Lar urea, lar sukrosa, lar glukosa, lar alkohol N = M x valensi Menyatakan Ph Lar Basa lemah dg grmnya (larnya akan selalu
mpy pH < 7) diuse rumus:
Eksponen Hidrogen 1. pH Basa Kuat [H+] = Ka. Ca/Cg
Utk menentukan pH basa 2 kuat ( = 1), pH = pKa + log Ca/Cg
Bsrnya konsent ion H+ dlm lar disebut derajat mk tlbh dahulu dihit nilai pOH lar dr dimana:
keasaman. konsent basanya. Ca = konsent asm lemah
Konsentrasi Utk mnytkn derajat keasaman suatu lar dipakai ex: Cg = konsent grmnya
pengertian pH. a. Tentukan pH dari 100 ml larutan KOH Ka = tetapan ionisasi asm lemah
cr utk mnytkn hub kuantitatif antara zat tlarut pH = - log [H+] 0.1 M ! ex:
& pelarut. Utk air murni (25oC): [H+] = [OH-] = 10-7 mol/l Jwb: Hit pH lar yg terdiri atas camp 0.01 mol
pH = - log 10-7 = 7 a. KOH(aq) K+(aq) + OH-(aq) asm asetat dg 0.1 mol natrium asetat dlm
Mnytkn konsentrasi larutan ada [OH-] = [KOH] = 0.1 = 10-1 M 1 1iter lar !
beberapa macam, di antaranya: - Jk nilai pH = pOH = 7, mk lar bsifat netral pOH = - log 10-1 = 1 Ka bg asam asetat = 10-5
1. FRAKSI MOL - Jk nilai pH < 7, mk lar bsifat asam pH = 14 - pOH = 14 - 1 = 13 Jawab:
pbndingn antara jmlh mol suatu komponen dg - Jk nilai pH > 7, mk lar bsifat basa Ca = 0.01 mol/liter = 10-2 M
jmlh mol seluruh komponen yg tdp dlm lar. - Pd T kamar: pKw = pH + pOH = 14 2. pH Basa Lemah Cg = 0.10 mol/liter = 10-1 M
Fraksi mol dilambangkan dengan X. Bg basa2 lemah, krn harga derajat pH= pKa + log Cg/Ca = -log 10-5 + log-1/log-2
ex: ionisasinya 1, mk utk mnytkn =5+1=6
Suatu lar terdiri dari 3 mol zat terlarut A & 7 Menyatakan Ph Lar Asam konsent ion OH- diuse rumus:
mol zat terlarut B. mk: [OH-] =
XA = nA / (nA + nB) = 3 / (3 + 7) = 0.3 Utk mnytkn nilai pH suatu lar asm, Cb . Kb)
XB = nB /(nA + nB) = 7 / (3 + 7) = 0.7
* XA + XB = 1 mk yg paling awal hrs ditentukan dimana:
Cb = konsentbasa lemah
2. PERSEN BERAT (dibedakan) antara asm kuat dg asm Kb = tetapan ionisasi basa lemah Terurainya grm dlm air yang mnghsilkn
Persen brt mnytkn gram brt zat tlarut
dlm 100 gr lar. lemah. ex: asm/basa.
1. pH Asam Kuat Hit pH dr 100 ml 0.001 M lar NH4OH, jk
ex:
Bg asam2 kuat ( = 1), mk mnytkn nilai pH diket tetapan ionisasinya = 10-5 ! 4 JNS GARAM
Lar gula 5% dlm air, artinya: dlm 100 gr
larnya dpt dihitung lngsng dr konsent Jwb: 1. Grm yg tbentuk dr rx asam kuat dg
lar tdp :
asamnya (dg melihat valensinya). [OH-] = Cb . Kb) = 10-3 . 10-5 = 10-4 M basa kuat (NaCl, K2SO4) tdk mengalami
- gula = 5/100 x 100 = 5 gram
ex: pOH = - log 10-4 = 4 hidrolisis. Utk jns grm yg demikian nilai
- air = 100 - 5 = 95 gram
Hit pH dr 100 ml lar 0.01 M HCl ! pH = 14 - pOH = 14 - 4 = 10 pH = 7 (netral).
3. MOLALITAS (m)
Jwb: 2. Grm yg tbentuk dr rx asam kuat dg
mol zat tlrt dlm 1000 gr pelarut.
HCl(aq) H+(aq) + Cl-(aq) basa lemah (NH4Cl, AgNO3) hanya
ex:
[H+] = [HCl] = 0.01 = 10-2 M kationnya yg thidrolisis (mengalami
Hitunglah molalitas 4 gr NaOH (Mr = 40) Larutan buffer
pH = - log 10-2 = 2 hidrolisis parsial).
dlm 500 gr air !
- molalitas NaOH = (4/40)/500 gr air = Utk jns grm yg demikian nilai pH < 7
2. pH Asam Lemah a. Camp asm lemah dg grm dr asm (asam).
(0.1 x 2 mol) /1000 gr air = 0, lemah tsb.
Bg asam2 lemah, krn harga derajat ionisasinya 3. Grm yg tbentuk dr rx asam lemah dg
1 (0 < < 1) mk bsrnya konsent ion H + tdk Contoh:
4. MOLARITAS (M) basa kuat (CH3COOK, NaCN) hanya
dpt dinytkn scr lngsng dr konsent asmnya - CH3COOH dg CH3COONa
jmlh mol zat tlarut dlm 1 liter lar. anionnya yg thidrolisis (mengalami
(seperti halnya asm kuat). Lngkh awal yg hrs - H3PO4 dg NaH2PO4
ex: hidrolisis parsial).
Brpkah molaritas 9.8 gr H2SO4 (Mr= 98) ditempuh adlh menghit bsrnya [H+] dg rms b. Camp basa lemah dg grm dr basa Utk jenis grm yg demikian nilai pH > 7
lemah tsb. (basa).
dlm 250 ml lar? [H+] = (Ca . Ka)
Contoh: 4. Grm yg tbntk dr rx asam lemah dg basa
- M H2SO4 = (9.8/98) mol /0.25 liter = dimana:
- NH4OH dg NH4Cl lemah (CH3COONH4, Al2S3) mengalami
(0.1 x 4) mol / liter = 0.4 M Ca = konsent asam lemah
5. NORMALITAS (N) Ka = tetapan ionisasi asm lemah hidrolisis total (sempurna).
jmlh mol ekivalen zat tlarut dlm 1 liter ex: Utk jns grm yg demikian nilai pH-nya
Hit pH dari 0.025 mol CH 3COOH dlm 250 ml Sifat larutan buffer tergantung harga Ka & Kb.
lar.
larnya, jk diket Ka = 10-5 - pH laru tdk berubah jk diencerkan.
Utk asam, 1 mol ekivalennya sbnding dg
Jwb: - pH lar tdk berubah jk ditmbhka ke dlmnya Garam yg tbntk dr asam kuat & basa
1 mol ion H+.
Ca = 0.025 mol/0.025 liter = 0.1 M = 10-1 M sedikit asam/basa. lemah
Utk basa, 1 mol ekivalennya sbnding dg 1
mol ion OH-. [H+] = (Ca . Ka) = 10-1 . 10-5 = 10-3 M
Antara Normalitas & Molaritas terdapat pH = -log 10-3 = 3
CARA MENGHITUNG LARUTAN BUFFER
hub : Utk lar buffer yg tdiri atas camp asm
20
Krn utk jenis ini grmnya selalu Pada suhu dan tekanan yang tetap nilai K tetap. k = A . e -(E/(RT))
ex: Ingat suhu akan mempengaruhi nilai Puap dan
bersifat asam (pH < 7) diuse Hit pH lar dr 100 ml 0.02 M NaOH dg 100 ml 0.02 tekanan tentunya mempengaruhi Ptotal.
k= konstanta kecep. Reaksi
persamaan: M asm asetat ! (Ka = 10-5).
Jwb:
[H+] = Aplikasi untuk Perancangan Destilasi
NaOH + CH3COOH CH3COONa + H2O E = Energi aktifasi
Kh . - mol NaOH = 100/1000 x 0.02 = 0.002 mol
Cg - mol CH3COOH = 100/1000 x 0.02 = 0.002 mol 3. Mendidih dan Menguap
A= Faktor Frekuensi
dimana :
Krn mol basa yg direaksikannya sm dg mol asm yg
Suhu mempengaruhi Puap. Suatu (larutan)
Kh = Kw/Kb dirxkan, mk tdk ada yg tersisa, yg ada hanya 7. Kecepatan reaksi , r
campuran A dan B memiliki tekanan uap PuapA
mol garam (CH3COONa) yg tbntk.
dan PuapB :
Kh = konstanta hidrolisis - mol CH3COONa = 0.002 mol (lihat reaksi)
7.1.Non Catalyitic
Jika kita ingin mencari nilai pH-nya secara - Cg = 0.002 mol/200 ml = 0.002 mol/0.2 liter =
langsung, dipergunakan persamaan: 0.01 M = 10-2 M Jika P.uapA + P.uapB = P.lingkungan (Mendidih.)
- Nilai pH-nya akan bsifat basa (krn garamnya Jika A dan B adalah reaktan, maka
pH = 1/2 (pKW - pKb tbntk dr asm lemah dg basa kuat), bsrnya:
Jika P.uapA + P.uapB > PLingkungan (Menguap)
- log Cg) pH = 1/2 (pKw + pKa + log Cg)
-r = k CAa . CBb, dimana satuan r tetap = mol/
= 1/2 (14 + 5 + log 10-2)
(dt . lt) sedangkan satuan k berubah-ubah sesuai
= 1/2 (19 - 2) Aplikasi : Hampir di semua lini Perancangan.
ex: dengan banyaknya variabel Consentrasi
= 8.5
Hit pH dr 100 ml lar 0.1 M NH 4Cl ! (Kb = (mol/lt).Untuk 1 variabel C,mis CA saja,maka
10-5) 4. Enthalpi (Panas tiap Satuan Mol Zat): nilai k = 1/dt.
Jawab:
NH4Claalh grm yg bsifat asam, H298 = HP298 - HR298 Pada reaksi A + B > C, limiting A , (orde 1--
Hal-Hal Penting dalam Teknik Kimia dan sesuai ratio stoikiometri)
shg pH-nya kita hitung scr Kimia Murni
Hreaksi = H298 + HR + HP
lagsng. Untuk reaksi diatas : -rA = -dCA/ dt = -dCB / dt =
pH= 1/2 (pKw - pKb - log KIMIA TEKNIK (Chemical Eng.) k.CA.CB
Cg) Hreaksi = H298 + CP ( Produk) dT+ CP
= 1/2 (-log 10-14 + log ( Reaktan) dT
10-5 - log 10-1) 1. Hukum Bernoulli: --rA = CAo dXA/dt = k.CAo(1-XA) . (CBO-CAO.XA)
= 1/2 (14 - 5 + 1) Q= n.HReaksi
= 1/2 x 10 P1 + r gh1+ 1/2 r v1 = P2 + r gh2+ 1/2 r v2 Pada reaksi 2A product , (orde 2--sesuai ratio
=5
stoikiometri)
5. Konversi , Selektifitas dan Yield :
Garam yg tbntk dr asam lemah & basa P1 + r gh1+ 1/2 r v1 + (-Ws) + Fr = P2 + r gh2+
lemah 1/2 r v2 -rA = - dCA/dt = k.CA2 = k.CAo2.(1-XA)2
5.1 Konversi = (Zat yg bereaksi)/(Zat yg diumpan
Utk jns grm ini,larnya sll bsifat basa (pH ke Reaktor) x 100%
>7) & dlm perhit diuse pers: Aplikasi untuk perancangan Pompa. Pada reaksi : A + 2B product, (jk orde 1--
[OH-] = Kh dianggap ratio stoikiometri)
Menunjukkan Performa Reaktor
. Cg 2. Larutan Ideal dan Gas Ideal
dimana: -ra = -dCA/dt = k.CA.CB = k. CAO2.(1-XA).(M-
5.2 Selektifitas = (Produk akhir)/(Reaktan tg
2.1 Larutan Ideal ( Hukum Roult) : 2A) ..(Levenspiel,p.49)
Kh = bereaksi) x Faktor Soikiometri
Kw/Ka
P1 = Puap . X1 (Suhu>> mk Puap >>) catt : Kecepatan reaksi ,r = dCA/dt , dimana CA
Kh = konstanta hidrolisis Menunjukkan Performa Unit Pemisah
=konsentrasi A dan t = waktu
Jk kita ingin mncari nilai pH-
2.2 Gas Ideal (Hukum Dalton): 5.3 Yield = (Produk Akhir)/(Reaktan yg
nya scr langsung, diuse pers: diumpankan ke reaktor) x 100%
r= dCA/dt = [1/Vol] [dNA/dt] = [1/Vol] . {dNao[1-
x] / dt} = Nao/Vol . (-dx/dt) = Cao.(-dx/dt)
pH = 1/2 (pKw + pKa P1 = PTotal . Y1
+ log Cg) Menunjukkan Performa Seluruh Unit proses
Penjelasan mengenai menentukan orde reaksi
Keseimbangan Uap dan cair ditentukan oleh dapat dilihat di Buku Chemical Reaction
harga K = y1/x1 = Puap/Ptotal 6. Arhennius : Engineering,2nd edition, p.50-54,by Levenspiel.O
21
7.2 Catalytic pada intinya dalam melibatkan katalis, ukuran Untuk Reaksi : A 4B (Levenspiel,p.500) -rA = -[1/W]. dNA/dt = k.CA = (liter/(hr.kgCat)).
volume (dalam non Catalytic process) diganti (mol/lt) = mol/(hr.kgCat)
dengan ukuran berat Katalis.

-rA = (NAO/W). dXA/dt..dimana, NAO/dt =FAO persamaan ini dapat ditulis : 10.Hubungan Thermodinamika dan Kinetika

W/FAO = dXA/-rA = dXA/(k.CA) =[1/(k.CAO)]. [(1+e .XA)/(1-XA) . dXA..persamaan ini jika termodinamika dapat untuk mengetahui reaksi tersebut dapat berjalan atau tidak, dengan:
diintegralkan :
dG=-RT lnKp, jika nilai dg "-" maka reaksi tersebut dapat berjalan.
W = FAO/(k.CAO) . [{(1+ e A).ln[1/(1-XA)} - {e A.XA}] .. berat katalis

Dimana e adalah nilai dari (S koefisien produk) - (S koefisien reaktan)


11.Neraca Massa
8. Macam-Macam Tekanan
* Flux Massa= NAZ= -DAB . (dCa/dZ)
PGauge(pd alat) = Pabsolut(dr dlm alat) - PBarometer (1 atm)

Dimana, Pabsolut = Pinternal = rho.(tinggi-1)/144untuk tangki atau vessel.


Input-Output+hasil reaksi=0
9. Hk Thermodinamika
S.NAZ(pd z)- S. NAZI(pd Z+dZ) + (-rA).S.dZ=0, dimana
Energi System = E (dalam) + Energi Kinetik + Energi Potensial
S=luas penampang reaktor ,
Energi Lingkungan = (+-)q (+-) W,
-rA = mol/(lt.jam)--tetap--
Jika sistem diberi kerja dan menerima panas :
Penghitungan "Hasil Reaksi" jika menggunakan katalis dapat dihitung dengan rumus r katalis . Z . A, dengan
E+Ek+Ep=q-W, dimana E + W =H catatan (-rA) = Kgmol/(Kg.Catalyst x jam)

Fungsi Entalphy dan Perubahan Enthalpy dan Z tinggi reaktor.

Jika proses berlangsung pada tekanan tetap Psistem=Pud.luar (sist. terbuka) mk: Biasanya pers.tersebut dibagi dengan S.dZ dan dilimitkan terhadap dZ,menjadi :

dE=dq-P.dV-------kerja=W=d(PV). ((NAZI(pd Z+dZ) + NAZI(pd Z) )/dZ) + (-rA)=0

E,P dan V adl fungsi keadaan, maka E+PV juga fungsi keadaan yang disebut Enthalphy.shg: -rA = k.Cajk order 1

E + PV = H atau dE+d(PV)=dH dan, (d NAZ / dZ) + k.Ca = 0.dan NAZ= -DAB . (dCa/dZ)

H2-H1=dH=q----q dan H sama-sama merupakan panas/mol (Cp dT) sedangkan Q adalah panas saja (=m Persamaan tersebut akan menjadi: d2CA/dZ2 - k.CA/DAB =0 (yang merupakan persamaan diff.orde 2)
Cp dT)
12.Neraca Panas
!! Lihat Penjelasan tentang Proses Isothermal,Isobarik, Isovolum dan Adiabatis Klik disini

* Flux Panas = q =-k. dT/dx, dimana Q/A=q


22
R.input-R.output+R.generation+R.Transfer=R.Acc

(S (Ni.Cpi)reaktan.dT) - (S (Ni.Cpi)produk.dT) +(-rA).Vol.HReaksi + U.A.(Ts-T)=d/dt (r .Vol.Cp.T) , dimana:

(-rA).Vol = NAo.XA

(r .Vol.Cp.T) = H,dalam perancangan biasanya= 0 (Steady state)

Jangan bingung dengan posisi (Ts-T) pada panas yang "Ditransfer",jika reaksinya Eksoterm,maka perlu
pendingin yang berarti "Panas yang ditransfer" harus mengurangi nilai "Panas Masuk", untuk itu nilai
"Panas yang ditransfer harus "-",yang berarti delta suhunya "-",itu berarti pula dapat ditulis (T s-T)--ingat

Ts adalah suhu bahan penukar panas dan T adalah suhu sistem/bahan yang direaksikan.Sehingga baik
Eksoterm maupun Endoterm posisinya tetap (Ts-T) tapi Ekso bernilai "-" dan Endo bernilai "+
Reaktor = tempat terjadinya suatu reaksi

* Jika Isotermal Rin=Rout=Racc = 0 14.1 Reaktor Homogen (Batch, Semi batch, dan Alir)

Flux panas , q=- k.dt/dx 14.1.1.Reaktor Semibatch jika reaksinya sangat lama dan eksoterm. Misal jika A dan B dicampurkan
langsung akan mudah meledak, maka pencampurannya harus perlahan-lahan (semi batch).
Perhitungan Panas sangat penting,terutama jika menghadapi beberapa karakteristik kondisi , berikut kami
berikan rumus singkat mengenai keberagaman kondisi tersebut 14.1.2.Reaktor Alir dibagi dua yaitu :

Untuk Reaktor Kontinu 1.Reaktor alir Tangki Berpengaduk (RATB) atau Continous Stired Tank Reactor (CSTR).

Ket: s.d.a = sama dengan atasnya 2.Reaktor Alir Pipa (RAP) atau PFR (Plug Flow Reactor)

Untuk reaktor Batch semua nilai dari R.In dan R.Out =0 Keduanya dapat dipasang tunggal/single atau multiple (Seri dan paralel).

13.Neraca Momentum 14.2 Reaktor Heterogen (dibagi berdasar sistem/fase feedny

* Flux Momentum = t yx = -m dVx/dy

14.Tipe-Tipe Reaktor Kimia

Sistem Padat-Gas dan Padat Cair = Fixed Bed, Fluidized Bed Reaktor Bulk Catalist Material, biasa disebut juga Platinum Wire Mess atau katalis yang berbentuk jaringan
Sistem Cair-Gas = Reaktor Gelembung (serupa dengan Fluidised bed) dan Packed Tower (ada kawat (semacam jaring) yang dilalui feed.
bahan isiannya)
Sistem Cair-Gas-Padat= Trickel Bed dan Reaktor Slurry 15.2.Pengaruh Katalis dan hubungannya dengan Laju Reaksi

15.Katalis Luas muka aktif Katalist>> maka Volume reaktor <<


Konsentrasi Peraeaksi juga berpengaruh pada laju reaksi
Fungsi mempercepat laju reaksi. Suhu dan Tekanan Operasi
Difusi dan Kinetika reaksi yang menunjang, untuk T >> yang mengendalikan adalah difusi karena
Pada Reaksi Reversibel dapat menggeser keseimbangan dengan T>>,maka, r(kec.reaksi) >>,ingat rumus arhennius.Selain suhu, konsentrasi juga
menentukan.Sedangkan jika T<< yang mengendalikan adalah reaksi kimia,karena r<<,sedangkan
Pada Reaksi Multiple memberikan tingkat Laju reaksi yang berlainan,antara reaksi Primer dan
difusi hampir tidak dipengaruhi oleh perubahan suhu tapi dipengaruhi oleh perlakuan fisik,seperti
sekundernya
pengadukan.
Pada Fase Homogen,katalis hanya berpengaruh pada mekanissmenya saja.Pada fase ini yang
penting adalah pemisahan katalis dengan produk/sisa produk harus baik.
15.3.Degradasi Katalis
Pada Fase Heterogen,pemisahan lebih mudah.

Degradasi Katalis =penurunan kemampuan katalis dalam mempercepat laju suatu reaksi,hal ini disebabkan
oleh:
15.1.Katalis dan Macamnya :

Penurunan kinerja katalis,ini dilihat dari penurunan laju reaksi (Konversi reaksi semakin
Supported Catalyst, bahan aktif yang dioperasikan ke dalam bahan lain yang porus agar luas muka rendah),Dapat ditanggulangi (untuk sementara) dengan menaikkan suhu sehingga kecepatan
kontak besar. reaksinya membesar yang otomatis konversinya baik lagi.Penurunan kinerja ini dapat terjadi
karena :
1. Physical Loss (Katalis hilang),misalnya pemrosesan reaksi dengan katalis yang homogen sehingga
akibat pemisahan yang berkelanjutan,sedikit demi sedikit katalis akan hilang.Sedang pada
pemrosesan dengan katalis Heterogen khususnya di Fluidized bed reactor, biasanya hilangnya 12,15-12,9 Dasar Parafinik
katalis karena gesekan yang terjadi antar katalis (penggerusan).
2. Surface Deposit, artinya tertutupnya permukaan katalis oleh deposit/kerak.Dapat ditanggulangi
dengan meregenerasi katalis.
3. Sintering,peristiwa pelengketan hasil dan katalis karena suhu proses berada sedikit dibawah titik 11,5-12,1 Dasar Tengahan
lelehnya.Biasanya terjadi jika ditempuh proses menaikkan suhu untuk mengatasi kinerja katalis
yang berkurang (spt.diatas) yang berakibat terjadinya pelengketan hasil dan katalis.Umunya
terjadi pada:Katalis padat dan reaksi dengan feed gas,dan terjadi pada muka aktif. Sintering
mudah terjadi akibat perpindahan panas yang buruk (terjadi hot spot--ketidak seragaman panas 10,5-11,45 Dasar Naftenik
tiap titik--) sedang hot spot dapat terjadi karena pencampuran reaktan yang kurang baik.Sintering
terjadi ketika suhu=1/2 titik leleh katalis.
4. Poissoning ,peracunan pada permukaan katalis,terjadi karena:Umpan tidak murni/banyak
pengotor (Feed impuritis),contoh gas alam tercemar oleh H 2S,yang itu harus dihilangkan dulu
dengan Fe2O3.
5. Perubahan Kimiawi. Adapun sifat-sifat umum dari Parafinik Base dan Naftenik Base adalah:

Untuk melihat tentang kinerja katalis (dengan observasi) lihat dihalaman 476 Levenspiel. Keterangan :

= Tinggi Minyak berciri Parafinik dipilih oleh suatu industri Pengolahan Minyak
16.Komposisi Minyak Bumi jika pabrik tersebut membutuhkan unsur Wax yang merupakan hasil
dari pemrosesan Crude Parafinik.

Minyak bumi terdiri dari campuran Hidrokarbon ( mengandung unsur C dan H) dan Non .B = Baik
Hidrokarbon (unsur S,O,N dan Logam-logam) Sedang minyak berciri Naftenik diambil jika pabrik tersebut
berkonsentrasi pada pembuatan Gasoline (Bensin ) mengingat bentuk naftenik berbentuk Cincin (mendekati
benzen/aromat) daripada Parafinik. Naftenik mempunyai angka Oktan tinggi.
16.1.Senyawa Hidrokarbon digolongkan menjadi:
Yang lebih baik lagi jika suatu Crude Oil mengandung Aromat tinggi. Mengingat proses pembutan bensin
1. Parafin, CnH2n+2 adalah proses Aromatisasi (Pembentukan cincin), sehingga tidak memperberat proses di pengilangan.
2. Naftalen, CnH2n
3. Aromatis, CnH2n-6
4. Olefin, CnH2n Kimia Murni (Chemistry)
5. DiOlefin, CnH2n-2
1.Isotop,Isobar,Isoton dan Isoelektron
Nomor 1,2 dan 3 terdapat dalam minyak mentah.Sedang nomor 4 dan 5 terjadi pada saat
pemrosesan minyak mentah. A
XZ , A=nomor massa=jumlah nukleon=jumlah (proton+netron)

Pada umumnya suatu Industri Pengolahan Minyak bumi memakai Crude oil (Minyak Mentah) berciri Z=nomor atom=jumlah proton
Parafinik dan Naftenik. Bagaimana cara mengetahui kandungan suatu Crude itu Parafinik atau
Naftenik?
Atom netral : jumlah proton=jumlah electron

Ada faktor Karakterisktik (K);

K = (Titik Didih rerata molar)1/3 : (SpGr pd T=600F)


Nama Sama dalam Jumlah Contoh

Jika nilai K: 1
Isotop Proton (p) H1 ; 2H1
24
Isobar Nukleon (p+n) Na11 ; 24Mg12 Oksigen
BO=0 kecuali peroksida BO=-1
23
Isoton Netron (n) Na11 : 24Mg12 Hidrogen
BO=+1,kecuali hidrida BO=-1
20
Isoelektron Elektron (e) Ne10 : 23Na11+ Logam
BO = sesuai valensi
Senyawa
Ket : Proton = 1p1 ; Netron = 1n 0; Elektron = 0e -1 S BO=0
Ion
2.Macam-Macam Ikatan Kimia : S BO= muatan ion

4. Konsep Redoks

Macam Ikatan Cara terjadinya Contoh


Reaksi Oksidasi=Pelepasan elektron (kenaikan bilangan oksidasi(BO))

Reaksi Reduksi=Penerimaan elektron (penurunan BO)


Ikatan Ion Serah terima elektron NaCl , K2O
Reaksi di Katoda (oksidasi): 2H2O mjd 4H+ + O2 + 4e -

Ikatan Kovalen Pemakaian bersama pasangan elektron dari H2 , HCl Reaksi di Anoda (Reduksi):2H 2O+2e - mjd H2 + 2OH -

dua pihak

5.Hukum Kesetimbangan

Ikatan Koordinasi Pemakaian bersama pasangan elektron NH3 , SO , ion Reaksi : aA+bB <-- cC+dD
sepihak kompleks

K=Kc = {(C)c (D)d} / {(A)a(B)b}untuk larutan diukur dalam konsentrasi

Ikatan Hidrogen Gaya Elektrostatika antar molekul H2O , NH3 ,HF K=Kp = {pCc.pDd}/{pAa.pBb}..untuk gas diukur dalam tekanan

Karena P=CRT,maka : Kp=Kc(RT)(c+d) - (a+b)


Ikatan Logam Gaya Elektrostatika antar inti atom logam Cu , Fe
dengan elektron valensi Kc,penting untuk perhitungan suatu reaksi Homogen sedang Kp untuk reaksi Heterogen

1. Larutan
Ikatan Van Der Gaya tarik antar molekul sejenis yang lemah Gas mulia, gas O2
Walls
6.1.Pengenceran : V1. M1 = V2 . M2

6.2.Campuran : Vcamp . Mcamp = V1.M1 + V2 M2+V3 M3 +


3. Bilangan Oksidasi
6.3.Kelarutan (Solubility) dan Hasil Kali Kelarutan (Ksp)

Unsur bebas BO=0


.. Px Oy xPy+ + yQx-
mula2.a.0.0 pH dari asam kuat + basa lemah (hidrolisa parsial,pH<7)

yang lrt.sx.sy.s pH=1/2(pKw-pKb-log Cg)

setimbang-----(a-s)(x.s).(y.s) [H+]= [Kw/Kb . Cg]0,5

Ksp = (x.s)x.(y.s)y ..jika diurai akan didapatkan nilai s yang merupakan (solubility) Catatan: Cg=konsentrasi garam

Ksp = (Py+)X.(Qx-)y .Jika Ksp >>Mudah larut, dan jika Ksp<< Sukar larut (mengendap) dan jika hasil dari(P y+)X. pH dari asam lemah + Basa kuat (Hidrolisa Parsial,pH>7)
(Qx-)y = Ksp artinya tepat jenuh

pOH=1/2[pKw-pKa-log Cg]
s=[(Ksp)/((xx).(yy))](1/(x+y)) ..(solubility)
pH=1/2.[pKw + pKa + log Cg]
7.pH
[OH-]=[(Kw/Ka).Cg]0,5
7.1.Tetapan air

pH dari asam lemah + basa lemah (Hidrolisa total ,sifat ditentukan oleh Ka/Kb)
..H2O H+ + OH-

pH=1/2.[pKw + pKa - pKb]


K= [H+][ OH-]/ [H2O] Kw= [H+][ OH-]

7.4 Larutan penyangga (Buffer.Dapar)


Pada 25oC, Kw=10-7.10-7 = 10-14

Garam + Asam lemahnya; pH=pKa + log [Cg/Ca]


Bila : pH=-log [H+] dan pOH= -log [OH-] ,maka pH + pOH = 14

Garam + Basa lemahnya; pOH=pKb + log [Cg/Cb]


7.2 pH asam dan basa lemah

8.Senyawa Alifatis
karena 0 < < 1, ( =konversi),maka:

[H+]= . C [OH-]= .C
Golongan Rumus Umum Gugus Fungsi
+ 1/2 - 1/2
[H ]=[Ka.C] [OH ]=[Kb.C]

Ka= 2.C Kb= 2. C Alkana CnH2n+2 RH -

pH=0,5(pKa-logC) POH=0,5(1/2(pKb-log C)
Alkena CnH2n =C=C=

Ka =tetapan asam.Kb=tetapan basa dan = derajat disosiasi= konversi

Alkuna CnH2n-2 -C C-
7.3 pH Garam

pH dari asam kuat + basa kuat : pH=1/2.pKw=7pada 25oC.


Alkanol CnH2n+2O -OH

Alkoksi Alkana CnH2n+2O ROR -O-

Alkanal CnH2nO RCHO -CHO

Alkanon CnH2nO RCOR -CO-

As.Alkanoat CnH2nO2 RCOOH -C00H

Alkil Alkanoat CnH2nO2 RCOOR -

Halogen Alkana CnH2n+1X RX -X

Amino Alkana CnH2n+3N R-NH2 -NH2

Nitro Alkana CnH2n+1NO2 RNO2 -NO2

9. Tata Nama

Cara membaca prioritaskan sesuai dengan urutan berikut:

9.1 Tanpa ggs Fungsi

-sebut nomor ggs cabang

-sebut jumlah ggs cabang

-sebut nama ggs cabang

-sebut nama rantai utama


9.2 Dengan ggs Fungsi
T1 t 2 T2 t1
-sebut nomor dan nama ggs cabang LMTD = T t2
ln 1
-sebut nomor dan ndama ggs fungsi T2 t1
T = LMTD x Ft
-sebut nama rantai utama Dimana : T1 = suhu fluida panas masuk
T2 = suhu fluida panas keluar
t1 = suhu fluida dingin masuk
t2 = suhu fluida dingin keluar.

HEAT EXCHANGER Untuk hot fluid , shell side :


( ALAT PENUKAR PANAS ) ID . Cl . B

Flow area = as = , ft2
Persyaratan dan Pertimbangan Perancangan : 144 . PT
1. Pemilihan jenis aliran
Suhu fluida dingin harus selalu lebih kecil daripada suhu fluida panas. Karena suhu fluida
W
Mass velocity = Gs = , lb/hr. ft2
dingin tidak pernah melebihi suhu fluida panas maka lebih baik digunakan counter current flow ( supaya T as
lebih besar ).
De ( fig. 28 , Kern )
Cocurrent flow digunakan untuk material yang sensitive terhadap panas atau suhu keluar
Pada Ta
yang dibatasi. Selain itu cocurrent flow yang digunakan untuk quenching atau perubahan panas yang
mendadak. = viskositas fluida , cp x 2,42 ( fig. 14 atau 15, Kern )
2. Kecepatan alir De . Gs
Jika kecepatan alir lebih tinggi , koefisien perpindahan panas menyeluruh ( U ) mungkin bertambah, Res =

tetapi menyebabkan meningkatnya tekanan sehingga biaya pemompaan naik. Jika terlalu lambat maka
akan terjadi fouling atau U kecil. jH ( fig. 28, Kern )

3. Rd (Fouling factor) Pada Ta
Setelah dipakai beberapa lama, permukaan perpindahan panas mungkin dilapisi oleh berbagai endapan c = kapasitas panas , Btu/ lb. oF
yang biasa terdapat dalam sistem aliran atau permukaan korosi sebagai interaksi fluida dengan bahan k = konduktivitas panas , Btu/ hr. ft2 ( oF/ft )
1/3
yang digunakan sebagai HE , sehingga lapisan memberikan tahanan tambahan terhadap aliran panas k c .
dan menyebabkan menurunnya kemampuan kerja alat. Pengaruh itu disebut fouling factor / faktor
ho = jH . . s
pengotoran. D k
Rd terhitung harus lebih besar dari Rd min, tetapi tidak boleh terlalu besar ( Rd kecil maka Ud kecil
Tube wall temperature, tw
sehingga A menjadi besar ).
ho s
. Ta ta
Batasan Rd : organic liquid = 0,001
Water ( river ) = 0,002 tw = ta
Water ( sea ) = 0,001 hio ho
Steam = 0,001 s s
organic liquid = 0,0005 0,14

separator vapor = 0,006
w dan s = , ( fig. 24, Kern )
w
Perhitungan HE untuk shell and tube :
1. Trial Ud
ho . s
ho = , correction coefficient.
2. Hitung A ( luas daerah perpindahan panas ) s
3. Hitung Nt dan L ( panjang tube )
4. Tentukan dimensi HE. Untuk cold fluid , tube side :
5. Tentukan heat balance
Flow area = at ( fig. 10, Kern )
6. Hitung :
Nt . at'
T1 T2 t 2 t1 at = , ft2
R = ; S = 144 . n
t 2 t1 T1 t1 W

Mass velocity = Gt = , lb/hr. ft2
at

D ( tabel 10 , Kern ) Outer pipe , IPS Inner pipe , IPS

Pada tc : 2 1
= viskositas fluida , cp x 2,42 ( fig. 14 atau 15, Kern ) 2 1
D . Gt 3 2
Ret = 4 3


jH ( fig. 24 , Kern ) Panjang maksimum double pipe = 20 ft

Pada tc : Untuk hot fluid , annulus :
c = kapasitas panas , Btu/ lb. oF
k = konduktivitas panas , Btu/ hr. ft2 ( oF/ft )
1/3

Flow area = aa =
2
D
2 D1
2
, ft2
k c . 4

hi = jH . . t
D k 2 2

D2 D1
hio hi ID Equivalent diameter = De = , ft

. D1
t t OD
0,14 W

Mass velocity = Ga = , lb/hr. ft2

tw dan t = , ( fig. 24, Kern ) aa
w
Pada Ta :

hio . t = viskositas fluida , cp x 2,42 ( fig. 14 atau 15, Kern )
hio = , correction coefficient.
t D . Gt
Rea =
Clean overall coefficient , Uc :
hio . ho
jH ( fig. 24 , Kern )
Uc =
hio ho Pada Ta :
c = kapasitas panas , Btu/ lb. oF
Design overall coefficient , Ud :
k = konduktivitas panas , Btu/ hr. ft2 ( oF/ft )
Q 1/3 0,14
Ud = , Btu/ hr. ft2 .oF k c .
jH . w

A . T ho =
Dirt factor , Rd :
D k
Untuk cold fluid , inner pipe :
Uc Ud
Rd = , hr. ft2. oF/ Btu D ( table 11, Kern )
Uc . Ud
. D2
Pressure Drop : Flow area = ap = , ft2
1. untuk shell side 4
f ( fig. 29 , Kern ) , ft2/in2 W
N + 1 = 12 ( L / D )
Mass velocity = Gp = , lb/hr. ft2
f . Gs . Ds N 1
2 ap

Ps = , psi Pada ta :
5,22.10 10 . De . s . s = viskositas fluida , cp x 2,42 ( fig. 14 atau 15, Kern )
2. untuk tube side D . Gp
f ( fig. 26 , Kern ) , ft2/in2 Rep =

f . Gt 2 . L . n
jH ( fig. 24 , Kern )
Pt = , psi
5,22.10 10 . D . s . t Pada ta :
c = kapasitas panas , Btu/ lb. oF
4 n v2 62,5 k = konduktivitas panas , Btu/ hr. ft2 ( oF/ft )
Pr = . . , psi 1/ 3 0,14
s 2 g 144 k c .

hi = jH .
Ptotal = Pt + Pr , psi D k w

Perhitungan HE untuk double pipe : Correction hi
Double pipe exchanger fittings :
ID 4 . f . Gp 2 . L
hio = hi .
Fp = , ft
OD 2 . g . 2 . De'
Clean overall coefficient , Uc :
hio . ho Fp .

Pp = , psi
Uc = 144
hio ho
Design overall coefficient , Ud :
1 1 Utilitas
Rd , Btu/ hr. ft2. oF
Ud Uc
Rd required ( tergantung prosesnya )
Required surface :
Q
A = Konversi dari ke Kalikan dengan
Ud . T
Ft m 0.3048
Tabel 11 , Kern, : external surface per feet length , ft 2 / ft in 12
Required length = A / at. Ft2 m2 0.092903
Actual design coefficient : in2 144
Q m3 Liter 1000
Ud = , Btu/ hr. ft2 .oF Gal (US) 264.172
A . T
Ft3 35.3147
Dirt factor , Rd :
atm pascal = N/m2 101325
Uc Ud psi = lbf/in2 14,6959
Rd = , hr. ft2. oF/ Btu
Uc . Ud Torr = mmHg 760,002
bar 1,01325
Pressure Drop lbf/ft2 2116,22
Untuk annulus :
Bil avogrado Partikel/g.mol 6,022169. 1023
De untuk pressure drop berbeda dengan De untuk transfer panas
Konst boltzmann J/K 1,380622. 10-23
De = D2 D1
tor = mmhg Pa 133,322
De' . Ga Btu Kalori 251.996
Rea =
Joule 1055.87
ft.lbf 778.77
0,264 Watt.hour 0.293297

f = 0,0035
Rea' 0,42 kg lb
ton
2.20462
0.001
4 . f . Ga 2 . L Newton = J/m lbf 0.224809

Fa = , ft dyne 100000
2 . g . 2 . De' g/L = Kg/m3 lb/ft3 0.062428
Ga lb/in3 3.61273e-005

v= Kal/g = btu/lbm J/gram 4.184
3600 . m/s in/s 39.3701
ft/s 3.28084
v2
Ft = 3. newton Dyne 105
2 . g' lbf 0,22481


Pa =
Fa Ft , psi
R = 8,314 J/K.mol
= 8,206.10-2 L.atm/K.mol
144 = 1,987 Kal/K.mol
untuk inner pipe : hp Btu/jam 2544,43
kW 0,7457
0,264 o
R = 1,8 oK

f = 0,0035
Rep 0,42 o
F = oR - 460
Unit pengolahan air utilitas

Sifat-Sifat Dasar Parafin Dasar Naften

B
API gravity -

B
Kandungan Nafta -

B
Angka Oktan -

B
Smoke Point -

B
Angka Cetan -

Ttk Tuang Pelumas -B

B
Indeks Viskositas -