Jurnal
Jurnal
ABSTRAK
Vapor Recovery Unit (VRU) adalah unit pengendali rugi penguapan BBM, berupa suatu peralatan ber-
teknologi yang menerapkan sistem tertutup terhadap uap bahan bakar minyak agar tidak terbebas ke
atmosfir. Tujuannya adalah untuk mengendalikan rugi penguapan (vapor losses), meningkatan aspek
Lingkungan, Keselamatan dan Kesehatan kerja (LK3) di lokasi kerja yang menghasilkan uap ber-
bahaya, misalnya di Terminal BBM. Kerugian (Losses) akibat penguapan BBM tidak dapat dihindari
namun dapat dikendalikan. Vapor Recovery Unit sebagai salah satu jenis sistim pengendali uap di-
manfaatkan untuk mengolah kembali uap BBM menjadi produk BBM yang memiliki nilai jual eko-
nomis. Tujuan penulisan ini adalah untuk menganalisa manfaat VRU terhadap pengendalian rugi peng-
uapan operasi distribusi di Terminal BBM. Dengan menggunakan analisa investasi maka diperoleh ke-
simpulan layak tidaknya teknologi tersebut diterapkan di suatu Terminal BBM. Dari hasil analisis di
lokasi TBBM Jakarta Grup menunjukkan bahwa VRU layak untuk dijadikan investasi pengendali loss-
es BBM dengan payback period 4 bulan.
ABSTRACT
Vapor Recovery Unit (VRU) is fuel loss control equipment applying closed system technology to pre-
vent fuel vapors released into the atmosphere. The goal is to control fuel losses, improve occupational
health and safety aspects at work sites that produce harmful vapor, such as in the fuel terminal. Losses
due to evaporation of fuel cant be avoided but can be controlled. Vapor Recovery Unit as one type of
vapor control systems used to reprocess the fuel vapors into fuel products that have sales economic
value. The purpose of this paper is to analyze the benefits of applying the VRU to control losses of fuel
distribution operation ecpecially at Fuels Terminal. By using investment analysis, it could be deter-
mined whether such technology is appropriate to be applied in a fuel terminal. The data from Jakarta
Group Fuel Terminal analysis shows that VRU is possible to be invested to avoid vapor losses by 4
month pay back period.
13
menangani produksi dan distribusi bahan ba- selama pengisian sehingga penguapan yang
kar di wilayah Eropa1:10). Menurut peraturan terjadi jauh lebih kecil.
tersebut diwajibkan bagi terminal BBM un-
tuk menerapkan vapor control unit (VCU) Kilang Kilang Impor
agar memenuhi persyaratan dari batas emisi
VOC. Berbagai persyaratan mengenai sistem
dan peralatan yang berkaitan dengan VCU
juga telah dirancang oleh United States Envi-
ronmental Protection Agency (USEPA)2:9)
dan International Maritime Organization
(IMO) pada saat konvensi internasional Terminal BBM
MARPOL3:1). Oleh sebab itu, VCS atau VCU
bukan hanya menjadi kebutuhan tetapi juga
kewajiban bagi perusahaan pendistribusian
BBM yang ada di wilayah tersebut. SPBU Terminal BBM
Tulisan ini dimaksudkan untuk meng-
analisa penerapan Vapor Recover Unit terha- Konsumen = Sumber Penguapan
dap pengurangan losses BBM pada kegiatan
distribusi. Selain itu melalui tulisan ini, di- Gambar 1. Sumber Evaporation Losses
harapkan dapat menjadi pertimbangan bagi pada Distribusian BBM
perusahaan yang bergerak dalam distribusi
BBM untuk menerapkan teknologi VCS se-
bagai salah satu upaya dalam menekan losses
BBM.
A. Losses BBM
Losses BBM atau susut minyak adalah
selisih kurang kuantitas serah terima minyak
mentah atau produk karena kegiatan pemin-
dahan dari satu tempat ke tempat lain. Eva-
poration loss adalah susut minyak yang ter-
jadi akibat penguapan. Losses penguapan Gambar 2. Metode Splash Loading
adalah termasuk losses yang dapat dihitung
dan dikendalikan. Moda transportasi dan lo-
kasi penimbunan menjadi sumber penguapan
BBM yang dominan.
Loading losses terjadi pada saat peng-
isian ke mobil tangki sedangkan working
losses terjadi pada tangki timbun pada saat
proses pengisian. Beberapa faktor umum pe-
nyebab besar losses adalah karakter BBM,
kondisi lingkungan dan jenis operasi peng-
isian. Pada mobil tangki, metode pengisian
mempengaruhi besar losses. Pengisian BBM Gambar 3. Metode Submerge Fill Pipe
ke mobil tangki dengan metode splash load-
ing menghasilkan penguapan yang lebih be- Working loss banyak terjadi pada tangki
sar dibandingkan dengan metode submerge penimbunan tipe fixed roof. Besar loss yang
fill pipe maupun bottom loading. Pada meto- terjadi pada fixed roof tank bervariasi tergan-
de submerge fill pipe dan bottom loading, tung dari kapasitas tangki, tekanan uap pro-
turbulensi cairan dikontrol secara signifikan duk, ullage tingkat utilitas dari tangki (turn-
14
Supendi, Pengaruh Kerapatan Kekar Terhadap...
over) dan kondisi atmosferis lokasi dimana rena penerimaan produk. Selanjutnya stage
tangki berada. Semakin tinggi turnover tang- II berlangsung yaitu saat penyerahan BBM
ki maka losses penguapan semakin kecil ka- ke konsumen dengan metode perpindahan
rena ruang kosong pada tangki berkurang. uap dari tangki BBM kendaraan konsumen
ke tangki pendam stasiun pengisian.
Clean Air
Emergency
Recovered
Vapor Vent Valve
Product
Recovery Unit
Vapor
Inlet
Storage Absorbent Valve
Tanks Tank Trucks
Product Line
Gambar 4. Metode Bottom Loading Vapor Line
15
2. METODE Working losses pada fixed roof tank da-
pat dihitung dengan persamaan:
A. Perhitungan Evaporation Losses
Berdasarkan dari Transportation and L W = 0.0010 M V P VA Q K N K P ...... (2)
Marketing of Petroleum Liquids Final, peng-
uapan terjadi ketika pengisian produk BBM B. Analisis Investasi
ke alat angkut dapat diperkirakan dengan Dalam investasi peralatan maka variabel
error +30% menggunakan rumus : biaya dapat dikelompokan menjadi dua kate-
gori utama yaitu capital investment cost (bia-
ya investasi modal) dan annual cost (biaya
= 12.46
.....................(1)
tahunan). Pada perhitungan total biaya modal
Vapor Recovery Unit (VRU), biaya yang pa-
True vapor pressure dan berat molekul
ling besar mempengaruhi adalah harga dari
diperoleh dari tabel properties gasoline. Pa-
peralatan utama yaitu carbon adsorber dan
rameter nilai Reid Vapor Pressure dan suhu
adsorber vessel. Kebutuhan karbon (Mc) di-
operasi menjadi penentu tekanan dan berat
hitung berdasarkan jumlah uap BBM yang
jenis molekul dari produk gasoline yang
akan diproses.
akan dihitung. Selain parameter suhu, teka-
nan dan berat jenis molekul produk, nilai sa-
turasi yang ditentukan oleh metode pengisian = ( ) 1 + .............(3)
juga berpengaruh terhadap besar losses.
Tabel 3. Capital Cost Factor5)
Tabel 1. Properties of Gasoline2)
Cost Item Cost
P VA
RVP MV WL Direct Costs
70oF 80oF 90oF
Purchased equipment costs
RVP 7 68 5.6 4.3 5.2 6.2 Carbon Adsorber + Vessel As estimated, A
Instrumentation 0.10 A
RVP 7.8 68 5.6 4.793 5.7937 6.9552
Sales Taxes 0.03 A
RVP 8.3 68 5.6 5.1284 6.1891 7.4184
Freight 0.05 A
RVP 10 66 5.6 6.2 7.4 8.8 Purchased equipment cost, PEC B = 1.18 A
RVP 11.5 65 5.6 7.3132 8.7519 10.4053 Direct installation costs
RVP 13 62 5.6 8.3 9.9 11.7 Foundations & supports 0.08 B
Handling & erection 0.14 B
Tabel 2. Saturation Factor2) Electrical 0.04 B
Piping 0.02 B
Cargo S Insulation 0.01 B
Mode Of Operation
Carrier Factor
Painting 0.01 B
Submerged loading of a clean Direct installation costs 0.30 B
0.5
cargo tank
Submerged loading: dedicated Total Direct Costs, DC 1.30 B
0.6
normal service Indirect Costs (installation)
Tank
Submerged loading: dedicated
trucks 1 Engineering 0.10 B
vapor balance service
and rail
Splash loading of a clean cargo Construction and field expenses 0.05 B
tank 1.45
cars tank Contractor fees 0.10 B
Splash loading: dedicated normal
1.45 Start-up 0.02 B
service
Splash loading: dedicated vapor Performance test 0.01 B
1
balance service Contingencies 0.03 B
Submerged loading: ships 0.2 Total Indirect Costs, IC 0.31 B
Marine
vessels Total Capital Investment = DC + IC 1.61 B
Submerged loading: barges 0.5
16
Supendi, Pengaruh Kerapatan Kekar Terhadap...
Harga adsorber vessel dihitung berda- kan Vapor Recovery Unit (VRU) untuk
sarkan luas permukaannya. Luas permukaan mengembalikan uap BBM menjadi produk.
tergantung dari dimensi vessel yang menye- VRU dengan metode adsorpsi banyak digu-
suaikan jumlah kebutuhan karbon. nakan pada proses ini terutama di terminal
BBM. Pada metode adsorpsi terdapat tiga
= 745 0.778 ..........................(4) proses utama yaitu adsorption, desorption
dan absorption. Adsorption adalah proses
Selain biaya peralatan utama, terdapat ketika molekul gas (adsorbates) melewati
biaya-biaya lain terkait peralatan tambahan partikel padat (adsorbent). Adsorbates ter-
dan pembangunan. Biaya-biaya lain tersebut saring secara selektif akibat adanya gaya
difaktorkan dari biaya carbon dan vessel. tarik menarik yang lebih lemah dari ikatan
Perhitungan investasi menggunakan ni- kimia molekul gas tersebut. Activated carbon
lai uang pada waktu yang berbeda. Time va- atau karbon aktif banyak digunakan sebagai
lue of money adalah proses penyesuaian dari adsorbent.
nilai uang terhadap waktu. Nilai uang yang
disiapkan untuk beberapa waktu ke depan,
apabila diterima saat ini maka akan membe-
rikan nilai uang yang lebih kecil.
FV = $1 (1 + i)n .......................(5)
PV = $1 / (1 + i)n .......................(6)
17
Atmospheric
Vent
Open
Close
Vessel Vessel
A B
Absorbent
18
Supendi, Pengaruh Kerapatan Kekar Terhadap...
diperoleh nilai saturation factor sebesar 1. Selain biaya investasi awal, untuk per-
Dengan data tersebut maka didapatkan work- hitungan kelayakan investasi diperlukan bia-
ing loss yang terjadi pada tangki penimbunan ya tahunan dan pendapatan. Biaya tahunan
adalah sebesar 0,19% dari total penyaluran. yang muncul dari operasional dan perawatan
Total evaporation loss yang diperoleh dari adalah sebesar 11.7% dari biaya investasi.
pengisian mobil tangki dan tangki timbun Biaya paling mahal adalah biaya penggan-
produk mogas adalah sebesar 0,30% dari tian karbon aktif yang dilakukan setiap 5
BBM yang disalurkan. tahun.
Dengan asumsi usia peralatan 10 tahun
C. Investasi Vapor Recovery Unit maka biaya tahunan diperkirakan sebesar
Komponen utama Total Capital Invest- Rp.4,530 Milyar. Sedangkan pendapatan di-
ment dari VRU adalah perhitungan jumlah peroleh dari hasil pengembalian uap BBM
kebutuhan karbon dan vessel. Data-data yang menjadi produk BBM.
akan digunakan untuk perhitungan kebutu- Dengan efisiensi VRU sebesar 99 % ma-
han karbon dan vessels yaitu Equilibrium ca- ka diperoleh pengembalian uap berupa pro-
pacity (W e ) dari karbon diasumsikan sebesar duk sebesar 44,5 kl per hari. BBM (gasoline)
0,333 lb/lb, adsorption time ( A ) 12 jam dan harga keekonomian adalah sebesar Rp.9.500.
harga karbon aktif diasumsikan $ 2,75 per Ini berarti bahwa VRU dapat memberikan
pound. Density karbon aktif diasumsikan se- pendapatan sebesar Rp.422,75 juta per hari
besar 30 lb/ft3 dan vessels untuk proses ad- dari pengembalian uap yang terbebas di
sorption atau desorption ditentukan perban- tangki timbun dan pengisian mobil tangki.
dingan antara Diameter (D) dan Tinggi (L)
sebesar 1:2. 150
Dengan asumsi besar volume penyalu-
ran BBM 15.000 kl per hari dan volume uap
yang direcovery sesuai dengan evaporation 100
losses sebesar 0,30%, diperoleh besar emisi
adalah 71.925lb. Dengan besar emisi terse-
but maka kebutuhan karbon aktif adalah
430.689 lb seharga $ 1.184.394. Pada nilai 50
kurs Rp.11.500 per $ maka harga kebutuhan
karbon adalah Rp.13,620 Milyar. Berdasar-
kan dari jumlah karbon aktif maka kapasitas 0
vessel yang digunakan adalah 7.178ft3 (D= 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
16,6ft dan L= 33,2ft) sehingga total biaya Incomes Expenses
kebutuhan untuk vessel (C v ) adalah sebesar $ Nett Cash Flow
-50
588.081 untuk 2 vessel.
Dengan kurs yang sama nilai tersebut Gambar 12. Cash flow Investasi VRU
setara dengan Rp. 6,763 Milyar. Variabel-
variabel dalam direct cost dan indirect cost Nett present value (NPV) dihitung ber-
dihitung dengan menggunakan faktor biaya dasarkan aliran dana masuk dan keluar se-
sesuai dengan EPA Air Pollution Control lama 10 tahun dengan nilai interest 7%. Da-
Cost Manual pada tabel 3. lam perhitungan investasi VRU akan dipe-
Berdasarkan faktor tersebut diperoleh roleh NPV sebesar Rp.1.004 Milyar. Dengan
nilai total capital investment. Dengan demi- NPV positif maka investasi VRU layak untuk
kian, biaya investasi pembangunan vapor re- dilaksanakan. Nilai perolehan pendapatan ta-
covery unit untuk Terminal BBM dengan ka- hunan sangat besar dibandingkan dengan to-
pasitas penyaluran BBM (gasoline) 15.000kl tal biaya investasi sehingga payback period
per hari adalah Rp.38,724 Milyar. dapat dicapai pada bulan ke-4.
19
4. SIMPULAN 5. Mussatti, Daniel C. EPA Air Pollution
Control Cost Manual. 6th ed. North Ca-
Loading losses BBM Premium selama rolina: US Environmental Protection
pengisian mobil tangki di Terminal BBM di- Agency; 2002.
perkirakan sebesar 0,11 % dari total produk
yang disalurkan. Sedangkan working losses
di tangki timbun dengan turnover lebih dari Daftar Simbol
36 adalah sebesar 0,19% dari volume penya- LL = loading loss, lb/103gal per liquid loaded
luran BBM. Total losses tersebut dapat di- S = saturation factor
kendalikan hingga 99% menggunakan tekno- FV = Future value of money
PV = Present value of money
logi vapor control system berupa Vapor Re- P = true vapor pressure of liquid loaded, psia
covery Unit (VRU). VRU mampu mengen- M = molecular weight of vapors, (lb/lb-mole)
dalikan uap BBM sehingga mengurangi re- T = temperature of bulk liquid loaded, R (F + 460)
LW = working loss, lb/yr
siko kebakaran dan mencegah pencemaran MV = vapor molecular weight, lb/lb-mole
lingkungan serta memberikan keuntungan fi- P VA = vapor pressure at daily average liquid surface
nansial dari uap BBM yang direcovery. De- temperature, psia
Q = annual net throughput, bbl/yr
ngan menggunakan asumsi bahwa penya- K P = working loss product factor, dimensionless
luran BBM 15.000 kl per hari maka diper- untuk crude oils K P = 0.75, organic liquids lainnya
oleh total investasi modal VRU sebesar Rp. KP = 1
K N = working loss saturationfactor, dimensionless
38.724.000.000 dengan total biaya tahunan untuk turnovers>36, KN = (180 + N)/6N
Rp. 4.530.000.000. Sebagaimana dijelaskan untuk turnovers36, KN = 1
sebelumnya, VRU memberikan pendapatan N = jumlah turnovers per tahun, dimensionles
=
Rp. 422.750.000 per hari dari uap BBM yang V LX = tank maximum liquid volume, ft3
dikembalikan menjadi produk. Nilai NPV M c = berat karbon aktif yang dibutuhkan, lb
positif menunjukkan VRU layak untuk di- m voc = berat uap yang masuk, lb
w c = kapasitas kerja, lb/lb
jadikan investasi pengendali losses BBM A = jam kerja
dengan payback period 4 bulan. N D = jumlah bed proses desorption
N A = jumlah bed proses adsorption
C c = harga karbon
5. DAFTAR PUSTAKA C v = harga vessel, US $ / ft2
S = Luas permukaan vessel, ft2
1. Dry Vacuum Vapour Recovery Unit
Presentation. [Internet]. 2012. [diakses
17 Oktober 2013]. Didapat dari:
http://www.carbovac.com/pdf/Presentati
on.pdf
2. Transportation And Marketing Of Petro-
leum Liquids final Chapter 5-2. [Inter-
net]. 2008. [diakses 12 September
2013]. Didapat dari: http://www.epa.
gov/ttn/chief/ap42/ch05/final/c05s02.pdf
3. Standard For Vapour Emission Control
System. [Internet]. 1992. [diakses 25
September 2013]. Didapat dari: http://
www.transportstyrelsen.se/global/sjofart
/dokument/imo_dokument/msc/msc_circ
_585.pdf
4. Abraham, Kristin. Gasoline Marketing
Stage 1 and Stage 2 Volume III Chapter
11. West Virginia: Eastern Research
Group, Inc; 2001.
20