Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
dengan izin-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya.
Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas yang telah diberikan.
Penulis bermaksud untuk menyajikan yang terbaik, namun dengan segala
keterbatasan yang dimiliki tentunya makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.
Terlepas dari hal tersebut penulis berharap makalah ini ada manfaatnya.

Surakarta, November 2013

Penulis

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...........1


DAFTAR ISI ..2
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang .....3
B. Rumusan Masalah ................4
C. Tujuan Pembahasan .4
BAB II PEMBAHASAN
A. Definisi Neraca Air (Water Balance) ..................................................5
B. Manfaat Prediksi Neraca Air ...............................................................6
C. Proses-proses Aliran yang Penting dalam Neraca Air..........................6
D. Penjelasan tentang Neraca Air Umum, Neraca Air Lahan dan Neraca
Air Tanaman..........................................................................................8
E. Contoh Perhitungan Neraca Air Umum dan Neraca Air
Lahan.....................................................................................................9
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ........12
DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................13

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Air ialah salah satu faktor yang sangat dibutuhkan oleh semua makhluk
hidup di bumi. Begitu pentingnya air bagi kehidupan, sehingga manusia berusaha
melestarikan air agar penggunaannya dapat lebih efektif dan efisien serta
mencegah kehilangan air secara sia-sia. Air hujan sebagai salah satu sumber air
yang murah dan melimpah, dalam bidang pertanian dimanfaatkan dengan sebaik-
baiknya untuk menghasilkan produksi yang maksimal. Namun seringkali hadirnya
hujan belum disertai dengan penanaman jenis-jenis tanaman yang mempunyai
kebutuhan air sesuai dengan keadaan curah hujan. Hal tersebut dapat
mengakibatkan banyaknya air hujan yang tersisa bahkan malah kekurangan air
(jika merupakan daerah tadah hujan). Penaksiran kebutuhan air untuk satu lahan
pertanaman sangat diperlukan untuk menentukan pola tanam berdasarkan
kebutuhan dan ketersediaan air hujan yang ada. Hal tersebut dilakukan sebagai
usaha untuk memanfaatkan sumber daya alam (hujan) dengan sebaik-baiknya
serta untuk mendapatkan hasil semaksimal mungkin. Untuk menganalisis
hubungan iklim, tanah dan tanaman dilakukan dengan metode neraca air. Metode
neraca air digunakan untuk mengetahui kecukupan air untuk tanaman tertentu
pada jenis tanah tertentu dan lokasi tertentu. Kecukupan air selama masa
pertanaman menentukan potensi kehilangan hasil tanaman yang bersangkutan.
Tanaman membutuhkan air yang cukup selama masa pertumbuhannya.
Kekurangan air akan mengakibatkan reduksi transpirasi tanaman dan kondisi ini
berakibat pada penurunan hasil tanaman. Input air tanaman berasal dari curah
hujan, sedangkan air yang tersimpan pada zona perakaran digunakan oleh
tanaman untuk transpirasi, dan sebagian hilang melalui evaporasi. Metode neraca
air umum dan neraca air lahan perhitungan-perhitungan terhadap curah hujan
(CH), Evaporasi (Eo) dan Evaporasi potensial (ETP).

3
B. Rumusan Masalah
1. Apa definisi neraca air (water balance) ?
2. Apa manfaat prediksi neraca air ?
3. Bagaimana proses-proses aliran yang penting dalam neraca air ?
4. Jelaskan tentang neraca air umum, neraca air lahan dan neraca air
tanaman !
5. Bagaimana contoh perhitungan neraca air umum dan neraca air lahan ?

C. Tujuan Pembahasan
1. Untuk mengetahui definisi neraca air (water balance).
2. Untuk mengetahui manfaat prediksi neraca air.
3. Untuk mengetahui proses-proses aliran yang penting dalam neraca air.
4. Untuk mengetahui tentang neraca air umum, neraca air lahan dan
neraca air tanaman.
5. Untuk mengetahui contoh perhitungan neraca air umum dan neraca air
lahan.

4
BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi Neraca Air (Water Balance)


Neraca air (water balance) merupakan neraca masukan dan keluaran air
disuatu tempat pada periode tertentu, sehingga dapat untuk mengetahui
jumlah air tersebut kelebihan (surplus) ataupun kekurangan (defisit).
Kegunaan mengetahui kondisi air pada surplus dan defisit dapat
mengantisipasi bencana yang kemungkinan terjadi, serta dapat pula untuk
mendayagunakan air sebaik-baiknya. Kesetimbangan air dalam suatu sistem
tanah-tanaman dapat digambarkan melalui sejumlah proses aliran air yang
kejadiannya berlangsung dalam satuan waktu yang berbeda-beda. Persamaan
neraca air dapat digunakan untuk menghitung besarnya aliran air yang masuk
dan keluar dari sebuah sistem. Sistem tersebut dapat berupa kolom tanah atau
wilayah aliran sungai. Neraca air juga dapat berarti cara suatu organisme
mengatur ketersediaan air dalam tubuhnya pada kondisi kering atau panas.

Manfaat Neraca Air


Manfaat secara umum yang dapat diperoleh dari analisis neraca air antara
lain:
1. Digunakan sebagai dasar pembuatan bangunan penyimpanan dan
pembagi air
serta saluran-salurannya. Hal ini terjadi jika hasil analisis neraca air
didapat banyak bulan-bulan yang defisit air.
2. Sebagai dasar pembuatan saluran drainase dan teknik pengendalian
banjir. Hal ini terjadi jika hasil analisis neraca air didapat banyak
bulan-bulan yang surplus air.
3. Sebagai dasar pemanfaatan air alam untuk berbagai keperluan
pertanian seperti tanaman pangan hortikultura, perkebunan,
kehutanan hingga perikanan.

5
Komponen Neraca Air
Ada beberapa komponen pada neraca air, antara lain :
1. Kapasitas menyimpan air (jumlah ruang pori)
2. Infiltrasi
3. Run off
4. Evapotranspirasi
5. Curah hujan
6. Jenis vegetasi
Hubungan Neraca Air dengan Siklus Hidrologi
Dalam konsep siklus hidrologi bahwa jumlah air di suatu luasan tertentu di
permukaan bumi dipengaruhi oleh besarnya air yang masuk (input) dan
keluar (output) pada jangka waktu tertentu. Semakin cepat siklus hidrologi
terjadi maka tingkat neraca air nya semakin dinamis.
Kesetimbangan air dalam suatu sistem tanah-tanaman dapat digambarkan
melalui sejumlah proses aliran air yang kejadiannya berlangsung dalam
satuan waktu yang berbeda-beda.

B. Manfaat Prediksi Neraca Air


1. Digunakan sebagai dasar pembuatan bangunan penyimpana dan pembagi
air serta saluran-salurannya. Hal ini terjadi jika hasil analisis neraca air
didapat banyak bulan-bulan yang defisit air.
2. Sebagai dasar pembuatan saluran drainase dan teknik pengendalian banjir.
Hal ini terjadi jika hasil analisis neraca air didapat banyak bulan-bulan
yang surplus air.
3. Sebagai dasar pemanfaatan air alam untuk berbagai keperluan pertanian
seperti tanaman pangan hortikultura, perkebunan, kehutanan hingga
perikanan.

C. Proses-proses Aliran yang Penting dalam Neraca Air


1. Hujan atau irigasi (mungkin dengan tambahan aliran permukaan yang
masuk ke

6
petak atau run-on) dan pembagiannya menjadi infiltrasi dan limpasan
permukaan (dan/atau genangan di permukaan) dalam skala waktu detik
sampai menit.
2. Infiltrasi kedalam tanah dan drainasi (pematusan) dari dalam tanah
melalui lapisan-
lapisan dalam tanah dan/atau lewat jalan pintas seperti retakan yang
dinamakan by-pass flow dalam skala waktu menit sampai jam.
3. Drainasi lanjutan dan aliran bertahap untuk menuju kepada
kesetimbangan hidrostatik dalam skala waktu jam sampai hari.
4. Pengaliran larutan tanah antara lapisan-lapisan tanah melalui aliran
massa (mass flow).
5. Penguapan atau evaporasi dari permukaan tanah dalam skala waktu jam
sampai hari.
6. Penyerapan air oleh tanaman dalam skala waktu jam hingga hari, tetapi
sebagian besar terjadi pada siang hari ketika stomata terbuka.
7. Kesetimbangan hidrostatik melalui sistem perakaran dalam skala waktu
jam hingga hari, tetapi hampir semua terjadi pada malam hari pada saat
transpirasi nyaris tidak terjadi.
8. Pengendali hormonal terhadap transpirasi (memberi tanda terjadinya
kekurangan air) dalam skala waktu jam hingga minggu.
9. Perubahan volume ruangan pori makro (dan hal lain yang berkaitan)
akibat penutupan dan pembukaan rekahan (retakan) tanah yang
mengembang dan mengerut serta pembentukan dan penghancuran pori
makro oleh hewan makro dan akar. Peristiwa ini terjadi dalam skala
waktu hari hingga minggu. Pengaruh utama kejadian adalah terhadap
aliran air melalui jalan pintas (by-pass flow) dan penghambatan proses
pencucian unsur hara.

7
D. Penjelasan tentang Neraca Air Umum, Neraca Air Lahan dan Neraca
Air Tanaman
Model neraca air cukup banyak, namun yang biasa dikenal terdiri dari tiga
model, antara lain:
1. Model Neraca Air Umum
Model ini menggunakan data-data klimatologis dan bermanfaat
untuk mengetahui berlangsungnya bulan-bulan basah (jumlah curah
hujan melebihi kehilangan air untuk penguapan dari permukaan tanah
atau evaporasi maupun penguapan dari sistem tanaman atau transpirasi,
penggabungan keduanta dikenal sebagai evapotranspirasi).
2. Model Neraca Air Lahan
Model ini merupakan penggabungan data-data klimatologis dengan
data-data tanah terutama data kadar air pada Kapasitas Lapang (KL),
kadar air tanah pada Titik Layu Permanen (TLP), dan Air Tersedia
(WHC = Water Holding Capacity).
a. Kapasitas lapang adalah keadaan tanah yang cukup lembab yang
menunjukkan jumlah air terbanyak yang dapat ditahan oleh tanah
terhadap gaya tarik gravitasi. Air yang dapat ditahan tanah tersebut
akan terus-menerus diserap akar tanaman atau menguap sehingga
tanah makin lama makin kering. Pada suatu saat akar tanaman tidak
lagi mampu menyerap airsehingga tanaman menjadi layu.
Kandungan air pada kapasitas lapang diukur pada tegangan 1/3 bar
atau 33 kPa atau pF 2,53 atau 346 cm kolom air.
b. Titik layu permanen adalah kondisi kadar air tanah dimana akar-kar
tanaman tidak mampu lagi menyerap air tanah, sehingga tanaman
layu. Tanaman akan tetap layu pada siang atau malam hari.
Kandungan air pada titik layu permanen diukur pada tegangan 15
bar atau 1.500 kPa atau pF 4,18 atau 15.849 cm tinggi kolom air.
c. Air tersedia adalah banyaknya air yang tersedia bagi tanaman yaitu
selisih antara kapasitas lapang dan titik layu permanen.

8
3. Model Neraca Air Tanaman
Model ini merupakan penggabungan data klimatologis, data tanah,
dan data tanaman. Neraca air ini dibuat untuk tujuan khusus pada jenis
tanaman tertentu. Data tanaman yang digunakan adalah data koefisien
tanaman pada komponen keluaran dari neraca air. Neraca air adalah
gambaran potensi dan pemanfaatan sumberdaya air dalam periode
tertentu. Dari neraca air ini dapat diketahui potensi sumberdaya air yang
masih belum dimanfaatkan dengan optimal.

Secara kuantitatif, neraca air menggambarkan prinsip bahwa selama


periode waktu tertentu masukan air total sama dengan keluaran air total
ditambah dengan perubahan air cadangan (change in storage). Nilai
perubahan air cadangan ini dapat bertanda positif atau negatif (Soewarno,
2000).

E. Contoh Perhitungan Neraca Air Umum dan Neraca Air Lahan


Konsep neraca air pada dasarnya menunjukkan keseimbangan antara
jumlah air yang masuk ke, yang tersedia di, dan yang keluar dari sistem (sub
sistem) tertentu. Secara umum persamaan neraca air dirumuskan dengan (Sri
Harto Br., 2000).

di mana:

= presipitasi
= aliran permukaan (runoff)
= evapotranspirasi
= perubahan cadangan air (dalam tanah atau batuan dasar)
Yang dimaksud dengan masukan adalah semua air yang masuk ke dalam
sistem, sedangkan keluaran adalah semua air yang keluar dari sistem.
Perubahan tampungan adalah perbedaan antara jumlah semua kandungan air
(dalam berbagai sub sistem) dalam satu unit waktu yang ditinjau, yaitu antara

9
waktu terjadinya masukan dan waktu terjadinya keluaran. Persamaan ini tidak
dapat dipisahkan dari konsep dasar yang lainnya (siklus hidrologi) karena
pada hakikatnya, masukan ke dalam sub sistem yang ada, adalah keluaran
dari sub sistem yang lain dalam siklus tersebut (Sri Harto, 2000).
Jumlah air dalam laisan tanah ditentukan oleh faktor-faktor yang
memberikan air dan yang mengambil air dari lapisan tersebut. Sehingga
persamaan neraca air tanah bisa dinyatakan dalam bentuk yang paling
sederhana sebagai beikut :
Perubahan air dalam tanah = Jumlah air masuk Kehilangan air

Penambahan Air ke dalam Tanah :


Air biasanya masuk kedalam tanah melalui tiga cara yang bisa diukur,
yaitu hujan atau presipitasi(P), irigasi (I) dan sumbangan dari air tanah
melalui (K). Air tanah menyumbangkan air ke zonaperakaran melalui proses
kenaikan air secara kapiler dan jumlahnya cukup memadai apabilapermukaan
air tanah dangal (dekat dengan permukaan tanah). Jadi, masukan air ke dalam
tanah dapat dinyatakan dengan :
Pemasukan Air = P + I + K

Pengambilan Air dari dalam Tanah


Air meninggalkan lapisan tanah melalui proses evaporasi atau penguapan
dari permulaan tanah dan/atau transpirasi oleh tanaman yang dikenal dengan
istilah evapotranspirasi (ET), dan drainasi dalam (D). Sebagian air hujan tidak
sempat masuk ke dalam tanah (infiltrasi) karena mengalir dipermukaan
sebagai limpasan permukaan atau runoff (LP). Ketiga variabel kehilangan air
dari lapisan tanah ini merupakan faktor negatif dalam persamaan neraca air,
yang dinyatakan sebagai berikut :
Kehilangan Air = ET + D + LP

10
Neraca Air Tanah
Perubahan kandungan air tanah merupakan perbedaan antara jumlah air
yang masuk dan air yang keluar, dinyatakan melalui persamaan :
Perubahan Jumlah Air dalam Tanah = (P + I + K) (ET + D + LP)

Air dalam tanah ini berada dalam zona perakaran selama periode waktu
tertentu. Jumlah air inibisa diukur. Besarnya perubahan jumlah air dalam
lapisan ini antara satu pengukuran denganpengukuran kedua dipengaruhi oleh
sumbangan dari komponen-komponen persamaan neracaair. Misalnya,
jumlah air yang ada dalam zona perakaran pada saat awal adalah M1
dan pada akhir periode menjadi M2, maka persamaan neraca air dapat
dinyatakan dengan :

M1 M2 = P + I + K ET D LP
atau
M1 + P + I + K = M2 + ET + D + LP

Melalui persamaan ini, kita bisa menghitung salah satu variabel


apabila variabel-variabel lainnyasudah diketahui.Data kuantitatif curah hujan
(P), evapotranspirasi (ET), drainasi dalam (D) dan kandungan air pada saat
tertentu )M1 dan M2) untuk berbagai lokasi dan berbagai praktek sangat
bermanfaatuntuk memilih strategi manejemen air yang tepat. Untuk melihat
secara jelas bulan surplus dan defisit dari neraca air maka buatlah grafik
dimana sumbu-x adalah bulan dan sumbu-y adalah curah hujan, ETP dan
ETA.

11
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Neraca air (water balance) merupakan neraca masukan dan keluaran air
disuatu tempat pada periode tertentu, sehingga dapat untuk mengetahui
jumlah air tersebut kelebihan (surplus) ataupun kekurangan (defisit).
2. Sifat tanah yang merupakan komponen-komponen neraca air, misalnya
kapasitas menyimpan air (jumlah ruang pori), infiltrasi, kemantapan pori
sangat dipengaruhi oleh macam penggunaan lahan atau jenis dan susunan
tanaman yang tumbuh di tanah tersebut.
3. Terdapat 3 model neraca air yaitu, model neraca air umum, air lahan, dan
tanaman.
Manfaat dari adanya neraca air ini antara lain digunakan sebagai
dasar pembuatan bangunan penyimpanan dan pembagi air serta saluran-
salurannya, sebagai dasar pembuatan saluran drainase dan teknik
pengendalian banjir, sebagai dasar pemanfaatan air alam untuk berbagai
keperluan pertanian seperti tanaman pangan hortikultura, perkebunan,
kehutanan hingga perikanan.

12
DAFTAR PUSTAKA

Arsyad. 1989. Konservasi Tanah dan Air. Penerbit Institut Pertanian Bogor.
Bogor
Soewarno. 2000. Hidologi Operasional. Bandung : Nova.
Sosrodarsono, S. 1985. Hidrologi untuk Pengairan. PT. Paradyna Paramita.
Jakarta.
Sri Harto, BR. 2000). Hidrologi: Teori, Masalah, Penyelesaian. Yogyakarta:
Nafiri.
Anonim. Neraca Air. http://id.wikipedia.org/. Diakses pada 07 November 2013.
Siagian, Prasetyo. 2011. Menghitung Neraca Air Lahan Bulanan. http://Ilmu-
tanah.blogspot.com/. Diakses pada 07 November 2013.
Widianto. 2012. Pengantar Neraca Air Tanah. http://www.academia.edu/. Diakses
pada 07 November 2013.

13