Anda di halaman 1dari 3

KERANGKA ACUAN PENANGANAN EFEK SAMPING

( SUNTIK, PIL, IMPLAN, IUD )


No. Dokumen 440/045/412.43.16/
KAK.V/2016
No. Revisi
00
KAK Tanggal Terbit
2 Mei 2016
Halaman 1/3
PEMERINTAH KABUPATEN
BOJONEGORO
DINAS KESEHATAN
dr. VERA AGUSTINA
UPTD PUSKESMAS KANOR
KECAMATAN KANOR NIP.197908172010012003

KERANGKA ACUAN KERJA


PENANGANAN EFEK SAMPING ( SUNTIK, PIL, IMPLAN, IUD )

I. PENDAHULUAN
Penanganan efek samping KB adalah cara-cara penanganan untuk menangani
efek samping KB agar tidak menjadi komplikasi.

II. LATAR BELAKANG


Pencegahan kasus efek samping menjadi komplikasi

III. TUJUAN
Tujuan mum :
Sebagai pedoman petugas untuk melakukan penanganan efek samping yang
benar.
Tujuan khusus :
Memberikan pelayanan penanganan efek samping KB (suntik, pil, implant , IUD)

IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


Memberikan pelayanan penanganan efek samping KB (suntik, pil, implant , IUD)

V. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


1. Memanggil pasien
2. Memasukkan ke dalam regester
3. Melakukan anamesa
4. Petugas melakukan pemeriksaan terhadap klien,
Bila terdapat efek samping pada KB hormonal, lakukan tindakan/pengobatan
sesuai dengan kasus yang telah ditemui.
a. Pada Hormonal :
Bila terjadi Spotting atau perdarahan di luar haid: Lakukan pemeriksaan
gynecologi untuk melihat apakah ada keganasan atau kelainan pada
cervix dan beri penjelasan keadaan tersebut hanya bersifat sementara.
Bila agak lama, beri pil KB 1 2 tablet /hari.
Sampai 1 minggu, Ibuprofen 3 x 800 mg selama 5 hari bila tetap berlanjut
ganti dgn cara lain non hormonal.
Kenaikan Berat Badan: Bila kenaikan BB berlebihan maka pemakaian alat
kontrasepsi hormonal dihentikan untuk sementara atau diganti dengan
cara lain (non hormonal)
Amenorhoe: pastikan klien tdk hamil dengan pemeriksaan PP test dan bila
perlu lakukan pemeriksaan gynecologi sambil diberikan konseling bahwa
hal itu tidak perlu terapi .
Hyperpigmentasi: Hentikan penggunaan hormonal ganti dengan non
hormonal.
Hipertensi: Apabila lebih dari 160/105 mmHg, penggunaan hormonal
dihentikan dan ganti non hormonal, akseptor rujuk ke poli umum
b. Pada Non Hormonal :
Keputihan: Bila banyak beri obat vaginal dan jagalah kebersihan vagina.
Bila sampai menimbulkan bau, atau berubah warna, konsul ke dokter ahli.
Aminorhoe: Periksa kencing. Dan bila lebih dari 2 bulan, konsul ke dokter
ahli.
Erosi/Infeksi: Terjadi karena kekurangan perhatian terhadap asepsis dan
antisepsis. Bila ditemukan radang dapat diberikan antibiotic atas instruksi
dokter atau rujuk internal

V. SASARAN
PUS yang pasca kb iud,implan,suntik,pil yang mengalami efek samping.

VI. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN PROGRAM KB


Waktu dan Lokasi
Hari Pelaksanaan : Pelayanan di Puskesmas stiap hari jam kerja
Waktu Pelaksanaan : Di luar puskesmas sesuai jadwal.
Sasaran : Pasangan usia yang ikut kb pil,implan,iud,suntik.
VII. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN
Evaluasi di lakukan oleh penanggung jawab program terhadap ketepatan
pelaksanaan kegiatan apakah sesuai jadwal pada saat persiapan dan pelaksanaan
kegiatan. Evaluasi dilakukan setiap akhir kegiatan oleh penanggung jawab program
dan ditujukan kepada kepala puskesmas dengan tembusan Dinas Kesehatan.
Evaluasi kegiatan ini akan dilakukan dalam bentuk postest dilakukan oleh
penanggung jawab program dan ditujukan kepada kepala puskesmas dengan
tembusan Dinas Kesehatan.

VIII. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


Penanggung jawab program harus membuat laporan tiap kegiatan paling
lambat 1 bulan setelah pelaksanaan kegiatan kepada Kepala Puskesmas dan
evaluasi akhir kegiatan paling lambat 1 bulan setelah keseluruhan kegiatan selesai di
lakukan.

IX. PENUTUP

Demikian kerangka acuan ini di buat sebagai bahan pedoman dalam melaksanakan
Penanganan efek samping kb iud,implan,suntik,pil.