Anda di halaman 1dari 3

Nama : Rio Michael Jeksen

NIM : 21030117120011
Jueusan : Teknik Kimia
1. Apa yang membedakan manusia dengan binatang dalam kaitan dengan agama?
Ketika berbicara tentang agama, kita dapat mengatakan bahwa yang
membedakan manusia dengan binatang adalah agama. Manusia mengenal agama
sedangkan binatang tidak mengenal agama. Dalam kaitan dengan agama pada
saat Alkitab mengatakan bahwa kita diciptakan menurut gambaran Allah seperti
yang dikutip pada Kejadian 1 : 26 yang berbunyi demikian = Berfirmanlah Allah
: Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya
mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas
ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di
bumi.. Maka ini mengacu kepada akal budi yang dipunyai oleh manusia.

2. Bagaimana proses kemunculan agama-agama?


Ada 2 hal yang mempengaruhi asal usul kesadaran beragama :
Makhluk Kodrati = manusia selalu berjuang untuk berhubungan dengan
manusia lainnya
Makhluk adikodrati = manusia selalu berjuang berhubungan dan mencari
Yang Mutlak yaitu Tuhan
Ada beberapa teori tentang kemunculan agama, seperti:
E.B. Tylor
Ia mengatakan bahwa agama tertua di muka bumi ini adalah animisme. Yaitu
kepercayaan akan adanya mahkluk halus atau roh-roh yang mendiami alam
semesta ini. Fenomena ini merupakan bentuk awal dari agama.
R.R. Marret
Ia mengatakan bahwa agama tertua ada pra-anismisme yaitu dynamisme.
Manusia merasa rendah diri, dan takut akan gejala-gejala alam, benda-benda
gaib.
W. Schmidt
Ia mengemukakan bahwa, agama asli adalah pra animisme bukan dynamisme,
melainkan monotheisme, yaitu kepercayaan terhadap satu oknum atau zat
tertinggi, Ilahi.
Jhon Calvin dan Agustinus (Tokoh Reformasi Gereja)
Mereka mengemukakan, bahwa agama adalah semen religionis, artinya dalam
diri setiap manusia terdapat perasaan ingin berhubungan dengan Yang Maha
Kuasa. Manusia selalu cenderung ingin mencari Tuhan. Dalam diri manusia
terdapat perasaan yang suci untuk mengenal dan mencari Tuhan.

3. Jelaskan istilah agama ditinjau dari bahasa Sansekerta dan bahasa Latin?
Istilah Agama ( Bahasa Sansekerta )
Secara etimologi, kata agama berasal dari bahasa Sansekerta, yang berasal
dari akar kata gam artinya pergi.
A + gam + A = agama = jalan. Maksudnya, jalan untuk mencapai
kebahagiaan.
Agama (bahasa Sansekerta):
a dan gama.
A= tidak dan gama = kacau.
Jadi, agama artinya tidak kacau atau teratur.
Maksudnya, agama adalah peraturan yang dapat membebaskan manusia dari
kekacauan yang dihadapi dalam hidupnya, bahkan menjelang matinya.

Religio ( Bahasa Latin )


o Mengikat, menambat, menjalin, menganyam
o Memperhatikan dengan seksama
Istilah religio berhubungan dengan hati nurani, batin, perasaan, dan
keyakinan.
Agama adalah seseorang yang dengan sadar, mengikatkan atau
menyangkutkan dirinya dengan Yang Maha Kuasa.
Bahasa Latin ini kemudian diterjemahkan dalam bahasa Inggris menjadi
religion. Namun religion lebih dikaitkan dengan arti tabu, larangan, pantangan
yakni pengekangan diri, pengendalian diri dalam kaitannya dengan suatu
sistem kepercayaan, ibadah.
Jadi agama adalah suatu kepercayaan/ keyakinan mengenai kuasa-kuasa
dan kenyataan yang supranatural sifatnya, yang dianggap sebagai yang
ilahi dan biasanya dipersonifikasikan dalam wujud dewa, illah atau Allah.

4. Bagaimana Jhon Calvin dan Augustus mendefenisikan agama?


Mereka mendefinisikan agama adalah semen religionis, artinya dalam diri setiap
manusia terdapat perasaan ingin berhubungan dengan Yang Maha Kuasa.
Manusia selalu cenderung ingin mencari Tuhan.

5. Apa saja manfaat dari agama dalam kehidupan seseorang?


Manfaat agama dalam kehidupan seseorang adalah :
Agama sebagai penyelamat
Agama sebagai pedoman pendidikan
Agama sebagai kontrol sosial agar tidak terjadi kesenjangan sosial
Agama sebagai perdamain, pemersatu, pembaharuan dan penahan emosi
(sublimatif).

6. Mengapa manusia merasa perlu beragama?


Ada beberapa alasan mengapa perlu merasa bergama :
Agama sangat mempengaruhi pola hidup manusia, mengarahka manusia,
dan memberi warna hidup manusia dalam berbudaya secara universal.
Agama merupakan landasan moral manusia.
Agama mengajarkan kebenaran.
Karena agam yang membuat hati manusia tenang.
Agama merupakan kewajiban, meskipun tidak ada paksaan
7. Mengapa agama membutuhkan pengorganisasian?
Pengorganisasian dibutuhkan dalam bergama adalah untuk pembagian tugas
dan departementalisai.