Anda di halaman 1dari 20

MODUL 3

PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT PROYEK

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bab ini anda


diharapkan dapat:

a. Mengidentifikasi pihak-pihak
yang terlibat dalam proyek
konstruksi
b. Mengidentifikasi peran dan
tugas pemilik proyek (owner)
c. Mengidentifikasi peran dan
tugas konsultan (pengawas dan
perencana)
d. Mengidentifikasi peran dan
tugas kontraktor
e. Mengidentifikasi keterkaitan
antara pemilik proyek,
konsultan, dan kontraktor

60
3.1. Pihak-Pihak yang Terlibat dalam Proyek Konstruksi
Dalam suatu proyek konstruksi, kegiatan yang akan dihadapi atau
dilaksanakan bersifat sangat kompleks. Maka memerlukan pengelolaan
manajemen yang baik, sehingga pada akhirnya proyek dapat berjalan dengan baik
dan sesuai dengan apa yang sudah direncanakan. Dalam pelaksanaan proyek
harus diselenggarakan secara menyeluruh mulai dari tahap perencanaan, tahap
pelaksanaan, hingga pada tahap pemeliharaan. Dimana banyak melibatkan
macam-macam disiplin ilmu dan komponen pendukung lainnya. Pihal-pihak yang
terlibat dalam proyek konstruksi dari tahap perencanaan, tahap pelaksanaan,
hingga tahap pemeliharaan dapat dikelompokkan menjadi tiga pihak, yaitu pihak
pemilik proyek (owner), pihak konsultan, pihak kontraktor.

Pemilik proyek

Pengguna Jasa

Penyedia Jasa

Konsultan Kontraktor

Gambar 3.1 Pihak yang Terlibat dalam proyek Konstruksi

Sumber: Ervianto, 2005:43

Masing-masing unsur atau pihak-pihak yang terlibat memiliki tugas,


kewajiban, tanggung jawab, dan wewenang sesuai dengan posisinya masing-
masing. Saat melaksanakan pembangunan suatu proyek konstruksi, masing-
masing pihak sesuai dengan posisinya berinterraksi satusama lahin dalam suatu
hubungan kerja. Dalam mencapai kesuksesan hal yang menjadi komponen utama
adalah koordinasi yang baik dari berbagai pihak yang terlibat dalam perencanaan,
pelaksanaan, dan pengendalian proyek konstruksi.

61
3.2. Pemilik Proyek (Owner)
Pemilik (owner) adalah seseorang atau instansi yang memiliki hak proyek
yang dibangun dan membiayai seluruh biaya proyek. Pemilik proyek atau
pemberi tugas atau pengguna jasa adalah orang/badan yang memiliki proyek dan
memberikan pekerjaan atau menyuruh memberikan pekerjaan kepada pihak
penyedia jasa dan yang membayar biaya pekerjaan tersebut (Ervianto, 2005:44).
Pemilik akan menunjuk suatu badan hukum yang bergerak dibidang jasa
konstruksi sebagai konsultan perencana dan pemborong kerja / kontraktor.

Tugas dana dan kewajiban Owner adalah sebagai


berikut:
1. Mengadakan dan menetapkan pemenang
lelang.
2. Menyediakan dan membayar semua biaya
yang dikeluarkan untuk membangun proyek.
3. Menilai pekerjaan (menyetujui atau menolak
perubahan) dan melakukan pengawasan secara
berkala.
4. Menandatangani surat perjanjian/kontrak dan
mengeluarkan surat perintah kerja kepada pihak
konsultan perencana, konsultan pengawas dan
kontraktor pelaksana.
5. Mengambil keputusan terakhir terkait dengan
proyek dan menghentikan pekerjaan apabila
dipandangperlu.
6. Menetapkan waktu pelaksanaan pekerjaan dan
menerima pekerjaan apabila telah selesai sesuai
dengan syarat yang telah ditetapkan.
7. Menuntut perbaikan dan penyempurnaan
bangunan dalam masa pemeliharaan

62
Hak dan kewajiban pengguna jasa adalah:
1. Menunjuk penyedia jasa (konsultan dan kontraktor).
2. Meminta laporan secara periodik mengenai pelaksanaan pekerjaan yang telah
dilakukan oleh penyedia jasa.
3. Memberikan fasilitas baik berupa sarana dan prasaran yang dibutuhkan oleh
pihak penyedia jasa untuk kelancaran pekerjaan.
4. Menyediakan lahan untk tempat pelaksanaan pekerjaan.
5. Menyediakan dana dankemudia membayar kepada pihak penyedia jasa
sejumlah biaya yang diperlukan untuk mewujudkan sebuah bangunan.
6. Ikut mengawasi jalannya pelaksanaan pekerjaan yang direncanakan dengan
cara menempatkan atau menunjuk suatu badan atau orang untuk bertindak atas
nama pemilik.
7. Mengesahkan perubahan dalam pekerjaan (bila terjadi).
8. Menerima dan mengesahkan pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan oleh
penyedia jasa jika produknya telah sesuai dengan apa yang dikehendaki.

3.3. Konsultan
Secara umum, yang dimaksudkan dengan konsultan profesional atau
disingkat dengan konsultan menurut H. L. Shenson (1990) adalah perorangan
atau perusahaan yang memiliki keahlian, kecakapan, dan bakat khusus dan
tersedia bagi yang memerlukan (klien), dengan imbalan sejumlah upah.
Konsultan profesional memberikan nasehat dan seringkali membantu
melaksanakan nasehat tersebut dengan dan untuk klien
Dari definisi di atas terlihat bahwa konsultan menyediakan jasa dalam
bentuk keahlian, dan seringkali dilanjutkan dengan pekerj aan atau kegiatan
yang merupakan implementasi nasehat yang diberikan, sampai membuahkan
hasil yang nyata. Sebagai contoh, suatu perusahaan ingin menggunakan jasa
konsultan untuk meningkatkan produktivitas usahanya.
Setelah mengadakan penelitian, konsultan yang bersangkutan
mengusulkan dalam suatu laporan, agar diadakan perbaikan kualitas dan
kecakapan para pengawas lapangan dari erusahaan tersebut. Dalam hal ini,
seringkali pihak klien menginginkan agar konsultan yang bersangkutan pada
langkah berikutnya, mengimplementasikan usulan yang diajukan, seperti
63
mempersiapkan materi program latihan, dengadakan instruktur, dan
melaksanakan latihan di kelas dan di lapangan.
Permintaan akan jasa konsultan meningkat sej alan dengan
perkembangan usaha dan industri di dalam masyarakat modern. Salah satu
ciri dari masyarakat modern adalah tumbuhnya spesialisasi dalam berbagai
bidang kegiatan, dan ini sering tidak dapat dipenuhi oleh para ahli yang
tersedia di dalam per-
usahaan pada saat diperlukan. Oleh karena itu, diusahakan
mendapatkannya dari luar organisasi berupa konsultan. Seb aliknya,di dalam
perusahaan pada saat diperlukan. Oleh karena itu, diusahakan
mendapatkannya dari luar organisasi
berupa konsultan. Sebaliknya, konsultan memperhatikan keperluan klien
menyediakan jasa untuk mengkaji persoalan yang dihadapinya, kemudian
merumuskan alternatif jalan keluar untuk dipertimbangkan.
Kualitas dan Kredibilitas
Telah disinggung sebelumnya bahwa konsultan memiliki pengetahuan
khusus, yaitu keahlian, kecakapan, dan bakat yang disediakan untuk melayani
klien. Seperti halnya komoditi yang lain, akan lebih menarik minat pembeli
bilamana mutunya lebih baik. Tetapi karena dalam hal ini yang dipasarkan
adalah keahlian dan kecakapan, maka tidaklah mudah untuk menentukan
standar dan menyusun kriteria kualitas seorang konsultan atau perusahaan
konsultan. Beberapa "syarat minimal" yang dianggap perlu dimiliki dan
diperhatikan oleh konsultan dalam upaya menjaga mutu hasil-hasil
pekerjaannya, antara lain adalah:
Mampu Menggunakan Pendekatan
Bersifat Menyeluruh (compr ehensive) Hal ini berarti bahwa seorang
atau sebuah perusahaan konsultan harus melihat permasalahan dari segala
segi, memperhatikan segala faktor yang mungkin dapat mempengaruhinya, dan
kemudian menyuguhkan alternatif pemecahannya.
Didasarkan atas Kenyataan
Segala sesuatu diusahakan berdasarkan fakta, bukan perasaan, yang
kemudian dikaji ulang akan kebenaran dan akurasinya.

64
Adanya Keterkaitan (Re levansi)
Terhadap Permasalahan Kemampuan untuk mengenal hal-hal yang
betul-betul ada hubungannya dengan masalah yang sedang dibahas dengan
menjauhi penjelasan atau keterangan yang tidak relevan.
Memiliki Kecakapan
Konsultan diharapkan dapat malihat kedepan, maksudnya dapat
mengantisipasi dan memperkirakan akibat dan dampak dari
keputusankeputusan yang diambil.
Menguasai Perbendaharaan Bahasa
Diperlukan Dapat cepat memahami apa yang dimaksudkan. Kecakapan
merumuskan dan mengkomunikasikan pendapatnya dengan baik.
Bersifat Ulet Konsultan
Seringkali diserahi tugas yang kompleks. Untuk itu perlu keuletan dan
kepandaian menguraikan tugas tersebut dan menentukan li ngkup yang
mempunyai posisi kunci, kemudian mencari cara pendekatan dan metode yang
tepat untuk menanganinya.
Kreatif
Dalam banyak hal, konsultan tidak perlu menunggu, bahkan harus
mendahului menyuguhkan ide atau gagasan yang baru dan segar, untuk
menyelesaikan tugas yang diserahkan kepadanya.

Di samping syarat-syarat di atas, ada satu lagi yang tidak dapat ditawar,
yaitu penguasaan teknis secara prima atas disiplin ilmu atau profesi yang
ditawarkan. Dari segi reliabilitas dan kredibilitas, konsultan dapat dilihat dari
pendekatannya yang didasarkan atas penggunaan pengetahuan dan
pengalamannya secara objektif dan independen demi kepentingan proyek
yang sedang ditangani, meskipun seandainya berbeda pendapat dengan
pemilik proyek.

65
Bentuk Usaha Konsultan

Bentuk

Perusahaan Konsultan Konsultan Perorangan

Gambar 3.2 Bentuk Konsultan

a. Konsultan Perorangan
Seringkali dijumpai keadaan di mana diperlukan bantuan hanya oleh
seorang a tau dua tenaga ahli untuk membantu memecahkan masalah yang
sedang dihadapi. Untuk maksud tersebut, langkah yang diambil adalah
menghubungi langsung pihak yang bersangkutan yang dianggap mempunyai
cukup kemampuan untuk menangani masalah ter sebut. Keuntungannya
adalah dalam proses mencari, negosiasi, sampai penandatanganan kontrak
yang umumnya memakan waktu cepat. Hanya saja pemakai jasa konsultan
semacam ini harus menyediakan tenaga administrasi dan pendukung yang
lain. Bila banyak tenaga ahli yang diperlukan dan mereka menangani
masing-masing masalah yang berbeda tetapi banyak keterkaitannya, di mana
diperlukan kerjasama sebagai tim, maka pendekatan dengan cara
mengerjakan sejumlah konsultan perorangan akan banyak menemui kesulitan
dalam hal komunikasi, pengertian, kekompakan, dan kepemimpinan di antara
mereka.

b. Perusahaan Konsultan
Berbeda dengan konsultan perorangan, pada perusahaan konsultan,
tenaga-tenaga ahli dihimpun dalam suatu wadah organisasi. Wadah inilah yang
mengorganisir, mengatur, mengerjakan, serta memberi dukungan teknis dan
administrasi yang berpusat di home off ice. Perusahaan konsultan akan
menandatangani kontrak untuk menyediakan jasa konsultasi kepada klien,
66
meliputi segala sesuatu yang termuat dalam dokumen kerangka acuan (termof
ref erence-TOR). Kontrak ini merupakan komitmen antarperusahaan untuk
menyelesaikan kewajiban dan tugas sebaik-baiknya, dari segi jadwal, mutu,
dan biaya yang telah disetujui dengan cara profesional. Meskipun umumnya
relatif lebih mahal dibanding konsultan perorangan, namun pihak klien
memperoleh keuntungan berupa adanya satu badan yang mewakili, mengurus,
serta bertanggung jawab atas segala urusan personil dan kelancaran
pekerjaan, seperti penggantian personil, kompensasi, penyusunan laporan,
koordinasi dalam tim, dan lain-lain. Dari sisi lain, konsultan dapat
dikategorikan berdasarkan bidang keahlian atau disiplin ilmu yang
dikuasainya, seperti manajemen umum, akuntansi, arsitek, engineering,
hukum, sosial-ekonomi, dan lain-lain. Juga dapat dikelompokkan secara
sektoral, misalnya penelitian tanah, potensi sumber air tawar, korosi terhadap
logam, peralatan di lokasi proyek, dan lain-lain.

Macam- Macam Konsultan

Konsultan Perencana

Konsultan

Konsultan Pengawas

Gambar 3.3 Macam-macam Konsultan

67
a. Konsultan Perencana

Gambar 3.4 Konsultan Perencana


Sumber : http://www.griyabagus.com/2015/05/siapakah-konsultan-itu.html

Yang dimaksud perencana adalah ahli bangunan yang biasa disebut arsitek,
yaitu perorangan atau badan hukum yang mempergunakan keahliannya dan
berdasarkan surat perintah tugas dari pemilik , mengerjakan perencanaan
bangunan. Konsultan perencana adalah orang/badan yang membuat perencanaan
bagunan secara lengkap baik bidang arsitektur, sipil dan bidang lain yang melekat
erat membentuk sebuah sistem bangunan (Ervianto, 2005:45). Perencana dapat
berbentuk perorangan , yaitu seorang ahli arsitek (Insinyur Arsitek ), biro- biro
perencana (Biro Arsitek ) dan kadang kadang jawatan teknik.
Syarat-syarat perencana antara lain:
1. Perencana dapat berupa perorangan atau berbentuk badan hukum . pemberi
tugas dal hal- hal yang menyangkut teknik pelaksanaan pekerjaan konstruksi
fisik
2. Perencana harus mampu / mengusahakan semaksimal mungkin memenuhi
keinginan pemilik, oleh karenanya harus seorang ahli.
3. Perencana harus merupakan kepercayaan pemilik
4. Perencana harus sanggup dan mampu menjadi penasehat dalam pelaksanaan
pekerjaan
Tugas dan tanggung jawab konsultan perencana pada proyek konstruksi
secara umum adalah :
68
1. Merealisasikan gagasan/ kebutuhan owner berkaitan dengan pembangunan
suatu proyek konstruksi
2. Melakukan perencanaan dan perancangan proyek sesuai dengan keinginan
pemilik proyek (owner), baik untuk perencanaan struktur, arsitektur,
mekanikal, elektrikal, landscape, dan lain sebagainya yang meliputi gambar
bestek, Rencana Kerja dan Syarat-syarat, hitungan struktur serta hitungan
anggaran dan biaya berdasarkan peraturan-peraturan dan syarat yang ada.
3. Merencanakan spesifikasi bahan dan alat yang digunakan sesuai dengan
peraturan dan syarat yang ada serta memberikan metode yang harus
diterapkan dalam pelaksanaan.
4. Memberikan saran, usulan dan pertimbangan kepada pengawas dan
pelaksana apabila terjadi permasalahan di lapangan selama proses konstruksi.
5. Memberikan jawaban dan penjelasan kepada kontraktor mengenai hal-hal
yang kurang jelas dari gambar-gambar bestek serta Rencana Kerja dan
syarat-syarat (RKS).
6. Membuat dokumen lelang yang terdiri dari : (1) Perjanjian Pemborongan, (2)
Gambar-gambar bestek dan gambar-gambar detail, (3) Rencana Kerja dan
Syarat-syarat (RKS), (4) Daftar uraian singkat dan tafsiran atau hitungan
volume untuk setiap jenis pekerjaan.
7. Membantu dalam pelelangan proyek seperti memberikan penjelasan dalam
rapat Penjelasan pekerjaan (Aanwijzing) dan membuat berita acara
penjelasannya.
8. Menghadiri rapat koordinasi pengelola/ pelaksana proyek secara berkala.
9. Mempertanggung jawabkan hasil perencanaan kepada pemberi tugas atau
pemilik proyek (owner).

69
Hak dan kewajiban konsultan perencana adalah:
1. Membuat perencanaan secara lengkap yang terdiri dari
gambar rencana, rencana kerja dan syarat-syarat, hitungan
struktur, rencana anggaran biaya.
2. Memberikan usulan serta pertimbangan kepada pengguna
jasa dan pihak kontraktor tentang pelaksanaan pekerjaan.
3. Memberikan jawaban dan penjelasan kepada kontraktor
tentang hal-hal yang kurang jelas dalam gambar rencana,
rencana kerja dan syarat-syarat.
4. Membuat gambar revisi bila terjadi perubahan perencanaan.
5. Menghindari rapat koordinasi pengelolaan proyek.

b. Konsultan Pengawas

Gambar 3.5 Konsultan Pengawas


Sumber : https://ikbatek-04.com/berita-
137-jasa-konsultan-pengawasan-
umum.html

70
Merupakan badan yang ditunjuk owner untuk mengawsi pelaksanaan
proyek oleh kontraktor dilapangan. Pengawas berarti mewakili pemberi tugas
dalam tahap pelaksanaan pekerjaan konstruksi tetap, bukan sebagai pimpinan
harian melainkan hanya mewakili pemberi tugas dal hal- hal yang menyangkut
teknik pelaksanaan pekerjaan konstruksi fisik. Konsultan pengawas adalah
orang/badan yang ditunjuk pengguna jasa untuk membantu dalam pengelolaan
pelaksanaan pekerjaan pembangunan mulai awal hingag berakhirnya pekerjaan
tersebut (Ervianto, 2005:45)

Tugas dari konsultan pengawas yang


meliputi :
1. Menyelesaikan pelaksanaan pekerjaan
dalam waktu yang telah ditetapkan.
2. Membimbing dan mengadakan
pengawasan secara periodik dalam
pelaksanaan pekerjaan.
3. Melakukan perhitungan presentasi
pekerjaan
4. Mengoordinasi dan mengendalikan
kegiatan konstruksi serta aliran
informasi antara berbagai bidang agar
pelaksanaan berjalan lancar.

Hak dan kewajiban konsultan pengawas adalah:


1. Menyelesaikan pelaksanaan pekerjaan dalam waktu yang telah ditetapkan.
2. Membimbing dan mengadakan pengawasan secara periodik dalam
pelaksanaan pekerjaan.
3. Melakukan perhitungan prestasi pekerjaan.
4. Mengkoordinasi dan mengendalikan kegiatan konstruksi serta aliran
informasi antara berbagai bidang agar pelaksana pekerjaan berjalan lancar.
5. Menghindari kesalahan yang mungkin terjadi sedini mungkin serta
menghindari pembengkakan biaya.
71
6. Mengatasi dan memecahkan persoalan yang timbul di lapangan agar
dicapai hasil akhir sesuai kualitas, kuantitas serta waktu pelaksanaan yang
telah ditetapkan.
7. Menerima atau menolak material/peralatan yang didatangkan kontraktor.
8. Menghentikan sementara bila terjadi penyimpangan dari peraturan yang
berlaku.
9. Menyusun laporan kemajuan pekerjaan (harian, mingguan, bulanan).
10. Menyiapkan dan menghitung adanya kemungkinan pekerjaan tambah/kuran

BIDANG GARAPAN KONSULTAN


A. Menyiapkan Paket Kerja
Paket kerja ini merupakan bagian atau komponen lingkup kerja
proyek, seperti paket pekerjaan arsitektur, engineering, analisis tanah
untuk tiang pancang clan pondasi, clan lain-lain. Paket-paket tersebut
merupakan hasil kerja tuntas siap untuk dilaksanakan, terdiri dari hasil
perhitungan clan analisis, gambar, rancangan, hasil testing, clan lain-
lain. Langkah berikutnya tergantung kepada pemilik, kepada siapa pemilik
akan menyerahkan tanggung jawab atas implementasi fisik proyek.
Survei
Survei meliputi bidang kegiatan yang amat luas, tergantung jenis
proyek yang akan diselenggarakan. Misalnya, jika proyek berkaitan
dengan lingkungan hidup seperti keanekaragaman hayati (bio-
diversity) di sua tu wilayah, maka survei ini akan terdiri dari bio-
physical tanaman clan satwa, penentuan tapal batas wilayah yang
akan dilindungi, menentukan buffer zone dengan daerah pemukiman,
studi clan survei sosioekonomi masyarakat clan lainlain. Salah satu jenis
proyek E-MK yang selalu memerlukan survei ada lah membangun
jaringan radio telekomunikasi. Di sini survei diperlukan antara lain
untuk menentukan letak repea ter, penelitian keadaan fisik lokasi,
gangguan atau halangan yang mungkin ada di antara dua titik atau
lebih lokasi.

72
Gambar 3.6 Survei Lokasi
Sumber: http://www.antarafoto.com/bisnis/v1378543811/survei-proyek-mrt

Studi dan Penelitian


Studi clan penelitian tidak jarang dibutuhkan untuk mendukung
bagian-bagian tertentu kegiatan proyek. Misalnya, bagi lokasi proyek di
daerah terpencil clan belum tersedia data yang cukup, seringkali
pemilik atau kontraktor meminta jasa konsultan untuk mempelajari
clan meneliti keadaan iklim, curah hujan, arah clan kecepatan angin,
persediaan air tawar, clan lain-lain. Contoh lain adalah proyek
membangun dermaga. Sebelum memilih lokasi yang pasti, diadakan
studi clan penelitian mengenai arah clan kecepatan arus, ketinggian
gelombang, kecepatan pendangkalan, clan lain-lain. Adapun studi
penting yang tidak dapat diabaikan pada awal proyek adalah studi ke
layakan, yang mencoba menyoroti semua aspek untuk disimpulkan la
yak tidaknya sua tu gagasan diimplementasi menjadi proyek. Salah satu
studi yang seringkali perlu disertai survei clan telah dituangkan dalam
satu peraturan, ialah AMDAL, yaitu bagi proyek yang diperkirakan
berpotensi mengganggu kelestarian lingkungan, diwajibkan mengadakan
studi analisis dampak lingkungan.
Bantuan Manajemen
Jenis konsultasi yang berkembang pesat dalam lingkungan proyek
adalah bantuan manajemen. Bantuan ini meliputi sebagian atau
seluruh lingkup proyek. Seringkali konsultasi semacam ini di
73
samping memberikan nasehat atau rekomendasi, juga melakukan
kegiatan yang langsung maupun tidak langsung berkaitan dengan
implementasiny a. Salah satu kegiatan yang telah dipraktekkan secara
luas adalah Konsultasi manajemen konstruksi-KMK (construction
managemen t- CM).
Program Pelatihan
Perangkat lunak yang akan menangani operasi dan pemeliharaan
instalasi setelah pembangunannya selesai, sudah harus dipersiapkan
jauh sebelumnya. Karena operasi dan pemeliharaan berlainan antara
satu dengan lain sesuai dengan jenis industri yang dibangun proyek,
maka pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan di samping
yang bersifat dasar, juga bersifat khusus . Untuk memenuhinya,
disiapkan program pendidikan dan pelatihan khusus, mencakup antara
lain merekrut, menyeleksi, melatih di kelas dan di lapangan untuk
calon operator dan mekanik. Kegiatan ini kompleks, rumit, dan
memakan waktu. Umumnya tersedia perusahaan konsultan yang siap
secara profesional untuk menangani kegiatan tersebut.
Pengendal ian Mutu
Pengendalian mutu merupakan pekerjaan yang tidak dapat
dipisahkan dari suatu kegiatan proyek. Sifat pekerjaannya memerlukan
prosedur yang khusus, menuntut ketelitian dan pengalaman.
Perusahaan konsultan yang menyediakan ja sa dalam bidang tersebut,
umumnya telah melengkapi diri dengan personil yang terlatih dan
peralatan yang cukup, sehingga mampu melakukan tugasnya dengan
efisien dan terpercaya.
Prakomisi, Uji Coba, dan Start-u p
Bidang konsultasi untuk proyek meliputi pula pekerja-pekerja
inspeksi, prakomisi, uji coba, dan start-up peralatan, bagian instalasi
ataupun keseluruhan.
Administrasi, Periji nan, dan Hukum
Banyak kegiatan administrasi yang merupakan tambahan
pekerjaan baru bagi suatu organisasi perusahaan operasional yang akan
menyelenggarakan proyek. Contoh untuk ini adalah pengelolaan
74
administrasi pinjaman dana (loan adminis tration), mempersiapkan
sistem akuntansi perusahaan dengan kode akuntansi yang dipakai
untuk pembebanan biaya dalam pengendalian proyek (project cost
control), catatan aset (asset record), dan lainlain.
Pengadaan Dana
Mengusahakan terpenuhinya jumlah dana untuk proyek bukan
termasuk hal yang rutin untuk sebuah perusahaan.

Gambar 3.7 Macam-macam paket kerja bagian lingkup proyek


yang dapat diserahkan kepada konsultan

3.4. Kontraktor
. Kontraktor adalah orang/badan yang menerima pekerjaan dan
menyelenggarakan pelaksanaan pekerjaan sesuai biaya yang telah ditetapkan
berdasarkan gambar rencana dan peraturan serta syarat-syarat yang ditetapkan
(Ervianto, 2005:46). Tugas dan kewajiban kontraktor dalam kontrak EPK
adalah bertanggung jawab atas mplementasi fisik proyek. Adapun lingkup
kerj anya meliputi desain-engineering, pembelian dan konstruksi, termasuk
memantau dan inspeksi proses pabrikasi peralatan yang dipesan dari
manufaktur atau pabrik. Pada proyek E-MK, hasil akhir proyek berupa
fasilitas prasarana atau instalasi produksi. Dalam melaksanakan tugasnya,
kontraktor acapkali memberikan beberapa paket pekerjaan bagian dari proyek
75
kepada subkontraktor, tetapi tetap bertanggung jawab penuh kepada pemilik
atas integritas hasil-hasilnya.

Gambar 3.8 Kontraktor


Sumber : http://www.ilmutekniksipilindonesia.com/2014/04/apa-tugas-
dan-tanggung-jawab-kontraktor.html

Proses pemilihan kontraktor adalah serangkaian kegiatan mulai dari


mengidentifikasi keperluan jasa kontraktor oleh pemilik,mempersiapkan paket
lelang, melakukanlelang, sampai tanda tangan kontrak untuk menangani
implementasi fisik proyek. Mengingat besarnya sumber day a yang terlibat,
serta risiko yang dihadapi, maka dalam usaha mendapatkan kontraktor yang
diharapkan mampu melaksanakan tugas yang akan diberikan, perlu diterapkan
seleksi yang ketat. Untuk maksud tersebut dikenal beberapa prosedur, salah
satu di antaranya adalah mengadakan lelang terbuka (competitive bidding).
Tugas dan tanggung jawab Kontraktor pada proyek konstruksi secara umum
adalah :
1. Melaksanakan pekerjaan sesuai gambar rencana, peraturan dan syarat-
syarat, risalah penjelasan pekerjaan dan syarat-syarat tambahan yang
telah ditetapkan oleh pengguna jasa.
2. Membuat gambar-gambar pelaksanaan Shop Drawing yang disahkan oleh
konsultan pengawas sebagai wakil dari pengguna jasa.
3. Menyediakan alat keselamatan kerja seperti yang diwajibkan dalam
peraturan untuk menjaga keselamatan pekerja dan masyarakat.
4. Membuat rencana jadwal pelaksanaan.

76
5. Membuat laporan hasil pekerjaan berupa laporan harian, mingguan dan
bulanan.
6. Menyediakan peralatan dan penyediaaan bahan.
7. Membuat buku penggunaan dan pemeliharaan bangunan.
8. Menyerahkan seluruh atau sebagian pekerjaan yang telah diselesaikannya
sesuai ketetapan yang berlaku.

Hak dan kewajiban kontraktor


adalah:
1. Melaksanakan pekerjaan
sesuai gambar rencana, peraturan dan
syarat-syarat, risalah penjelasan
pekerjaan (aanvullings) dan syarat-
syarat tambahan yang telah
ditetapkan oleh pengguna jasa.
2. Membuat gambar-gambar
pelaksanaan yang disahkan oleh
konsultan pengawas sebagai wakil
dari pengguna jasa.
3. Menyediakan alat
keselamatan kerja seperti yang
diwajibkan dalam peraturan untuk
menjaga keselamatan pekerja dan
masyarakat
4. Membuat laporan hasil
pekerjaan berupa laporan harian,
mingguan dan bulanan.
5. Menyerahkan seluruh atau
sebagian pekerjaan yang telah
diselesaikannya sesuai ketetapan
yang berlaku.
77
3.5. Hubungan Kerja Pemilik Proyek, Konsultan, dan Kontraktor

Gambar 3.7 Hubungan


Hubungan tiga pihak Kerja Unsur-unsur
yang terjadi pelaksanaan
antara pemilik Pembangunan
proyek, konsultan dan
kontraktor
Sumber: diatur sebagai
Ervianto, berikut (Ervianto,2005:48):
2005:47
a. Konsultan dengan pemilik proyek, ikatan berdasarkan kontrak. Konsultan
memberikan layanan konsultasi di mana produk yang dihasilkan berupa
gambar-gambar rencana dan peraturan serta syarat-syarat, sedangkan pemilik
proyek memberikan biaya jasa atas konsultasi yang diberikan oleh konsultan.
b. Kontraktor dengan pemilik proyek, ikatan berdasarkan kontrak. Kontraktor
memberikan layanan jasa profesionalnya berupa bangunan sebagai realisasi
dari keinginan pemilik proyek yang telah dituangkan ke dalam gambar
rencana dan peraturan serta syarat-syarat oleh konsultan, sedangkan pemilik
proyek memberikan biaya jasa profesional kontraktor.
c. Konsultan dengan kontraktor, ikatan berdasarkan peraturan pelaksanaan.
Konsultan memberikan gambar rencana dan peraturan serta syarat-syarat,
kemudian kontraktor harus merealisasikan menjadi sebuah bangunan.

78
This document was created with Win2PDF available at http://www.win2pdf.com.
The unregistered version of Win2PDF is for evaluation or non-commercial use only.