Anda di halaman 1dari 26

PERCOBAAN 2

LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ANALITIK DASAR

ANALISIS ANION

OLEH:
KELOMPOK 3
1. ANITA LESTARI (160332605890)
2. DEWI SANTOSIANI (160332605893) **
3. MARIA APRILIANA MAJA WARA(160332605895)
4. MOHAMAD SYAFII (160332605891)

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
2017
JUDUL PERCOBAAN: ANALISIS ANION

TUJUAN :
Setelah melakukan percobaan ini mahasiswa diharapkan dapat melakukan analisis dan
identifikasi jenis-jenis anion dalam sampel

DASAR TEORI
Cara pengenalan anion tidak begitu sistematik seperti pada pengenalan kation.
Salah satu cara penggolongan anion adalah pemisahan anion berdasarkan kelarutan garam
peraknya, garam kalsiumnya, garam kalsium atau bariumnya dan seng. Namun, ini hanya
boleh dianggap berguna untuk memberi indikasi dari keterbatasan-keterbatasan metode
ini, dan untuk memastikan hasil-hasil yang diperoleh dengan prosedur-prosedur yang
lebih sederhana.
Selain itu ada cara penggolongan anion menurut Bunsen, Gilteath dan Vogel.
Bunsen menggolongkan anion dari sifat kelarutan garam perak dan garam bariumnya,
warna, kelarutan, garam alkali, dan kemudahan menguapnya. Gilreath
menggolongkan anion berdasarkan pada kelarutan garam-garam Ca, Ba, Cd dan
peraknya, sedangkan Vogel menggolongkan anion didasarkan pada reaksinya dalam
larutan. Pemeriksaan anion yang menguap bila diolah dengan HCl encer atau H2SO4
encer, dan anion yang membentuk gas bila diolah dengan HCl encer atau H2SO4
pekat.
Beberapa kelarutan garam-garam dan anion-anion dengan diidentifikasi
sebagai berikut:
Ion klorida (Cl)
Garam-garam yang mengandung ion klorida umumnya larut dalam air dan
asam kuat encer, kecuali AgCl (berwarna putih), Hg2Cl2(berwarna putih) dan PbCl2
(berwarna putih), sedangkan AgCl larut dalam amonia encer.
Ion bromida (Br)
Garam-garam yang mengandung ion bromida umumnya mudah larut dalam
air dan asam kuat encer, kecuali AgBr (berwarna putih keruh), HgBr2(berwarna putih)
dan PbBr2 (berwarna putih) yang mudah larut dalam air panas.
Ion iodida (I)
Garam-garam yang mengandung ion iodida umunya larut dalam air dan asam
kuat encer, kecuali AgI (berwarna kuning muda), Hg2I2(berwarna kuning), PbI2
(berwarna kuning) dan HgI2 (berwarna merah). Khusus PbI2 larut dalam air panas.
Ion sulfat (SO42)
Garam-garam yang mengandung ion sulfat umunya larut dalam air dan asam
kuat encer, kecuali CaSO4, SrSO4, BaSO4, dan PbSO4 dengan semuanya berwarna
putih.
Ion Sulfit (SO32)
Garam-garam yang mengandung ion sulfit umunya sukar larut dalam air
kecuali garam yang berpasangan dengan kation Na, K, dan NH4.
Ion nitrat (NO3)
Garam-garam yang mengandung ion nitrat semuanya mudah larut dalam asam
kuat encer. Identifikaasi dapat dilakukan dengan uji cincin coklat.
Ion nitrat (NO2)
Garam-garam yang mengandung ion nitrit semuanya larut dalam air kecuali
perak nitrit yang sedikit larut dalam air.
Untuk mengidentifikasi anion, diperlukan larutan yang mengandung semua
atau sebagian besar dari anion-anion itu, dan bebas dari air logam berat. (Vogel 1990:
348, 350, 351, 356, 369).
Pada hakekatnya, proses-proses yang dipakai dapat dibagi ke dalam (A) proses
yang melibatkan identifikasi produk-produk yang mudah menguap, yang diperoleh
pada pengolahan dengan asam-asam, dan (B) proses yang tergantung pada reaksi-
reaksi dalam larutan. Kelas (A) dibagi lagi ke dalam sub-kelas (i) gas-gas dilepaskan
dengan asam klorida encer atau asam sulfat encer, dan (ii) gas atau uap dilepaskan
dengan asam sulfat pekat. Kelas (B) dibagi lagi ke dalam sub-kelas (i) reaksi
pengendapan, dan (ii) oksidasi dan reduksi dalam larutan.
Kelas A
(i) Gas dilepaskan dengan HCl encer atau H2SO4 encer :
Karbonat, hidrogen karbonat (bikarbonat), sulfit, tiosulfat, sulfida, nitrit,
hipoklorit, sianida dan sianat.
(ii) Gas atau uap asam dilepaskan dengan asam sulfat pekat :
Karbonat, hidrogen karbonat (bikarbonat), sulfit, tiosulfat, sulfida, nitrit,
hipoklorit, sianida, sianat, fluorida, heksafluorosilikat, klorida, bromida, iodida, nitrat,
klorat,perklorat, permanganat, bromat, borat, heksasianoferat(II), heksasianoferat(III),
tiosianat, format, asetat, oksalat, tartrat, dan sitrat.
Kelas B
(i) Reaksi pengendapan
Sulfat, peroksodisulfat, fosfat, fosfit, hipofosfit, arsenat, arsenit, kromat,
dikromat, silikat, heksafluorosilikat, salisilat, benzoat, dan suksinat.
(ii)Oksidasi dan reduksi dalam larutan
Manganat, permanganat, kromat dan dikromat.
Dan pada percobaan ini, terdapat 9 jenis anion yang diidentifikasi.Delapan
jenis anion tersebut, ialah : klorida (Cl), bromida (Br), iodida (I), nitrit (NO),
nitrat (NO), sulfida (S2 ), sulfit (S32), sulfat (SO42 ), dan fosfat (PO43).

ALAT DAN BAHAN

a. Alat :
1. Tabung reaksi
2. Rak tabung reaksi
3. Penjepit tabung
4. Pipet tetes
5. Pemanas spiritus
6. Kaki tiga
7. Kertas saring
b. Bahan :
1. Anion halida (ion klorida, bromida, dan iodida)
2. Anion nitrit dan nitrat
3. Anion sulfida, sulfit, dan sulfat
4. Anion fosfat
5. Reagen :
Perak nitrat
Asam sulfat encer
Asam sulfat pekat
Besi (II) sulfat
Asam nitrat
Kalium dikromat
Timbal asetat
Amonium molibdat
Barium klorida
KI
Kloroform

LANGKAH KERJA

1. Klorida, Cl

1 ml larutan Anion klorida

-dimasukkan kedalam tabung reaksi

-ditambahkan perak nitrat (tetes demi tetes)

-diamati dan dicatat perubahannya

-disimpan, tidak dibuang untuk dibandingkan dengan anion halida yang lain

Hasil

2. Bromida, Br
1 ml larutan Anion bromida

-dimasukkan ke dalam tabung reaksi

-ditambahkan perak nitrat (tetes demi tetes)

-diamati dan dicatat data pengamatannya

-dibandingkan dengan anion halida yang lain

Hasil
1 ml larutan Anion bromida

- dimasukkan ke dalam tabung reaksi

-ditambahkan asam sulfat secara perlahan

-ditambahkan kloroform

-diamati dan dicatat hasil pengamatan

-disimpan, tidak dibuang untuk dibandingkan dengan anion iodida

Hasil

3. Iodida, I
1 ml larutan Anion iodida

-dimasukkan ke dalam tabung reaksi

-ditambahkan perak nitrat (tetes demi tetes)

-diamati dan dicatat hasil pengamatan

-dibandingkan dengan anion halida yang lain

Hasil

1 ml larutan Anion iodida

-dimasukkan ke dalam tabung reaksi

-ditambahkan asam sulfat pekat secara perlahan

-ditambahkan kloroform

-diamati dan dicatat hasil pengamatannya

-dibandingkan dengan anion bromida

Hasil
4. Nitrit, NO2
1 ml larutan garam nitrit

-dimasukkan ke dalam tabung reaksi

-ditambahkan asam sulfat encer

-diamati dan dicatat hasil pengamatannya

Hasil

1 ml larutan garam nitrit

-dimasukkan ke dalam tabung reaksi

-ditambahkan KI

-diasamkan dengan asam sulfat

-ditambahkan kloroform secara perlahan melalui dinding tabung

Hasil

5. Nitrat, NO3
1 ml larutan garam nitrat
-dimasukkan ke dalam tabung reaksi

-ditambahkan asam sulfat pekat

-dipanaskan

Hasil
1 ml larutan garam nitrat

-dimasukkan ke dalam tabung reaksi

-ditambahkan asam sulfat pekat

-dipanaskan sebentar

-didinginkan

-ditambahkan larutan (NH4)2Fe(SO4)2 melalui dinding tabung

Hasil

6. Sulfida, S
1 ml larutan Na2S

-dimasukkan ke dalam tabung reaksi

-ditambahkan asam sulfat pekat

-dipanaskan

-ditutup dengan kertas saring yang dibasahi dengan kalium bikromat

Hasil

1 ml larutan Na2S

-dimasukkan ke dalam tabung reaksi

-ditambahkan perak nitrat

Hasil

1 ml larutan Na2S

-dimasukkan ke dalam tabung reaksi

-ditambahkan asam sulfat/asam klorida

Hasil
7. Sulfit, SO3
1 ml larutan natruim sulfit
-dimasukkan ke dalam tabung reaksi

-ditambahkan asam sulfat encer dan dingin

-ditutup mulut tabung dengan kertas saring yang dibasahi dengan kalium
bikromat

Hasil

1 ml larutan natruim sulfit

-dimasukkan ke dalam tabung reaksi

-ditambahkan perak nitrat

-dididihkan

Hasil

8. Sulfat, SO4
1 ml larutan natruim sulfat

-dimasukkan ke dalam tabung reaksi

-ditambahkan barium klorida

Hasil

1 ml larutan natruim sulfat

-dimasukkan ke dalam tabung reaksi

-ditambahkan timbal asetat

Hasil
9. Fosfat, PO4
1 ml larutan natruim fosfat

-dimasukkan ke dalam tabung reaksi

-ditambahkan perak nitrat

-dipanaskan

Hasil

1 ml larutan natruim fosfat

-dimasukkan ke dalam tabung reaksi

-ditambahkan amonium molibdat

-diasamkan dengan penambahan HNO3 pekat

-dibiarkan beberapa lama sampai timbul endapan kuning

-dipanaskan

Hasil

DATA PENGAMATAN

No Uji Anion Perlakuan Hasil Pengamatan

1. Cl Penambahan AgNO3 Larutan berwarna putih keruh, ada endapan


(Klorida) putih

2. Br Penambahan AgNO3 Larutan berwarna putih keruh, ada endapan


(Bromida)
Penambahan H2SO4 Larutan bening tidak berwarna
pekat

Penambahan H2SO4 Larutan berwarna bening dan terbentuk dua


pekat + CHCl3 lapisan (kuning dan pink)

3. I Penambahan AgNO3 Larutan berwarna kuning kebiruan, terdapat


Iodida endapan kuning

Penambahan H2SO4 Berwarna coklat bening kekuningan


pekat

Penambahan H2SO4 Larutan menjadi dua lapisan warna pink pada


pekat + CHCl3 bagian bawah, dan coklat pada lapisan atas

4. NO2 Penambahan H2SO4 Larutan bening tidak berwarna


(Nitrit) encer
Penambahan KI dan Larutan berwarna kuning bening
diasamkan dengan
H2SO4

Penambahan KI dan Terdapat dua lapisan, lapisan ungu pada


diasamkan dengan lapisan bawah dan kecoklatan pada bagian
H2SO4 , serta CHCl3 atas
pada dinding tabung

5. NO3 Penambahan H2SO4 Larutan berwarna bening tidak berwarna, ada


(Nitrat) pekat dan dipanaskan gelembung, ada gas berwarna coklat

Penambahan H2SO4 Bening tidak berwarna, dan terdapat cincin


yang telah dipanaskan coklat dibagian atas larutan
kemudian
didinginkan
+ (NH4)2Fe(SO4)2
pada dinding tabung

6. S Penambahan H2SO4 Terdapat endapan berwarna hitam. Ketika


(Sulfida) pekat yang ditutup dengan kertas saring + kalium
dipanaskan dan bikromat, kertas saring berubah warna
tabung reaksi di tutup menjadi hijau
dengan kertas saring
yang dibasahi dengan
kalium bikromat

Penambahan AgNO3 Terdapat endapan berwarna hitam


Penambahan H2SO4 / Larutan tidak berwarna, ada sedikit gas, dan
HCl tidak mengubah warna kertas timbal asetat
baik saat dipanaskan maupun tidak

7. SO3 Penambahan H2SO4 Menghasilkan bau yang menyengat,


(Sulfit) encer dan tabung mengubah kertas saring (yang sudah ditetesi
reaksi di tutup dengan oleh kalium bikromat) menjadi hijau saat
kertas saring yang dipanaskan
dibasahi dengan
kalium bikromat

Penambahan AgNO3 Terdapat endapan putih. Dan pada saat


dan dididihkan dalam dididihkan dalam Na2SO3 terbentuk endapan
Na2SO3 abu-abu perak metalik

8. SO4 Penambahan BaCl2 Terbentuk endapan berwarna putih


(Sulfat)

Penambahan BaCl2 Warna semakin putih menunjukkan bahwa


+ HNO3 endapan tidak larut
/ HCl pekat
Penambahan Terbentuk endapan berwarna putih
Pb(CH3COO)2

Penambahan Warna putih lama-kelamaan hilang,


Pb(CH3COO)2 menunjukkan bahwa endapan larut
+ H2SO4 pekat /
NH4CH3COO

9. PO4 Penambahan AgNO3 Sebelum dipanaskan bewarna putih


(Fosfat) dan dipanaskan kekuningan
Setelah dipanaskan terbentuk endapan
berwarna putih kekuningan lebih pekat

Penambahan AgNO3 Warna lama-kelamaan hilang (tidak


dan dipanaskan + berwarna), menunjukkan bahwa endapan
HNO3 / NH4 larut

Penambahan Larutan bening tidak berwarna


Amonium molibdat
Penambahan Terdapat endapan berwarna kuning
Amonium molibdat +
HNO3 pekat

PEMBAHASAN

1. Identifikasi Anion Klorida (Cl)

Pada percobaan ini, untuk mengidentifikasi anion klorida dilakukan dengan


penambahan larutan anion klorida (Cl) dengan larutan perak nitrat (AgNO3). Dan
hasil dari penambahan larutan tersebut menghasilkan larutan berwarna putih keruh
dan terdapat endapan berwarna putih. Endapan yang dihasilkan membuktikan adanya
endapan perak klorida (AgCl). Reaksi yang terjadi saat pembentukan AgCl adalah :

Cl (aq) + AgNO3(aq) AgCl(s) + NO3

Cl + Ag AgCl(s)

Berdasarkan reaksi diatas, percobaan yang dilakukan sesuai dengan teori


bahwa reaksi antara garam klorida (Cl) dengan perak nitrat (AgNO3) menghasilkan
endapan perak klorida AgCl.

2. Identifikasi Anion Bromida (Br)


Pada percobaan ini, untuk mengidentifikasi anion bromida dilakukan dengan
penambahan larutan anion bromida (Br) dengan larutan perak nitrat (AgNO3). Dan
hasil dari penambahan larutan tersebut menghasilkan larutan berwarna putih keruh
dan ada endapan. Endapan yang dihasilkan membuktikan adanya endapan AgBr.
Persamaan reaksi yang terjadi adalah :
Br (aq) + AgNO3 (aq) AgBr(s) + NO3
Br+ Ag AgBr(s)
Berdasarkan reaksi diatas, percobaan yang dilakukan sesuai dengan teori
bahwa reaksi antara garam bromida (Br) dengan perak nitrat (AgNO3) menghasilkan
endapan AgBr.
Selanjutnya untuk mengidentifikasi anion bromida yang kedua adalah dengan
penambahan larutan anion bromida dengan larutan asam sulfat pekat (H2SO4 pekat).
Dan hasil dari penambahan larutan tersebut menghasilkan larutan menjadi bening
tidak berwarna, dan bau menyengat H2SO4 pekat. Persamaan reaksi yang terjadi
adalah :
2Br (aq) + 2H2SO4(aq) Br2(g) + SO42 + 2H2O(l)
Selanjutnya larutan tersebut ditambahkan dengan larutan kloroform (CHCl3).
Persamaan reaksi yang terjadi adalah :

3Br (aq) + CHCl3(aq) CHBr3(aq) + Cl(aq)

Berdasarkan persamaan reaksi diatas dihasilkan dua lapisan yakni lapisan atas
berwarna kuning dan lapisan bawah berwarna pink. Lapisan atas berwarna kuning
mengindikasikan adanya ion Br- sedangkan lapisan bawah berwarna pink
mengindikasikan adanya CHCl3.

3. Identifikasi Anion Iodida (I)


Pada percobaan ini, untuk mengidentifikasi anion iodida dilakukan dengan
penambahan larutan anion iodida dengan larutan perak nitrat (AgNO3). Dan hasil dari
penambahan larutan tersebut menghasilkan larutan berwarna kuning kebiruan dan ada
endapan berwarna kuning. Endapan yang dihasilkan membuktikan adanya endapan
AgI. Persamaan reaksi yang terjadi adalah :
I (aq) + AgNO3 (aq) AgI(s) + NO3
I+ Ag AgI(s)
Berdasarkan reaksi diatas, percobaan yang dilakukan sesuai dengan teori
bahwa reaksi antara garam iodida (I) dengan perak nitrat (AgNO3) menghasilkan
endapan AgI.
Selanjutnya untuk mengidentifikasi anion iodida yang kedua adalah dengan
penambahan larutan anion iodida dengan larutan asam sulfat pekat (H2SO4 pekat).
Dan hasil dari penambahan larutan tersebut menghasilkan larutan menjadi berwarna
coklat bening kekuningan. Persamaan reaksi yang terjadi adalah :
2I(aq)+ 2H2SO4(aq) I2(g) + SO42(aq) + 2H2O (l)
Berdasarkan reaksi diatas, I teroksidasi menjadi I2 yang terbebas dan
menyebabkan larutan menjadi berwarna coklat bening kekuningan. Kemudian larutan
tersebut ditambahkan dengan larutan kloroform (CHCl3), dan setelah dilakukan
penambahan hasilnya adalah terbentuk dua lapisan yaitu coklat dan sedikit merah
muda. Persamaan reaksi yang terjadi adalah :
2I(aq)+ CHCl3(aq) I2(aq)
Berdasarkan persamaan reaksi diatas, dua lapisan yang terbentuk (coklat dan
sedikit merah muda) pada larutan karena I2 melarut dalam larutan kloroform (CHCl3).

4. Identifikasi Anion Nitrit, NO2


Pada percobaan ini, untuk mengidentifikasi nitrit (NO2) dilakukan dengan
penambahan larutan NO2 (bening tidak berwarna) dengan larutan asam sulfat encer
(H2SO4). Dan hasil dari penambahan larutan tersebut menghasilkan larutan bening
tidak berwarna. Pada penambahan H2SO4 encer seharusnya secara teori terbentuk gas
berwarna coklat yang merupakan gas NO. Persamaan reaksi yang terjadi adalah :
NO2 + H HNO2
2HNO2 H2O + N2O3
3HNO3 HNO3 + 2NO(g) + H2O
2NO + O2(g) 2NO2(g)
Namun ketika eksperimen tidak terlihat adanya gas coklat. Mungkin ini dikarenakan
kurangnya ketelitian dalam mengamati warna gas atau terlalu encer H2SO4 yang
digunakan, hingga jumlah NO2 tidak terlihat.
Selanjutnya untuk mengidentifikasi nitrit yang kedua adalah dengan
penambahan larutan nitrit dengan larutan KI, diasamkan dengan asam sulfat encer
(H2SO4 encer) dan ditambahkan dengan kloroform. Dan hasil dari penambahan
larutan tersebut menghasilkan dua lapisan warna yaitu kecoklatan pada bagian atas
dan ungu pada bagian bawah. Hal tersebut menunjukkan terbentuknya gas I2.
Persamaan reaksi yang terjadi adalah :
2NO2+ 2I + 4H I2 + 2NO(g) + 2H2O(l)

5. Identifikasi Anion Nitrat, NO3


Pada percobaan ini, untuk mengidentifikasi nitrat (NO3) dilakukan dengan
penambahan larutan NO3 (bening tidak berwarna) dengan larutan asam sulfat pekat
(H2SO4 pekat), dan kemudian dipanaskan. Dan hasil dari penambahan larutan tersebut
menghasilkan larutan bening tidak berwarna dan terdapat gelembung. Ketika
dipanaskan seharusnya secara teori terbentuk gas berwarna coklat kemerahan yang
merupakan gas NO2. Persamaan reaksi yang terjadi adalah :
4NO3 + 2H2SO4 4NO2(g) + O2(g) + 2SO42 + 2H2O
Namun secara eksperimen tidak terlihat adanya gas coklat kemerahan.
Mungkin ini dikarenakan karena sedikitnya jumlah larutan yang digunakan, sehingga
gas NO2 yang dihasilkan pun juga sedikit, sehingga tidak terlihat saat eksperimen
berlangsung.
Selanjutnya untuk mengidentifikasi nitrat yang kedua adalah dengan
penambahan larutan nitrit dengan larutan asam sulfat pekat (H2SO4 pekat) dan
dipanaskan kemudian didinginkan dan ditambah dengan (NH4)2Fe(SO4)2. Hasil dari
penambahan larutan tersebut larutan menjadi bening tidak berwarna, dan terdapat
cincin coklat dipermukaan larutan. Cincin coklat tersebut menunjukkan terbentuknya
senyawa [Fe(NO)]2. Persamaan reaksi yang terjadi adalah :
2NO3 + 4H2SO4 + 6Fe3 6Fe3 + 2NO(s) + 4SO42 + 4H2O
Fe2 + NO(g) [Fe(NO)]2

6. Identifikasi Anion Sulfida (S)


Pada percobaan ini, untuk mengidentifikasi anion sulfida (S2) dilakukan
penambahan larutan sulfida (S2) dengan larutan asam sulfat pekat (H2SO4 pekat) dan
kemudian dipanaskan. Dan hasil dari penambahan larutan tersebut menghasilkan
endapan berwarna hitam yang merupakan endapan S dan juga terbentuk gas SO2
dengan bau yang menyengat. Secara teoritik gas yang terbentuk akan menghijaukan
kertas saring, dan pada saat larutan dipanaskan dan tabung reaksi ditutup dengan
kertas saring yang sudah dibasahi dengan kalium bikromat dapat menghijaukan kertas
saring. Persamaan reaksi yang terjadi adalah :
S(aq) + 2H2SO4(aq) SO4(aq) + SO2(g) + S(s) + 2H2O(l)
Berdasarkan persamaan reaksi diatas maka terbukti bahwa endapan berwarna hitam
adalah endapan S dan gas yang dihasilkan berbau menyengat itu adalah gas SO2. Gas
SO2 yang berlebih itulah yang dapat menghijaukan kerta saring.
Selanjutnya untuk mengidentifikasi sulfida yang kedua adalah dengan
penambahan larutan anion sulfida dengan larutan perak nitrat (AgNO3). Hasil dari
penambahan larutan tersebut adalah terdapat endapan berwarna hitam. Endapan itu
merupakan endapan Ag2S. Persamaan reaksi yang terjadi adalah :
S(aq) + 2AgNO3(aq) 2NO3(aq) + Ag2S(s)
Berdasarkan persamaan diatas maka terbukti bahwa penambahan perak nitrat terhadap
larutan anion sulfida menghasilkan endapan hitam Ag2S.
Kemudian pengidentifikasian anion sulfida yang ketiga adalah dengan
membahkan larutan sulfida dengan asam sulfat/asam klorida. Dan kelompok kami
menambahkan larutan anion sulfida dengan asam klorida. Hasil dari penambahan
larutan tersebut adalah larutan bening tidak berwarna dan ada sedikit gas H2S. .
Persamaan reaksi yang terjadi adalah :
S(aq) + 2HCl(aq) H2S(g) + 2Cl(aq)
Secara teoritik dengan penambahan asam sulfat/asam klorida akan timbul gas
H2S yang dapat menghitamkan kertas timbal asetat. Namun pada saat percobaan kami
tidak melihat adanya gas H2S yang muncul, dan tidak mengubah warna kertas timbal
asetat saat dipanaskan maupun tidak sebelum dipanaskan. Ketidaksesuaian ini
mungkin diakibatkan karena sedikitnya jumlah larutan yang digunakan, sehingga gas
H2S yang dihasilkan pun juga sedikit. Sehingga dengan adanya gas H2S yang sedikit
itu belum dapat untuk menghitamkan kertas timbal asetat.

7. Identifikasi Anion Sufit (SO3)


Pada percobaan ini, untuk mengidentifikasi sulfit (SO3) dilakukan dengan
penambahan larutan SO3 dengan larutan asam sulfat encer (H2SO4 encer) dan
kemudian ditutup dengan kertas saring yang sudah dibasahi dengan kalium bikromat..
Dan hasil dari penambahan larutan tersebut menghasilkan bau yang merangsang
(menyengat) dan mengubah warna kertas saring menjadi berwarna hijau saat
dipanaskan. Bau yang merangsang (menyengat) tersebut merupakan bau dari gas SO2.
Persamaan reaksi yang terjadi adalah :
SO3(aq) + H2SO4(aq) SO4(aq) + SO2(g) + H2O(l)
Berdasarkan persamaan reaksi diatas maka terbukti bahwa bau yang merangsang
(menyengat) dari hasil percobaan tersebut berasal dari gas SO2.
Selanjutnya untuk mengidentifikasi sulfit yang kedua adalah dengan
penambahan larutan sulfit dengan larutan perak nitrat (AgNO3) dan kemudian
dididihkan dalam Na2SO3. Hasil dari penambahan larutan tersebut adalah terdapat
endapan berwarna putih. Endapan itu merupakan endapan Ag2SO3. Persamaan reaksi
yang terjadi adalah :
SO3(aq) + 2AgNO3(aq) 2NO3(aq) + Ag2SO3(s)
Berdasarkan persamaan reaksi diatas maka terbukti bahwa endapan putih yang
terbentuk merupakan endapan Ag2SO3. Dan ketika dididihkan terbentuk endapan
berwarna abu-abu perak metalik.

8. Identifikasi Anion Sulfat (SO4)


Pada percobaan ini, untuk mengidentifikasi sulfat (SO4) dilakukan dengan
penambahan larutan SO4 dengan larutan BaCl2. Dan hasil dari penambahan larutan
tersebut menghasilkan endapan yang berwarna putih, sehingga mengeruhkan larutan.
Endapan tersebut merupakan endapan BaSO4 dengan persamaan reaksi :
SO42 (aq) + 2BaCl2(aq) 2Cl(aq) + BaSO4(s)
2
Ba2+ SO4 BaSO4(s)
Berdasarkan persamaan diatas maka terbukti bahwa endapan putih yang dihasilkan
adalah endapan BaSO4. Endapan tersebut tidak dapat larut dalam HNO3 atau HCl
pekat. Dalam percobaan ini kami mengujinya dengan HCl pekat, dengan persamaan
reaksi :
BaSO4(s) + 2 HCl BaCl2(s) + HSO4(aq)
Berdasarkan persamaan reaksi diatas maka terbukti bahwa endapan BaSO4 tidak dapat
larut dalam HCl pekat.
Selanjutnya untuk mengidentifikasi sulfat yang kedua adalah dengan
penambahan larutan sulfat dengan larutan timbal asetat (Pb(CH3COO)2). Hasil dari
penambahan larutan tersebut adalah terdapat endapan berwarna putih. Endapan itu
merupakan endapan PbSO4. Persamaan reaksi yang terjadi adalah :
SO42(aq) + Pb(CH3COO)2(aq) 2CH3COO(aq) + PbSO4(s)
2 2
SO4 + Pb PbSO4(s)
Berdasarkan persamaan reaksi diatas maka terbukti bahwa endapan itu merupakan
PbSO4. Dan kemudian larutan tersebut ditambahkan dengan amonium asetat
(NH4CH3COO). Secara teori garam PbSO4 akan larut jika ditambahkan
NH4CH3COO.. Hasil dari penambahan tersebut adalah warna putih lama kelamaan
yang terjadi adalah :
PbSO4(s) + 2NH4CH3COO(aq) (NH4)SO4(aq) + Pb(CH3COO) 2(aq)
Berdasarkan persamaan reaksi diatas maka terbukti bahwa PbSO4 larut dalam
NH4CH3COO.

9. Identifikasi Anion Fosfat (PO43)


Pada percobaan ini, untuk mengidentifikasi fosfat (PO43) dilakukan dengan
penambahan larutan PO43 dengan larutan AgNO3 dan kemudian dipanaskan. Hasil
dari penambahan larutan tersebut sebelum dipanaskan larutan berwarna putih
kekuningan. Kemudian setelah dipanaskan terbentuk endapan berwarna putih
kekuningan yang lebih pekat. Endapan tersebut merupakan endapan Ag3PO4.
Persamaan reaksi yang terjadi adalah :
PO43(aq) + 3AgNO3(aq) 3NO3(aq) + Ag3PO4(s)
PO43 + 3Ag Ag3PO4(s)
Berdasarkan persamaan reaksi diatas maka terbukti bahwa ketika larutan PO43
direaksikan dengan AgNO3 menghasilkan endapan putih kekuningan pekat dari perak
nitrat (Ag3PO4). Secara teori Ag3PO4 ini akan larut dalam HNO3 dan NH2. Dalam
percobaan ini kami mengujinya dengan HNO3. Persamaan reaksi yang terjadi adalah :

Ag3PO4(aq) + HNO3(aq) H3PO4(aq) + AgNO3(aq)

Berdasarkan persamaan reaksi diatas maka terbukti bahwa endapan putih kekuningan
perak nitrat Ag3PO4 akan larut dalam HNO3.
Selanjutnya untuk mengidentifikasi fosfat yang kedua adalah dengan
penambahan larutan anion fosfat dengan amonium molibdat dan kemudian diasamkan
dengan HNO3 pekat. Hasil dari penambahan larutan tersebut adalah terdapat endapan
berwarna kuning. Endapan itu merupakan endapan (NH4)3PO4.12MoO3. Persamaan
reaksi yang terjadi adalah :
PO43 + 3NH4 + 12MoO42 + 24H (NH4)3PO4.12MoO3(s) + 12H2O(l)
Berdasarkan persamaan reaksi diatas maka terbukti bahwa endapan berwarna kuning
pada larutan adalah endapan (NH4)3PO4.12MoO3.

KESIMPULAN

Dari hasil percobaan yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa :

1. Uji Klorida (Cl)


Dalam percobaan menghasilkan endapan putih AgCl. Dan hal itu
menunjukkan sampel positif mengandung anion Cl.
2. Uji Bromida (Br)
Dalam percobaan menghasilkan endapan putih AgBr. Dan hal itu
menunjukkan sampel positif mengandung anion Br.
3. Uji Iodida (I)
Dalam percobaan menghasilkan endapan kuning AgI. Dan hal itu
menunjukkan sampel positif mengandung anion I.
4. Uji Nitrit (NO2)
Dalam percobaan menghasilkan gas coklat. Dan hal itu menunjukkan sampel
positif mengandung anion NO2.
5. Uji nitrat (NO3)
Dalam percobaan menghasilkan gas coklat kemerahan. Hal itu menunjukkan
sampel positif mengandung anion NO3.
6. Uji sulfida (S2)
Dalam percobaan menghasilkan endapan berwarna hitam saat direaksikan
dengan H2SO4 yang merupakan endapan S, lalu menghasilkan endapan hitam
Ag2S pula saat direaksikan dengan AgNO3. Hal itu menunjukkan sampel positif
mengandung S2.
7. Uji Sulfit (SO32)
Dalam percobaan menghasilkan bau menyengat dari gas SO2. Dan
menghasilkan endapan putih yang merupakan endapan Ag2SO3 ketika direaksikan
dengan AgNO3. Hal itu menunjukkan sampel positif mengandung SO32.
8. Uji Sulfat (SO42)
Dalam percobaan menghasilkan endapan berwarna putih yang merupakan
endapan BaSO4, dan endapan PbSO4. Hal itu menunjukkan sampel positif
mengandung SO42.
9. Uji fosfat (PO43)
Dalam percobaan meghasilkan endapan putih kekuningan yang merupakan
endapan Ag3PO4 ketika direaksikan dengan AgNO3, dan endapan kuning yang
merupakan endapan (NH4)3PO4.12MoO3 ketika direakskan dengan amonium
molibdat. Hal itu menunjukkan sampel positif mengandung PO43.

RUJUKAN

Ibnu, Sodiq, dkk. 2004. Kimia Analitik I. Malang : Tim Penerbit Universitas Negeri Malang

Svehla,G. 1985. Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimakro. Jakarta: PT. Kalman
Media Pusaka
Tugas

I. Tuliskan persamaan yang terjadi pada tiap analisis anion ?


II. Berikan contoh aplikasi analisis anion dalam kehidupan sehari-hari !

Jawab
I. Persamaan reaksi yang terjadi tiap analisis anion :
1. Anion Klorida (Cl)
Cl (aq) + AgNO3(aq) AgCl(s) + NO3

2. Anion Bromida (Br)


a. Br (aq) + AgNO3 (aq) AgBr(s) + NO3
b. 2Br (s) + 2H2SO4(aq) Br2(g) + SO42 + 2H2O(l)

3. Anion Iodida (I)


a. I (aq) + AgNO3 (aq) AgI(s) + NO3
b. 2I(aq)+ 2H2SO4(aq) I2(g) + SO42(aq) + 2H2O (l)
c. 2I(aq)+ CHCl3(aq) I2(aq)

4. Nitrit (NO2)
a. NO2 + H HNO2
2HNO2 H2O + N2O3
3HNO3 HNO3 + 2NO(g) + H2O
2NO + O2(g) 2NO2(g)
b. 2NO2+ 2I + 4H I2 + 2NO(g) + 2H2O(l)

5. Nitrat (NO3)
a. 4NO3 + 2H2SO4 4NO2(g) + O2(g) + 2SO42 + 2H2O
b. 2NO3 + 4H2SO4 + 6Fe3 6Fe3 + 2NO(s) + 4SO42 + 4H2O
Fe2 + NO(g) [Fe(NO)]2
6. Sulfida (S2)
a. S(aq) + 2H2SO4(aq) SO4(aq) + SO2(g) + S(s) + 2H2O(l)
b. S(aq) + 2AgNO3(aq) 2NO3(aq) + Ag2S(s)
c. S(aq) + 2HCl(aq) H2S(g) + 2Cl(aq)
7. Sulfit (SO32)
a. SO3(aq) + H2SO4(aq) SO4(aq) + SO2(g) + H2O(l)
b. SO3(aq) + 2AgNO3(aq) 2NO3(aq) + Ag2SO3(s)
2
8. Sulfat (SO4 )
a. SO42 (aq) + 2BaCl2(aq) 2Cl(aq) + BaSO4(s)
2
b. SO4 (aq) + Pb(CH3COO)2(aq) 2CH3COO(aq) + PbSO4(s)
3
9. Fosfat (PO4 )
a. PO43(aq) + 3AgNO3(aq) 3NO3(aq) + Ag3PO4(s)
b. PO43 + 3NH4 + 12MoO42 + 24H (NH4)3PO4.12MoO3(s) + 12H2O(l)
II. Untuk pemeriksaan urin, darah serta digunakan dalam dunia industri sebagai bahan
untuk gelas optik, keramik, cat, dall.
Lampiran
1. Klorida (Cl)
Ditambahkan AgNO

2. Bromida (Br)
ditambahkan AgNO3 ditambahkan H2SO4 pekat

Ketika ditambah Kloroform

3. Iodida (I)
ditambahkan AgNO3 ditambahkan H2SO4 pekat
4. Nitrit (NO2)

ditambahkan H2SO4 encer ditambahkan KI

5. Nitrat (NO3)
Ditambahkan H2SO4 pekat dan dipanaskan yang telah ditambahkan
(NH4)2Fe(SO4)2

6. Sulfida (S2)
Kertas saringberubah warna menjadi hijau ditambahkan AgNO3
7. Sulfit (SO32)
Ditambahkan AgNO3 dididihkan dalam Na2SO3

8. Sulfat (SO42)
Ditambahkan BaCl2 Ditambahkan BaCl2+HCl pekat

Ditambahkan Pb(CH3COO)2
9. Fosfat (PO43)
Ditambahkan AgNO3 setelah dipanaskan

Ditambahkan Amonium molibdat + HNO3 pekat