Anda di halaman 1dari 38

LAPORAN KEMAJUAN BELAJAR MANDIRI KEDUA

MATERI MATEMATIKA
(BAB 1 BAB 5)

NAMA PESERTA : FATMAWATI, S.Pd


NUPTK : 3257762663300093
NO PESERTA PLPG : 17061118010017
BIDANG STUDI SERTIFIKASI : MATEMATIKA
SEKOLAH ASAL : SMAN 1 SINABANG

PENDIDIKAN DAN LATIHAN PROFESI GURU


TAHUN 2017
II. LAPORAN KEMAJUAN BELAJAR MANDIRI KEDUA

A. RINGKASAN MATERI

1. PELUANG

1.1 Kaidah Pencacahan

Kaidah pencacahan adalah suatu ilmu yang berkaitan dengan menentukan

banyaknya cara suatu percobaan dapat terjadi. Menentukan banyaknya cara suatu

percobaan dapat terjadi dilakukan dengan :

Aturan Penjumlahan

Jika ada sebanyak a benda pada himpunan pertama dan ada sebanyak b benda

pada himpunan kedua dan kedua himpunan itu tidak beririsan, maka jumlah total

anggota di kedua himpunan adalah a + b.

Contoh 1 :

Jika seseorang akan membeli sebuah sepeda motor di sebuah dealer. Di dealer itu

tersedia 5 jenis Honda, 3 jenis Yamaha, dan 2 jenis Suzuki. Dengan demikian

orang tersebut mempunyai pilihan sebanyak 5 + 3 + 2 = 10 jenis sepeda motor.

Aturan Perkalian

Pada aturan perkalian ini dapat diperinci menjadi dua, namun keduanya saling

melengkapi dan memperjelas. Kedua kaidah itu adalah :

1) Menyebutkan kejadian satu persatu

Contoh :
Sebuah dadu dan sebuah uang logam dilempar secara bersamaan. Berapa hasil

yang berlainan dapat terjadi ?

Penyelesaian :

Hasil yang mungkin terjadi : G1, G2, G3, G4, G5, G6, A1, A2, A3, A4, A5, A6.

Catatan : G1 artinya uang menunjukkan gambar dan dadu menunjukkan angka 1.

Jadi, banyaknya cara yang dapat terjadi adalah 12 cara.

2) Aturan pengisian tempat yang tersedia

Metode ini digunakan apabila kejadiannya cukup banyak. Ini akan lebih cepat

diselesaikan dengan menggunakan aturan pengisian tempat yang tersedia atau

dengan mengalikan.

Contoh 1 :

Alya mempunyai 5 baju dan 3 celana . Berapa cara Alya dapat memakai baju dan

celana ?

Penyelesaian :

Baju Celana

5 cara 3 cara

Jadi, ada 5 x 3 = 15 cara.

Contoh 2 :
Dari angka-angka 0, 1, 2, 3, 4, 5 dan 6, berapa banyaknya bilangan yang

terdiri dari 4 angka yang dapat disusun ?

a. tanpa pengulangan

b. boleh berulang

Penyelesaian :

a) Tanpa pengulangan

Ribuan Ratusan Puluhan Satuan

6 6 5 4

Jadi banyaknya bilangan yang dapat disusun adalah :

6 x 6 x 5 x 4 = 720 bilangan.

b) Pengulangan

Ribuan Ratusan Puluhan Satuan

6 7 7 7

Jadi banyaknya bilangan yang dapat disusun adalah :

6 x 7 x 7 x 7 = 2058 bilangan.

1.2 Permutasi
Permutasi dari sejumlah objek adalah susunan objek dalam urutan berhingga.

a. Notasi Faktorial :

Untuk masing-masing bilangan bulat positif n,

n! = n. (n - 1). (n 2) . . . . . . . .3 . 2 . 1 , demikian juga 0! = 1.

b. Notasi nPr

Untuk semua bilangan positif n dan r, dengan r n, banyaknya permutasi

dari n objek yang diambil r objek pada satu waktu adalah :

!
= ()!

c. Permutasi dengan Pengulangan

Untuk semua bilangan positif n dan r dengan r , jika ada r1 objek jenis

!
pertama, r2 objek jenis kedua, dan seterusnya, ada permutasi dari n
1!2!

objek yang berbeda.

Contoh soal :

Berapa banyaknya permutasi yang berbeda dari kata MISSISSIPI?

Penyelesaian :

Ada 10 huruf yaitu 4 huruf I, 4 huruf S, 1 huruf M, 1 huruf P. Sehingga, ada

10!
= 6300 permutasi yang berbeda dari kata MISSISSIPI.
4!4!1!1!

1.3 Kombinasi
Kombinasi adalah pemilihan objek tanpa memperhatikan urutannya.

Untuk semua bilangan positif n dan r, dengan r n, banyaknya kombinasi n

objek yang diambil r objek pada suatu waktu adalah :

!
= = ()!!

1.4 Peluang ( Probabilitas )

a. Konsep dasar Peluang

Peluang (Probabilitas) merupakan suatu konsep matematika yang digunakan

untuk melihat kemungkinan terjadinya sebuah kejadian. Istilah-istilah dalam

mempelajari Konsep Peluang sebagai berikut :

1) Ruang Sampel : Himpunan semua hasil yang mungkin dari sebuah percobaan

2) Titik sampel : Anggota yang ada pada ruang sampel

3) Kejadian : Himpunan bagian dari ruang sampel

Peluang suatu kejadian didefinisikan , Jika N adalah banyaknya titik sampel pada

ruang sampel S suatu percobaan dan E merupakan suatu kejadian dengan



banyaknya n pada percobaan tersebut, maka peluang kejadian E adalah P (E) =

b. Menyelesaikan Masalah yang Berkaitan dengan Peluang suatu Kejadian

1) Peluang suatu kejadian, jika n (A) = banyak kejadian A, maka peluang kejadian

()
A adalah : P (A) = ( )

2) Peluang komplemen suatu kejadian

Peluang komplemen adalah peluang dari suatu kejadian yang berlawanan

dengan suatu kejadian yang ada. Peluang komplemen dituliskan sebagai

berikut : P ( A) = 1 P (A)
3) Frekuensi harapan suatu kejadian

Frekuensi harapan suatu kejadian adalah hasil kali munculnya suatu kejadian

dengan banyaknya percobaan yang dilakukan

Fh = P (A) x n

4) Peluang dua kejadian tidak saling lepas

Dua kejadian dikatakan tidak saling lepas jika kedua kejadian tersebut dapat

terjadi secara bersamaan

P (A U B) = P (A) + P (B) P ( A B )

5) Peluang dua kejadian saling lepas

Dua kejadian dikatakan saling lepas jika kedua kejadian tersebut tidak dapat

terjadi secara bersamaan

P (A U B) = P (A) + P (B)

6) Peluang dua kejadian saling bebas

Kejadian A dan kejadian B dikatakan kejadian saling bebas jika kejadian A

tidak dipengaruhi oleh kejadian B atau sebaliknya maka berlaku :

P ( A ) = () ()

7) Peluang dua kejadian tidak saling bebas ( disebut juga Peluang Bersyarat)

Dua kejadian disebut kejadian bersyarat apabila terjadi atau tidak terjadinya

kejadian A akan mempengaruhi terjadi atau tidak terjadinya kejadian B atau

sebaliknya.

P ( A ) = P (A) x P (|)

2. STATISTIKA
2.1 Menghitung Ukuran Pemusatan dari Data dalam Bentuk Tabel, Diagram

atau Grafik


Mean (Nilai rata rata) : =


Menghitung mean menggunakan rataan sementara: = +
, di = - xi.

1

Median (Nilai Tengah): = + (2 )

1
Modus (Nilai sering muncul): = + ( )
1 +2

2.2 Menghitung Ukuran Letak dari Data dalam Bentuk Tabel, Diagram atau

Grafik

a. Kuartil (Qi)

Kuartil adalah nilai yang membagi data menjadi 4 bagian yang sama banyak

setelah data diurutkan dari yang terkecil hingga yang terbesar.


Menentukan kelas dimana kuartil itu terletak yaitu 4 ()

Untuk menentukan kuartil digunakan rumus sebagai berikut:



= + (4 ).

b. Desil ( Di )

Desil merupakan nilai yang membagi data menjadi 10 bagian yang sama

banyak, setelah data diurutkan dari yang terkecil hingga yang terbesar.

Untuk menentukan desil digunakan rumus sebagai berikut:



= + (10 ).

2.3 Menghitung Ukuran Penyebaran dari Data dalam Bentuk Tabel, Diagram

atau Grafik

a. Rentang atau jangkauan (J)

Jangkauan data atau rentang data adalah selisih antara data terbesar dengan

data terkecil. J = Xmaks - Xmin

b. Simpangan Kuartil (Qd)

Jangkauan semi antarkuartil atau simpangan kuartil adalah setengah kali


1
panjang hamparan. Qd = 2( Q3 Q1 )

c. Simpangan rata-rata

Simpangan rata rata merupakan rata - rata jarak suatu data terhadap rataan

hitungan. Nilai simpangan rata rata (SR) untuk data tunggal dapat
1
ditentukan dengan rumus : SR = =1| |

d. Ragam dan simpangan baku

Misalnya data x1, x2, x3, ......,xn mempunyai rataan, maka ragam atau varians

( )2
(S2) dapat ditentukan dengan rumus : 2 = 1

Sementara simpangan baku atau standard deviasi (S) dapat ditentukan dengan

( )2
rumus : = 1

3. FUNGSI

3.1 Konsep Fungsi


Relasi (hubungan) dapat terjadi antara anggota dari dua himpunan. Misalnya, A = {1,

2, 3, 4} dan B = {4, 5, 6, 7}. Antara anggota himpunan A dan B ada relasi tiga

kurangnya dari. Relasi tersebut dapat ditunjukkan dengan diagram sebagai berikut:

Relasi antara anggota himpunan A dan B dapat dinyatakan sebagai himpunan

pasangan berurutan sebagai berikut : {(1,4), (2,5), (3,6), (4,7)}. Relasi antara anggota

himpunan A dan B dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus. Misalnya anggota

A dinyatakan dengan x, maka pasangannya ialah y anggota B dirumuskan: y = x + 3.

Relasi dari himpunan A ke himpunan B disebut fungsi atau pemetaan, jika dan hanya

jika setiap unsur dalam himpunan A berpasangan tepat dengan satu unsur dalam

himpunan B.

Fungsi Linier atau fungsi berderajat satu ialah fungsi yang pangkat tertinggi dari

variabelnya adalah pangkat satu. Sesuai namanya, setiap persamaan linier apabila

digambarkan akan menghasilkan sebuah garis lurus.

3.2 Menentukan Persamaan Fungsi Linear

Persamaan garis yang melalui dua titik, misalkan A (x1,y1) dan B ( y1, y2) ada pada

suatu garis lurus, maka persamaan garis yang melalui dua titik tersebut adalah :
1
y y1 = 2 ( 1) y = m(x x1) + y1
2 1

4. PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN


4.1 Persamaan Linear

a. Konsep Dasar

Persamaan Linear adalah suatu persamaan dengan satu variabel (satu peubah)

yang memiliki pangkat bulat positif dan pangkat tertinggi variabelnya satu.

Bentuk umum persamaan linear adalah + = 0

Dalam menyelesaikan persamaan linear dapat dilakukan dengan memisahkan

variabel dan konstanta pada ruas yang berbeda.

b. Mengubah masalah ke dalam matematika berbentuk persamaan linear satu

variabel.

Untuk menerjemahkan kalimat cerita ke dalam kalimat matematika atau model

matematika diperlukan langkah langkah untuk menyusun kalimat matematika

atau model matematika.

Berikut langkah langkah menyusun Model Matematika :

1) Buatlah sketsa atau diagram jika soal memerlukan.

2) Data yang ada dalam soal tersebut diterjemahkan dalam satu atau beberapa

persamaan atau pertidaksamaan linear satu variabel (Kalimat Matematika atau

Model Matematika).

4.2 Pertidaksamaan

a. Konsep dasar

Pertidaksamaan adalah kalimat matematika terbuka yang memuat ungkapan > ,

, <, atau .

Pertidaksamaan muncul dari kasus kasus sebagai berikut :


1) Tidak kurang dari 700 siswa gagal dalam Ujian Akhir Nasional ( UAN) tahun

ini. Pernyataan ini secara matematis ditulis sbb :

x 700, x = Banyaknya siswa yang gagal UAN

2) Pada jalan tertentu tertulis rambu Beban maksimum 4 ton . Pernyataan ini

dapat ditulis sbb : b 4, b = Beban.

3) Steven mendapatkan nilai 66 dan 72 pada dua tes yang lalu. Jika ia ingin

mendapatkan nilai rata rata paling sedikit 75, berapa nilai tes ketiga yang

harus ia peroleh ?.
66 +72+
Persoalan ini dapat ditulis 75
3

Kalimat matematika di atas yang menggunakan tanda tanda <, >, dan

dinamakan pertidaksamaan.

b. Sifat sifat pertidaksamaan

1) Sifat tak negatif

Untuk maka 0

2) Sifat transitif

Untuk , ,

Jika < dan < maka < ;

Jika > dan > maka > ;

3) Sifat penjumlahan

Untuk , ,

Jika < + < +

Jika > + > +


Jika kedua ruas pertidaksamaan dijumlahkan dengan bilangan yang sama

tidak mengubah tanda ketidaksamaan.

4) Sifat perkalian

Jika < , > 0 maka <

Jika > , > 0 maka >

Jika < , > 0 maka >

Jika kedua ruas dikalikan bilangan riil positif tidak akan mengubah tanda

ketidaksamaan, sedangkan jika dikalikan dengan bilangan negatif akan

mengubah tanda ketidaksamaan.

5) Sifat kebalikan
1
Jika > 0 maka > 0

1
Jika < 0 maka < 0

Suatu bilangan dan kebalikannya memiliki tanda yang sama baik untuk

bilangan positif maupun negatif

c. Himpunan Penyelesaian Pertidaksamaan

Himpunan penyelesaian pertidaksamaan dapat ditunjukkan pada garis bilangan

seperti pada gambar berikut:

Garis bilangan Himpunan

Interval tertutup

{| , } = [, ]

Interval setengah tertutup


{| < , } = [ , )

{| < , } = (, ]

Interval terbuka

{| < , } = (, )

Contoh soal

Tunjukkan dengan garis bilangan,

{ x | x 4, x }

Penyelesaian :

d. Mengubah masalah ke dalam matematika berbentuk pertidaksamaan linear

satu variabel

Untuk membuat kalimat matematika atau model matematika pada pertidaksamaan

sama seperti yang dilakukan pada persamaan. Dalam menterjemahkan kalimat

cerita pada pertidaksamaan linear satu variabel ke dalam kalimat matematika atau

model matematika diperlukan beberapa penguasaan tentang pengertian istilah-

istilah dan penulisannya dalam pertidaksamaan linear satu variabel

Contoh :

Umur Aldi 5 tahun mendatang lebih dari 20 tahun. Nyatakanlah ke dalam kalimat

matematika, jika umur Aldo x tahun.

Penyelesaian :
Misalkan umur Aldo = x

5 tahun mendatang x > 20

Jadi, x + 5 > 20

5. SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA PEUBAH

5.1 Konsep Dasar

Sistem persamaan dua peubah atau sistem persamaan linear variabel (SPLDV)

adalah suatu sistem persamaan yang terdiri atas dua persamaan linear dan setiap

persamaan mempunyai dua variabel. Bentuk umum SPLDV adalah + by = c dan

+ =

5.2 Penyelesaian SPLDV

Untuk menentukan penyelesaian atau akar dari SPLDV dapat ditentukan dengan 3

cara, yaitu metode grafik, metode substitusi dan metode eliminasi.

a. Metode Grafik

Prinsip dari metode grafik yaitu mencari koordinat titik potong grafik dari

kedua persamaan.

b. Metode Substitusi

Hal ini dilakukan dengan cara memasukkan atau mengganti salah satu

variabel dengan variabel dari persamaan kedua

Contoh : Tentukan penyelesaian dari SPLDV : x + y = 4 dan x 2y = -2

dengan metode sustitusi!

Jawab :

x+y=4x=4y
x = 4 y disubstitusikan pada x 2y = -2 akan diperoleh:

x 2y = -2

(4 y) 2y = -2

4 3y = -2

-3y = -6

6
y = 3 = 2

Selanjutnya untuk y = 2 disubstitusikan pada salah satu persamaan, misalnya

ke persamaan x + y = 4 x + 2 = 4 x = 4 -2 = 2.

Jadi, penyelesaian adalah x = 2 dan y = 2.

c. Metode Eliminasi

Caranya sebagai berikut :

1) Menyamakan salah satu koefisien dan pasangan suku dua persamaan

bilangan yang sesuai.

2) Jika tanda pasangan suku sama, kedua persamaan dikurangkan

3) Jika tanda pasangan suku berbeda, kedua suku persamaan ditambahkan.

Metode Eliminasi juga sering dipadukan untuk menentukan solusi atau titik

potong dari sebuah persamaan linear.

B. MATERI YANG SULIT DIPAHAMI

Menurut saya materi yang sedikit sulit dipahami adalah Materi Peluang, karena

di Materi Peluang ini khususnya Masalah yang berkaitan dengan Peluang suatu
Kejadian, saya sulit membedakan Peluang kejadian saling lepas, saling bebas dan

Peluang kejadian bersyarat.

C. MATERI ESSENSIAL YANG TIDAK ADA DALAM SUMBER BELAJAR

Materi essensial yang menurut saya tidak ada dalam sumber belajar adalah

mengenai cara menentukan gradien persamaan garis sejajar dan tegak lurus. Dan

satu lagi materi essensial menurut saya tapi tidak ada di sumber belajar ada pada

Bab Statistika tidak ada penjelasan mengenai pembahasan untuk Data Tunggal.

D. MATERI YANG TIDAK ESENSIAL NAMUN ADA DALAM SUMBER

BELAJAR

Menurut saya semua materi essensial, hanya saja menurut saya kurang essensial

adalah Materi Persamaan dan Pertidaksamaan, karena menurut saya materi

persamaan dan pertidaksamaan yang ada di dalam sumber belajar tidak begitu

lengkap untuk dibahas karena masih sangat dasar dan terlalu singkat materinya.

E. JAWABAN LATIHAN SOAL URAIAN

BAB 1 : Peluang

1. Sepasang suami istri merencanakan mempunyai 3 orang anak. Peluang anak

kedua laki-laki adalah

Jawab :

Misal L = Laki laki , P = Perempuan dan A = Kejadian anak kedua laki laki

Anak ke-1 Anak ke-2 Anak ke-3 S = {LLL,LLP,LPL,LPP,PLL,PLP,PPL,PPP}

n(S) = 8

A = {LLL,LLP,PLL,PLP}

n(A) =4
L L L

L L P

L P L

L P P

P L L

P L P

P P L

P P P

2. Sebuah pusingan berbentuk segi delapan beraturan, dengan 2 bagian dicat warna

kuning , 2 bagian warna merah, dan 4 bagian warna hijau . Apabila pusingan

dilengkapi dengan jarum penunjuk dan diputar, peluang berhenti saat jarum

penunjuk pada warna kuning adalah..

Jawab :

Banyak Ruang Sampel n(S) = 8

Banyak Bagian yang berwarna kuning n (K) = 2

Peluang Jarum menunjuk paad bagia warna kuning (saat berhenti) adalah

()
() = ()

2
= 8

1
= 4


Jadi, Peluang jarum menunjukkan bagian warna kuning saat berhenti adalah

3. Dari 7 orang pria dan 5 orang wanita akan dipilih 4 orang yanAg terdiri dari tiga

orang wanita dan seorang pria. Peluang terpilihnya 4 orang tersebut adalah

Jawab :

Diketahui : banyaknya pria = 7 orang


banyaknya wanita = 5 orang
Ditanya :
peluang terpilihnya 4 orang yang terdiri dari 3 orang wanita dan 1 orang pria
adalah..
Penyelesaian:
- Banyak cara memilih 4 orang dari 12 orang adalah
12! 12! 1211109
412 = (124)! .4!
= = = 495 cara
8! .4! 4321

- Banyak cara memilih 3 orang wanita dari 5 orang wanita adalah


5! 5! 54
35 = (53)! .3!
= = = 10 cara
2! .3! 21

- Banyak cara terpilihnya 1 orang pria adalah


7! 7! 7
17 = (71)! .1!
= = = 7 cara
6! .1! 1

- Peluang terpilihnya 4 orang yang terdiri dari 3 orang wanita dan 1 orang pria
35 17 107 70 14
= 412
= 495
= 495
= 99

Jadi, Peluang terpilihnya 4 orang yang terdiri dari 3 orang wanita dan 1 orang pria

adalah

4. Dari sebuah kantong terdapat 5 kelereng merah dan 3 kelereng putih, di ambil 3

kelereng secara acak. Peluang terambil dua kelereng berwarna sama adalah.

Jawab :

Banyak cara mengambil 3 kelereng dari 8 kelereng adalah


8! 876
() = 38 = (83)!.3! = = 56 cara
321

Banyak cara terambilnya 2 kelereng berwarna sama adalah


= (2 Merah dan 1 Putih ) atau (2 Putih dan 1 Merah)
54 3 3 5
= 25 13 + 23 15 = 21 x 1 + 1 x 1 = 30 + 15 = 45

25 13 +23 15
Peluang terambil 2 kelereng berwarna sama adalah = ,
38


Jadi, Peluang terambilnya 2 kelereng yang sama warnanya adalah .

5. Dari sebuah kotak berisi 6 bola warna putih, 3 bola warna merah, dan 1 warna

kuning akan diambil 3 buah bola satu demi satu tanpa pengembalian. Peluang

terambilnya bola warna merah pada pengambilan ketiga adalah.

Jawab :

Banyak cara mengambil 3 bola satu persatu tanpa pengembalian adalah

10 9 8
110 x 19 x 18 = x 1 x1 = 720 Cara
1

n(S) = 720
A= (MMM) = 13 x 12 x 11 =3x2x1 = 6 Cara
(MPM) = 13 x 16 x 12 =3x6x2 = 36 Cara
(MKM) = 13 x 11 x 12 =3x1x2 = 6 Cara
(PMM) = 16 x 13 x 12 =6x3x2 = 36 Cara
(PKM) = 16 x 11 x 13 =6x1x3 = 18 Cara
(PPM) = 16 x 15 x 13 =6x5x3 = 90 Cara
(KMM) = 11 x 13 x 12 =1x3x2 = 6 Cara
(KPM) = 11 x 16 x 13 =1x6x3 = 18 Cara
n(A) = 6 + 36 + 6 + 36 + 18 + 90 + 6 + 18 = 216
216 3
P(A) = =
720 10

Jadi, Peluang terambilnya bola warna merah pada pengambilan bola ketiga adalah .
BAB 2 : Statistika

1. Suatu keluarga mempunyai 8 orang anak. Anak A berumur + 1 tahun dan anak

B berumur 2 + 1 tahun. Enam anak yang lain berturut-turut berumur + 2, +

3 , + 4, . , + 7 (dalam tahun). Apabila rata-rata umur kedelapan anak

tersebut 7 tahun, umur anak A adalah

Jawab :

Dik : Umur anak A = x + 1 tahun

Umur anak B = 2x +1 tahun

Umur anak yang lain x + 2, x + 3 , x + 4, . , x + 7 (dalam tahun)

Rata-rata umur(x) = 7

Dit : Umur anak A ?

Penyelesaian :

(x+1)+(2x+1)+(x+2)+(x+3)+(x+4)+(x+5)+(x+6)+(x+7)
x = =7
8

9x + 29
x = =7
8

9x + 29 = 56

9x = 56 29

9x = 27

x =3
Karena x = 3 maka umur anak A = x + 1 = 3 + 1 = 4 tahun.

2. Dari 120 siswa, terdapat 39 orang siswa yang mempunyai ukuran sepatu 38,

sebanyak 61 siswa mempunyai ukuran sepatu 39, dan sisanya mempunyai

ukuran sepatu 40. Apabila data tersebut dibuat dalam bentuk diagram lingkaran,

berapa besarderajat sudut juring lingkaran yang terbentuk oleh siswa yang

mempunyai ukuran sepatu 40 ?

Jawab :

Dik : Jumlah seluruh siswa = 120

Ukuran sepatu 38 = 39 siswa

Ukuran sepatu 39 = 61 siswa

Ukuran sepatu 40 adalah sisanya

Dit : Besar derajat sudut juring lingkaran untuk ukuran sepatu 40 ?

Penyelesaian :

Banyak siswa yang mempunyai ukuran sepatu 40 = 120 (39 + 61) = 20 siswa

Mencari besar sudut juring :


39
Ukuran 38 120 360 = 117

61
Ukuran 39 120 360 = 183

20
Ukuran 40 120 360 = 60

Jadi besar sudut juring untuk ukuran sepatu 40 adalah 60


3. Nilai rata-rata suatu bilangan adalah 5. Empat anak dari kelas lain mempunyai

nilai rata-rata 6. Jika nilai rata-rata mereka digabung menjadi 5,36, maka tentukan

banyaknya anak sebelum digabung dengan anak tersebut.

Jawab :

Dik : x1 = 5

n2 = 4

x2 = 6

xgab = 5,36

Dit : n1 = ?

Penyelesaian :

n1 x1 + n2 x2
xgab =
n1 + n2

n1 5 + 4 6
5,36 =
n1 + 4

5,36n1 21,44 = 5n1 + 24

5,36n1 5n1 = 24 21,44

0,36n1 = 2,56

2,56
n1 =
0,36

n1 = 7,11

Jadi, banyak siswa sebelum digabung dengan anak lain adalah 7 anak
4. Sebuah himpunan bilangan bulat yang memiliki median, modus serta jangkauan

yang sama yaitu 9. Jika banyaknya anggota himpunan tersebut adalah 10,

tentukan hasil kali antara bilangan terkecil dan bilangan terbesar.

Penyelesaian :

Misal himpunan bilangan bulat tersebut adalah A =

{x1 , x2 , x3 , x4 , x5 , x6 , x7 , x8 , x9 , x10 }

(x5 +x6 )
Median = = 9 , dengan x1 x2 x3 x4 x5 x6 x7 x8
2

x9 x10

Modus = 9

Jangkauan= 10 1 = 9 atau 10 1 = 9

Karena modus, jangkauan dan median sama dengan 9 maka nilai 5 dan 6

adalah 9. Sehingga nilai 1 dan 10 mempunyai beberapa kemungkinan

antara lain :

1. A = {0, x2 , x3, x4 , 9,9, x7 , x8 , x9 , 9}dengan 0 x2 , x3 , x4 9 dan

x7 , x8 , x9 = 9.

2. A = {1, x2 , x3, x4 , 9,9, x7 , x8 , x9 , 10}dengan1 x2 , x3 , x4 9 dan 9

x7 , x8 , x9 10.

3. A = {2, x2 , x3, x4 , 9,9, x7 , x8 , x9 , 11}dengan2 x2 , x3 , x4 9 dan 9

x7 , x8 , x9 11.

4. A = {3, x2 , x3, x4 , 9,9, x7 , x8 , x9 , 12}dengan3 x2 , x3 , x4 9 dan 9

x7 , x8 , x9 12.
5. A = {4, x2 , x3, x4 , 9,9, x7 , x8 , x9 , 13}dengan4 x2 , x3 , x4 9 dan 9

x7 , x8 , x9 13.

6. A = {5, x2 , x3, x4 , 9,9, x7 , x8 , x9 , 14}dengan5 x2 , x3 , x4 9 dan 9

x7 , x8 , x9 14.

7. A = {6, x2 , x3, x4 , 9,9, x7 , x8 , x9 , 15}dengan6 x2 , x3 , x4 9 dan 9

x7 , x8 , x9 15.

8. A = {7, x2 , x3, x4 , 9,9, x7 , x8 , x9 , 16}dengan7 x2 , x3 , x4 9 dan 9

x7 , x8 , x9 16.

9. A = {8, x2 , x3, x4 , 9,9, x7 , x8 , x9 , 17}dengan8 x2 , x3 , x4 9 dan 9

x7 , x8 , x9 17.

10. A = {9, x2 , x3, x4 , 9,9, x7 , x8 , x9 , 18}denganx2 , x3 , x4 = 9 dan 9

x7 , x8 , x9 18.

Jadi, hasil kali antara bilangan terkecil dengan bilangan terbesarnya juga

mempunyai beberapa kemungkinan yaitu

: {0, 10, 22, 36, 52, 70, 90, 112, 136, 162}.

5. Baco telah mengikuti tes matematika sebanyak 8 kali dengan nilai rata-rata 6,5.

Standar minimal untuk lulus dalam mata pelajaran tersebut adalah 7. Jika masih

ada 4 tes yang akan diikut ioleh Baco, tentukan rata-rata minimal yang harus

didapatkan oleh siswa tersebut.

Penyelesaian :

1 1 + 2 2
gab =
1 + 2
8 6,5 + 4 2
7=
8+4

52 + 4 2
7=
12

84 = 52 + 42

84 52 = 42

32 = 42

2 = 8

Jadi, rata-rata minimal yang harus didapat siswa tersebut adalah 8

BAB 3 : Fungsi

1. Grafik hasil produksi Nikel suatu tambang pertahun berbentuk garis lurus. Jika

produksi pada tahun pertama 110 ton dan pada tahun ketiga 150 ton, maka

tentukan model persamaannya dan berapa banyak produksi pada tahun ke 15 .

Jawab:

Persamaan garis yang melaui titik (1,110) dan (3,150)

1 1
=
2 1 2 1

110 1
=
150 110 3 1

110 1
=
40 2

2( 110) = 40( 1)
2 220 = 40 40

2 = 40 40 + 220

2 = 40 + 180

= 20 + 90

() = 20 + 90

Banyaknya produksi pada tahun ke-15 adalah (15)

() = 20 + 90

(15) = 20(15) + 90

(15) = 300 + 90

(15) = 390

Jadi, banyaknya produksi nikel pada tahun ke-15 adalah 390 ton.

2. Garis 2 + 6 = 0 memotong garis + 2 3 = 0 di titik A. Tentukan

persamaan garis yang melalui titik A dan tegak lurus garis = 3 200!

Jawab:

Titik potong garis 2 + 6 = 0 memotong garis + 2 3 = 0

2 + = 6 1 2 + = 6
|
+ 2 = 3 2 2 + 4 = 6

2 + = 6

2 + 4 = 6 -

3 = 0

0
=
3

=0
Untuk = 0 disubtitusi ke persamaan + 2 3 = 0

+ 2(0) = 3

=3

Jadi titik (, )

Gradien yang tegak lurus garis = 3 200

1 = 3

1
2 =
3

Persamaan garis yang melalui titik (3,0) dengan gradien


1
2 = 3 adalah

1 = ( 1 )
1
0 = 3( 3)

3 = + 3

+ 3 = 3

3. Tentukan persamaan garis yang tegak lurus garis 3 2 = 11.Jika adalah

fungsi linear, (1) = 2000, dan ( + 1) + 12 = (), maka nilai (100)

adalah

Jawab:

Diketahui: Garis 3 2 = 11

adalah fungsi linear, (1) = 2000, dan ( + 1) + 12 = ()

Ditanya:

a. Persamaan garis yang tegak lurus garis 3 2 = 11


b. (100)

Penyelesaian :

3 2 = 11

2 = 3 11
3 11
= 2 2

3
Jadi, 1 = 2

Karena tegak lurus maka,

1 . 2 = 1

3
. = 1
2 2
2
2 =
3

Selanjutnya:

f (1) = 2000, dan f ( x +1) + 12 = f(x) ;

f ( x +1) + 12 = f(x) maka f ( x + 1) = f(x) - 12

f (1 + 1) = f(1) 12

f ( 2) = 2000 12

= 1988

Untuk x = 0, maka : f ( 0 +1) +12 = f (0)

f (1) + 12 = f (0) f (0) = f(1) + 12

f (0) = 2000 + 12

f (0) = 2012

Artinya, f(x) melalui (1, 2000), (2, 1988) dan (0, 2012 ).
a. Persamaan garis yang tegak lurus dengan garis 3 2 = 11 dan melalui titik

(0,2012) adalah:

1 = ( 1 )
2
2012 = 3( 0)

3( 2012) = 2

3 6036 = 2

3 = 2 + 6036
2
= 3 + 2012

b. (100) adalah

Seperti diketahui bentuk umum fungsi linier () = +


(1) = + = 2000
( + 1) = ( + 1) +
( + 1) = + +
( + 1) + 12 = ()
+ + + 12 = +
= 12
Untuk = 12 disubtitusi ke persamaan + = 2000
+ = 2000
12 + = 2000
= 2012
Maka () = 12 + 2012, sehingga dapat diperoleh ;
(100) = - 12 (100) + 2012
= - 1200 + 2012
(100) = 812
maka nilai f (100 ) adalah 812.
Bisa juga di cari f (100) nya dengan menggunakan rumus Barisan Aritmatika.
Dik : f(1) = 2000 U1 = a
f (2 ) = 1988 U2
beda (b) = -12
Dit : f (100) U100 =.....?
Peny : Un = a + (n 1) b
U100 = 2000 + 99. -12
U100 = 2000 1188
U100 = 812.
Maka nilai f(100) = 812.

4. Jika suatu persamaan garis lurus + = buktikan bahwa persamaan garis


lurus yang sejajar dengan garis tersebut dan melalui titik (1, 1) berbentuk
+ = 1 + 1
Jawab:
Gradien yang sejajar dengan + =


1 =


2 =

Persamaan garis yang melalui titik (1 , 1 ) dengan gradien



2 = adalah


1 = ( 1 )

( 1 ) = ( 1 )
1 = + 1
+ = + ..... (TERBUKTI)

5. Jika suatu persamaan garis lurus + = buktikan bahwa persamaan garis


lurus yang tegak lurus dengan garis tersebut dan melalui titik (1, 1) berbentuk
= 1 1.
Jawaab
Gradien yang tegak lurus dengan + =


1 =


2 =

Persamaan garis yang melalui titik (1 , 1 ) dengan gradien



2 = adalah


1 = ( 1 )

( 1 ) = ( 1 )
1 = 1
= ..... (TIDAK TERBUKTI)

BAB 4 : Persamaan dan Pertidaksamaan

1. Akashi Kaikyo adalah nama jembatan terpanjang di dunia yang terletak di Jepang
yang panjangnyamencapai 1.991 meter. Di bagian lain dari Jepang, terdapat
jembatan Shimotsui Straigh yang 111 meter lebihpendekdarisetengah kali
panjangjembatan Akashi Kaikyo. TentukanpanjangdariJembatanShimotsui
Straight
Jembatan Akashi Kaikyo di Jepang
(sumberhttps://en.wikipedia.org/wiki/File:Akashi_Bridge.JPG )

Jawab :

Akashi Kaikyo = 1.991 m

1
Shimotsui Straigh = 2 . 1991 111 = 995,5 111 = 884,5

2. Dua orang penjelajah gua sedang menelusuri dua cabang yang berbeda dari
suatu gua bawah tanah. Penjelajah pertama dapat turun 77 meter lebih jauh
dari pada penjelajah kedua. Jika penjelajah pertama telah turun 433 meter
dari permukaan tanah, berapa meterkah panjang cabang gua yang telah
dituruni oleh penjelajah kedua?
Jawab :
Misal Penjelajah 1 = x
Penjelajah 2 = y
= + 77
433 = + 77
= 433 77
= 356
Jadi, panjang cabang gua yang telah dituruni oleh penjelajah kedua adalah
356 meter
3. Tiga bilangan genap berurutan jumlahnya 144. Tentukan jumlah bilangan
terbesar dan terkecil dari bilangan tersebut
Jawab :
Tiga bilangan genap berurutan : 2, 2 + 2, 2 + 4
2 + 2 + 2 + 2 + 4 = 144
6 + 6 = 144
+ 1 = 24
= 24 1
= 23
Jadi, 2 = 2.23 = 46
2 + 2 = 46 + 2 = 48
2 + 4 = 46 + 4 = 50
Sehingga jumlah bilangan terbesar dan terkecil = 46 +50 = 96

BAB 5 : Sistem Persamaan Linear Dua Variabel

1. Umur Santi 7 tahun lebih tua dari umur Angga, Sedangkan jumlah umur mereka
adalah 43 tahun, tentukan :
a. Model Matematika dari soal tersebut
b. Umur masing-masing
Jawab:
a. Misal umur Santi adalah dan umur Angga adalah
=+7
+ = 43
b. Umur masing-masing.
Untuk = + 7 , disubstitusikan ke persamaan
+ = 43
+ 7 + = 43
2 = 36
= 18
Untuk = 18 di subtitusi ke persamaan = + 7
=+7
= 18 + 7
= 25
Jadi, umur Santi 25 tahun dan umur Angga 18 tahun.

2. Jika jumlah dua bilangan positif adalah 24, maka nilai terkecil dari jumlah
kebalikan bilangan-bilangan tersebut adalah
Jawab:
Diketahui + = 24
= 24
1 1 +
+ =

1 1 + 24
+ =
(24 )
1 1 24
+ =
24 2
Untuk menghasilkan nilai minimum, maka . atau 24 2 bernilai
maksimum
() = 24 2 bernilai maksimum jika () = 0
() = 24 2
24 2 = 0
2 = 24
= 12
Untuk x = 12 di subtitusi ke persamaan + = 24
+ = 24
12 + = 24
= 12
1 1
Jadi nilai minimum + adalah

1 1 1 1
+ = +
12 12
1 1 2
+ =
12
1 1 1
+ =
6
1
Maka nilai terkecil dari jumlah kebalikan bilangan-bilangan tersebut adalah
6
3. Pada pertunjukan seni terjual 500 lembar karcis yang terdiri dari karcis kelas
Ekonomi dan Karcis kelas Utama. Harga karcis kelas Ekonomi adalah Rp.
6000,00 dan kelas Utama adalah Rp. 8000,00 . Jika hasil penjualan seluruh karcis
adalah Rp.3.360.000,00 . berapakah jumlah karcis kelas Ekonomi yang terjual ?
Jawab:
Misal: Karcis kelas ekonomi adalah
Karcis kelas utama adalah

Harga (Rp) Jumlah (lembar)


Karcis kelas ekonomi (x) 6.000 1
Karcis kelas utama (y) 8.000 1
Jumlah 3.360.000 500

Model Matematika
6.000 + 8.000 = 3.360.000 3 + 4 = 1.680
+ = 500 = 500
Untuk = 500 disubtitusi ke persamaan 3 + 4 = 1.680
3 + 4 = 1.680
3 + 4(500 ) = 1.680
3 4 + 2.000 = 1.680
= 320
Jadi, jumlah karcis kelas ekonomi yang terjual adalah 320 lembar.
4. Dea dan Anton bekerja pada pabrik tas. Dea dapat menyelesaikan 3 buah tas
setiap jam dan Anton dapat menyelesaikan 4 tas setiap jam. Jumlah jam kerja
Dea dan Anton adalah 16 jam sehari, dengan jumlah tas yang dibuat oleh
keduanya adalah 55 tas. Jika, jam kerja keduanya berbeda tentukan jam kerja
mereka masing-masing!
Jawab:
Misal: Jam kerja Dea adalah
Jam Kerja Anton adalah

Tas (Buah) Waktu (Jam)


Jam kerja Dea (x ) 3 1
Jam Kerja Anton (y) 4 1
Jumlah 55 16

Model Matematika
3 + 4 = 55
+ = 16 = 16
Untuk = 16 disubtitusi ke persamaan 3 + 4 = 55
3 + 4 = 55
3 + 4(16 ) = 55
3 4 + 64 = 55
=9
Untuk = 9 di subtitusi ke persamaan = 16
= 16 9
=7
Jadi, jumlah jam kerja Dea dan aAnton berturut-turut adalah 9 jam dan 7 jam.

5. Jumlah dua bilangan adalah 200. Dan selisih bilangan itu adalah 108. Tentukan
lah bilangan yang paling besar diantara keduanya.
Jawab:
Model matematika
+ = 200
= 108 = 108 +
Untuk = 108 + di subtitusi ke persamaan
+ = 200
108 + + = 200
2 = 92
= 46
Untuk = 46 di subtitusi ke persamaan = 108 +
= 108 + 46
= 154
Jadi, bilangan terbesarnya adalah 154.