Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM

MENGGUNAKAN ANALOG TO DIGITAL CONVERTER (ADC)


DALAM MIKROKONTROLLER ATMEGA8535

Disusun untuk Memenuhi Matakuliah Workshop Mikroprosesor


Yang Dibimbing oleh

Bu Dyah Lestari,S.T.M.Eng.

Disusun Oleh:

RIZKI NUR ARIFIN (150531507817)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
PRODI D3 TEKNIK ELEKTRO
NOVEMBER 2016
MODUL VI
MENGGUNAKAN ANALOG TO DIGITAL CONVERTER (ADC)
DALAM MIKROKONTROLLER ATMEGA8535

TUJUAN

Mengetahui dan memahami cara menggunakan ADC yang ada di dalam


mikrokontroler.
Mengetahui dan memahami bagaimana memrogram mikrokontroler untuk
mengonversi data analog menjadi data digital.

ANALOG TO DIGITAL CONVERTER (ADC)

Penggunaan ADC sebagai pengonversi data analog menjadi data digital merupakan
sesuatu hal yang diperlukan jika data yang masuk ke dalam mikrokontroler, biasanya data dari
sensor berupa sinyal analog.
Fitur ADC dalam ATMega8535 adalah sebagai berikut:
Resolusi 10 bit.
Waktu konversi 65-260 s.
Input 8 kanal.
Input ADC 0-5Vcc.
3 Mode pemilihan tegangan referensi.
Ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk inisialisasi ADC, yaitu penentuan
clock, tegangan referensi, format data output dan mode pembacaan. Inisialisasi ini dilakukan
pada register-register berikut:

ADMUX (ADC Multiplexer Selection Register)


ADMUX merupakan register yang mengatur tegangan referensi yang digunakan ADC,
format data output dan saluran ADC.

REFS0-1 (Reference Selection Bits)


REFS0-1 adalah bit-bit pengatur mode tegangan referensi ADC.
ADLAR (ADC Left Adjust Result)
ADLAR adalah bit keluaran ADC. Jika ADC telah selesai konversi, maka data ADC akan
diletakkan di 2 register, yaitu ADCH dan ADCL dengan format sesuai ADLAR.
Format data ADC jika ADLAR=0

Format data ADC jika ADLAR=1

MUX0-4 (Analog Channel and Gain Selection Bits)


MUX0-4 adalah bit-bit pemilih saluran pembacaan ADC.
ADCSRA (ADC Control and Status Register A)
ADCSRA adalah register 8 bit yang berfungsi untuk melakukan manajemen sinyal kontrol dan
status ADC.

ADEN (ADC Enable)


ADEN merupakan bit pengatur aktivasi ADC. Jika bernilai 1 maka ADC akan aktif.
ADCS (ADC Start Conversion)
ADCS merupakan bit penanda dimulainya konversi ADC. Selama konversi berlogika 1
dan akan berlogika 0 jika selesai konversi.
ADATE (ADC Auto Trigger Enable)
ADATE merupakan bit pengatur aktivasi picu otomatis. Jika bernilai 1 maka konversi
ADC akan dimulai pada saat tepi positif pada sinyal trigger yang digunakan.
ADIF (ADC Interrupt Flag)
ADIF merupakan bit penanda akhir konversi ADC. Jika bernilai 1 konversi ADC pada
suatu saluran telah selesai dan siap diakses.
ADIE (ADC Interrupt Enable)
ADIE merupakan bit pengatur aktivasi interupsi. Jika bernilai 1 maka interupsi
penandaan telah selesai. Konversi ADC diaktifkan.
ADPS0-2 (ADC Prescaler Select Bit)
ADPS0-2 merupakan bit pengatur clock ADC.

SFIOR (Special Function IO Register)


SFIOR adalah register 8 bit yang mengatur sumber pemicu ADC. Jika bit ADATE pada register
ADCSRA bernilai 0 maka ADTS0-2 tidak berfungsi.

Rangkaian yang digunakan untuk mempelajari ADC dapat dilihat dalam Gambar dibawah.
Rangkaian ini merupakan rangkaian pembagi tegangan dimana tegangan keluaran dapat
dihitung dengan rumus:
Vout = R2 x Vcc
R1+R2
ALAT DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN

1 set PC/Laptop yang sudah berisi program Code Vision dan Khazama
1 buah catu daya DC +5V
1 buah multimeter
1 buah ISP Downloader AVR
1 buah sistem minimum AVR
1 buah I/O
1 buah kabel printer USB
1 buah kabel pita hitam
1 buah potensiometer

PROSEDUR

1. Rangkailah peralatan yang diperlukan seperti dalam Gambar diatas. Hubungkan soket
jumper PORTC pada minimum system dengan soket jumper pada OUTPUT LED. Vout
pada rangkaian potensiometer dihubungkan pada PORTA.0 (ADC channel 0).
Kabel Kabel hitam
Kabel USB downloader Minimum I/O
ISP Downloader
system AVR

Potensio
meter

2. Buka program Code Vision AVR


3. Buat program dengan menggunakan aplikasi Code Vision AVR
4. Buatlah file project (.prj) kemudian pilih IC yang digunakan (ATmega8535) dan atur
clock 4.000 Mhz. (seperti praktikum sebelumnya)
5. Buatlah file source (.c) kemudian hubungkan file project dengan file source seperti
pada praktikum sebelumnya.
6. Tambahkan file header

7. Program berikut merupakan deklarasi variabel hasil konversi ADC. Tuliskan variabel
berikut di luar program utama.

8. Buatlah program utama dan inisialisasikan PORT C sebagai output dengan kondisi awal
LOW.

9. Tuliskan inisialisasi ADC berikut di dalam program utama.


10. Perhatikan blok program berikut. Arti dari blok instruksi tersebut adalah setting ADC
di PORTA dan inisialisasi ADC. Tuliskan fungsi berikut di luar program utama.

11. Tuliskan program berikut dalam program utama tepatnya di dalam while(1).

12. Compile dan Build program jika ada yang error perbaiki program. Masukkan file hex
menggunakan Khanzama AVR Programer. Klik auto program.
13. Hubungkan output potensiometer pada PORTA.0.
14. Ukur tegangan potensiometer (kaki tengah) sebesar 0-5V (sesuai tabel).
15. Lepas probe AVO Meter lalu perhatikan dan catat nyala LED dan konversi nilai dalam
desimal.

16. Hitung perhitungan nilai digital dalam desimal dengan rumus berikut:
Vdigital = Vukur / Vcc *255
Contoh: misal tegangan analog yang diukur 1 V, maka tegangan digital adalah:
V = 1/5 *255 = 51 desimal, atau 33H atau 0011001
DATA HASIL PERCOBAAN

Tabel ADC
No Tegangan Tampilan LED Nilai digital LED Nilai digital
analog (0-5V) (bit7-bit0) (decimal) perhitungan (desimal)
1 0 0000 0000 0 0/5x255=0
2 0.5 0001 1010 26 0.5/5x255=25.5
3 1 0011 0110 54 1/5x255=51
4 1.5 0101 0000 80 1.5/5x255=76.5
5 2 0110 1100 108 2/5x255=102
6 2.5 1000 0110 134 2.5/5x255=127.5
7 3 1010 0001 161 3/5x255=153
8 3.5 1011 1111 191 3.5/5x255=178.5
9 4 1101 1000 216 4/5x255=204
10 4.5 1111 0100 244 4.5/5x255=229.5
11 5 1111 1111 255 5/5x255=255

HASIL PRAKTIKUM
1. 4.

2. 5.

3. 6.
7.

8.

9.

10.

11.
ANALISA DATA

1. Analisa data hasil pada Tabel ADC !


Analog To Digital Converter (ADC) adalah pengubah analog input menjadi
kode kode digital. ADC banyak digunakan sebagai pengatur proses industri,
komunikasi digital dan rangkaian pengukuran/pengujian. Umumnya ADC digunakan
sebagai perantara antara sensor yang kebanyakan analog dengansistim komputer
seperti sensor suhu, cahaya, tekanan/berat, aliran dan sebagainyakemudian diukur
dengan menggunakan sistim digital (komputer).

Dari praktikum ini,dapat diketahui bahwa pada rangkaian ADC ini input yang
digunakan adalah potensiometer untuk menampilkan besar kecilnya nilai ADC yang di
tampilkan melalui output berupa LCD. Saat tegangan dari potensiometer diperbesar
maka tahanan pada potensio semakin kecil dan tegangan yang masuk pada ADC
semakin besar. Dan saat tegangan dari potensiometer diperkecil, maka tahanan pada
potensio semakin besar dan tegangan yang masuk pada ADC yang semakin kecil.
Ditunjukkan pada data, pada saat tegangan pada potensio 0,5V tegangan dari nilai
perhitungan 0,52V dan saat tegangan pada potensio 4V tegangan dari nilai hitung
4,27V. Indikator atau penampilkannya menggunakan LED 8bit deengan nilai minimal o
(binernya 00000000), dan maksimalnya 255 (binernya 11111111).

KESIMPULAN
Dari praktikum ini, dapat diketahui bahwa kesimpulan dari percobaan ini
adalah sebgaia berikut :
1. Besar nilai ADC yang ditampilkan pada LCD ditentukan oleh input pada
potensiometer.
2. Jika potensiometer tahanannya semakin besar, maka nilai ADC yang ditampilkan
pada LCD akan semakin kecil.
3. Jika potensiometer tahanannya semakin kecil, maka nilai ADC yang ditampilkn pada
LCD akan semakin besar.
4. Nilai ADC paling kecil yang digunakan pada praktikum ini adalah sebesar 0,
sedangkan nilai yang terbesar adalah sebesar 1023.
5. Fungsi ADC pada praktikum ini adalah untuk menampilkan data analog menjadi data
digital. Hal ini dapat dilihat pada saat kita menggunakan potensiometer sebagai input
untuk data analog yang dikonversikan menjadi
data digital yang ditampilkan pada output LCD.
6. Besar nilai analog ini akan berbanding terbalik dengan tahanan di potensiometer.
Besar tahanan potensiometer sendiri dapat berubah sesuai dengan posisinya.

DAFTAR PUSTAKA
Modul, Antarmuka Mikrokontroller Menggunakan Analog to Digital Converter (ADC)
http://hiyahaha.blogspot.co.id/2014/04/modul-vi-antarmukamikrokontroler.html