LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DIGITAL
DEKODER DAN DISPLAY
OLEH :
NAMA : MUHAR MAQVIRA
NIM : 42223011
KELAS : 2A D4-TRJT
KELOMPOK : 7
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI REKAYASA JARINGAN
TELEKOMUNIKASI
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
2024
25
Percobaan V
Dekoder dan Display
1. Tujuan Percobaan
Mengetahui prinsip kerja dekoder
Dapat mendesain suatu dekoder
Dapat membangun sebuah dekoder
2. Daftar Alat/Komponen
Alat/Komponen Jumlah
IC 7404 (NOT Gate) 2 buah
IC 7408 (ANDGate) 2 buah
IC 7486 (Ex-OR Gate) 2 buah
IC 7447 2 buah
IC 7490 2 buah
Seven Segment 2 buah
Trainer Digital 1 buah
Multimeter 1 buah
BNC to Crocodile 1 buah
Kabel Penghubung Secukupnya
4. Teori Dasar
Dekoder adalah sebuah rangkaian logika yang mengubah suatu kode input biner N-bit
menjadi biner M-bit, dimana output terhubung sedemikian rupa sehingga tiap output
hanya akan aktif oleh satu kemungkinan kombinasi input.
N Input M Output
DECODER
Gambar 1. Dekoder dengan N input dan M output
26
1
Tabel 1.
Q1
2
3
A B Q1 Q2 Q3 Q4
1 2
A
4
Q2 0 0 1 0 0 0
5
6
0 1 0 1 0 0
9
Q3
B
3 4 10
8 1 0 0 0 1 0
12
Q4 1 1 0 0 0 1
13
11
Selain itu dekoder juga dapat mengkonversikan suatu kode menjadi kode yang lain
sebagai berikut:
- Biner ke Gray
- BCD ke Segment
- BCD ke Desimal
- BCD ke Ex-3
B0
B1 G0
B2
G1
B3
G2
G3
Gambar 3. dekoder biner ke gray
Setiap output diperoleh persamaan:
G0 = B0 + B1
G1 = B1 + B2
G2 = B2 + B3
G3 = B3
IC 7447 adalah dekoder yang digunakan sebagai driver 7 segment, seperti pada
gambar 4.
A
B
C DECODER
D
Gambar 4. BCD to Seven Segment
27
Seven segment adalah konfigurasi rangkaian display untuk menghasilakan karakter-
karakter desimal (0-9). Seven segment terbuat dari material yang mudah mengemisi
cahaya bila dilewati arus. Material-material ini dikenal dengan LED. LED akan
memancarkan cahaya bila dialiri arus listrik.
f b
g
e c
d
Gambar 5. Seven segment
5. Prosedur Praktikum
1. Buat rangkaian dekoder 2 input, 4 output sebagai berikut:
1
Q1
2
3
1 2
A
4
Q2
5
6
9
Q3
3 4 10
B 8
12
Q4
13
11
2. Berikan logika 1 atau 0 pada input A dan B seperti pada tabel 2.
3. Amati indikator LED dan isi tabel 2.
Tabel 2. 2 input, 4 output
A B Q1 Q2 Q3 Q4
0 0 1 0 0 0
0 1 0 1 0 0
1 0 0 0 1 0
1 1 0 0 0 1
28
4. Buat rangkaian dekoder biner ke gray sebagai berikut:
B0
B1 G0
B2
G1
B3
G2
G3
5. Berikan logika 1 atau 0 pada input A dan B seperti pada tabel 3.
6. Amati indikator LED dan isi tabel 3.
Tabel 3. Dekoder biner ke gray
B3 B2 B1 B0 Q1 Q2 Q3 Q4
0 0 0 0 0 0 0 0
0 0 0 1 1 0 0 0
0 0 1 0 1 1 0 0
0 0 1 1 0 1 0 0
0 1 0 0 0 1 1 0
0 1 0 1 1 1 1 0
0 1 1 0 1 0 1 0
0 1 1 1 1 0 0 1
1 0 0 0 1 0 0 0
1 0 0 1 1 0 1 1
1 0 1 0 1 1 1 0
1 0 1 1 1 1 0 1
1 1 0 0 0 1 0 1
1 1 0 1 1 1 0 1
1 1 1 0 1 0 0 1
1 1 1 1 0 0 0 1
7. Buat rangkaian dekoder BCD ke desimal sebagai berikut:
VCC
A B C D
16
15
14
13
12
11
10
9
VCC
C
D
A
B
8
7
9
7442
GND
0
1
2
3
4
5
6
220
1
2
3
4
5
6
7
8
29
8. Berikan logika 1 atau 0 pada input A dan B seperti pada tabel 4.
9. Amati indikator LED dan isi tabel 4.
Tabel 4. Dekoder BCD ke desimal
D C B A Q0 Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q6 Q7 Q8 Q9
0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0
0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0
0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0
0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0
0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0
0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0
0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0
0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0
1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0
1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1
1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
10. Buat rangkaian dekoder BCD ke seven segment sebagai berikut:
VCC
220
VCC VCC VCC
Clock 3 16
LT’ VCC
1 14 4 15
CKB CKA BI/RBO 0F
2 13 5 14
R01 NC RBI’ 0G
3 12 7 13
R02 QA A 0A
4 9 1 7447 12
NC QB B 0B
5 7490 8 2 11
VCC QC C 0C
6 11 6 10
R91 QD D 0D
7 10 8 9
R92 GND GND 0E
11. Atur Function Generator pada gelombang kotak dan frekuensinya sampai indikator
LED A, B, C dan D dapat diamati.
12. Amati indikator LED A, B, C, D dan seven segment, isi tabel 5.
30
Tabel 5. Dekoder BCD ke seven segment
Input BCD Seven Segment
No.
D C B A a b c d e f g
1 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0
2 0 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1
3 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1
4 0 1 0 0 0 1 1 0 0 1 1
5 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1
6 0 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1
7 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0
8 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1
9 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1
0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0
6. Pertanyaan dan Tugas
1. Buat laporan hasil praktikum
2. Apa yang dimaksud dengan dekoder? Jelaskan.
3. Desain sebuah rangkaian logika untuk dekoder 3 input, 8 output.
4. Apa yang dimaksud dengan seven segment?
5. Jelaskan prinsip kerja seven segment menampilkan desimal (0-9).
6. Apa yang dimaksud dengan multiplexer dan demultiplexer? Jelaskan.
ANSWER
1.
31
2. Dekoder adalah suatu perangkat atau rangkaian elektronika yang berfungsi untuk mengubah
atau menerjemahkan sinyal kode atau sinyal yang dikodekan ke dalam bentuk yang dapat
dipahami oleh perangkat atau pengguna.
32
3. Decoder 3 Input, 8 output
4. Seven segment adalah jenis tampilan elektronik yang terdiri dari tujuh segmen LED atau LCD
yang dapat menyala secara individu untuk membentuk angka atau beberapa karakter tertentu.
Tampilan ini banyak digunakan pada perangkat elektronik yang hanya membutuhkan tampilan
angka.
5. Prinsip kerja seven segment untuk menampilkan angka desimal (0–9) didasarkan pada
kombinasi penyalaan dari tujuh segmen LED yang membentuk angka sesuai pola tertentu.
Setiap segmen pada seven segment diberi label huruf dari a hingga g dan diatur dalam bentuk
persegi panjang, dengan satu segmen tambahan untuk menampilkan titik desimal (dot). Seperti
Gambar di bawah
6. Multiplexer (MUX) adalah saklar digital yang memilih satu input dari beberapa input untuk
diteruskan ke satu output, berguna untuk penghematan jalur komunikasi.
Demultiplexer (DEMUX) membagi satu sinyal input ke beberapa output, membantu dalam
distribusi data ke tujuan yang berbeda.
33
Kesimpulan
Konversi Sinyal Digital ke Tampilan Visual**: Decoder memungkinkan sinyal digital
biner untuk dikonversi ke bentuk visual yang mudah dibaca, seperti angka pada seven
segment display. Ini penting untuk menampilkan informasi digital dalam bentuk yang
dapat dipahami oleh pengguna.
Efisiensi dalam Pengendalian Display: Dengan menggunakan decoder, pengendalian
display dapat dilakukan lebih efisien, karena mengurangi jumlah jalur yang diperlukan.
Decoder BCD ke seven segment, misalnya, menggunakan hanya empat input untuk
menampilkan sepuluh angka desimal, memudahkan penghematan pin dalam sistem digital.
Aplikasi Luas dalam Sistem Elektronika dan Kontrol: Decoder dan display banyak
digunakan dalam berbagai perangkat elektronik seperti kalkulator, jam digital, dan sistem
kontrol. Hal ini menunjukkan pentingnya komponen ini dalam penerapan sehari-hari dan
dalam desain rangkaian elektronik yang sederhana dan efektif.
34