SUBTRACTOR BCD
I. TUJUAN
1. Dapat membuat rangkaian Subtractor BCD.
2. Mengamati dan mengerti tentang cara kerja rangkaian percobaan.
3. Membanding kanhasilpengamatan percobaan dengan hasil teorotis.
II. TEORI
Penjumlahan bilangan-bilangan decimal yang berbentuk BCD paling
mudah dipahami melalui dua kasus yang dapat terjadi pada saat digitdigit decimal dijumlahakan.Perhatikan penjumlahan decimal 5 dengan
decimal 4 yang menggunakan BCD untukmenyatakantiap-tiapdigit :
5
+4
9
0101
+ 0100
1001
BCD untuk 5
BCD untuk 4
BCD untuk 9
Penjumlahan dilakukan seperti pada penjumlahan biner biasa dan
hasil 1001, merupakan kode BCD untuk decimal 9.
Contoh lain adalah untuk menjumlahkan decimal 45 ke decimal 33 :
45
+33
78
0100 0101
0011 0011
0111 1000
BCD untuk 45
BCD untuk 33
BCD untuk 78
Pada contoh ini kode-kode 4-bit untuk 5 dan 3 dijumlahkan dalam
biner untuk menghasilkan 1000, yang merupakan BCD untuk 8.Sama
halnya, dengan menambahkan posisi-posisi digit decimal
keduamenghasilkan 0111 yang merupakan BCD untuk 7.Hasilnya
sama dengan 0111 1000, yang merupakan kode BCD untuk 78. Pada
contoh di atas tak satupun hasil penjumlahan dari digit-digit decimal
melampaui 9, oleh karena itu tidak dihasilkan carry-carry
decimal.Untuk kasus-kasus ini proses penjumlahan BCD adalah
langsung dan sesungguhnya sama dengan penjumlahan biner biasa.
Untuk penjumlahan BCD yang hasilnya lebih besar dari decimal 9
harus adaDi koreksi.Adapun koreksi yang dimaksudkan dapat di
perhatikan pada contoh penjumlahan berikut.Misalnya penjumlahan
decimal 6 dengan decimal 7 secara BCD.
6
+7
13
0110
0111
1101
BCD untuk decimal 6
BCD untuk decimal 7
Kode 1101 merupakankode yang terlarang dalam system bilangan
BCD sehingga harus dikoreksi dengan menambahkan 0110 pada hasil
tersebut, yaitu :
1101
0110
0001
0011
(koreksi)
BCD untuk decimal 13
Seperti ditunjukkan diatas, ditambahkan 0110 kepada jumlah
terlarang dan menghasilkan hasil BCD yang benar.Perhatikan bahwa
dalam penjumlahan ini dihasilkan sebuah carry kedalam posisi
decimal keduanya. Penambahan 0110 ini harus dilaksanakan apabila
hasil penjumlahan lebih dari decimal 9.Contoh lain adalah,
penjumlahan antara decimal 47 dengan 33 dalamBCD :
47
+35
82
0100 0111
0011 0101
0111 1100
BCD untuk 47
BCD untuk 35
Koreksi dilakukan terhadap 1100 sehingga diperoleh :
0111 1100
0110
1000 0010
(decimal 82)
Penjumlahan darikode-kode 4-bit untuk digit-digit 7 dan 5
menghasilkan jumlah terlarang dankoreksi dengan menambah
0110.Perhatikanbahwa penjumlahan inimenghasilkan sebuah carry 1,
yang diberikan keposisi berikutnya untuk ditambahkan
padaposisikedua.
Berikut ini adalah ikhtisar dari prosedur penjumlahan BCD :
1. Menjumlahkan, dengan menggunakan penjumlahan biner biasa,
group-group kode BCD untuk tiap-tiap digit.
2. Untuk posisi tersebut dimana jumlahnya kurang dari 9, tidak
diperlukan koreksi. Jumlah tersebut merupakan bentuk BCD yang
benar.
3. Apa bila jumlahdari dua digit tersebut lebih besar dari 9, tidak
diperlukan koreksi 0110 kepada jumlah itu untuk mendapatkan
hasil BCD yang benar. Ini akan selalu menghasilkan carry kedalam
posisi berikutnya.
III.
DIAGRAM RANGKAIAN
B3
A3
A2
B2
B1
B0
A1 A0
Co1
HD 74LS83 AP
0/1
Z3
Z2
Z1
Z0
Cin
CO2
B3 A3 B2 A2 B1 A1 B0
A0
Cin
HD 74LS83 A
Z2
Z1
Z3
8
2
7
1
BCD TO 7-SEGMENT
HD 74LSB3
7448
HD 74LS47
9
g
15
b
a
a
10
f 16
11
12
13
14
h
c
common
common
e
4
IV.
PERALATAN DAN KOMPONEN
1. Catu daya 5V
2. IC
: 7404
: 1 buah
: 1 buah
7483
3.
4.
5.
6.
7.
V.
: 2 buah
7447
Modul 7-segment
:1
Modul LED
:6
Protoboard
:1
Clamtest
:4
Kabel penghubung secukupnya
: 1 buah
buah
buah
buah
buah
PROSEDUR
1. Catu daya dalam keadaanmati, membuat rangkaian seperti
Diagram Rangkaian.
2. Memeriksa kembali rangkaian, bila telah benar melaporkan kepada
instruktur.
3. Menghidupkan Catu Daya.
4. Memberikan keadaan masukan (input)sesuai dengan Tabel
Pengamatan 1 dimana 0 = GRN, 1 = 5V.
5. Mengamati keadaan keluaran (output) pada LED dan 7-Segment
untuk setiap keadaan masukan sesuai denganTabel.
6. Mencatat hasil pengamatan padaTabel.
7. Mengulangi prosedur ini sampai memahaminya.
8. Mematikan Catu Daya dan membuka kembali rangkaian.
VI.
HASIL PENGAMATAN
INPUT
OUTPUT
Z
CO=
0
CO1
CO=
1
CO=
0
CO=
1
CO2
CO=
0
CO=
1
7-SEGMEN
CO=
0
CO=
1
0001
1000
0010
0011
0100
0110
0111
1000
1000
1000
1001
0000
1001
0010
0110
0111
0101
0011
0001
0010
1001
1001
1001
0000
0110
1001
0110
0111
1001
0111
0001
0010
1000
0010
0101
0110
1001
0110
0010
0011
VII. TUGAS DAN PERTANYAAN
1.
2.
3.
4.
Berikan alas an saudara kenapakah Ci= 1
Kapankah diperoleh carry Co1 = 1 ?
Kapankah diperoleh keadaan Co1 = Co2 = 1 ?
Apabila diperhatikan cara kerjanya apakah perbedaan rangkaian ini
dengan rangkaian adder BCD ?
5. Buatlah gambar rangkaian untuk subtractor 4-digit. Perlihatkan
bagaimana operasi rangkaian untuk aritmatik decimal 8353
3627 !
VIII. JAWABAN PERTANYAAN
1. Pada saat Ci di beri logika 1, maka rangkaian akan beroperasi sebagai
komplemen 10. Dimana saat A B jika di jumlahkan secara komplemen
10, maka akan di peroleh hasil BCD yang sebenarnya. Namun saat A < B
jika di jumlahkan secara komplemen 10, maka hasilnya akan berbentuk
komplemen 10 juga, maka harus di ubah lagi ke bentuk BCD.
2. Pada saat Co = 0, jika input A > input B maka akan menhasilkan carry
Co1 = 1. Dan pada saat Co = 1, jika input A input B maka akan
menghasilkan carry Co1 = 1.
3. Pada saat input A < B , dan hasil penjumlahan nya tidak lebih besar dari
1001.
4. Pada rangkaian ini input B terlebih dahulu di not kan sebelum di
jumlahkan dengan input A. Dan output Co1 di Not kan dahulu, lalu di
jadikan input pada B4 dan B2 pada Ic 7483 Yang kedua. Pada Subtractor
BCD ini jika hasil penjumlahan A dan B menghasilkan Carry atau lebih
besar dari 1001, maka harus di koreksi dengan menjmlahkan 1010
sebagai pengoreksinya pada Subtarctor BCD ini pada hasilnnya terdapat
komplemen 10 dan harus di ubah ke bentuk BCD untuk mendapatkan
TMF nya..sedangkan pada Adder BCD input B tidak di Not kan, dan jika
hasilnya menghasilkan Carry atau lebih besar dari 1001 maka harus
dikoreksi dengan 0110.
I.
KESIMPULAN
10