ANTENA UHF
OLEH :
1. BAYU KISWARA
2. EGIOFANI
3. ELIEZER LAZUARDI.S.
TEKNIK AUDIO VIDEO
SMKN 3 KOTA JAMBI
TAHUN PELAJARAN 2015 / 2016
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat limpahan rahmat dan karuniaNya sehigga kami dapat menyusun makalah ini
dengan judul “ Antena UHF” dengan baik dan tepat pada waktunya.
Dalam makalah ini kami membahas tentang antena UHF dan bentuk –
bentuknya.
Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu
dalam menyelesaikan makalah ini, namun tidak lepas dari semua itu, kami
menyadari bahwa ada kekuarangan baik dari segi penyusunan bahasanya maupun
segala segi lainnya. Oleh sebab itu dengan lapang dada kami menerima berbagai
saran dan kritik bagi pembaca, supaya kami dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata semoga makalah ini dapat meberikan manfaat dan informasi bagi
pembaca dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan.
Jambi, 2 Februari 2016
Penulis
1
DAFTAR ISI
Kata Pengantar .......................................................................................... 1
Bab 1 Pendahuluan .................................................................................... 3
Bab 2 Isi ................................................................................................ 4
a) Pengertian Antena UHF ................................................................. 5
b) Prinsip Kerja Antena UHF .............................................................. 6
c) Karateristik Dan Parameter kinerja Antena UHF ............................ 6
d) Fungsi Dan Kegunaan Antena UHF ................................................ 7
Bab 3 Penutup ....................................................................................... 10
A. Saran ........................................................................................... 10
B. Kesimpulan .................................................................................. 10
C. Daftar Pustaka ............................................................................. 11
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Antena UHF merupakan antena yang banyak dipakai masyarakat sebagai
penerima siaran televisi maka atas dasar tersebut kita harus memahami segala
permasalahan yang mungkin terjadi pada penerimaan sinyal UHF dan prosesnya.
Sejarah antena UHF : Pada tahun 1864, James Clerk Maxwell menunjukkan
bahwa gelombang elektromagnetik yang cepat mempengaruhi antara medan
magnet listrik dan menyebar dengan kecepatan cahaya. Maxwell menyatakan
bahwa cahaya seperti gelombang yang pada dasarnya merupakan fenomena
elektromagnetik. Dengan demikian, dia berpendapat bahwa cahaya adalah suatu
bentuk radiasi elektromagnetik.
Henrich Rudolf Hertz adalah seorang fisikawan Jerman yang memperjelas
dan memperluas teori elektromagnetik cahaya yang telah diajukan oleh Maxwell .
Dia adalah orang pertama yang menunjukkan adanya gelombang elektromagnetik
dengan membangun sebuah alat luntuk menghasilkan dan mendeteksi gelombang
VHF dan UHF. Hertz mengembangkan antena penerima gelombang VHF dan UHF.
BAB II
ISI
A.Pengertian Antena UHF
Pengertian Antena
Antena adalah alat untuk mengirim dan menerima gelombang elektromagnetik,
bergantung kepada pemakaian dan penggunaan frekuensinya, antenna bias
berwujud berbagai bentuk, mulai dari seutas kabel, dipole, ataupun yagi, dsb.
Antena aalahalat pasif tanpa catu daya(power), yang tidak bias meningkatkan
kekuatan sinyal radio, dia seperti reflector pada lampu senter, membantu
mengkonsentrasi dan memfokuskan sinyal.
UHF adalah singkatan dari Ultra High Frequency. UHF Umumnya menawarkan
penetrasi bangunan yang lebih baik dan oleh karena itu cocok untuk di dalam
ruangan maupun untuk daerah kepadatan bangunan tinggi (kota). Dimana aplikasi
membutuhkan kombinasi penggunaan indoor dan outdoor, radio UHF lebih baik.
HF (frekuensi ultrahigh) berbagai spektrum radio adalah band yang membentang
dari 300 MHz sampai 3 GHz. Panjang gelombang yang sesuai dengan frekuensi
batas ini adalah 1 meter dan 10 cm. Dalam band UHF, sinyal dari pemancar
berbasis bumi tidak dikembalikan oleh ionosfer ke permukaan; mereka selalu masuk
ke dalam ruang.
Sebaliknya, sinyal dari ruang angkasa selalu menembus ionosfer dan mencapai
permukaan. Global "gelombang pendek" propagasi akrab bagi pengguna frekuensi
yang lebih rendah tidak diketahui di UHF. Troposfer dapat menyebabkan
membungkuk, ducting, dan hamburan di UHF, memperluas jangkauan komunikasi
secara signifikan melampaui cakrawala visual.
Auroral, meteor-pencar, dan EME (bumi-bulan-bumi, juga disebut moonbounce)
propagasi kadang-kadang diamati, namun mode ini tidak menawarkan komunikasi
yang handal dan menarik terutama untuk operator radio amatir.
Di bagian atas band, gelombang dapat difokuskan atau collimated oleh antena
parabola ukuran sederhana.UHF band banyak digunakan untuk komunikasi satelit
dan penyiaran, di telepon dan paging sistem seluler, dan dengan generasi ketiga
(3G) jasa nirkabel.
4
Karena frekuensi tinggi dan band sangat luas (rentang 2,7 gigahertz dari ujung
rendah ke tinggi akhir), wideband modulasi dan spread spectrum mode praktis.
Beberapa identifikasi frekuensi radio menggunakan UHF yang umumnya dikenal
sebagai UHFID atau Ultra-HighFID (Ultra-High Frequency Identification). Contoh
sederhananya dan yang sering kita lihat adalah alat bertenaga baterai kecil seperti
yang digunakan untuk membuka pintu mobil dari jarak jauh.
Semua frekuensi dalam pita UHF digunakan untuk menembus radar, serta frekuensi
pada pita VHF. Umumnya, semakin rendah frekuensi, semakin besar kedalaman
penetrasi sinyal radar. Frekuensi 250 Mhz, 500 MHz dan 100 MHz biasanya
digunakan untukgeofisika arkeologi, sedangkan frekuensi di bawah 100 MHz
digunakan untuk geofisika geologi dan pertambangan.
Keuntungan dan kerugian menggunakan UHF
Keuntungan utama dari pita UHF adalah gelombang fisik yang pendek mampu
dihasilkan oleh frekuensi tinggi. Ukuran antena transmisi dan penerimaan,
tergantung oleh ukuran gelombang radio. Antena UHF adalah sedikit gemuk dan
pendek. Memasang antena yang lebih kecil sudah mampu digunakan untuk
frekuensi yang lebih tinggi.
Kerugian utama dari UHF adalah dibatasinya jangkauan siaran dan penerimaan,
sering disebut sebagai line-of-sight (jarak pandang) antara antena transmisi stasiun
TV dan antena penerimaan pelanggan.
Perhitungan Daya Pancar Pemancar UHF
1 KW atau 0 dbk ERP pada jarak 20 Km dengan ketinggian antena pemancar 150
meter dapat diperoleh Field Strength sebesar 61 dbuV/m. Dengan demikian dapat
dinyatakan bahwa untuk mendapatkan field strength sebesar 19 dbk, dan dengan
menggunakan antena pemancar dengan Gain 10 dB, power output pemancar UHF
yang diperlukan adalah sebesar 9dbk atau 8 KW.
Salah satu jenis antena UHF yang populer adalah antena Yagi-Uda. Antena Yagi
atau juga dikenal antena Yagi-Uda digunakan secara luas dan merupakan salah
satu antena dengan desain paling sukses atau banyak digunakan untuk aplikasi RF
direktif. Antena Yagi-Uda adalah nama lengkapnya, pada umumnya dikenal dengan
sebutan Yagi atau antena Yagi.
Antena Yagi digunakan untuk menerima atau mengirim sinyal radio. Antena ini dulu
banyak digunakan pada Perang Dunia ke-2 karena antena ini amat mudah dibuat
dan tidak terlalu ribet. Antena Yagi adalah antena direksional, artinya dia hanya
dapat mengambil atau menerima sinyal pada satu arah (yaitu depan). Oleh karena
itu, antena ini berbeda dengan antena dipole standar yang dapat mengambil sinyal
sama baiknya dalam setiap arah. Antena dipole adalah antena paling sederhana, dia
hanya menggunakan satu elemen tunggal. Antena Yagi biasanya memiliki Gain
sekitar 3 – 20 dB.
5
Macam-macam Antena UHF :
Antena Yagi ½ Lamda
Antena DualBand UHF
Antena Comet GPX
Antena UHF 12 Elemen
B.Prinsip Kerja Antena UHF
Antena UHF digunakan untuk menerima atau mengirim sinyal radio. Antena UHF
adalah antena direksional, artinya dia hanya dapat mengambil atau menerima sinyal
pada satu arah (yaitu arah depan).
Antena UHF biasanya memiliki Gain sekitar 3 – 20 dB.
C.Karakteristik dan Parameter Kerja Antena UHF
Pengiriman dan penerimaan sinyal TV dan radio dipengaruhi oleh banyak variabel.
Atmosfer kelembaban, angin, matahari, penghalang fisik seperti gunung dan
bangunan, dan cuaca sepanjang hari akan memiliki efek pada transmisi sinyal dan
degradasi penerimaan sinyal. Semua gelombang radio sebagian diserap oleh uap
air atmosfer. Jika penyerapan Atmosfer berkurang, maka hal ini akan melemahkan
kekuatan sinyal radio jarak jauh. Pengaruh ini meningkatkan penurunan kualitas saat
beralih dari sinyal VHF ke sinyal UHF. Sinyal UHF umumnya lebih rusak oleh
kelembaban yang lebih rendah daripada sinyal VHF.
Lapisan atmosfer bumi, ionosfer, diisi dengan partikel bermuatan yang dapat
memantulkan beberapa gelombang radio. Pengguna radio amatir menggunakan
kualitas dari ionosfer ini untuk membantu frekuensi rendah. Sinyal UHF tidak
memiliki kemampuan untuk memanfaatkan apa yang dibawa sepanjang ionosfer
tetapi sinyal UHF dapat terpantul dari partikel-partikel bermuatan rendah ke titik lain
di bumi untuk mencapai jarak yang lebih jauh.
6
D.Fungsi dan Kegunaan
Antena Ultra High Frequency (UHF) biasa digunakan untuk televisi. Namun
terkadang radio komunikasi juga menggunakan frekuensi UHF, karena frekuensi ini
tidak terlalu ramai digunakan untuk radio komunikasi. Beberapa contoh aplikasi
lainnya adalah:
a. Telepon seluler yang mampu mengirim dan menerima dalam spektrum UHF.
b. UHF banyak digunakan oleh badan-badan pelayanan publik untuk komunikasi
radio dua arah, biasanya menggunakan modulasi frekuensi narrowband. Modem
radio narrowband menggunakan frekuensi UHF untuk komunikasi data jarak jauh
misalnya untuk pengawasan dan pengendalian jaringan distribusi tenaga listrik.
c. Siaran radio.
d. Operator radio amatir.
Di Indonesia, Organisasi Amatir Radio Republik Indonesia (ORARI) memiliki peran
yang sangat vital terutama pada komunikasi dalam keadaan darurat. Saat ini
Jurusan Teknik Fisika khususnya dan Fakultas Teknik UGM telah mempunyai
Memorandum of Understanding (MoU) dengan ORARI.
e. Global Positioning System.
f. Mendeteksi luahan parsial. Luahan parsial terjadi karena geometri tajam diciptakan
dalam peralatan berisolasi tegangan tinggi.
g. Beberapa identifikasi frekuensi radio menggunakan UHF yang umumnya dikenal
sebagai UHFID atau Ultra-HighFID (Ultra-High Frequency Identification). Contoh
sederhananya dan yang sering kita lihat adalah alat bertenaga baterai kecil seperti
yang digunakan untuk membuka pintu mobil dari jarak jauh.
h. Semua frekuensi dalam pita UHF digunakan untuk menembus radar, serta
frekuensi pada pita VHF. Umumnya, semakin rendah frekuensi, semakin besar
kedalaman penetrasi sinyal radar. Frekuensi 250 Mhz, 500 MHz dan 100 MHz
biasanya digunakan untuk geofisika arkeologi, sedangkan frekuensi di bawah 100
MHz digunakan untuk geofisika geologi dan pertambangan.
UHF dan VHF biasanya digunakan untuk transmisi sinyal televisi. Di Indonesia
sebagian besar stasiun televisi menggunakan gelombang radio UHF, baik stasiun
swasta maupun negeri. Sebelumnya TVRI menggunakan pemancar VHF untuk
menjangkau daerah di Indonesia. Setelah muncul televisi swasta, dalam hal ini
adalah RCTI, maka digunakanlah pemacar UHF agar mampu menjangkau jarak
yang lebih luas. Televisi swasta lainnya yang muncul setelah itu pun menggunakan
UHF sebagai pemancar karena jangkauan siarannya yang nasional. Seiring majunya
industri penyiaran di Indonesia, akhirnya TVRI pun melakukan perubahan frekuensi
dari VHF ke UHF, walaupun sampai sekarang masih terdapat beberapa daerah yang
menggunakan pemancar VHF.
7
Hampir semua kanal frekuensi VHF digunakan TVRI mencakup sekitar 80% wilayah
Indonesia. Sedangkan pita UHF, rencama frekuensi awal (tahun 90-an) adalah 7
kanal frekuensi di setiap wilayah di Indonesia. Akibat kebijakan Departemen
Penerangan tahun 1998 (5 TV swasta nasional baru), akhirnya diberikan 11 kanal
frekuensi untuk Ibu Kota Provinsi. Penambahan kanal ini disebut dengan existing.
Dasar perencanaan eksisting pemancar TV siaran ini adalah agar mendapatkan
cakupan wilayah layanan yang seluas-luasnya (dapat meliputi beberapa wilayah
kabupaten/kodya, bahkan bisa meliputi beberapa provinsi), meningkatkan potensi
ekonomi serta jumlah penonton. Namun kondisi existing ini kemudian memunculkan
banyak masalah, antara lain:
Dalam wilayah layanan yang sama, namun lokasi tower berbeda-beda
Wilayah layanan pemancar TVRI dan TV swasta tumpang tindih.
Sejumlah TV lokal diberikan izin oleh Pemerintah Daerah, frekuensinya tidak
terencana dengan baik
Untuk menanggulangi masalah existing ini, pada tahun 2003 diberlakukan peraturan
pembatasan kanal frekuensi UHF TV dan diadakan pengelompokkan kanal UHF.
Hal ini menyebakan terjadinya perubahan frekuensi UHF di Indonesia berubah agar
tidak terjadi lagi benturan.
Prinsip perencanaan frekuensi TV UHF di Indonesia
Kanal UHF: Ch. 22-62 (41 kanal)
Dalam satu wilayah layanan yang sama, untuk TV analog:
1. Tidak bisa adjacent channel (kanal sebelahnya)
2. Hindari selisih kanal 9, image-channel interference
3. Kombinasi kanal genap dan kanal ganjil saja
Jumlah maksimum teoritis dalam satu wilayah layanan terisolasi adalah 41:2
= 20-21 kanal. Tetapi tidak bisa semuanya digunakan, karena diperlukan
untuk mengakomodasi daerah layanan sekitarnya, serta juga untuk jatah gap
filler. Gap filler pemancar daya pancar kecil untuk menutup blank spot karena
ada halangan (gunung, gedung tinggi, dsb)
Di ibu kota propinsi, sepanjang memungkinkan, jumlah maksimum, dengan
mempertimbangkan 7 kanal untuk jatah daerah sekitar lokasi tersebut, adalah
maksimum menjadi 14 kanal(mengambil jatah daerah yg bersebelahan)
Dari 14 kanal, perlu dipertimbangkan 2 kanal untuk jatah TV digital.
Catatan: Ch.22-25, di beberapa daerah digunakan penyelenggara selular
analog NMT-470 (Mobisel). Perlu dikaji seksama agar tidak interferensi. Hal
ini dapat mengurangi jumlah kanal yang dapat digunakan.
8
Pengelompokkan kanal TV UHF di Indonesia
Pada intinya frekuensi UHF di Indonesia berbeda-beda. Namun, terdapat
pengelompokkan yang disesuaikan per daerah di Indonesia, seperti di bawah ini
Channel Group Ch. UHF Ch. UHF Ch. UHF Ch. UHF Ch. UHF Ch. UHF Ch. UHF
A 22 24 26 28 30 32 34
D 23 25 27 29 31 33 35
B 36 38 40 42 44 46 48
E 37 39 41 43 45 47 39
C 50 52 54 56 58 60 62
F 51 53 55 57 59 61 63
Pengelompokan dasar dalam 6 grup (A,B,C,D,E,F) untuk kebutuhan 7 saluran di tiap
wilayah. Untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 7 saluran per wilayah dapat
mengambil jatah saluran dari wilayah tetangga. Konsekuensi logis jika tidak dapat
dilakukan pengulangan saluran frekuensi yang sama, akan mengurangi jatah
saluran frekuensi di wilayah tetangga tersebut.
Sesuai pola dasar (7 kanal utama) – Group kanal
1. Ditentukan wilayah layanan sesuai dengan master plan atau rencana induk
TV UHF.
2. Dipilih lokasi pemancar yang sesuai
3. Dihitung ERP pemancar yang tidak menyebabkan melebihi batasan yang
ditentukan.
Di luar pola dasar (7 kanal utama) - Penambahan kanal untuk pemancar
berdaya pancar besar
1. Dalam keadaan yang memaksa di satu wilayah siaran dapat ditambah
saluran baru di luar 7 (tujuh) saluran yang telah direncanakan.
2. Dengan digunakannya saluran yang direncanakan untuk wilayah lain
mengakibatkan berkurangnya jumlah saluran, atau bahkan tidak ada lagi
saluran yang bisa digunakan di wilayah tersebut. Hal ini mengandung
konsekuensi bahwa jumlah stasiun pemancar baru yang bisa dibangun di
daerah tersebut akan berkurang dari 7 saluran yang disediakan, sehingga
mungkin perlu dilakukan seleksi atau pertimbangan lain yang lebih luas bagi
penyelenggara siaran yang mengajukan usulan baru.
Contoh pengelompokkan wilayah Jabotabek dan Bandung
Jabotabek : Group D, E, & F (23, 27, 29, 31, 37, 39, 41, 43, 45, 47, 49, 51, 53, 57)
Bandung : Group B & C (36, 38, 40, 42, 44, 46, 48, 50, 52, 54, 56, 58, 60, 62)
9
BAB III
PENUTUP
A. Saran :
Penulis menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya
penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas
dengan sumber – sumber yang lebih banyak dan tentunya dapat dipertanggung
jawabkan. Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisan juga bisa
untuk menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah
dijelaskan.
B.Kesimpulan :
UHF adalah singkatan dari Ultra High Frequency. UHF Umumnya
menawarkan penetrasi bangunan yang lebih baik dan oleh karena itu cocok
untuk di dalam ruangan maupun untuk daerah kepadatan bangunan tinggi
(kota). Dimana aplikasi membutuhkan kombinasi penggunaan indoor dan
outdoor, radio UHF lebih baik
Keuntungan utama dari pita UHF adalah gelombang fisik yang pendek
mampu dihasilkan oleh frekuensi tinggi.
Kerugian utama dari UHF adalah dibatasinya jangkauan siaran dan
penerimaan, sering disebut sebagai line-of-sight (jarak pandang) antara
antena transmisi stasiun TV dan antena penerimaan pelanggan.
Antena UHF digunakan untuk menerima atau mengirim sinyal radio. Antena
UHF adalah antena direksional, artinya dia hanya dapat mengambil atau
menerima sinyal pada satu arah (yaitu arah depan).
Antena UHF biasanya memiliki Gain sekitar 3 – 20 dB.
Sinyal UHF tidak memiliki kemampuan untuk memanfaatkan apa yang dibawa
sepanjang ionosfer tetapi sinyal UHF dapat terpantul dari partikel-partikel
bermuatan rendah ke titik lain di bumi untuk mencapai jarak yang lebih jauh.
Antena Ultra High Frequency (UHF) biasa digunakan untuk televisi
10
Daftar Pustaka
http://rethinking-work.pengertian.web.id/id2/rujukan-2107/UHF_27867_rethinking-
work-pengertian.html
http://elevenmillion.blogspot.co.id/2009/12/tv-antena-vhf-dan-uhf-perbedaannya.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Frekuensi_ultra_tinggi
http://lutfyzein.blogspot.co.id
http://antenatv-demplont.blogspot.co.id/2013/09/pengertian-antena-tv-dan-
fungsinya.html
http://bboymike93.blogspot.co.id/2013/04/uhf-dan-vhf.html
11