Anda di halaman 1dari 4

Apa Itu Data Kategorik ?

Data kategorik merupakan data dimana variabel variabelnya dapat dikelompokan menjadi
beberapa kelompok atau kategori seperti jenis kelamin, agama yang dianut atau ras kulit dari
responden.

Sebagai Contoh sederhana seorang peneliti ingin mengetahui bagaimana tentang hubungan
tingkat kecerdasan emosional seseorang dengan jenis kelaminnya. Tentunya, disini peneliti akan
lebih tapat menggunakan analisis data kategorik dimana dengan mengkategorikan Tingkat
kecerdasan menjadi tinggi dan rendah dapat diketahui hubunngan tingkat kecerdasan dengan
jenis kelamin.

Untuk penjelasan yang lebih , maka dapat dijelaskan kedalam beberapa poin berikut, yaitu:

Pembedaan antara Response dan Explanatory Variabel

Menitikberatkan pada response variabel yang bersifat kategorik

Pembedaan menurutu ukuran skala (measurement scale)

menitikberatkan pada response variabel dengan skala nominal atau ordinal

Pembedaan antara Data Diskrit atau Kontinu

Variabel diskrit: nominal, ordinal, interval dengan nilai yang sedikit (terbatas), variabel kontinu
yang telah dikategorikan

Pembedaan menurut Kuantitatif dan Kualitatif

Menitikberatkan pada response variabel kualitatif

Untuk penjelasan mengenai ukuran statistik yang digunakan dalam setiap skala pengukuran data
dapat dilihat pada tabel di bawah ini
Analisis Data Kategorik

DATA KATEGORIK

Data Kategorik adalah semua data dengan bentuk akhir (Final Data) berupa data non-numerik,
tetapi berupa kategori, level, pernyataan, symbol, penamaan, dll. Contoh jenis kelamin (L atau
P), tempaty tinggal/region (Urban, Rural), tingkat pendidikan (SD, SMP, SLTA, PT), respon
konsumen pada produk (Puas, Cukup, Kurang puas), dll.

Analisis data kategorik dapat dilakukan, bilamana kita mencoba membuat analisa, ada
keterkaiatan satu faktor/variabel kategorik dengan faktor lain. Seperti adanya keterkaitan antara
perbedaan jenis kelamin dengan tingkat pendidikan, atau tempat tinggal, atau kesenangan
berpolitik, atau mengkonsumsi bakso, dll.

Pada saat sudah akan ditetapkan faktor/variabel yang diteliti dan dicoba akan dianalisis, maka
deskripsikan data faktor/variabel itu dalam tabel kontingensi (Crosstab) sehingga tampak
persilangan natar kategori/level dari semua faktor yang dilibatkan untuk dianalisis.

Analisis Data Kategorik

Ada beberapa pendekatan atau metode analisis yang dimaksud disini. Yaitu :
1. Analisis Asosiasi

Yaitu untuk melihat adanya perbedaan, sehingga dikatakan adanya hubungan antar
faktor/variabel yang diteliti). Untuk analisis ini digunakan ukuran selisih proporsi pada faktor
utama untuk perbedaan level/kategori. Seperti perbedaan proporsi atau persentase dari laki-laki
dan perempuan, yang menyenangi punya banyak anak.

2. Analisis Perbandingan (Ratio Prevalensi)

Yaitu ukuran yang dapat dipakai dalam analisisata kategorik untuk melihat perbandingan dari
adanya perbedaan dalam level/kategori faktor utama. Seperti, kita ingin tahu berapa kali lebih
banyak/lebih sedikit antara mahasiswa dan mahasiswi yang bolos kuliah. Atau berapa
perbandingan mahasiswa yang lulus Statistika Non-parametrik dibandingkan mahasiswi.

3. Analisis Kecenderungan (Odds Value)

Yaitu ukuran yang dipakai untuk ,elihat kecenderungan dari setiap kategori/level pada faktor
utama, dengan perbedaan kategori faktor lain (Faktor kedua, ketiga, atau ke-k ; yang Unt
kemudian disebut faktor/variabel Tujuan) Untuk itu juga diperbandingkan milai proporsi katgori
tertentpada faktor utama, untuk perbedaan level/kategori faktor tujuan.

Untuk mempelajari ini, kita bisa dapatkan materi pokoknya dalam beberapa buku/referensi
DATA CATEGORICS. Termasuk dalam buku Sudjana, 1998. Analisis Data Kategorik,
Tarsito Bandung. Dan Diktat Kuliah Win Konadi di UISU dengan judul Analisis Data Kategorik.

Analisis Data Kategorik

Analisis data kategorik merupakan analisa yang menggunakan teknik perhitungan secara non
parametrik. Hal yang pertama untuk mempelajari materi ini adalah kita harus mengetahui
terlebih dahulu mengenai 4 skala pengukuran, yaitu :

1. Nominal

Skala ini menitik beratkan pada satu jenis titik yaitu pengelompokan. Contoh skala ini jenis
kelamin, golongan darah, suku dan bangsa.

2. Ordinal

Skala ini selain pengelompokan juga telah adanya pemeringkatan. Contohnya huruf mutu dan
tingkat pendidikan.

3. Interval

Skala ini selain melakukan pengelompokkan, pemeringkatan juga adanya jarak, namun jarak
disini tidak memiliki arti. Sebagai contohnya adalah suhu dan nilai. Dikatakan tidak memiliki
arti karena suhu 0C tidak berarti benar-benar tidak terasa apapun. Contoh lainnya seperti nilai,
orang yang memiliki nilai 6 tidak berarti 2 kali lebih pintar dengan orang yang memiliki nilai 3.

4. Ratio

Skala ini adanya perlakuan pengeompokkan, pemeringkatan, jarak dan hasilnya pun memiliki
arti. Sebagai contoh tinggi badan, orang yang tingginya 100 cm berarti 0,5 kali orang yang
memiliki tinggi 200 m.

Parametrik Non Parametrik


Skala pengukuran minimal interval Perhitungan sederhana
Data pengukuran normal Bisa digunakan pada skala pengukuran yang
lemah
Berkaitan dengan parameter Pemborosan informasi
Pada prosedur tertentu perhitungan lebih
rumit