Anda di halaman 1dari 10

PENDUGA TITIK DAN INTERVAL

7.1 Pendahuluan
a. Latar Belakang
Pendugaan merupakan proses penggunaan sampel statistik untuk menduga atau
menaksir karakteristik parameter populasi yang tidak diketahui. Pendugaan merupakan
suatu pernyataan mengenai parameter populasi yang diketahui berdasarkan informasi
dari sampel. Sedangkan penduga suatu statistik (harga sampel) yang digunakan untuk
menduga suatu parameter. Dengan menduga dapat diketahui seberapa jauh suatu
parameter populasi yang tidak diketahui berada di sekitar sampel (statistik sampel).
Penaksiran parameter yang biasa dilakukan pada sekelompok data sampel untuk
memperoleh pendekatan kecenderungan (trend) dari suatu persamaan fungsi respon
peubah bebas adalah dengan menjadikan keadaan khusus (optimal) pada fungsi objektif,
seperti penaksiran dengan metode maksimum likelihood yang berusaha untuk
memaksimumkan keadaan fungsi objektif sebagai fungsi peluang gabungan untuk
memperoleh nilai-nilai parameter β dan 𝛼 2 .
Namun sekarang sudah dimudahkan dengan adanya sebuah program yaitu program
SAS. Untuk bisa menghitung dengan mudah dan cepat hasil kelola data penduga titik
dan interval tersebut. Dengan kemudahan ini dapat membantu dalam mengola data
secara efesien dan praktis.
b. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dapat kita tarik rumusan masalahnya yaitu bagaimana
melakukaan pendugaan titik dan pendugaan selang kepercayaan menggunakan program
SAS?
c. Tujuan
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah dapat kita lihat bahwa tujuannya
adalah mempelajari program SAS untuk melakukan pendugaan titik dan pendugaan
selang kepercayaan.

1
7.2 Landasan Teori
Pendugaan parameter dilakukan karena umumnya kita tidak dapat mengamati
seluruh populasi yang jumlahnya cukup besar, mungkin disebabkan oleh salah satu hal
seperti ketersedian dana, keterbatasan waktu, sumber daya manusia, alat, bahan, dan
lain sebagainya. Dengan tidak dapat mendata seluruh populasi, sudah barang tentu kita
tidak dapat memperoleh nilai parameter populasi yang sesungguhnya. Cara yang dapat
ditempuh untuk ini adalah dengan pengambilan contoh acak dari populasi atau
penyuplikan acak dari populasi. Data yang didapatkan dari penyuplikan ini dihitung dan
dan kemudian statistik tersebut digunakan sebagai penduga parameter populasi
(Nugroho, 2012).
Pendugaan titik adalah pendugaan nilai populasi atas dasar sutu nilai dari sampel
adalah pendugaan parameter berdasarkan suatu interval, di dalam interval mana kita
harapkan dengan keyakinan tertentu parameter itu akan terletak.Pendugaan titik adalah
satu nilai (titik) yang digunakan untuk menduga (memperkirakan) suatu parameter
populasi. Pendugaan titik ada dua yaitu pendugaan titik rata-rata hitung dan pendugaan
titik proporsi. Rata-rata hitung sampel (X) adalah penduga terbaik untuk rata-rata hitung
(µ) populasi. Pendugaan interval menyatakan jarak (interval) dimana parameter
populasi mungkin berada. Interval suatu parameter populasi diharapkan berada disebut
interval keyakinan, misalnya 95%, 80%, 99%, dan lainnya (Yesica, 2016).
Pendugaan titik atau selang kepercayaan dua arah 100(1-α)% bagi σ 2 adalah :
(n − 1)s 2 2
(n − 1)s2
<σ < 2
χ2α;n−1 χ1−α;n−1
2 2

Jika nilai σ2 diketahui, penduga interval atau selang kepercayaan dua arah 100(1 −
α)% bagi μ adalah
σ σ
x̅ − z1−α < 𝜇 < x̅ + z1−α
2 √n 2 √n
Jika nilaiσ2 tak diketahui, tetapi ukuran sampel (n ≥ 30), penduga interval atau
selang kepercayaan dua arah 100(1 − α)% bagi μ adalah
s s
x̅ − z1−α < 𝜇 < x̅ + z1−α
2 √n 2 √n

Jika nilai σ2 tak diketahui, dan ukuran sampel (n < 30), penduga interval atau
selang kepercayaan dua arah100(1 − α)% bagi μ adalah

2
s s
x̅ − t α,n−1 < 𝜇 < x̅ + t α.n−1
2 √n 2 √n
Penduga interval atau selang kepercayaan dua arah 100(1 − α)% bagi π adalah

p(1 − p) p(1 − p)
p − z1−α √ < 𝜋 < 𝑝 + z1−α √
2 n 2 n

Dimana :
Jumlah yang memenuhi kriteria
p=π
̂=
Jumlah Contoh
Penduga Interval 100(1 − a)% bagi beda dua rata-rata populasi dengan asumsi
bahwa kedua ragam populasi σ12 dan σ22 diketahui adalah

σ12 σ22
(x̅1 + x̅2 ) ± z1−a √ +
2 n1 n2

Penduga interval 100(1 − a)% bagi beda dua rata-rata populasi dengan asumsi
bahwa kedua ragam populasi σ12 dan σ22 tak diketahui, tetapi sama n1 + n2 < 30

(n1 − 1)s12 + (n2 − 1)s22 n1 + n2


(x̅1 + x̅2 ) ± t a,n +n −2 √ ( )
2 1 2 n1 + n2 − 2 n1 n2

Penduga interval 100(1 − a)% bagi beda dua rata-rata populasi dengan asumsi
bahwa kedua ragam populasi σ12 dan σ22 tak diketahui, dan tidak sama n1 + n2 < 30

s12 s22
(x̅1 + x̅2 ) ± t a,v √ +
2 n1 n2

Dimana
2
s2 s2
(n1 + n2 )
1 2
v= 2 2 −2
s2 s2
(n1 ) (n2 )
1 2
+
(n1 + 1) (n2 + 1)
d̅ ± t a;n−1 sd̅
2

Penduga interval 100(1 − a)% bagi beda dua rata-rata populasi yang saling tidak
bebas, n1 + n2 ≥ 30
d̅ ± t a;n−1 sd̅
2

3
Penduga interval 100(1 − a)% bagi beda dua rata-rata populasi yang saling tidak
bebas, n1 + n2 > 30
d̅ ± z1−a sd̅
2

Penduga interval 100(1 − a)% bagi beda dua proporsi populasi n1 + n2 > 30

1 1
(p1 − p2 ) ± z1−a √p(1 − p) ( + )
2 n1 n2

Dimana: p adalah proporsi gabungan kedua contoh populasi.


(Fransiska, 2019)

4
7.3 Langkah Kerja dan Teladan
a. Langkah Kerja
1. Buka aplikasi program SAS.

Gambar 1. Program SAS.


2. Kemudian akan muncul tampilan lembar kerja Program SAS.

Gambar 2. Tampilan Jendela Program SAS.


3. Masukkan syntax teladan soal pada lembar kerja.

Gambar 3. Syntax dari Teladan.

5
4. Untuk menampilkan hasil tekan run.

Gambar 4. Tampilan Run.


5. Kemudian simpan data dengan menekan Ctrl+S.

Gambar 5. Tampilan Menyimpan Data.

6
b. Teladan
1. Jika diberikan data tinggi badan 6 orang mahasiswa jurusan X adalah145, 156,
150, 165, 153, 160, dan 157 cm. Tentukan penduga titik dan penduga interval dengan
selang kepercayaan 95% bagi nilai tengah semua tinggi badan, bila tinggi badan
menyebar normal.

7
7.4 Hasil dan Pembahasan
a. Hasil

Gambar 6. Hasil dari Teladan Soal.

8
b. Pembahasan
Dengan demikian penduga titik ialah 149.07 dan penduga interval dengan selang
kepercayaan 95% bagi rata-rata tinggi badan mahasiswa (µ) adalah 155.14 < µ <
161.22.

9
7.5 Kesimpulan dan Saran
a. Kesimpulan
Harus kita ketahui bahwa penduga titik adalah suatu nilai yang digunakan untuk
menduga suau parameter populasi. Dan penduga interval adalah menyatakan jarak
dimana suatu parameter populasi mungkin berbeda. Serta selang kepercayaan adalah
interval dimana suatu parameter populasi diharapkan berada. Untuk bisa membuat
pendugatitik dan penduga selang kepercayaan pada program SAS tentu kita harus
memahami konsep mengoperasikannya dan perlu penguasaan syntax.
Dari pembahasan dapat kita ketahui bahwa pada teladan soal memiliki selang
kepercayaan 95% pada rata-rata tinggi badan mahasiswa yaitu 155,14 hingga 161,22
dan memiliki penduga titiknya yaitu 149,07.
b. Saran
Penguasaan dalam memahami sintaks-sintaks yang sudah ada sangat diperlukan
supaya mempermudah saat melakukan pengolahan data. Laporan praktikum VII ini
masih jauh dari kata sempurna apabila terdapat kesalahan dalam proses pembuatan baik
penulisan atau susunan kata kami harapkan agar dapat memakluminya karena dalam
tahap pembelajaran. Oleh karena itu, untuk kritik dan saran yang sifatnya membangun
sangat diharapkan bagi penulis untuk memperbaiki laporan praktikum selanjutnya.

10