STRATEGI MENURUT PORTER :
1. Strategi Biaya Rendah (cost leadership)
Strategi Biaya Rendah (cost leadership) menekankan pada upaya memproduksi produk
standar (sama dalam segala aspek) dengan biaya per unit yang sangat rendah. Produk ini (barang
maupun jasa) biasanya ditujukan kepada konsumen yang relatif mudah terpengaruh oleh pergeseran
harga (price sensitive) atau menggunakan harga sebagai faktor penentu keputusan. Dari sisi perilaku
pelanggan, strategi jenis ini amat sesuai dengan kebutuhan pelanggan yang termasuk dalam kategori
perilaku low-involvement,ketika konsumen tidak (terlalu) peduli terhadap perbedaan merek, (relatif)
tidak membutuhkan pembedaan produk, atau jika terdapat sejumlah besar konsumen memiliki
kekuatan tawar-menawar yang signifikan.
Strategi ini membuat perusahaan mampu bertahan terhadap persaingan harga bahkan menjadi
pemimpin pasar (market leader) dalam menentukan harga dan memastikan tingkat keuntungan pasar
yang tinggi (di atas rata-rata) dan stabil melalui cara-cara yang agresif dalam efisiensi dan kefektifan
biaya.
Untuk dapat menjalankan strategi biaya rendah, sebuah perusahaan harus mampu memenuhi
persyaratan di dua bidang, yaitu: sumber daya (resources) dan organisasi. Strategi ini hanya mungkin
dijalankan jika dimiliki beberapa keunggulan di bidang sumber daya perusahaan, yaitu: kuat akan
modal, trampil pada rekayasa proses (process engineering), pengawasan yang ketat, mudah
diproduksi, serta biaya distribusi dan promosi rendah. Sedangkan dari bidang organisasi, perusahaan
harus memiliki: kemampuan mengendalikan biaya dengan ketat, informasi pengendalian yang baik,
insentif berdasarkan target (alokasi insentif berbasis hasil). (Umar, 1999).)
Contoh perusahaan yang menerapkan:
Toyota, dilihat dari implementasi JIT (Just in Time) sehingga proses produksi bisa dipotong,
efisiensi dapat tercapai.
Beberapa contoh perusahaan yang terkenal kare strategi keunggulan biaya adalah Wal-Mart,
BIC, Mc Donalds, Black and Decker, Lincoln Electric, dan Briggs and Sratton.
Kemasan Isi ulang kecap bangau
2. Strategi Pembedaan Produk (differentiation)
Strategi Pembedaan Produk (differentiation), mendorong perusahaan untuk sanggup
menemukan keunikan tersendiri dalam pasar yang jadi sasarannya. Keunikan produk (barang atau
jasa) yang dikedepankan ini memungkinkan suatu perusahaan untuk menarik minat sebesar-besarnya
dari konsumen potensialnya.
Berbagai kemudahan pemeliharaan, features tambahan, fleksibilitas, kenyamanan dan
berbagai hal lainnya yang sulit ditiru lawan merupakan sedikit contoh dari diferensiasi. Strategi jenis
ini biasa ditujukan kepada para konsumen potensial yang relatif tidak mengutamakan harga dalam
pengambilan keputusannya (price insensitive). Contoh penggunaan strategi ini secara tepat adalah
pada produk barang yang bersifat tahan lama (durable) dan sulit ditiru oleh pesaing.
Pada umumnya strategi biaya rendah dan pembedaan produk diterapkan perusahaan dalam
rangka mencapai keunggulan bersaing (competitive advantage) terhadap para pesaingnya pada semua
pasar. (Lihat David, 1998; Fournier dan Deighton, 1997; Pass dan Lowes, 1997; Porter, 1980 dan
1985). Secara umum, terdapat dua bidang syarat yang harus dipenuhi untuk memutuskan
memanfaatkan strategi ini ; bidang sumber daya (resources) dan bidang organisasi. Dari sisi sumber
daya perusahaan, maka untuk menerapkan strategi ini dibutuhkan kekuatan-kekuatan yang tinggi
dalam hal: pemasaran produk, kreativitas dan bakat, perekayasaan produk (product engineering), riset
pasar, reputasi perusahaan, distribusi, dan ketrampilan kerja. Sedangkan dari sisi bidangorganisasi,
perusahaan harus kuat dan mampu untuk melakukan: koordinasi antar fungsi manajemen yang terkait,
merekrut tenaga yang berkemampuan tinggi, dan mengukur insentif yang subyektif di samping yang
obyektif. (Umar, 1999)
Contoh Perusahaan menggunakan Strategi Differensial:
Starbuck dengan kopinya yang berbeda dengan coffe shop lain, sehingga pengunjung betah
berlama-lama dan rela mengeluarkan harga yang cukup mahal dari yang lain.
PT. Indofood terutama produk mie instannya memiliki keunikan rasa dan promosi iklan yang
mengusung tema nusantara.
jasa pengiriman cepat ( overnight delvery ) dari federal express.
3. Strategi Fokus (focus)
Strategi fokus digunakan untuk membangun keunggulan bersaing dalam suatu segmen pasar
yang lebih sempit. Strategi jenis ini ditujukan untuk melayani kebutuhan konsumen yang jumlahnya
relatif kecil dan dalam pengambilan keputusannya untuk membeli relatif tidak dipengaruhi oleh harga.
Dalam pelaksanaannya terutama pada perusahaan skala menengah dan besar , strategi
fokus diintegrasikan dengan salah satu dari dua strategi generik lainnya: strategi biaya rendah atau
strategi pembedaan karakteristik produk. Strategi ini biasa digunakan oleh pemasok niche market
(segmen khusus/khas dalam suatu pasar tertentu; disebut pula sebagai ceruk pasar) untuk memenuhi
kebutuhan suatu produk barang dan jasa khusus.
Syarat bagi penerapan strategi ini adalah adanya besaran pasar yang cukup (market size),
terdapat potensi pertumbuhan yang baik, dan tidak terlalu diperhatikan oleh pesaing dalam rangka
mencapai keberhasilannya (pesaing tidak tertarik untuk bergerak pada ceruk tersebut).
Strategi ini akan menjadi lebih efektif jika konsumen membutuhkan suatu kekhasan tertentu
yang tidak diminati oleh perusahaan pesaing. Biasanya perusahaan yang bergerak dengan strategi ini
lebih berkonsentrasi pada suatu kelompok pasar tertentu (niche market), wilayah geografis tertentu,
atau produk barang atau jasa tertentu dengan kemampuan memenuhi kebutuhan konsumen
secara baik, excellent delivery. (Lihat David, 1998; Fournier dan Deighton, 1997; Pass dan Lowes,
1997; Porter, 1980 dan 1985).
Contoh Perusahaan:
Apple, yang berfokus kepada produknya selama bertahun tahun tanpa terpengaruh pasar.
BMW jerman yang secara eksklusif memfokuskan pada pembuatan mobil-mobil mewah kelas
atas. Strategi BMW tersebut bertentangan dengan paradigma umum industri mobil, yaitu
memproduksi mobil untuk pasar masal.
Motor Gede Harley Davidson.
STRATEGI SETELAH ANALISIS MATRIKS BCG
4 kategori portofolio produk perusahaan:
Stars (Bintang) : Yang termasuk dalam kategori Stars atau Bintang adalah produk atau unit bisnis
yang memiliki pangsa pasar yang dominan dan pertumbuhan yang cepat serta menghasilkan uang
(pendapatan) yang besar. Ini berarti produk-produk yang dihasilkan merupakan produk-produk
terkemuka yang diminati oleh pasar. Perusahaan membutuhkan banyak investasi untuk
mempertahankan posisi produk-produk tersebut dan untuk mendukung pertumbuhan lebih lanjut serta
mempertahankan keunggulan-keunggulan atas produk tersebut agar dapat tetap bersaing dengan
produk kompetitor lainnya. Produk-produk di kategori Bintang ini dapat berubah menjadi kategori
Sapi perah (Cash Cows) apabila mereka tetap dapat mempertahankan keberhasilan mereka hingga
tingkat pertumbuhannya mengalami penurunan.
Cash Cows (Sapi Perah) : Yang termasuk dalam kategori Cash Cows atau Sapi Perah adalah produk
atau unit bisnis yang merupakan pemimpin pasar, menghasilkan uang atau pendapatan yang lebih
banyak dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaannya. Produk atau unit bisnis
pada kategori ini memiliki pangsa pasar yang tinggi namun prospek pertumbuhan kedepan akan
sangat terbatas. Pendapatan yang didapat pada tingkat Cash Cows ini biasanya digunakan sebagai
pendanaan untuk penelitian dan pengembangan produk-produk baru yang masih berada di kategori
Question Marks (Tanda Tanya) atau membayar hutang-hutang perusahaan serta membayar dividen
kepada pemegang saham. Perusahaan disarankan untuk tetap berinvestasi pada produk-produk dalam
kategori Cash Cows ini untuk mempertahankan produktivitas dan kualitas atau dapat juga dijadikan
pendapatan pasif bagi perusahaan.
Dogs (Anjing) : Dogs (Anjing) atau juga dikenal dengan istilah hewan peliharaan, yang termasuk
pada kategori Dogs ini adalah produk atau unit bisnis yang memiliki pangsa pasar rendah dan
mengalami tingkat pertumbuhan yang rendah. Produk-produk pada kategori ini biasanya hanya
memberikan kontribusi keuntungan yang sangat rendah atau bahkan harus menderita kerugian.
Produk atau bisnis unit kategori Dogs ini umumnya merupakan beban bagi perusahaan karena dapat
menguras waktu manajemen dan sebagian besar sumber daya perusahaan. Unit bisnis atau produk
yang telah berada pada kategori ini biasanya akan mengalami pengurangan, divestasi ataupun
likuidasi oleh manajemen perusahaan.
Question Marks (Tanda Tanya) : Kategori Question Marks kadang-kadang disebut juga dengan
problem children atau wildcats). Yang termasuk dalam kategori Question Marks ini adalah produk
atau bisnis unit yang memiliki prospek pertumbuhan yang tinggi tetapi pangsa pasarnya masih sangat
rendah. Penghasilan (uang) yang didapat umumnya tidak sebanding dengan biaya-biaya yang
dikeluarkan (lebih banyak pengeluaran daripada pendapatan). Namun karena prospek
pertumbuhannya sangat pesat sehingga berpotensi untuk berubah menjadi Stars atau Bintang.
Manajemen perusahaan tersebut disarankan untuk tetap berinvestasi pada produk atau bisnis unit yang
berada dalam kategori Question Marks ini karena pertumbuhan yang tinggi.
Berikut ini terdapat empat strategi yang dapat diterapkan pada bisnis unit atau produk-produk
yang berada dalam Matriks BCG.
1. Build atau Membangun, yaitu meningkatkan investasi pada produk atau unit bisnis agar dapat
meningkatkan pangsa pasar. Strategi ini biasanya dilakukan untuk mendorong produk-produk
dalam kategori Question Marks menjadi Stars dan akhirnya menjadi Cash Cows.
2. Hold atau Mempertahankan, yaitu strategi untuk mempertahankan produk-produk agar tetap
pada kategori yang sama. Strategi tersebut biasanya digunakan pada kategori Stars.
3. Harvest atau Memanen, yaitu strategi untuk mengurangi investasi dan mencoba untuk
mendapatkan uang tunai (cash) semaksimum mungkin dari produk atau meningkatkan
profitabilitas secara keseluruhan. Strategi ini biasanya digunakan pada produk-produk atau unit
bisnis yang berada di kategori Cash Cows.
4. Divest atau Melakukan Divestasi, yaitu strategi yang melakukan penutupan usaha atau likuidasi
terhadap unit bisnis atau produk yang mengalami kerugian atau produk yang memiliki pangsa
pasar rendah. Strategi Divestasi ini biasanya dilakukan pada produk atau unit bisnis yang berada
di kategori Dogs.
KONSEP STRATEGI MILES DAN SNOW (1978)
1. Prospectors
adalah jenis perusahaan yang menggunakan strategi yang mementingkan pada inovasi, dan
kreativitas untuk menciptakan produk baru atau pasar baru. Perusahaan berusaha untuk selalu
menjadi pioneer dalam bersaing, dan rela mengorbankan internal efisiensi untuk berinovasi, dan
kreasi. Strategi ini perlu dukungan dari staf yang benar-benar ahli, dan mempunyai kemampuan,
sehingga praktik sumberdaya manusianya menekankan pada pencarian sumberdaya manusia yang
mampu menciptakan perubahan, dan mempunyai kreativitas tinggi. Jika sumberdaya internal
tidak memenuhi, organisasi akan rela mencari dari sumber eksternal meskipun dengan biaya
tinggi.
Perusahaan tipe prospektor tinggi dalam eksplorasi peluang-peluang tetapi rendah dalam hal
eksploitasi situasi terbaru. Maka jika anda memiliki fokus yang sangat tinggi terhadap eksplorasi
tetapi fokus yang sangat rendah terhadap eksploitasi, maka strategi yang dipegang perusahaan
anda adalah strategi prospektor. Perusahaan tipe ini terus mencari peluang-peluang pasar baru dan
bereksperimen secara reguler dengan ide-ide baru, teknologi baru, dan proses-proses baru.
Perusahaan tipe prospektor adalah penghasil perubahan, sehingga perusahaan-perusahaan lain
harus menyesuaikan tindakan-tindakannya dengan perubahan yang dihasilkan tersebut. Kualitas
bukan pertimbangan utama, tidak juga harga yang kompetitif. Strategi semacam ini cukup
berisiko. Pada bagian atas, produk atau jasa baru bisa memiliki hasil yang besar. Pada bagian
bawah, perusahaan prospektor bisa dengan cepat kehabisan sumber-daya karena biasanya
beroperasi dalam kerangka waktu yang terbatas untuk berhasil.
2. Defenders,
yaitu organisasi yang menekankan penggunaan strategi stabilitas, dan kelangsungan hidup
usaha. Perusahaan ini sangat mempertahankan inti bisnisnya atau core business, tanpa banyak
melalukan perubahan. Perhatian pimpinan organisasi pada stabilitas jangka panjang.
Para eksekutif dalam sebuah perusahaan tipe defender berfokus untuk mempertahankan posisi
perusahaan dalam pasar. Terdapat lebih sedikit penekanan terhadap pengembangan ide-ide baru,
produk-produk atau jasa-jasa baru. Justru, terdapat penekanan untuk mempertahankan sebuah
posisi kompetitif, yang bisa diukur dalam bentuk pangsa pasar atau profitabilitas. Rencana-
rencana dibuat untuk mempertahankan posisi dan menolak pesaing, atau sekurang-kurangnya
tidak sampai memasuki batas-batas kekuasaan perusahaan defender. Perusahaan tipe defender
biasanya memiliki harga yang sangat kompetitif atau sebuah relung produk yang dia jaga keras
agar tidak dimasuki pihak lain. Perusahaan tipe defender mempertahankan posisinya dengan
menjadi efisien dalam pemanfaatan sumberdaya. Strategi ini membuat perusahaan tipe defender
tidak peka terhadap pesaing yang kurang efisien.
3. Analyzers,
yaitu perusahaan yang menggunakan strategi diantara defenders, dan prospectors. Artinya
perusahaan ini tidak terlalu berani mengambil resiko besar dalam berinovasi, tetapi tetap berusaha
menciptakan keunggulan dalam pelayanannya kepada pasar.
4. Reactors,
yaitu jenis perusahaan yang lebih banyak ditekan oleh lingkungan, karena kurang
memperhatikan adanya perubahan lingkungan dan sistem persaingan. Perusahaan jenis ini lebih
mementingkan efisiensi, menekan biaya termasuk menekan pada sumberdaya manusia.
Secara umum, strategi perusahaan tipe reaktor tidak efisien tidak juga efektif dalam hal
pencapaian tujuan-tujuan perusahaan. Perusahaan tipe reaktor bertindak tanpa sebuah fokus
terhadap eksplorasi atau eksploitasi; justru, perusahaan tipe reaktor berupaya menyesuaikan
situasi setelah memungkinkan untuk menangkap peluang-peluang apapun yang mungkin dulu ada
tapi sekarang telah hilang. Tidak ada inovasi. Eksekutif tidak secara sistematis mengantisipasi,
merencanakan, atau memproyeksikan masa depan.