Anda di halaman 1dari 7

NAMA : DIAN PERMATASARI DEN KAA

NIM : A31115013

DEPARTMENT : ACCOUNTING

Ringkasan Mata Kuliah

Perilaku Biaya: Analisis dan Penggunaannya

Biaya dapat diklasifikan menurut perilakunya. Perilaku biaya mengacu pada bagaimana
biaya akan berubah karena tingkat perubahan aktivitas.

A. Jenis Pola Perilaku Biaya

Biaya Variabel
Biaya variabel adalah biaya yang proporsional dengan perubahan
aktivitas-aktivitas. Biaya variabel akan tetap konstan jika disajikan dalam basis
per unit, dan biaya variabel akan meningkat jika disajikan dalam basis total cost
dan berbanding lurus dengan aktivitas-aktivitas.
Dasar aktivitas (Cost Driver) merupakan ukuran dari berbagai hal apapun
yang menyebabkan timbulnya biaya variabel. Agar biaya menjadi variabel, maka
ia harus variabel dengan Respect to Something. Something dimaksudkan
dengan dasar aktivitas (Misalnya; Respect to Volume of Output).

True-Variable VS Step-Variable Costs


True-Variable Costs merupakan biaya yang sebenarnya atau biaya yang
secara proporsional karena jumlah yang digunakan selama periode akan
bervariasi (meningkat/menurun) dengan tingkat aktivitas produksi. Jumlah yang
dibeli atau diproduksi tetapi tidak dijual, dapat diakui sebagai persediaan pada
periode selanjutnya. Contoh: Direct Materials.
Step-Variable Costs merupakan biaya yang sumber dayanya hanya dapat
diperoleh dalam jumlah yang besar, dan hanya dapat bervariasi (meningkat atau
menurun) jika dalam menghadapi perubahan pada tingkat produksi yang cukup
luas. Misalnya; Gaji Teknisi Perbaikanwaktu bekerja teknisi tidak dapat
diperoleh secara penuh waktu dan tidak dapat disimpan sebagai persediaan untuk
periode selanjutnya.
Terdapat asumsi yang mengatakan adanya hubungan yang linear antara
biaya dan volume (kecuali pada kasus Step-Variable Costs). Para ekonom
menggambarkan biaya yang biasanya diklasifikasikan sebagai biaya variabel
sebenarnya memiliki perilaku kurvilinear. Walaupun cukup banyak biaya yang
tidak sepenuhnya linear, biaya kurvilinear dapat mendekati garis lurus (linear)
dalam rentang aktivitas yang sempit (relevant range). Relevant range adalah
rentang aktivitas yang mencakup asumsi mengenai perilaku biaya yang cukup
valid.
Fixed Costs / Biaya Tetap
Total fixed costs akan tetap konstan dalam rentang aktivitas yang relevan
sehingga rata-rata fixed costs per unit menjadi semakin kecil dengan tingkat
aktivitas yang semakin meningkat. Fixed cost juga sering disebut dengan biaya
kapasitas karena fixed cost merupakan hasil dari pengeluaran lalu dibuat untuk
menjadi bangunan, peralatan, karyawan professional yang terampil, dan barang-
barang lain yang dibutuhkan untuk menyediakan kapasitas dasar untuk operasi
yang berkelanjutan.
Jenis-jenis fixed costs :
- Committed Fixed Costs
Merupakan investasi fasilitas, peralatan, dan organisasi dasar yang tidak dapat
berkurang secara signifikan bahkan dalam jangka waktu yang singkat tanpa
membuat perubahan mendasar. Contoh; depresiasi bangunan dan peralatan,
pajak real estate, dan gaji untuk manajemen top dan personel operasi.
Walaupun jika operasi perusahaan terganggu atau diberhentikan, fixed cost
akan tetap tidak berubah untuk jangka waktu yang singkat.
- Discretionary Fixed Costs
Merupakan biaya yang berasal dari keputusan tahunan yang diambil oleh
pihak manajemen untuk dibelanjakan beberapa fixed cost. Contoh; iklan,
penelitian, hubungan masyarakat, program pengembangan manajemen, dan
magang bagi mahasiswa.
Terdapat 2 perbedaan antara committed fixed cost dan discretionary fixed cost :

1. Discretionary fixed cost memiliki masa perencanaan jangka pendek (biasanya


1 tahun). Sedangkan committed fixed cost memiliki masa perencanaan jangka
panjang hingga bertahun-tahun.
2. Discretionary fixed cost dapat dibuat untuk jangka waktu yang singkat dengan
kerusakan yang minimal terhadap tujuan jangka panjang organisasi. Contoh;
pengeluaran untuk program pengembangan manajemen dapat dikurangi
karena kondisi ekonomi yang buruk. Meskipun beberapa konsekuensi timbul
dari pengurangan tersebut, diragukan bahwa konsekuensi ini akan menjadi
sama besar seperti mereka jika perusahaan memutuskan untuk menghemat
dengan memberhentikan personel inti perusahaan.

Industri sekarang cenderung fixed cost dibandingkan dengan variable cost. Tugas
yang harus dilakukan oleh pekerja menggunakan tangan dan tenaga, kini diambil
alih oleh mesin (seperti penggunaan komputer). Jadi banyak perusahaan yang
mencari calon pekerja yang memiliki skill profesional menggunakan komputer.
Sejak pengetahuan pekerja digaji, sangat terlatih, dan sulit untuk digantikan, biaya
kompensasi pekerja relatif tetap (fixed cost) dan committed cost daripada
discretionary.

Fixed Costs dan Relevant Range


Tingkat descritionary fixed cost biasanya ditentukan di awal tahun dan bergantung
pada kebutuhan program yang direncakan seperti iklan pelatihan. Ruang lingkup
program ini akan tergantung, pada gilirannya, pada tingkat antisipasi dari
keseluruhan aktivitas untuk tahun ini. Pada tingkat aktivitas yang sangat tinggi,
program sering diperluas. Contoh; Jika perusahaan berharap untuk meningkatkan
penjualan sebesar 25%, perusahaan mungkin akan berencana untuk
mengeluarkan biaya iklan lebih besar daripada jika tidak ada peningkatan
penjualan sebagaimana yang direncanakan.
Mixed Costs
Sering juga disebut dengan Semi-Variable Costs. Biaya ini terdiri dari gabungan
biaya; Biaya Tetap dan Biaya Variabel.
Berikut adalah persamaan garis lurus yang dapat digunakan untuk
menggambarkan mixed cost dengan tingkat aktivitas :
Y = a + bX
Y= Total mixed cost
a = Total fixed cost (garis intersepsi vertical)
b = Variable cost per unit dari aktivitas (kemiringan garis)
X = Tingkat aktivitas

Karena variable cost per unit sama dengan kemiringan garis lurus, maka
kemiringannya semakin curam dan makin tinggi pula variable cost per unitnya.

B. Analisis Mixed Costs


Mixed costs merupakan biaya yang sangat umum. Bagian tetap dari mixed cost
merupakan biaya minimal atas pelayanan yang siap dan tersedia untuk digunakan. Porsi
variabel merupakan biaya yang dikeluarkan untuk penggunaan actual dari pelayanan,
sehingga bervariasi secara proporsional terhadap jumlah pelayanan actual yang terjadi.
Metode yang paling umum digunakan untuk mengestimasikan komponen fixed
costs dan variable cost dalam mixed cost adalah :
- Analisis akun. Akun yang diklasifikasikan berdasarkan variable cost atau
fixed cost berdasarkan pengalaman analisis mengenai perilaku akun tersebut.
Contoh; Direct materials dapat diklasifikasikan sebagai variable cost dan biaya
sewa gedung sebagai fixed cost berdasarkan sifat biaya tersebut.
- Pendekatan teknik. Untuk menganalisa biaya meliputi detail analisis perilaku
biaya yang seharusnya, berdasarkan evaluasi metode produksi yang
digunakan, jenis bahan, persyaratan tenaga kerja, penggunaan peralatan,
efisien produksi, pemakaian listrik, dsb.
Mendiagnosis Perilaku Biaya dengan Plot Scattergraph
Langkah pertama dalam menganalisis biaya dan aktivitas data untuk plot data
pada scattergraph :
- Plot ini segera mengungkapkan setiap nonlinier atau masalah lain dengan
data.

Dua hal yang perlu dicatat tentang scattergraph ini:


- Total biaya pemeliharaan, Y, diplot pada sumbu vertikal dikenal sebagai
variabel dependen, karena jumlah biaya yang dikeluarkan selama periode
tergantung pada tingkat aktivitas untuk periode tersebut. (Yaitu; Jika tingkat
aktivitas meningkat maka total biaya akan juga biasanya meningkat.)
- Aktivitas, X, (diplot pada sumbu horizontal. Aktivitas ini dikenal sebagai
variabel independen, karena menyebabkan variasi dalam biaya.

Metode Tinggi-Rendah
Metode tinggi-rendah didasarkan pada rasio tingkat perubahan arah vertical terhadap
jarak horizontal (rise-over-run) pada kemiringan suatu garis lurus. Jika hubungan antara
biaya dan aktivitas diwakili dengan garis lurus, maka kemiringan garis lurus sama dengan
variable cost per unit aktivitas. berikut rumus yang dapat digunakan untuk mengestimasi
variable cost:

Variable cost = Kemiringan garis = Arah vertical (rise) = Y2 - Y1


Jarak Horizontal (Run) X2 X1

Untuk menganalisis mixed cost dengan metode tinggi-rendah, dimulai dengan


mengidentifikasi periode tingkat aktivitas terendah dan periode tingkat aktivitas tertinggi.
Periode aktivitas terendah dipilih sebagai titik pertama dalam rumus di atas dan periode
aktivitas tertinggi dipilih sebagai titik kedua sehingga rumus di atas menjadi:
Variable Cost = Y2-Y1 = Biaya saat tingkat aktivitas tinggi - Biaya saat tingkat aktivitas rendah

X2-X1 Tingkat aktivitas tinggi Tingkat aktvitas rendah

atau

Variable Cost = Perubahan Biaya


Perubahan Aktivitas

Metode Regresi Kuadrat Terkecil


Metode ini menggunakan garis regresi dari rumus y = a + bX yang disesuaikan dengan
data dimana a merupakan fixed cost dan b merupakan variable cost per unit.
Penyimpangan dari titik yang di plot tersebut dengan garis regresi diukur secara vertikal
dalam grafik, dan penyimpangan vertikal tersebut disebut dengan kesalahan regresi.
Secara sederhana, metode ini menghitung garis regresi yang meminimalkan jumlah dari
kesalahan kuadrat

Analisis Regresi Berganda


Analisis regresi berganda digunakan ketika variabel dependen (yaitu; biaya) disebabkan
oleh lebih dari satu faktor. Meskipun faktor atau variabel ditambah, akan membuat
perhitungan lebih kompleks tetapi prinsip-prinsip yang digunakan sama seperti dengan
metode regresi kuadrat terkecil.

C. Laporan Laba Rugi Format Kontribusi


Memisahkan biaya ke dalam elemen fixed cost dan variable cost merupakan hal
penting dalam proses pengambilan keputusan. Pemisahan tersebut merupakan jantung
dari pendekatan kontribusi untuk menyusun laporan laba rugi.
Dalam pendekatan kontribusi, manajemen akan diberikan laporan laba rugi yang
dengan jelas membedakan antara fixed cost dan variable cost. Format kontribusi dibuat
karena pendekatan tradisional laporan laba rugi tidak disusun berdasarkan perilaku biaya
melainkan disusun berdasarkan format fungsional (klasifikasi data biaya menekankan
pada fungsi produksi, administrasi, dan penjualan).
Gambar dibawah ini merupakan perbandingan laporan laba rugi pendekatan
kontribusi terhadap pendekatan tradisional. Pembedaan fixed cost dan variable cost
dalam pendekatan kontribusi dilakukan dengan mengurangi variable cost dari penjualan
untuk mendapatkan margin kontribusi (margin kontribusi merupakan jumlah yang tersisa
dari pendapatan penjualan setelah variable cost telah dipotong). Lalu jumlah tersebut
memberikan kontribusi terhadap fixed cost dan kemudian menuju keuntungan dalam
periode tersebut.