Anda di halaman 1dari 2

Metode Ekstraksi

Metode Ekstraksi Hijau Sederhana

Sepuluh gram serbuk daun zaitun di maserasi dengan 100 ml pelarut selama 4 jam. Dalam ekstraksi ini
digunakan Campuran pelarut yaitu: air yang terionisasi dengan berbagai macam pH (3,5,7,9) (dijenuhkan
dengan larutan Asam Hidroklorida (0.1 N) atau larutan Natrium Hidroksida (0.1 N)) pada suhu 60C dan
di suhu kamar. Ekstrak kemudian disaring dengan filter Whatman No.1 (Whatman, UK) untuk
memisahkan partikel kasar. Ekstrak yang telah disaring kemudian diuapkan di rotary evaporator pada
suhu kamar di ruang hampa udara. Ekstrak disimpan dalam lemari pendingin suhu 2-8C sampai saat
akan digunakan.

Metode Ekstraksi Sederhana (Maserasi) dengan Pelarut Organik

Sepuluh gram serbuk daun zaitun di maserasi dengan 100 ml pelarut yang berbeda selama 4 jam. Dalam
ekstraksi ini digunakan campuran pelarut yaitu: metanol 100%, metanol 80%, etanol 50%, etanol 80%,
etanol 100%, dan asetonitril pada temperatur ruangan. Ekstrak kemudian disaring dengan filter
Whatman No.1 (Whatman, UK). Ekstrak yang telah disaring kemudian diuapkan di rotary evaporator
pada suhu kamar di ruang hampa udara. Ekstrak disimpan dalam lemari pendingin suhu 2-8C sampai
saat akan digunakan.

Ekstraksi Soklet

15 gram sampel daun zaitun diletakkan di bagian selongsong soklet apparatus dan diekstraksi dengan
300 ml pelarut yang berbeda selama 4 jam. Pelarut yang digunakan dalam ekstraksi adalah etanol 80%
dan asetonitril 20% pada suhu 60 C. Ekstrak didinginkan di suhu ruangan dan disaring.

Pembahasan

Efek Pelarut Ekstraksi Pada Isi Oleuropein

Efek Pelarut Ekstraksi Pada kandungan Oleuropein didapatkan dengan cara mengekstraksi daun zaitun
yang jumlahnya telah diketahui pasti dengan berbagai pelarut (tipe) dan menggunakan komposisi yang
berbeda (volume fraksi). Semua prosedur ekstraksi dilakukan sampai akhir dengan menggunakan 10
gram daun zaitun dilarutkan dengan 7 macam pelarut (air, metanol 80%, metanol 100%, etanol 50%,
etanol 80%, etanol 100% dan asetonitril 20%) sebanyak 100 ml selama 4 jam.

Hasil (gambar 1) menunjukkan bahwa kandungan Oleuropein yang tertinggi didapatkan saat daun zaitun
diekstrasi dengan etanol 80% (13 mg/g), diikuti asetonitril 20% (10.0 mg/g), metanol 80% (5.31 mg/g)
dan etanol 50% (2.57 mg/g). Sehubungan dengan ekstraksi menggunakan pelarut murni yaitu air,
metanol dan etanol, jumlah kandungan oleuropein yang terekstraksi sangat sedikit masing-masing yaitu
0.16, 0.10, dan 0.02 mg/g. Secara statistik, terdapat perbedaan yang signifikan pada kandungan
oleuropein yang terekstraksi dengan menggunakan pelarut yang berbeda-beda (tipe dan komposisi),
diindikasikan dengan huruf kecil (a,b,c,d,e,f, dan g).
Hasil ini menunjukkan bahwa dibutuhkan adanya campuran antara pelarut organik dan air untuk lebih
mengefektifkan ekstraksi kandungan oleuropein dari daun zaitun. Jika diekstraksi menggunakan pelarut
murni, jumlah oleuropein yang terekstraksi lebih sedikit daripada menggunakan campuran pelarut. Hasil
ini juga menunjukkan jika menggunakan air sebagai co-solvent dengan pelarut organik dapat
meningkatkan jumlah kandungan oleuropein yang terekstraksi dari daun zaitun. Sebagai tambahan,
campuran pelarut lebih baik karena dapat meng-deaktifkan enzim yang bertanggung jawab dalam
konversi oleuropein menjadi senyawa lain yang mana punya potensi tinngi mengalami denaturasi
protein (high protein-denaturing), dan aktivitas protein silang (protein- cross linking activities).