Anda di halaman 1dari 69

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)


Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 1dari 69 27 Februari 2017

BAHAN AJAR

PERPINDAHAN PANAS
E5124016
2 SKS

JURUSAN TEKNIK KIMIA


TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2017

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 2dari 69 27 Februari 2017

VERIFIKASI BAHAN AJAR

Pada hari ini Jumat, 10 Februari 2017, Bahan Ajar Mata Kuliah Perpindahan
Panas Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik telah diverifikasi oleh Ketua
Jurusan Teknik Kimia.

Semarang, 10 Februari 2017


Ketua Jurusan Teknik Kimia Tim Penulis

Dr. Wara Dyah Pita Rengga, S.T., M.T. Dr. Dewi Selvia Fardhyanti, S.T., M.T.
NIP. 197405191999032001 NIP. 197103161999032002

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 3dari 69 27 Februari 2017

PRAKATA

Puji syukur dipanjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas berkat dan
rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan penulisan buku ajar untuk mata kuliah
Perpindahan Panas yang berisi mengenai konsep proses perpindahan panas,
perpindahan panas konduksi, perpindahan panas konduksi simultan dengan
konveksi, perpindahan panas konveksi, dan perpindahan panas radiasi.

Pada kesempatan ini kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada:


1. Rektor Universitas Negeri Semarang
2. Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang
3. Ketua Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik UNNES

Kami telah berusaha menyajikan yang terbaik dalam penulisan buku ajar
ini. Namun demikian kami masih mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun. Akhir kata, kami berharap penulisan buku ajar ini dapat bermanfaat
dan menjadi acuan bagi mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik
Universitas Negeri Semarang dalam upaya mencapai pendidikan unggul dan
berkualitas.

Semarang, 10 Februari 2017

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 4dari 69 27 Februari 2017

DESKRIPSI MATAKULIAH

Pembahasan konsep tentang proses perpindahan panas serta


penerapannya dalam penyelesaian masalah perpindahan panas peralatan di
industri. Adapun materi materi yang dipelajari dalam matakuliah ini adalah:
konsep proses perpindahan panas, perpindahan panas konduksi, perpindahan
panas konduksi simultan dengan konveksi, perpindahan panas konveksi, dan
perpindahan panas radiasi.

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 5dari 69 27 Februari 2017

DAFTAR ISI
Prakata i
Daftar Isi ii
Daftar Gambar vii
Daftar Tabel viii
Bab I Konsep Dasar Psikologi Kognitif 1
Deskripsi Singkat 1
Capaian pembelajaran pertemuan 1
A. Definisi Psikologi Kognitif 1
B. Ruang Lingkup Psikologi Kognitif 4
C. Sejarah Singkat Psikologi Kognitif 4
D. Hubungan Psikologi Kognitif dengan Ilmu Kognitif 8
E. Metode Penelitian 11
F. Rangkuman
Pertanyaan 14
Bab II Neuroscience Kognitif 15
Deskripsi Singkat 15
Capaian pembelajaran pertemuan 15
A. Konsep Neuroscience Kognitif 15
B. Sejarah Perkembangan Neuroscience Kognitif 16
1. Frenologi 16
2. Teori Medan Agregat 17
3. Teori Lokalisasi Fungsi 17
4. Kemunculan Neuropsikologi 18
C. Psikologi Kognitif dan Neurosains Kognitif 21
D. Rangkuman
Pertanyaan 23
Daftar Pustaka 94
Glosarium

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 6dari 69 27 Februari 2017

BAB I
PENDAHULUAN

Capaian Pembelajaran Mata Kuliah: Mahasiswa dapat menghitung


panas pada sistem perpindahan panas.

Deskripsi Mata Kuliah: Pembahasan konsep tentang proses


perpindahan panas serta penerapannya dalam penyelesaian masalah
perpindahan panas peralatan di industri. Adapun materi materi yang dipelajari
dalam matakuliah ini adalah: konsep proses perpindahan panas, perpindahan
panas konduksi, perpindahan panas konduksi simultan dengan konveksi,
perpindahan panas konveksi, dan perpindahan panas radiasi.

Panas dapat bergerak dari suatu tempat ke tempat yang lain karena
adanya perbedaan suhu diantara tempat tersebut, panas dapat bergerak melalui
benda padat, cair maupun gas. Perpindahan kalor dari suatu zat ke zat lain
seringkali terjadi dalam industri proses. Pada kebanyakan pengerjaan, diperlukan
pemasukan atau pengeluaran kalor, untuk mencapai dan mempertahankan
keadaan yang dibutuhkan sewaktu proses berlangsung. Kondisi pertama yaitu
mencapai keadaan yang dibutuhkan untuk pengerjaan, terjadi umpamanya bila
pengerjaan harus berlangsung pada suhu tertentu dan suhu ini harus dicapai
dengan jalan pemasukan atau pengeluaran kalor. Kondisi kedua yaitu
mempertahankan keadaan yang dibutuhkan untuk operasi proses, terdapat pada
pengerjaan eksoterm dan endoterm. Disamping perubahan secara kimia,
keadaan ini dapat juga merupakan pengerjaan secara alami. Dengan demikian
pada pengembunan dan penghabluran (kristalisasi) kalor harus dikeluarkan.
Pada penguapan dan pada umumnya juga pada pelarutan, kalor harus
dimasukkan. Adalah hukum alam bahwa kalor itu suatu bentuk energi.
Pernahkah anda membuat api unggun pada saat kemah? Bagaimana
caranya kalor dapat berpindah dari api unggun ke tubuh kita? Nah pada
kesempatan ini akan diulas mengenai cara perpindahan kalor. Bagaimanakah
cara kalor itu berpindah? Ada berapa jenis perpindahan kalor?

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 7dari 69 27 Februari 2017

Sama halnya seperti energi, kalor juga dapat berpindah dari satu tempat
ke tempat lain. Kalor dapat berpindah dengan tiga cara, yaitu konduksi atau
hantaran, konveksi atau aliran, dan radiasi atau pancaran.

1. Perpindahan Kalor secara Konduksi atau Hantaran


Konduksi adalah perpindahan panas antar molekul yang saling
berdekatan tanpa diikuti pergerakan molekul tersebut, pada umumnya konduksi
terjadi pada zat/benda padat. Berdasarkan daya hantar kalor, benda dibedakan
menjadi tiga, yaitu:
a) Konduktor
Konduktor adalah zat yang memiliki daya hantar kalor baik. Contoh
bahan yang bersifat konduktor adalah besi, baja, tembaga, aluminium,
dan lain-lain.
b) Isolator
Isolator adalah zat yang memiliki daya hantar kalor kurang baik. Contoh:
kayu, plastik, kertas, kaca, air, dan lain-lain. Oleh karena itu, alat-alat
rumah tangga seperti setrika, solder, panci, wajan terdapat pegangan
dari bahan isolator.
c) Semikonduktor
Semikonduktor adalah sebuah bahan dengan konduktivitas listrik yang
berada di antara isolator dan konduktor. Semikonduktor disebut juga
sebagai bahan setengah penghantar listrik. Sebuah semikonduktor
bersifat sebagai isolator pada temperatur yang sangat rendah, namun
pada temperatur ruangan besifat sebagai konduktor. Bahan
semikonduksi yang sering digunakan adalah silikon, germanium, dan
gallium arsenide.

Gambar 1.1. berikut ini menunjukkan contoh perpindahan panas secara


konduksi.

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 8dari 69 27 Februari 2017

Gambar 1.1. Perpindahan Panas secara Konduksi

2. Perpindahan Kalor secara Konveksi atau Aliran


Konveksi adalah Perpindahan panas secara konveksi adalah
perpindahan panas antar molekul yang saling berdekatan dengan diikuti
pergerakan molekul, pada umumnya konveksi terjadi pada zat/benda cair dan
gas. Konveksi terjadi karena perbedaan massa jenis zat. Pada zat cair karena
perbedaan massa jenis zat, misal sistem pemanasan air, sistem aliran air panas.
Pada gas karena perbedaan tekanan udara, misal terjadinya angin darat dan
angin laut, sistem ventilasi udara, untuk mendapatkan udara yang lebih dingin
dalam ruangan dipasang AC atau kipas angin, dan cerobong asap pabrik.
Contoh peristiwa konveksi adalah pada saat memanaskan air dengan cerek atau
ketel, di dalam cerek atau ketel akan terjadi aliran air secara terus menerus
selama pemanasan, hal ini disebabkan karena perbedaan massa jenis zat. Air
yang menyentuh bagian bawah gelas kimia tersebut dipanasi dengan cara
konduksi. Akibat air menerima kalor, maka air akan memuai dan menjadi kurang
rapat. Air yang lebih rapat pada bagian atas itu turun mendorong air panas
menuju ke atas. Gerakan ini menimbulkan arus konveksi. Pada bagian zat cair
yang dipanaskan akan memiliki massa jenis menurun sehingga mengalir naik ke
atas. Apabila bagian tepi zat cair yang dipanaskan, konveksi yang terjadi seperti
ditunjukkan pada Gambar 1.2 (a) dan apabila bagian tengah zat cair yang
dipanaskan, konveksi yang terjadi seperti ditunjukkan pada Gambar 1.2 (b)
berikut ini.

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 9dari 69 27 Februari 2017

(a) (b)

Gambar 1.2. Perpindahan Panas secara Konveksi

Contoh lain dari peristiwa konveksi adalah terjadinya angin laut dan angin darat.
Angin laut dan angin darat merupakan contoh peristiwa alam yang melibatkan
arus konveksi pada gas. Contoh yang lain di dalam kehidupan sehari-hari yang
melibatkan proses konveksi adalah cerobong asap pabrik. Tahukah saudara
mengapa cerobong asap pabrik di buat tinggi? Coba saudara cari jawabannya
dengan menggunakan konsep konveksi !

3. Perpindahan Kalor secara Radiasi atau Pancaran


Perpindahan panas secara radiasi adalah perpindahan panas yang terjadi
pada suatu zat/benda karena menerima pancaran (radiasi) gelombang
elektromagnetik berupa panas. Besarnya panas yang dapat dipindahkan dari
benda satu ke benda yang lain tidaklah dipengaruhi oleh jauh-dekatnya sumber-
penerima radiasi melainkan lebih dipengaruhi oleh kemampuan/kekuatan suatu
benda menerima menyerap panas radiasi.

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 10dari 69 27 Februari 2017

Gambar 1.3. Perpindahan Panas Radiasi

Mungkin saudara sebagai siswa tidak asing dengan istilah api unggun.
Api unggun yang sering dinyalakan ketika melakukan kegiatan kemah atau
pramuka pada malam hari. Apa yang dapat saudara rasakan saat berada di
sekitar nyala api unggun? Saudara akan merasakan hangatnya api unggun dari
jarak berjauhan. Bagaimanakah panas api unggun dapat sampai ke badanmu?
Kalor yang saudara terima dari nyala api unggun disebabkan oleh energi
pancaran. Kalor ini berpindah tanpa melalui zat perantara. Jadi pengertian radiasi
adalah perpindahan kalor tanpa melalui zat perantara.
Contoh lain yang merupakan peritiwa radiasi adalah peristiwa panasnya sinar
matahari hingga sampai ke bumi. Peristiwa ini dimanfaatkan untuk mengeringkan
sesuatu misalnya menjemur pakaian. Jika tidak ada peristiwa radiasi saudara
tidak akan bisa mengeringkan pakaian.
Permukaan benda hitam, kusam, dan kasar merupakan pemancar dan
penyerap kalor yang baik. Permukaan benda putih, mengkilap dan halus
merupakan pemancar dan penyerap kalor yang buruk.
Oleh karena itu jika saudara ingin melancong ke pantai pada siang hari
jangan menggunakan pakaian hitam gunakan pakaian yang mengkilap atau
putih. Kenapa? Ini akan berlaku konsep perpindahan kalor secara radiasi.

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 11dari 69 27 Februari 2017

BAB II
PERPINDAHAN PANAS KONDUKSI

Tujuan Pembelajaran:
(a) Mahasiswa mampu menjelaskan perpindahan panas konduksi
dalam keadaan tunak.
(b) Mahasiswa mampu menjelaskan perpindahan panas konduksi
pada bidang datar.
(c) Mahasiswa mampu menjelaskan Perpindahan panas konduksi
pada silinder.
(d) Mahasiswa mampu menjelaskan perpindahan panas konduksi
pada bola.

Perpindahan panas konduksi adalah proses perpindahan panas jika panas


mengalir dari tempat yang suhunya tinggi ke tempat yang suhunya lebih rendah,
dengan media penghantar panas tetap. Pada perpindahan panas konduksi,
tingkat perpindahan panas per satuan luas sebanding dengan gradien suhu
normal:
q x T
(2.1)
A x
Apabila sebuah konstanta dimasukkkan kedalam persamaan (2.1), maka
persamaan menjadi:
T
q x kA (2.2)
x
Dimana: qx : laju perpindahan panas
T
x : gradien suhu dalam arah aliran panas
k : konduktivitas termal bahan
A : luas area bahan

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 12dari 69 27 Februari 2017

Tanda minus menunjukkan prinsip hukum kedua termodinamika akan dipenuhi,


sebagai contoh aliran panas akan turun sebanding dengan penurunan suhu
seperti ditunjukkan pada Gambar 1.1 berikut ini.

Gambar 2.1. Sketsa Arah Aliran Panas

Persamaan (2.2) dikenal sebagai Hukum Fourier, bisa juga dituliskan:

dT qk dT
qk kA atau k (2.3)
dx A dx

1. PERPINDAHAN PANAS KONDUKSI, STEADY STATE (TUNAK),


KOORDINAT SATU DIMENSI.
Unsur volume untuk analisis panas konduksi dalam tiga dimensi ditunjukkan
pada Gambar 1.2. berikut ini.

(A)

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 13dari 69 27 Februari 2017

(B)

(C)

Gambar 2.2. Analisis Perpindahan Panas Konduksi dalam 3 Dimensi: (A)


Koordinat Cartesian; (B) Koordinat Silinder; (C) Koordinat Bola

a) Koordinat Cartesian, meliputi: bidang datar: x, y, z


dT
arah x: q x kA
dx
dT
arah y: q y kA
dy
dT
arah z: qz kA
dz

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 14dari 69 27 Februari 2017

b) Koordinat Silinder, meliputi: silinder: r, z,


dT
arah r: qr kA
dr
k dT
arah : q A
r d

dT
arah z: qz kA
dz
c) Koordinat Bola, meliputi: bola: r, ,
dT
arah r: qr kA
dr
k dT
arah : q A
r d
k dT
arah : q A
r sin d

Konduktivitas Termal (Daya Hantar Panas) adalah sifat bahan yang


menunjukkan seberapa cepat bahan itu dapat menghantarkan panas
konduksi.
Secara umum, konduktivitas termal sangat bergantung pada suhu. Tabel
2.1. menunjukkan nilai konduktivitas termal beberapa macam bahan,
Gambar 2.3. menunjukkan penentuan konduktivitas termal gas.

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 15dari 69 27 Februari 2017

Tabel 2.1 Konduktivitas Termal Beberapa Macam Bahan pada 0oC

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 16dari 69 27 Februari 2017

Gambar 2.3. Konduktivitas Termal conductivities Beberapa Jenis Gas


[1 W/m.oC = 0.5779 Btu/h.ft.oF]

Gambar 2.4. Konduktivitas Termal Beberapa Jenis Liquid

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 17dari 69 27 Februari 2017

Gambar 2.5. Konduktivitas Termal Beberapa Jenis Padatan

Tabel 2.2. Konduktivitas Termal Efektif Bahan Isolator Cryogenic untuk


Pemakaian pada suhu 15oC to 195oC dan densitas 30 to 80 kg/m3.

Konduktor adalah bahan yang mempunyai konduktivitas yang baik.


Contohnya logam. Isolator adalah bahan yang mempunyai konduktivitas
yang jelek. Contohnya asbes.

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 18dari 69 27 Februari 2017

2. PERPINDAHAN PANAS KONDUKSI PADA BIDANG DATAR


a) Perpindahan Panas Konduksi pada Satu Bidang Datar (Slab)

Gambar 2.1. Profil Suhu Perpindahan Panas Konduksi pada Satu Bidang Datar

dT T T
Hukum Fourier: q kA kA kA (2.4)
dx x x kA

Dimana: q = laju/aliran perpindahan panas


T = Temperatur
k = konduktivitas thermal
x = tebal bahan
A = luas permukaan

Selanjutnya Hukum Fourier dianalogikan dengan listrik (Hukum Ohm),


sehingga persamaan (3) menjadi:

Analogi listrik

V T
I q (2.5)
R x kA

Dimana: q dianggap sebagai aliran


T dianggap sebagai potensial
k, x, dan A dianggap sebagai tahanan

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 19dari 69 27 Februari 2017

Bila aliran panas dinyatakan dengan analogi listrik menjadi:

Maka persamaan (4) menjadi:

q
T T T
2 1 (2.6)
R x kA

atau:
T T1 T2
q (2.7)
R x kA

b) Perpindahan Panas Konduksi Pada Satu Seri Bahan


Aliran panas dilewatkan pada bidang datar yang disusun berlapis-lapis
dengan bahan yang berbeda-beda.
Aliran panas masuk dengan suhu T1 dan keluar dengan suhu T4. Suhu
antar muka masing-masingnya adalah T2 dan T3.
Contoh : pada konstruksi furnace, boiler, dll.

Gambar 2.2. Profil Suhu Perpindahan Panas Konduksi pada Satu Seri Bahan

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 20dari 69 27 Februari 2017

Analogi listrik bahan yang disusun secara seri :

Persamaan aliran panas untuk seluruh bidang datar adalah:


Tmenyeluruh
q (2.8)
R th

Dimana: Rth adalah tahanan termal bahan.

Untuk bahan yang disusun seri: Rth = RA + RB + RC +


Persamaan aliran panas untuk bidang yang disusun seri adalah:
Tmenyeluruh T
q (2.9)
R th RA RB RC
T1 T4
q (2.10)
x A xB xC

k A A k B A kC A
Pada keadaan steady state, panas yang masuk pada sisi muka sebelah kiri
harus sama dengan panas yang meninggalkan sisi muka sebelah kanan.
Jika: qinput = qoutput
maka,
q = qA = qB = qC (2.11)
T T T T
q A B C (2.12)
Rth RA RB RC
T1 T2
qA (2.13)
x A k A . A

T2 T3
qB (2.14)
xB k B . A

T3 T4
qC (2.15)
xC kC . A

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 21dari 69 27 Februari 2017

c) Perpindahan Panas Konduksi Melalui Bahan yang Disusun Seri dan


Paralel
Dinding yang terdiri atas beberapa macam bahan yang dihubungkan seri
dan paralel dialiri panas. Perpindahan panas konduksi dianggap
berlangsung hanya satu arah (arah x).

Gambar 2.3. Perpindahan Panas Satu-Dimensi melalui Dinding Komposit


yang Disusun secara Seri dan Paralel

Analogi listrik untuk susunan seri dan paralel:

Untuk menyelesaikan susunan di atas, maka tahanan yang disusun paralel


harus diselesaikan lebih dahulu sehingga pada akhirnya akan terbentuk
susunan seri.
1 1 1 1
Untuk susunan paralel: ...
R R1 R2 R3
Persamaan aliran panas untuk susunan di atas adalah:
T T
q (2.16)
Rth R1 Rk1 R3 Rk 2

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 22dari 69 27 Februari 2017

Dimana:
x1
R1 (2.17)
k1 A1
x3
R3 (2.18)
k 3 A3
x2
Rk 1 (2.19)
k 2 a A2 a k 2b A2b
x2
Rk 2 (2.20)
k4 a A4 a k4 b A4 b k4 c A4 c

Penyelesaian persamaan aliran panas untuk susunan seri dan paralel


adalah:
T0 T4
q (2.21)
x1 x2 x3 x4

k1 A1 k2 a A2 a k2 b A2 b k3 A3 k4 a A4 a k4 b A4 b k4 c A4 c

3. PERPINDAHAN PANAS KONDUKSI PADA SILINDER


a) Perpindahan Panas Konduksi pada Silinder Berongga
Suatu silinder panjang berongga dengan jari-jari dalam ri, jari-jari luar ro dan
panjang L dialiri panas sebesar q. Suhu permukaan dalam Ti dan suhu
permukaan luar To.

Gambar 2.4. Aliran Panas Satu-dimensi melalui Silinder Berongga

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 23dari 69 27 Februari 2017

Analogi listrik :

Aliran panas hanya berlangsung ke arah radial (arah r) saja.


Luas bidang aliran panas dalam system silinder ini adalah:
Ar = 2 . r . L (2.21)
Sehingga hukum Fourier menjadi:

dT dT
q k . Ar k .2 .r.L (2.23)
dr dr
Kondisi batas (Boundary Condition, BC):
a) r = ri T = Ti
b) r = ro T = To
Dengan kondisi batas di atas, persamaan aliran panas untuk koordinat
silinder adalah:
2 .k .L(Ti To ) 2 .k .LTi To
q atau q (2.24)
lnro ri 2,3 logro ri

T T To
q i
Rth ln ro ri (2.25)

2 .k .L
ln ro ri
Dalam hal ini tahanan thermalnya adalah: Rth (2.26)
2 .k .L
ro Do
Jika D adalah diameter silinder maka: (2.27)
ri Di
Persamaan aliran panas dapat ditulis:
2 .k .LTi To 2 .k .LTi To
q atau q (2.28)
lnDo Di 2,3 logDo Di

Jika diameter dalam silinder (Di) > 0,75 diameter luar (Do), aliran panas bisa
dicari dengan:

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 24dari 69 27 Februari 2017

Ti To
q (2.29)
Do Di 2
.k .LDi Do 2

Tabel 2.3. Beberapa Jenis Isolasi dan Aplikasinya

b) Perpindahan Panas Konduksi pada Dinding Lapis Rangkap Berbentuk


Silinder
Sebuah silinder yang suhu permukaannya relatif tinggi dapat diisolasi
dengan beberapa macam bahan yang disusun seri.

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 25dari 69 27 Februari 2017

Gambar 2.5. Aliran Panas Satu-dimensi melalui Beberapa Silinder Berongga

Analogi listrik:

Persamaan aliran panas untuk dinding lapis rangkap berbentuk silinder


adalah:
Tmenyeluruh T
q (2.30)
Rth RA RB RC
Dimana:
ln r2 r1
RA (2.31)
2 .k A .L
ln r3 r2
RB (2.32)
2 .k B .L
ln r4 r3
RC (2.33)
2 .kC .L
Sehingga:
T1 T4
q
ln r2 r1 ln r3 r2 ln r4 r3
atau

2 .k A .L 2 .k B .L 2 .kC .L

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 26dari 69 27 Februari 2017

2 .L(T1 T4 )
q (2.34)
lnr2 r1 lnr3 r2 lnr4 r3

kA kB kC
Jika: qinput = qoutput
Maka:
T T T T
q A B C (2.35)
Rth RA RB RC
T1 T4 T T T T T T
q 1 2 2 3 3 4
Rth lnr2 r1 lnr3 r2 lnr4 r3
(2.36)

2 .k A .L 2 .k B .L 2 .kC .L

4. PERPINDAHAN PANAS KONDUKSI PADA BOLA


a) Perpindahan Panas Konduksi pada Bola Berongga
Suatu bola berongga dengan jari-jari dinding dalam ri, jari-jari dinding luar ro
dan panjang L dialiri panas sebesar q. Suhu permukaan dalam Ti dan suhu
permukaan luar To.

Gambar 2.6. Aliran Panas Satu-dimensi melalui Bola Berongga

Analogi listrik:

Aliran panas hanya berlangsung ke arah radial (arah r) saja.


Luas bidang aliran panas adalah : Ar = 4 r2 (2.34)

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 27dari 69 27 Februari 2017

Sehingga hukum Fourier menjadi:


dT 2 dT
q k . Ar k .4 .r (2.35)
dr dr
Kondisi batas (Boundary Condition, BC):
a) r = ri T = Ti
b) r = ro T = To
Dengan kondisi batas di atas, persamaan aliran panas untuk koordinat bola
adalah:
4 .k .Ti To T T T
q q i o (2.36)
1 ri 1 ro Rth 1 ri 1 ro
4 .k
Dalam hal ini tahanan termalnya adalah:
1 ri 1 ro r r
Rth o i (2.37)
4 .k 4 .k .ri .ro

b) Perpindahan Panas Konduksi pada Dinding Lapis Rangkap Berbentuk


Bola
Sebuah bola yang suhu permukaannya relatif tinggi dapat diisolasi dengan
beberapa macam bahan.

Gambar 2.7. Aliran Panas Satu-dimensi melalui Beberapa Bola Berongga

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 28dari 69 27 Februari 2017

Analogi listrik :

Persamaan aliran panas untuk dinding lapis rangkap berbentuk bola adalah:
Tmenyeluruh T
q (2.38)
R th R1 R2 R3

sehingga,
T1 T4
q atau
1 r1 1 r2 1 r2 1 r3 1 r3 1 r4

4 .k1 4 .k 2 4 .k 3
4 (T1 T4 )
q (2.39)
1 r1 1 r2 1 r2 1 r3 1 r3 1 r4

k1 k2 k3

Jika: qinput = qoutput


Maka:
T T T T
q 1 2 3 (2.40)
Rth R A RB RC

T1 T4 T T T T3 T T
q 1 2 2 3 4 (2.41)
Rth 1 r1 1 r2 1 r2 1 r3 1 r3 1 r4
4 .k1 4 .k2 4 .k3

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 29dari 69 27 Februari 2017

KESIMPULAN

1. Perpindahan panas konduksi terjadi pada bidang datar, silinder, dan


bola.
2. Perpindahan panas konduksi pada bidang datar, meliputi satu bidang
datar (slab), satu seri bahan, serta bahan yang disusun secara seri dan
paralel.
3. Perpindahan panas konduksi pada silinder, meliputi silinder berongga
dan dinding lapis rangkap berbentuk silinder.
4. Perpindahan panas konduksi pada bola, meliputi bola berongga dan
dinding lapis rangkap berbentuk bola.

SOAL
1. Salah satu permukaan sebuah plat tembaga yang tebalnya 3 cm mempunyai
o
suhu tetap 400 C, sedangkan suhu permukaan yang sebelah lagi dijaga tetap
o
100 C. Berapa panas yang berpindah melintas lempeng itu ?

2. Dinding furnace dilapisi oleh 3 lapisan: firebrick dengan ketebalan 6 in (k = 0.95


o o
Btu/h.ft. F), insulating brick (k = 0.4 Btu/h.ft. F) dan common brick (k = 0.8
o o
Btu/h.ft. F). Suhu masuk firebrick, T1 = 1800 F, suhu maksimum insulating brick,
o o
T2 = 1720 F dan suhu T3 = 280 F.
a) Hitunglah ketebalan lapisan insulating brick !
b) Jika common brick tebalnya 9 in, hitunglah suhu keluar !
o
3. Sebuah pipa uap panas mempunyai suhu dalam 250 C. Diameter dalam pipa
adalah 8 cm, tebalnya 5,5 mm. Pipa itu dilapisi dengan lapisan isolasi yang
o
mempunyak k = 0,5 W/m. C setebal 9 cm, diikuti dengan lapisan lain dengan k
o o
= 0,25 W/m. C setebal 4 cm. Suhu luar isolasi adalah 20 C. Hitunglah
o
kehilangan kalor per satuan panjang andaikan k = 47 W/m. C untuk pipa !

4. Sebuah bola lowong terbuat dari alumunium (k = 202 W/m.oC) dengan diameter
o
dalam 4 cm dan diameter luar 8 cm. Suhu bagian dalam adalah 100 C dan
o
suhu luar 50 C. Hitunglah perpindahan kalornya !

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 30dari 69 27 Februari 2017

BAB III
PERPINDAHAN PANAS KONDUKSI DAN KONVEKSI SECARA SIMULTAN

Tujuan Pembelajaran:
(a) Mahasiswa mampu menjelaskan koefisien perpindahan panas
menyeluruh pada bidang datar.
(b) Mahasiswa mampu menjelaskan koefisien perpindahan panas
menyeluruh pada bidang silinder.
(c) Mahasiswa mampu menjelaskan koefisien perpindahan panas
menyeluruh pada bidang bola.
(d) Mahasiswa mampu menjelaskan tebal isolasi kritis.

Koefisien perpindahan panas menyeluruh (overall heat transfer coefficient, U)


adalah merupakan aliran panas menyeluruh sebagai hasil gabungan proses
konduksi dan konveksi.
Koefisien perpindahan panas menyeluruh dinyatakan dengan W/m2.oC
(Btu/h.ft2.oF).

1. KOEFISIEN PERPINDAHAN PANAS MENYELURUH PADA BIDANG


BATAR
Suatu bidang datar, salah satu sisinya terdapat fluida panas A dan sisi
lainnya terdapat fluida B yang lebih dingin.

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 31dari 69 27 Februari 2017

Gambar 3.1. Perpindahan Panas Menyeluruh pada Bidang Datar

Analogi listrik:

Bidang datar yang ditunjukkan pada Gambar 3.1 terkena cairan A panas di
satu sisi dan pendingin cairan B di sisi lain. Perpindahan panas menyeluruh
dinyatakan dengan:

q h1 . ATA T1 T1 T2 h2 . AT2 TB
k. A
(3.1)
x

Proses perpindahan panas dianalogikan oleh aliran listrik sehingga


perpindahan panas overall dihitung berdasarkan rasio perbedaan suhu
overall dan jumlah tahanan termal.

TA TB A(TA TB )
q (3.2)
1 h1 A x kA 1 h2 A 1 h1 x k 1 h2

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 32dari 69 27 Februari 2017

Secara keseluruhan, perpindahan panas konduksi dan konveksi secara


simultan sering dinyatakan dalam koefisien perpindahan panas overall (U),
yang didefinisikan sebagai: q = U A Toverall (3.3)

Dimana A adalah luas daerah yang sesuai untuk aliran panas. Berdasarkan
Persamaan (3.2), koefisien perpindahan panas overall dapat dinyatakan
dengan:
1
U (3.4)
1 h1 x 1 h2
k

Untuk bidang datar yang disusun seri:


TA TB ATA TB
q (3.5)
1 h1 A
x k . A 1 h2 A 1 h1 x k 1 h2

sehingga koefisien perpindahan panas menyeluruh dapat dinyatakan


dengan:
1
U (3.6)
1 h1 x k 1 h2
1
U

A RC1 R k RC 2 (3.7)

2. KOEFISIEN PERPINDAHAN PANAS MENYELURUH PADA SILINDER


Suatu silinder berongga terkena lingkungan konveksi di permukaan bagian
dalam dan luar oleh fluida A dan fluida B. Suhu kedua fluida, T A dan TB. Zat
alir mengalir melalui pipa pada suhu TA. Perpindahan panas dari zat alir ke
pipa secara konveksi diteruskan lewat pipa secara konduksi dan selanjutnya
ke zat alir yang ada di luar pipa pada suhu TB secara konveksi.

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 33dari 69 27 Februari 2017

Gambar 3.2. Perpindahan Panas Menyeluruh pada Silinder

Analogi listrik:

Perpindahan panas menyeluruh dari zat alir di dalam pipa ke zat alir di luar
pipa adalah:
TA TB
q (3.8)
1 lnr2 r1 1

h1 . A1 2 .k .L h2 . A2
Jika luas permukaan untuk perpindahan panas zat alir:
a) di dalam pipa, A1 = 2 r1 L (3.8)
b) di luar pipa, A2 = 2 r2 L (3.9)
maka,
TA TB 2 .LTA TB
q (3.10)
1 lnr2 r1 1 1 lnr2 r1 1

h1.2 .r1.L 2 .k .L h2 .2 .r2 .L h1.r1 k h2 .r2

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 34dari 69 27 Februari 2017

Koefisien perpindahan panas menyeluruh dapat didasarkan atas bidang


dalam atau bidang luar tabung.

a. Bidang dalam,
A1 TA TB 2 .r1.LTA TB
q (3.11)
1 A1 lnr2 r1 A 1 r1 lnr2 r1 r
1 1
h1 2 .k .L h2 . A2 h1 k h2 .r2

1
U1 (3.12)
1 r1 lnr2 r1 r
1
h1 k h2 .r2

b. Bidang luar,
A2 TA TB 2 .r2 .LTA TB
q (3.13)
A2 A2 lnr2 r1 1 r2 r lnr2 r1 1
2
h1. A1 2 .k .L h2 h1.r1 k h2

1
U2 (3.14)
r2 r lnr2 r1 1
2
h1.r1 k h2

3. KOEFISIEN PERPINDAHAN PANAS MENYELURUH PADA BOLA

Gambar 3.3. Perpindahan Panas Menyeluruh pada Bola

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 35dari 69 27 Februari 2017

Analogi listrik:

Perpindahan panas menyeluruh dari zat alir di dalam pipa ke zat alir di luar
pipa adalah:
TA TB
q (3.15)
1 1 r 1 r2 1
1
h1. A1 4k h2 . A2
Koefisien perpindahan panas menyeluruh,
a. Bidang dalam,
A1 TA TB 4 .r1 TA TB
2
q (3.15)


1 A1 1 r1 1 r2 1
A 1 r1 1 r1 1 r2
2
r
2
1 2
h1 4 .k h2 . A2 h1 k h2 .r2

1
U1 (3.16)
1

r1
2
1 r1 1 r2 r1
2

2
h1 k h2 .r2

b. Bidang luar,
A2 TA TB 4 .r2 TA TB
2
q (3.17)
A2 A2 1 r1 1 r2 1 r2
2
r2 1 r1 1 r2 1
2

h1. A1 4 .k h2 h1.r1
2
k h2

1
U2 (3.18)
r 1 r1 1 r2 1
2 2
r2
2
2
h1.r1 k h2

4. TEBAL ISOLASI KRITIS


a) Silinder Terisolasi
Sebuah pipa bundar dipasang selapis isolasi di sekelilingnya. Suhu
dinding dalam isolasi adalah Ti sedang suhu luarnya terkena konveksi
sebesar T.

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 36dari 69 27 Februari 2017

Gambar 3.4. Perpindahan Panas pada Silinder Terisolasi

Analogi listrik untuk pipa terisolasi adalah:

Dimana:
ln rc ri
Rk (3.19)
2 .k .L
1
Rh (3.20)
2 .rc .L.h
Persamaan perpindahan panas untuk pipa terisolasi adalah:
Tmenyeluruh Ti T 2 .L.Ti T
q (3.21)
R ln rc ri 1 ln rc ri 1
th
2 .k .L 2 .rc .L.h k rc .h
Untuk menentukan jari-jari kritis isolasi (rc) agar perpindahan panasnya
maksimum dapat dicari dengan 2 cara, yaitu:
dq dR
0 atau 0 (3.22)
drc drc
k
Jari-jari kritis diperoleh: rc (3.23)
h

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 37dari 69 27 Februari 2017

Artinya, perpindahan panas maksimum dari pipa terjadi ketika jari-jari


kritis sama dengan ratio konduktivitas termal isolasi dengan koefisien
perpindahan panas permukaan.

Jika rc< perpindahan panas meningkat dengan penambahan tebal

isolasi.

rc > perpindahan panas menurun dengan penambahan tebal isolasi.

b) Bola Terisolasi
Sebuah bola dipasang selapis isolasi di sekelilingnya. Suhu dinding dalam
isolasi adalah Ti sedang suhu luarnya terkena konveksi sebesar Ts.

Analogi listrik untuk bola terisolasi adalah:

Dimana:
1 ri 1 rc
Rk (3.24)
4k
1
Rh (3.25)
4rc h
2

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 38dari 69 27 Februari 2017

Persamaan perpindahan panas untuk bola terisolasi adalah:

Tmenyeleuruh Ti Ts 4 Ti Ts
q (3.26)
R th
1 ri 1 rc

1 1 ri 1 rc
2
1
4 .k 4 .rc .h
2
k rc .h

Untuk menentukan jari-jari kritis isolasi (rc) agar perpindahan panasnya


maksimum dapat dicari dengan 2 cara, yaitu:

dq dR
0 atau 0 (3.27)
drc drc
2k
Jari-jari kritis diperoleh: rc (3.28)
h

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 39dari 69 27 Februari 2017

KESIMPULAN

1. Perpindahan panas konveksi dan radiasi terjadi secara simultan pada


bidang datar, silinder dan bola.

2. Perpindahan panas secara menyeluruh juga terjadi pada bola terisolasi


dan silinder terisolasi.

SOAL

1. Sebuah bola lowong terbuat dari alumunium (k = 202 W/m.oC) dengan


diameter dalam 4 cm dan diameter luar 8 cm. Suhu bagian dalam
adalah 100oC dan suhu luar 50oC. Hitunglah perpindahan kalornya !

2. Jika bola di atas dilapisi dengan bahan isolasi yang mempunyai k = 50


mW/m.oC setebal 1 cm. Bagian luar isolasi ini bersentuhan dengan
lingkungan yang mempunyai h = 20 W/m2.oC dan Ts = 10oC. Bagian
dalam bola tetap mempunyai suhu 100oC, hitunglah perpindahan kalor
dalam kondisi ini !

3. Sebuah benda berbentuk pipa berdiameter 5 cm dan bersuhu 200oC


diisolasi dengan menggunakan asbes (k = 0,17 W/m.oC). Benda
tersebut terkena udara kamar yang suhunya 20oC dengan h = 3,0
W/m2.oC.
a) Turunkan persamaan untuk jari-jari kritis isolasi tersebut !
b) Hitunglah jari-jari kritis isolasi asbes !
c) Hitung panas yang hilang pada jari-jari kritis !
d) Hitung panas yang hilang jika tanpa isolasi !

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 40dari 69 27 Februari 2017

BAB IV

PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI

Tujuan Pembelajaran:
(a) Mahasiswa mampu menjelaskan konveksi paksa.
(b) Mahasiswa mampu menjelaskan konveksi bebas.

Perpindahan panas konveksi yaitu perpindahan panas yang terjadi antara


permukaan padat dengan fluida yang mengalir di sekitarnya, dengan
menggunakan media penghantar berupa fluida (cairan/gas).
Seperti kita ketahui bahwa piring panas logam akan lebih cepat dingin apabila
diekspose di udara terbuka. Panas akan dikonveksikan keluar dan disebut
proses perpindahan panas konveksi.
Plat yang dipanaskan ditunjukkan pada Gambar 4.1, dimana kecepatan aliran
akan berkurang menjadi nol pada plat karena kekentalan fluida sehingga panas
harus dipindahkan dengan cara konduksi. Perpindahan panas ditentukan
menggunakan persamaan (4.1).
Proses perpindahan panas secara konveksi berdasarkan: Hukum Newton.

qc h. ATW T h.TW T
qc
atau (4.1)
A
Dimana:
qc
: laju perpindahan panas karena adanya perbedaan suhu
A
overall antara
dinding dan fluida serta luas permukaan A
h : koefisien perpindahan panas konveksi
TW : suhu dinding
T : suhu fluida

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 41dari 69 27 Februari 2017

Gambar 4.1. Perpindahan Panas Konveksi dari Dinding Bidang Datar

Tabel 4.1. Nilai Koefisien Perpindahan Panas Konveksi

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 42dari 69 27 Februari 2017

Macam-macam Konveksi :
1. Konveksi bebas/konveksi alamiah (free convection/natural convection)
perpindahan panas yang disebabkan oleh beda suhu dan beda rapat saja
dan tidak ada tenaga dari luar yang mendorongnya.
Contoh: plat panas dibiarkan berada di udara sekitar tanpa ada sumber
gerakan dari luar.
2. Konveksi paksaan (forced convection)
perpindahan panas aliran gas atau cairan yang disebabkan adanya tenaga
dari luar.
Contoh: plat panas dihembus udara dengan kipas/blower.

1. KONVEKSI PAKSA (FORCED CONVECTION FLOW SYSTEM)


a) Aliran di Atas Bidang Datar

Gambar 4.2. Berbagai Daerah Aliran Lapisan Batas di Atas Bidang Datar

Gambar 4.3. Profil Kecepatan Laminar di Atas Bidang Datar

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 43dari 69 27 Februari 2017

Pengelompokan aliran yang mengalir di atas plat diketahui dari bilangan


Reynolds:
u . x .u . x
Re (4.2)

dimana : u = kecepatan aliran bebas
x = jarak dari tepi depan
= / = viskositas kinematik
Transisi dari aliran laminar menjadi turbulen terjadi bila Re > 5 x 105
Untuk aliran sepanjang plat rata, lapisan batas selalu turbulen untuk Re
4 x 106
b) Aliran dalam tabung

Gambar 4.4. Profil Kecepatan Aliran Laminer di Dalam Tabung

Gambar 4.5. Profil Kecepatan Aliran Turbulen di Dalam Tabung

um .d um .d .
Untuk aliran turbulen biasanya: Re d 2300 (4.3)

c) Lapisan batas pada plat rata
Lapisan batas termal: daerah dimana terdapat gradien suhu dalam
aliran akibat proses pertukaran kalor antara fluida dan dinding.

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 44dari 69 27 Februari 2017

Lapisan batas hidrodinamik: daerah aliran dimana gaya-gaya viscous


dirasakan.

Gambar 4.6. Profil Suhu dalam Permukaan

Dimana: Tw = suhu dinding


T = suhu fluida di luar lapisan batas termal
t = tebal lapisan termal

Bilangan tak berdimensi dalam proses perpindahan panas konduksi


adalah:
Angka Prandtl
Merupakan parameter yang menghubungkan ketebalan relatif antara
lapisan batas hidrodinamik dan lapisan batas termal.
Penentuan angka Prandtl menggunakan persamaan (4.5):
C p .
Pr (4.5)
k .C p k

= kg/s.m (lbm/h.ft)
Cp = kJ/kg.oC (Btu/lbm.oF)
k = kW/m2.oC (Btu/h.ft2.oF)
Penentuan koefisien perpindahan konveksi berdasarkan angka
Prandtl adalah:
1 / 3
1/ 3 u
1/ 2
xo 3 / 4
h x 0,332.k . Pr 1 (4.6)
.x x

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 45dari 69 27 Februari 2017

Angka Nusselt
Penentuan angka Nusselt secara umum menggunakan persamaan:
hx . x
Nu x (4.7)
k
Untuk plat yang dipanaskan pada keseluruhan panjangnya (xo=0) dan
substitusi persamaan (4.6) kedalam persamaan (4.7):
1 / 3
xo 3 / 4
Nu x 0,332. Pr 1
1/ 3 1/ 2
. Re x (4.8)
x

Untuk fluida yang mempunyai angka Prandtl tertentu maka


Persamaan (4.8) menjadi:
1) Fluida yang mempunyai angka Prandtl antara 0,6 50:

Nux 0,332. Pr1 / 3 . Re x


1/ 2
(4.9)

2) Fluida yang mempunyai angka Prandtl rendah:

Nux 0,530. Pr1 / 2 . Re x


1/ 2
(4.10)

3) Fluida yang mempunyai angka Prandtl tinggi (Rex.Pr > 100):


1/ 2
0,3387. Re x Pr1 / 3
Nu x
1 0,0468 Pr
(4.11)
2 / 3 1/ 4

Untuk fluks panas tetap, maka 0,3387 diganti 0,4637 dan 0,0468
diganti 0,0207.
Koefisien perpindahan kalor rata-rata dan angka Nusselt bisa
diperoleh dengan:
h 2.hx (4.12)

h.L
NuL 2. Nu x 0,664. Re L . Pr1/ 3
1/ 2
(4.13)
k
.u .L
Dimana: Re L (4.14)

Analisa di atas berdasarkan atas pengandaian bahwa sifat-sifat fluida


konstan di seluruh aliran. Jika terdapat perbedaan menyolok antara
kondisi dinding dan kondisi aliran bebas, sifat-sifat tersebut dievaluasi

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 46dari 69 27 Februari 2017

pada suhu film, Tf yaitu rata-rata aritmatik antara suhu dinding dan suhu
aliran bebas.
Tw T
Tf (4.15)
2

Dengan pertimbangan bahwa perpindahan panas laminar dari permukaan


bersifat isotermal, maka fluks panas permukaan pada dasarnya juga
konstan sehingga akan diperoleh distribusi suhu plat dan suhu
permukaan untuk fluida tertentu.

Untuk fluks panas permukaan yang konstan, maka bilangan Nusselt


menjadi:
h. x
Nu x 0,453. Re x . Pr1 / 3
1/ 2
(4.16)
k

Persamaan (4.16) juga dapat dinyatakan dalam panas fluks dan beda
suhu:
qw . x
Nu x (4.17)
k .(Tw T )

Beda suhu rata-rata sepanjang plat dapat dihitung dengan:


qw . L k
Tw T 1/ 2
(4.18)
0,6795. Re L . Pr1 / 3
Atau:

qw
3
2

hx . Tw T (4.19)

Dimana: qw = fluks panas per satuan luas (W/m2 = Btu/h.ft2)

Catatan: fluks panas: qw = q/A diasumsikan konstan diseluruh permukaan


plat.

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 47dari 69 27 Februari 2017

d) Aliran laminer dalam tabung

Gambar 4.7. Aliran Laminer dalam Tabung

Di dalam tabung mengalir koefisien perpindahan panas konveksi


biasanya didefinisikan oleh:
Panas fluks = q = h (Tw Tb) (4.20)
Dimana Tw merupakan suhu dinding dan Tb merupakan suhu bulk atau
suhu rata-rata fluida di sepanjang tabung yang dapat ditentukan dengan:
ro

Tb T
.2 .rdr.u.C .T
0
p
(4.21)
ro
.2 .rdr.u.C
0
p

Suhu bulk merupakan perwakilan dari total energi dari suatu aliran di
lokasi tertentu. Suhu bulk sering disebut sebagai suhu pencampuran,
karena fluida diasumsikan ditempatkan dalam suatu tangki pencampuran
dan dibiarkan mendekati kondisi kesetimbangan.
Menghitung suhu bulk, Tb dari Persamaan (4.21) menjadi:
7 u0 .r0 T
2
Tb Tc (4.22)
96 x
Dimana: Tc merupakan suhu di pusat tabung.
Suhu dinding, Tw menjadi:
3 u0 .r0 T
2
Tb Tc (4.23)
16 x
Koefisien perpindahan panas konduksi ditentukan menggunakan
persamaan:

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 48dari 69 27 Februari 2017

T
q h. ATw Tb k . A (4.24)
r r ro

k T r r ro
h
Tw Tb

Gradien suhu diberikan oleh persamaan berikut ini:

T u T r 3
u .r T
0 r 2 0 o (4.25)

r r ro x 2 4.ro r r 4 x
o

Substitusi persamaan (4.22), (4.23), dan (4.25) kedalam persamaan


(4.24) menjadi:
24 k 48 k
h (4.26)
11 ro 11 d o

Bilangan Nusselt menjadi:


h.d o
Nud 4,364 (4.27)
k

e) Aliran turbulen dalam tabung


Untuk aliran turbulen yang sudah jadi atau berkembang penuh.

Gambar 4.8. Aliran Turbulen dalam Tabung

.u m .d
Bilangan Reynolds: Re d

h.d
Bilangan Nusselt: Nud
k

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 49dari 69 27 Februari 2017

Nud 0,023. Red


0 ,8
. Pr n (4.28)

Dimana nilai n: n = 0,4 untuk pemanasan


n = 0,3 untuk pendinginan

Untuk nilai: 0,5 < Pr < 1,5 dan 104 < Re < 5.106 :

Nu 0,0214 Re0,8 100 Pr 0,4 (4.29)

Untuk nilai: 1,5 < Pr < 500 dan 3000 < Re < 106 :

Nu 0,012 Re0,87 280 Pr 0,4 (4.30)

Perpindahan kalor per satuan panjang:


q
h. .d .(Tw Tb ) (4.15)
L

2. KONVEKSI BEBAS (NATURAL CONVECTION)


Konveksi bebas merupakan konveksi yang terjadi karena proses pemanasan
yang menyebabkan fluida berubah densitasnya (kerapatannya) dan bergerak
naik.
Gerakan fluida dalam konveksi bebas terjadi karena gaya bouyancy (apung)
yang dialaminya apabila kerapatan fluida di dekat permukaan perpindahan
kalor berkurang sebagai akibat proses pemanasan.
a) Plat/Silinder Vertikal

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 50dari 69 27 Februari 2017

Gambar 4.9. Profil Aliran dalam Plat Vertikal

g. .Tw T . x 3
Bilangan Grashoff: Grx (4.16)
2
Dimana: g = percepatan gravitasi
= viskositas kinematik
= 1/T = koefisien ekspansi volume (K-1)

Koefisien perpindahan kalor dievaluasi dari: qw = h.A.(Tw T) (4.17)


Koefisien perpindahan kalor konveksi bebas rata-rata untuk berbagai
situasi dinyatakan dalam:

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 51dari 69 27 Februari 2017

Nu f C Grf . Pr f
m h.L
(4.18)
k

f menunjukkan bahwa sifat-sifat untuk gugus tak berdimensi dievaluasi


Tw T
pada suhu film: T f (4.19)
2

Jika: Gr x Pr = Ra (Bilangan Rayleigh), maka nilai C dan m dapat dilihat


pada tabel berikut ini:

Tabel 1. Nilai C dan m pada Persamaan Nusselt

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 52dari 69 27 Februari 2017

Korelasi yang lebih rumit diberikan oleh Churchill dan Chu:


Untuk nilai: 10-1 < RaL < 109

0,670.Ra 1 / 4
Nu 0,68
1 0,492 / Pr
(4.20)
9 / 16 4 / 9

Untuk nilai: 10-1 < RaL < 1012

0,387 .Ra 1 / 6
Nu 0,825
1 0,492 / Pr
(4.21)
9 / 16 8 / 27

b) Plat Horisontal
1) Plat horisontal dengan permukaan panas menghadap ke atas, maka
penentuan angka Nusselt menggunakan persamaan:
Untuk nilai: GrL.Pr < 2 x 108:
NuL 0,13GrL . Pr
1/ 3
(4.22)

Untuk nilai: 2 x 108 < GrL.Pr < 1011:


NuL 0,16GrL . Pr
1/ 3
(4.23)
2) Plat horisontal dengan permukaan panas menghadap ke bawah
dengan nilai 106 < GrL.Pr < 1011, maka penentuan angka Nusselt
menggunakan persamaan:
NuL 0,58GrL . Pr
1/ 5
(4.24)

c) Silinder Horisontal
Korelasi diberikan oleh Churchill dan Chu:
Untuk aliran laminer dengan nilai 10-5 < Gr.Pr < 1012:
1/ 6
1/ 2 Gr. Pr
0,60 0,387 16 / 9

Nu (4.25)
1 0,559 Pr 9 /16

Untuk aliran laminer dengan nilai 106 < Gr.Pr < 109:
0,518Grd . Pr
1/ 4
Nud 0,36
1 0,559 Pr
(4.26)
9 / 16 4 / 9

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 53dari 69 27 Februari 2017

Untuk perpindahan panas dari silinder horisontal ke cairan logam:


Nud 0,53 Grd . Pr 2
1/ 4
(4.27)

d) Konveksi Bebas pada Bola


Nilai Nusselt rata-rata untuk bola isotermal ke udara:
Untuk 1 < Grf < 105

h.d
Nu f 2 0,392.Grf
1/ 4
(4.29)
kf
Dengan memasukkkan angka Prandtl diperoleh:

Nu f 2 0,43.Grf . Pr f
1/ 4
(4.30)

Untuk rentang yang lebih tinggi: 3 x 105 < Gr.Pr < 8 x 108

Nu f 2 0,50.Grf . Pr f
1/ 4
(4.31)

KESIMPULAN

1. Konveksi paksa (forced convection flow system) adalah konveksi yang


terjadi karena aliran gas atau cairan yang disebabkan adanya tenaga
dari luar.

2. Konveksi bebas (natural convection) adalah konveksi yang terjadi


karena proses pemanasan yang menyebabkan fluida berubah
densitasnya (kerapatannya) dan bergerak naik.

SOAL

Udara pada 27oC dan 1 atm mengalir di atas sebuah plat rata dengan
kecepatan 2 m/s. Jika plat dipanaskan keseluruhan panjangnya hingga
mencapai suhu 60oC, hitunglah panas yang dipindahkan pada:
a) 20 cm pertama plat
b) 40 cm pertama plat

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 54dari 69 27 Februari 2017

BAB V

PERPINDAHAN PANAS RADIASI

Tujuan Pembelajaran:
(a) Mahasiswa mampu menjelaskan sifat-sifat radiasi.
(b) Mahasiswa mampu menjelaskan Identitas Kirchhoff.
(c) Mahasiswa mampu menjelaskan pertukaran panas antara benda
tidak hitam.
(d) Mahasiswa mampu menjelaskan perpindahan panas radiasi antar
2-3 permukaan.

Proses perpindahan radiasi adalah perpindahan panas yang terjadi karena


pancaran/sinaran/radiasi gelombang elektromagnetik, tanpa memerlukan media
perantara.
Proses perpindahan panas secara radiasi berdasarkan: Hukum Stefan-Boltzman.
qr . . A.T 4 (5.1)
Radiasi pancaran sinaran ilian
Radiasi thermal: radiasi elektromagnetik yang dipancarkan oleh suatu benda
karena suhunya.
Radiasi selalu merambat dengan kecepatan cahaya, 3 x 1010 cm/s.
Kecepatan ini sama dengan hasil perkalian panjang gelombang dengan frekuensi
radiasi:
c=.v (5.2)
Dimana: c = kecepatan cahaya
= panjang gelombang (1 = 10-8 cm)
= frekuensi
Beberapa bagian dari spektrum elektromagnetik ditunjukkan pada Gambar 5.1.
Radiasi termal berada pada spektrum 0,1 sampai 100 m, sinar tampak

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 55dari 69 27 Februari 2017

mempunyai range spektrum yang sangat sempit yaitu sekitar 0,35 hingga 0,75
m.
Perambatan radiasi thermal berlangsung dalam bentuk kuantum dan setiap
kuantum mengandung energi sebesar:
E=h.v (5.3)
-34
Dimana: h = konstanta Planck (= 6,625 x 10 J.s)
Setiap kuantum dianggap sebagai suatu partikel yang mempunyai energi, massa
dan momentum seperti molekul gas photon

Gambar 5.1. Spektrum Elektromagnetik

Sehingga, pada hakekatnya radiasi merupakan pancaran yg disebabkan oleh


gas photon yang mengalir dari satu tempat ke tempat lain.
Dengan teori relatifitas dan thermodinamika statistik maka akan diperoleh suatu
rumus yang disebut Hukum Stefan-Boltzmann dimana energi total yang
dipancarkan oleh suatu benda sebanding dengan pangkat empat suhu absolut:
Eb = . T4 (5.4)

Dimana:
Eb = energi radiasi per satuan waktu dan per satuan luas area (W/m2)
T = suhu (K)
= konstanta Stefan-Boltzmann
= 5,669x108 W/m2K4 = 0,1714x108 Btu/h.ft2.oR4

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 56dari 69 27 Februari 2017

Subscript b dalam persamaan (5.4) menunjukkan bahwa radiasi terjadi pada


benda hitam.

Dilihat dari daya emisinya, benda terbagi ke dalam 3 macam :


1) Benda putih sempurna (absolutely white): menyerap sinar, tanpa
mengemisikan kembali.
Nilai emisivitas () = 0
2) Benda abu-abu (gray body)
Nilai emisivitas: 0 < < 1
3) Benda hitam (black body): menyerap 100% dan mengemisikan 100%.
Nilai emisivitas () = 1

A. SIFAT-SIFAT RADIASI

Gambar 5.2. Sifat-sifat Benda yang Menerima Energi Radiasi

Gambar 5.3. Analogi Radiasi berdasarkan Hukum Kirchhoff

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 57dari 69 27 Februari 2017

Diketahui: + + = 1
Dimana: = faktor refleksi (refleksivitas)
= faktor absorpsi (absorpsivitas)
= faktor transmisi (transmisivitas)

Kebanyakan benda padat tidak dapat meneruskan radiasi thermal, = 0,


sehingga: + = 1

Sifat-sifat radiasi benda:


1) Benda yang sifatnya dapat menyerap energi yang datang seluruhnya
(100%) disebut benda hitam (black body).
=1;=0
Emisi benda hitam, = 1 = = 1
2) Benda yang dapat memantulkan energi yang datang 100% disebut benda
putih sempurna (absolutely white).
=1;=0
3) Benda yang diantara black body dan white body disebut benda abu-abu
(grey body).
0<<1

B. IDENTITAS KIRCHHOFF
Emisivitas () suatu benda sama dengan absorpsivitas ()-nya pada suhu
yang sama.
Emisivitas suatu benda () merupakan perbandingan antara energi yang
dapat dipancarkan oleh benda itu pada suhu T dibandingkan dengan energi
yang dipancarkan oleh benda hitam pada suhu yang sama.
E
(5.5)
Eb
Energi yang dipancarkan oleh suatu benda selalu lebih kecil dari energi yang
dipancarkan oleh benda hitam sehingga harga 1.

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 58dari 69 27 Februari 2017

C. FAKTOR PANDANGAN (Fi-j)


1) Faktor bentuk (shape factor)
2) Faktor pandang (view factor)
3) Faktor sudut (angle factor)
4) Faktor konfigurasi (configuration factor)
5) Faktor geometris (geometry factor)

Dua permukaan benda hitam A1 dan A2, seperti yang ditunjukkan pada
Gambar 5.4 menggambarkan pertukaran energi diantara permukaan ini
karena adanya perbedaan suhu. Permukaan 1 dan permukaan 2 saling
meradiasi maka energi di permukaan 1 bisa sampai di permukaan 2 dan
sebaliknya. Untuk menentukan jumlah energi yang meninggalkan satu
permukaan dan menuju permukaan lainnya, maka radiasi berdasarkan faktor
bentuk didefinisikan sebagai:
F1-2 = fraksi energi yang meninggalkan permukaan 1 dan diterima oleh
permukaan 2.
F2-1 = fraksi energi yang meninggalkan permukaan 2 dan diterima oleh
permukaan 1
Fi-j = fraksi energi yang meninggalkan permukaan m dan diterima oleh
permukaan n

Gambar 5.4. Pertukaran Energi antara Dua Permukaan yang Mempunyai Suhu
yang Berlainan

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 59dari 69 27 Februari 2017

Energi yang meninggalkan permukaan 1 dan sampai di permukaan 2 adalah:


Eb1A1F12
Energi yang meninggalkan permukaan 2 dan sampai di permukaan 1 adalah:
Eb2A2F21
Pertukaran energi nettonya adalah:
Q1-2 = Eb1.A1.F12 - Eb2.A2.F21 (5.6)
Jika kedua permukaan berada pada suhu yang sama, tidak ada pertukaran
panas, maka Q12 = 0 dan T1 = T2:
Eb1 = Eb2 (5.7)
Maka:
A1.F12 = A2.F21 (5.8)
Sehingga pertukaran kalor nettonya menjadi:
Q1-2 = A1.F12.(Eb1-Eb2) = A2.F21.(Eb1-Eb2) (5.9)
Persamaan (5.8) dikenal sebagai persamaan hubungan resiprositas, dan itu
berlaku secara umum untuk setiap dua permukaan i dan j:
Ai.Fij = Aj.Fji (5.10)

D. HUBUNGAN BERBAGAI FAKTOR BENTUK


Benda-benda tidak bisa memandang dirinya sendiri: F11 = F22 = F33 = = 0
Jika Fij adalah fraksi energi total yang meninggalkan permukaan i dan
sampai di permukaan j maka:
n

F
j 1
ij 1 (5.9)

Hubungan berbagai faktor bentuk dapat ditunjukkan pada Gambar 5.5.


Misalkan faktor bentuk untuk radiasi dari bidang A3 menuju bidang A1,2.

(5.10)
Faktor bentuk digambarkan dengan sangat sederhana yaitu total faktor
bentuk merupakan jumlah dari bagian-bagiannya. Persamaan (5.10) dapat
dituliskan menjadi:

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 60dari 69 27 Februari 2017

(5.11)
Dengan memanfaatkan hubungan resiprositas, maka:

Persamaan di atas dapat dituliskan menjadi:

(5.12)
Dimana total radiasi yang sampai di permukaan 3 adalah jumlah radiasi dari
permukaan 1 dan 2. Misalkan kita ingin menentukan faktor bentuk F1-3 untuk
permukaan seperti Gambar 5.6 (a) maka persamaan dapat ditulis:

Persamaan diatas sesuai dengan Persamaan (5.10). Faktor bentuk yang


agak lebih rumit F1-4 ditunjukkan pada Gambar 5.6 (b) maka persamaan
dapat ditulis:

(a)
Persamaan (a) sesuai dengan Persamaan (5.10). F13,4 dapat dituliskan:

(b)
Dan

(c)
Penyelesaian A1F1-3 dari persamaan (c) dimasukkan ke persamaan (b), dan
kemudian memasukkan A1F1-3,4 ke persamaan (a) memberikan:

(d)

(5.13)

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 61dari 69 27 Februari 2017

Gambar 5.5. Hubungan Berbagai Faktor Bentuk

(a) (b)
Gambar 5.6. faktor bentuk permukaan persegi panjang

Untuk lengkung tiga permukaan dapat kita tuliskan:

E. PERTUKARAN KALOR ANTARA BENDA TAK HITAM


Pada perpindahan kalor radiasi antara permukaan hitam, semua energi
radiasi yang menimpa permukaan itu diserap.

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 62dari 69 27 Februari 2017

Pada benda tak hitam, tidak seluruh energi yang jatuh di permukaan diserap;
sebagian dipantulkan kembali ke permukaan lain dalam sistem dan sebagian
mungkin dipantulkan keluar sistem.
Diandaikan semua permukaan bersifat difus (baur, menyebar) dan
mempunyai suhu seragam, emisivitas dan refleksivitas konstan di seluruh
permukaan.

Diketahui:
G = iradiasi, yaitu panas radiasi total yang menimpa suatu permukaan
sebuah benda per satuan waktu per satuan luas.
J = radiositas, yaitu panas radiasi total yang meninggalkan suatu permukaan
sebuah benda per satuan waktu per satuan luas

Dianggap seluruh permukaan mempunyai G dan J yang sama.

Radiositas merupakan jumlah energi yang dipancarkan (emisi) dan energi


yang dipantulkan (refleksi) apabila tidak ada energi yang diteruskan
(transmisi, = 0), maka: + = 1 dan = 1 - = 1 -
Sehingga: J = .Eb + .G = .Eb + (1 - ).G (5.11)
J . Eb
G (5.12)
1

Energi netto yang meninggalkan permukaan adalah:

J G .Eb 1 .G G .Eb .G
q
(5.13)
A
Masukkan persamaan G, akan diperoleh:
.A
q E b J (5.14)
1
Dari persamaan di atas diperoleh:

q
E b J (5.15)
1
.A

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 63dari 69 27 Februari 2017

Jaringan permukaan:

Pertukaran energi radiasi antara permukaan A1 dan A2:

Energi yang meninggalkan permukaan 1 dan mencapai permukaan 2 adalah


: J1A1F12
Energi yang meninggalkan permukaan 2 dan mencapai permukaan 1 adalah
: J2A2F21

Pertukaran kalor netto antara kedua permukaan adalah:


q12 = J1.A1.F12 J2.A2.F21 (5.16)

Dari hubungan resiprositas: A1.F12 = A2.F21


Sehingga: q12 = A1.F12.(J1 J2) = A2.F21.(J1 J2) (5.17)
J 1 J 2
q
1
(5.18)

A1.F12

Jaringan ruang:

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 64dari 69 27 Februari 2017

Jaringan radiasi merupakan gabungan antara jaringan permukaan dan


jaringan ruang. Kedua unsur jaringan itu merupakan pokok-pokok metode
jaringan radiasi (radiation network method).

F. PERPINDAHAN PANAS RADIASI ANTARA DUA PERMUKAAN


Perpindahan panas antara dua permukaan dan tidak ada permukaan lain di
lingkungannya.

Pertukaran panas nettonya adalah:

qnet
E Eb 2
b1
Eb1 Eb 2

T1 T2 4 4
(5.19)
R 1 1 1 1 2 1 1 1 1 2
1. A1 A1.F12 2 . A2 1. A1 A1 F12 2 . A2

G. PERPINDAHAN PANAS RADIASI ANTARA TIGA PERMUKAAN

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 65dari 69 27 Februari 2017

Untuk menghitung perpindahan panas antara tiga benda ini dapat


diselesaikan dengan menerapkan hukum arus Kirchhoff: Jumlah semua arus
yang memasuki suatu node ialah nol.

Eb1 J 1 J 2 J 1 J 3 J1
Node I: 0 (5.20)
1 1 1 1
1. A1 A1.F12 A1 1 F12
J 1 J 2 E b2 J 2 J 3 J 2
Node II: 0 (5.21)
1 1 2 1
A1.F12 2 . A2 A2 .F23
J 1 J 3 J 2 J 3 Eb 3 J 3
Node III: 0 (5.22)
1 1 1 3
A1.F13 A2 .F23 3 . A3

H. PERPINDAHAN PANAS RADIASI ANTARA DUA BIDANG DATAR YANG


DIHUBUNGKAN DENGAN BIDANG YANG TIDAK DAPAT
MENGHANTARKAN PANAS TETAPI DAPAT MEMANTULKAN SEMUA
PANAS YANG DITERIMA

J3 tidak dihubungkan dengan tahanan permukaan radiasi karena permukaan


3 tidak bertukaran energi, sehingga: J3 = Eb3 = .T34 (5.23)
Contoh: dua buah plat yang berada dalam ruangan yang besar.
Karena luas ruang A3 sangat besar maka tahanan ruang:

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 66dari 69 27 Februari 2017

1 3
0 sehingga Eb3 = J3 (5.24)
3 . A3
Untuk menghitung aliran panas pada masing-masing permukaan, kita cari
radiositas J1 dan J2 dengan menggunakan hukum arus Kirchhoff.
Eb1 J 1 J 2 J 1 J 3 J1
Node J1: 0 (5.25)
1 1 1 1
1. A1 A1.F12 A1 1 F12
J1 J 2 E b2 J 2 E J2
Node J2: b3 0 (5.26)
1 1 2 1
A1.F12 2 . A2 A2 1 F21

Eb1 J 1
Panas total yang dilepas plat 1: q1 (5.27)
1 1
1. A1
Eb 2 J 2
Panas total yang dilepas plat 2: q2 (5.28)
1 2
2 . A2
Panas yang diterima dinding kamar:
q3 = q1 + q2 (5.29)
atau:
J1 J 3 J 2 J 3 J Eb 3 J Eb 3
q3 1 2 (5.30)
1 1 1 1
A1F13 A2 F23 A1 1 F12 A2 1 F21

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 67dari 69 27 Februari 2017

KESIMPULAN

1. Konveksi paksa (forced convection flow system) adalah konveksi yang


terjadi karena aliran gas atau cairan yang disebabkan adanya tenaga
dari luar.

2. Konveksi bebas (natural convection) adalah konveksi yang terjadi


karena proses pemanasan yang menyebabkan fluida berubah
densitasnya (kerapatannya) dan bergerak naik.

SOAL

1. Dua buah piring sejajar berdiameter 60 cm, terpisah pada jarak 15 cm.
Suhu pada permukaan bagian atas adalah 250 K dan suhu pada
permukaan bagian bawah adalah 300 K. Andaikan semua permukaan
hitam, berapakah laju perpindahan kalornya ?

2. Dua buah plat sejajar, ukuran 0,5 x 1,0 m berjarak 0,5 m satu sama
lain. Plat yang satu dipelihara pada suhu 1000oC dan yang satu lagi pada
500oC. Emisivitas plat itu masing-masing 0,2 dan 0,5. Kedua plat itu terletak di
dalam sebuah ruang yang sangat besar yang dinding-dindingnya dipelihara
pada suhu 27oC. Kedua plat itu saling bertukaan kalor satu sama lain.
Tentukan perpindahan netto ke setiap plat dan ke ruang!

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 68dari 69 27 Februari 2017

DAFTAR PUSTAKA

1. Kern, D.Q., Process Heat Transfer, International Student Edition, McGraw


Hill Kogakusha, Ltd., New York.

2. Holman, J.P., Heat Transfer, sixth edition, McGraw Hill, Ltd., New York,
1986.

3. Mikheyev, M., Fundamentals of Heat Transfer, John Willey & Sons Inc.,
New York, 1986.

4. Incopera De Witt, Fundamentals of Heat Transfer, John Willey & Sons Inc.,
New York,

5. 1981.

6. Ozisik, Heat Transfer, a basic approach, 1984.

7. McAdams, W.H., Heat Transmision, 3rd edition, McGraw Hill Book


Company, Inc., New York.

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
Kantor: Komplek Simpang 5 Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 8508001
Website: www.unnes.ac.id - E-mail: unnes@unnes.ac.id

FORMULIR MUTU
BAHAN AJAR/DIKTAT
No. Dokumen No. Revisi Hal Tanggal Terbit
FM-01-AKD-07 02 69dari 69 27 Februari 2017

GLOSARIUM

1. Penukar panas (heat exchanger) = suatu alat perpindahan panas dan


bisa berfungsi sebagai pemanas maupun sebagai pendingin.

2. TEMA (Tubular Exchanger Manufacture Association) = standar


desain untuk shell & tube heat exchanger dimana dengan
spesifikasi dasar, inside diameter kurang dari 60 in (1524 mm) dan
pressure drop 3000 Psi (210,9 kg/cm2).

3. LMTD (Log Mean Temperature Difference) = beda suhu rata-rata


yang tepat untuk digunakan dalam alat penukar panas karena fluida
panas dan fluida dingin yang masuk dan keluar pada alat tersebut
tidak sama.

4. Koefisien overall perpindahan panas = menyatakan aliran panas


menyeluruh sebagai gabungan proses konduksi dan konveksi.

5. Fouling adalah peristiwa terakumulasinya padatan yang tidak


dikehendaki di permukaan Heat Exchanger yang berkontak dengan
fluida kerja, termasuk permukaan heat transfer.

6. Tube Clearance = jarak terdekat antara 2 tube yang berdekatan.

7. Tubesheet = tempat terpasangnya tube.

8. Baffle = sekat untuk mengarahkan aliran fluida di dalam shell dan


menaikkan kecepatan aliran atau membuat aliran menjadi turbulen.

9. Shell = bagian tengah alat penukar panas sebagai tempat untuk tube
bundle.

10. Channel Cover = tutup yang dapat dibuka saat pemeriksaan dan
pembersihan.

11. Tie rod = batang silinder dengan diameter tertentu yang berfungsi
sebagai tempat bertumpunya baffle.

Dibuat oleh : Diperiksa oleh :


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen
tanpa ijin tertulis dari BPM UNNES