Anda di halaman 1dari 64

Bahan Penyuluhan Bina Keluarga Balita Bagi Kader

Menjadi
Orangtua
Hebat
dalam Mengasuh Anak
(usia 0 - 6 tahun)

Buku
1
BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL
TAHUN 2013
Bahan Penyuluhan Bina Keluarga Balita Bagi Kader

Menjadi
Orangtua
Hebat
dalam Mengasuh Anak
(usia 0 - 6 tahun)

Kerjasama :
DIREKTORAT BINA KELUARGA BALITA DAN ANAK
dengan
DIREKTORAT ADVOKASI DAN KIE
BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL
TAHUN 2013
SEKAPUR SIRIH

Banyaknya kegagalan dalam


pengasuhan anak, bukan karena
kurangnya kasih sayang orang tua pada
anak, melainkan karena sebagian orang
tua tidak tahu bagaimana cara
mengasuh yang baik dan benar. Padahal
o ra n g t u a a d a l a h o ra n g ya n g
mempunyai peranan penting dalam
proses asuh, asah dan asih bagi anak-
anak mereka. Untuk menjadi orang tua
yang hebat tentunya tidaklah mudah.
Tidak ada kelas khusus secara formal bagi orangtua untuk
mendidik dan membesarkan anak-anaknya.

Perhatian terhadap pengasuhan anak terutama bagi anak usia


dini 0-6 tahun telah banyak dilakukan oleh berbagai sektor, baik
itu pemerintah, swasta maupun masyarakat. Pemerintah juga
telah mengeluarkan Peraturan Presiden no 60 Tahun 2013
tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif untuk
menjamin pemenuhan hak tumbuh kembang anak usia dini yang
mencakup upaya peningkatan kesehatan, gizi, perawatan,
pengasuhan, perlindungan, kesejahteraan dan rangsangan
pendidikan yang dilakukan secara simultan, sistematis,
menyeluruh, terintegrasi dan berkesinambungan.

Buku I i
Buku “Menjadi Orang tua Hebat Dalam Mengasuh Anak” yang KATA SAMBUTAN
ditujukan bagi tenaga penyuluh/kader Bina Keluarga Balita (BKB)
ini merupakan salah satu bentuk nyata peran BKKBN dalam
mendukung pelaksanaan strategi Pengembangan Anak Usia Dini Pembangunan Sumber Daya Manusia
Holistik Integratif melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi (SDM) Indonesia harus dilakukan secara
kader, masyarakat, penyelenggara dan tenaga pelayanan dalam berkesinambungan dalam kerangka
peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengasuhan melalui siklus hidup manusia yang dimulaI dari
kelompok Bina Keluarga Balita (BKB), Posyandu dan Pos PAUD. dalam kandungan sampai lanjut usia.
Untuk itu pembinaannya perlu dilakukan
Semoga pengasuhan dalam kelompok BKB, Posyandu dan Pos sejak dini sesuai dengan siklus tersebut.
PAUD dapat berperan banyak untuk Pengembangan Anak Usia Salah satu tahap yang amat penting
Dini Holistik Integratif sehingga anak-anak Indonesia akan adalah tahap janin sampai anak berusia 2
tumbuh menjadi anak yang bertaqwa, sehat, cerdas, ceria, tahun. Parenting Education (PE) merupakan cara terbaik untuk
mandiri, dan kreatif. membangun karakter anak melalui kedua orang tuanya. Dari sini
anak-anak mulai belajar dan membentuk karakter. Karena itu,
para orang tua harus membekali diri dengan Parenting Education.
Jakarta, April 2013 Peran mereka menjadi penting karena sebelum bersekolah anak
Badan Kependudukan dan terlebih dulu mengenal orang tua.
Keluarga Berencana Nasional
Kepala Bina Keluarga Balita (BKB) yang dicanangkan BKKBN sejak
tahun 1984, sebagai wadah kegiatan keluarga yang mempunyai
anak balita menjadi sangat penting untuk meningkatkan
pengetahuan dan ketrampilan orang tua dan anggota keluarga
Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D, SpGK lain dalam pembinaan tumbuh kembang anak, yang dilakukan
sejak anak dalam kandungan. Untuk menunjang itu semua, maka
diperlukan adanya bahan penyuluhan yang menekankan pada
pengasuhan anak agar orang tua dapat memahami pentingnya
pengasuhan anak sejak dini demi terbentuknya generasi yang
tangguh dimasa depan.

ii Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I iii


Buku ini merupakan bahan acuan bagi kader dalam PENGANTAR
melakukan penyuluhan kepada orang tua. Dengan tersusunnya
bahan penyuluhan ini diharapkan petugas lapangan dan kader
akan lebih memahami kiat-kiat dalam pengasuhan anak, sehingga Daur hidup manusia, periode anak di
memudahkan pelaksanaan penyuluhan kepada orang tua. bawah lima tahun (balita) merupakan
Dengan demikian, orang tua diharapkan memiliki bekal yang periode paling kritis dalam menentukan
cukup untuk membantu anak-anaknya menjalani masa balita kualitas hidup anak di masa yang akan
dengan benar, baik, dan menyenangkan sehingga upaya datang. Pada lima tahun pertama
pembinaan tumbuh kembang anak secara optimal bias tercapai. kehidupan, proses tumbuh kembang
anak berjalan sangat pesat. Para ahli
Akhirnya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi mengatakan masa balita sebagai masa
dalam mendukung tersusunnya buku panduan ini kami emas (golden age period), karena pada
mengucapkan terima kasih, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, usia 0-2 tahun, perkembangan otak anak mencapai 80%. Di masa
selalu meridhoi maksud baik kita. ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk
mengembangkan aspek-aspek dalam diri anak secara fisik,
emosional, social dan pengetahuan intelektualnya.
Jakarta, Maret 2013
Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Menyadari akan pentingnya pembinaan tumbuh
Pemberdayaan Keluarga, kembang anak sejak dini maka fungsi dan peranan orang tua
sangatlah penting di dalam membina asih, asah, asuh anak
mereka. Pemerintah pusat dan daerah bersama masyarakat
sudah sejak lama membina dan mengembangkan BKB sebagai
wadah menimba ilmu serta bertukar pikiran tentang
keorangtuaan dan pengasuhan anak. Dengan aktif mengikuti
DR. Sudibyo Alimoeso, MA kegiatan BKB diharapkan orang tua mampu memberikan nilai-
nilai terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan anaknya.

Untuk memudahkan kader memberikan penyuluhan


tentang pengasuhan maka disusunlah bahan materi tentang
pengasuhan anak. Bahan ini disusun atas kerjasama antara

iv Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I v


Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak – BKKBN dengan Yayasan Bagaimana menjadi
Kita dan Buah Hati dan para pakar lainnya. Materi ditekankan
pada pemahaman keluarga tentang kiat-kiat menjadi orang tua
hebat serta tantangan anak dengan gaya hidup dan teknologi.
Orangtua Hebat ?
Buku 1
Dengan tersedianya bahan penyuluhan ini, petugas
lapangan dan kader diharapkanakan lebih memahami cara-cara
pengasuhan anak, sehingga memudahkan pelaksanaan
penyuluhan kepada keluarga. Dengan demikian, tujuan program
1. 2.
BKB dapat tercapai sebagaimana yang diharapkan. Bersiap-siap Memahami
menjadi Peran
Orangtua Orangtua
Jakarta, Maret 2013
Direktur Bina Keluarga Balita Dan Anak,

Drs. Burhanuddin, M.Ed

3. 4.
Memahami Melibatkan
Konsep Diri Peran
Orangtua Ayah

vi Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 1


Pengantar
Pada lima tahun pertama kehidupan, proses
Dalam daur hidup manusia, periode usia tumbuh kembang anak berjalan sangat
anak di bawah lima tahun (balita) pesat dan optimal. Para ahli mengatakan
merupakan periode paling kriJs dalam
masa balita sebagai masa emas (golden age
menentukan kualitas hidupnya di masa yang
period), karena pada usia 0-2 tahun,
akan datang. Pengajaran dan pendidikan
perkembangan otak anak mencapai 80%. Di
yang diberikan pada awal kehidupan ini
masa inilah anak-anak memiliki kesempatan
menjadi modal dasar bagi kebahagiaan dan
untuk mengembangkan aspek-aspek dalam
kesuksesan di masa dewasanya. Mendidik
anak di masa sekarang di mana teknologi dirinya, baik secara fisik, kognitif, maupun
informasi berkembang dengan pesat (era sosio emosional.
layar) membutuhkan keterampilan meng-
asuh yang memadai dan konsep diri yang Menyadari akan pentingnya pembinaan
posiJf agar mampu berkomunikasi dan tumbuh kembang anak sejak dini, sejak
menerapkan disiplin dengan kasih sayang. tahun 1984 Badan Kependudukan dan
Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)
Orangtua diharapkan memiliki kesiapan mencanangkan program Bina Keluarga
menjadi orangtua dan memahami tujuan Balita (BKB), dan sejak 1991 program ini
pengasuhan yang benar agar mampu telah berkembang menjadi Gerakan BKB.
menghasilkan anak yang kuat dan tangguh di Penyelenggaraan BKB merupakan upaya
masa-masa selanjutnya. Untuk meng- untuk meningkatkan pengetahuan dan
hasilkan anak yang bertakwa kepada Tuhan ketrampilan orangtua dalam membina
Yang Maha Esa, memiliki pengetahuan, tumbuh kembang anak secara utuh dan
percaya diri, sehat, berkarakter, memiliki optimal, melalui pemberian stimulasi fisik,
peran jenis kelamin yang sehat dan benar kognitif, sosio emosional serta spiritual.
serta berbudi pekerti luhur, peran ayah
sangatlah penting. Ayah juga diharapkan Dengan aktif mengikuti kegiatan ini,
mengambil peran yang besar di dalam diharapkan orangtua memiliki bekal yang
pengasuhan dimulai dari masa kehamilan, cukup untuk membantu anak-anaknya
masa ibu menyusui dan masa kanak-kanak. menjalani masa balitanya dengan benar,
baik dan menyenangkan.

2 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 3


Untuk menunjang Gerakan BKB, maka
dibuatlah bahan penyuluhan ini. Materi
ditekankan pada pemahaman keluarga
1.
tentang pengasuhan anak, pertumbuhan
dan perkembangan anak, permainan
bermakna, pembentukan karakter serta
Bersiap-siap
tantangan anak dengan gaya hidup, dan
teknologi. menjadi
Dengan tersedianya bahan penyuluhan
ini, petugas lapangan, kader, dan keluarga
anggota BKB diharapkan akan lebih
Orangtua
memahami materi-materi pengasuhan
anak, sehingga memudahkan
pelaksanaan penyuluhan. Dengan
demikian, tujuan program BKB dapat
tercapai sebagaimana yang diharapkan.

4 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 5


Bersiap-siap menjadi Orangtua Perencanaan membangun keluarga

Membangun keluarga merupakan awal lahirnya generasi Merencanakan usia pernikahan.


mendatang. Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat (20-30 tahun)
merupakan tempat untuk mendidik dan membentuk watak
moral serta melatih kebersamaan sebagai bekal kehidupan
bermasyarakat. Calon ayah dan ibu perlu menentukan Membina hubungan antar pasangan,
keluarga seperti apa yang menjadi impian, pilihan dan
dengan keluarga lain, dan kelompok sosial.
harapannya serta perlu memiliki pengetahuan yang cukup
untuk menjadi ayah dan ibu bagi anak anaknya.

Membentuk keluarga berkualitas sesuai amanah undang- Merencanakan kelahiran anak pertama
undang yaitu sebagai sebuah keluarga yang dibentuk persiapan menjadi orangtua.
berdasarkan perkawinan yang sah, bercirikan sejahtera,
sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal,
berwawasan ke depan, tanggung jawab, harmonis dan Mengatur jarak kelahiran
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa merupakan suatu
hal yang tidak mudah. Hal ini dikarenakan nilai-nilai keluarga
dengan menggunakan alat kontrasepsi
yang dibentuk berdasarkan perkawinan yang sah sudah
banyak yang tercederai
Berhenti melahirkan di usia 35 tahun
agar dapat merawat balita secara optimal.
A Bagaimana membangun
sebuah keluarga? Merawat dan mengasuh anak usia balita
untuk membangun sebuah keluarga, memenuhi kebutuhan mendasar anak
diperlukan perencanaan yang matang (kebutuhan fisik, kasih sayang dan stimulasi)

6 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 7


Bersiap-siap menjadi Orangtua Menumbuh kembangkan harapan
pada diri sendiri dan keluarga akan
kehidupan yang lebih baik.
Memberikan teladan yang baik
kepada anak-anak mengingat perkembang-
B Bagaimana menciptakan an teknologi dan globalisasi yang juga
keluarga yang berkualitas? memiliki dampak negatif dari sisi moral.

Senantiasa memberikan nasihat kebaikan


Ada beberapa langkah yang perlu dan teguran atas perilaku dan tindakan
dilakukan guna membentuk keluarga yang menyimpang.
berkualitas, yaitu:
Mencari & membentuk lingkungan kondusif
untuk perkembangan keluarga yaitu
lingkungan yang jauh dari obat-obatan
terlarang, kekerasan dan tindak asusila.

Melakukan pembiasaan dan pengulangan


terhadap hal-hal yang baik dan bermanfaat.
Memberikan hadiah berupa pujian
Bila anak berhasil melakukan hal-hal baik
serta memberikan hukuman bila anak
melanggar aturan yang telah disepakati.

8 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 9


Bersiap-siap menjadi Orangtua

8 fungsi keluarga
Fungsi
Keagamaan

Fungsi
Sosial-Budaya
C Bagaimana Melaksanakan
Fungsi Keluarga? Fungsi
Cinta Kasih
Keluarga berkualitas yang kita ciptakan juga
akan dapat terwujud apabila masing-masing
Fungsi
keluarga memiliki ketahan keluarga yang
tinggi dan ketahanan keluarga hanya dapat
Perlindungan
tercipta apabila masing-masing keluarga
dapat melaksanakan fungsi-fungsi keluarga Fungsi
secara serasi, selaras dan seimbang. Reproduksi
Contoh:
Dalam sebuah keluarga yang tercukupi secara Fungsi
materi berarti fungsi ekonomi keluarga dapat Sosialisasi & Pendidikan
dilaksanakan secara optimal, namun tidak
akan berarti apa-apa bila dalam keluarga Fungsi
tersebut tidak ada rasa kasih sayang dan Ekonomi
perlindungan, karena dalam keluarga yang
demikian akan terasa gersang dan anak-anak
tidak merasa nyaman tinggal di rumah. Fungsi
Pembinaan Lingkungan
10 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 11
Bersiap-siap menjadi Orangtua 8 fungsi keluarga

Fungsi Keagamaan Fungsi Perlindungan


Orangtua menjadi contoh panutan bagi Orangtua selalu berusaha menumbuhkan rasa
anak-anaknya dalam beribadah termasuk aman, nyaman dan kehangatan bagi seluruh
sikap dan perilaku sehari-hari sesuai dengan anggota keluarganya sehingga anak-anak
norma agama. merasa nyaman berada di rumah.

Fungsi Sosial Budaya


Fungsi Reproduksi
Orangtua menjadi contoh perilaku sosial
budaya dengan cara bertutur kata, bersikap Orangtua sepakat untuk mengatur jumlah
dan bertindak sesuai dengan budaya timur anak serta jarak kelahiran dan menjaga
agar anak-anak bisa melestarikan dan me- anak-anaknya terutama yang sudah remaja
ngembangkan budaya dengan rasa bangga. menjaga kesehatan reproduksinya secara
sehat, menghindari kehamilan sebelum
menikah.
Fungsi Cinta Kasih
Orangtua mempunyai kewajiban mem-
berikan cinta kasih, orangtua mempunyai
Fungsi Sosialisasi & Pendidikan
kewajiban memberikan cinta kasih kepada Orangtua mampu mendorong anak-anaknya
anak-anak, anggota keluarga lain sehingga untuk bersosialisasi dengan lingkungannya
keluarga menjadi wadah utama berseminya serta mengenyam pendidikan untuk masa
kehidupan yang penuh cinta kasih. depannya.

12 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 13


8 fungsi keluarga
2.
Fungsi Ekonomi Memahami
Orangtua bertanggung jawab untuk
memenuhi kebutuhan keluarganya. Peran Orangtua
Fungsi Lingkungan
Orangtua selalu mengajarkan kepada anak-
anak untuk menjaga dan memelihara
lingkungan, keharmonisan keluarga dan
lingkungan sekitar.

14 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 15


Memahami Peran Orangtua Peran Orangtua

Orangtua terbaik bukanlah mereka yang suka


menyerahkan urusan pengasuhan kepada orang lain.
Oleh karena itu menciptakan kedekatan antara
orangtua dengan anak adalah sebuah investasi yang
sangat berharga.

A Apa Peran Orangtua


dalam Pengasuhan Anak?

Anak adalah bagian yang tak terpisahkan dan


merupakan buah cinta dari ayah dan ibu.

Anak yang lahir dengan belaian kasih sayang dari ayah Kita sebagai orangtua akan menyesal jika tidak
dan ibunya akan mampu tumbuh menjadi pribadi memulainya sejak dini. Dalam kaitannya dengan
yang percaya diri dan selalu siap dalam menghadapi pengasuhan, orangtua harus menyediakan cukup
tantangan masa depan. waktu untuk menjalankan kedekatan dan menjadi
pelatih emosi bagi anak-anaknya.

16 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 17


Memahami Peran Orangtua Konsep Pengasuhan

Pengasuhan yang baik


Menghasilkan anak dengan kepribadian baik,
yaitu menjadi :
• orang dewasa yang cerdas,
• memiliki kemampuan berbicara dengan baik,
• percaya diri, mandiri, bertanggung jawab,
• tangguh dan tidak mudah terpengaruh oleh
B Apa Konsep Pengasuhan? lingkungan yang buruk, serta
• mampu menghadapi tantangan dalam
kehidupannya kelak.
Pengasuhan adalah proses mendidik
mengajarkan karakter, kontrol diri Pengasuhan penuh kasih sayang
dan membentuk tingkah laku yang merupakan hak setiap anak yang harus dipenuhi
diinginkan. oleh orangtua.

Pengasuhan berkualitas
mencakup :
• perawatan kesehatan, gizi,
• pemenuhan kasih sayang,
• stimulasi.

Ketiganya sangat diperlukan agar anak dapat


tumbuh kembang secara optimal.
18 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 19
Memahami Peran Orangtua Tujuan Pengasuhan

Hamba Tuhan yang taqwa,


C Apa Tujuan Pengasuhan? berakhlak mulia, ibadah sempurna.

Untuk meningkatkan keikutsertaan orangtua Calon istri


dalam pengasuhan, ayah dan ibu harus atau suami
menetapkan tujuan yang jelas dalam mengasuh
anak agar anak tumbuh dan berkembang secara
optimal. Ayah dan ibu perlu mendiskusikan dan Calon ayah
menyepakati tujuan pengasuhan sesuai dengan atau ibu
kondisi anak dan harapan ayah dan ibu.
Ahli dalam suatu bidang (Profesional)
Orangtua adalah pengasuh pertama dan utama
bagi anak. Pada kondisi tertentu, orang lain dapat
dan memiliki jiwa wirausaha
mengganti peran orangtua sebagai pengasuh
anak untuk sementara (kakek, nenek, paman, Pendidik
bibi, pembantu rumah tangga, dll) yang bertugas dalam keluarga
menjaga anak.

Pengayom
keluarga
Tujuan pengasuhan adalah merawat,
mengasuh dan mendidik anak Orang yang bermanfaat bagi lingkungan
agar dapat menjalankan peran sebagai: keluarga dan masyarakat

20 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 21


Memahami Peran Orangtua Tipe Pola Asuh

Pola asuh juga merupakan sikap orangtua dalam ber-


interaksi dengan anaknya yang meliputi cara orangtua
memberikan aturan-aturan, hadiah maupun hukuman.

Beberapa jenis pola asuh yang digunakan oleh orangtua


dalam mendidik anaknya, antara lain :

D Apa Pengertian Pola Asuh?


1. Otoriter
Pola asuh adalah pola perilaku
yang diterapkan orangtua pada
anak dan bersifat konsisten (tetap) 2. Permisif
dari waktu ke waktu.

3. Demokratis

4. Diabaikan

22 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 23


Memahami Peran Orangtua Tipe Pola Asuh

Anak akan merasa tertekan, menarik diri dan tidak


1. Otoriter percaya pada orangtuanya. Selain itu, anak yang
mengalami pola asuh otoriter tumbuh menjadi
anak yang kurang percaya diri, agresif dan
bermasalah dengan belajar di sekolah sehingga
teman-temannya menjauhinya.
Orangtua yang otoriter memaksa anak untuk
mengikuti apa yang orangtua inginkan. Orangtua
akan membuat berbagai aturan yang harus
dipatuhi oleh anak-anaknya tanpa mau tahu
perasaan anak.

Jika anak tidak patuh, orangtua cenderung


memberi hukuman fisik yang keras. Orangtua yang
otoriter tidak hangat pada anak dan mengambil
jarak dengan anak.

Gaya pengasuhan model ini menerapkan aturan Contoh: Ayah memukul anak ketika anak tidak
bahwa orangtua selalu benar, anak harus selalu mendengarkan ayah berbicara padahal anak
mematuhi apapun yang dikatakan dan disarankan tidak mendengar karena ayah berbicara dari jarak
orangtua. yang jauh.

24 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 25


Memahami Peran Orangtua Tipe Pola Asuh

Contoh: Orangtua membiarkan anak bermain


2. Permisif (serba boleh) sepanjang waktu tanpa ada batasan. Orangtua
mengabulkan permintaan anak atau tidak mampu
menolaknya.

Orangtua tidak menetapkan batas-batas tingkah laku


dan membiarkan anak mengerjakan sesuatu menurut
keinginannya sendiri. Orangtua yang permisif sangat
hangat pada anak, tidak menuntut apapun dari anak
dan tidak memiliki kontrol sama sekali pada anak.

Ciri Orangtua Permisif :


• Orangtua tidak menetapkan batas-batas
tingkah laku.
• Anak m e n g e r j a k a n s e s u a t u s e s u a i
keinginannya.
Anak yang mengalami pola asuh serba boleh akan
• Orangtua tidak menuntut apapun dari anak.
tumbuh menjadi anak yang tidak percaya diri, suka
• Tidak ada kontrol sama sekali dari orangtua. melukai orang lain, mau menang sendiri, tidak
• Orangtua bersifat longgar dan bebas. mandiri dan kurang bertanggung jawab. Anak juga
• Bimbingan terhadap anak kurang. akan mengalami masalah di sekolah ketika remaja.

26 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 27


Memahami Peran Orangtua Tipe Pola Asuh

3. Demokratis Contoh: Orangtua memberikan aturan-aturan


penggunaan waktu kepada anak, dan anak
mengikuti jadwal sesuai aturan tersebut.
Pola asuh demokratis menghargai kepentingan Orangtua membatasi waktu bermain anak dan
anak, tetapi juga menekankan pada kemampuan memberi anak kegiatan pengganti seperti
untuk mengikuti aturan sosial. membuat kue, mengolah barang bekas menjadi
mainan atau mendongeng.
Orangtua menghargai kemampuan anak untuk
mengambil keputusan, minat anak, pendapat
anak dan kepribadian anak.

Orangtua yang demokratis, bersikap hangat pada


anak dan sayang pada anak namun tidak
segan-segan mengharapkan tingkah laku yang
baik, tegas dalam menetapkan aturan di rumah,
dan memberi batasan-batasan.

Mereka menjelaskan mengapa anak tidak boleh


melakukan suatu hal. Namun dengan gaya
pengasuhan seperti ini orangtua dapat terjebak Anak-anak yang mengalami pola asuh demokratis
pada kompromi berlebihan dengan anak memiliki harga diri yang tinggi, tampil percaya diri,
sehingga dapat dimanipulasi oleh anak. mandiri, dapat mengontrol diri, berani dan senang
belajar di lingkungannya.

28 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 29


Memahami Peran Orangtua Tipe Pola Asuh

4. Diabaikan

Orangtua dengan pola asuh ini mengabaikan Contoh: Orangtua tidak menentukan aturan jam
keberadaan anak, bahkan menunjukkan ketidak- berapa anak harus tidur dan tidak menyuruh anak
pedualian terhadap anak. Mereka tidak mengambil tidur.
tanggung jawab pengasuhan, tidak menetapkan
aturan-aturan.

Anak tumbuh tanpa arahan dan keterlibatan ayah


dan ibu. Ketika dewasa anak akan tampil sebagai
remaja yang cenderung memiliki harga diri serta
kepercayaan diri yang rendah, bertingkah laku
buruk, kemampuannya tertinggal dari teman-teman
seusianya dan tidak bersemangat ke sekolah.

30 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 31


Memahami Peran Orangtua Tipe Pola Asuh

Dari keempat pola asuh di atas, yang dapat


membentuk anak percaya diri, berakhlak dan
cerdas adalah pola asuh demokratis.

Pola asuh demokratis menetapkan harapan yang


masuk akal, membuat aturan yang jelas dan
konsisten.

Hal ini membuat anak mengetahui apa yang


boleh mereka lakukan dan apa yang tidak boleh Mereka diharapkan untuk berprestasi, menger-
mereka lakukan. jakan tugas-tugas yang diberikan, dan ber-
partisipasi aktif di dalam mengerjakan tugas-
Anak mengetahui tingkah lakunya yang dapat tugas di rumah (membantu mencuci piring,
memuaskan orangtua dan kapan tingkah membersihkan halaman, membantu ibu
lakunya membuat orangtua kecewa. menyiapkan makan malam).

32 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 33


Memahami Peran Orangtua Tipe Pola Asuh

Penerapan pola asuh juga perlu memperhatikan


keunikan anak.

Anak memiliki kekhasan sifat-sifat yang berbeda


dari satu anak ke anak yang lain. Oleh karena itu
pada kasus tertentu, orangtua dapat menerapkan
beberapa pola asuh secara bergantian untuk
menghadapi anak.

Contoh: Topan adalah anak yang sangat aktif, dia


memiliki kecenderungan untuk bermain di sungai
dan di jalan raya tanpa mengenal waktu.

Untuk menghadapi Topan yang memiliki kecen-


derungan ini ayah dapat menggunakan
pendekatan otoriter dengan memberikan batasan
kepada Topan kapan dia boleh main keluar rumah
dan jam berapa dia harus pulang ke rumah.

Jika Topan tidak menepati janji dia akan diberi


ganjaran tidak boleh bermain selama satu
minggu.

34 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 35


Memahami Peran Orangtua Pola Asuh Efektif

E Bagaimana Pola
Pengasuhan Efektif?
1. Dinamis 7. Berpikir ke depan

2. Sesuai kebutuhan & kemampuan anak 8. Libatkan Anak

3. Ayah dan Ibu konsisten 9. Sabar

4. Teladan Positif 10. Beri Penjelasan

5. Komunikasiyang baik 11. Realistis

6. Berikan pujian 12. Jaga kebersamaan

36 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 37


Memahami Peran Orangtua Pola Asuh Efektif

2. Sesuai kebutuhan
1. Dinamis & kemampuan anak
Pola asuh harus dinamis. Orangtua harus mampu Pada usia balita orangtua menerapkan pola asuh
menyesuaikan diri dengan perubahan zaman dan yang tuntutan dan batasan yang tinggi dalam
mampu mengubah cara-cara berinteraksi dengan rangka membentuk kebiasaan positif ada anak.
anak pada saat yang tepat. Ketika anak sudah lebih besar orangtua dapat
melonggarkan batasan karena anak sudah mampu
melakukannya sendiri.

Contoh: Ketika anak balita, orangtua melatih anak


Contoh: seorang anak yang sudah mampu
mandi sendiri dan makan sendiri. Orangtua perlu
berjalan, terkadang minta digendong, orangtua
melatihnya terus dan tidak membantu anak agar
harus mau menggendong anak dan menurun-
anak mampu melakukannya sendiri. Hal ini akan
kannya kembali kalau dia sudah merasa aman.
membuat anak mandiri.

38 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 39


Memahami Peran Orangtua Pola Asuh Efektif

3. Ayah dan Ibu konsisten 4. Teladan posif

Ayah ibu harus memiliki kesamaan dalam Pola asuh harus disertai teladan perilaku positif
penerapan nilai-nilai. dari orangtua. Orangtua harus menjadi contoh
tingkah laku yang ingin dibentuk.

Contoh: Jika ibu mengajarkan sikap hemat, ayah Contoh: Untuk membentuk sikap jujur, Ayah
juga melatih anak hemat dan tidak memberi anak dan ibu harus berlaku jujur di dalam kehidupan
uang di luar pengetahuan ibu. sehari-hari.

40 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 41


Memahami Peran Orangtua Pola Asuh Efektif

5. Komunikasi yang baik 7. Berpikir kedepan


Orangtua membangun komunikasi yang baik Biasakan untuk membuat aturan bersama
dengan anak. Ciptakan suasana nyaman ketika dengan anak
berkomunikasi agar anak berani mengungkapkan
perasaan dan permasalahan yang sedang
dihadapinya.
contoh: waktu tidur adalah jam 21.00

6. Berikan pujian 8. Libatkan anak

Berikan pujian atau penghargaan kepada Buatlah aturan untuk disepakati bersama
anak ketika mereka melakukan suatu hal dengan anak anda tentang kegiatan sehari-
yang baik. hari.

42 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 43


Memahami Peran Orangtua Pola Asuh Efektif

9. Sabar 11. Realistis


Gunakan kata-kata yang baik ketika Gunakan kata-kata yang baik ketika
mengingatkan anak (jangan gampang mengingatkan anak (jangan gampang
marah dan hindari kata-kata kasar). marah dan hindari kata-kata kasar).

10. Beri penjelasan 12. Jaga kebersamaan


Perintahkan anak dengan kata-kata yang Buatlah aturan untuk disepakati
jelas. bersama dengan anak anda tentang
kegiatan sehari-hari.

44 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 45


Memahami Peran Orangtua Faktor Penting Pengasuhan

1. Disiplin
F Apa saja faktor penting
dalam pengasuhan?
2. Komunikasi

46 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 47


Memahami Peran Orangtua Faktor Penting Pengasuhan
Disiplin

ikon 1. Disiplin Fungsi disiplin:

Memberitahukan kepada anak apa-apa yang


a harus dia kerjakan sesuai harapan orangtua.
Disiplin adalah membentuk kebiasaan atau
perilaku. Pembentukan kebiasaan ini Contoh:
akan berhasil jika dilakukan dengan kasih • Ibu ingin tutur katamu baik.
sayang. • Ayah ingin anak laki-laki ayah membantu
mengurus binatang ternak.
• Ayah dan ibu ingin kamu beribadah dengan
tertib.

Memberitahu kepada anak hal-hal yang


b tidak boleh dilakukan.
Contoh :
• Tidak boleh membuang makanan.
• Tidak boleh main game terus menerus.

48 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 49


Memahami Peran Orangtua Faktor Penting Pengasuhan
Disiplin

Orangtua perlu menerapkan disiplin dalam


membentuk tingkah laku positif dan kebiasaan
ibadah yang berkaitan dengan hukum-hukum
dalam agama.

Orangtua umumnya menyampaikan nilai-nilai


keagamaan, nilai moral dan peran tertentu pada
satu jenis kelamin.

Contoh: anak perempuan harus mampu


Keyakinan agama dan ketaatan menjalankan ajaran
mengerjakan pekerjaan rumah, dan anak laki-laki
agama hanya dapat terwujud apabila ada usaha dan
mampu membantu ayah bekerja.
ketetapan (konsistensi) dari orangtua.

Anak akan merasa bingung jika orangtua mewajibkan-


nya berbuat baik dan taat beragama, namun orangtua
melakukan perbuatan yang buruk dan melanggar
perintah agama.

50 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 51


Memahami Peran Orangtua Faktor Penting Pengasuhan
Disiplin

Langkah Disiplin
dengan kasih sayang

Mengajari anak untuk mengerti 2 Peraturan yang diberikan harus bersifat :


1 petunjuk, peraturan dan
perintah orang dewasa.
a Masuk akal
Orangtua diharapkan mengulang-ulang
peraturan, perintah, petunjuk dan b Positif
harapan agar anak melakukan tingkah
laku yang diinginkan.
c Jelas

d Adil

52 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 53


Memahami Peran Orangtua Faktor Penting Pengasuhan
Disiplin

a Masuk akal b Positif


Orangtua mengajari anak tentang hal-hal Orangtua memberi petunjuk tertentu yang
yang mampu ia lakukan sesuai usianya. mengarahkan anak untuk melakukan tingkah
laku yang positif.

Negatif Positif

“Jangan lari-lari!” “Berjalan yang baik!”

“Jangan coreti dinding!” “Menggambar di buku!”

“Jangan disentuh!” “Jaga tanganmu!”

54 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 55


Memahami Peran Orangtua Faktor Penting Pengasuhan
Disiplin

c Jelas d Adil
Batasan yang jelas artinya orangtua mengajari Orangtua dapat menjelaskan apa yang dilakukan,
anak sehingga anak tahu apa yang diharapkan. kapan melakukannya, sebaiknya apa yang harus
dilakukan.

Orangtua diharapkan dapat membantu anak


mengerti alasan yang dibuat oleh orangtua.

Contoh : Tutup kembali pintu ketika kamu masuk. Contoh alasan yang dibuat :
Berbicara yang sopan kepada ayah dan ibu. “Ibu lakukan ini karena Ibu takut kepada Allah”
Bermain bersama kakak. atau “Ibu ingin kamu aman“

56 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 57


Memahami Peran Orangtua Faktor Penting Pengasuhan
Disiplin

Langkah Disiplin
dengan kasih sayang

Mengajari anak untuk melakukan hal


3 yang benar tanpa pengawasan orang
dewasa dan hukuman orang dewasa.

Setelah anak melakukan harapan yang diberikan


orangtua anak terkadang melakukan kesalahan.
Orangtua harus meluruskan tingkah laku yang
tidak sesuai dengan harapan dengan Cara ini mengajari anak untuk memperhatikan
mengajukan pertanyaan tingkah lakunya dan mengikuti petunjuk.

Tindakan yang efektif dalam menerapkan


Contoh: “Bukankah sekarang tugasmu belajar?” disiplin pada anak adalah dengan berusaha
memberikan penjelasan atau mengadakan
pendekatan kepada anak.

58 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 59


Memahami Peran Orangtua Faktor Penting Pengasuhan
Disiplin
Sesuai dengan jenis pelanggaran,
a dan diberikan secepatnya,
Hukuman yang Baik
b Berisfat konsisten

Jika orangtua, guru atau pendamping anak Tidak menyerang secara langsung pada diri
menilai perlu memberi anak hukuman maka pribadi anak, tidak menyinggung suku,
berikan hukuman sesuai dengan fungsinya, yaitu c agama dan ?sik (warna kulit, bentuk mata,
berat badan, tinggi badan, cacat tubuh dan
menghalangi, mendidik, dan mendorong sebagainya).
(memotivasi).
d Membangun diri anak

hukuman yang baik Ada penjelasan mengenai alasan


memenuhi pemikiran dasar sebagai berikut : e mengapa hukuman diberikan kepada anak

Mengarah pada pembentukan hati nurani


f (moral)

Tidak boleh membuat anak merasa terhina


g atau menimbulkan rasa permusuhan.

60 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 61


Memahami Peran Orangtua Faktor Penting Pengasuhan
Komunikasi

2. Komunikasi
Pada saat berkomunikasi orangtua harus mem-
perhatikan perasaan apa yang sedang
Komunikasi merupakan hal yang sangat dirasakan anak dan bahasa tubuh anak.
penting dalam pengasuhan anak, karena
menjadi dasar bagi hubungan orangtua Agar komunikasi berjalan dengan baik
dan anak. orangtua perlu memahami perasaan anak dan
menyampaikan kata-kata dengan cara yang
baik.

Orangtua memilih kata-kata yang positif agar


anak memiliki konsep diri yang positif dan
memahami pesan yang disampaikan oleh
orangtua.

Secara umum manusia ingin perasaannya


didengar, diterima dan dihargai.

62 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 63


Memahami Peran Orangtua Faktor Penting Pengasuhan
Komunikasi

Bagaimana pengaruh perasaan Perasaan negatif jika tidak terlalu besar


3 akan mendorong berprestasi
bagi pertumbuhan dan
perkembangan anak? jika intensitasnya tinggi akan menghambat seorang
anak berprestasi. Contohnya: jika anak terlalu
cemas, ia akan sulit tampil di depan orang lain.

1 Perasaan memberi kekuatan atau tenaga

Perasaan negatif menghambat


2 Perasaan positif mendorong berprestasi. 4 perkembangan emosi anak.
Perasaan positif bisa meningkatkan kapasitas daya Anak perlu latihan mengendalikan emosi dalam
serap otak. Contoh: Anak yang bahagia karena komunikasi. Anak perlu arahan dan kendali dengan
mendapat perhatian yang cukup dari orangtuanya empati. Perkembangan emosi maju mundur dan
akan mudah menyerap informasi yang diajarkan terpengaruh oleh lingkungan.
oleh orangtua.

64 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 65


Memahami Peran Orangtua Faktor Penting Pengasuhan
Komunikasi
Mengapa pentig melatih anak Perasaan seperJ air, jika terhambat akan mencari
jalan keluar sendiri. Anak perlu laJhan mengung-
mengungkapkan perasaannya? kapkan perasaan dengan carayang tepat.

Jika orangtua menerima perasaannya: Jika anak merasa orangtua


menolak perasaannya:
1 Anak merasa nyaman

Anak merasa perasaannya penting,


2 dirinya berharga 1 Anak merasa bingung dan kesal

3 Perasaan negatif hilang 2 Tidak percaya pada perasaannya sendiri

4 Ingin meneruskan pembicaraan


3 Tidak mengenali perasaannya

5 Orangtua mengerti yang sebenarnya


4 Penyebab rasa kurang percaya diri

Hubungan menjadi baik


6 dan tumbuh rasa hormat 5 Konsep diri negatif

66 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 67


Memahami Peran Orangtua Faktor Penting Pengasuhan
Komunikasi
Mengapa penting
membaca bahasa tubuh anak?
komunikasi tatap muka ditentukan
oleh 90% dari pesan bahasa tubuh.

Bahasa tubuh menyampaikan


1 yang tak terkatakan anak

2 Bahasa tubuh tidak bisa bohong

Bahasa tubuh mengirimkan aura


3 dalam berkomunikasi

68 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 69


Memahami Peran Orangtua Faktor Penting Pengasuhan
Komunikasi

Apa saja yang 1 Menyalahkan


menghambat komunikasi? “Kamu sih tidak mendengar omongan Ibu!”

2 Memerintah
“Pokoknya sekarang duduk!”

3 Membandingkan
Anak akan mogok bicara jika orangtua “Koq, kamu tidak bisa gambar seperti dia!”
menggunakan kata-kata dan sikap yang
tidak menerima anak sehingga anak merasa 4 Membohongi
tidak berharga. “Beli bonekanya besok saja, ya?”
(tapi tidak pernah dibelikan)
Dalam ilmu komunikasi inilah yang disebut
penghalang komunikasi. 5 Memberi cap negatif
“Kamu nakal!”
Contoh sikap orangtua yang dapat membuat
anak tidak mau berbicara dan rusak konsep 6 Mengancam
dirinya adalah :
“Awas! Nanti Ibu laporkan ke ayah!”

70 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 71


Memahami Peran Orangtua Faktor Penting Pengasuhan
Komunikasi

Bagaimana cara berkomunikasi Pada saat mendengar aktif orangtua melakukan:


ketika anak sedang bermasalah
dengan perasaannya?
1 Tampilkan bahasa tubuh yang sesuai

Orangtua harus dapat memahami perasaan


anak ketika anak sedang marah, sedih atau
kesal menghadapi kejadian di rumah. Hal ini
2 Memperhatikan penuh, tinggalkan pekerjaan

akan membuat anak nyaman dan mau


meneruskan berbicara. 3 Lakukan kontak mata (lihat mata anak)

Pada saat anak sedang marah, kesal atau


sedih, lakukan mendengar aktif. Dengarkan perasaan dan perhatikan
4 bahasa tubuhnya
Mendengar aktif juga dipakai ketika orangtua
ingin menolak permintaan anak dan pada
saat kita menunjukkan tidak menerima cap Cari kata yang menggambarkan
atau penilaian anak.
5 perasaan anak

72 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 73


Memahami Peran Orangtua Faktor Penting Pengasuhan
Komunikasi
Contoh: Jika orangtua menggunakan cara-cara ber-
Andi menangis karena tidak boleh main bola komunikasi yang baik dan memahami perasaan
pada siang hari. Ibu mencoba membujuk Andi anak, anak akan tumbuh bahagia dengan konsep
dan mengatakan: diri yang positif karena merasa dihargai dan
diperhatikan.
“Andi sedih karena tidak boleh main ya?”
Contoh kalimat positif yang dapat meningkatkan
kemampuan dan kepercayaan diri anak adalah:

“Sarah hebat sudah bisa makan sendiri.”


“Ibu bangga Ani dapat berkata baik”

“Sepertinya Nina kesal karena Rani “Ayah senang Robby sudah dapat
tidak mau main dengan Nina.” menendang bola dengan baik.”

74 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 75


Memahami Peran Orangtua Pengaruh Pengasuhan

1. Kepribadian Orangtua

2. Karakteristik Anak

G Apa yang
Mempengaruhi 3. Dukungan Sosial
Pengasuhan?

4. Pola Pengasuhan

76 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 77


Memahami Peran Orangtua Pengaruh Pengasuhan

1. Kepribadian Orangtua 3. Dukungan Sosial

Kepribadian orangtua berdampak Dalam pengasuhan anak, orangtua mem-


terhadap perkembangan anak. butuhkan dan bergabung pada sistem
dukungan sosial yang berfungsi dengan
Orangtua yang mudah marah kepada anak baik, misalnya hubungan yang hangat
berdampak merugikan terhadap kesejah- antara orangtua dengan keluarga besar,
teraan emosional anak dan terhadap memiliki hubungan yang baik dengan para
perkembangan kemampuan-kemampuan tetangga, teman dan kerabat.
berpikirnya/koginiJf.

2. Karakteristik Anak 4. Pola Pengasuhan

Karakteristik anak mempengaruhi peng- Pola pengasuhan yaitu pola sikap atau
asuhan yang mereka terima. Karakteristik- perlakuan orangtua terhadap anak, juga
karakteristik ini seperti usia anak, jenis m e m b e r i p e n ga r u h s e n d i r i p a d a
kelamin, dan temperamen. perkembangan anak. Hal ini akan
dijelaskan lebih mendalam pada materi
kegiatan belajar 2 Cara Pengasuhan Anak.

78 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 79


Memahami Peran Orangtua Membentuk
Tingkah Laku Positif

1. Keteladanan

H Bagaimana Membentuk 2. Pembiasaan


Tingkah Laku yang Positif
pada Anak
3. Pemberian Penghargaan & Konsekuensi

80 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 81


Memahami Peran Orangtua Membentuk
Tingkah Laku Positif

1. Keteladanan

Dengan keteladan, orangtua menjadi


contoh nyata bagi anak dalam berbagai hal

Contoh:
• berkata jujur,
• senang membaca,
• berkata yang baik,
• sikap dermawan (suka memberi),
• pergi ke tempat ibadah,
• menolong orang lain, dan
• tingkah laku baik yang lain.

82 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 83


Memahami Peran Orangtua Membentuk
Tingkah Laku Positif

2. Pembiasaan

Tingkah laku yang sudah dicontohkan oleh


orangtua akan menjadi tingkah laku yang
baik bila sering diulang-ulang secara terus
menerus.
Orangtua membuatkan jadwal kegiatan bagi
anak dari pagi sampai malam dan mengajarkan
etika, moral dan kebiasaan yang baik di rumah.

Dengan membuat jadwal, orangtua dapat


membiasakan anak untuk mengikuti aturan dan
anak akan terarah kegiatannya dan terhindar
dari pengaruh buruk lingkungan.

Contoh:
jadwal kegiatan
untuk anak 3 tahun

84 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 85


Memahami Peran Orangtua Membentuk
Tingkah Laku Positif

3. Pemberian Penghargaan
dan Konsekuensi

Pemberian penghargaan (hadiah) dilakukan


sebagai konsekuensi atas tingkah laku anak.
Jika orangtua ingin tingkah laku yang baik menjadi
kebiasaan anak, orangtua harus memberikan
penghargaan dalam bentuk hadiah.

Contoh:
• diusap kepalanya
• diberi sebuah jeruk atau sepotong kue.
• hadiah berupa kegiatan jalan-jalan ke rumah
nenek, atau pergi tamasya ke tempat awisata.

Sebaliknya jika anak melakukan tingkah laku yang


kurang baik, yang tidak diinginkan orangtua,
orangtua harus menunjukkan sikap tidak suka
sehingga anak tahu bahwa tingkah lakunya tidak
disukai atau tidak benar.

86 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 87


3.
Memahami
Konsep Diri
Orangtua

88 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 89


Memahami Konsep Diri Orangtua Konsep Diri Orangtua

Untuk dapat menjalankan pengasuhan, orangtua


Bagaimana orangtua
harus memiliki kepercayaan diri dalam mendidik B
anak-anaknya. Kepercayaan diri berasal dari mengembangkan
konsep diri yang positif.
kepercayaan diri?
Kepercayaan diri mengasuh anak menumbuhkan
keyakinan bahwa orangtua mampu untuk berhasil Ada 2 aspek dalam mengembangkan
menjalankan tugas-tugas dalam mengasuh anak-
konsep diri yaitu:
anak mereka.

A Apa pengertian konsep diri? Konsep diri yang positif


terhadap diri sendiri.
Konsep diri adalah gambaran diri
seorang tentang ciri-ciri yang
dimilikinya. Konsep diri berkembang Penghargaan atas prestasi
sejak bayi sampai dewasa. dan ciri-ciri positif yang dimiliki

90 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 91


Memahami Konsep Diri Orangtua Mengembangkan Kepercayaan Diri

Konsep diri yang positif Penghargaan atas prestasi


terhadap diri sendiri dan ciri-ciri positif yang dimiliki

Orangtua perlu mengenal dirinya sendiri Orangtua juga dapat meminta masukan dari
lebih baik dari orang lain, memahami orang lain tentang diri, terimalah yang kurang
kelebihan, keunikan dan kekurangan yang dan tingkatkan yang lebih atau positif.
dimilikinya.

Orangtua disarankan untuk mengoptimalkan hal- Cara ini membantu orangtua melihat dirinya, karena
hal positif yang dimilikinya baik dari ciri-ciri positif, banyak hal yang dapat dilihat orang lain namun kita
kepribadian, sifat-sifat dan prestasi yang pernah sendiri tidak mengetahuinya.
dicapai, misalnya :
• saya cantik, Selain itu, orangtua harus terus meningkatkan
• saya orang yang ramah, pengetahuannya dengan menghadiri penyuluhan dan
• saya pandai memasak, tempat-tempat yang dapat meningkatkan
• saya pandai berkebun, keterampilan dan pengetahuan (tempat kursus dan
• saya juara lomba menyanyi, rumah ibadah). Masukan positif dari dalam diri dan
• saya juara lomba senam, lingkungan akan meningkatkan rasa percaya diri
• saya juara lomba BKB. dsb. orangtua.

92 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 93


Memahami Konsep Diri Orangtua Konsep Diri Anak

Pembentukan
C Konsep Diri Anak

Pembentukan konsep diri anak juga sangat Oleh karena itu orangtua diharapkan memberi
penghargaan kepada anak atas tingkah laku positif
penting. Orangtua diharapkan tidak
anak seperti:
memberi cap pada anak seperti:
“anak bodoh”, “anak nakal”, ”Ibu bangga adik sudah dapat
“anak pemalas” dan sebagainya. makan sendiri”,

Pemberian cap akan membekas dalam diri anak “Terima kasih sudah mau berbagi
dan akan mempengaruhi pembentukan konsep dengan kakak”.
dirinya. Bagi anak cap tersebut adalah suatu
gambaran diri bahwa ”aku” seperti itu, jadi lama
kelamaan akan terbentuk dalam benaknya “oh, Ucapan positif dan penghargaan atas kelebihan dan
aku ini bodoh?” apalagi bila si pemberi cap seperti keberhasilan yang dicapai anak akan membuat anak
itu adalah orang yang mempunyai kedekatan menghargai dirinya dan anak akan memiliki konsep diri
emosional dengan anak seperti orangtua atau yang positif. Orangtua yang memiliki konsep diri positif
pengasuhnya. akan menghasilkan anak-anak yang memiliki konsep
diri yang positif.

94 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 95


4.
Melibatkan
Peran Ayah

96 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 97


Melibatkan Peran Ayah Peran Ayah

A Mengapa Keterlibatan Ayah


dalam Pengasuhan Penting?

Sebelumnya, peran ayah dalam keluarga adalah


Hanya ayah yang dapat bermain sebagai seorang
sebagai pencari nafkah dan pelindung keluarga.
ayah. Pengalaman anak bermain bersama ayah akan
Peran ayah juga terpengaruh oleh budaya tempat
menjadi pengalaman yang penting bagi si anak yang
ayah berasal/tinggal.
terkait dengan ketrampilan sosial anak di kemudian
Keterlibatan ayah dalam pengasuhan sering hanya hari.
dianggap sebatas pendukung ibu, padahal ayah
juga dapat melakukan pengasuhan yang sama Ayah yang ikut serta mengasuh bayi dan anaknya
baiknya dengan ibu. dapat membuat anak cerdas di sekolah dan
mempunyai nilai-nilai akademis yang bagus.
Ayah bisa sama baiknya dengan ibu dalam
mengenali dan merespon kebutuhan-kebutuhan Sebaliknya, ayah yang tidak peduli dan tidak mau
bayi dan anak yang lebih besar. Ayah juga terlibat dapat membuat anak memiliki masalah
berperan sebagai guru, panutan atau penasehat. seperti kenakalan dan depresi di kemudian hari.

98 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 99


Melibatkan Peran Ayah Peran Ayah

Ayah memiliki peranan yang sangat


penting dalam keluarga. Keterlibatan
ayah memiliki dampak positif terhadap:

B Apa Manfaat Keterlibatan Perkembangan


Ayah dalam Pengasuhan? Kognitif

Perkembangan
Sosio-Emosional

Perkembangan
Fisik

100 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 101


Melibatkan Peran Ayah 4 Prestasi disekolah lebih baik
Ayah dapat merangsang anak untuk berpikir,
sehingga anak memiliki motivasi yang kuat
Perkembangan untuk belajar, merasa bahwa pendidikan itu
penting, dan dapat meraih prestasi di sekolah.
Kognitif
5 Perilaku buruk berkurang
1 Anak lebih cerdas Masalah perilaku buruk (merengek, merajuk,
Ayah yang bermain dan berinteraksi dengan memaksa, dll) pada anak cenderung berkurang.
bayinya, akan membuat bayi lebih cerdas di
usia 6 bulan dan 1 tahun, dan memiliki angka 6 Anak lebih aktif
kecerdasan yang lebih tinggi saat diukur pada Anak akan menyukai sekolah, dan lebih
usia 3 tahun. berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakulikuler.

2 Memperbanyak kosakata anak 7 Peluang karir lebih baik


Dibandingkan dengan ibu, ayah berbicara lebih Setelah lulus sekolah, anak akan meraih
banyak menggunakan kata tanya (“apa”, pekerjaan dan karir yang baik, penghasilan
“dimana”, dll,) yang dapat melatih anak untuk yang baik, dan memiliki keadaan psikologis
berkomunikasi. Nantinya akan berguna untuk yang lebih baik pula.
memperbanyak perbendaharaan kata anak.
8 Resiko kenakalan remaja lebih rendah
3 Anak lebih terampil
Keterlibatan ayah sejak anak usia dini dapat
Di usia sekolah, anak dapat memiliki nilai membuat anak lebih terlindungi dari kondisi
pelajaran lebih bagus karena memiliki yang penuh risiko seperti kenakalan, pergaulan
keterampilan bahasa dan berhitung. bebas, dan penggunaan narkoba.
102 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 103
Melibatkan Peran Ayah
4 Anak sehat secara mental
Anak secara mental lebih sehat, dan masalah
Perkembangan perilaku cenderung berkurang/kecil.

Sosio-Emosional 5 Anak berperilaku pro-sosial


Anak akan lebih memiliki perilaku yang pro-
1 Anak merasa aman sosial antara lain: mudah bergaul, menye-
suaikan diri dengan lingkungan, mudah
Ayah yang terlibat dalam merawat anak akan menolong orang lain.
membuat anak merasa aman dan memiliki
ikatan yang kuat dengan anak.
6 Anak mudah bergaul
Anak lebih mudah bergaul dan disukai oleh
2 Anak tidak mudah stress teman-temannya.
Anak cenderung tidak mudah stress, lebih
mudah mengatasi kesulitan, lebih ingin tahu 7 Anak terhindar dari kon?ik
akan sesuatu hal yang baru, lebih matang, dan
Anak cenderung lebih sedikit memiliki konflik
lebih bahagia.
dengan orang lain, dan saat remaja lebih sedikit
memiliki masalah-masalah sosial yang negatif,
3 Anak mudah beradaptasi dan menjadi lebih menghargai orang lain.

Anak cenderung lebih mudah beradaptasi


dengan lingkungannya, lebih memiliki inisiatif, 8 Kehidupan dewasanya lebih baik
mampu mengendalikan diri, senang mencoba Di usia dewasa, lebih mudah bersahabat, lebih
hal-hal yang baru, dan anak memiliki harga diri hangat, memiliki hubungan yang lebih sehat
yang cenderung lebih tinggi. dan memiliki pernikahan yang sukses.
104 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 105
Melibatkan Peran Ayah Peran Ayah

Perkembangan Perkembangan
Sosio-Emosional Fisik

9 Anak memiliki empati 1 Resiko kelahiran lebih kecil


Anak lebih mudah merasakan apa yang Ketika ayah mendukung ibu saat melahirkan
dirasakan orang lain. maka ibu akan lebih sehat mentalnya, ibu akan
memiliki masalah kehamilan yang cenderung
lebih sedikit.
10 Anak matang secara moral
Secara moral lebih matang, lebih patuh pada 2 Resiko penyakit & kecelakaan rendah
peraturan dan lebih memiliki perilaku moral Jika dibandingkan dengan anak yang tinggal
yang positif. bersama kedua orangtuanya, anak yang tinggal
dengan keluarga tiri atau orangtua tunggal lebih
cenderung mengalami kecelakaan, jatuh,
menderita asma, obesitas.

3 Anak lebih sehat


Secara keseluruhan, anak yang tidak tinggal
dengan ayah mereka lebih cenderung
mengalami masalah-masalah kesehatan.

106 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 107


Melibatkan Peran Ayah Peran Ayah

Mendampingi
kehamilan

C Apa yang bisa Turut merawat


dilakukan ayah agar terlibat bayi
dalam pengasuhan?
Melakukan aktivitas
bersama anak

Menciptakan komunikasi
yang baik

108 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 109


Melibatkan Peran Ayah Peran Ayah

Mendampingi kehamilan Turut merawat bayi

Ayah ikut mendampingi ibu dalam pe- Dukungan ayah akan berdampak pada
meriksaan kandungan dan persiapan kesabaran dan semangat ibu untuk
kehamilan. menyusui bayinya.
Kehadiran ayah mempengaruhi kondisi emosi Ayah ikut mengganti popok, memandikan,
ibu yang baik dan dapat berdampak pada
menggendong dan memberi makan.
pertumbuhan dan perkembangan janin.

Interaksi yang dilakukan sejak awal akan


membantu anak merasakan kehadiran
ayah.

Hal ini dapat membantu pendekatan emosi


antara ayah dengan anak, selain itu ayah
juga dapat mendukung ibu untuk
memberikan ASI.

110 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 111


Melibatkan Peran Ayah Peran Ayah

Menciptakan
Melakukan aktivitas komunikasi yang
bersama anak baik

Ayah melakukan aktivitas yang menye- Ayah dapat mengajak anak berdialog,
nangkan bersama anak seperti bermain, menyempatkan diri menghubungi anak
jalan-jalan, membaca, mengenalkan ketika ayah tidak di rumah.
lingkungan sekitar.

Hal itu semua tentunya perlu kerjasama dan


dukungan dari ibu, karena banyak ayah yang
merasa kurang percaya diri dalam menangani
anak-anaknya.

Pada kondisi tertentu ayah tidak hadir dalam


pengasuhan, misalnya ayah yang meninggal, ayah
yang bekerja di luar kota/negeri, ibu perlu
menghadirkan figur pengganti ayah seperti
paman atau kakek.

112 Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak Buku I 113


Tim Penyusun :

BKKBN
dan
Yayasan Kita dan Buah Hati

Ilustrator :

Goklas Teguh Sujiwo