0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan28 halaman

BAB VI Hal (Kompresor)

Kompresor digunakan untuk memampatkan udara atau gas. Ada beberapa jenis kompresor berdasarkan tekanan, cara kerja, dan konstruksi. Kompresor memerlukan perawatan berkala untuk menjaga kinerja dan umur manfaatnya, seperti mengecek minyak pelumas, katup, manometer, dan mengganti bagian yang rusak. Pemeriksaan rutin perlu dilakukan secara berkala sesuai pedoman.

Diunggah oleh

Toar Sundah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan28 halaman

BAB VI Hal (Kompresor)

Kompresor digunakan untuk memampatkan udara atau gas. Ada beberapa jenis kompresor berdasarkan tekanan, cara kerja, dan konstruksi. Kompresor memerlukan perawatan berkala untuk menjaga kinerja dan umur manfaatnya, seperti mengecek minyak pelumas, katup, manometer, dan mengganti bagian yang rusak. Pemeriksaan rutin perlu dilakukan secara berkala sesuai pedoman.

Diunggah oleh

Toar Sundah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

86

BAB VI

KOMPRESOR

Kompresor adalah mesin untuk memampatkan udara atau gas. Kompresor udara
biasanya mengisap udara dari atmosfir. Namun ada pula yang mengisap udara
atau gas yang bertekanan lebih tinggi dari tekanan atmosfir. Dalam hal ini
kompresor bekerja sebagai penguat (booster). Sebaiknya ada pula kompresor yang
mengisap gas bertekanan lebih rendah dari pada tekanan atmosfir. Dalam hal ini
kompresor disebut pompa vakum.

6.1 Klasifikasi Kompresor

Kompresor terdapat dalam berbagai jenis dan model tergantung pada volume dan
tekanannya. Gambar 6.1a memperlihatkan klasifikasi kompresor yang
digolongkan atas dasar tekanannya. Sebutan kompresor (pemampat) dipakai untuk
jenis yang bertekanan tinggi, blower (peniup) untuk yang bertekanan agak rendah,
sedangkan fan (kipas) untuk yang bertekanan sangat rendah. Atas dasar cara
pemampatannya kompresor dibagi atas jenis turbo dan jenis perpindahan. Jenis
turbo menaikkan tekanan dan kecepatan gas dengan gaya sentrifugal yang
ditimbulkan oleh impeler, atau dengan gaya angkat (lift) yang ditimbulkan oleh
sudu. Jenis perpindahan, seperti telah diterangkan dimuka, menaikkan tekanan
dengan memperkecil atau memampatkan volume gas yang diisap ke dalam
silinder atau stator oleh torak atau sudu.
87

Gbr 6.1a Klasifikasi Kompresor

Kompresor juga dapat diklasifikasikan atas dasar konstruksi seperti dibawah ini.

1. Klasifikasi berdasarkan jumlah tingkat kompresi : satu-tingkat, dua-


tingkat, dan banyak tingkat.
2. Klasifikasi berdasarkan langkah kerja (pada kompresor torak): kerja
tunggal (single acting), kerja ganda (double acting).
3. Klasifikasi berdasarkan susunan silinder (untuk kompresor torak):
mendatar, tegak, bentuk-L, bentuk-V, bentuk-W, bentuk bintang, lawan
berimbang (balance oposed)
4. Klasifikasi berdasarkan cara pendingin: pendingin air, pendingin udara.
5. Klasifikasi berdasarkan transmisi penggerak: langsung, sabuk-V, roda
gigi.
6. Klasifikasi berdasarkan penempatannya: permanen (stasionary), dapat
dipindah (portable).
7. Klasfikasi berdasarkan cara pelumasan: pelumasan minyak, tanpa
minyak.
88

6.2 Pemeriksaan dan Pemeliharaan

Kompresor mempunyai berbagai bagian yang mendapat beban tumbukan dan


bagian-bagian yang saling meluncur dengan tekanan permukaan yang besar.
Selain itu getaran mekanis serta denyutan tekanan merupakan hal tak dapat
dihindari. Karena itu jika diingini umur yang panjang dan performansi yang tetap
baik, komprsor harus dioperasikan dengan benar, serta dilakukan pemeriksaan dan
pemeliharaan dengan cermat. Setiap kompresor selalu dilengkapi dengan buku
petunjuk yang harus diikuti. Karena itu disini hanya akan diberikan pedoman-
pedoman dasar. Sebagai contoh akan diambil dua kasus yaitu kompresor torak
kecil dengan pelumasan minyak, dan kompresor sekrup kecil juga dengan
pelumasan minyak. Kedua jenis kompresor ini diproduksikan dalam jumlah besar
baik pada masa sekarang maupun yang akan datang.

No. Yang diperiksa Cara memeriksa


1 Permukaan minyak Jagalah agar permukaan minyak pelumas ada dalam
batas-batas yang ditentukan seperti terlihat pada
pengukur permukaan. Tambahkan minyak jika
permukaan sudah mencapai batas terendah.
2 Pembuangan air Bukalah katup pembuangan air dari tangki udara.
pengembunan (Air akan mudah dikeluarkan jika tekanan di dalam
tangki udara adalah 0,5-1,0 kg/cm2 atau 0,05-0,1
MPa)

3 Pengukur tekanan Periksa apakah jarum manometer dapat bergerak


secara halus, dan jarum menunjuk angka nol (atau
mendekati nol) bila tekanan di dalam tangki adalah
nol.
4 Katup pengatur Periksalah dengan mengamati manometer, apakah
kompresor bekerja pada daerah tekanan sebagaimana
89

ditetapkan pada pengatur tekanan.


5 Tombol tekanan Periksalah dengan mengamati manometer, apakah
(pressure switch) kompresor bekerja pada daerah tekanan sebagaimana
ditetapkan pada tombol tekanan.
6 Katup pengaman Tariklah sedikit jarum katup pengaman pada keadaan
tekanan mencapai maksimum (jarum manometer
menunjuk pada garis merah). Jika dengan tarikan
ringan saja katup sudah dapat terbuka, maka katup
dalam keadaan baik.
7 Lain-lain Periksalah bagian-bagiannya apakah ada bunyi atau
getaran yang luar biasa (tidak normal).
90

6.3 Pemeriksaan harian

Setiap hari sebelum dioperasikan, kompresor harus diperiksa menurut cara seperti
diberikan dalam tabel 6.1
91

6.4 Pemeriksaan rutin

Kompresor udara harus diperiksa secara perodik. Prosedur pemeriksaan rutin


diberikan dalam Tabel 7.2 untuk kompresor udara berukuran kecil dengan
pelumasan minyak, sedangkan Tabel 7.3 untuk kompresor sekrup kecil dengan
pelumasan minyak. Jangka waktu pemeriksaan rutin bervariasi tergantung pada
masing-masing produk. Jadi tabel tersebut hanya dapat dipergunakan sebagai
pedoman umum. Pedoman yang lebih terperinci diambil dari buku petunjuk dari
pabrik kompresor yang bersangkutan.
92

Tabel 6.2

Tabel 6.3
93

6.5 Prosedur pemeriksaan

Pemeriksaan menyeluruh dan overhaul harus dilakukan oleh teknisi yang


mempunyai keahlian khusus dan berpengalaman. Disini akan diberikan beberapa
petunjuk umu yang penting.

6.5.1 Tindakan pengamanan

Pada waktu pembongkaran dan perakitan kembali perlu diperhatikan hal-hal


berikut.

1. Sebelum pembongkaran atau perbaikan dilakukan, listrik harus dimatikan


dari tombolnya, dan udara yang masih tersisa di dalam tangki udara
dibuang habis.
2. Bagian-bagian yang dibongkar harus diletakkan dikotak atau di atas kertas
secara berurutan untuk memudahkan pada waktu pemasangan kembali.
Dengan cara ini tidak akan ada suku cadang yang terlewat atau terukur
urutan pemasanganannya.
3. Paking atau cincin yang rusak harus diganti baru. Paking yang telah
dipakai tidak boleh dipasang lagi.
4. Jika pencucian dilakukan dengan minyak yang mudah menguap, bagian-
bagian harus dikeringkan benar-benar sebelum dipasang. Untuk
membersihkan endapan karbon yang berasal dari minyak pelumas
sebaiknya dipakai zat pembersih karbon.
5. Torak, katup,silinder, dan bagian-bagian lain yang saling meluncur harus
diperlakukan secara hati-hati tanpa melukainya.
6. Pada waktu memasang kembali, lumurkan terlebih dahulu minyak pelumas
yang sesuai pada permukaan-permukaan yang meluncur.

6.5.2 Prosedur overhaul

Secara ringkas prosedur ini dapat diperinci sebagai berikut.

A. Prosedur pembongkaran kompresor torak


94

a. Pembongkaran peralatan pembantu


1. Lepas tutup sabuk.
2. Lepas sabuk-V.
3. Untuk kompresor yang diperlengkapi dengan pembeban beban
otomatik, lepas pipa pembebas beban antara kompresor dan katup
pilot pembebas beban. (gambar 6.1).
4. Peralatan pembantu yang lain perlu dilepas bila perlu.

b. Pembongkaran badan kompresor

Badan kompresor dapat dibongkar lebih mudah jika dlam keadaan


terpasang di atas tangki udara, dan dilakukan sebagai berikut.

1. Lepaskan pipa minyak pelumas (gambar 6.2)


2. Lepaskan peredam bunyi, pipa pembebas beban, dan pipa pernapasan
ruang engkol
3. Lepaskan pipa keluar. (lihat gambar 6.3 dan 6.4) Jika mur pipa keluar
sukar dibuka karena macet, biasanya mudah dilepas setelah diketok
dengan palu.
4. Melepaskan kepala silinder (Lihat gambar 6.5 dan 6.6). Hal berikut ini
dianjurkan pada waktu membuka kepala silinder
- Dalam hal kompresor menggunakan pembebas beban otomatik, bus
pembebas beban harus dikendorkan lebih dahulu untuk
memudahkan pembongkaran kemudian.
- Jika kepala silinder tidak dapat dibuka (karena macet) sekalipun
baut-baut telah dilepas, ketoklah keliling kepala silinder dengan
palu, tusukkan obeng pada celah yang terbuka ke arah lubang (arah
diagonal). Maka kepala silinder akan mudah dibuka. Jika obeng
ditusukkan dari arah yang salah, permukaan dudukan akan rusak
dan udara akan bocor.
5. Membongkar kepala silinder (lihat gambar 6.7)
95

6. Membongkar katup udara. (lihat gambar 6.8). Karena baut dan mur-
mur kecil dari plat katup dan penahan katup dari katup kepak
semuanya dikunci, maka jika sudah dibuka hampair tak dapat dipakai
lagi. Katup kepak hanya boleh dibersihkan dengan tiupan udara.
Seperti tertera dalam ikhtisar pemeriksaan rutin (tabel 6.2), katup
harus diperiksa secara periodik kalau-kalau ada kelainan. Jika ada
bagian yang rusak harus diganti. Pada waktu memasang kembali,
harus digunakan paking kepala silinder dan paking katup yang baru.
7. Buka puli kompresor dan keluarkan pasak dengan menariknya. (lihat
gambar 6.9). Pasak dapat terluka pada waktu dikeluarkan. Bagian
yang tergores atau terluka harus dikembalikan untuk memudahkan
pemasangan.
8. Buka silinder.
96

9. Buka torak. (lihat gambar 6.10). Buka cincin pengunci pen torak
dengan tang yangsesuai, dan keluarkan pen torak.
10. Keluarkan poros engkol, batang penggerak, bantalan bola dan rumah
bantalan secara bersama-sama. (lihat gambar 6.11 dan 6.12). Dalam
hal ini perlu diperhatikan petunjuk berikut.
- Untuk mencegah lepasnya rumah bantalan dari kotak engkol, buka
baut rumah bantalan, dan sebagai gantinya pasangkan dua buah
baut dari kepala silinder pada posisi diagonal
- Untuk mengeluarkan poros engkol, batang penggerak, bantalan
bola, dan rumah bantalan dari kotak engkol secara bersama-sama,
tarik bagian pengimbang pada poros engkol lebih dahulu,
kemudian tarik batang penggerak keluar.
97

11. Tarik keluar rumah bantalan (gambar 6.13). Rumah bantalan dapat
dikeluarkan dengan mudah jika bantalan dengan rumahnya disebelah
bawah dijatuhkan dari ketinggian kurang lebih 10 cm ke lantai. Dalam
hal ini perlu dijaga agar perapat minyak tidak rusak (terutama
bibirnya) pada waktu menarik keluar rumah bantalan.
12. Tarik keluar bantalan bola dari poros engkol dengan penarik (treker).
(Lihat gambar 6.14). Untuk mengeluarkan bantalan dari sisi sabuk-V,
pasangkan baut-baut dan kemudian tarik bantalan keluar dengan
penarik puli untuk mencegah rusaknya ulir poros engkol.
98

13. Buka cincin pegas dan cincin pen engkol lalu tarik keluar poros
engkol. (lihat gambar 6.15). Dalam hal ini harus dijaga agar metal pen
torak tidak sampai rusak pada waktu mengeluarkan batang penggerak.
14. Tarik keluar perapat minyak (olie seal) dari rumah bantalan. (lihat
gambar 6.16). Langkah ini tidak perlu jika perapat minyak masih baik.
Untuk mengeluarkan perapat minyak yang perlu diganti, perapat harus
dipukul dengan perantaraan batang perata (dengan diameter sedikit
lebih kecil dari perapat minyak) agar pemukulan dapat merata.
15. Keluarkan metal-metal bantalan (pada pen engkol dan pen torak) dari
batang penggerak. (Lihat gambar 7.17). Pekerjaan ini tidak diperlukan
99

jika metal masih baik, tidak aus datau tergores. Metal harus
dikeluarkan dengan perantaraan batang perata yang diameternya
sedikit lebih kecil dari diameter luar metal. Adapun metal pen engkol
baru dapat dikeluarkan setelah mur penetap dibuka. Untuk
mengeluarkan pen ini batang penggerak harus diletakkan di atas
landasan dari sepotong kayu.

B. Prosedur pembongkaran pada kompresor sekrup.


Langkah pembongkaran kompresor ini dapat dilakukan sebagai
berikut.
a. Pembongkaran kemasan dan perlatan pembantu
1. Bongkar kemasan
2. Buka pipa keluar disekitar badan kompresor. Demikian pula
bongkar pipa-pipa minyak, pipa-pipa pendingin, dan lain-lain
(lihat gambar 6.18, 6.19 dan 6.20)
3. Lepas baut-baut pemegang badan kompresor (lihat gambar 6.21)
4. Bongkar peralatan pembantu pembantu yang lain bila dipandang
perlu.
100

b. Urutan pembongkaran badan kompresor


1. Lepas kopling dan pasak. (gambar 6.22 & 6.23)
2. Lepas pengatur kapasitas (gambar 6.24)
3. Lepas perapat mekanik pada sisi rotor yang beralur cembung
(gambar 6.25). Perapat ini terdiri dari cincin karbon yang bergesek
pada plat perapat. Plat ini harus diperlakukan dengan hati-hati
supaya tidak jatuh atau rusak. Permukaan halus pada plat dan
karbon harus dilindungi supaya tidak rusak.
4. Buka kepala silinder (gambar 6.26)
5. Buku tutup sisi isap (suction) dari rumah (gambar 6.27, 6.28 dan
6.29).
6. Buka tutup ujung dengan penarik (gambar 6.30).
7. Kendorkan baut dari tutup sisi keluar (delivery) dan lepas tutup ini
serta perangkat rotor dari rumah (gambar 6.31 dan 6.32). Jika
pembukaan tutup sisi keluar (delivery) sulit, pukul baut-baut
dengan palu plastik agar tutup mudah dibuka.
8. Lepaskan pasangan rotor dari tutup sisi keluar (delivery) (gambar
6.33 dan 6.34).
9. Lepaskan bantalan dari tutup sisi keluar (delivery)
10. Lepaskan bantalan dari tutup sisi isap (suction).
101
102
103

6.5.3 Prosedur pemeriksaan

Setelah pembongkaran, bagaian-bagian kompresor seperti katup udara,


silinder, cincin torak dan poros engkol harus diperiksa secara cermat. Sebuah
contoh prosedur pemeriksaan dan standard pengendalian diberikan dalam
tabel

6.5.4 Perakitan kompresor dan prosedurnya


6.5.4.1 Perakitan Kompresor Torak.
A. Prosedur perakitan badan kompresor
1. Pasang metal-metal pada batang penggerak. Untuk ini gunakan batang
perata atau papan kayu diatas metal, kemudian pukullah tegak lurus.
(Lihat gambar 6.38). Pada waktu memasang metal, lubang minyak
pada metal harus berimpit dengan lubang minyak pada batang
penggerak. Jika kompresor memakai pen engkol, lubang sekrup
penetap juga harus saling berimpit.
2. Setelah metal pen bantalan dipasang, kencangkan mur penetap.
3. Pasang perapat minyak pada rumah bantalan (gambar 6.39). Sebelum
perapat dipasang, permukaan luarnya harus dilumasi dengan cat
perekat. Cara memasang perapat ialah dengan memukul dengan palu.
Agar perapat tidak rusak pada waktu dipukul harus diberi perantara
batang perata atau papan kayu.
104
105

4. Pasang poros engkol.


- Pasang batang pengerak pada poros engkol. (Lihat gambar
6.40). Batang harus dipasang tanpa menggunakan paksaan
dengan jalan melumasi lebih dahulu. Jika kompresor
mempunyaidua atau tiga buah silinder, urutan pemasangan
batang penggerak dan tuas pemercik minyak, serta arah
pemercik minyak dan letak lubang minyak harus dijaga jangan
sampai salah.
- Pasang cincin pen engkoldan cincin pegas untuk menetapkan
batang penggerak pada poros engkol. (gambar 6.41)
- Pasang bantalan bola pada poros engkol. (gambar 6.42).
Bantalan bola dapat dengan mudah dipasang setelah
dipasangkan didalam minyak pada temperatur 1500C sampai
2000C. Jika pemanasan tidak diperkenankan, bantalan bola harus
dipasang dengan memukulnya dengan perantaraan batang
perata. Jika sebagai batang perata digunakan pipa baja yang
dikenakan pada cincin dalam bantalan, maka bantalan dapat
dipukul secara merata dengan palu. Jika bantalan dipanaskan
dengan minyak maka minyak pelumas harus dibersihkan dari
bantalan lalu diganti dengan pelumas yang seharusnya dipakai.
- Pasang perangkat rumah bantalan (gambar 6.44). Rumah
bantalan akan dapat dipasang dengan mudah jika baut panjang
untuk kepala silinder digunakan sebagai pemandu. Mula-mula
rumah bantalan diketok dengan palu, kemudian baut bantalan
dikencangkan sedikit demi sedikit secara bergantian untuk
memasang rumah bantalan pada kotak engkol. Juga gaya
pengencangan engkol harus diatur setepat mungkin dengan
mengatur tebal paking rumah bantalan (yang mempunyai tebal
standard 0,8 mm) sampai dapat mulai berputar sendiri oleh berat
pengimbang.
106

5. Pasang torak pada batang penggerak (gambar 6.45). Oleskan


minyak pelumas pada permukaan yang meluncur. Tandai letak
belahan cincin torak pertama pada puncak torak. Belahan cincin
torak berikutnya harus saling membentuk sudut 1200 antara yang
satu dengan yang lain setelah terpasang (gambar 6.46).
6. Pasang silinder. Puncak silinder harus diatur dengan mengatur
tebal paking silinder sedemikian rupa hingga puncak silinder
terletak 0 sampai 0,5 mm lebih tinggi dari pada puncak torak pada
titik mati atasnya. Permukaan puncak torak tidak boleh lebih dari
pada puncak silinder. Bila pengganti silinder katup kepak
(harmonika), sisi pembatas katup isap harus diperiksa apakah
sudah dihaluskan sehingga tidak bergerigi. Jika belum harus
107

dikikir atau diamplas. Silinder ini juga harus dipasang dengan


cermat sebab arahnya tertentu.
7. Masukkan pasak puli ke tempatnya diporos dan pasang puli
kompresor (gambar 6.47). Setelah puli terpasang pada poros
engkol, kencangkan baut-baut puli.
8. Pasangkan perangkat katup (gambar 6.48). Jangan buka bungkus
katup kepak yang baru, sampai saat pemasangan tiba. Jika
bungkus rusak dan katup terbuka diudara untuk beberapa lama ,
debu dapat menempel dan menyebabkan kebocoran setelah
dipasang.
9. Pasang katup udara pada kepala silinder.
- Luruskan dan pasang pen penetap posisi katup kepak pada
lubang pemandu di dasar kepala silinder.
- Ganti paking katup udara dan paking kepala silinder dengan
yang baru.
- Atur dengan benar letak kepala mur kecil penetap dari plat
katup isap atau baut penetap katup isap dan penjaga katup isap
dialur ruang sisa (clearance) di puncak silinder. Kemudian
secara bersama-sama katup kepak, kepala silinder dan paking
dikencangkan dengan baut kepala silinder.
- Dalam hal kompresor dengan pembebas beban otomatis,
pasang pembebas beban pada kepala silinder. (gambar 6.49).
Pada waktu cincin-O (O-ring) dipasang pada torak pembebas
beban, cincin ini akan terpuntir. Jika demikian, harus
dibetulkan setelah terpasang. Juga olesi cincin-O dengan zat
pelumas yang disebut molybdenum bisulfida. Pada bus-U,
gunakan paking cair jenis tak mengering.
10. Pasang pipa keluar (gambar 6.50). Kendorkan sedikit baut kepala
silinder dan untuk sementara kencangkan mur pipa keluar.
Kemudian kencangkan baut kepala silinder dan selanjutnya
kencangkan juga mur pipa keluar.
108
109

B. Urutan pemasangan peralatan pembantu


1. Untuk kompresor kecil dengan pembebas beban, pasang pipa
pembebas beban (gambar 6.51).
2. Pasang sabuk-V (V-belt) dipasang, luruskan puli kompresor
terhadap puli motor.
- Atur letak motor sesuai dengan panjang sabuk-V. Motor
ditetapkan pada jarak sedikit lebih besar dari jangkauan
sabuk, seperti diperlihatkan dalam gambar 6.52, kemudian
sabuk dipasang. Setelah terpasang, tekan sabuk pada titik
tengah antara puli motor dan komresor ke arah dalam dengan
jari. Jika puli melentur 10 mm, maka tegangan sabuk adalah
optimum.
- Atur letak motor hingga kedua muka luar puli motor dan
kompresor menjadi lurus (sebidang), (gambar 6.53). Poros
motor dan kompresor yang tidak sejajar akan menyebabkan
getaran pada sabuk.
- Periksa tegangan sabuk dan tetapkan motor.
- Pasang tutup atau pelindung sabuk. Setelah pemasangan
selesai, lakukan uji coba seperti diuraikan terdahulu.
110

2.5.4.2 Prosedur perakitan kompresor sekrup.


A. Perakitan badan kompresor
1. Masukkan bantalan-bantalan rotor pada Delivery Cup (tutup
sisi keluar atau tutup-D) (gambar 6.54). Bersihkan gemuk-
gemuk pelindung karat dari bantalan dan olesi permukaan
dalam tutup sisi keluar (tutup D) dan bantalan dengan
minyak pelumas baru. Setelah itu tekan bantalan secara
tegak lurus. Dalam hal ini harus diperhatikan agar bantalan
tidak terbalik letaknya.
2. Pasang kedua rotor pada tutup-D.
3. Kencangkan mur ganda dari masing-masing rotor dengan
kunci torsi yang telah ditetapkan. (gambar 6.55).
4. Periksalah kelonggaran D (gambar 6.56). Ukur kelonggaran
D (D-clearance) pada beberapa titik memakai pengukur
tebal (feeler gauge) untuk kedua rotor dan yakinkan bahwa
besarnya sesuai dengan yang ditentukan. Kelonggaran ini
akan sangat mempengaruhi performansi kompresor. Jika
kelongaran ini terlalu kecil, rotor akan menyentuh tutup-D.
111
112
113

5. Pasang tutup ujung (gambar 6.57).


6. Pasang paking tutup-D (gambar 6.58)
7. Pasang rumah (gambar 6.59). Dalam hal ini pakailah minyak
baru, kemudian pasangkan.
8. Pasang bantalan sisi isap pada tutup-S (sisi isap) atau (suction
cup) gambar 6.60)
9. Pasang tutup-S pada rumah (gambar 6.62).
10. Kencangkan tutup-D pada rumah (gambar 6.62).
11. Pasang perapat mekanis (gambar 6.63)
12. Pasang plat perapat dan tutup pada tutup-S (gambar 6.64 &
6.65)
13. Pasang pasak dan kopling (gambar 6.66)

B. Urutan perakitan kemasan dan peralatan pembantu


1. Pasang pengatur kapasitas pada peralatan kompresor.
2. Hubungkan badan kompresor dan motor, dan pasang badan
kompresor pada landasan (gambar 6.67).
3. Pasang pipa minyak dan pipa keluar (gambar 6.68).
4. Rakit kemasan. Setelah perakitan selesai, lakukan uji coba pada
kompresor seperti diuaraikan dimuka.

Anda mungkin juga menyukai