Anda di halaman 1dari 7

RESUME

PEMBUATAN PETA TOPOGRAFI DAN PENAMPANG


TOPOGRAFI

1. Pembuatan Peta Topografi

Pembuatan peta topografi dilakukan dengan menentukan koordinat suatu titik


lokasi di permukaan bumi serta ketinggiannya terhadap titik acuan tertentu.
Sedangkan garis kontur dibuat dengan cara interpolasi berdasarkan titik lokasi
yang telah ditentukan tersebut.
Elemen-elemen penting dalam peta topografi harus memiliki keterangan sebagai
berikut :
- Skala : yaitu perbandingan jarak antara dua titik pada peta dengan jarak
sebenarnya di lapangan.
Skala dapat digambarkan dengan 3 cara :
a. Verbal
Contoh :
1 cm = 10 km (artinya 1 cm pada peta mewakili 10 km di lapangan)
b. Grafik/bar
Contoh :

c. Fraksional/rasio
Contoh :
- Orientasi Lokasi
Dalam setiap peta harus diketahui koordinat (latitude, longitude) dan arah
utaranya. Pada peta topografi setidaknya ada 2 arah utara, yakni arah utara
sebenarnya (True North/ TN) dan arah utara magnetik (Magnetic North/
MN). Deklinasi magnetik besarnya bervariasi sesuai dengan letak geografis
tempat yang bersangkutan dan menurut musim atau waktu yang berlainan.
Apabila kita bekerja di lapangan menggunakan kompas, maka kompas
tersebut harus dikoreksi dulu titik nolnya dengan deklinasi magnetik.
- Garis Kontur
Beberapa definisi tentang kontur dijelaskan dalam keterangan gambar
kontur.

Gambar 1
Topografi landai, curam, dan menggantung

Kemudian gambar selanjutnya akan menunjukkan kontur beserta angka


ketinggiannya. Setia kontur hendaknya memiliki nilai ketinngian.

Gambar 2
Garis kontur

Sifat-sifat dasar garis kontur antara lain :


1. Garis kontur tidak pernah saling berpotongan, kecuali dalam keadaan ekstrim
sperti pada tebing yang menggantung.
2. Garis kontur tidak akan menyambung pada garis lain yang memiliki indeks
kontur berbeda.
3. Garis kontur akan merenggang bila topografi melandai dan akan merapat bila
topografi curam.
4. Pada lembah, garis kontur akan meruncing ke arah hulu
Pembuatan Garis Kontur
1. Garis kontur selalu tertutup atau harus berakhir di tepi peta.
2. Kontur tertutup yang menunujukkan depresi (cekungan, seperti kawah
meteor, kawah vulkanik atau lubang besar) harus dibedakan dengan kontur
tertutup yang menunjukkan bukit, yaitu dengan menambahkan garis-garis
gigi (hachures) yang mengarah ke arah depresi.
3. Garsi kontur harus mencantumkan titik-titik acuan dengan harga
ketinggiannya masing-masing.
4. Menghubungkan titik-titik acuan dengan harga ketinggian yang sama melalui
interpolasi pada peta.
5. Garis kontur selalu meruncing ke arah hulu.
6. Menentukan besarnya interval kontur berdasarkan skala peta, variasi relief,
dan tujuan tertentu pembuat peta. Semakin besar skala peta, maka interval
kontur semakin kecil. Makin besar variasi relief, maka makin kecil interval
konturnya.
Untuk dapat menggambarkan peta topografi yang baik, perlu diketahui unsur-
unsur penting diantaranya ; bukit, lembah atau alur sungai dan juga obyek buatan
manusia. Relief atau bentuk tinggi rendahnya bentang alam diukur dengan

menggunakan alat ukur seperti ; teodolit, alidade, waterpas, kompas dan lain‐ lain.

Titik yang menunjukkan ketinggian (umumnya diambil dari datar permukaan laut
diterakan pada peta menurut skala yang tertentu.

2. Penampang topografi
Penampang topografi adalah profil yang menunjukkan muka bumi sepanjang
garis penampang tertentu. Penampang ini dibuat dengan memproyeksikan titik
potong kontur dan garis penampang pada ketinggian. Kadang-kadang skala tegak
dibuat lebih besar dengan maksud lebih memperhatikan profilnya. Cara-cara untuk
membuat penampang topografi atau profil topografi yaitu,
1. Membuat potongan kertas sepanjang penampang yang kita buat
2. Menggambarkan ulang atau menandai titik-titik harga ketinggian yang dilewati
oleh garis penampang yang telah kita buat dan catat pula nilai ketinggian pada
kertas atau mistar untuk diproyeksikan pada kertas millimeter blok.
3. Menghubungkan titik-titik proyeksi pada millimeter blok hasil proyeksi dari kertas
4. Memberikan keterangan-keterangan profil, bila profil melewati puncak bukit,
sungai, atau zona depresi
Dibawah ini merupakan contoh dari penampang topografi yaitu gambar
penampang topografi dari Gua Karts.
Gambar 3
Penampang topografi gua karst
KESIMPULAN

Untuk dapat menggambarkan peta topografi yang baik, perlu diketahui unsur-
unsur penting diantaranya ; bukit, lembah atau alur sungai dan juga obyek buatan
manusia. Relief atau bentuk tinggi rendahnya bentang alam diukur dengan

menggunakan alat ukur seperti ; theodolit, alidade, waterpas, kompas dan lain‐

lain. Titik yang menunjukkan ketinggian (umumnya diambil dari datar permukaan laut
diterakan pada peta menurut skala yang tertentu.
Penampang topografi adalah profil yang menunjukkan muka bumi sepanjang
garis penampang tertentu. Penampang ini dibuat dengan memproyeksikan titik
potong kontur dan garis penampang pada ketinggian. Kadang-kadang skala tegak
dibuat lebih besar dengan maksud lebih memperhatikan profilnya.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2009. Diktat Pratikum Geologi Dasar. Bandung : Universitas Pendidikan


Indonesia.
http://scribd.com/peta-topografi