Anda di halaman 1dari 12

By: YANUAR ADITYA PUTRA, S.

H
REGULASI

UU NO.13 TAHUN 2003 UU NO.11 TAHUN 2008


KETENAGAKERJAAN INFORMASI & TRANSAKSI
ELEKRONIK

KITAP UNDANG-UNDANG
HUKUM PIDANA
(KUHP)
ISSUE

Bolehkah Perusahaan Melakukan Blaclist
terhadap Mantan Karyawan?
ANALISIS
Blacklist employee secara spesifik tidak diatur dalam UU No.13
Tahun 2003 (“UU Ketenagakerjaan”). Jadi ketika pihak Management
Perusahaan secara sepihak menginformasikan data mantan
karyawan yang telah di-blacklist kepada anak perusahaan, misal
karena telah melakukan penggelapan yang merugikan, itu adalah
tindakan yang sah saja karena akan menjadi pertimbangan untuk
menerima atau tidak pekerja yang telah di-blacklist tersebut.
Dengan syarat hanya untuk internal perusahaan dan anak
perusahaan saja. Tidak untuk diinformasikan di media sosial atau di
hadapan publik.
Apabila kesalahan yang pernah dilakukan Mantan Karyawan tidak
pernah diproses secara hukum misal perbuatan pidana tidak pernah
diputuskan oleh pengadilan dengan putusan yang telah memiliki
kekuatan hukum tetap, Maka Kemungkinan Management
Perusahaan akan dilaporkan berdasarkan peraturan hukum berikut:
ANALISIS
Apabila tindakan mem-blacklist MANTAN KARYAWAN tersebut
dilakukan melalui media elektronik, dapat saja dilaporkan dengan
Pasal 27 ayat (3) jo. Pasal 45 ayat (1) dan Pasal 36 jo. Pasal 51
ayat (2) (UU ITE) yang menyatakan:

Pasal 27 ayat (3) UU ITE:


“Setiap Orang dengan sengaja, dan tanpa hak mendistribusikan
dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya
Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki
muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”
ANALISIS
Pasal 45 ayat (1) UU ITE:
“Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan
dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya
Informasi elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki
muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik dapat di
dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun
dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,000 (satu miliar
rupiah)."

Pasal 36 UU ITE:
"Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum
melakukan perbuatan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 27
sampai Pasal 34 yang mengakibatkan kerugian bagi orang lain."
ANALISIS
Pasal 51 ayat (2) UU ITE:
“Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 36 dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua
belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.12.000.000.000,00
(dua belas miliar rupiah).”
ANALISIS
Apabila kesalahan yang pernah dilakukan mantan Karyawan tidak
pernah diproses secara hukum misal perbuatan pidana tidak pernah
diputuskan oleh pengadilan dengan putusan yang telah memiliki
kekuatan hukum tetap, maka Management Perusahaan dapat
dikenakan Pasal 310 ayat (1) dan Pasal 311 ayat (1) (“KUHP”):

Pasal 310 ayat (1) KUHP:


“Barangsiapa sengaja merusak kehormatan atau nama baik
seseorang dengan jalan menuduh dia melakukan sesuatu
perbuatan dengan maksud yang nyata akan tersiarnya tuduhan itu,
dihukum karena menista, dengan hukuman penjara selama-
lamanya sembilan bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp
4.500.000,-“
ANALISIS
Pasal 311 ayat (1) KUHP:
“Barangsiapa melakukan kejahatan menista atau menista dengan
tulisan, dalam hal ia diizinkan untuk membuktikan tuduhannya itu,
jika ia tidak dapat membuktikan dan jika tuduhan itu dilakukannya
sedang diketahuinya tidak benar, dihukum karena salah memfitnah
dengan hukum penjara selama-lamanya empat tahun.”
ANALISIS
Pada dasarnya setiap tenaga kerja/karyawan memiliki kesempatan
yang sama tanpa diskriminasi untuk memperoleh pekerjaan.Setiap
tenaga kerja mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk
memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak tanpa
membedakan jenis kelamin, suku, ras, agama, dan aliran politik
sesuai dengan minat dan kemampuan tenaga kerja yang
bersangkutan.

Pasal 5 UU Ketenagakerjaan:
“Setiap tenaga kerja memiliki kesempatan yang sama tanpa
diskriminasi untuk memperoleh pekerjaan”.
Conclusion
Apabila Management Perusahaan secara sepihak
menginformasikan data mantan KARYAWAN yang telah
di-blacklist kepada Grup perusahaan, misal karena telah
melakukan tindak pidana yang merugikan, itu adalah
tindakan yang sah saja karena akan menjadi
pertimbangan untuk menerima atau tidak pekerja yang
telah di-blacklist tersebut. Dengan syarat hanya untuk
internal perusahaan dan grup bisnis perusahaan saja,
tetapi tidak untuk diinformasikan di media sosial atau di
hadapan publik (Media konvensional lainya). Karena
dapat berpotensi perusahaan dikatakan melakukan
pencemaran nama baik si Pekerja/Mantan Pekerja.