0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4K tayangan4 halaman

Monografi Bahan Farmasi Utama

1. Asam stearat adalah kristal putih atau kuning yang tidak larut dalam air dan larut dalam etanol dan kloroform. Digunakan sebagai agen pengemulsi dan zat tambahan untuk melembutkan kulit. 2. Sukrosa adalah serbuk kristal putih yang sangat larut dalam air dan tidak stabil terhadap panas dan udara. Digunakan sebagai pelarut. 3. Etanol 96% adalah cairan mudah menguap yang bercampur den

Diunggah oleh

Salman
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4K tayangan4 halaman

Monografi Bahan Farmasi Utama

1. Asam stearat adalah kristal putih atau kuning yang tidak larut dalam air dan larut dalam etanol dan kloroform. Digunakan sebagai agen pengemulsi dan zat tambahan untuk melembutkan kulit. 2. Sukrosa adalah serbuk kristal putih yang sangat larut dalam air dan tidak stabil terhadap panas dan udara. Digunakan sebagai pelarut. 3. Etanol 96% adalah cairan mudah menguap yang bercampur den

Diunggah oleh

Salman
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1. Asam stearat (HOPE 6thedition hal.

494)
 Pemerian : Kristal Putih atau kuning berwarna, kristalin padat, atau putih.
 Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air, larut dalam 20 bagian etanol (95%)P, dalam
2 bagian kloroform P dan dalam 3 bagian eter P.
 Inkompabilitas : Inkomapatibel dengan hamper semua logam hidroksida dan zat
pengoksidasi.
 Stabilitas : Zat stabil, harus disimpan di tempat tertutup.
 Konsentrasi: 1-20%
 Kegunaan : emulsifying agent, zat tambahan untuk melembutkan kulit dengan
konsentrasi 1-20%.

2. Sukrosa (Handbook Of Pharmaceutical Exipent hal. 622-624)


 Pemerian : putih tidak berwarna, manis, tidak berbau, masa hablur atau berbentuk
kubus, serbuk hablur
 Kelarutan : Sangat mudah larut dalam air, lebih mudah larut dalam air mendidih,
sukar larut dalam etanol, tidak larut dalam kloroform dan eter
 Titik lebur : 160-1860 C
 Masa molekular/ukuran partikel : 342,30 gr/mol
 pKa : 12,62
 Bobot jenis : 1,6 gr/ml atau 1,6 gr/cm3
 Stabilitas :
 panas : suhu > 1600 C dapat teroksidasi
 udara : lebih mudah terurai dengan adanya udara dari luar
 Inkompatibilitas : logam berat, dapat mendegradasi zat

3. Etanol 96% ( C2H5OH )


 Nama kimia : Etil alkohol
 Rumus kimia : C2H6O
 Berat molekul : 46,07
 Titik didih : 78,5°C
 Titik leleh : -141,5°C
 BJ : 0,7904-0,7935
 Pemerian : Cairan mudah menguap, jernih, tidak berwarna. Bau khas dan
menyebabkan rasa terbakar pada lidah.Mudah menguap walaupun pada suhu rendah
dan mendidih pada suhu 78°.Mudah terbakar.
 Kelarutan : Bercampur dengan air dan praktis bercampur dengan semua pelarut
organik
 Stabilitas : Dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari api
 Kegunaan : Sebagai pelarut

4. NaOH (FI edisi III h.412)


 Natrium hidroksida mengandung tidak kurang dari 97,5% alkali jumlah dihitung
sebagai NaOH, dan tidak lebih dari 2,5% Na2CO3
 Berat molekul : 40
 Pemerian : berwarnaa putih, Batang, butiran, massa hablur atau keeping, kering,
keras, rapuh, dan menunjukkan susunan hablur mudah meleleh basah, sangat alkalis
dan korosif, segera menyerap.
 Kelarutan : sangat mudah larut dalam air dan dalam etanol (95%)
 Penyimpanan : dalam wadah tertutup baik
 Fungsi : Pembasa agar diperoleh sabun padat

5. Minyak Kelapa (HOE 6th edition p.184 ; FI edisi III h.456)


Minyak kelapa adalah minyak lemak yang diperoleh dengan pemerasan endosperm
kering Cocos nucifera L.
 Nama Kimia : Coconut oil
 Nama Lain : Aceite de cocos; Cocois oleum raffinatum; Coconut butter; Copra oil;
Oleum cocois; Pureco 76; Refined coconut oil.
 Organoleptis: Cairan jernih, Tidak berwarna atau kuning pucat, bau khas, tidak
tengik
 Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air; sangat larut dalam dikloromethane dan
dalam petroleum; larut dalam eter, karbon disulfide dan kloroform, larut pada
suhu 600C dalam 2 bagian etanol (95%) tapi kurang larut pada suhu lebih rendah.
 Titik lebur : 23-26 oC
 BJ : 0,845-0,905
 Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik, terlindung dari cahaya, dan di
tempat yang sejuk
 Inkompatibilitas : Minyak kelapa bereaksi dengan agen oksidasi, asam dan basa.
 Aplikasi : Sebagai emolien
Penggunaan Konsentrasi (100%)

Sabun padat 4-20

Shampoo 1-20

Sabun 60-75

6. Gliserin (FI IV hal 413, Handbook of Pharmaceutical Excipient edisi 6 hal 283).
 Rumus Molekul = C3H8O3.
 Berat Molekul = 92,09
 Pemerian = Cairan jernih seperti sirup, tidak berwarna; rasa manis;
hanya boleh berbau khas lemah (tajam atau tidak enak). Higroskopis, netral terhadap
lakmus.
 Kelarutan = Dapat bercampur dengan air dan dengan etanol; tidak larut
dalam kloroform, dalam eter, dalam minyak lemak, dan dalam minyak menguap.
 Titik Beku = -1,60 C.
 Khasiat = Pelarut.
 Konsentrasi = 30 – 50 % ( sebagai solvent parentral ) (Excipient hal 257)
 Bj = Tidak kurang dari 1,249. 1,2620 g/cm3 pada suhu 250 C.
 OTT = Gliserin bisa meledak jika bercampur dengan oksidator
kuat seperti kromium trioksida, potasium klorat atau potasium permanganat. Adanya
kontaminan besi bisa menggelapkan warna dari campuran yang terdiri dari fenol,
salisilat dan tanin. Gliserin membentuk kompleks asam borat, asam gliseroborat yang
merupakan asam yang lebih kuat dari asam borat.
 Stabilitas = Gliserin bersifat higroskopis. Dapat terurai dengan
pemanasan yang bisa menghasilkan akrolein yang beracun. Campuran gliserin dengan
air, etanol 95 % dan propilena glikol secara kimiawi stabil. Gliserin bisa mengkristal
jika disimpan pada suhu rendah yang perlu dihangatkan sampai suhu 200 C untuk
mencairkannya.
 Penyimpanan = Wadah tertutup rapat

7. Na2EDTA (HOPE ed.6 2009)

Struktur kimia

BM 336,2
Pemerian kristal putih, tidak berwarna, rasa sedikit
asam.
Kelarutan Larut dalam 11 bagian air, agak larut
dalam etanol, praktis tidak larut dalam
kloroform dan eter.
Fungsi chelating agent

Konsentrasi Sediaan topikal 0,005-0,1%


Inkompatibilitas Dengan oksidator kuat, ion logam, basa
kuat

8. Air suling (aquadest) (Farmakope Indonesia III halaman 96)


 BM = 18,02.
 Rumus molekul = H2O.
 Pemerian = Cairan jernih tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa.
 Penyimpanan = Dalam wadah tertutup baik.
 Stabilitas = Air adalah salah satu bahan kimia yang stabil dalam bentuk
Fisik (es , air , dan uap). Air harus disimpan dalam wadah yang sesuai. Pada saat
penyimpanan dan penggunaannya harus terlindungi dari kontaminasi partikel -
pertikel ion dan bahan organik yang dapat menaikan konduktivitas dan jumlah karbon
organik. Serta harus terlindungi dari partikel - partikel lain dan mikroorganisme yang
dapat tumbuh dan merusak fungsi air.
 OTT = Dalam formula air dapat bereaksi dengan bahan eksipient
lainya yang mudah terhidrolisis.

Anda mungkin juga menyukai