Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Keterlambatan perkembangan global atau Global Developmental Delay

(GDD) adalah keterlambatan bermakna pada dua atau lebih ranah

perkembangan (motorik kasar, motorik halus, kognitif, bicara/bahasa,

personal/sosial, aktivitas kehidupan sehari-hari). Global Developmental Delay

bukan sinonim dari retardasi mental atau disabilitas intelektual. Angka

kejadian GDD sekitar 1% sampai 3% pada anak berusia kurang dari 5 tahun,

oleh karena itu perlu dilakukan skrining perkembangan secara rutin 1.

Infeksi kongenital dan asfiksia perinatal dapat menjadi penyebab

terjadinya GDD. Salah satu contoh infeksi kongenital adalah Congenital

Rubella Syndrome (CRS). Infeksi ini mengakibatkan terjadinya komplikasi

jangka panjang seumur hidup. Dampak yang terjadi tidak hanya pada

neurodevelopment, akan tetapi juga pada sistem kardiovaskuler, sistem sensori

dan sistem lainnya. Hal ini akan menimbulkan permasalahan pada

pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya. Beberapa intervensi dini

diperlukan oleh anak-anak dengan GDD beserta orang tuanya untuk dapat

meningkatkan perkembangan. Intervensi tersebut dapat menurunkan risiko

komplikasi psikososial. Intervensi yang terbaik adalah yang dilakukan secara

terkoordinasi, terencana dan menjadikan keluarga sebagai pusatnya. Intervensi

1
secara umum lebih berhasil apabila difokuskan pada dukungan dan pelatihan

orangtua.

B. Tujuan

Untuk memperdalam pengetahuan tentang CRS dengan GDD yang

disertai gizi buruk. Selain itu juga untuk mengetahui permasalahan-

permasalahan yang mungkin muncul serta memperoleh pengalaman dalam

pengelolaan CRS dengan GDD dan gizi buruk.

C. Manfaat

Manfaat untuk pasien adalah dengan pemantauan dan intervensi yang

baik diharapkan pasien CRS dengan GDD dan gizi buruk dapat

mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki dan mencegah terjadinya

komplikasi serta sehingga diharapkan dapat memberikan prognosis yang lebih

baik. Deteksi dini terhadap adanya kelainan dan penanganan yang menyeluruh

serta berkesinambungan, diharapkan anak dapat tumbuh dan berkembang

secara optimal dan mencapai kemandirian dalam melakukan aktivitas sehari-

hari.

Manfaat untuk keluarga dan lingkungan adalah keluarga mendapatkan

pemahaman tentang CRS dengan GDD dan gizi buruk dan permasalahan-

permasalahan yang mungkin terjadi padanya sehingga keluarga dapat

menerima kondisi anak, mengetahui tata laksana dan prognosis sehingga dapat

berperan aktif (bersama dengan petugas kesehatan) dalam memantau

pertumbuhan dan perkembangan anak dalam semua aspek. Kasus ini diangkat

2
sebagai kasus longitudinal, merupakan bentuk kerjasama antara petugas

kesehatan dengan keluarga dalam melakukan pemantauan terhadap

pertumbuhan, perkembangan dan permasalahan yang mungkin timbul pada

CRS dengan GDD dan gizi buruk dan dalam tatalaksananya.

Manfaat untuk peserta program pendidikan dokter spesialis antara lain

menambah pengetahuan tentang deteksi dini GDD dengan gizi buruk beserta

kelainan yang dapat mempengaruhi prognosis, memahami tatalaksana dan

pemantauan yang harus dijalani untuk mengoptimalkan petumbuhan dan

perkembangan

Manfaat bagi rumah sakit antara lain dengan melakukan pemantauan dan

tatalaksana CRS dengan GDD dan gizi buruk beserta kelainan yang menyertai,

yang mencakup pertumbuhan dan perkembangannya secara menyeluruh serta

berkesinambungan, akan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit.