Anda di halaman 1dari 13

11/11/2016

TEKNOLOGI
MAKALAH ASPAL
BAHAN II

Nama : Fernando Litaay


Nim : 2015-73-102
Prodi : Teknik Sipil
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat
dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan makalah tentang Aspal dan
pemanfaatannya dalam bidang teknik sipil. Yang dimana merupakan tugas dari
mata kuliah Teknologi Bahan. Saya mengucapkan terimakasih kepada semua yang
telah membantu pembuatan makalah ini, sehingga makalah ini bisa selesai dan bisa
menjadi pegangan pada mata kuliah Teknologi Bahan. Walaupun makalah ini
masih jauh dari kesempurnaan, maka dari itu saya berharap kepada Bapak Dosen
untuk memberikan kritik dan saran untuk penyempurnaan makalah tentang Aspal
ini. Sebagai penulis dari makalah ini saya berharap makalah ini bisa bermanfaat
bagi kita semua. Akhirnya saya mengucapkan atas perhatian dari semua pihak,
saya ucapkan terima kasih.

1
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ............................................................................................................. 1

Daftar isi....................................................................................................................... 2

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ....................................................................................................... 3

1.2 Rumusan Masalah .................................................................................................. 3

1.3 Tujuan Makalah ..................................................................................................... 4

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Defenisi Aspal ........................................................................................................ 5

2.2 Jenis-Jenis Aspal .................................................................................................... 5

2.3 Sejarah Aspal ......................................................................................................... 8

2.4 Fungsi/Kegunaan Aspal ......................................................................................... 9

2.5 Keuntungan dan Kerugian menggunakan Aspal.................................................... 9

2.6 Bangunan apa saja yang menggukan Aspal ........................................................... 10

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan ........................................................................................................... 11

3.2 Saran ..................................................................................................................... 11

DAFTAR PUSTAKA

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Aspal adalah material yang pada temperatur ruang berbentuk padat sampai agak padat, dan
bersifat termoplastis. Jadi, aspal akan mencair jika dipanaskan sampai temperatur tertentu, dan
kembali membeku jika temperatur turun. Bersama dengan agregat,aspal merupakan material
pembentuk campuran perkerasan jalan. (Sukirman,S., 2003).

Aspal terbuat dari minyak mentah, melalui proses penyulingan atau dapat ditemukan dalam
kandungan alam sebagai bagian dari komponen alam yang ditemukan bersama sama material
lain. Aspal dapat pula diartikan sebagai bahan pengikat pada campuran beraspal yang terbentuk
dari senyawa-senyawa komplek seperti Asphaltenese, Resins dan Oils. Aspal mempunyai sifat
visco-elastis dan tergantung dari waktu pembebanan. ( The Blue Book–Building & Construction,
2009)

Aspal merupakan distilat paling bawah dari minyak bumi, yang memiliki banyak sekali manfaat
dan kegunaan. Aspal dapat digunakan di dalam bermacam produk – produk, termasuk:

 Jalan aspal,
 Dasar pondasi dan subdasar,
 Dinding untuk lubang di jalanan, trotoar kakilima, jalan untuk mobil, lereng-lereng,
jembatan-jembatan, dan bidang parkir,
 Tambalan lubang di jalanan,
 Jalan dan penutup tanah,
 Atap bangunan

1.2 Rumusan Masalah

 Apa itu defenisi Aspal?


 Apa saja jenis-jenis Aspal?
 Jelaskan sejarah Aspal!
 Jelaskan fungsi/kegunaan Aspal!
 Apa saja keuntungan dan kerugian menggunakan Aspal?
 Bangunan apa saja yang menggunakan Aspal?

3
1.3 Tujuan

 Untuk mengetahui defenisi Aspal?


 Untuk megetahui jenis-jenis Aspal?
 Dapat mengetahui sejarah Aspal!
 Dapat memahami fungsi/kegunaan Aspal!
 Untuk mengetahui keuntungan dan kerugian menggunakan Aspal?
 Untuk mengetahui bangunan apa saja yang menggunakan Aspal?

4
BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Definisi Aspal

Aspal ialah bahan hidro karbon yang bersifat melekat (adhesive), berwarna hitam kecoklatan,
tahan terhadap air, dan visoelastis. Aspal sering juga disebut bitumen merupakan bahan pengikat
pada campuran beraspal yang dimanfaatkan sebagai lapis permukaan lapis perkerasan lentur.
Aspal berasal dari aspal alam (aspal buton} atau aspal minyak (aspal yang berasal dari minyak
bumi). Berdasarkan konsistensinya, aspal dapat diklasifikasikan menjadi aspal padat, dan aspal
cair.

Aspal atau bitumen adalah suatu cairan kental yang merupakan senyawa hidrokarbon dengan
sedikit mengandung sulfur, oksigen, dan klor. Aspal sebagai bahan pengikat dalam perkerasan
lentur mempunyai sifat viskoelastis. Aspal akan bersifat padat pada suhu ruang dan bersifat cair
bila dipanaskan. Aspal merupakan bahan yang sangat kompleks dan secara kimia belum
dikarakterisasi dengan baik. Kandungan utama aspal adalah senyawa karbon jenuh dan tak jenuh,
alifatik dan aromatic yang mempunyai atom karbon sampai 150 per molekul.

Atom-atom selain hidrogen dan karbon yang juga menyusun aspal adalah nitrogen, oksigen,
belerang, dan beberapa atom lain. Secara kuantitatif, biasanya 80% massa aspal adalah karbon,
10% hydrogen, 6% belerang, dan sisanya oksigen dan nitrogen, serta sejumlah renik besi, nikel,
dan vanadium. Senyawa-senyawa ini sering dikelaskan atas aspalten (yang massa molekulnya
kecil) dan malten (yang massa molekulnya besar). Biasanya aspal mengandung 5 sampai 25%
aspalten. Sebagian besar senyawa di aspal adalah senyawa polar.

2.2 Jenis-Jenis Aspal

Aspal yang digunakan sebagai bahan untuk jalan pembuatan terbagi atas dua jenis yaitu:

1. Aspal Alam

Menurut sifat kekerasannya dapat berupa:

 Batuan = asbuton
 Plastis = trinidad
 Cair = Bermuda

5
Menurut kemurniannya terdiri dari :

 Murni = Bermuda
 Tercampur dengan mineral = asbuton + Trinidad

2. Aspal buatan

Jenis aspal ini dibuat dari proses pengolahan minya bumi, jadi bahan baku yang dibuat
untuk aspal pada umumnya adalah minyak bumi yang banyak mengandung aspal. Jenis dari
aspal buatan antara lain adalah sebagai berikut:

3. Aspal Keras

Aspal keras igunakan untuk bahan pembuatan AC. Aspal yang digunakan dapat berupa aspal
keras penetrasi 60 atau penetrasi 80 yang memenuhi persyaratan aspal keras. Jenis-jenisnya :

 Aspal penetrasi rendah 40 / 55, digunakan untuk kasus: Jalan dengan volume lalu lintas
tinggi, dan daerah dengan cuaca iklim panas.
 Aspal penetrasi rendah 60 / 70, digunakan untuk kasus : Jalan dengan volume lalu lintas
sedang atau tinggi, dan daerah dengan cuaca iklim panas.
 Aspal penetrasi tinggi 80 / 100, digunakan untuk kasus : Jalan dengan volume lalu lintas
sedang / rendah, dan daerah dengan cuaca iklim dingin.
 Aspal penetrasi tinggi 100 / 110, digunakan untuk kasus : Jalan dengan volume lalu lintas
rendah, dan daerah dengan cuaca iklim dingin.

4. Aspal Cair

Aspal cair digunakan untuk keperluan lapis resap pengikat (prime coat) digunakan aspal
cair jenis MC – 30, MC – 70, MC – 250 atau aspal emulsi jenis CMS, MS. Untuk keperluan lapis
pengikat (tack coat) digunakan aspal cair jenis RC – 70, RC – 250 atau aspal emulsi jenis CRS,
RS.

5. Aspal emulsi

Aspal cair yang dihasilkan dengan cara mendispersikan aspal keras ke dalam air atau
sebaliknya dengan bantuan bahan pengemulsi sehingga diperoleh partikel aspal yang bermuatan
listrik positif (kationik), negatif (anionik) atau tidak bermuatan listrik (nonionik). Jenis-jenisnya
adalah:

6
6. Aspal emulsi anionic

Aspal cair yang dihasilkan dengan cara mendispersikan aspal keras ke dalam air atau
sebaliknya dengan bantuan bahan pengemulsi anionik sehingga partikel-partikel aspal bermuatan
ion-negatif.

 Aspal emulsi anionik mengikat cepat (Rapid setting, RS)

Aspal emulsi bermuatan negatif yang aspalnya mengikat agregat secara cepat setelah kontak
dengan agregat.

 Aspal emulsi anionik mengikat lebih cepat (Quick setting, QS)

Aspal emulsi bermuatan negatif yang aspalnya mengikat agregat secara lebih cepat setelah
kontak dengan agregat. Meliputi : QS-1h (quick setting-1):Mengikat lebih cepat-1 keras (Pen 40-
90).

 Aspal emulsi jenis mantap sedang

Aspal emulsi yang butir-butir aspalnya bermuatan listrik positip.

 Aspal emulsi kationik

Aspal cair yang dihasilkan dengan cara mendispersikan aspal keras ke dalam air atausebaliknya
dengan bantuan bahan pengemulsi jenis kationik sehingga partikel-partikel aspal bermuatan ion
positif.

 Aspal emulsi kationik mengikat cepat (CRS)

Aspal emulsi bermuatan positif yang aspalnya memisah dari air secara cepat setelah kontak
dengan agregat.

 Aspal emulsi kationik mengikat lambat (CSS)

Aspal emulsi bermuatan positif yang aspalnya memisah dari air secara lambat setelah kontak
dengan agregat.

 Aspal emulsi kationik mengikat lebih cepat (CQS)

Aspal emulsi bermuatan positif yang aspalnya memisah dari air secara lebih cepat setelah kontak
dengan agregat.

 Aspal emulsi kationik mengikat sedang (CMS)

Aspal emulsi bermuatan positif yang aspalnya memisah dari air secara sedang setelah kontak
dengan agregat.

7
 Aspal emulsi mantap cepat (Cationic Rapid Setting - CRS)

Aspal emulsi kationik yang partikel aspalnya memisah cepat dari air setelah kontak dengan
aggregat.

 Aspal emulsi mantap cepat (cationic rapid setting, CRS)

Aspal emulsi kationik yang partikel aspalnya memisah cepat dari air setelah kontak dengan
aggregate aspal emulsi jenis kationik yang partikel aspalnya memisah dengan cepat dari air
setelah kontak dengan udara.

2.3 Sejarah Aspal

Istilah aspal berasal dari bahasa Yunani kuno asphaltos, kemudian bangsa Romawi
mengubahnya menjadi asphaltus, lalu diadaptasi ke dalam bahasa Inggris menjadi asphalt, dan
kita menerjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi aspal.

Berabad kemudian setelah jaman Babilonia, Sir Walter Raleigh menuliskan dalam catatannya
(tahun 1595) tentang penemuan deposit lake asphalt di Trinidad, dekat pantai Venezuela. Dia
menggunakan aspal tersebut sebagai pelapis dinding kapalnya.

Sejarah penggunaan aspal untuk pembuatan jalan di abad modern dapat ditelusur kembali pada
masa abad ke 18. Seorang insinyur Inggris yang bernama John Metcalf (lahir 1717) harus
membangun jaringan jalan di Yorkshire dengan total panjang hampir 300 km. Jalan dibuat
dengan batuan berukuran besar diletakkan di bawah sebagai pondasi yang kuat, kemudian di
atasnya diberi batu galian, lalu kerikil sebagai lapis penutup. Thomas Telford membangun
jaringan jalan di Skotlandia pada tahun 1803-1821 sepanjang hamper 1.500 km. Telford
menyempurnakan metode pembuatan jalan Metcalf, dengan mengganti batu galian dengan batu
pecah. Ketebalan lapisan batu pecah juga sudah dihitung berdasar karakter lalu lintas yang akan
melintasi.

John Metcalf

Pada saat yang hampir bersamaan, John Loudon McAdam secara terpisah membangun jalan-
jalan masuk menuju Skotlandia mirip dengan cara Telford. McAdam juga menemukan tanah
yang terikut dalam keadaan kering tidak akan turun ke dasar jalan. McAdam mengatur batuan
sedemikian rupa sehingga bertemu antar sudutnya dan membentuk permukaan yang kuat / keras.
Pada masa-masa berikutnya, metode konstruksi ini diperbaiki untuk mengurangi debu jalanan di
musim kemarau dengan cara disiram ter panas. Metode ini disebut dengan lapis tarmacadam.

8
John Loudon McAdam

Baru pada tahun 1870 campuran aspal digunakan untuk pembangunan jalan, yang dilakukan oleh
seorang ahli kimia Belgia, yang bernama Edmund J. DeSmedt, ketika membangun jalan di depan
balai kota Newark, New Jersey, USA. Campuran yang digunakan adalah pasir dan aspal alam
dari Trinidad. Hasil yang memuaskan membuat para kontraktor pembangun jalan segera
memanfaatkan aspal sebagai bahan konstruksi pada proyek-proyek pembangunan jalan yang
dikerjakan.

2.4 Fungsi/Kegunaan Aspal

 Fungsi aspal antara lain adalah sebagai berikut:


 Untuk mengikat batuan agar tidak lepas dari permukaan jalan akibat lalu lintas (water
proofing, protect terhadap erosi)
 Sebagai bahan pelapis dan perekat agregat.
 Lapis resap pengikat (prime coat) adalah lapisan tipis aspal cair yang diletakan di atas
lapis pondasi sebelum lapis berikutnya.
 Lapis pengikat (tack coat) adalah lapis aspal cair yang diletakan di atas jalan yang telah
beraspal sebelum lapis berikutnya dihampar, berfungsi pengikat di antara keduanya.
 Sebagai pengisi ruang yang kosong antara agregat kasar, agregat halus, dan filler.

2.5 Keuntungan dan Kerugian menggunakan Aspal

Kelebihan jalan aspal

 Jalan lebih halus, mulus dan tidak bergelombang sehingga enak dalam berkendara.
 Warna hitam aspal memepengaruhi psikologi pengendara menjadi lebih teduh dan
nyaman.
 Untuk penggunaan pada jalan dengan lalu lintas kendaraan ringan, jalan aspal lebih
murah dibanding konstruksi jalan beton.
 Proses perawatan lebih mudah karena tinggal mengganti pada area jalan aspal yang rusak
saja, dengan cari menggali dan mengganti dengan yang baru pada area jalan yang rusak.

Kekurangan jalan aspal

 Tidak tahan terhadap genangan air, sehingga memerlukan saluran drainase yang baik
untuk proses pengeringan jalan aspal pasca hujan atau banjir.
 Pada struktur tanah yang buruk harus dilakukan perbaikan tanah terlebih dahulu sebelum
ditumpangi oleh konstruksi jalan aspal.

9
2.6 Bangunan apa saja yang menggukan Aspal

Jalan

Jembatan

Atap Bangunan

10
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Aspal ialah bahan hidro karbon yang bersifat melekat (adhesive), berwarna hitam kecoklatan,
tahan terhadap air, dan visoelastis. Aspal sering juga disebut bitumen merupakan bahan pengikat
pada campuran beraspal yang dimanfaatkan sebagai lapis permukaan lapis perkerasan lentur.

Aspal berasal dari aspal alam (aspal buton} atau aspal minyak (aspal yang berasal dari minyak
bumi). Berdasarkan konsistensinya, aspal dapat diklasifikasikan menjadi aspal padat, dan aspal
cair.

Aspal memiliki banyak jenis seperti aspal alam,aspal buatan yang diuraikan dan terbagi menjadi
aspal keras, aspal cairm dan emulsi

3.2 Saran

penulis menyadari dalam oembuatan makalah ini terdapat banyak sekali kesalahan baik dalam
segi penulisan maupun data yang disajikan. untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun
sanga penulis harapkan demi terwujudnya makalah yang lebih efektif dalam segi penyajian data
maupun sistematika penulisan. sekian dan terima kasih.

11
DAFTAR PUSTAKA
http://training.ce.washington.edu/wsdot/modules/03_materials/033_body.htm#ductility_test, 10
Januari 2009, pukul 15.30

Witeng. Kennedy, Neville, 1976, Basic Statistical Methods For Engineers and Scientists, 2nd
Edition, Harper & Row, Publishers, New York

Sukirman, Silvia, 1999, Perkerasan Lentur Jalan Raya, Nova, Bandung.

Supranto, M.A.J, 1987, Statistik, Teori dan Aplikasi Edisi Kelima, Jilid 1, Penerbit Erlangga.
Surabaya.

12