Anda di halaman 1dari 8

Ekawidiyaningsih

Rabu, 02 Maret 2016


PENERAPAN KESEBANGUNAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI - HARI

PENERAPAN KESEBANGUNAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI -


HARI
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas salah satu mata kualiah
“Matematika 3”

Dosen pengampu :
Kurnia Hidayati, M.Pd

Disusun oleh :
Ekawidiyaningsih (210614080)

PRODI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH


JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PONOROGO
2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “PENERAPAN
KESEBANGUNAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI”. Makalah ini ditulis untuk
memenuhi tugas mata kuliah MATEMATIKA 3.
Makalah ini kami susun secara sederhana dengan mengaacu dari berbagai referensi.
Kami menyadari bahwa apa yang disajikan dalam makalah ini terdapat banyak kekurangan,
baik menyangkut isi maupun penulisan. Kekurangan-kekurangan tersebut terutama disebabkan
karena kelemahan dan keterbatasan pengetahuan serta kemampuan kami.
Pola fikir yang kritis dan saran yang konstuktif sangat kami butuhkan untuk
meminimalisir kekurangan-kekurangan tresebut. Meskipun banyak kekurangan dalam makalah
ini, ada sepercik harapan semoga dapat bermanfaat bagi kita semua serta di ridhoi oleh Allah
SWT. Amiin

penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Membandingkan dua benda secara geometris dapat dilihat dari dua aspek, yaitu bentuk
dan ukurannya. Satu benda yang memiliki bentuk yang sama tapi dengan ukuran berbeda
banyak dijumpai atau digunakan dalam kehidupan sehari hari. Misalnya, miniatur bangunan
dan bangunan itu sendiri, peta suatu daerah dengan daerah sesungguhnya dll.
Dua benda yang memiliki bentuk yang sama tetapi ukurannya berbeda disebut sebangun.
Adanya kesebangunan antara dua benda akan bergunauntuk mengungkapkan informasi
berkaitan dengan benda kedua dengan memanfaatkan informasi padda benda pertama atau
sebaliknya.
Kesebangunanbangun dtar merupakan materi yang dinilai relatif sulit bagi siswa
khususnya pada sub pokok bahasan kesebangunan segitiga. Salah satu kompetensi dasar yang
harus dimiliki siswa adalah mengidentifikasi sifat- sifat dua segitiga sebangun.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian dari kesebangunan?
2. Bagaimana penerapan kesebangunan bangun datar dalam kehidupan sehari-hari?
3. Bagaimana penerapan kesebangunan segitiga dalam kehidupan sehari hari?

C. TUJUAN
1. Mengetahui maksud dari kesebaangunan
2. Mengetahui penerapan kesebanguna bangun datar dalam kehidupan sehari- hari.
3. Mengenai penerapan kesebangunan segitiga dalam kehidupan sehari- hari.

BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN KESEBANGUN
Kesebangunan adalah kesamaan perbandingan panjang sisi dan besar sudut antara dua
buah bangun datar atau lebih. Dua bangun datar dikatakan sebangun jika memenuhi dua syarat
: panjang sisi yang bersesuaian dari kedua bangun itu memiliki perbandingan yang senilai,
sudut- sudut yang bersesuaian dari kedua bangun itu sama besar.

B. PENERAPAN KESEBANGUNAN BANGUN DATAR


Penerapan kesebangunan dalam kehidupan sehari hari diantaranya adalah untuk
penentuan jarak atau tinggi secara tidak langsung.
Contoh soal:
1. Foto dibingkai dengan ukuran 60 cm x 45 cm. Jarak dari tepi kiri dan kanan bingkai 2 cm.
Tentukan :
a. Tentukan ukuran foto diatas!
b. Berapakah jarak tepi atas bingkai dengan tepi atas foto?

Penyelesaian :
Diketahui :
Ukuran bingkai = 60 cm x 45 cm
Panjang bingkai = 60 cm
Lebar bingkai = 45 cm
Jarak tepi kanan kiri = 2 cm
Ditanya :
a. Ukuran foto....?
b. Jarak tepi atas dan bawah foto....?
Jawab :
a. Panjang foto = panjang bingkai – (tepi kanan + kiri)
= 60 cm – (2 cm + 2 cm)
= 60 cm – 4 cm
= 56 cm
Panjang foto lebar foto
Panjang bingkai lebar bingkai
56 cm lebar foto
60 cm 45 cm
Lebar foto = 56 cm x 45 cm
60 cm
= 2520 cm
60 cm
= 42 cm
b. Jarak tepi atas bingkai = (lebar bingkai – lebar foto): 2
= (45 cm – 42 cm) : 2
= 3 cm : 2
= 1,5 cm
Jadi, ukuran foto ialah 56 cm x 42 cm dan jarak tepi atas bingkai dengan tepi atas foto adalah
1,5 cm.

2. Sebuah penampung air yang panjangnya 10 m sebangun dengan kotak korek api yang panjang,
lebar, dan tingginya berturut-turut 4 cm; 3,5 cm; dan 1,5 cm. Volume penampung air tersebut
adalah....
Penyelesaian :
Diketahui :
Pp.air : 10 m = 1000 m Tb.korek : 1,5 cm
Pb.korek : 4 cm
Lb.korek : 3,5 cm
Ditanya :
Volume penampungan air....?
Jawab :
 Pp.air / Pb.korek = Lp.air / Lb.korek
1000 cm /4 cm = Lp.air / 3,5 cm
1000 cm x 3,5 cm = 4 cm x Lp.air
3500 cm = 4 Lp.air cm
Lp.air = 875 cm
 Pp.air / Pb.korek = Tp.air / Tb.korek
1000 cm / 4 cm = Tp.air / 1,5 cm
1000 cm x 1,5 cm = 4cm x Tp.air
1500 cm = 4 Tp.air cm
Tp.air = 375 cm
 Jadi, lebar dan tinggi penampungan air berturut turut ialah 875 cm dan 375 cm
 Vp.air = P x L x T
= 1000 cm x 870 cm x 375 cm
= 328.125.000 cm
= 328.125 liter
 Jadi volume penampungan air ialah 328.125 cm.

C. PENERAPAN KESEBANGUNAN SEGITIGA


Penerapan kesebangunan segitiga diantaranya seperti untuk mengukur tinggi bayangan
yang membentuk sudut.
Contoh soal :
1. Seorang pemuda yang tingginya 160 cm berdiri disamping pohon yang mempunyai bayangan
3 m. Jika panjang bayangan pemuda itu 2 m, berapa tinggi pohon sebenarnya ?
Penyelasaian :
Diketahui :
Tinggi pemuda : 160 cm =1,6 m
Bayangan pohon :3m
Bayangan pemuda :2m
Ditanya :
Berapakah tinggi pohon....?
Jawab :
1,6 m / 2 m = T / 3 m
2T = 1,6 m x 3 m
T = 2,4 m
Jadi, tinggi pohon ialah 2,4 m.
2. Sebuah gedung mempunyai panjang bayangan 56 m di permukaan tanah mendatar. Pada saat
yang sama seorang siswa dengan tinggi 1,5 m mempunyai bayangan 3,5 m. Hitunglah tinggi
gedung sebenarnya!
Penyelesaian :
Diketahui :
Pb.gedung: 56 m
T siswa : 1,5 m
Pb.siswa : 3,5 m
Ditanya :
Tgedung ......?
Jawab :
Tgedung / T siswa = Pb.gedung / Pb.siswa
Tgedung / 1,5 m = 56 m / 3,5 m
3,5 m Tgedung = 56 m x 1,5 m
Tgedung = 24 m
Jadi, tinggi bangunan tersebut ialah 24 m.

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Kesebangunan adalah kesamaan perbandingan panjang sisi dan besar sudut antara dua
buah bangun datar atau lebih. Jenis kesebangunan diantaranya ialah kesebangunan bangun
datar dan kesebangunan segitiga Dalam penerapannya kesebangunan dapat dicontohkan pada
perbandingan antara pigura dengan foto, tinggi bayangan, tingi sebenarnya, dll.
B. SARAN
Karena keterbatasan ilmu hingga makalah ini tidaklah dapat dikatakan sempurna. Oleh
karena itu, kami berkenan menerima kritik dan saran dari semua pihak agar pada penulisan
makalah-makalah kami selanjutnya dapat lebih disempurnakan lagi.
DAFTAR PUSTAKA

Djumanta, wahyudin & dwi susanti, 2008, Belajar aktif dan mennyenanngkan untuk kelas IX SMP,

jakarta: pusat perbukuan departemen pendidikan nasional.

Guntoro, sigit tri & sapon suryopurnomo. 2011. aplikasi kesebangunan dalam pembelajaran
matematika SMP. Yogyakarta : PPPPTK matematika Yogyakarta
http://doctorpintar.blogspot.in/2012/11/kesebangunan.html, diakses 29 februari 2016

LAPIS PGMI

Diposting oleh ekawidianingsih.blogspot.com di 22.04


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke
Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lama Beranda


Langganan: Posting Komentar (Atom)

Mengenai Saya

ekawidianingsih.blogspot.com
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog
 ▼ 2016 (2)
o ▼ Maret (2)
 PENERAPAN KESEBANGUNAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI
- HA...
 <!--[if !mso]>v\:* {behavior:url(#default#VML);}o\...

Tema Sederhana. Diberdayakan oleh Blogger.