Anda di halaman 1dari 10

Tahap 2.

Tinggi dan Elevasi Mercu Bendung


Elevasi muka air pada bangunan bagi I = 397,5 m
Tinggi saluran = kemiringan dasar saluran * jarak bangunaan bagi
0,00021 x 500 = 0,105 m
Kehilangan energi pada alat ukur debit = 0,2 m
Kehilangan energi akibat bangunan bilas = 0,17 m
Kehilangan energi pada bangunan pengambil = 0,16 m
Safety factor = 0,1 m +
Elevasi Mercu = 398,235 m
P (tinggi pengempangan) = elevasi mercu – elevasi sungai udik
= 398,235 – 395 = 3.235 m

Tahap 3 dan 4. Lebar Bruto, Lebar efektif Bendung, dan Lengkung Debit Setelah Ada
Bendung
 Menghitung lebar netto
Saluran lebar : bn = b = 42 m

 Menghitung lebar bruto


Syarat Bb : Bn < Bb < 1,2Bn = 42 < Bb < 50.4
Direncanakan Bb = 45 m

 Lebar pintu pembilas dan lebar pilar


1 1
Syarat : antara 6Bb - 10Bb = 7,5 – 4,5 m

Direncanakan labar pintu pembilas = 5 m


Dipakai 2 pintu dengan jarak tiap pintu 1,5 m
Syarat lebar pilar : 0,8 – 1,2 m
Jumlah pilar 2
Diambil lebar pilar 1 m
pilar
Pintu pembilas

1,5 1m 1,5 1m 1m 1m
m m 5m

Gambar. Sketsa Lebar Pintu dan Pilar


 Lebar efektif mercu bendung
Beff = Bn – 2(n.Kp + Ka)H
Dimana : - Bn = lebar netto = Bb – (jumlah pilarx lebar pilar) = 45 – 2x1 = 43 m
- N = jumlah pilar = 2
- Kp =ujung pilar berbentuk bulat = 0,01
- Ka = tembok pangkal segiempat = 0,2
Beff = 43 – 2(2.0,01 + 0,2)H = 43 – 0,44H
Tabel . Harga-harga koefisien kontraksi (sumber : buku ajar bangunan air tabel 4.2)
1 Kondisi pilar Kp

Untuk pilar berujung segiempat dengan sudut-sudut yang dibulatkan pada


a 0,02
jari-jari yang hampir sama dengan 0,1 dari lebar pilar

b Untuk pilar berujung bulat 0,01

c Untuk pilar berujung runcing 0

2 Kondisi tembok pangkal bendung Ka

Untuk tembok pangkal segiempat dengan tembok udik pada 90o ke arah
a 0,20
aliran

Untuk tembok pangkal bulat dengan bagian udik pada 90o ke arah aliran
b 0,10
dengan 0,5H>r>0,15H

Untuk tembok pangkal bulat dimana r . 0,5H dan tembok udik tidak lebih
c 0
dari 45o ke arah aliran

Q100 = 390 m3/det


2 2
Q = Cd * 3 * √3 ∗ 𝑔 Beff * H1,5

Cd awal mercu dengan bentuk ogee, C = 1,9

2 2
Q = 1,2* 3 * √3 ∗ 9,81 * (43 – 0,44H)*H11,5
Dari persamaan diatas didapat H1 = 2,014 m

Bahan pasangan batu (0,3 < r < 0,7)H1

Diambil r = 0,8427 sampai 1,9663


= 1,5
𝐻1
Co = = 1,87→ 1,3 (grafik H/r)
𝑟1
𝑃
C1 = 𝐻 = 1,5297 → 0,99 (grafik P/H1)
1
C2 = 1(tegak)
Cd = 1,287→ tidak sama dengan asumsi awal, maka Cd di cari kembali sampai Cd awal dan
Cdakhir memiliki nilai yang sama. Seperti terlihat di dalam tabel 2.3

Tabel 2.3 Perhitungan Nilai Cd

Cd H R H/r P/H C0 C1 C2 Cdakhir


1,2 2,750 1,5 1,8333 1 1,3 0,98 1 1
1 3,11 1,5 2,0733 1 1,3 0,99 1 1

Grafik. Koefisien C0
Gambar. Grafik koefisien C1

H Cd G Beff Q
0 1 9,8 43,00 0
1 1 9,8 37,56 64
2 1 9,8 37,12 179
2,5 1 9,8 36,90 249
3 1 9,8 36,68 325
3,25 1 9,8 36,57 365
3,3 1 9,8 36,55 373
3,4 1 9,8 36,50 390
 Mencari Hd (tinggi air rencana diatas mercu)

𝑄2
Hi – Hd = [(𝐻𝑑+𝑃)𝑥𝐵𝑒𝑓𝑓]2 2𝑔

3902
3,4 – Hd =
[(𝐻𝑑 + 3,26)𝑥36,50]2 𝑥2𝑥9,8

Hd = 3,26m
 Elevasi muka air di udik bendung
Elevasi = elevasi mercu + Hd = 328,26 + 3,26 = +331,523m
 Elevasi garis energi
Elevasi garis energi = Elevasi muka air di udik bendung + 𝐻 = 331,523 + 3,4=+334,923m

 Pengaruh tinggi penampang di udik bendung


2.𝛥𝐻
L= 𝐼

Dimana :
L = panjang pengaruh pengempangan kearah udik dari suatu bendung
I = kemiringan dasar sungai
ΔH = tinggi kenaikan muka air akibat pengempangan
= P + H - Hb = 3,26 + 3,4 – 2,4194 = 4,2406 m
2𝑥4,2406
L= = 4240,6 m
0,002

 Elevasi muka air di hilir bendung


Degradasi = 1,5 m
H = Hdasar sungai + hb + degradasi = 322,5 + 2,4194 – 1,5 = +323,4194 m

Perencanaan Mercu Ogee

 Titik Upstream

R1 = 0,5.Hd = 0,5 x 3,26 = 1,63 m

R2 = 0,2.Hd = 0,2 x 3,6 = 0,652 m

D1 = 0,282.Hd = 0,282 x 3,6 = 0,919 m

D2 = 0,175.Hd = 0,175 x 3,6 = 0,571 m


 Titik Downstream
𝑌 1 𝑋 𝐻𝑑 𝑋𝑛
= 𝐾 x (𝐻𝑑)2  Y = x 𝐻𝑑𝑛
𝐻𝑑 𝐾

Berdasarkan tabel harga K dan n, untuk kemiringan permukaan hilir vertikal diperoleh nilai K=2
dan n=1,85.

𝐻𝑑 𝑋 1,85 𝑋 1,85
Maka : Y = x 𝐻𝑑1,85  Y =
2 2.𝐻𝑑0,85

X1,85 = 2.Hd0,85.Y

𝑋 1,85 𝑑𝑥 1,85.𝑋 0,85


Y = 2(𝐻𝑑)0,85 = 2(𝐻𝑑)0,85 = 1
𝑑𝑦

1,85.𝑋 0,85
= 1  Diperoleh nilai X=3,945 m
2(3,6)0,85

Nilai X dimasukkan ke persamaan Y diperoleh nilai Y=2,131 m

Tabel 5. Harga-harga K dan n (sumber : buku ajar bangunan air tabel 4.1)
Kemiringan permukaan
K N
hilir

Vertikal 2,000 1,850

3:1 1,936 1,836

3:2 1,939 1,810

3:1 1,873 1,776


Gambar 6. Bentuk bendung mercu ogee dengan kemiringan permukaan hilir vertikal (sumber :
buku ajar bangunan air gambar 4.4)

Elevasi Tembok Pangkal


Hulu
Elevasi muka air di udik bendung + tinggi jagaan
331,523 + 1 = +332,523
Hilir
Elevasi muka air di hilir bendung + tinggi jagaan
+323,4194 + 1`= +324,4194
Tahap 7. Kolam Olak Bendung Tipe Shocklitsch
Data-data :
Q100 = 390 m3/det
Elevasi Mercu = 328,26 m
Elevasi dasar sungai dihilir bendung = 322,5 m
Beff = 36,50 m

 Debit per satuan lebar


𝑄 390
q = 𝐵100 = 36,50 = 10,685 m3/det
𝑒𝑓𝑓

w = elevasi mercu – (elevasi dasar sungai dihilir bendung – degradasi)


= 328,26 – (322,5-2) = 7,76 m

 Panjang ruang kolam olak


L = 0,5 w – 1,0 w (m)
Dengan L = 0,7 w, maka L = 0,7 . 7,796 = 5,432 m
Є = 0,03 – 0,08
Dengan Є = 0,06, maka dari grafik schoklitsch diperoleh β = 0,28

 Tinggi ambang hilir


S = β x q1/2 x (w/g)1/4 = 0,28 x 10,6851/2 x (7,76/9,81)1/4 = 0,863 m

p = 0,15 nilai yang biasa digunakan


α = 0,5 – 1 diambil α = 0,7
𝒑 0,15
 xw= x7,76 = 0,582
𝟐 2

 p x w = 0,15 x 7,76 = 1,164


 Є x w = 0,06 x 7,76 = 0,466
 α x w = 0,7 x 7,76 = 5,432