Rekrutmen Tenaga Kerja
Rekrutmen Tenaga Kerja
09FEB
A. Pendahuluan
Fokus utama manajemen sumber daya manusia adalah memberikan kontribusi suksesnya
organisasi. Manajemen sumber daya manusia haruslah terdiri dari aktifitas-aktifitas yang
terkait dengan manajemen sumber daya manusia meliputi: perencanaan dan analisis sumber
daya manusia, kesetaraan kesempatan bekerja, perekrutan pengembangan sumbar
daya manusia, konpensasi dan keuntungan, kesehatan, keselamatan dan keamanan, hubungan
tenaga kerja dan buruh (Mathis,Jackson,2001:12)
Sebelum mengisi lowongan kerja, organisasi haruslah terlebih dahulu mencari orang-orang
yang tidak hanya memenuhi syarat untuk posisi tersebut, namun juga menginginkan
pekerjaan. Organisasi memerlukan sejumlah tenaga kerja dalam usaha mewujudkan
eksistensinya untuk pencapaian tujuan. Tenaga kerja tersebut berfungsi sebagai pelaksana
pekerjaan yang menjadi tugas pokok organisasi.
Setelah diadakan perencanaan SDM, dan analisis serta klasifikasi pekerjaan, maka langkah
berikutnya adalah melaksanakan rekrutman. Rekrutmen merupakan proses mencari,
menemukan, dan menarik pelamar untuk dipekerjakan dalam dan oleh suatu organisasi.
Maksud rekrutmen adalah untuk mendapat persediaan sebanyak mungkin calon-calon
pelamar sehingga organisasi atau perusahaan akan mempunyai kesempatan yang lebih besar
untuk melakukan pilihan terhadap calon pekerjaan yang dianggap memenuhi standar
kualifikasi. Proses rekrutmen berlangsung mulai dari saat mencari pelamar hingga pengajuan
lamaran oleh pelamar.
Oleh karena itulah rekrutmen sebagai salah satu kegiatan manajemen sumber daya manusia
tidak dapat dilepaskan kaitannya dengan deskripsi dan spesifikasi pekerjaan atau jabatan
sebagai hasil analisis pekerjaan atau jabatan yang memberikan gambaran tentang tugas-tugas
pokok yang harus dikerjakan. Sasaran dari perekrutan adalah untuk menyediakan pasokan
tenaga kerja yang cukup untuk memenuhi kebutuhan organisasi. Dengan mengerti apa yang
dilakukan oleh tenaga kerja, analisis pekerjaan (job analysis) adalah dasar dari perekrutan.
B. Pengertian Rekrutmen
Succesful human resource planning is designed to identify an organization’s human needs.
Once this needs are known, an organization will want to do something about meeting them.
The next step, them, in the staffing function-assuming, of course, that demand for certain
skills, knowledge, and abilities as greater than the currwnt supply- is recruitng (Decenzo &
Robbins, 1999:156)
Menurut Mathis and Jakson, perekrutan adalah proses mengumpulkan sejumlah pelamar yang
berkualifikasi bagus untuk pekerjaan didalam organisasi atau perusahaan. Dalam arti kata,
merupakan penarikan (recruitment) adalah sebagai proses pencarian dan pemikatan calon
karyawan (pelamar) yang mampu untuk melamar sebagai karyawan (Handoko,2001:69)
Dapat disimpulkan bahwa rekrutmen merupakan proses mendapatkan sejumlah calon tenaga
kerja yang kualifaid untuk jabatan/pekerjaan utama di lingkungan suatu organisasi atau
perusahaan. Berarti rekrutmen merupakan langkah pertama dalam rangka menerima
seseorang dalam suatu lembaga atau organisasi.
Melalui rekrutmen inilah kontak pertama kali diusahakan organisasi atau perusahan untuk
pegawai potensial, melalui rekrutmen inilah banyak individu datang untuk mengenal
organisasi dan yang ada pada akhirnya nanti memutuskan ingin bekerja denganya atau tidak.
Suatu usaha rekrutmen yang dirancang dan dimanage dengan baik akan menghasilkan
pelamar yang berkualitas baik dan sebaliknya yang terjadi apabila usaha ini dijalankan
setengah-setengah. Pegawai yang berkualitas tidak dapat dipilih apabila mereka tidak
mengetahui adanya lowongan pekerjaan sehingga tidak melamar. Dengan rekrut harus
diusahakan bahwa orang-orang dengan kualitas tinggi mengetahui kesempatan kerja ini,
perusahaan atau organisasi perlu menyediakan informasi yang cukup mengenai pekerjaan
sehingga pelamar dapat memprertimbangkan kesesuaiannya dengan minat dan kualifikasi
mereka.
Rekrutmen tidak hanya penting bagi organisasi, rekrutmen merupakan proses dua arah.
Pelamar menghendaki informasi yang akurat mengenai seperti apakah rasanya bekerja
didalam organisasi yang bersangkutan, organisasi juga sangat menginginkan informasi yang
akurat tentang seperti apakah pelamar jika diangkat jadi pegawai. Pelamar mununjukkan
bahwa mereka adalah calon-calon yang dan harus mendapat tawaran kerja, pelamar juga
mencoba untuk meminta organisasi agar memberikan informasi guna menentukan apakah
mereka akan bergabung dengannya. Organisasi ingin menunjukkan bahwa mereka
merupakan tempat yang nyaman untuk bekerja, mereka ingin mendapat sinyal dari para
pelamar yang memberikan gambaran yang sejujurnya tentang nilai potensial mereka kelak
sebagai karyawan.
D. Teknik-Teknik Rekrutmen
Teknik-teknik rekrutmen baik disektor publik maupun swasta, dapat dilakukan melalui cara
disentralisasikan atau didesentralisasikan, tergantung kepada keaadan (besarnya) organisasi,
kebutuhan dan jumlah calon pekerja yanh hendak direkrut (Gomes.2003:111)
1. Teknik rekrutmen yang disentralisasikan
Jika rekrutmen disentralisasikan, instansi yang mengelola sumber daya manusia itu
bertanggung jawab untuk meminta dari para manger akan perkiraan-perkiraan periodik
mengenai jumlah dan tipe pekerja-pekerja baru yang dibutuhkan diwaktu akan datang.
Instansi manajemen sumber daya manusia tingkat pusat akan mengeluarkan pengumuman
perihal lowongan kerja yang tersedia untuk memenuhi peraturan perundangan Affimartive
Action yang menghendaki perwakilan proporsional maka setiap pengumuman pekerjaan
harus memasukkan informasi seperti:
E. Proses Rekrutmen
Proses rekrutmen dapat dilakukan dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu:
Agar pencarian organisasi dan pelamar dapat bertemu, terdapat tiga kondisi yang harus
terpenuhi yaitu:
1. Adanya sebuah media komunikasi
2. Adanya kecocokan dari pelamar antara karakteristik pribadinya dengan persyaratan kerja
organisasi
3. Adanya motovasi untuk melamar.
Sebelum melakukan rekrutmen, perlu dilakukan sistem perencanaan sumber daya manusia
yang meilupti perkiraan, permintaan dan suplai karyawan atau tenaga di suatu organisasi.
Kegiatan perencanaan sumber daya manusia terdiri dari empat kegiatan, yaitu:
Yaitu menelaah dan menilai sumber daya manusia yang ada atau yang tersedia saat ini
(tentang jumlahnya, kemampuan, keterampilan dan potensi pengembangannya) serta
menganalisa penggunaan sumber daya manusia.
Melakukan prediksi atau taksiran kebutuhan (permintaan) dan tawaran (suplay) sumber daya
manusia di waktu yang akan datang, baik jumlah (kuantitas) maupun kualitasnya.
Untuk memberikan umpan balik terhadap pencapaian tujuan sasaran perencanaan sumber
daya manusia, perlu disusun rencana monitoring dan evaluasi serta indikator monitoring dan
evaluasi tersebut.
Hubungan antara penarikan dan perencanaan sumber daya mansuia, dapat dilihat dalam
berbagai bagan 1 berikut:
F. Sumber Rekrutmen
1. Rekrutmen Internal
Mengisi posisi yang lowong dengan calon dari dalam memiliki banyak keuntungan. Pertama,
sebenarnya tidak ada penggantian untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan seorang calon.
Karenanya seringkali lebih aman untuk mempromosikan karyawan dari dalam. Calon dari
dalam lebih berkomitmen kepada perusahaan kandidat dan lebih sedikit pelatihan dari pada
kandidat dari luar.
Sumber-sumber internal meliputi karyawan yang ada sekarang yang dapat dicalonkan untuk
dipromosikan, dipindahtugaskan atau diretasi tugasnya, serta mantan karyawan yang bisa
dikaryakan dipanggil kembali. Dan untuk melakukan rekrutmen internal kegiatan yang
populer dan banyak digunakan diantaranya adalah (Nawawi,2000:175) :
a) Rencana suksesi
Merupakan kegiatan yang difokuskan pada usaha mempersiapkan pekerja untuk mengisi
posisi-posisi eksekutif. Program yang sangat strategis bagi sebuah organisasi/perusahaan, ini
pada umumnya diselemggarakan secara informal. Untuk itu perlu dilakukan identifikasi para
pekerja untuk mendapatkan yang memiliki potensi tinggi. Pekerja itu diberi kesempatan
memperoleh kesempatan setingkat eksekutif, baik sebagai pelatihan atau melalui pengalaman
langsung yang berdampak untuk pengembangan karier, maupun untuk menguji
kemampuannya sebelum menempati posisi penting dilingkungan organisasi/perusahaan.
c) Perbantuan pekerja
Rekrutmen internal dapat dilakukan melalui perbantuan pekerja untuk suatu jabatan dari unit
kerja lain (pekerja yang ada). Kemudian setelah selang beberapa waktu lamanya apabila
pekerja yang diperbantukan merupakan calon yang cocok/tepat dan sukses, maka dapat
diangkat untuk mengisi jabatan yang kosong tersebut. Perbantuan pekerja ini merupakan
sumber tenaga kerja intern yang penting untuk semua tingkatan jabatan, karena merupakan
pekerja yang sudah mengenal secara baik organisasi/perusahaan tempatnya bekerja. Untuk itu
pembayaran upah harus sesuai dengan jabatan baru serta insentif-insentif lainnya, agar
motivasi untuk bekerja secara efektif dan efisien cukup tinggi.
Kelompok pekerja sementara (temporer) adalah sejumlah tenaga kerja yang diperkerjakan
dan diupah menurut keperluan, dengan memperhitungkan jumlah jam atau hari kerja. Salah
satu diantaranya adalah dengan sistem kontrak, yang akan diakhiri jika masa kontrak selesai.
e) Promosi dan pemindahan
Rekrutmen yang paling banyak dilakukan adalah promosi untuk mengisi bersifat horizontal.
Kekosongan pada jabatan yang lebih tinggi yang diambil dari pekerja yang jabatanya lebih
rendah. Disamping itu terdapat pula kegiatannya dalam bentuk memindahkan pekerja dari
satu jabatan ke jabatan yang lain yang sama jenjangnya. Dengan kata lain promosi bersifat
vertikal, sedang pemindahan.
2. Rekrutmen Eksternal
Rekrutmen ekstenal adalah proses mendapatkan tenaga kerja dari pasar tenaga kerja di luar
organisasi atau perusahaan. Perusahaan tidak selalu bisa mendapatkan semua karyawan yang
mereka butuhkan dari staf yang ada sekarang, dan terkadang mereka juga tidak ingin.
Sumber rekrutmen eksternal meliputi individu-individu yang saat ini bukan merupakan
anggota organisasi. Manfaat terbesar rekrutmen eksternal adalah bahwa jumlah pelamar yang
lebih banyak dapat direkrut. Hal ini tentunya mengarah kepada kelompok pelamar yang lebih
besar dan kompeten daripada yang normalnya dapat direkrut secara internal. Pelamar dari
luar tentu membawa ide, teknik kerja, metode produksi, atau pelatihan yang baru ke dalam
organisasi yang nantinya akan menghasilkan wawasan baru kedalam profitabilitas. Setiap
organisasi atau perusahaan secara periodik memerlukan tenaga kerja dari pasar tenaga kerja
diluar organisasi atau perusahaan. Pasar tenaga kerja merupakan sumber tenaga kerja yang
sangat bervariasi. Beberapa bentuknya adalah (Nawawi,2000:178)
Sering terjadi perusahaan memerlukan eksekutif senior untuk mengisi jabatan penting,
dengan menawarkan upah/gaji yang kompetetif dibandingkan dengan perusahaan sejenis
sebagai pesaingnya. Rekrutmen tersebut jika sulit dipenuhi, sekurang-kurangnya
lembaga/organisasi dapat mengangkat konsultan ahli, yang dapat diperoleh diberbagai
lembaga, khususnya perguruan tinggi. Rekrutmen ini jika dibandingkan dengan cara lain,
ternyata relatif mahal.dengan pengangkatan konsultan, pembiayaan dapat lebih ditekan
karena dapat dibatasi waktunya dalam penetapan perjanjian.
Rekrutmen eksternal lainnya dapat dilakukan melalui agen tenaga kerja, yang memiliki calon
dengan berbagai kualifikasi dan kualitasnya. Untuk itu organisasi/perusahaan hanya
menyampaikan karekteristik calon yang diinginkan. Organisasi/perusahaan membayar agen
apabila ternyata calon yang diajukan disetujui dan diangkat sebagai eksekutif.
Rekrutmen eksternal dapat dilakukan dengan cara mengadventasikan tenaga kerja yang
diperlukan. Untuk keperluan itu dapat dipergunakan surat kabar lokal, termasuk majalah,
radio dan televisi, bahkan melalui surat yang disampaikan secara langsung pada calon.
Cara ini adalah memberikan kesempatan kepada pekerja untuk mencalonkan seseorang yang
dikenalnya, dengan ketentuan harus melalui seleksi agar memperoleh tenaga kerja yang
kualifaid, cara ini disebut juga “rekrutmen dari mulut ke mulut” yang mungkin merupakan
rekrutmen internal dan mungkin pula bersifat eksternal.
Di Indonesia dalam rangka menyalurkan tenaga kerja yang sangat besar jumlahnya, ternyata
pemerintah ikut berperan aktif dalam membantu pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan.
Untuk itu organisasi/perusahaan dapat meminta bantuan atau bekerja sama dalam merekrut
tenaga kerja baru melalui daftar tunggu pencari kerja. Setiap calon dipanggil untuk mengikuti
seleksi, agar diperoleh tenaga kerja yang kompetetif.
d) Organisasi profesional
Berdasarkan uraian diatas, masing-masing sumber rekrutmen baik sumber intenal maupun
sumber eksternal mempunyai keuntungan dan kelemahan, seperti yang dikemukakan oleh
Schuler dan Jackson (2006:239) sebagai berikut:
1. Sumber internal
Keuntungan meliputi:
1. Semangat kerja yang lebih baik
2. Penilaian kemampuan yang lebih baik
3. Biaya lebih rendah untuk lowongan tertentu
4. Motivasi yang lebih tinggi untuk berkinerja lebih baik
5. Pengisian lowongan lebih cepat
Kerugianya, meliputi:
1. Rasa lekat pada lingkungan lama yang sudah diakrabi
2. Menimbulkan masalah semangat kerja bagi yang tidak dipromosikan
3. Menimbulkan pertikaian politik promosi
4. kebutuhan akan program pengembangan managemen dan pelatihan yang mendesak
5. Menghambat ide-ide baru
2. Sumber eksternal
Keuntungannya meliputi :
1. “darah baru” perspektif baru
2. Biaya yang lebih rendah daripada melatih seorang professional
3. Tidak ada kelompok politik yang beraliansi dalam organisasi
4. Kemungkinan membawa rahasia pesaing wawasan baru
5. Membantu memenuhi kebutuhan kesempatan kerja sama
Kerugian, meliputi:
1. Kemungkinan memilih orang yang tidak cocok, akan menimbulkan masalah semangat
kerja bagi calon karyawan internal yang tidak terpillih
2. Penyesuaian atau orientasi memerlukan waktu yang sama
3. Kemungkinan membawa perilaku lama yang kurang baik
Formulir lamaran
Formulir lamaran dirancang sendiri oleh organisasi/lemabga dalam rangka menggali berbagai
macam informasi dari para pelamar sesuai dengan kebutuhan organisasi/perusahaan tersebut.
Menurut Siagan (2006:126) secara umum formulir lamaran dapat menggali informasi tentang
delapan hal, yaitu:
1. Data pribadi,
2. Status pelamar,
4. Riwayat pengalaman,
6. Piagam penghargaan,
8. Referensi
a. Iklan
Menarik calon karyawan melalui iklan di media massa, baik elektronik maupun media cetak
mempunyai efektifitas yang tinggi, karena dapat menjaring seluruh lapisan masyarakat
pelamar, dan pelamar dapat lebih banyak. Hal ini mempunyai beberapa keuntungan antara
lain organisasi mempunyai kesempatan yang lebih luas untuk memilih calon karyawan yang
lebih baik.
Cara pengiklanan melalui media cetak pada umumnya ada dua jenis yaitu: want ad dan blind
ad. Want ad dimana organisasi dan cara melamar disebutkan dalam iklan tersebut. Blind ad
tidak menyebutkan nama dan alamat organisasi yang memerlukan karyawan. Lamaran para
pelamar biasanya dialamtkan ke PO BOX. Cara ini digunakan untuk menghindari
membanjirnya calon karyawan atau pelamar ke kantor organisasi yang bersangkutan.
Penarikan sumber daya manusia juga dapat dilakukan melalui badan-badan [enyalur atau
penempatan tenaga kerja baik pemerintah maupun swasta. Di Indonesia pada tiap-tiap
provinsi mempunyai kantor penempatan tenaga kerja (pemerintah) yang fungsinya adalah
menyalurkan tenaga-tenaga kerja yang telah mendaftarkan ke kantor penempatan tersebut ke
organisasi-organisasi, baik pemerinta maupun swasta yang memerlukan calon karyawan.
Bahkan beberapa organisasi mewajibkan setiap pelamarnya untuk mencari kartu kuning,
yaitu suatu bukti bahwa ia telah terdaftar di kantor tenaga kerja.
Badan-badan penempatan atau penyalur tenaga kerja yang profesional swasta dewasa ini
belum begitu berperan di Indonesia, kecuali untuk tenaga kerja yang akan dikirm ke luar
negeri.
c) Lembaga-lembaga pendidikan
Beberapa lembaga pendidikan terutama perguruan tinggi yang kualitasnya baik saat ini juga
sudah mulai menjadi media untuk menyalurkan tenaga kerja. Bahkan beberapa perusahaan
atau organisasi telah terlebih dahulu memesan dan memberikan beasiswa kepada para
mahasiswa yang berprestasi untuk selanjutnya akan diangkat menjadi karyawan.
d) Organisasi-organisasi karyawan
Di negara-negara maju, dimana organisasi atau serikat buruhnya sudah baik, organisasi-
organisasi baik swasta maupun pemerintah mencari calon karyawannya melalui organisasi-
organisasi karyawan tersebut.
e) Organisasi-organisasi profesi
f) Leasing (penyewaan)
Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dalam jangka waktu pendek, suatu organisasi dapat
menyewa tenaga kerja yang profesional yang terampil kepada perusahaan penyewaan tenaga
kerja (leasing)
h) Nepotisme
i) Open house
Cara ini masih baru, dima orang-orang di sekitar organisasi atau perusahaan tersebut
diundang. Kemudian organisasi tersebut menyajikan hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan
organisasi termasuk kebutuhan tenaga kerja yang akan menangani beberapa kegiatan. Dengan
cara ini bila ada orang yang tertarik terhadap lowongan tadi, diberi kesempatan untuk
melamar sebagai calon karywan.
Penarikan sumber daya manusia sebagai calon karyawan yang telah dilakukan oleh organiasi
pencari tenaga kerja melalu berbagai media ini perlu dievaluasi. Untuk mengetahui sukses
atau tidaknya penarikan sumber daya manusia dapat dinilai dengan menggunakan beberapa
kriteria, yaitu:
1. Jumlah pelamar
2. Jumlah usulan tentang pelamar yang diajukan untuk diterima
3. Jumlah penerimaan (pelamar yang diterima)
H. Kendala-kendala rekrutmen
1. faktor-faktor organisasional
Beberapa kebijaksanaan yang mungkin menjadi kendala dalam proses rekrutmen antara lain:
Sumber:
Soekodjo, Notoatmojo, Prof. DR. 2009. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT.
Rineka Cipta
Decenzo, D.A & Robbins, SR. (1999). Humon resources management. Sixth edition. New
York : John Wiley & Sons. Inc
Handoko, T. Hani (2001). Manajemen personalia dan sumber daya manusia.Yogyakarta :
BPFE
Mathis. Robert L. & Jackson, John H. (2001). Manajemen sumber daya manusia.
Penerjemah JimmY Sadeli & Bayu Prawira Hie,Jakarta:Salemba.empat.judul asli Human
resource management. (2000), South – Western College Publishing
Nawawi, H. Hadari (2000). Manajemen sumber daya manusia . Yogyakarta: Gadjah Mada
University Press
Siagian, Sondang P. (2006). Manajemen sumber daya manusia. Jakarta : PT Bumi Aksara
Simmamora, Henry (2006). Manajemen sumber daya manusia . Yogyakarta : STIE YKPN
Report this ad
Sumber Daya ManusiaSumber daya manusia memiliki peranan yang sangat penting dan dominan
dalam sebuah manajemen. Manajemen sumber daya manusia yang terdapat di
perusahaanmerupakan kegiatan mengatur dan menetapkan program kepegawaian yang mencakup
pada perencanaan sumber daya manusia, rekruitmen dan seleksi, pelatihan dan pengembangan,
penilaian kinerja, manajemen karir, kompensasi, serta hubungan tenaga kerja dan hubungan antar
karyawan.
1. Perencanaan
Memperkirakan keadaan tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan karyawan. Perencanaan
yangdilakukan oleh perusahaan adalah menetapkan program kepegawaian yang mencakup pada
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan, pengadaan,pengembangan,
kopensasi, kepemeliharaan, kedisiplinan dan pemutusan hubungan kerja untuk mencapai tujuan
bersama.
2. Pengorganisasian
3. Pengarahan
Memberikan beberapa petunjuk agar karyawan bisa bekerjasama dengan baik dengan pimpinan
sehingga karyawan bisa bekerja secara efektif dan efisien. Pengarahan juga di berikan kepada
karyawan agar dapat mengerjakan tugas yang sudah di delegasikan kepada masing – masing dengan
baik dan bertanggung jawab.
4. Pengawasan
Mengawasi dan mengevalasi karyawan, apakah sudah bekerja dengan baik dan sesuai dengan
rencana yang di
tetapkan sehingga perusahaan bisa mengantisipasi terjadinya penyimpangan seperti: kehadiran,
kedisiplinan, perilaku kerja sama dengan rekan kerja dan pimpinan serta mampu untuk menjaga
situasi lingkungan pekerajan dengan baik Strategi Pengembangan Bisnis Berdasarkan matriks SWOT,
maka perusahaan PT. Angkasa Indah Abadi dapat menggunakan strategi pengembangan bisnis
melalui fungsi sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan. Strategi pengembangan bisnis
yang dapat dilakukan perusahaan dengan melalui fungsi sumber daya manusia yang dimiliki oleh
perusahaan adalah dengan meningkatkan hubungan kerja dengan karyawan kontrak di perusahaan
sehingga dengan adanya hubungan yang baik dengan karyawan kontrak di perusahaan maka
akan meningkatkan hubungan kerjasama antara perusahaan dengan pekerja sehingga perusahaan
bisa mengantisipasi adanya indikasi kecacatan produk dan proses operasional perusahaan bisa
berjalan dengan lancar. Selain itu perusahaan juga melakukan peningkatan kreativitas dalam
berinovasi terhadap produk yang dimiliki sehingga kualitas merek perusahaan tetap unggul di
pasaran, selain itu perusahaan juga membuat mode atau style yang dapat
menjadi trend mode konsumen sehingga produk perusahaan akan selalu mendapat tempat di hati
konsumen.Pengembangan Sumber Daya Manusia
Perencanaan sumber daya manusia pada perusahaan PT. Angkasa Indah Abadi memiliki
perencanaan jangka pendek dan jangka panjang dengan melaksanakan misi perusahaan untuk
mencapai visi perusahaan. Perencanaan sumber daya manusia sendiri di lakukan oleh perusahaan
untuk memperkirakan jumlah dan kriteria akan kebutuhan karyawan, dengan demikian perusahaan
bisa mengantisipasi terjadinya over load jumlah dan keberadaan sumber daya manusia yang di
pekerjakan di perusahaan, baik untuk masa yang akan datang maupun masa saat ini. Perencanaa
sumber daya manusia di perusahaan ini sudah di laksanakan dengan baik. Terbukti dengan adanya
perusahaan ini masih tetap eksis dalam aktivitasnya di bidang garmen.
Proses rekruitmen dan seleksi terhadap karyawan di PT. Angkasa Indah Abadi adalah untuk
mendapatkan karyawan yang benar – benar memiliki keahlian atau keterampilan di bidang yang
sedang dibutuhkan perusahaan. Proses rekruitmen yang selama ini dilakukan oleh perusahaan
terutama terhadap proses seleksi untuk kebutuhan karyawan bagian produksi dengan menentukan
kualifikasi yang sedang di butuhkan. Setelah data permohonan kerja pekerjaan di terima oleh
perusahaan maka pihak perusahaan melakukan penyeleksian terhadap data tersebut. Data yang
masuk kriteria oleh perusahaan di lanjutkan pada tahap tes dan interview. Tes keahlian