Anda di halaman 1dari 64

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

(PTK)

“Implementasi Pemodelan (Modeling) Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani


Olahraga Dan Kesehatan Materi Senam Lantai Dalam Meningkatkan Motivasi
Belajar Siswa Kelas VI SDN Margasana Kecamatan Kramatwatu Kabupaten
Serang Tahun ajaran 2016 – 2017”

“PTK ini di tujukkan untuk memenuhi persaratan kenaikan pangkat dari


golongan III/b Ke III/c ”

Oleh
DIAN HENDRIANA, M.Pd
NIP 197310232009021002

PEMERINTAH KABUPATEN SERANG


UPT DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
KECAMATAN KRAMATWATU
SDN MARGASANA
2017
HALAMAN PENGESAHAN
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
(CLASSROOM ACTION RESEARCH)

Bidang Kajian : Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan


Judul Penelitian : Implementasi Pemodelan (Modeling) Dalam Pembelajaran Pendidikan
Jasmani Olahraga dan Kesehatan Materi Senam Lantai Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas VI
SDN MARGASANA Kecamatan Kramatwatu Kabupaten Serang

1. Peneliti
a.Nama Lengkap : DIAN HENDRIANA, M.Pd
b. NIP : 197310232009021002
c. Jenis Kelamin : Perempuan
d. Pangkat/Gol. : Penata Muda Tk.I, III/b,
e. Mata Pelajaran (Kelas) : Penjasorkes (VI)
f. Instansi : SDN MARGASANA KRAMATWATU
2. Lama Penelitian : 3 (tiga) Bulan
Dari : Bulan Januari 2017 sampai
Bulan Maret 2017

Mengetahui Peneliti,
Kepala Sekolah,

HJ. SARJAINAH, S.Pd DIAN HENDRIANA, M.Pd,


NIP.196107141982012010 NIP 197310232009021002

2
KATA PENGANTAR

Puji Syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan berkat karuniaNya,
sehingga penulisan penelitian tindakan kelas dengan bidang kajian “Implementasi
Pemodelan (Modeling) Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan Materi
Senam Lantai Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas VI SDN MARGASANA

Kecamatan Kramatwatu Kabupaten Serang” ini dapat diselesaikan dengan baik tepat pada
waktunya. Penelitian tindakan kelas ini lakukan untuk mengetahui bagaimana
implementasi pemodelan dalam kegiatan pembelajaran penjasorkes, dan
khususnya pada cabang senam lantai.
Terimakasih kepada semua pihak atas bimbingan dan bantuan yang

telah diberikan kepada penulis sehingga penelitian tindakan kelas ini dapat

terselesaikan, terutama kepada :

1. Bapak Pengawas Pembina yang telah banyak memberikan bantuan serta

bimbingan, sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian tindakan kelas

ini tepat pada waktunya.

2. Kepala Sekolah dan rekan rekan guru SD Negeri Margasana Kecamatan

Kramatwatu yang telah memberi bantuan sehingga penelitian tindakan kelas

ini dapat terselesaikan dengan baik

Penulis menyadari bahwa dalam penelitian tindakan kelas ini masih

banyak terdapat kekurangan dan kelemahan, oleh karena itu saran dan kritik demi

perbaikan sangat diharapkan. Semoga penelitian tindakan kelas ini dapat

bermanfaat.

Serang, 17 Maret 2017

Penulis

3
DAFTAR ISI
Halaman
JUDUL …………….................................................................................... i.
HALAMAN PENGESAHAN...……………….……………………..…… ii.
KATA PENGANTAR ………………………………………….………… iii.
DAFTAR ISI ……………………………………………………..……...... v.
DAFTAR TABEL …………………………………………......…………. vii.
DAFTAR GRAFIK ……………………………………………….……. viii.
ABSTRAKSI ……………………………………………...……………… ix.

BAB I PENDAHULUAN ………………………………………….... 1.


1.1 Latar Belakang Masalah …………………………………. 1.
1.2 Rumusan Masalah ……………………………………….. 5.
1.3 Tujuan Penelitian Tindakan ................................................ 7.
1.4 Manfaat Penelitian Tindakan kelas ..................................... 8.
BAB II LANDASAN TEORI ...........………………………………… 10.
2.1 Model Pembelajaran pemodelan (Modeling) ...................... 10.
2.2 Kerangka Berpikir ……………………………………….. 15.
2.3 Hipotesis Tindakan ............................................................ 16.
BAB III METODE PENELITIAN ………...…………………………. 17.
3.1 Desain Penelitian ….........………………………………… 17.
3.2 Subyek dan Obyek Penelitian …....……………………….. 18.
3.3 Prosedur Penelitian ............................................................. 18.
3.4 Instrumen Penelitian .......................................................... 21.
3.5 Tehnik Analisis Data dan Kriteria Keberhasilan ................ 22.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANAN ................ 26.
Hasil penelitian ........................................................................ 26.
1. Deskripsi Analisis Hasil ..................................................... 26.
2. Refleksi Siklus I ................................................................. 31.
3. Deskripsi Analisis Hasil ..................................................... 32.
4. Refleksi Siklus I ................................................................. 37.

4
Pembahasan ............................................................................. 38.
1. Motivasi Belajar Siswa .......................................................... 38.
2. Keterampilan Belajar Siswa ................................................. 39.
3. Deskripsi Hasil Belajar Siklus I dan Siklus II ....................... 41.
BAB V PENUTUP ………………………..................………………. 44.
5.1 Kesimpulan ......................................................................... 44.
5.2 Saran ................................................................................... 45.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
GAMBAR-GAMBAR

5
DAFTAR TABEL

TABEL Halaman
1. Instrumen pengumpulan data ……….............................................. 21.
2. Kriteria kualifikasi hasil belajar siswa ........................................... 23.
3. Lembar observasi Motivasi Pembelajaran ..................................... 23.
4. Lembar observasi Keterampilan Senam Lantai................................ 24.
5. Lembar rekapitulasi observasi kegiatan ......................................... 24.
6. Hasil analisis Motivasi Pembelajaran senam Siklus I ..................... 27.
7. Hasil analisis Keterampilan Pembelajaran senam Siklus I .............. 28.
8. Rekap Hasil Analisis data Motivasi dan keterampilan Siklus I ....... 30.
9. Peningkatan hasil Belajar Siklus I ................................................... 31.
10. Hasil analisis data Motivasi Pembelajaran Senam Siklus II ........... 33.
11. Hasil analisis Keterampilan Pembelajaran senam Siklus II ............ 34.
12. Rekap Hasil Analisis data Motivasi dan keterampilan Siklus II ..... 36.
13. Peningkatan hasil Belajar Siklus II ................................................. 37.
14. Peningkatan Motivasi ....................................................................
39.
15. Peningkatan Keterampilan .............................................................. 40.
16. Rekap Hasil Belajar Siklus I dan Siklus II ...................................... 43.

6
DAFTAR GRAFIK

GRAFIK Halaman
1. Hasil belajar siklus I ….................................……………... 31.
2. Hasil belajar siklus II ..................................................................... 37.
3. Peningkatan motivasi ..................................................................... 39.
4. Peningkatan keterampilan .............................................................. 41.
5. Rata-rata, daya seraf, ketuntasan dan peningkatan pembelajaran
siklus I dan siklus II ......................................................................... 43.

7
ABSTRAK

DIAN HENDRIANA, M.Pd, PTK 2017,Implementasi Pemodelan


( Modelling ) dalam pembelajafran Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan
materi senam lantai untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VI SDN
MARGASANA Kecamatan Kramatwatu.
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatan prestasi siswa
dengan implementasi pemodelan (modeling) dalam pembelajaran senam lantai.
Dilakukannya penelitian tindakan kelas dengan obyek senam lantai
karena dalam pembelajaran cabang senam masih menekukan masalah atau
hambatan yaitu kurang beraninya siswa melakukan kegiatan pembelajaran senam
dengan alasan takut mengalami cedera.
Untuk mengatasi hal tersebut penulis mencoba mengimplementasikan
pemodelan (modeling) dalam pembelajaran senam lantai pada semester ganjil
tahun pelajaran 2016/2017.
Dengan implementasi pemodelan (modeling) ternyata menghasilkan
hasil yang positif terjadinya peningkatan prestasi belajar yang baik yaitu dari hasil
analisis data motivasi belajar siswa dalam penelitian tindakan kelas ini mencapai
rata-rata kelas siklus I sebesar 78,89 dan pada siklus II sebesar 82,00 mengalami
peningkatan sebesar 3,11, dengan taraf ketuntasan pada siklus I sebesar 73,33%
dan pada siklus II sebesar 90,00% mengalami peningkatan sebesar 16,67%.
Pencapaian daya seraf pada siklus I 78,89%, siklus II sebesar 82,00% mengalami
peningkatan sebesar 3,11%. Hasil analisis data keterampilan belajar siswa dalam
penelitian tindakan kelas dengan pemodelan mencapai rata-rata kelas siklus I
sebesar 70,14 dan pada siklus II sebesar 76,39 mengalami peningkatan sebesar
6,25, dengan taraf ketuntasan pada siklus I sebesar 63,33% dan pada siklus II
sebesar 86,67% mengalami peningkatan sebesar 23,33%. Dengan pencapaian
daya seraf pada siklus I 70,14%, siklus II sebesar 76,39% mengalami peningkatan
sebesar 6,25%,

8
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan bagian penting dari proses pembangunan

nasional yang ikut menentukan pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Pendidikan juga merupakan investasi dalam pengembangan sumber daya

manusia, dimana peningkatan kecakapan dan kemampuan diyakini sebagai

faktor pendukung upaya manusia dalam mengarungi kehidupan yang penuh

dengan ketidak pastisan. Dalam rangka inilah pendidikan diperlukan dan

dipandang sebagai kebutuhan dasar bagi masyarakat yang ingin maju,

demikian halnya bagi masyarakat Indonesia yang memiliki wilayah yang

sangat luas.

Inti dari pada proses pendidikan secara formal adalah mengajar.

Sedangkan inti proses pengajaran adalah siswa belajar. Oleh karena itu,

mengajar tidak dapat terpisahkan dari belajar. Sehingga dalam peristilahan

kependidikan kita mengenal ungkapan Proses Belajar Mengajar. Menganalisis

proses belajar mengajar pada intinya tertumpu pada suatu persoalan yaitu

bagaimana guru memberi kemungkinan bagi siswa agar terjadi proses belajar

yang efektif atau dapat mencapai hasil sesuai dengan tujuan. Disamping

sumber daya manusia yang dimiliki oleh setiap guru dalam proses belajar

mengajar, lingkungan sekolah yang tertib aman dan teratur merupakan

persyaratan agar siswa dapat belajar secara optimal, kondisi semacam ini

dapat terjadi jika disiplin baik para guru maupun siswa berjalan dengan baik,

9
kedisiplinan guru dan siswa dapat ditumbuhkan jika iklim sekolah

menunjukkan kedisiplinan, para guru dan siswa baru akan segera

menyesuaikan diri dengan situasi sekolah, jika situasi sekolah disiplin, guru

dan siswa baru akan ikut disiplin. Kepala sekolah memegang peran penting

dalam membentuk disiplin sekolah, mulai dari merancang, melaksanakan dan

menjaganya. Dengan adanya sumber daya manusia yang baik para guru

ditunjang dengan disiplin kerja yang tinggi akan menciptakan para guru yang

berkompetensi yang baik pula.

Berdasarkan uraian diatas, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan

Menengah, Departemen Pendidikan Nasional akan menyelenggarakan

Standarisasi Kompetensi Tenaga Kependidikan dengan menerapkan Standar

Kompetensi bagi Tenaga Kependidikan, baik pendidik maupun tenaga

kependidikan lainya, yang berhubungan dengan : (1) Kompetensi Profesional

sesuai bidangnya; (2) Kompetensi akademik sesuai materi/bidang

keahliannya; (3) Kompetensi Sosial dan (4) Kompetensi Personal.

Peningkatan sumber daya manusia telah dilakukan dengan berbagai

cara dan salah satunya adalah kegiatan pelatihan berupa "Pendidikan dan

latihan semasa kerja". Kegiatan pelatihan dilakukan dengan tujuan pembinaan

sumber daya manusia pada aspek perilaku melalui peningkatan keterampilan,

kemampuan manajerial serta kompetensi dan merubah sikap guru agar dapat

melaksanakan kewajibannya dan sesuai dengan harapan pada tujuan

Pendidikan Nasional sebagai mana tercantum dalam Undang-Undang nomor :

20 Tahun 2003 pasal 3, Pendidikan Nasional bertujuan untuk berkembangnya

potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa

10
kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,

mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab.

Peningkatan kualitas sumber daya pendidikan perlu diprioritaskan

seiring dengan cepatnya perubahan yang terjadi di Indonesia dewasa ini.

Untuk itu tenaga pendidik dituntut mampu menghadapi perkembangan

tersebut dengan peningkatan kualitas dengan terus menerus belajar karena

masih merasa kemampuan intelektual harus terus diasah agar dapat mengikuti

perkembangan lingkungan (Intelektual capital).

Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia guru dan mutu

pendidikan di sekolah, Guru selaku pendidik dan guru selaku pelaksana

pengajaran di kelas merupakan faktor yang sangat penting. Keduanya

senantiasa bekerja sama dalam upaya pelaksanaan pendidikan yang bermutu di

sekolah. Zahera (1994; 60)

Pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dan

strategis bagi kehidupan manusia karena hampir semua orang dikenai

pendidikan dan melaksanakan pendidikan (Pidarta 1997;1). Disamping itu

pendidikan mempunyai peran yang sangat signifikan dalam membekali

manusia untuk menyongsong masa depan yang sarat dengan persaingan,

tantangan dan perubahan jaman.

Tidak dipungkiri pada dasarnya dalam banyak hal manusia selalu

berusaha untuk mendapatkan hasil yang diharapkan sebesar-besarnya dengan

mudah dan cepat dengan mengeluarkan sedikit mungkin tenaga, pikiran,

waktu dan biaya.

11
Mencapai hasil yang diharapkan diatas tidak mudah, mesti harus

memiliki dasar pengetahuan, keterampilan dan perhatian serta keuletan yang

cukup besar.

Faktor cinta kasih mesti harus dimiliki oleh seorang guru yang

merupakan salah satu hal yang tak dapat dihindari yang sangat dibutuhkan

oleh anak didik dalam kesehariannya. Dimana kejemuan, kebosanan tidak pula

dapat dihindarkan yang sering muncul pula dalam menghapi pekerjaan yang

berjalan hampir seirama. Ini merupakan tantangan bagi setiap guru yang harus

diatasi olehnya, sehingga tujuan, hasil yang diharapkan masih dapat dicapai

dalam batas yang cukup memuaskan.

Mata pelajaran Penjasorkes pada umumnya cukup disenangi oleh

siswa apalagi bagi anak yang memang hobi berolahraga. Dan di SD Negeri

Margasana Kecamatan Kramatwatu prestasi di bidang olahraga atletik dan

permainan saat ini tergolong mengungguli sekolah setingkat SD di Kabupaten

Serang. Namun kenyataan yang ada, khusus cabang senam dan khususnya

senam lantai masih tergolong sulit untuk diajarkan pada siswa dengan

berbagai alasan

Suatu seni tersendiri mengajar senam lantai yang pada suatu saat

tampaknya seperti bermain ; menarik, penuh kegembiraan, namun tujuan

pendidik dapat tercapai. Mencapai hal tersebut tidak lain, kualitas,

kematangan pendidik sangat menentukan.

Khususnya mengajar senam lantai pada sekelompok anak didik yang

terdiri dari berbagai macam hal yang berbeda seperti jenis kelamin, watak,

12
postur tubuh, keterampilan mengharuskan pendidik mempunyai keterampilan

dan variasi dalam proses pembelajaran.

Senam lantai yang merupakan salah satu cabang olahraga yang diajarkan
di sekolah. Kita ketahui bahwa pada umumnya anak-anak didik banyak yang
kurang berani melakukan kegiatan senam lantai ini dengan berbagai alasan
klasik seperti rasa takut, lebih-lebih bagi anak didik perempuan, biasanya
cukup sulit disuruh melakukannya. Dengan implementasi pemodelan
(modeling) ternyata menghasilkan hasil yang positif terjadinya peningkatan
prestasi belajar yang baik yaitu dari hasil analisis data motivasi belajar siswa
dalam penelitian tindakan kelas ini mencapai rata-rata kelas siklus I sebesar
78,89 dan pada siklus II sebesar 82,00 mengalami peningkatan sebesar 3,11,
dengan taraf ketuntasan pada siklus I sebesar 73,33% dan pada siklus II
sebesar 90,00% mengalami peningkatan sebesar 16,67%. Pencapaian daya
seraf pada siklus I 78,89%, siklus II sebesar 82,00% mengalami peningkatan
sebesar 3,11%. Hasil analisis data keterampilan belajar siswa dalam penelitian
tindakan kelas dengan pemodelan mencapai rata-rata kelas siklus I sebesar
70,14 dan pada siklus II sebesar 76,39 mengalami peningkatan sebesar 6,25,
dengan taraf ketuntasan pada siklus I sebesar 63,33% dan pada siklus II
sebesar 86,67% mengalami peningkatan sebesar 23,33%. Dengan pencapaian
daya seraf pada siklus I 70,14%, siklus II sebesar 76,39% mengalami
peningkatan sebesar 6,25%,
Berhadapan pada hal ini pendidik dituntut untuk mengembangkan

kemampuannya, mencari cara bagaimana agar dapat menarik minat anak didik

mau diarahkan dan mau serta mampu melakukan kegiatan olahraga senam

lantai.

Dalam buku guru, senam lantai Ib ( 1980;6) ditulis ”Karena kurang


memperhatikan keterangan dan petunjuk yang diberikan oleh guru, hanya
mengikuti keinginan dan kebebasan bergerak, pelajar yang melakukan latihan
senam lantai mengalami cedera. Sekalipun cedera tersebut tidak berarti, tetapi

13
hal ini cukup menimbulkan rasa khawatir atau takut untuk melaksanakan
latihan tersebut selanjutnya”.
Sehubungan dengan permasalahan di atas penulis bermaksud
melakukan penelitian tindakan kelas fokus pada cabang senam lantai melalui
penerapan metode pembelajaran kooperatif yaitu pembelajaran Pemodelan
(Modeling) dengan tujuan melalui model pemodelan ini anak didik dapat
meniru, termotivasi untuk melakukan senam lantai.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah dan kenyataan-kenyataan di atas,

maka akan muncul pertanyaan pertanyaan yang merupakan suatu masalah

yang perlu dicarikan jawaban dan solusinya serta diidentifikasi secara lebih

rinci yaitu:

”Apakah penerapan pembelajaran pemodelan (modeling) dapat

meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pelajaran senam lantai

bagi siswa kelas VI, SD Negeri Margasana Kecamatan Kramatwatu ?”.

C. Tujuan Penelitian Tindakan

Tujuan penelitian pada umumnya adalah untuk : 1).Menemukan

berarti berusaha mendapatkan sesuatu untuk mengisi kekosongan atau

kekurangan. 2).Mengembangkan berarti memperluas dan menggali lebih

dalam lagi apa yang sudah ada atau dimiliki. 3).Menguji kebenaran suatu

pengetahuan berarti menguji, mengkaji ulang atau mencari kebenaran dan hal

ini dilakukan jika kebenaran sudah ada.

Berdasarkan pengertian di atas maka dalam penelitian ini tujuan yang

ingin dicapai atau diajukan adalah untuk mengetahui penerapan metode

pemodelan (modeling) dapat meningkatkan motivasi dan keterampilan anak

14
dalam senam lantai bagi anak-anak kelas VI SD Negeri Margasana Kecamatan

Kramatwatu .

D. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian tindakan kelas ini agar dapat meningkatkan

kompetensi khususnya bagi peneliti umumnya bagi lembaga sekolah, siswa,

individu dan masyarakat luas.

Kegiatan penelitian tindakan kelas selalu dilakukan sebagai upaya

memahami dan memecahkan masalah secara ilmiah berdasarkan kepada fakta

empiris bukan berdasarkan ide pribadi yang diperoleh dari penyelidikan secara

berhati-hati dan bersifat obyektif, sistematis, menurut aturan tertentu, teratur

dan kontinyu, logis sesuai dengan penalaran

1. Bagi Siswa :

 Dapat meningkatkan motivasi siswa dalam kegiatan senam lantai

khususnya melalui pembelajaran pemodelan (modeling).

 Dapat meningkatkan keterampilan siswa pada cabang senam lantai

khususnya pada keseimbangan, meroda, guling depan, dan guling

lenting melalui pembelajaran pemodelan (modeling).

2. Bagi guru :

 Dengan keberhasilan penerapan model pembelajaran

pemodelan(modeling) ini dapat menambah khasanah dan termotivasi

untuk mengeksplorasi model-model pembelajaran yang lain.

3. Bagi Sekolah :

 Dapat meningkatkan kualitas proses pendidikan dan prestasi belajar

siswa di SD Negeri Margasana Kecamatan Kramatwatu.

15
BAB II

KAJIAN TEORI

A. Model Pembelajaran Pemodelan(modeling).

Salah satu model pembelajaran penjasorkes yang sesuai dengan

tuntutan kurikulum adalah model pembelajaran pemodelan(modeling) yang

merupakan bagian dari pendekatan kontekstual. Pendekatan kontekstual

(Contextual Teaching and Learning) atau CTL merupakan konsep belajar

yang membantu guru mengaitkan antara materi yang akan diajarkannya

dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan

antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dengan kehidupan

mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan konsep itu hasil

pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Strategi pembelajaran

lebih di pentingkan daripada hasilnya. Dalam konteks itu, siswa perlu

mengerti apa makna belajar, apa manfaatnya dan status apa mereka dan

bagaimana mencapainya. Mereka sadar bahwa yang mereka pelajari berguna

bagi hidupnya nanti. Dengan begitu mereka memposisikan sebagai diri

sendiri yang memerlukan suatu bekal untuk hidupnya nanti. Mereka

mempelajari apa yang bermanfaat bagi dirinya dan berupaya menggapainya.

Tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Maksudnya

guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi.

Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk

menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). Sesuatu yang baru

datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru. Artinya

16
pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil

mengingat seperangkat fakta-fakta tetapi dari hasil menemukan sendiri.

Pemodelan adalah salah satu pembelajaran kontekstual maksudnya,


dalam sebuah pembelajaran keterampilan atau pengetahuan tertentu, ada
model yang bisa ditiru. Pemodelan pada dasarnya membahasakan gagasan
yang dipikirkan, mendemonstrasikan bagaimana guru menginginkan para
siswanya untuk belajar, dan melakukan apa yang guru inginkan agar siswa-
siswanya melakukan. Pemodelan dapat berbentuk demonstrasi, pemberian
contoh, tentang konsep atau aktivitas belajar.(Dr Nurhadi, M.Pd, dkk,
2004;49)

Pembelajaran pemodelan dalam prakteknya dapat difokuskan pada :

 Membahasakan gagasan yang dipikirkan.

 Mendemonstrasikan bagaimana menginginkan para siswa untuk belajar.

 Melakukan apa yang diinginkan agar siswa melakukannya.

Dalam pembelajaran konstektual, guru bukan satu-satunya model.

Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa. Seorang siswa bisa

ditunjuk untuk memberi contoh temannya mendemonstrasikan keahliannya.

Siswa contoh tersebut dikatakan sebagai model.

B.Pengertian Motivasi Belajar

Motivasi adalah Usaha-usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi

sehingga seseorang mau melakukan sesuatu yang dapat dilakukannya.(Drs.

Rochman Natawidjaya,1979;86)

Dengan demikian motivasi siswa adalah usaha menyediakan

kondisi-kondisi sehingga anak-anak mau dan berminat melakukan sesuatu

tanpa ada paksaan dan pengawasan.

17
Ada ahli mengatakan bahwa motivasi ada hirarkhi artinya

motivasi itu mempunyai tingkatan dari yang terendah meningkat kepada

yang lebih tinggi dan semua tingkatan itu satu dengan lainnya

berhubungan erat. Adapun hirarkhi yang dimaksud sebagai berikut; yaitu

motivasi yang berakar pada :

a. Kebutuhan fisiologis ; lapar, haus dan sebagainya


b. Kebutuhan perlindungan untuk memperoleh rasa aman, bebas dari
rasa takut, dan cemas.
c. Kebutuhan akan rasa kasih, rasa diterima dalam kelompok seperti
dalam keluarga, sekolah dan masyarakat.
d. Kebutuhan mewujudkan diri sendiri, adanya keperluan ingin
mengembangkan diri sesuai dengan bakat, hal-hal yang
berhubungan dengan penambahan ilmu pengetahuan, status sosial
dan pembentukan pribadi (Drs. Rochman Natawidjaya,
Editor,1979;86)

Dilihat dari bagaimana munculnya motivasi dapat dibedakan

menjadi:

a. Motivasi Intrinsik yaitu motivasi yang berasal dari dalam diri

seseorang tanpa ada paksaan dari luar.

b. Motivasi ekstrinksik yaitu motivasi yang muncul kalau ada

rangsangan dari luar, misalnya :

 Anak belajar giat karena akan ujian jadi bukan karena ingin

mengetahui apa yang dipelajarinya.

 Anak-anak dilarang menonton film 17 tahun, keadaan larangan

tersebut menjadi motivasi ekstrinsik bagi anak-anak yang

dibawah umur mencari akal supaya dapat menonton film

tersebut.

18
C. Keterampilan Belajar Senam

Senam lantai adalah satu dari rumpun senam. Sesuai dengan istilah

lantai, maka gerakan-gerakan atau bentuk latihannya dilakukan di lantai. Jadi

lantai yang beralaskan permadani atau sebangsanya yang merupakan alat

yang dipergunakan.

Senam lantai juga lasim disebut dengan istilah latihan bebas, oleh

karena tidak mempergunakan benda-benda atau perkakas lain pada saat

menjalankannya.

Keterampilan senam dapat diartikan yaitu seseorang yang dapat

melakukan gerakan senam sesuai dengan kaedah-kaedah bersenam. Agar

dapat menguasai senam lantai dengan baik seseorang harus didukung oleh

keadaan tubuh yang baik pula, yang meliputi kelemasan, kekuatan,

keseimbangan dan ketangkasan yang dibutuhkan dalam bentuk latihan atau

gerakan itu.

Unsur kelemasan, kekuatan, keseimbangan dan ketangkasan akan

lebih mudah dipelajari dan ditingkatan dengan melakukan bentuk-

bentuk/gerakan disenam lantai daripada melakukannya pada alat.

Keterampilan senam lantai yang dimiliki oleh siswa tergantung dari

aktivitas siswa itu sendiri. Semakin aktif dan ulet melatih diri maka

keterampilannya akan meningkat.

Aktif belajar menurut konsep modern adalah proses perubahan


tingkah laku dalam arti seluas-luasnya yaitu meliputi pengamatan,
pengertian, pengetahuan, perbuatan keterampilan, perasaan, minat,
penghargaan sikap. Belajar tidak berkaitan dengan bidang intelektual saja,
melainkan mengenai, seluruh aspek kepribadian (Tabrani, 1993 ; 9)

19
Keaktifan belajar adalah suatu proses kegiatan belajar dimana siswa
tersebut aktif secara intelektual dan emosional, sehingga siswa tampak betul-
betul berperan dan berpartisipasi aktif dalam melakukan kegiatan, dorongan
untuk berbuat sesuatu, mempunyai kemauan dan aspirasinya sendiri
(Moedjiono dan Moh. Dimyati, 1994 ; 106)

Bertolak dari beberapa pendapat tentang keaktifan belajar diatas,

maka dapat disimpulkan bahwa keaktifan belajar merupakan bentuk segala

kegiatan yang dilakukan siswa dalam proses pembelajaran, baik secara fisik

serta mental dan kegiatan yang mudah diamati maupun yang sulit diamati.

a. Ciri-ciri keaktifan belajar

Mulyani Sumantri dan John Permana (1999; 121) mengemukakan


pendapatnya bahwa, terdapat lima ciri-ciri dalam keaktifan belajar siswa,
yaitu: (1).Keberanian siswa untuk mewujudkan minat, keinginan, dan
dorongan yang ada pada dirinya. (2).Keinginan dan keberanian siswa untuk
ikut serta dalam kegiatan belajar. (3).Adanya usaha dan kreativitas siswa.
(4).Adanya keingintahuan yang besar / kuat. (5).Memiliki rasa lapang dan
bebas

Sedangkan pendapat Nana Sudjana dan Ahmad Rifai (1989; 110)


menyatakan bahwa, ciri proses pembelajaran yang bermakna cara belajar
siswa aktif adalah : (1).Siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga
banyak mencari dan memberi informasi. (2).Siswa banyak mengajukan
pertanyaan, baik kepada guru maupun kepada siswa lainnya. (3).Siswa lebih
banyak mengajukan pertanyaan atau pendapat terhadap informasi yang
diajukan. (4).Siswa memberikan respon nyata terhadap stimulus belajar yang
diberikan guru. (5).Siswa berkesempatan melakukan penilaian sendiri
terhadap hasil pekerjaan serta membuat sendiri simpulan pelajaran dengan
bahasanya sendiri.

20
Selanjutnya, pendapat (Conny Setiawan, 1999 ; 29). Menyatakan
bahwa : Ciri-ciri keaktifan belajar yang dapat ditunjukan oleh siswa dalam
keaktifan belajar adalah dorongan ingin tahu yang besar, sering mengajukan
pertanyaan yang baik, memberikan banyak gagasan dan usul suatu masalah,
bebas mengatakan pendapat, mempunyai pendapat sendiri dan dapat
mengungkapkan, dapat bekerja sendiri dan senang membaca hal-hal yang
baru.
Berdasarkan beberapa pendapat tentang ciri-ciri keaktifan belajar

tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa siswa aktif dalam belajar, apabila

ciri-ciri tersebut tampak dalam proses pembelajaran. Dalam pembelajaran

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjasorkes) dengan

penerapan pembelajaran pemodelan (modeling), dapat memotivasi serta

meningkatkan keterampilan siswa dalam cabang senam lantai.

Menurut pendapat Nama Sudjana dan Ahmad Rifai (1989) bahwa


ada lima hal yang mempengaruhi keaktifan belajar antara lain : (1). Stimulus
belajar, (2). Perhatian dan motivasi, (3). Respon yang dipelajari, (4).
Penguasaan, (5). Pemakaian dan penindakan. Jadi dapat disimpulkan bahwa
ada faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan belajar siswa adalah ada dari
luar siswa maupun dari dalam diri siswa. Faktor internal tersebut terdiri atas :
faktor fisiologis dan psikologis. Sedangkan faktor eksternal terdiri atas faktor
lingkungan (fisik dan sosial) dan faktor instrumental (kurikulum, sarana
prasarana, guru, metode, dan media serta manajemen).

D.Kerangka Berpikir

Hubungan antara Pembelajaran Pemodelan(modeling) dengan

motivasi belajar senam siswa pada Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga

dan Kesehatan (Penjasorkes)

Pembelajaran berdasarkan Pemodelan(modeling) merupakan suatu

cara untuk menarik dan membangkitkan motivasi siswa dalam kegiatan

21
pembelajaran senam lantai, dengan melalui pemodelan, siswa akan

terangsang kemauannya untuk dapat menirukan model walaupun tidak harus

persis sama dengan modelnya.

Keterampilan pemodelan(modeling) dalam pembelajaran ini adalah

menampilkan model dihadapan siswa. Sebelum siswa melakukan kegiatan

pembelajaran senam, model mendemonstrasikan gerakan demi gerakan dari

gerak yang diperlambat menuju gerakan yang dipercepat sesuai ritme dari

masing-masing gerakan senam. Selanjutnya setelah model memperagakan,

siswa mengikuti dan menirukan gerakan yang diperagakan.

Penerapan pembelajaran pemodelan sebagai salah satu metode

pendekatan dalam pembelajaran akan dapat menggali potensi siswa dalam

meningkatkan keterampilan, bebas mengembangkan gagasan-gagasannya

serta memberi pengalaman langsung sehingga perolehan belajar tidak

bersifat verbal semata, melainkan mampu memberikan pengalaman langsung

yang bersifat nyata. Dengan demikian model pembelajaran pemodelan akan

dapat menguatkan ingatan siswa terhadap jenis gerakan yang dipelajarinya.

Berpedoman pada kerangkan berpikir demikian, maka dapat

dinyatakan bahwa, dengan penerapan model pembelajaran

pemodelan(modeling) secara efektif dan benar akan cenderung dapat

meningkatkan motivasi dan keterampilan siswa dalam pelajaran penjasorkes.

E.Hipotesis Tindakan

Berdasarkan teori-teori dan kerangkan berpikir sebagaimana telah

dipaparkan diatas, maka berikut ini dapat diajukan rumusan hipotesis sebagai

berikut :

22
Melalui penerapan model pembelajaran pemodelan(modeling) secara

benar dan efektif diduga akan meningkatkan motivasi belajar senam

lantai pada siswa kelas VI SD Negeri Margasana Kecamatan

Kramatwatu

23
BAB III

METODE PENELITIAN

A. Subyek,Lokasi dan Waktu Penelitian

Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas VI berjumlah

30 orang,laki-laki 15 orang dan perempuan 15 orang, dengan mengambil

lokasi di SD Negeri Margasana Kramatwatu dengan pertimbangan karena

peneliti adalah guru PJOK di sekolah tersebut,waktu yang digunakan bulan

Januari sampai dengan bulan Maret pada semester ganjil tahun pelajaran

2016/2017.

B. Prosedur Penelitian

Pada dasarnya prosedur hanya berfungsi sebagai fasilitas bagi tujuan

peneletian .Prosedur penelitian mengacu pada rencana dan struktur

menyelidikan yang digunakan untuk memperoleh bukti-bukti emperis dalam

menjawab pertanyaan penelitian (McMillan dan Schummacher, 1989).

Karya tulis ilmiah ini mengambil bentuk penelitian tindakan kelas

(PTK) yaitu usaha perbaikan kualitas pembelajaran pada senam lantai, yang

terdiri dari dua siklus dan masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan

yaitu, (1). perencanaan, (2), pelaksanaan tindakan, (3).observasi/evaluasi, dan

(4).refleksi.

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan bulan

Maret tahun pelajaran 2016/2017, selama tiga bulan dengan merujuk pada

standar kompetensi, (3).Mempraktikan rangkaian gerak senam lantai dengan

gerakan yang benar dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya.

24
Pada siklus I dikaji kompetensi dasar, 3.1. Mempraktikan rangkaian

senam lantai tanpa alat serta nilai percaya diri, kerja sama, disiplin,

keberanian, dan keselamatan, dengan indikator:(1).Melakukan gerak rangkai

keseimbangan (bertumpu pada kaki) dilanjutkan dengan gerak meroda dan

dilanjutkan dengan gerak berguling kedepan .

Sedangkan pada siklus II dikaji kompetensi dasar, 3.2. Mempraktikan

beberapa rangkaian senam lantai, serta nilai keberanian, kedisiplinan,

keluwesan dan estetika, dengan indikator; (1).Melakukan gerak rangkai

keseimbangan (bertumpu selain kaki) dilanjutkan dengan gerak berguling

kedepan dan bergerak guling lenting

1.Siklus ke 1

a. Perencanaan Tindakan Siklus I

Lankah-langkahnya:

1).Menyiapkan rancangan pembelajaran yang dituangkan dalam rencana

pelaksanaan pembelajaran (RPP)

2).Mensosialisasikan model pembelajaran pemodelan sebelum kegiatan

pembelajaran.

3).Menyiapkan peralatan seperti: Matras, peluit, model,dll.

4).Menyiapkan lembar observasi untuk mencatat aktivitas siswa selama

pembelajaran

b. Pelaksanaan Tindakan Siklus I

Langkah-langkahnya:

1. Menjelaskan materi pokok kegiatan yang akan diajarkan

atau yang akan dilatih.

25
2. Model melakukan peragaan materi pelajaran melakukan gerak rangkai

keseimbangan (bertumpu pada kaki) dilanjutkan dengan gerak meroda

dan dilanjutkan dengan gerak berguling kedepan.

3. Setelah model selesai dan terasa cukup untuk di tirukan siswa,

selanjutnya siswa bergilir melakukan kegiatan pembelajaran.

4. Melaksanakan program pembelajaran dengan pendekatan

pemodelan(modeling), bahan ajar sebagai pegangan wajib dan buku

pendamping lainnya. Guru berperan sebagai model, fasilitator dan

mediator dalam pembelajaran.

c. Observasi / evaluasi

Langkah-langkahnya :

1. Mengamati aktivitas siswa dilakukan pada saat proses pelaksanaan

tindakan berlangsung, dengan menggunakan lembar observasi yang

telah disiapkan.

d. Refleksi

Refleksi ini dilakukan untuk merenungkan dan mengkaji hasil

tindakan pada siklus I mengenai motivasi belajar siswa dan keterampilan

senam siswa. Hasil renungan dan kajian tindakan siklus I, selanjutnya

dipikirkan untuk di carikan dan ditetapkan beberapa alternantif tindakan

baru yang diduga lebih efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa

dan keterampilan senam siswa. Alternatif tindakan ini akan ditetapkan

menjadi tindakan baru pada rencana tindakan dalam penelitian tindakan

siklus II.

26
2.Siklus ke 2

a.Perencanaan

Lankah-langkahnya:

1. Menyiapkan rancangan pembelajaran yang dituangkan dalam rencana

pelaksanaan pembelajaran (RPP)

2. Mensosialisasikan model pembelajaran pemodelan sebelum kegiatan

pembelajaran.

3. Menyiapkan peralatan seperti: Matras, peluit, model.

4. Menyiapkan lembar observasi untuk mencatat aktivitas siswa selama

pembelajaran

b.Pelaksanaan

Langkah-langkahnya:

1.Menjelaskan materi pokok kegiatan yang akan diajarkan atau yang akan

dilatih.

2.Model melakukan peragaan materi pelajaran melakukan gerak rangkai

keseimbangan (bertumpu pada selain kaki) dilanjutkan dengan gerak

berguling kedepan dan bergerak guling lenting.

3. Setelah model selesai dan terasa cukup untuk di tirukan siswa,

selanjutnya siswa bergilir melakukan kegiatan pembelajaran.

4. Melaksanakan program pembelajaran dengan pendekatan

pemodelan(modeling), bahan ajar sebagai pegangan wajib dan buku

pendamping lainnya. Guru berperan sebagai model, fasilitator dan

mediator dalam pembelajaran.

27
c.Observasi

Langkah-langkahnya :

Mengamati aktivitas siswa dilakukan pada saat proses pelaksanaan tindakan

berlangsung, dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan.

d.Refleksi

Refleksi ini dilakukan untuk mendiskusikan dan mengkaji hasil

tindakan pada siklus II, mengenai motivasi belajar siswa dan

keterampilan senam siswa. Hasil kajian tindakan siklus II, selanjutnya

menyimpulkan hasil belajar siswa mengenai peningkatan motivasi belajar

siswa dan keterampilan senam siswa mengalami peningkatan sehingga

tidak perlu dilanjutkan ke siklus berikutnya.

C. Teknik Pengumpulan Data

Untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini menggunakan

metode observasi, dengan format sebagai berikut:

Tabel.1

No Jenis Data Metode Instrumen


1. Motivasi dan Keterampilan Observasi Pedoman observasi
aktivitas

Data yang telah terkumpul perlu dilakukan analisis untuk dapat

disimpulkan. Adapun ananlisis data yang digunakan dalam penelitian ini

adalah statistik sederhana yaitu secara kualitatif(deskriptif).

Urutan pelaksanaan pembelajaran senam lantai lembar observasinya

disusun berdasarkan keseimbangan, meroda dan guling depan pada siklus I

(tabel 2 dan 3)

28
Tabel 2
Lembar Observasi Motivasi Pembelajaran
Aspek Yang Dinilai Konversi
No Nama Siswa JML
Semangat Ketelitian Kontinuitas Nilai
1
2
3
Dst
Keterangan:
A : Keseimbangan, (1).Sangat Kurang, (2).Kurang, (3).Cukup , (4).Baik, (5). Sangat Baik
B : Meroda, (1).Sangat Kurang, (2).Kurang, (3).Cukup , (4).Baik, (5). Sangat Baik
B : Guling Depan, (1).Sangat Kurang, (2).Kurang, (3).Cukup , (4).Baik, (5). Sangat Baik.
Untuk observasi keterampilan senam siswa pada siklus I digunakan

tabel dibawah ini:

Tabel 3
Lembar Observasi Keterampilan Senam Lantai
Aspek yang Dinilai dan Kualifikasi
Nama
No Keseimbangan Meroda Guling Depan JML Nilai
Siswa
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
Dst
Keteterangan:
A : Keseimbangan, (1).Posisi kaki, (2).Sikap lengan, (3).Kestabilan, (4).Sikap lanjut ke
meroda.
B : Meroda, (1).Sikap tumpuan tangan, (2).Keserasian gerak tangan dan kaki, (3).Posisi
kaki saat bertumpu (4).Sikap lanjut ke Guling depan
B : Guling Depan, (1). Sikap Tangan, (2). Kelentukan tengkuk, (3).Saat berguling, (4).
Sikap akhir

Dan pelaksanaan observasi pembelajaran pada siklus II disusun

berdasarkan keseimbangan, guling depan dan guling lenting, untuk observasi

keterampilan senam siswa menggunakan tabel 4 sedangkan observasi motivasi

pembelajaran siswa menggunakan tabel 3.

29
Tabel 4
Lembar rekapitulasi observasi kegiatan
Aspek yang Dinilai dan Kualifikasi
Nama Guling
No Keseimbangan Guling Depan JML Nilai
Siswa Lenting
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
Dst
Keteterangan:
A : Keseimbangan, (1).Posisi kaki, (2).Sikap lengan, (3).Kestabilan, (4).Sikap lanjut ke
meroda.
B : Guling Depan, (1). Sikap Tangan, (2). Kelentukan tengkuk, (3).Saat berguling, (4).
Gerak lanjut ke berguling lenting
C : Guling lenting, (1).Tumpusn tangan, (2). Saat melenting, (3). Tumpuan kaki, (4) Sikap
akhir.

D. Teknik Analisis Data

1.Analisis Data Hasil belajar Siswa

Hasil belajar siswa di analisis secara kualitatif (deskriptif)

yaitu dengan menentukan skor rata-rata kelas yang rumusnya adalah :

∑X
 = ---------
N
Keterangan

 = Sekor rata-rata kelas

∑X = Jumlah skor siswa

N = Jumlah Siswa

Skor rata-rata kelas pada siklus I dibandingkan dengan skor

rata-rata kelas pada siklus selanjutnya berhasil atau tidaknya siswa

menguasai materi ajar secara klasikal dapat diketahui melalui daya

serap (DS) dan ketuntasan belajar (KB).

Adapun rumus untuk menghitung Daya Seraf(DS) dan

Ketuntasan Belajar(KB) adalah sebagai berikut :

30
DS = X x 100%

Jumlah siswa yang memperoleh skor ≥ 70


KB = ------------------------------------------------------ x 100%
N
Keterangan :
DS = Daya seraf
 = Skor rata-rata kelas
KB = Ketuntasan belajar
N = Jumlah siswa

Kriteria keberhasilan untuk masing-masing siklus adalah

apabila rata-rata kelas, DS dan KB berturut-turut 70,00% dan 80%.

Kualifikasi hasil belajar siswa ditentukan dengan pedoman konversi

sebagai berikut:

Tabel 5
Kriteria kualifikasi hasil belajar siswa
KUALIFIKASI
A 84,51% – 100,00% Sangat Baik
B 69,51% - 84,50% Baik
C 59,51% - 69,50 Cukup
D 49,51% – 59,50% Kurang
E 0,00% - 49,51% Sangat Kurang

Secara keseluruhan penelitian tindakan kelas ini dapat dikatakan

berhasil jika motivasi dan keterampilan belajar siswa meningkat dari siklus

sebelumnya dan pada akhir kegiatan hasil melajar siswa mencapai target

minimal rata-rata kelas sebesar 70,00 dengan daya serap 70% dan dengan

ketuntasan belajar 80%

Dengan tercapainya target yang ditetapkan, pembelajaran dengan

model pemodelan (modeling) tepat diterapkan pada mata pelajaran

penjasorkes.

31
BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.Hasil Penelitian

Data yang telah dikumpulkan baik pada siklus I dan pada Siklus II

hanyalah merupakan data atau informasi mentah yang masih perlu di analisis.

Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam analisis data dalam penelitian

tindakan kelas ini yang menggunakan model pembelajaran pemodelan akan

menyajikan secara berturut-turut sebagai berikut:

Berdasarkan hasil penelitian tindakan dan analisis data dapat

dibahas mengenai obyek yang menjadi sasaran dalam pembelajaran dengan

penerapan model pemodelan

Hasil analisis data motivasi belajar siswa dalam penelitian

tindakan kelas dengan pemodelan mencapai rata-rata kelas siklus I sebesar

78,89 dan pada siklus II sebesar 82,00 mengalami peningkatan sebesar

3,11, dengan taraf ketuntas pada siklus I sebesar 73,33% dan pada siklus II

sebesar 90,00% mengalami peningkatan sebesar 16,67%. Pencapaian daya

seraf pada siklus I 78,89%, siklus II sebesar 82,00% mengalami

peningkatan sebesar 3,11%

1.Motivasi Belajar Siswa

Dibawah ini disajikan tabel 1 dan grafik 1 peningkatan Motivasi

belajar siswa pada siklus I dan II

32
Tabel 1
Peningkatan Motivasi
Motivasi Motivasi Peningkatan
No Pencapaian
Siklus I Siklus II Motivasi

1 Rata-rata 78,89 82,00 3,11


2 Daya Seraf 78,89 82,00 3,11
3 Ketuntasan 73,33 90,00 16,67

Grafik 1
Peningkatan Motivasi

2. Keterampilan Belajar Siswa

Hasil analisis data keterampilan belajar siswa dalam penelitian

tindakan kelas dengan pemodelan mencapai rata-rata kelas siklus I sebesar

70,14 dan pada siklus II sebesar 76,39 mengalami peningkatan sebesar

6,25, dengan taraf ketuntas pada siklus I sebesar 63,33% dan pada siklus II

sebesar 86,67% mengalami peningkatan sebesar 23,33%. Dengan

pencapaian daya seraf pada siklus I 70,14%, siklus II sebesar 76,39%

mengalami sebesar 6,25%, disajikan pada tabel 15 dan grafik 4 dibawah

ini.

33
Tabel 2
Peningkatan Keterampilan
Keterampilan Keterampilan Peningkatan
No Pencapaian
Siklus I Siklus II Keterampilan
1 Rata-rata 70,14 76,39 6,25
2 Daya Seraf 70,14 76,39 6,25
3 Ketuntasan 63,33 86,67 23,33

Grafik 2
Peningkatan Keterampilan

3. Deskripsi Hasil Belajar Siklus I dan Siklus II

Motivasi adalah Usaha-usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi

sehingga seseorang mau melakukan sesuatu yang dapat dilakukannya.

(Drs. Rochman Natawidjaya,1979;86)

Dengan demikian motivasi siswa adalah usaha menyediakan

kondisi-kondisi sehingga anak-anak mau dan berminat melakukan sesuatu

tanpa ada paksaan dan pengawasan.

Senam lantai adalah satu dari rumpun senam. Sesuai dengan

istilah lantai, maka gerakan-gerakan atau bentuk latihannya dilakukan di

lantai. Jadi lantai yang beralaskan permadani atau sebangsanya yang

merupakan alat yang dipergunakan.

34
Senam lantai juga lasim disebut dengan istilah latihan bebas, oleh

karena tidak mempergunakan benda-benda atau perkakas lain pada saat

menjalankannya.

Keterampilan senam dapat diartikan yaitu seseorang yang dapat

melakukan gerakan senam sesuai dengan kaidah-kaidah bersenam. Agar

dapat menguasai senam lantai dengan baik seseorang harus didukung oleh

keadaan tubuh yang baik pula, yang meliputi kelemasan, kekuatan,

keseimbangan dan ketangkasan yang dibutuhkan dalam bentuk latihan

atau gerakan itu.

Hasil analisis data motivasi belajar siswa dalam penelitian

tindakan kelas dengan pemodelan mencapai rata-rata kelas siklus I sebesar

78,89 dan pada siklus II sebesar 82,00 mengalami peningkatan sebesar

3,11, dengan taraf ketuntasan pada siklus I sebesar 73,33% dan pada siklus

II sebesar 90,00% mengalami peningkatan sebesar 16,67%. Pencapaian

daya seraf pada siklus I 78,89%, siklus II sebesar 82,00% mengalami

peningkatan sebesar 3,11%

Hasil analisis data keterampilan belajar siswa dalam penelitian

tindakan kelas dengan pemodelan mencapai rata-rata kelas siklus I sebesar

70,14 dan pada siklus II sebesar 76,39 mengalami peningkatan sebesar

6,25, dengan taraf ketuntasan pada siklus I sebesar 63,33% dan pada siklus

II sebesar 86,67% mengalami peningkatan sebesar 23,33%. Dengan

pencapaian daya seraf pada siklus I 70,14%, siklus II sebesar 76,39%

mengalami peningkatan sebesar 6,25%, dapat dilihat pada tabel 16 dan

grafik 5 dibawah ini.

35
Tabel 3
Rekap Hasil Belajar Siklus I dan Siklus II
Siklus I Siklus II Peningkatan
Ketera Pening Peningkat
No Pencapaian Keteram
Motivasi Motivasi mpilan katan an
pilan
Siklus I Siklus II Siklus Motiva Keteramp
Siklus I
II si ilan
1 Rata-rata 78,89 70,14 82,00 76,39 3,11 6,25
2 Daya Seraf 78,89 70,14 82,00 76,39 3,11 6,25
3 Ketuntasan 73,33 63,33 90,00 86,67 16,67 23,33

Grafik 3
Rata-rata, Daya Seraf, Ketuntasan dan Peningkatan Pembelajaran
Siklus I dan Siklus II

B.Pembahasan

1.Deskripsi Analisis Hasil Penelitian Tindakan Siklus I

Sesuai dengan rencana tindakan yang telah ditetapkan dalam siklus I

dengan menerapkan pembelajaran pemodelan, dengan materi pembelajaran

kompetensi dasar, mempraktikan rangkaian senam lantai tanpa alat serta nilai

percaya diri, kerja sama, disiplin, keberanian, dan keselamatan, dengan

36
indikator, melakukan gerak rangkai keseimbangan (bertumpu pada kaki)

dilanjutkan dengan gerak meroda dan dilanjutkan dengan gerak berguling

kedepan.

Prestasi senam lantai siswa sebelum penelitian ini dilaksanakan rata-

rata klasikal setiap semesternya pada kisaran rata-rata yaitu 66,24, dengan

tingkat ketuntasan 60,67%,

Berdasarkan hasil analisis data aktivitas siswa yang diobservasi

selama siklus I, skor rata-rata motivasi belajar siswa sebesar 78,89.

Berdasarkan kriteria klasifikasi motivasi yang telah ditetapkan diperoleh

bahwa aktivitas belajar siswa selama pembelajaran pada siklus I tergolong

baik, dengan tingkat ketuntasan 73,33%. hasil penelitin siklus I dapat dilihat

pada tabel 4 dibawah ini:

Tabel 4
Hasil analisis data Motivasi Pembelajaran Senam Siswa Siklus I
Aspek Yang Dinilai Konversi
No Nama Siswa JML Kualifikasi
A B C Nilai
1 Adi Ningrat 5 4 5 14 93,33 Sangat Baik
2 Adi Rusma Dewi 4 3 4 11 73,33 Baik
3 Adi Wijaya Putra 5 4 5 14 93,33 Sangat Baik
4 Anik Widiarni 3 3 4 10 66,67 Cukup
5 Ayu Ariska Dewi 4 3 4 11 73,33 Baik
6 Ayu Nonik 4 4 4 12 80,00 Baik
7 Darsanayasa 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
8 Ediyani 3 3 4 10 66,67 Cukup
9 Frey Bagus P 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
10 Jaya Putra Pamde 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
11 Yunantara 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
12 Lesmana 2 3 3 8 53,33 Kurang
13 Linda Artika 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
14 Lurah Prayoga 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
15 Murniati 3 4 4 11 73,33 Baik
16 Novi Radiyanti 3 3 4 10 66,67 Cukup
17 Novi Henilayati 3 3 4 10 66,67 Cukup
18 Okta Wiyanti 3 3 4 10 66,67 Cukup
19 Pacung Kerta Yasa 4 3 5 12 80,00 Baik
20 Kartika Wijaya 4 5 5 14 93,33 Sangat Baik
21 Putri Kesuma Dewi 3 3 4 10 66,67 Cukup
22 Sudiantara 3 4 5 12 80,00 Baik

37
23 Sudiarti 3 3 5 11 73,33 Baik
24 Uki Sastra 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
25 Wahyu Ningsih 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
26 Widyarsa Putra 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
27 Wina Putra 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
28 Fitri Yani 3 4 5 12 80,00 Baik
29 Jumana 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
30 Pande Yayuk 3 3 4 10 66,67 Cukup
Jumlah Nilai Kelas 2366,67 Sangat Baik
Rata-rata Kelas 78,89 Baik
Daya Seraf % 78,89 Baik
Jumlah Nilai >=70 22,00
Ketuntasan 73,33 Baik

Keterangan:
A : Semangat, (1).Sangat Kurang, (2).Kurang, (3).Cukup , (4).Baik, (5). Sangat Baik
B : Ketelitian, (1).Sangat Kurang, (2).Kurang, (3).Cukup , (4).Baik, (5). Sangat Baik
B : Kontinyu, (1).Sangat Kurang, (2).Kurang, (3).Cukup , (4).Baik, (5). Sangat Baik

Hasil analisis data Keterampilan senam lantai siswa yang diobservasi


selama siklus I, skor rata-rata keterampilan belajar senam lantai siswa sebesar
70,14. Berdasarkan kriteria klasifikasi keterampilan yang telah ditetapkan
diperoleh bahwa aktivitas belajar siswa selama pembelajaran pada siklus I
tergolong cukup, dengan tingkat ketuntasan 63,33%, dapat dilihat pada tabel 5
dibawah ini.
Tabel 5
Hasil analisis data Keterampilan Pembelajaran Senam Siswa Siklus I
Aspek Yang Dinilai Konversi
No Nama Siswa JML Nilai Kualifikasi
A B C (JML/12*25)
1 Adi Ningrat 13 13 14 40 83,33 Baik
2 Adi Rusma Dewi 9 9 10 28 58,33 Kurang
3 Adi Wijaya Putra 13 12 11 36 75,00 Baik
4 Anik Widiarni 9 8 8 25 52,08 Kurang
5 Ayu Ariska Dewi 11 9 10 30 62,50 Cukup
6 Ayu Nonik 9 10 11 30 62,50 Cukup
7 Darsanayasa 14 13 13 40 83,33 Baik
8 Ediyani 9 9 10 28 58,33 Kurang
9 Frey Bagus P 14 13 13 40 83,33 Baik
10 Jaya Putra Pamde 13 12 13 38 79,17 Baik
11 Yunantara 13 12 12 37 77,08 Baik
12 Lesmana 8 8 8 24 50,00 Kurang
13 Linda Artika 13 13 13 39 81,25 Baik
14 Lurah Prayoga 13 12 12 37 77,08 Baik
15 Murniati 10 10 11 31 64,58 Cukup
16 Novi Radiyanti 11 12 11 34 70,83 Baik
17 Novi Henilayati 10 10 10 30 62,50 Cukup
18 Okta Wiyanti 12 10 12 34 70,83 Baik
19 Pacung Kerta Yasa 12 11 11 34 70,83 Baik

38
20 Kartika Wijaya 13 13 14 40 83,33 Baik
21 Putri Kesuma Dewi 9 9 10 28 58,33 Kurang
22 Sudiantara 12 11 11 34 70,83 Baik
23 Sudiarti 11 12 11 34 70,83 Baik
24 Uki Sastra 12 12 11 35 72,92 Baik
25 Wahyu Ningsih 10 9 10 29 60,42 Cukup
26 Widyarsa Putra 13 13 12 38 79,17 Baik
27 Wina Putra 12 12 10 34 70,83 Baik
28 Fitri Yani 12 11 11 34 70,83 Baik
29 Jumana 12 13 12 37 77,08 Baik
30 Pande Yayuk 11 10 11 32 66,67 Cukup
Jumlah Nilai Kelas 2104,17 Sangat Baik
Rata-rata Kelas 70,14 Baik
Daya Seraf % 70,14 Baik
Jumlah Nilai >=70 19,00 Kurang
Ketuntasan 63,33 Cukup

Keterangan:
A : Keseimbangan, (1).Posisi kaki, (2).Sikap lengan, (3).Kestabilan, (4).Sikap lanjut ke
meroda.
B : Meroda, (1).Sikap tumpuan tangan, (2).Keserasian gerak tangan dan kaki, (3).Posisi
kaki saat bertumpu (4).Sikap lanjut ke Guling depan
B : Guling Depan, (1). Sikap Tangan, (2). Kelentukan tengkuk, (3).Saat berguling, (4).
Sikap akhir.

Rekapitulasi hasil analisis data Motivasi dan Keterampilan senam

lantai siswa yang diobservasi selama siklus I, skor rata-rata hasil belajar

senam lantai siswa sebesar 74,51. Berdasarkan kriteria klasifikasi motivasi dan

keterampilan yang telah ditetapkan diperoleh bahwa hasil belajar siswa selama

pembelajaran pada siklus I tergolong baik, dengan tingkat ketuntasan 63,33%,

dapat dilihat pada tabel 6 dibawah ini.

Tabel 6
Rekap Hasil analisis data Motivasi dan Keterampilan Pembelajaran Senam
Siswa Siklus I

39
Aspek Yang Dinilai
SIKLUS I Konversi
No Nama Siswa JML Nilai Kualifikasi
KETERAM (JML/12*25)
MOTIVASI
PILAN
1 Adi Ningrat 93,33 83,33 176,67 88,33 Sangat Baik
2 Adi Rusma Dewi 73,33 58,33 131,67 65,83 Cukup
3 Adi Wijaya Putra 93,33 75,00 168,33 84,17 Baik
4 Anik Widiarni 66,67 52,08 118,75 59,38 Kurang
5 Ayu Ariska Dewi 73,33 62,50 135,83 67,92 Cukup
6 Ayu Nonik 80,00 62,50 142,50 71,25 Baik
7 Darsanayasa 86,67 83,33 170,00 85,00 Sangat Baik
8 Ediyani 66,67 58,33 125,00 62,50 Cukup
9 Frey Bagus P 86,67 83,33 170,00 85,00 Sangat Baik
10 Jaya Putra Pamde 86,67 79,17 165,83 82,92 Baik
11 Yunantara 86,67 77,08 163,75 81,88 Baik
12 Lesmana 53,33 50,00 103,33 51,67 Kurang
13 Linda Artika 86,67 81,25 167,92 83,96 Baik
14 Lurah Prayoga 86,67 77,08 163,75 81,88 Baik
15 Murniati 73,33 64,58 137,92 68,96 Cukup
16 Novi Radiyanti 66,67 70,83 137,50 68,75 Cukup
17 Novi Henilayati 66,67 62,50 129,17 64,58 Cukup
18 Okta Wiyanti 66,67 70,83 137,50 68,75 Cukup
19 Pacung Kerta Yasa 80,00 70,83 150,83 75,42 Baik
20 Kartika Wijaya 93,33 83,33 176,67 88,33 Sangat Baik
21 Putri Kesuma Dewi 66,67 58,33 125,00 62,50 Cukup
22 Sudiantara 80,00 70,83 150,83 75,42 Baik
23 Sudiarti 73,33 70,83 144,17 72,08 Baik
24 Uki Sastra 86,67 72,92 159,58 79,79 Baik
25 Wahyu Ningsih 86,67 60,42 147,08 73,54 Baik
26 Widyarsa Putra 86,67 79,17 165,83 82,92 Baik
27 Wina Putra 86,67 70,83 157,50 78,75 Baik
28 Fitri Yani 80,00 70,83 150,83 75,42 Baik
29 Jumana 86,67 77,08 163,75 81,88 Baik
30 Pande Yayuk 66,67 66,67 133,33 66,67 Cukup
Jumlah Nilai Kelas 2235,42 Sangat Baik
Rata-rata Kelas 74,51 Baik
Daya Seraf % 74,51 Baik
Jumlah Nilai >=70 19,00 Kurang
Ketuntasan 63,33 Cukup

Dibawah ini dapat disajikan Tabel 7 dan grafik 1 peningkatan secara

klasikal sebelum dan sesudah dilakukan tindakan dalam penelitian ini.

40
Tabel 7
Peningkatan Hasil Belajar Siklus I
Sebelum
Pencapaian Siklus I Peningkatan
Tindakan
Rata-rata 66,24 74,51 8,27
Ketuntasan 60,67 63,33 2,66

Grafik 4
Peningkatan Hasil Belajar Siklus I

1. Refleksi Siklus I

Dari hasil analisis data siklus I, sesuai dengan grafik diatas telah

terjadi peningkatan hasil belajaran siswa, baik rata-rata dan ketuntasan kelas

dalam pembelajaran dengan menggunakan model pemodelan. Tetapi

peningkatan yang terjadi belum maksimal terbukti belum mencapai target

minimal yaitu 70,00, karena pada siklus I ini siswa masih kelihatan belum

maksimal dapat melakukan kegiatan pembelajaran sepertinya masih terdapat

keraguan dan rasa takut siswa masih kelihatan.

Proses selanjutnya pada siklus II nanti akan dimaksimalkan lagi

terutama berusaha memotivasi siswa dengan cara menampilkan peragaan

model lebih maksimal lagi.

2.Deskripsi Analisis Hasil Penelitian Tindakan Siklus II

41
Sesuai dengan rencana tindakan yang telah ditetapkan dalam siklus

II dengan menerapkan pembelajaran pemodelan, dengan materi pembelajaran

kompetensi dasar, mempraktikan rangkaian senam lantai tanpa alat serta nilai

percaya diri, kerja sama, disiplin, keberanian, dan keselamatan, indikator,

melakukan gerak rangkai keseimbangan (bertumpu selain kaki) dilanjutkan

dengan gerak berguling kedepan dan dilanjutkan dengan gerak berguling

lenting.

Berdasarkan hasil analisis data aktivitas siswa yang diobservasi

selama siklus II, skor rata-rata motivasi belajar siswa sebesar 82,00.

Berdasarkan kriteria klasifikasi motivasi yang telah ditetapkan diperoleh

bahwa aktivitas belajar siswa selama pembelajaran pada siklus II tergolong

baik, dengan tingkat ketuntasan 90%, dapat dilihat pada tabel 8 dibawah ini:

Tabel 8
Hasil analisis data Motivasi Pembelajaran Senam Siswa Siklus II
Aspek Yang Dinilai
Konversi
No Nama Siswa Keteli Kontin JML Kualifikasi
Semangat Nilai
tian uitas
1 Adi Ningrat 5 4 5 14 93,33 Sangat Baik
2 Adi Rusma Dewi 4 3 4 11 73,33 Baik
3 Adi Wijaya Putra 5 4 5 14 93,33 Sangat Baik
4 Anik Widiarni 4 3 4 11 73,33 Baik

42
5 Ayu Ariska Dewi 4 3 4 11 73,33 Baik
6 Ayu Nonik 4 4 4 12 80,00 Baik
7 Darsanayasa 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
8 Ediyani 3 4 4 11 73,33 Baik
9 Frey Bagus P 4 5 5 14 93,33 Sangat Baik
10 Jaya Putra Pamde 4 5 5 14 93,33 Sangat Baik
11 Yunantara 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
12 Lesmana 3 3 3 9 60,00 Cukup
13 Linda Artika 5 4 5 14 93,33 Sangat Baik
14 Lurah Prayoga 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
15 Murniati 4 4 4 12 80,00 Baik
16 Novi Radiyanti 3 3 4 10 66,67 Cukup
17 Novi Henilayati 4 3 4 11 73,33 Baik
18 Okta Wiyanti 3 4 4 11 73,33 Baik
19 Pacung Kerta Yasa 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
20 Kartika Wijaya 4 5 5 14 93,33 Sangat Baik
21 Putri Kesuma Dewi 3 3 4 10 66,67 Cukup
22 Sudiantara 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
23 Sudiarti 3 4 5 12 80,00 Baik
24 Uki Sastra 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
25 Wahyu Ningsih 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
26 Widyarsa Putra 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
27 Wina Putra 4 5 5 14 93,33 Sangat Baik
28 Fitri Yani 3 4 5 12 80,00 Baik
29 Jumana 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
30 Pande Yayuk 4 3 4 11 73,33 Baik
Jumlah Nilai Kelas 2460,00 Sangat Baik
Rata-rata Kelas 82,00 Baik
Daya Seraf % 82,00 Baik
Jumlah Nilai >=70 27,00
Ketuntasan 90,00 Sangat Baik

Keterangan:
A : Semangat, (1).Sangat Kurang, (2).Kurang, (3).Cukup , (4).Baik, (5). Sangat Baik
B : Ketelitian, (1).Sangat Kurang, (2).Kurang, (3).Cukup , (4).Baik, (5). Sangat Baik
B : Kontinyu, (1).Sangat Kurang, (2).Kurang, (3).Cukup , (4).Baik, (5). Sangat Baik

Hasil analisis data Keterampilan senam lantai siswa yang diobservasi


selama siklus II, skor rata-rata keterampilan belajar senam lantai siswa
sebesar 76,39. Berdasarkan kriteria klasifikasi keterampilan yang telah
ditetapkan diperoleh bahwa aktivitas belajar siswa selama pembelajaran pada
siklus II tergolong baik, dengan tingkat ketuntasan 86,67%, dapat dilihat pada
tabel 9 dibawah ini:
Tabel 9
Hasil analisis data Keterampilan Pembelajaran Senam Siswa Siklus II

43
Aspek Yang Dinilai Konversi
No Nama Siswa JML Nilai Kualifiksi
A B C (JML/12*25)
1 Adi Ningrat 14 14 15 43 89,58 Sangat Baik
2 Adi Rusma Dewi 10 11 12 33 68,75 Cukup
3 Adi Wijaya Putra 14 12 14 40 83,33 Baik
4 Anik Widiarni 13 12 12 37 77,08 Baik
5 Ayu Ariska Dewi 15 13 13 41 85,42 Sangat Baik
6 Ayu Nonik 11 11 12 34 70,83 Baik
7 Darsanayasa 18 14 14 46 95,83 Sangat Baik
8 Ediyani 11 12 12 35 72,92 Baik
9 Frey Bagus P 14 13 13 40 83,33 Baik
10 Jaya Putra Pamde 13 12 13 38 79,17 Baik
11 Yunantara 13 12 12 37 77,08 Baik
12 Lesmana 10 10 9 29 60,42 Cukup
13 Linda Artika 13 13 14 40 83,33 Baik
14 Lurah Prayoga 14 13 12 39 81,25 Baik
15 Murniati 11 11 13 35 72,92 Baik
16 Novi Radiyanti 12 13 12 37 77,08 Baik
17 Novi Henilayati 11 11 11 33 68,75 Cukup
18 Okta Wiyanti 12 10 13 35 72,92 Baik
19 Pacung Kerta Yasa 12 11 11 34 70,83 Baik
20 Kartika Wijaya 13 13 14 40 83,33 Baik
21 Putri Kesuma Dewi 11 11 12 34 70,83 Baik
22 Sudiantara 13 12 11 36 75,00 Baik
23 Sudiarti 11 13 12 36 75,00 Baik
24 Uki Sastra 12 12 11 35 72,92 Baik
25 Wahyu Ningsih 11 10 12 33 68,75 Cukup
26 Widyarsa Putra 13 13 14 40 83,33 Baik
27 Wina Putra 12 12 11 35 72,92 Baik
28 Fitri Yani 12 11 11 34 70,83 Baik
29 Jumana 12 13 12 37 77,08 Baik
30 Pande Yayuk 11 11 12 34 70,83 Baik
Jumlah Nilai Kelas 2291,67 Sangat Baik
Rata-rata Kelas 76,39 Baik
Daya Seraf % 76,39 Baik
Jumlah Nilai >=70 26,00
Ketuntasan 86,67 Sangat Baik

Keterangan:

A : Keseimbangan, (1).Posisi kaki, (2).Sikap lengan, (3).Kestabilan, (4).Sikap lanjut ke

meroda.

B : Guling Depan, (1). Sikap Tangan, (2). Kelentukan tengkuk, (3).Saat berguling, (4).

Gerak lanjut ke berguling lenting

C : Guling lenting,(1).Tumpusn tangan, (2).Saat melenting, (3).Tumpuan kaki,(4) Sikap

akhir.

44
Rekap hasil analisis data Motivasi dan Keterampilan senam lantai

siswa yang diobservasi selama siklus II, skor rata-rata hasil belajar senam

lantai siswa sebesar 79,19. Berdasarkan kriteria klasifikasi motivasi yang telah

ditetapkan diperoleh bahwa hasil belajar siswa selama pembelajaran pada

siklus I tergolong sangat baik, dengan tingkat ketuntasan 93,33%, dapat dilihat

pada tabel 10 dibawah ini.

Tabel 10
Rekap Hasil analisis data Motivasi dan Keterampilan Pembelajaran Senam
Siswa Siklus II
Aspek Yang Dinilai
Konversi
No Nama Siswa SIKLUS II JML Nilai Kualifikasi
KETERAM (JML/12*25)
MOTIVASI
PILAN
1 Adi Ningrat 93,33 89,58 182,92 91,46 Sangat Baik
2 Adi Rusma Dewi 73,33 68,75 142,08 71,04 Baik
3 Adi Wijaya Putra 93,33 83,33 176,67 88,33 Sangat Baik
4 Anik Widiarni 73,33 77,08 150,42 75,21 Baik
5 Ayu Ariska Dewi 73,33 85,42 158,75 79,38 Baik
6 Ayu Nonik 80,00 70,83 150,83 75,42 Baik

45
7 Darsanayasa 86,67 95,83 182,50 91,25 Sangat Baik
8 Ediyani 73,33 72,92 146,25 73,13 Baik
9 Frey Bagus P 93,33 83,33 176,67 88,33 Sangat Baik
10 Jaya Putra Pamde 93,33 79,17 172,50 86,25 Sangat Baik
11 Yunantara 86,67 77,08 163,75 81,88 Baik
12 Lesmana 60,00 60,42 120,42 60,21 Cukup
13 Linda Artika 93,33 83,33 176,67 88,33 Sangat Baik
14 Lurah Prayoga 86,67 81,25 167,92 83,96 Baik
15 Murniati 80,00 72,92 152,92 76,46 Baik
16 Novi Radiyanti 66,67 77,08 143,75 71,88 Baik
17 Novi Henilayati 73,33 68,75 142,08 71,04 Baik
18 Okta Wiyanti 73,33 72,92 146,25 73,13 Baik
19 Pacung Kerta Yasa 86,67 70,83 157,50 78,75 Baik
20 Kartika Wijaya 93,33 83,33 176,67 88,33 Sangat Baik
21 Putri Kesuma Dewi 66,67 70,83 137,50 68,75 Cukup
22 Sudiantara 86,67 75,00 161,67 80,83 Baik
23 Sudiarti 80,00 75,00 155,00 77,50 Baik
24 Uki Sastra 86,67 72,92 159,58 79,79 Baik
25 Wahyu Ningsih 86,67 68,75 155,42 77,71 Baik
26 Widyarsa Putra 86,67 83,33 170,00 85,00 Sangat Baik
27 Wina Putra 93,33 72,92 166,25 83,13 Baik
28 Fitri Yani 80,00 70,83 150,83 75,42 Baik
29 Jumana 86,67 77,08 163,75 81,88 Baik
30 Pande Yayuk 73,33 70,83 144,17 72,08 Baik
Jumlah Nilai Kelas 2375,83 Sangat Baik
Rata-rata Kelas 79,19 Baik
Daya Seraf % 79,19 Baik
Jumlah Nilai >=70 28,00
Ketuntasan 93,33 Sangat Baik

Dibawah ini dapat disajikan grafik peningkatan secara klasikal

sebelum dan sesudah dilakukan tindakan dalam penelitian ini Siklus II, tabel

11 dan grafik 5

Tabel 11
Peningkatan Hasil Belajar Siklus II
Sebelum
Pencapaian Siklus II Peningkatan
Tindakan
Rata-rata 66,24 79,19 12,95
Ketuntasan 60,67 93,33 32,66

46
Grafik 5
Hasil Belajar Siklus II

2. Refleksi Siklus II

Dari hasil analisis data siklus II, sesuai dengan grafik diatas telah

terjadi peningkatan hasil belajar siswa, baik rata-rata dan ketuntasan kelas

dalam pembelajaran dengan menggunakan model pemodelan. Dengan

pencapaian peningkatan terbukti telah tercapai target minimal yaitu 70,00

menjadi rata-rata 79,19 dan ketuntasan 93,33%, karena pada siklus II ini

siswa telah mampu dan termotivasi melakukan kegiatan pembelajaran dengan

baik.

BAB V

PE N UTU P

5.1 Kesimpulan

Dari hasil analisis data penelitian tindakan kelas ini yang

mengangkat permasalahan Implementasi pemodelan (modeling)dalam

47
pembelajaran senam lantai pada siswa kelas VI SD Negeri Margasana

Kramatwatu, dapat ditarik kesimpulan bahwa:

1. Dengan implementasi modeling dalam pembelajaran senam lantai dapat

meningkatan motivasi belajar siswa berbukti dengan hasil yang dicapai

selama proses kegiatan penelitian yaitu dengan tingkat rata-rata kelas

siklus I sebesar 78,89 dan pada siklus II sebesar 82,00 mengalami

peningkatan sebesar 3,11, dengan taraf ketuntas pada siklus I sebesar

73,33% dan pada siklus II sebesar 90,00% mengalami peningkatan sebesar

16,67%. Pencapaian daya seraf pada siklus I 78,89%, siklus II sebesar

82,00% mengalami peningkatan sebesar 3,11%.

2. Melalui implementasi modeling dalam pembelajaran senam lantai ini

dapat meningkatan keterampilan senam siswa berbukti dengan hasil yang

dicapai selama proses kegiatan penelitian yaitu dengan tingkat rata-rata

kelas siklus I sebesar 70,14 dan pada siklus II sebesar 76,39 mengalami

peningkatan sebesar 6,25, dengan taraf ketuntas pada siklus I sebesar

63,33% dan pada siklus II sebesar 86,67% mengalami peningkatan sebesar

23,33%. Dengan pencapaian daya seraf pada siklus I 70,14%, siklus II

sebesar 76,39% mengalami peningkatan sebesar 6,25%.

5.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas, dapat peneliti sampaikan beberapa

harapan atau saran sebagai berikut:

1. Kepada para guru-guru, dan khususnya guru-guru di lingkungan SD

Negeri Margasana Kramatwatu dapat mencoba menerapkan model

48
pembelajaran modeling ini, untuk memotivasi dan meningkatkan prestasi

belajar siswa, sudah tentu harus menyesuaikan dengan materi ajar yang di

akan disampaikan

2. Disamping mencoba model pemodelan penulis sarankan agar mencoba

model-model yang lain untuk memperbanyak khasanah pembelajaran yang

intinya agar dapat meningkatan hasil pembelajaran.

3. Dengan lebih banyak melakukan penelitian, dan mencoba metode dan

model pembelajaran yang ada, akan dapat membuka wawasan kita dalam

rangkan membangkitan gairah mengajar dalam melaksanakan tugas kita

sebagai pendidik, dan atau menciptakan model-model pembelajaran yang

baru.

DAFTAR PUSTAKA

Ibnu H.,Drs.,M.Ed., Dasar-dasar Metodelogi Penelitian Kwantitatif Dalam

Pendidikan, PT. RajaGrafindo Persada.

Imam S.,Drs.,M.A., 1979, Pengantar Buku Pegangan Guru Olahraga di SPG, PT.

Karya Unipress Jakarta.

49
1979, Senam dan Metodik Ib, PT. ”Sinar Hudaya” Jakarta

Nurhadi, Dr., M.Pd., 2004, Pembelajaran Kontekstual Dan Penerapannya Dalam

KBK, Universitas Negeri Malang.

Winarno S. Prof.,Dr.,M.Sc., Ed, 1979. Psikologi Umum dan Soaial, CV. Jasanku

Jakarta,(Rochoman.N.Drs.,Editor)

50
Lampiran 1
SILABUS PENJASORKES KELAS VI
Standar Kompetensi : 3 Mempraktikan rangkaian gerak senam lantai dengan gerakan yang benar dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya
Materi Penilaian
Pokok/ Indikator Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran Tekni Bentuk
Pembelajara Contoh Instrumen Waktu Belajar
k Instrumen
n
1 2 3 4 5 6 7 8 9
3.1. Mempraktikan  Senam  Melakukan gerak rangkaian  Melakukan gerak  Tes  Tes  Lakukan  2 x 35  Buk
rangkaian senam lantai keseimbangan (bertumpu rangkai (unjuk kerja gerak rangkai menit u teks, buku
lantai tanpa alat pada kaki) dilanjutkan keseimbangan dan sikap) keseimbangan referensi,
serta nilai percaya dengan gerak meroda dan (bertumpu pada (bertumpu pada lapangan,
diri, kerja sama, dilanjutkan dengan gerak kaki) dilanjutkan kaki) dilanjutkan dan matras
disiplin, berguling kedepan secara dengan gerak dengan gerak
keberanian, dan berpasangan atau kelompok meroda dan meroda dan
keselamatan untuk menanamkan nilai dilanjutkan dengan dilanjutkan gerak
keberanian dan keselamatan gerak berguling berguling kedepan
kedepan
 Observasi
3.2. Mempraktikan  Senam  Melakukan gerak rangkai  Melakukan gerak  Tes  Tes (unjuk  Lakukan  2 x 35  Buk
beberapa lantai keseimbangan (bertumpu rangkai kerja dan gerak rangkai menit u teks, buku
rangkaian senam selain kaki) dilanjutkan keseimbangan sikap) keseimbangan referensi,
lantai, serta nilai dengan gerak berguling (bertumpu selain (bertumpu selain lapangan,
keberanian, kedepan dan bergerak guling kaki) dilanjutkan kaki) dilanjutkan dan matras
kedisiplinan, lenting secara berpasangan dengan gerak dengan gerak
keluwesan dan atau kelompok untuk berguling kedepan berguling kedepan
estetika menanamkan nilai dan bergerak dan bergerak guling
keberanian dan keselamatan guling lenting lenting
 Observasi
Mengetahui Kramatwatu , Januari 2017
Kepala SD Negeri Margasana Kramatwatu. Guru Mata Pelajaran Penjasorkes.

HJ. SARJAINAH, S.Pd DIAN HENDRIANA, M.Pd


NIP. 196107141982012010 NIP. 197310232009021002

0
Lampiran 2
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

SMP : SD NEGERI MARGASANA KRAMATWATU

Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

Kelas/Semester : VI (Enam )/ Ganjil

Standar Kompetensi : 3. Mempraktikan rangkaian gerak senam lantai dengan


gerakan yang benar dan nilai-nilai yang terkandung
didalamnya

Kompetensi Dasar : 3.1. Mempraktikan rangkaian senam lantai tanpa alat serta
nilai percaya diri, kerja sama, disiplin, keberanian, dan
keselamatan

Indikator : 1. Melakukan gerak rangkai keseimbangan (bertumpu pada


kaki) dilanjutkan dengan gerak meroda dan dilanjutkan
dengan gerak berguling kedepan

Alokasi Waktu : 4 x 35 menit (2 x pertemuan )

A. Tujuan Pembelajaran
a. Siswa dapat melakukan senam lantai dengan gerakan yang benar dan nilai yang
terkandung didalamnya seperti :
 Gerak rangkai keseimbangan (bertumpu dengan kaki)
 Gerakan meroda
 Gerakan berguling kedepan, secara berpasangan atau kelompok
b. Siswa dapat menanamkan nilai :
 Keberanian
 Keselamatan

B. Materi Pembelajaran
Senam Lantai
 Keseimbangan
 Meroda
 Guling depan

C. Metode Pembelajaran
- Pemodelan (Modeling)
- Demonstrasi

D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran


a. Pertemuan 1
 Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan
 Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran
1
 Menampilkan Model yang telah di siapkan
 Model mendemontrasikan :
 Rangkaian keseimbangan (bertumpu pada kaki)
 Dilanjutkan dengan gerak meroda
 Dilanjutkan berguling kedepan
 Siswa menirukan/mencontoh rangkaian gerak dari model
 Pendinginan, berbaris, tugas-tugas, evaluasi proses pembelajaran, berdoa dan
bubar
b. Pertemuan 2
 Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan
 Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran
 Menampilkan Model yang telah di siapkan
 Model mendemontrasikan :
 Rangkaian keseimbangan (bertumpu pada kaki)
 Dilanjutkan dengan gerak meroda
 Dilanjutkan berguling kedepan
 Siswa menirukan/mencontoh rangkaian gerak dari model
 Pendinginan, berbaris, tugas-tugas, evaluasi proses pembelajaran, berdoa dan
bubar

E. Sumber Belajar
- Model
- Aula / Ruang ketrampilan
- Matras
- Peluit
- Buku teks
- Buku referensi

F. Penilaian
1. Teknik penilaian:
- Tes unjuk kerja (psikomotor):
 Lakukan gerak rangkai keseimbangan (bertumpu pada kaki) dilanjutkan
dengan gerak meroda dan dilanjutkan gerak berguling kedepan

Keterangan:
Berikan penilaian terhadap kualitas unjuk kerja peserta ujian, dengan rentang
nilai antara 1 sampai dengan 4

Jumlah skor yang diperoleh


Nilai = ----------------------------------------- X 100
Jumlah skor maksimal

2. Rubrik Penilaian
Rubrik Observasi Motivasi
Pembelajaran Siklus I
Kualitas Gerak
Aspek Yang Dinilai
1 2 3 4 5
A. Semangat
B. Ketelitian
C. Kontinyuitas
Jumlah
Jumlah Skor Maksimal : 15

2
1. Sangat kurang
2. Kurang
3. Cukup
4. Baik
5. Sangat Baik

Rubrik Observasi Keterampilan


Pembelajaran Siklus I
Kualitas Gerak
Aspek Yang Dinilai
1 2 3 4
A. Keseimbangan:
1. Posisi kaki
2. Sikap Lengan
3. Kesetabilan
4. Sikap lanjut ke meroda
B. meroda
1. Sikap tumpuan tangan
2. Keserasian gerak tangan dan kaki
3. Posisi kaki saat bertumpu
4. Sikap lanjut ke guling depan
C. Guling ke depan
1. Sikap tangan
2. Kelentukan tengkuk
3. Sata berguling
4. Sikap akhir
Jumlah
Jumlah Skor Maksimal : 48

Kramatwatu, Januari 2017


Mengetahui; Guru Mata Pelajaran
Kepala SD Negeri Margasana, Penjasorkes,

HJ. SARJAINAH, S.Pd DIAN HENDRIANA, M.Pd


NIP. 196107141982012010 NIP. 197310232009021002

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)

3
SMP : SD NEGERI MARGASANA KRAMATWATU
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

Kelas/Semester : VI (Enam )/ Ganjil

Standar Kompetensi : 3. Mempraktikan rangkaian gerak senam lantai dengan


gerakan yang benar dan nilai-nilai yang terkandung
didalamnya

Kompetensi Dasar : 3.1. Mempraktikan rangkaian senam lantai tanpa alat serta
nilai percaya diri, kerja sama, disiplin, keberanian, dan
keselamatan

Indikator : 1. Melakukan gerak rangkai keseimbangan (bertumpu selain


kaki) dilanjutkan dengan gerak guling kedepan dan
dilanjutkan dengan gerak berguling lenting.

Alokasi Waktu : 4 x 35 menit (2 x pertemuan )

A. Tujuan Pembelajaran
a. Siswa dapat melakukan senam lantai dengan gerakan yang benar dan nilai yang
terkandung didalamnya seperti :
 Gerak rangkai keseimbangan (bertumpu selain kaki)
 Gerakan berguling kedepan
 Gerakan berguling lenting, secara berpasangan atau kelompok
b. Siswa dapat menanamkan nilai :
 Keberanian
 Keselamatan

B. Materi Pembelajaran
Senam Lantai
 Keseimbangan
 Guling kedepan
 Guling lenting

C. Metode Pembelajaran
- Pemodelan (Modeling)
- Demonstrasi
D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
a. Pertemuan 1
 Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan
 Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran
 Menampilkan Model yang telah di siapkan
 Model mendemontrasikan :
 Rangkaian keseimbangan (bertumpu selain kaki)
 Dilanjutkan dengan gerak berguling kedepan
4
 Dilanjutkan berguling lenting
 Siswa menirukan/mencontoh rangkaian gerak dari model
 Pendinginan, berbaris, tugas-tugas, evaluasi proses pembelajaran, berdoa dan
bubar
b. Pertemuan 2
 Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan
 Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran
 Menampilkan Model yang telah di siapkan
 Model mendemontrasikan :
 Rangkaian keseimbangan (bertumpu selain kaki)
 Dilanjutkan dengan gerak berguling kedepan
 Dilanjutkan berguling lenting
 Siswa menirukan/mencontoh rangkaian gerak dari model
 Pendinginan, berbaris, tugas-tugas, evaluasi proses pembelajaran, berdoa dan
bubar

E. Sumber Belajar
- Model
- Aula / Ruang ketrampilan
- Matras
- Peluit
- Buku teks
- Buku referensi

F. Penilaian
1. Teknik penilaian:
- Tes unjuk kerja (psikomotor):
 Lakukan gerak rangkai keseimbangan (bertumpu pada kaki) dilanjutkan
dengan gerak meroda dan dilanjutkan gerak berguling kedepan

Keterangan:
Berikan penilaian terhadap kualitas unjuk kerja peserta ujian, dengan rentang
nilai antara 1 sampai dengan 4

Jumlah skor yang diperoleh


Nilai = ----------------------------------------- X 100
Jumlah skor maksimal

2. Rubrik Penilaian

Rubrik Observasi Motivasi


Pembelajaran Siklus I
Kualitas Gerak
Aspek Yang Dinilai
1 2 3 4 5
A. Semangat
B. Ketelitian
C. Kontinyuitas
Jumlah
Jumlah Skor Maksimal : 15

1. Sangat kurang
2. Kurang
3. Cukup
5
4. Baik
5. Sangat Baik

Rubrik Observasi Keterampilan


Pembelajaran Siklus II
Kualitas Gerak
Aspek Yang Dinilai
1 2 3 4
A. Keseimbangan:
1. Posisi kaki
2. Sikap Lengan
3. Kesetabilan
4. Sikap lanjut ke meroda
B. Guling ke depan
1. Sikap tangan
2. Kelentukan tengkuk
3. Sata berguling
4. Sikap akhir
C. Berguling lenting
1. Tumpuan tangan
2. Saat melenting
3. Tumpuan kaki
4. Sikap akhir
Jumlah

Jumlah Skor Maksimal : 48

Kramatwatu, Januari 2017


Mengetahui;Guru Mata Pelajaran
Kepala SD Negeri Margasana, Penjasorkes,
.

HJ. SARJAINAH, S.Pd DIAN HENDRIANA, M.Pd


NIP. 196107141982012010 NIP. 197310232009021002

6
Lampian 3
Data Observasi Motivasi Belajar Siswa Siklus I
Aspek Yang Dinilai
Konvers
No Nama Siswa Kontinui JML Kualifikasi
Semangat Ketelitian i Nilai
tas
1 Adi Ningrat 5 4 5 14 93,33 Sangat Baik
2 Adi Rusma Dewi 4 3 4 11 73,33 Baik
3 Adi Wijaya Putra 5 4 5 14 93,33 Sangat Baik
4 Anik Widiarni 3 3 4 10 66,67 Cukup
5 Ayu Ariska Dewi 4 3 4 11 73,33 Baik
6 Ayu Nonik 4 4 4 12 80,00 Baik
7 Darsanayasa 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
8 Ediyani 3 3 4 10 66,67 Cukup
9 Frey Bagus P 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
10 Jaya Putra Pamde 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
11 Yunantara 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
12 Lesmana 2 3 3 8 53,33 Kurang
13 Linda Artika 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
14 Lurah Prayoga 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
15 Murniati 3 4 4 11 73,33 Baik
16 Novi Radiyanti 3 3 4 10 66,67 Cukup
17 Novi Henilayati 3 3 4 10 66,67 Cukup
18 Okta Wiyanti 3 3 4 10 66,67 Cukup
19 Pacung Kerta Yasa 4 3 5 12 80,00 Baik
20 Kartika Wijaya 4 5 5 14 93,33 Sangat Baik
21 Putri Kesuma Dewi 3 3 4 10 66,67 Cukup
22 Sudiantara 3 4 5 12 80,00 Baik
23 Sudiarti 3 3 5 11 73,33 Baik
24 Uki Sastra 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
25 Wahyu Ningsih 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
26 Widyarsa Putra 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
27 Wina Putra 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
28 Fitri Yani 3 4 5 12 80,00 Baik
29 Jumana 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
30 Pande Yayuk 3 3 4 10 66,67 Cukup
Jumlah Nilai Kelas 2366,67 Sangat Baik
Rata-rata Kelas 78,89 Baik
Daya Seraf % 78,89 Baik
Jumlah Nilai >=70 22,00
Ketuntasan 73,33 Baik
A: Semangat;Antosias anak terhadap pembelajaran
(1). Sangat Kurang semangat, (2). Kurang semangat, (3).Cukup Semangat,4).Semangat,
(5). Sangat semangat
B: Ketelitian; Keseriusan dan kesungguhan anak dalam pembelajaran
(1).Sangat kurang teliti (2). Kurang teliti,(3). Cukup teliti,(4).Teliti, (5) Sangat teliti
C: Kontinuitas;Frekwensi anak mau mencoba setiap gerakan
(1).Sangat kurang kontinu(2).Kurang kontinu, (3).Cukup kontinu,(4)Kontinuitas,
(5).Sangat kontinu
Lampian 4

Data Observasi Keterampilan Siklus I


Aspek yang Dinilai dan Kualifikasi
Konversi
No Nama Siswa Keseimbangan Meroda Guling Depan JML
Nilai
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Adi Ningrat 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 40 83,33
2 Adi Rusma Dewi 3 2 2 2 3 2 2 2 3 2 2 3 28 58,33
3 Adi Wijaya Putra 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 36 75,00
4 Anik Widiarni 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 25 52,08
5 Ayu Ariska Dewi 3 3 2 3 3 2 2 2 3 2 2 3 30 62,50
6 Ayu Nonik 2 3 2 2 3 2 2 3 3 3 2 3 30 62,50
7 Darsanayasa 4 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 40 83,33
8 Ediyani 3 2 2 2 3 2 2 2 3 2 2 3 28 58,33
9 Frey Bagus P 3 4 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 40 83,33
10 Jaya Putra Pamde 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 38 79,17
11 Yunantara 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 37 77,08
12 Lesmana 2 1 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 24 50,00
13 Linda Artika 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 39 81,25
14 Lurah Prayoga 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 37 77,08
15 Murniati 3 2 2 3 3 2 2 3 3 3 2 3 31 64,58
16 Novi Radiyanti 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 34 70,83
17 Novi Henilayati 3 2 2 3 3 2 2 3 3 2 2 3 30 62,50
18 Okta Wiyanti 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 34 70,83
19 Pacung Kerta Yasa 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 34 70,83
20 Kartika Wijaya 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 40 83,33
21 Putri Kesuma Dewi 3 2 2 2 3 2 2 2 3 2 2 3 28 58,33
22 Sudiantara 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 34 70,83
23 Sudiarti 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 34 70,83
24 Uki Sastra 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 35 72,92
25 Wahyu Ningsih 3 2 2 3 3 2 2 2 3 2 2 3 29 60,42
26 Widyarsa Putra 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 38 79,17
27 Wina Putra 3 3 3 3 4 2 3 3 3 2 2 3 34 70,83
28 Fitri Yani 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 34 70,83
29 Jumana 3 3 3 3 4 3 3 3 4 2 3 3 37 77,08
30 Pande Yayuk 3 3 2 3 3 2 3 2 3 2 3 3 32 66,67
Jumlah Nilai
2104,17
Kelas
Rata-rata Kelas 70,14
Daya Seraf % 70,14
Jumlah Nilai
19,00
>=70
Ketuntasan 63,33
A : Keseimbangan
(1). Posisi kaki, (2). Sikap lengan, (3). Kesetabilan, (4) Sikap lanjut ke Meroda)
B : Meroda
(1). Sikap tumpuan tangan,(2). Keserasian gerak kaki dan tangan,(3). Sikap kaki saat bertumpu,
(4). Sikap gerak lanjutan ke berguling kedepan
C Berguling kedepan
(1).Sikap tumpuan tangan, (2). Kelentukan tengkuk,(3) Saat berguling, (4) Sikap akhir
Lampiran 5
Hasil Observasi Motivasi Belajar Siswa Siklus II
Aspek Yang Dinilai
Konvers
No Nama Siswa Semanga JML Kualifikasi
Ketelitian Kontinuitas i Nilai
t
1 Adi Ningrat 5 4 5 14 93,33 Sangat Baik
2 Adi Rusma Dewi 4 3 4 11 73,33 Baik
3 Adi Wijaya Putra 5 4 5 14 93,33 Sangat Baik
4 Anik Widiarni 4 3 4 11 73,33 Baik
5 Ayu Ariska Dewi 4 3 4 11 73,33 Baik
6 Ayu Nonik 4 4 4 12 80,00 Baik
7 Darsanayasa 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
8 Ediyani 3 4 4 11 73,33 Baik
9 Frey Bagus P 4 5 5 14 93,33 Sangat Baik
10 Jaya Putra Pamde 4 5 5 14 93,33 Sangat Baik
11 Yunantara 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
12 Lesmana 3 3 3 9 60,00 Cukup
13 Linda Artika 5 4 5 14 93,33 Sangat Baik
14 Lurah Prayoga 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
15 Murniati 4 4 4 12 80,00 Baik
16 Novi Radiyanti 3 3 4 10 66,67 Cukup
17 Novi Henilayati 4 3 4 11 73,33 Baik
18 Okta Wiyanti 3 4 4 11 73,33 Baik
19 Pacung Kerta Yasa 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
20 Kartika Wijaya 4 5 5 14 93,33 Sangat Baik
21 Putri Kesuma Dewi 3 3 4 10 66,67 Cukup
22 Sudiantara 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
23 Sudiarti 3 4 5 12 80,00 Baik
24 Uki Sastra 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
25 Wahyu Ningsih 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
26 Widyarsa Putra 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
27 Wina Putra 4 5 5 14 93,33 Sangat Baik
28 Fitri Yani 3 4 5 12 80,00 Baik
29 Jumana 4 4 5 13 86,67 Sangat Baik
30 Pande Yayuk 4 3 4 11 73,33 Baik
Jumlah Nilai Kelas 2460,00 Sangat Baik
Rata-rata Kelas 82,00 Baik
Daya Seraf % 82,00 Baik
Jumlah Nilai >=70 27,00
Ketuntasan 90,00 Sangat Baik
A Semangat;Antosias anak terhadap pembelajaran
(1). Sangat Kurang semangat, (2). Kurang semangat, (3).Cukup Semangat,4).Semangat,
(5). Sangat semangat
B Ketelitian; Keseriusan dan kesungguhan anak dalam pembelajaran
(1).Sangat kurang teliti (2). Kurang teliti,(3). Cukup teliti,(4).Teliti, (5) Sangat teliti
C Kontinuitas;Frekwensi anak mau mencoba setiap gerakan
(1).Sangat kurang kontinu(2).Kurang kontinu, (3).Cukup kontinu,(4)Kontinuitas,
(5).Sangat kontinu

Lampiran 6
Rekap Nilai Keterampilan Siklus II
Aspek yang Dinilai dan Kualifikasi
Guling Konversi
No Nama Siswa Keseimbangan Meroda JML
Depan Nilai
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Adi Ningrat 4 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 43 89,58
2 Adi Rusma Dewi 3 2 2 3 4 2 2 3 4 2 2 4 33 68,75
3 Adi Wijaya Putra 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 40 83,33
4 Anik Widiarni 4 3 3 3 4 3 2 3 4 3 2 3 37 77,08
5 Ayu Ariska Dewi 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 41 85,42
6 Ayu Nonik 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 34 70,83
7 Darsanayasa 5 4 4 5 4 4 3 3 4 3 3 4 46 95,83
8 Ediyani 3 2 3 3 4 2 2 4 4 2 2 4 35 72,92
9 Frey Bagus P 3 4 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 40 83,33
10 Jaya Putra Pamde 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 38 79,17
11 Yunantara 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 37 77,08
12 Lesmana 3 2 2 3 3 2 2 3 3 2 2 2 29 60,42
13 Linda Artika 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 40 83,33
14 Lurah Prayoga 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 39 81,25
15 Murniati 4 2 2 3 4 2 2 3 4 3 2 4 35 72,92
16 Novi Radiyanti 4 3 2 3 4 3 3 3 4 3 2 3 37 77,08
17 Novi Henilayati 3 3 2 3 3 3 2 3 4 2 2 3 33 68,75
18 Okta Wiyanti 3 3 3 3 3 2 2 3 4 3 3 3 35 72,92
19 Pacung Kerta Yasa 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 34 70,83
20 Kartika Wijaya 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 40 83,33
21 Putri Kesuma Dewi 4 2 2 3 4 2 2 3 4 2 2 4 34 70,83
22 Sudiantara 4 3 3 3 4 2 3 3 3 2 3 3 36 75,00
23 Sudiarti 3 2 3 3 4 3 3 3 4 3 2 3 36 75,00
24 Uki Sastra 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 35 72,92
25 Wahyu Ningsih 4 2 2 3 4 2 2 2 4 3 2 3 33 68,75
26 Widyarsa Putra 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 4 40 83,33
27 Wina Putra 3 3 3 3 4 2 3 3 4 2 2 3 35 72,92
28 Fitri Yani 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 34 70,83
29 Jumana 3 3 3 3 4 3 3 3 4 2 3 3 37 77,08
30 Pande Yayuk 3 3 2 3 4 2 3 2 3 3 3 3 34 70,83
Jumlah Nilai Kelas 2291,67
Rata-rata Kelas 76,39
Daya Seraf % 76,39
Jumlah Nilai >=70 26,00
Ketuntasan 86,67
A : Keseimbangan
(1). Posisi kaki, (2). Sikap lengan, (3). Kesetabilan, (4) Sikap lanjut ke Meroda)
B : Meroda
(1). Sikap tumpuan tangan,(2). Keserasian gerak kaki dan tangan,(3). Sikap kaki saat
bertumpu,
(4). Sikap gerak lanjutan ke berguling kedepan
C Berguling kedepan
(1).Sikap tumpuan tangan, (2). Kelentukan tengkuk,(3) Saat berguling, (4) Sikap akhir

BERITA ACARA
Pada hari ini, selasa tanggal dua puluh empat tahun dua ribu Tuju Belas
belas jam 13.00 s/d 15.00 WIB bertempat di Sekolah Dasar Negeri Margasana
Kecamatan Kramatwatu, telah dilakukan seminar Laporan Hasil Penelitian
Tindakan Kelas (PTK) dengan judul :

“Implementasi Pemodelan (Modeling) Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani


Olahraga Dan Kesehatan Materi Senam Lantai Dalam Meningkatkan Motivasi
Belajar Siswa Kelas VI SDN Margasana Kecamatan Kramatwatu Kabupaten
Serang”

Yang dihadiri oleh rekan Kepala Sekolah dan rekan sejawat yang berasal
dari Sekolah Dasar Negeri Margasana SD Negeri Kamasan, dan SD Negeri
Pegadingan 1 Kecamatan Kramatwatu Kabupaten Serang
Demikian berita acara ini dibuat dengan sebenarnya dan untuk diketahui
dan digunakan sebagaimana mestinya.

Mengetahui
Kepala Kramatwatu, 24 Maret 2017
Sekolah Dasar Negeri Margasana Guru Penjasorkes/Peneliti,
Kecamatan Kramatwatu,

HJ. SARJAINAH, S.Pd DIAN HENDRIANA


196107141982012010 NIP. 197310232009021002
DAFTAR HADIR PRESENTASI
LAPORAN HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)
Tanggal : 24 Maret 2017

TANDA
NO NAMA NIP UNIT KIERJA
TANGAN
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

Mengetahui
Kepala Sekolah Dasar Margasana

HJ. SARJAINAH, S.Pd


NIP.196107141982012010