0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
359 tayangan5 halaman

Penetapan Normalitas H SO Dengan BBP Na CO: Sampel: Hablur Na CO Metode Analisis: Titrasi Asidimetri

Standarisasi H2SO4 Dengan BBP Na2CO3

Diunggah oleh

BoyanHaseumTapiRaos
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
359 tayangan5 halaman

Penetapan Normalitas H SO Dengan BBP Na CO: Sampel: Hablur Na CO Metode Analisis: Titrasi Asidimetri

Standarisasi H2SO4 Dengan BBP Na2CO3

Diunggah oleh

BoyanHaseumTapiRaos
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Penetapan Normalitas H2SO4 dengan BBP Na2CO3

Sampel : Hablur Na2CO3

Metode Analisis : Titrasi Asidimetri

Pendahuluan

Dalam metode titrasi asidi-alkalimetri, H2SO4 adalah larutan yang termasuk


Bahan Baku Sekunder (BBS). BBS, khususnya H2SO4 mudah menarik uap air
dan memiliki sifat yang yang tidak stabil. Karena sifatnya yang tidak stabil maka
kenormalannya tidak dapat dihitung secara teoritis, namun dapat dilakukan
dengan penitaran agar ketetapannya konsentrasinya diketahui secara pasti.

Untuk mengetahui konsentrasinya maka digunakan Bahan Baku Primer (BBP).


Beberapa BBP seperti Na2CO3 dan Na2B4O7.10H2O dapat digunakan untuk
menetapkan kenormalan asam. Dalam penetapan kali ini digunakan BBP Na2CO3.
Kenormalannya telah ditetapkan maka BBP tersebut telah cukup mantap sehingga
dapat digunakan sebagai penitar.

Dasar

Soda kering (Na2CO3) adalah garam yang bersifat basa, sehingga dapat bereaksi
dengan H2SO4. Karena H2SO4 adalah asam kuat sedangkan Na2CO3 bersifat basa
lemah, maka dipakai indikator Sindur Metil (SM) sebagai indikator yang
mempunyai trayek pH 3,1 - 4,5 (titik setara pada pH + 3,7).

Tujuan

Untuk mengetahui normalitas H2SO4 dengan BBP Na2CO3 menggunakan titrasi


asidimetri.
Reaksi

H2SO4 + Na2CO3  Na2SO4 + H2O + CO2

Alat : Bahan :

- Neraca digital - Hablur Na2CO3


- Kaca arloji - Larutan H2SO4 0,02 N
- Pengaduk - Indikator SM
- Corong - Air suling
- Labu ukur 100 ml
- Pipet tetes
- Pipet volum 10 ml
- Erlenmeyer
- Buret
- Statif dan klem buret
- Pembakar teklu
- Kasa asbes
- Kaki tiga
- Alas titar dan alat
baca buret
- Korek api dan tissue

Cara Kerja

1. Ditimbang + 0,1 gram hablur Na2CO3


2. Dilarutkan kedalam labu ukur 100 ml dengan air suling, dihimpitkan,
diseka, dan dihomogenkan.
3. Dipipet 10 ml larutan kedalam erlenmeyer kemudian diencerkan hingga
100 ml dengan air suling.
4. Ditambahkan 2 – 3 tetes indikator SM.
5. Larutan dititar dengan H2SO4 0,02 N hingga TA berwarna sindur.
6. Larutan dipanaskan kemudian didinginkan.
7. Apabila larutan berubah menjadi kuning, larutan dititar kembali dengan
H2SO4 0,02 N hingga TA berwarna sindur.
8. Pengerjaan diatas dilakukan secara duplo.
Hasil Pengamatan

Data Penimbangan

Bobot kaca arloji + sampel = 21,7519 gram

Bobot kaca arloji kosong = 21,6511 gram

Bobot sampel = 0,1008 gram

Titrasi Sampel

Titrat Titran V. Titrat V. Titran Indikator Warna TA


(mL) (mL)
H2SO4 8,90
Na2CO3 10,00 SM Sindur
0,02 N 8,80

100
Faktor pengenceran = = 10
10

Perhitungan

Diketahui:

 mg sampel = 100,8 mg
 fp = 10
8,90+8,80
 Vp = = 8,85 𝑚𝑙
2

 Bst Na2CO3 = 53

Ditanya:

o Normalitas H2SO4...?
Jawab:

𝑚𝑔 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙
𝑁𝑜𝑟𝑚𝑎𝑙𝑖𝑡𝑎𝑠 𝐻2 𝑆𝑂4 =
𝑓𝑝 × 𝑉𝑝 × 𝑏𝑠𝑡 𝑁𝑎2 𝐶𝑂3

100,8
𝑁𝑜𝑟𝑚𝑎𝑙𝑖𝑡𝑎𝑠 𝐻2 𝑆𝑂4 =
10 × 8,85 × 53

𝑁𝑜𝑟𝑚𝑎𝑙𝑖𝑡𝑎𝑠 𝐻2 𝑆𝑂4 = 0,0214 𝑁

Pembahasan

Penetapan kenormalan H2SO4 0,02 N dengan menggunakan Bahan Baku Primer


(BBP) soda kering (Na2CO3) merupakan salah satu contoh dari penetapan
menggunakan metode asidi-alkalimetri. Penetapan dengan metode asidi-
alkalimetri atau penetapan titrasi asam-basa merupakan reaksi penetralan atau
netralisasi.

H2SO4 0,02 N meski sudah tertera konsentrasinya harus tetap distandarisasi,


dikarenakan H2SO4 tersebut konsentrasinya masih kasar (0,02 N), artinya
konsentrasi yang tepat bisa kurang atau lebih dari 0,02 N. Dengan melakukan
standarisasi, maka akan didapatkan konsentrasi yang lebih akurat.

Soda kering merupakan nama trivial dari senyawa garam Natrium Karbonat
(Na2CO3). Natrium Karbonat merupakan salah satu BBP penitar asam, yaitu
bahan baku atau zat kimia yang digunakan untuk menstandarisasi Bahan Baku
Sekunder (BBS). Syarat – syarat BBP yaitu:

 Murni atau mudah dimurnikan.


 Tidak higroskopis (tidak mudah menyerap uap air).
 Stabil.
 Bobot ekuivalennya besar.
 Mudah larut dalam pelarut yang tepat.
 Dapat bereaksi secara stokiometri.
Dalam penetapan ini, digunakan indikator SM sebaga penunjuk karena trayek
pHnya yaitu sekitar 3,1 – 4,5 dengan titik ekuivalen berada di pH sekitar + 3,7.
Na2CO3 merupakan garam yang bersifat basa maka dalam keadaan basa ini,
indikator SM akan menunjukkan warna kuning. Setelah dititar dengan dengan
H2SO4 larutan akan berwarna sindur pada saat Titik Akhir (TA).

Kesimpulan

Berdasarkan praktikum penetapan normalitas H2SO4 dengan BBP Na2CO3,


diperoleh normalitas H2SO4 sebesar 0,0214 N.

Anda mungkin juga menyukai