Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH PROBLEM SOLVING

KETUBAN PECAH DINI

KELOMPOK 3 REGULER 2
Dosen Pembimbing :
Dr. Asti Melani Astari, M. Kep., Sp.Mat

Disusun oleh :

Erlintan Yunianingsih 165070200111024


Azmiya Naufala Jayanti 165070200111026
Fabi Solichah Hariadi 165070200111028
Adellia Ony Eka PUtri 165070201111002
Rizky Karuniawati 165070201111020
Dwi Harsanto Kurniawan 165070201111022
Rida Aulia Batubara 165070201111026
Unyati 165070201111028
Grace Firsty Putri Farica 165070207111010
Reni Citra Pratiwi 165070201111024

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2018
Kasus 2 KPD

Seorang ibu, datang ke Puskesmas pukul 8 malam tanggal 6 oktober 2017, diantar
suaminya dengan keluhan keluar cairan dari jalan lahir sejak kemarin malam. Hasil
anamnesa sebagai berikut:

Ny. W, Hamil anak pertama, tidak pernah abortus, usia kehamilan 32 minggu, usia 21
tahun, menikah selama 3 tahun, islam, bekerja sebagai buruh pabrik, pendidikan terakhir
SD. Suaminya Tn K, usia 32 tahun, islam, kuli bangunan, pendidikan terakhir SMP.
Keduanya tinggal di RT 5 RW 3 ketawang, Gondanglegi.

Ibu mengatakan sepulang bekerja saat menonton TV, sekitar pukul 6 sore kemarin, tiba-
tiba keluar cairan berwarna bening dan agak kental dari jalan lahir, jumlah cairan yang
keluar sedikit hanya merembes di celana dalam dan rok ibu. Awalnya ibu mengira air
kencing atau keputihan biasa, tetapi cairan tersebut keluar terus-menerus, bau
amis/anyir, ibu dan suaminya jadi merasa khawatir, kemudian suaminya mengajak untuk
memeriksakan ke Puskesmas.

Ibu tidak memiliki riwayat operasi, penyakit infeksi, alergi, penggunaan obat-obatan
terlarang, penyakit keturunan. Ibu mengatakan Saat ini ibu merasa khawatir dengan
kondisi bayinya karena ini kehamilan yang ditunggu sejak menikah selama 3 tahun.
Wajah ibu dan suaminya tampak tegang. Pertama menarche umur 12 tahun, lama
menstruasi 7 hari, dan mentruasi setiap bulan. Ibu keputihan setiap bulan hanya saat
akan menstruasi, tidak bau dan gatal. Selama hamil tidak perdarahan. Ibu belum pernah
KB sebelumnya. ANC rutin sebulan sekali ke Bidan, tidak pernah ikut senam hamil, HPHT:
1 Maret 2017.

Hasil pemeriksaan perawat:

 TD 110/80 mmHg, nadi 90x/mnt, suhu 37,5°C, RR 18 x/mnt

 BB sekarang 69 kg, BB sebelum hamil 57 kg, TB: 150 cm, LILA: 24 cm

 Tidak terdapat gangguan pada area kepala leher

 Jantung-paru, kondisi payudara: areola lebih menghitam, kedua putting susu


menonjol, belum ada pengeluaran ASI
 Tampak linea nigra dan strie gravidarum, belum merasakan
kaku/kencang/kontraksi di perutnya, posisi bayi kepala di panggul, punggung
kanan, belum masuk PAP.

 TFU 30 cm, DJJ 146x/mnt

 Mual hanya dirasakan pada awal hamil, BU 8x/mnt, selama di RS belum BAK dan
BAB, selama dirumah tidak ada masalah BAB, tetapi ibu jadi sering BAK. Nafsu
makan baik, ibu suka makan buah jeruk dan apel, minum sekitar 1 L ibu suka
minum teh dan susu hamil.

 Vagina bersih karena ibu setiap hari membersihkan dengan cairan pembersih
organ kewanitaan terutama sejak hamil, karena anjuran teman bekerjanya. Agar
saat melahirkan vaginanya bersih. Hasil VT pembukaan 1 cm.

 Ekstrimitas tidak ada masalah.

Ibu setiap hari tidur sekitar 6 jam, jika malam 1-2 kali terbangun untuk BAK. Dengan
kehamilan yang semakin bertambah, ibu merasa mudah capek. Ibu senang sekali dengan
kehamilan saat ini, begitu juga dengan suaminya dan keluarga besarnya. Tidak pernah
ikut penyuluhan tentang kehamilan/persalinan, selama ini hanya membaca dari buku
KIA.

Tindakan yang direncanakan untuk observasi kondisi fisik ibu dan DJJ bayi, juga
pemberian antibiotik peroral.

Susun Asuhan Keperawatan, hitung Taksiran persalinan dan taksiran Berat Janin
1. PENGKAJIAN

A. identitas

Nama : NY W

Usia : 21 tahun

Pekerjaan : buruh pabrik

Agama : islam

Pendidikan terakhir : SD

Status pernikahan : menikah selama 3 tahun

B. status kesehatan
keluhan utama : datang ke Puskesmas pukul 8 malam tanggal 6 oktober 2017,
diantar suaminya dengan keluhan keluar cairan dari jalan lahir sejak kemarin
malam

lama keuhan : sejak kemarin malam

diagnosa : KPD

C. riwayat penyakit
a) riwayat kehamilan sekarang
 Hamil anak pertama
 tidak pernah abortus
 usia kehamilan 32 minggu
 ANC rutin sebulan sekali ke Bidan
 Keluhan seama kehamian : Mual hanya dirasakan pada awal
hamil, BU 8x/mnt, selama di RS belum BAK dan BAB, selama
dirumah tidak ada masalah BAB, tetapi ibu jadi sering BAK.
Nafsu makan baik, ibu suka makan buah jeruk dan apel, minum
sekitar 1 L ibu suka minum teh dan susu hamil
b) riwayat haid
siklus haid : teratur setiap buan
lama menstruasi : 7 hari
menarche : usia 12 tahun
HPHT : 1 maret 2017
c) riwayat kontrasepsi
-
d) riwayat kesehatan keluarga
-
e) riwayat sosial
D. pengkajian fisik
a) pengkajian fisik umum

 TD 110/80 mmHg

 nadi 90x/mnt

 suhu 37,5°C

 RR 18 x/mnt

 BB sekarang 69 kg, BB sebelum hamil 57 kg

 TB: 150 cm

 LILA: 24 cm

b) Head to toe

 Tidak terdapat gangguan pada area kepala leher

 Jantung-paru, kondisi payudara: areola lebih menghitam,


kedua putting susu menonjol, belum ada pengeluaran ASI

 Tampak linea nigra dan strie gravidarum, belum merasakan


kaku/kencang/kontraksi di perutnya, posisi bayi kepala di
panggul, punggung kanan, belum masuk PAP.

 TFU 30 cm, DJJ 146x/mnt

 Mual hanya dirasakan pada awal hamil, BU 8x/mnt, selama di


RS belum BAK dan BAB, selama dirumah tidak ada masalah
BAB, tetapi ibu jadi sering BAK. Nafsu makan baik, ibu suka
makan buah jeruk dan apel, minum sekitar 1 L ibu suka
minum teh dan susu hamil.

 Vagina bersih karena ibu setiap hari membersihkan dengan


cairan pembersih organ kewanitaan terutama sejak hamil,
karena anjuran teman bekerjanya. Agar saat melahirkan
vaginanya bersih. Hasil VT pembukaan 1 cm.

 Ekstrimitas tidak ada masalah.


E. Tindakan yang direncanakan untuk observasi kondisi fisik ibu dan DJJ bayi, juga
pemberian antibiotik peroral.

2. ANALISA DATA

No Data penunjanng Etiologi Masalah


keperawatan

1. Ds : Faktor pencetus : bekerja Risiko gangguan


- Keluar cairan bening di pabrik, sering hubungan ibu -janin
dan agak kental dari membersihkan vagina
jalan lahir, keluar dengan pembersih organ
terus menerus, bau kewanitaan, tidak pernah
amis/anyir mengikuti senam hamil
- Sering BAK
Do : Serviks Inkompeten

Serviks lemahh, mudah


terbuka, karena penigkatan
tekanan intra uteri

Serviks mudah menipis dan


terbuka

Ketuban pecah

Risiko gangguan hubungan


ibu -janin

2. DS: Ketuban pecah dini Risiko infeksi


-Ibu mengatakan
sepulang bekerja saat
menonton TV pukul 6
Tidak adanya pelindung
sore tiba-tiba keluar
dunia luar dengan daerah
cairan berwarna bening
rahim
dang agak kental dari
jalan lahir secara terus
menerus dan berbau
Mudahnya
amis/anyir

DO:
-Usia kandungan 32
mikroorganisme masuk
minggu (Mengalami
secara asendens
ketuban pecah dini)

Risiko infeksi

3. Ds : Keluar cairan berwarna Ansietas


bening dan agak kental dari
-Klien dan suaminya
jalan lahir
merasa khawatir ketika
mengetahui cairan keluar
terus- menerus dan
Cairan keluar terus
berbau amis anyir
menerus berbau amis/
-Klien merasa khawatir
anyir
dengan kondisi bayinya
karena ini kehamilan
yang ditunggu sejak
Ketuban pecah dini
menikah selama 3 tahun
-Wajah klien da suaminya
tampak tegang
Khawatir dengan kondisi
bayinya karena ini
Do : kehamilan yang ditunggu
sejak menikah selama 3
tahun

Ansietas

4. Ds: - klien mengatakan Gravida Defisit pengetahuan


tidak pernah
mengikutisenam ham il Infeksi genetalia
dan penyuluhan tentang
kehamilan/persalinan Proses biomekanik bakteri
-Klien mengatakan setiap mengeluarkan enzim
hari membersihkan proteolitik
vaginanya dengan cairan
pembersih organ Selaput ketuban mudah
kewanitaan terutama pecah
sejak hamil
-suami klien mengajak Ketuban pecah dini
klien untuk kepuskesmas
karena khawatir tentang Pasien tidak mengetahui
cairan yang keluar terus penyebab dan akibat KPD
menerus
Do: - Defisit pengetahuan

3. PRIORITAS DIAGNOSA

1. Gangguan hubungan ibu dan janin


2. Resiko infeksi
3. Ansietas
4. Defisit pengetahuan

4. ASUHAN KEPERAWATAN (NOC DAN NIC)

1. Masalah keperawatan 1 : reseiko gangguan hubungan ibu-janin berdasarkan


pada beresikonya diskontuinitas hubungan simbilotik ibu dan janin sebagai
akibat kondisi kehamilan
Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam didapatkan
hasil hubungan simbilotik ibu dan janin membaik
Kriteria hasil : setelah dilakukan evaluasi didapat kan kenaikan pada tiap
indikator
NOC : status maternal : antepartum

NO ANALISA DATA 1 2 3 4 5
1. Koping ketidak nyamanan dari
kehamilan
2. Perubahan berat badan
3. Tekanan darah
4. Tingkat pernapasan
5. Suhu tubuh
6. Tingkat jantung apikal
NIC : supresi melahirkan

1. kaji ulang adanya riwayat faktor resiko yang berhubungan dengan kelahiran
prematur
2. tentukan usia janin berdasarkan periode menstruasi terakir sonogram awal,
tinggi fundus, tanggal percepatan dan tanggal denyut janin yang masih dapat
terdengar
3. tanyakan aktivitas yang dilakukan sebelum terjadinya gejala kelahiran
prematur
4. palpasi posisi janin, lokasinya dan persentasi janin
5. ambil kultur urin dan serviksdokumentasikan aktivitas uterus, menggunakan
palpasi atau dengan monitor janin elektronik
6. posisikan ibu dalam posisi lateral untuk mengoptimalkan perfusi plasenta
7. monitor tanda-tanda vital ibu, denyut jantug janin, dan aktivitas uterus
setiap 15 menit
2. Masalah keperawatan 2 : Risiko infeksi berhubungan dengan ketuban pecah dini
Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan 2x24 jam diharapkan pasien
tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi
Kriteria hasil : sesuai indicator pada NOC
NOC : Status Maternal : Antepartum

No. Indicator 1 2 3 4 5 Ket :


1. Deviasi berat dari kisaran normal
1. Tekanan darah
2. Deviasi yang cukup berat dari kisaran
2. Tingkat pernafasan
normal
3. Suhu tubuh 3. Deviasi sedang dari kisaran normal
4. Deviasi ringan dari kisaran normal
5. Tidak ada deviasi dari kisaran normal
4. Mual √ 1 : Berat
2 : Cukup berat
5. Keputihan √
3 : Sedang
4 : Ringan
5 : Tidakada

NOC : Kontrol Risiko : Proses Infeksi

No indikator 1 2 3 4 5 Ket :
1. Mencari
1. Tidak pernah menunjukan
informasiterkait control
2. Jarang menunjukan
infeksi 3. Kadang-kadang
2. Mengidentifikasi factor
risiko infeksi menunjukan
3. Mengidentifikasi tanda 4. Sering menunjukan
5. Secara konsisten
dan gejala infeksi
menunjukan

NIC : Perawatan kehamilan risiko tinggi

1. Kaji riwayat kehamilan dan kelahiran yang berhubungan dengan factor risiko
kehamilan (ketuban pecah dini)
2. Kaji pengetahuan klien dalam mengidentifikasi factor risiko
3. Motivasi untuk mengungkapkan perasaan dan ketakutan terhadap
perubahan gaya hidup, kondisi janin, perubahan finansial, fungsi keluarga,
dan keamanan personal
4. Berikan materi pendidikan kesehatan yang membahas factor risiko,
pemeriksaan surveilans dan tindakan yang biasa dilakukan
5. Ajarkan klien mengenai penggunaan obat-obatan yang diresepkan (antibiotic
peroral)
6. Ajarkan klien dalam tindakan monitor mandiri (TTV)
7. Dokumentasikan pendidikan kesehatan pada pasien, hasil laboratorium,
hasil pemeriksaan janin dan respon klien

NIC : Perlindungan infeksi

1. Monitor adanya tanda dan gejala infeksi sistemik dan lokal


2. Dorong untuk beristirahat
3. Pantau adanya perubahan tingkat energy atau malaise
4. Berikan terapi antibiotic yang sesuai
5. Instruksikan pasien untuk minum antibiotic seperti yang diresepkan
6. Jaga penggunaan antibiotic dengan bijaksana
3. Masalah keperawatan 3 : Ansietas berhubungan dengan risiko bayi lahir
prematur ditandai dengan rasa khawatir dan nampak tegang
Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam tingkat
ansietas klien menurun
Kriteria hasil : Sesuai dengan indikator NOC yang diharapkan
NOC : Tingkat kecemasan

No Skala Outcome Berat Cukup Sedang Ringan Tidak


Berat Ada
1 2 3 4 5
1 Wajah Tegang
2 Perasaan Gelisah
3 Rasa cemas yang disampaikan
secara lisan

NIC : Pengurangan Kecemasan

1. Gunakan pendekatan yang tenang dan meyakinkan


2. Berikan informasi faktual terkait diagnosis, perawatan, dan prognosis
3. Dorong keluarga untuk mendampingi klien dengan cara tepat
4. Ciptakan atmosfer rasa aman untuk meningkatkan kepercayaan
5. Identifikasi pada saat terjadi perubahan tingkat kecemasan
6. Kaji untuk tanda verbal dan non verbal kecemasan
7. Bantu klien untuk mengartikulasikan deskripsi yang realistis mengenai
kejadian yang akan datang

NIC : Perawatan Kehamilan Risiko Tinggi

1. Kaji pengetahuan klien dalam mengidentifikasi faktor risiko’


2. Motivasi untuk mengungkapkan perasaan dan ketakutan terhadap
perubahan kondisi janin dan fungsi keluarga.
3. Diskusikan risiko-risiko pada janin dihubungkan dengan kelahiran prematur
pada usia kehamilan yang berbeda-beda.
4. Lakukan tes untuk mengevaluasi status janin
5. Berikan bimbingan antisipasi untuk kemungkinan intervensi selama proses
kelahiran (misalnya kelahiran dengan induksi dan operasi caesar)
6. Dorong partisipasi awal dalam kelas prenatal atau berikan pendidikan
tentang kelahiran anak pada saat pasien dalam kondisi istirahat.
7. Berikan bimbingan antisipasi mengenai pengalaman yang biasa dialami oleh
ibu dengan risiko tinggi selama periode pos partum (misalnya kekecewaan
terhadap kelahiran anak)
8. Lakukan rujukan untuk mendapatkan dukungan kelompok bagi ibu dengan
risiko tinggi, sesuai kebutuhan.
9. Monitor ketat status fisik dan psikologis selama kehamilan
10. Laporkan adanya penyimpangan dari keadaan normal pada status ibu dan
atau bayi kepada dokter atau perawat maternitas.

NIC : Persiapan Melahirkan

1. Ajarkan ibu dan pasangan mengenai fisiologis persalinan


2. Eksplorasi mengenai rencana persalinan (misalnya lingkungan persalinan,
yang akan membantu ibu, siapa yang akan hadir dan menemani, apa
teknologi yang akan digunakan, dsb.)
3. Jelaskan prosedur monitor secara rutin yang mungkin akan dilakukan selama
proses persalinan
4. Informasikan kepada ibu mengenai pilihan persalinan jika timbul komplikasi
5. Siapkan pasangan untuk mengarahkan ibu selama persalinan
6. Ajarkan pasangan melakukan sesuatu untuk memberi kenyamanan kepada
Ibu selama proses persalinan
7. Berikan bimbingan antisipatif sebagai orang tua
8. Dukung kemampuan orang tua dalam mengambil peran sebagai orang tua
4. Masalah keperawatan 4 : Defisiensi Pengetahuan berhubungan dengan kurang
informasi, kurang sumber pengetahuan ditandai dengan klien tidak pernah ikut
penyuluhan tentang kehamilan/persalinan, selama ini hanya membaca dari buku
KIA.
Tujuan : Setelah dilakukanya tindakan keperawatan, diharapkan pengetahuan
klien mengenai kehamilan menjadi adekuat
Kriteria hasil : Sesuai dengan indicator NOC yang diharapkan
NOC : Pengetahuan : Kehamilan

No. Indikator 1 2 3 4 5

1. Pentingnya perawatan sebelum melahirkan


sesering mungkin

2. Pentingnya pendidikan (kesehatan) sebelum


melahirkan

3. Tanda-tanda peringatan komplikasi persalinan

4. Pola pergerakan janin

5. Perubahan psikologis yang berhubungan dengan


kehamilan

6. Praktik gizi yang sehat

7. Tanda dan gejala persalinan

Keterangan :
1 = Tidak ada pengetahuan

2 = Pengetahuan terbatas

3 = Pengetahuan sedang

4 = Pengetahuan banyak

5 = Pengetahuan sangat banyak

NIC : Persiapan Melahirkan


1. Ajarkan ibu dan pasangan mengenai fisiologi persalinan

2. Eksplorasi mengenai rencana persalinan

3. Ajarkan ibu dan pasangannya mengenai tanda-tanda persalinan

4. Informasikan pada ibu mengenai kapan harus dating ke rumah sakit dalam
rangka persiapan menghadapi persalinan

5. Informasikan ibu mengenai pilihan persalinan jika timbul komplikasi

6. Jelaskan prosedur monitor secara rutin yang mungkin akan dilakukan selama
proses persalinan

Taksiran Persalinan

HPHT = 1 Maret 2017

Takiran = Hari + 7 ; Bulan – 3 ; Tahun + 0 ( Karena HPHT bulan Maret)

Tasiran = 8 Desember 2017

Taksiran Berat Janin

BJ = Tinggi FU-(bagian bawah janin yang masuk PAP 10/11/12/13) x 155


gram

BJ = (30 cm – 13 (belum PAP)) x 155 gram = 2635 gram = 2,635 Kg